Yang Menabur Yang Menuai

Amsal 3:9-10

“..hendaklah kamu memberkati, karena untuk itulah kamu dipanggil, yaitu itu untuk memperoleh berkat”. 1 Petrus 3:9.

Jadi menurut kebenaran firman Tuhan, kita tidak dipanggil untuk hidup susah atau miskin tetapi dipanggil untuk memperoleh berkat, oleh karena itu kita harus memberkati. Orang yang tidak mendapat berkat, tidak mungkin bisa memberkati. Jadi orang yang mau memberkati orang lain, terlah lebih dahulu harus diberkati.

A. PENYEBAB MENGAPA KITA TIDAK BISA MENABUR?

1. Jala berkat kita koyak.

Lukas 5:5-6, Dan setelah mereka melakukannya, mereka menangkap sejumlah besar ikan, sehingga jala mereka mulai koyak.

Banyak ikan yang ditangkap tetapi banyak juga yang terbuang. Banyak berkat yang kita terima tapi terbuang percuma karena jala berkat kita koyak.

Sebagai contoh: Tiba-tiba saja kita sakit dan harus mengeluarkan banyak uang yang tidak dalam perhitungan kita. Pemakaian yang tak terduga. Mengapa? Karena ada belalang pelahap (Mat 3:11, 1 Raja-Raja 8:37-40).

2. Tidak punya benih untuk menabur.

Memang tidak ada benih dan habis dimakan dengan biji-bijinya.

3. Punya benih tetapi:

a. Tidak tahu mengucap syukur sehingga kita lupa akan kebaikan Tuhan.

Ingat! hanya orang yang mengucap syukur yang dekat dengan Tuhan dan mendapat kekuatan dari Tuhan. Mzm 103:2, Pujilah Tuhan, hai jiwaku, dan janganlah lupakan segala kebaikanNya!

b. Tidak tahu secara spesifik apa yang menjadi penggilang kita – IMAM atau RAJA.

c. Saat kita tidak menabur kita tidak tulus/ rela maka janganlah berharap untuk menuai.

Kita merasa bahwa kita masih mempunyai hak penuh atas berkat yang kita terima. Ingat, Rasul Paulus berkata: kita harus memberkati karena kita dipanggil untuk memperoleh berkat dan semuanya itu hanya oleh kasih karuniaNya. Berarti yang punya berkat itu adalah Tuhan bukan kita.

Firman Tuhan berkata: Sebab semua dari Dia, oleh Dia, dan untuk Dia.
2 Kor 9:7, Hendaklah masing-masing memberikan menurut kerelaan hatinya, jangan dengan sedih hati atau karena paksaan, sebab Allah mengasihi orang yang memberi dengan sukacita.

B. SOLUSINYA

Kita buka Yoh 21:6-11 – jalanya tidak koyak – jumlah yang ditangkap jelas ada 153 ekor dan jalanya tidak koyak.

Mau jala kita tidak koyak? KEMBALIKAN APA YANG MENJADI HAKNYA TUHAN. Mulailah menabur, Apa saja itu? Segala persembahanmu, Tubuh, Jiwa, dan Rohmu, Buah sulungmu! Persepuluhanmu! Nazarmu, dll. Karena Tuhan akan membukakan tingkap-tingkap langit bagimu.

Ingat! Pada injil Lukas dan juga Yohanes saat peristiwa itu terjadi sama-sama ada Yesus! Bahkan Yesus yang menyuruh menebarkan jala. Mengapa jala masih terkoyak! Jawabannya ada pada diri anda sendiri yang mempunyai jala itu. Bagaimana dengan hidup anda? Untuk membuktikan ada 4(empat) Ciri Orang Yang Hidupnya Diberkati Tuhan, adalah:

a. Mereka Yang Hidup Mengasihi Tuhan (ayat 16).

Mengasihi Tuhan, bukan sekedar diucapkan oleh mulut, sebab hal itu bisa dilakukan dengan mudah oleh siapapun. Tetapi kasih kepada Tuhan harus dapat dibuktikan dengan: Waktu. berapa banyak waktu yang kita luangkan untuk berada bersama-sama dengan Tuhan. Pengorbanan, korban tenaga, korban harta, korban perasaan, dan korban segalanya demi Tuhan. Jadi, yang dimaksud adalah orang yang selalu mengutamakan Tuhan di atas segalanya. Kalau kita lihat dalam Mzm 24:3-5 dan Yeh. 34:24-26, orang yang diberkati Tuhan adalah orang-orang yang layak menghampirinya. Dan mereka tersebut adalah orang yang hidup dalam kebenaran dan yang mengasihi Tuhan.

b. Orang-Orang Yang Terlibat Aktif Dalam Pembangunan Rumah Allah.

Hagai 2:20. Alkitab berkata, kita adalah batu penjuru yang hidup, yang dipakai Tuhan untuk kemuliaanNya. Artinya, setiap kita diperlukan Tuhan untuk terlibat dalam perluasan kerajaanNya di muka bumi ini. Allah menghendaki setiap orang percaya terlibat aktif dalam setiap pekerjaanNya.

c. Orang-Orang Yang Menjaga Mulut Dan Perkataannya.

1 Petrus 3:8-10. Mulut kita bisa jadi sumber berkat, tapi juga bisa jadi sumber kutuk. Alkitab berkata, dengan mulut yang sama kita memuji Tuhan dan mengutukNya, tentu hal itu tidak boleh terjadi dalam hidup kita. Artinya mulut ini hanya kita jaga dan kita pakai hanya untuk hal-hal yang baik saja, yaitu yang memuliakan Allah dan dapat memberkati setiap orang. Jadi, jika ingin hidup dalam berkat Tuhan, ingin hidup keluarga bahagia, jagalah perkataan kita agar tetap suci dan benar.

d. Orang-Orang Yang Taat Kepada Perintah Tuhan.

Kej 26:2-3. Ketaatan selalu berhubungan dengan kepekaan, karena untuk bisa menjadi seorang yang taat, kita harus punya banyak waktu untuk Tuhan bicara, kemudian belajar untuk peka mendengarnya dengan benar setiap firman Tuhan, sehingga kita dapat mengerti, lalu mulai mentaatinya. Dan seorang yang taat pasti hidupnya diberkati Tuhan.

Setiap kita pasti ingin diberkati Tuhan, dan Ia sendiri rindu melihat kita hidup dalam pemeliharaanNya yang sempurna. Namun kita harus sadar, Allah tetap terikat pada firmanNya. Ia tidak bisa memberkati seseorang yang masih hidup dalam dosa. Karena itu agar dapat diberkati Tuhan, kita harus hidup kudus, mengasihi Tuhan, mau terlibat aktif mendukung pekerjaanNya, selalu mengucapkan kata-kata yang memberkati orang lain dan yang memuliakan Tuhan, serta hidup setia mentaati segala perintah Tuhan. (Ferdu)

Sumber:  http://www.diasporasejahtera.com/page117602034.aspx

Baca juga:

1 Comment

  1. Pak, saya mohon didoakan mengenai masalah saya tentang pekerjaan, saat ini saya menganggur dan susah. Kiranya Tuhan mau membuka jalan serta memberikan saya pekerjaan yang layak dan saya mau sadar akan kebaikan Tuhan sehingga Tuhan mau mengirim benih-benih untuk saya tabur agar saya dapat menuai sesuai dengan kehendak-Nya didalam nama Tuhan Yesus Kristus serta tutup saya dengan kuasa darah Tuhan Yesus dari segala kehendak jahat iblis yang memakai orang-orang yang ingin menjatuhkan kehidupan saya dan itu saya telah menang. Amen.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *