Seminar Pujian & Penyembahan

Kebangunan Penyembahan

Satu dari kegerakan Roh Kudus yang terbesar di dunia ini adalah kelahiran kembali dan kebangunan penyembahan. Dalam penyembahan yang sejati, manusia bertemu Tuhan dengan akal, kehendak dan emosi. Itulah perbedaan antara pelayanan yang dingin dan mati dengan pelayanan yang hidup dan digetarkan oleh hadirat Allah.

Jika Anda pernah hadir dalam salah satu kebaktian kami, Anda tahu betapa indahnya penyembahan itu. Kadang orang berpikir bahwa itu ada hubungannya dengan saya. Mereka memuji saya karena memimpin penyembahan itu. Tetapi Anda tahu? Saya tidak memimpin dalam penyembahan itu –  Roh Kudus lah yang melakukannya. Saya mungkin berada di atas panggung tetapi saya hanya memuji Tuhan seperti yang orang lain lakukan. Roh Kudus yang mengendalikan semuanya dan saya mengikuti pimpinanNya seperti yang lainnya.

Itulah Roh Kudus yang mengungkapkan Yesus kepada kita. Ingat, penyembahan bukanlah menyanyi bagi Tuhan dan berdoa sehingga Allah akan memenuhi kebutuhan Anda; penyembahan adalah mengangkat pujian Anda kepada Tuhan dalam kasih, kesetiaan dan pengagungan. Yesus berkata,”Allah itu Roh dan barangsiapa menyembah Dia, harus menyembah-Nya dalam roh dan kebenaran” ( Yohanes 4:24 ).

Siapa yang memberikan kepada kita kemampuan untuk penyembahan sejati? Roh Kudus :”karena kitalah orang-orang bersunat, yang beribadah oleh Roh Allah, dan bermegah dalam Kristus Yesus dan tidak menaruh percaya pada hal-hal lahiriah” ( Filipi 3:3 ). Itulah Roh Kudus yang mengungkapkan Yesus kepada kita. Dan kita melihat lebih lagi keindahanNya, kekudusanNya dan kemuliaanNya, bagaimana kita bisa melakukan hal lain melainkan tunduk di hadapan Raja Surga untuk mengagungkan dan memuliakan namaNya?

 

I. DEFINISI PUJIAN

Pujian bukan saja mengatakan : “Tuhan betapa baik Engkau dan ajaib Engkau di segala jalanMu.” Tetapi lebih dari itu pujian merupakan suatu pengekspresian iman tentang apa yang akan Dia kerjakan dimasa yang akan datang. Dalam Firman Allah dapat kita lihat ledakan pujian terhadap apa yang telah dikerjakan, bahkan yang akan Dia kerjakan dalam masa kekekalan. Pujian bukanlah praktek mekanisme tapi merupakan “tindakan rohani” yang dilakukan oleh orang kristen untuk apa yang Tuhan kerjakan. Pujian dimanifestasikan dan hampir selalu bersuara, bukan untuk disembunyikan.

Pujian merupakan “Suatu ekspresi hangat penuh kasih dengan kekaguman yang digambarkan dengan bermacam-macam cara.”

A. Berbagai cara kita memuji Tuhan :
1. Dengan SUARA kita
¤ Singing (bernyanyi) – Mzm 100
¤ Shouting (bersorak-sorai) – Mzm 47:1
¤ Speaking (berkata-kata) – Mzm 66:8

2. Dengan TANGAN kita
¤ Lifting (mengangkat tangan) – Mzm 63:4, 134:2
¤ Clapping (bertepuktangan) – Mzm 47:1
¤ Playing musical instrument – Mzm 149:3

3. Dengan TUBUH kita
¤ Standing (berdiri) – Mzm 135:2
¤ Dancing (menari) – Mzm 149:3
¤ Bowing/Kneeling (bertelut/sujud) – Mzm 95:6

B. Mengapa Kita Harus memuji Tuhan?
? Firman Tuhan memerintahkannya (Mzm 150:1)
? Tuhan bertakhta diatas puji-pujian umatNya (Mzm 22:4)
? Ada kuasa dalam pujian
? Hal yang menyenangkan (Mzm 29:2, 135:3)
? Dia layak menerima semua pujian kita (Mzm 48:2, Why 4:11)
? Kita diciptakan untuk memuji Dia (Yer 13:11, Yes 43:21)

C. Kapan kita memuji Tuhan?
? Saat kita senang melakukannya (Yak 5:13)
? Saat kita sedang tidak ingin dan malas memuji Tuhan (Mzm 42:6)
? Saat sekarang
? Setiap waktu (Mzm 34:1, Hab 3:17-18)
D. Dimana Kita Harus memuji Tuhan
? Tempat-tempat khusus (Contoh: ditengah jemaat -Mzm 35:18,69:10,122;1)
? Dihadapan semua orang dan segala bangsa (Mzm 96:3)

II. 7 ( TUJUH ) KATA IBRANI TENTANG PUJIAN

1. YADAH
Mengangkat kedua tangan sebagai tanda penyerahan dan pengagungan. “Aku hendak bersyukur (sing praise = yadah) kepada Tuhan karena keadilanNya dan bermazmur (sing praise = yadah) bagi nama Tuhan,Yang Mahatinggi.” Mzm 7: 18

2. TOWDAH
Pernyataan pujian sebagai tanda kita setuju / mengaminkan apa yang telah Tuhan perbuat atau akan diperbuatNya. Kata ini umumnya dipakai berkaitan dengaan korban. Kata ini juga diartikan sebagai korban ucapan syukur. ”…masuklah melalui pintu gerbangNya dengan nyayian syukur, ke dalam pelataranNya dengan puji¬¬- pujian (praise = Towdah)” Mzm 100: 4a .

3. HALAL
Memuji, memancarkan / bercahaya , mengungkapkan dengan bangga ; juga dapat diartikan dengan mengekspresikan pujian kepada Allah seperti orang ”bodoh” ( foolish ). Kata ini merupakan akar kata dari Halleluyah (Halal = Yahweh) yang diartikan pujilah Tuhan .”…. Aku akan memasyhurkan namaMu kepada saudara-saudaraku dan memuji-muji ( praise = Halal ) Engkau di tengah- tengah jemaah….”- Mzm 22 : 23

4. SHABACH
Bersorak dengan suara nyaring (dengan tidak merasa malu) untuk menyatakan kemuliaan, kemenangan , anugrah dan kasih Allah ”….Pujilah (praise = shabach ) Tuhan ,hai segalah bangsa ,megahkanlah (praise = shabach) Dia, hai segala bangsa !”- Mzm 117: 1

5. BARAK
Sujud bertelut, memberikan penghormatan kepada Allah. Beberapa kali juga diterjemahkan memberkati. ”… Hiduplah ia ! kiranya dipersembahkan emas Syeba! Kiranya ia didoakan senantiasa dan diberkati (praise = Barak) sepanjang hari!” – Mzm 72:15

6. ZAMAR
Bernyanyi dengan alat-alat musik mengiringi nyanyian pujian, bermazmur dan menyanyikan nubuatan dengan diiringi kecapi. “….Hatiku siap, ya Allah hatiku siap; aku mau menyanyi, aku mau bermazmur (praise = zamar).” – Mzm 57:8

7. TEHILLAH
Memuliakan Allah dengan nyanyian, lagu pujian spontan (Hymn). Menanti-nantikan Tuhan untuk mendapatkan tuntunanNya. Diartikan juga sebagi nyanyian yang lahir oleh Roh Kudus untuk memberkati Tuhan…” Padahal Engkaulah Yang Kudus yang bersemayam diatas puji-pujian (praise = Tehillah) orang Israel)…” – Mzm 22:4

Dalam bahasa Yunani ada beberapa kata yang diterjemahkan sebagai pujian atau memuji :

1. Aineo (Narasi) : Luk 19:37
2. Humoneo (Hymne) : Ef 5:20, Kis 16:25
3. Psallo (Song) : Menyanyi – Ef 5:19
4. Exomologio : mengaku dengan sukacita (sadar akan apa yang dikatakannya) : Luk 10:21, Rm 10:14.

III. NYANYIAN TUHAN

Nyanyian Tuhan merupakan ekspresi kasih kita yang tertinggi pada Allah dan ekspresi kasih Allah yang tertinggi bagi GerejaNya. Nyanyian Tuhan adalah suatu dimensi musik yang menggugah orang percaya yang sedang dilawat oleh Roh Kudus saat sekarang. Ini merupakan nyanyian atau pembawaan lagu-lagu yang spontan dibawah inspirasi Roh kudus, garis depan musik profetis didalam Gereja…!!!

MENDEFINISIKAN NYANYIAN TUHAN
A. 3 (Tiga) Tingkatan Nyanyian Tuhan :
• Ditujukan kepada semua lagu-lagu gereja (Mzm 137:4)
• Ditujukan kepada semua puji-pujian yang spontan — Spontaneus Songs (2Taw 29:27)
• Biasanya berupa sebuah pesan nubuatan dalam lagu dari Allah kepada manusia — Prophetic Songs (Ul 31:19)

B. 3 (Tiga) Ekspresi Nyanyian Tuhan – Ef 5:19, Kol 3:16
• Mazmur / Psalm
• Kidung Pujian / Hymn
• Nyanyian Rohani / Pneumatic Odes

C. 3 (Tiga) Arahan Nyanyian Tuhan :
• Dari manusia kepada manusia – Mzm 95:1-7 (Proclaiming)
• Dari manusia kepada Allah – Mzm 145:1-2 (Praise, Prayer)
• Dari Allah kepada manusia – Mzm 95:8-11 (Prophecy)

D. Referensi dan Istilah Alkitabiah untuk Nyanyian TUHAN :
1. Sifat nubuatan adalah memiliki suatu keinginan untuk menggenapi dirinya — Kel 15:1-7, Wyh 15.
2. Allah menggubah nyanyian dan menyerahkannya pada Musa — Ul 31:19.
3. Roh nubuatan turun keatas mereka yang dijamah oleh Nyanyian Tuhan dan mengubah mereka dari dalam –1Sam 10:5-6.
4. Nyanyian Tuhan meninggikan intuisi rohaniah — 2Kis 3:15.
5. Nyanyian Nubuatan diarahkan secara berdaulat oleh Raja — 1Taw 25:2
6. Ada mereka yang menyanyikan ucapan syukur dan pujian nubuatan — 1Taw 25:3
7. Ada mereka yang menyanyikan visi/penglihatan, Firman Allah dan pengagungan secara nubuatan.
8. “Roh Asaf” masih ada pada Gereja dewasa ini! — 2Taw 20:14.
9. Allah menghendaki suatu nyanyian baru – Mzm 33:3.
10. Allah senang memberikan nyanyian-nyanyianNya kepada Gereja — Mzm 42:9
11. Tuhan senang bernyanyi ditengah-tengah umatNya — Zef 3:17.
12. Musik adalh faktor utama dalam pelayanan nubuatan — Yes 5:1
13. Seringkali Nyanyian Tuhan sama sekali tanpa latihan, suatu pengutaraan spontan dari roh manusiawi atau Roh Ilahi — Why 14:3.
14. Lagu yang tercetus dari hati — Yes 52:9.
15. Lidah kita penuh Roh Kudus — Mzm 45:2
16. Musik menjadi suatu alat bagi Allah untuk menyingkapkan pesanNya kepada GerejaNya — Mzm 49:5

E. PROSES NUBUATAN DALAM PERALIHAN KE NYANYIAN TUHAN

1. Tempatnya Inspirasi
a. REVEAL – untuk membukakan apa yang terselubung (1Kor 2:10) berkata-kata, bernyanyi dalam bahasa roh.
b. INSPIRE – cara menarik nafas (Ayb 32:8) – Sembahan dan pujian.
c. MOVE – Membawa suatu beban, terdorong didalam, menjaga dari kejatuhan (1Petr 1:21)

2. Perlunya Menilai Nyanyian Tuhan
a. Clarity = kejelasan
b. Tone = ketinggian nada
c. Duration = Jangka waktu
d. Frekuensi = ………………
e. Timing = waktu

3. PETUNJUK PRAKTIS UNTUK MENYANYIKAN NYANYIAN TUHAN

A. Memulai Nyanyian Tuhan – Apa yang datang pertama-tama?
a. Melody
b. Word (Kata-kata)
c. Harmony
d. Rhytm
e. Vision
f. Verse
g. Pray

B. MENGIRINGI NYANYIAN TUHAN

1. PEMUJI (SINGER) – Pemuji telah menetapkan arahan nyanyian entah dengan cara yang trampil atau tidak trampil.
a. Jika penyanyinya trampil/kreatif, tugas anda relatif lebih mudah, Ikutilah mereka!
b. Jika para penyanyinya tidak trampil dan tidak tanggap pada “saran-saran” musikal dalam bentuk perubahan-perubahan akord,dlsb, tugas anda ialah membuat mereka terlihat sebaik mungkin meski keadaannya demikian.
2. PEMUSIK (MUSICIAN) – Para pemusik harus memiliki kemampuan musikal yang baik untuk mengangkat musik itu dan menterjemahkannya kedalam suatu pengalaman musikal yang profetis.
a. Maju dengan berani ke dalam pengalaman musikal
• Bait nyanyian (Chanter) – jika lupa pada harmony, ritme,maupun alunan puitis, isilah dan bertahanlah terus! Adalah mungkin untuk memasukkan akord-akord alternatif bagi kunci yang dominan.
• Ketukan yang terhilang (Missing Beat) – berpikir didalam irama yang tidak lengkap, boleh menyanyikan 2/4, 4/4, 6/8 dalam 16 birama. Ikutilah terus…!
• Mata rantai yang terhilang (Missing Link) – jika lupa pada musik sama sekali, biarkan canang yang bersuara keras mengambil alih pengiringan
b. Pengiringnya boleh saja mengikuti akord progresi dari lagu sebelumnya dan boleh cenderung bermain sedikit dibelakang ketukan (beat) di penyanyi. Percayailah INTUISI nubuatan dan pertahankan tempo, majulah ke akord berikutnya dan ingatlah bahwa setiap nada yang terhilang menjadi sebuah NADA YANG LEWAT!
c. Selalu peka terhadap perubahan kunci, pergerakan, intensitas, gaya, dsb.
d. Kepekaan tingkat itnggi dapat dikembangkan karena pengalaman, menanti akan Allah dan INSPIRASI. Inspirasi merupakan segalanya didalam pengalaman nubuatan musikal. Pola-pola yang terpakai akan terselingi dengan inovasi, Kejarlah dan Upayakanlah terus!

IV. YEHUDA

KEBENARAN TENTANG PUJIAN DILIHAT DARI KEBENARAN YEHUDA.
Yehuda berarti : PUJIAN
” Mengandung pulalah ia, lalu melahirkan seorang anak laki-laki, maka ia berkata: “Sekali ini aku akan bersyukur kepada Tuhan.” Itulah sebabnya ia menamai anak itu Yehuda. Sesudah itu ia tidak melahirkan lagi.” – Kej 29:35

1. Yehuda adalah tongkat Kerajaan Allah
Mzm 108:9 “Gilead punyaku, Manasye punyaku, Efraim ialah pelindung kepalaKu, Yehuda ialah tongkat kerajaanKu.” Pujian merupakan Tongkat kerajaan Tuhan!

2. Di Yehuda Allah dikenal
Mzm 76:2 “Allah terkenal di Yehuda, namanya masyhur di Israel!” Tuhan memang senantiasa hadir di kumpulan orang percaya, tetapi Dia dikenal dengan cara yang istimewa oleh mereka yang hidup didalam puji-pujian.

3. Dari Yehuda akan tampil Batu Penjuru
Zakh 10:3-4 “… Tuhan semesta alam memperhatikan kawanan ternakNya, yakni kaum Yehuda, dan membuat mereka sebagai kuda keagunganNya dalam pertempuran…”

4. Yehuda alat (tunggangan) keagungan
Zakh 10:3 “…Tuhan semesta alam… membuat mereka (kaum Yehuda) sebagai kuda keagunganNya dalam pertempuran…”

5. Yehuda harus berjalan didepan dalam pertempuran
Hak 1:2 “Firman TUHAN: “Suku Yehudalah yang harus maju; sesungguhnya telah Kuserahkan negri itu kedalam tangannya.”

6. Yehuda harus membajak (Hos 10:11)
7. Yehuda adalah singa muda
Kej 49:9 “Yehuda adalah seperti anak singa: setelah menerkam emngkau naik kesuatu tempat yang itnggi, hai anakku; ia meniarap dan berbaring seperti singa jantan atau seperti singa betina: siapakah yang bernai membangunkannya?”

8. Yehuda telah ditentukan untuk penuaian
Hos 6:11-7:1 “Juga bagimu, hai Yehuda telah ditentukan penuaian: Apabila Aku memulihkan keadaan umatKu, apabila aku menyembuhkan Israel, maka tersingkaplah kesalahan Efraim dan kejahatan-kejahatan Samaria: Sebab mereka melakukan penipuan: pencuri mendobrak masuk, gerombolan merampas diluar.”

7 (TUJUH) HAL PENTING YANG BERHUBUNGAN DENGAN PUJIAN
1. Sifatnya kekal
Bumi diciptakan dengan pujian (Ayb 38:4-7)
2. Pujian merupakan cara masuk untuk masuk dalam hadirat Allah (Mzm 100:4-5)
3. Menempatkan Tuhan pada posisiNya sebagai Raja (Mzm 22:4)
4. Orang yang tahu memuji Tuhan adalah orang yang tahu menempatkan dirinya dalam posisi yang benar.
5. Pujian adalah akibat dari menerima berkat.
6. Pujian adalah kunci kelepasan (Mzm 50:23)
7. Pujian merupakan salah satu senjata dalam peperangan rohani (Mzm 8:3, Mat 21:16)

BAB 2

KONSEP PENYEMBAHAN MENURUT ALKITAB

Yoh 4:23-24 “Tetapi saatnya akan datang dan sudah tiba sekarang, bahwa penyembah-penyembah benar akan menyembah Bapa dalam roh dan kebenaran; sebab Bapa menghendaki penyembah-penyembah demikian. Allah itu Roh dan barangsiapa menyembah Dia, harus menyembahNya dalam roh dan kebenaran.”

Bapa mencari penyembah-penyembah yang benar, bukan Kristen keturunan, bukan aktivis Gereja, dan bukan jabatan pelayanan seseorang; tetapi Ia mencari penyembah! Pertanyaan yang sangat hakiki bagi setiap kita adalah : “Apakah Allah akan menemukan seorang penyembah jika Dia berjumpa dengan Saudara?”

Konsep Penyembahan meliputi 4 (Empat) hal penting :
? Apakah arti kata “Menyembah” atau lebih dikenal dengan “Penyembahan?”
? Mengapa Bapa menghendaki Penyembah?
? Siapakah penyembah yang benar itu?
? Bagaimanakah menyembah?
? Dimanakah kita dapat menyembah?

A. TERMINOLOGI PENYEMBAHAN

Penyembahan : Tindakan & Sikap segenap hati memberikan diri kita sepenuhnya kepada Allah (Ul 6:5, Mat 15:8,9 Rm 12:1).
? Bahasa Ibrani, artinya : a. Sujud bertelut dengan dahi menempel di lantai.
b. Bertiarap dalam sikap penuh hormat.
Shachah (Kej24:28), digunakan sebanyak 172 kali dalam PL.

? Bahasa Yunani :
1. Latreuo, artinya: melayani Allah — digunakan 4 kali dalam PB (Mat 4:10,Ibr 9:9-14,Why 22:3,Rm 12:1-2)
2. Sebomai, digunakan 8 kali
3. Proskuneo,artinya: Seperti seekor anjing menjilat tangan tuannya — digunakan paling sedikit 59 kali. Kata ini memberi pengertian ‘hubungan intim’ dalam penyembahan. Kita dapat sujud dalam jarak jauh, tetapi ,mencium perlu saling bersentuhan.
Penyembahan merupakan tanggapan yang tepat terhadap Allah yang kudus. Kita menyembah karena “DIA MEMANG ALLAH” (Who He is).

B. MENGAPA BAPA MENGHENDAKI PENYEMBAH?

1 Petrus 2:5 Dan biarlah kamu juga dipergunakan sebagai batu hidup untuk pembangunan suatu rumah rohani bagi SUATU IMAMAT KUDUS, untuk mempersembahkan persembahan rohani, yang karena Yesus Kristus berkenan kepada Allah.”
Allah sedang ‘membangun’ suatu Imamat yang Kudus, dan Dia mencari penyembah-penyembah saat ini untuk dijadikan ‘batu hidup’ dari Keimaman itu. Inilah maksud hati Bapa! Kita sedang menjadi Imam, ini bukan hanya suatu jabatan melainkan inilah status kita sebenarnya dihadapan Allah!

Seorang penyembah adalah seorang Imam dihadapan Allah, ia mendekat dan menghampiri Allah dengan mempersembahkan persembahan rohani kepada Dia. (Baca: Kel 19:22,28:43,30:20, Ul 21:5, Ibr 10:22).
Pada zaman Perjanjian Lama sesungguhnya Allah memilih bangsa Israel untuk dijadikan Imam bagi Dia, tetapi bangsa itu telah melalaikan kesempatan untuk menjadi Kereajaan Imam bagi bangsa-bangsa lain, karena mereka enggan menghampiri hadirat Allah (Kel 20:21); dan sebagai akibatnya Allah menetapkan satu suku Imam, yaitu suku LEWI, Allah membuat suatu ketentuan karena bukan tidak semua orang boleh mendekat kepada Allah (Yehz 44:10,13,15).

Dan sekarang pada zaman perjanjian Baru, Gereja merupakan kegenapan kerinduan Allah bagi Israel dan kristus adalah kepala Imamat yang Baru menggantikan Imamat Musa (Ibr 7:15-19,23-25). Kita telah menjadi Imamat Rajani (1Petr 2:9), dan kita sedang dibangun menjadi Imamat yang kudus (1Petr 2:5).

1 Petrus 2:9 “Tetapi kamulah bangsa yang terpilih, imamat ajani, bangsa yang kudus, umat kepunyaan Allah sendiri, supaya kamu memberitakan perbuatan-perbuatan yang besar dari Dia, yang telah memanggil kamu keluar dari kegelapan kepada TerangNya yang ajaib.”

Wahyu 1:6 dan yang telah membuat kita menjadi suatu kerajaan, menjadi imam-imam bagi Allah, BapaNya, bagi Dialah kemuliaan dan kuasa sampai selama-lamanya,Amin.”

C. SIAPAKAH PENYEMBAH YANG BENAR ITU?

? Kel 23:15 “… janganlah orang menghadap ke hadiratKu dengan tangan hampa.”
? 1Petrus 2:5 “…..untuk mempersembahkan persembahan rohani, yang karena Yesus Kristus berkenan kepada Allah.”

Penyembah Allah adalah seorang yang datang menghampiri hadiratNya dengan membawa persembahan binatang/ persembahan rohani. Perjanjian Lama membuktikan bahwa setiap persembahan yang dibawa oleh seorang imam berkenan, maka Allah menanggapinya dengan bermacam cara, Contoh :

? NUH (Kej 8:20-9:17)
? ABRAHAM (Kej 15:8-12)
? ELIA (1Raja 18:21-39)
? DAUD (2Sam 24:25)
? SALOMO (2Taw 7:1-3)
? YUNUS (Yun 2:9-10)

Hasil dari Persembahan yang Berkenan :
– Kemuliaan Allah ditengah-tengah kita (2Taw 5 & 7 )
– Kuasa atas musuh-musuh kita (2Taw 20:21-22)
– Kebutuhan tercukupi (2Taw 1:7, Yes 61:6)
– Mujizat terjadi (Kis 16:25-30)
– Karunia-karunia rohani untuk pelayanan diberikan (Rm 12:6-8)
– Pertumbuhan Gereja (Kis 2:46-47,13:2)

Sebagai Imam dalam Imamat perjanjian Baru kita tidak lagi dituntut untuk mempersembahkan korban binatang, melainkan persembahan hidup yang kudus dan berkenan kepada Dia (Rm 12:1). Jadi sistim persembahan yang lama telah berlalu, dan persembahan cara Perjanjian Baru akan terus berlangsung!

D. 3 ( TIGA ) CARA PENYEMBAHAN MENURUT YOH 4:20-24
1. Cara SAMARIA – Yoh 4:22
» Orang Samaria menolak Perjanjian Lama kecuali Pentateuch
» Penyembahan yang bergairah tanpa informasi yang benar
» Menyembah dalam roh, tetapi tidak dalam kebenaran
» Penyembahan “Gunung Gerizim” adalah bidat yang bersemangat!

2. Cara YAHUDI – Yoh 4:22
» Orang Yahudi menerima semua kitab dalam Perjanjian Lama.
» mengetahui seluruh kebenaran, tetapi tidak dalam roh (Contoh: Mrk 7:6)
» Penyembahan “Yerusalem” adalah ortodoks yang gersang.

3. Cara ILAHI – Yoh 4:23-24
Yoh 4:23-24 “Tetapi saatnya akan datang dan sudah tiba sekarang, bahwa penyembah-penyembah benar akan menyembah Bapa dalam roh dan kebenaran; sebab bapa menghendaki penyembah-penyembah demikian. Allah itu Roh dan barangsiapa menyembah Dia, harus menyembahNya dalam roh dan kebenaran.”

a. MENYEMBAH DALAM ROH
“… penyembah-penyembah benar akan menyembah Bapa dalam roh…”
? Mengijinkan Roh Kudus menuntun kita dalam penyembahan yang benar.
? Mengijinkan Roh Kudus menguasai mulut kita dalam penyembahan.
? Tidak terikat waktu dan tempat.
? Menyembah dalam bahasa roh.

Manfaat berdoa dalam bahasa roh :
? Bahasa roh adalah suatu tanda bahwa kita sudah dibaptis Roh Kudus
? Berbahasa roh membuat kita kuat
1Kor 14:4 “Siapa yang berkata-kata dengan bahasa roh, ia membangun dirinya sendiri…”
? Berbahasa roh menjadikan kita peka secara rohani
? Berbahasa roh akan membangun iman kita
Yudas 20 “Akan tetapi kamu, saudara-saudaraku yang kekasih, bangunlah dirimu sendiri diatas dasar imanmu yang paling suci dan berdoalah dalam Roh Kudus.”
? Berbahasa roh membantu menyucikan mulut kita (Ams 18:21)
? Berbahasa roh menyegarkan roh kita (Yes 28:11-13)
Salah satu cara bagi orang percaya untuk beristirahat adalah dengan berdoa dalam bahasa roh.
? Berbahasa roh memberi anda kuasa untuk menjadi saksi (Kis 1:8)
Bahasa roh dan Akal Sehat :
Saat anda mengalir dalam karunia berbahasa roh dan menafsirkan bahasa roh, anda harus peka terhadap siapa yang anda ajak bicara; sebab kadang-kadang kita perlu menjelasakan lebih dahulu apa yang akan terjadi saat kita berbahasa roh bagi mereka yang belum mengerti tentang bahasa roh tersebut.
Berdoa dalam bahasa roh dan menjadi rohani bukanlah penghalang untuk kita melakukan hal yang benar dialam jasmani. Jika ada orang yang begitu sering berbahasa roh, tetapi selalu lalai dalam menyelesaian tugasnya, maka ada sesuatu “yang aneh” dalam diri orang tersebut!

Tuhan menggunakan karunia berbahasa roh dan karunia menafsirkan bahasa roh untuk berkomunikasi dengan umatNya, untuk membangkitkan semangat, melindungi, menegur dan menasehati jemaat. Jadi, setiap kali muncul karunia bahasa roh dimuka umum, seharusnya selalu diikuti dengan penafsirannya. Bila penafsirannya tidak muncul, bisa jadi karena orang yang menerimanya takut untuk menyampaikannya dan mereka menahannya. Bila mereka mengatakan “tidak” dan mereka terus menekannya, mereka mendukakan Roh Allah, dan bila hal itu terjadi, Roh Allah akan turun keatas orang yang lain untuk menyampaikannya. Itulah sebabnya kadang-kadang diperlukan waktu agak lebih lama untuk mendapatkan penafsiran bahasa roh. Dan ketika tidak ada penafsiran dari jemaat, bila para pemimpin meminta kepada Tuhan, mereka biasanya akan mendapatkannya. Tetapi hal utama yang harus selalu diingat bahwa karunia bahasa roh selalu disertai karunia menafsirkan bahasa roh.

Ada berbagai jenis ucapan yang memancar keluar saat roh ita dipenuhi oleh kuasa adikodrati Allah. 1Kor 12:28 menyebutkan bahwa: “Dan Allah telah menetapkan beberapa orang dalam Jemaat: pertama sebagai rasul, kedua sebagai nabi, ketiga sebagai pengajar. Selanjutnya mereka yang mendapat karunia untuk mengadakan mujizat, untuk menyembhukan, untuk melayani, untuk memimpin, dan UNTUK BERKATA-KATA DALAM BERANEKA RAGAM BAHASA ROH.” (KJV)

Yesus menyebutkan keragaman bahasa roh ini ketika Ia berbicara tentang aliran Roh Kudus yang akan mengalir dari dalam hati orang percaya (Yoh 7:37-39). Banyak pengajaran yang hany mnekankan satu jenis bahasa roh, yaitu bahasa roh untuk membangun diri sendiri. Itu benar, tetapi ada juga bahasa roh untuk bersyafaat dan yang lainnya sesuai dengan pimpinnan Roh Allah. Bila Roh Kudus mengalirkan suatu jenis bahasa roh didalam diri kita, jangan merusakkannya! Kita harus mengembangkan kepekaan dan kemampuan untuk bekerjasama dengan Roh Kudus sewaktu Ia mengalirkan kata-kata baru dalam bahasa doa kita.

b. MENYEMBAH DALAM KEBENARAN
“…penyembah-penyembah benar akan menyembah Bapa dalam kebenaran…”
? Menyembah Allah berdasarkan Firman Allah (Firman Allah = Kebenaran)
? Orang benar / dibenarkan oleh Allah (Rm 8:30, 3:23-24, 5:19)
? Hidup dalam kebenaran (Ibr 12:14)
? Hati yang benar, suci dan tulus (Ams 4:23, Mat 5:8)

Pada saat kita menyembah TUHAN, sebenarnya kita lebih banyak diberkati daripada Tuhan sendiri. Semua agama di dunia menyatakan bahwa ada sesuatu yang baik didalam diri manusia tetapi Kekristenan menyatakan bahwa tidak ada sesuatu yang baik dari kita selain TUHAN, dan hanya dengan kuasa darahNya kita bisa menyembah Dia. Darah Yesus menjadi jalan baru untuk masuk dalam hadirat Allah; oleh darahNya perseteruan telah dibatalkan.

Ibr 10:19-20 “Jadi, saudara-saudara, oleh darah Yesus kita sekarang penuh keberanian dapat masuk kedalam tempat kudus, karena Ia telah membuka jalan yang baru dan yang hidup bagi kita melalui tabir, yaitu diriNya sendiri.”

Kej 3:24 “ Ia menghalau manusia itu dan disebelah timur taman Eden ditempakanNya-lah beberapa kerub dengan pedang yang bernyala-nyala dan menyambar-nyambar, untuk menjaga jalan ke pohon kehidupan.”

E. TEMPAT PENYEMBAHAN
Yoh 4:20-21 Nenek moyang kami menyembah diatas gunung ini, tetapi kamu katakan, bahwa Yerusalemlah tempat orang menyembah. Kata Yesus kepadanya: “Percayalah kepadaku, hai perempuan, saatnya akan tiba, bahwa kamu akan menyembah Bapa bukan di gunung ini dan bukan juga di Yerusalem.

Beberapa pertanyan untuk direnungkan :
? Bila penyembahan tidak dibatasi oleh suatu tempat, mengapa banyak tempat penyembahan dibangun???
? Mengapa kita menyembah bersama dalam Gereja???
? Apakah yang dimaksud dengan bait Allah???

Kenyataan yang paling penting tentang penyembahan yang harus dipahami adalah bahwa Allah telah mengizinkan kita memasuki tempat yang Maha Kudus melalui darah Kristus, dimana saja dan kapan saja!
Yang mana hal tersebut tidak dapat dilakukan oleh orang yang hidup dibawah hukum Perjanjian Lama, mereka menyembah dari jauh.
Baca : Ibrani 10:19, 1Kor 6:19-20

Menyembah Allah sebenarnya bukanlah masalah geografi/tempat, tetapi fakta tersebut tidak meniadakan penyembahan Jemaat dan itu bukan berarti sebuah gedung tidak dapat dirancang khusus untuk menyembah Allah bersama-sama (Ibr 10:24-25). Kita perlu memahami bahwa bait Allah secara fisik hanyalah lambang kediaman Allah untuk merangsang penyembahan sebagai cara hidup orang beriman.

Dalam 1Kor 6:19 ketika Paulus menulis tentang orang beriman sebagai ‘bait Allah’, saat ia sedang membicarakan orang beriman secara individu’ tetapi 3 pasal sebelumnya yaitu dalam 1Kor 3:16 ketika ia menulis : “Tidak tahukah kamu, bahwa kamu adalah bait Allah dan bahwa Roh Allah diam didalam kamu?” Kata ganti orang yang dipakainya berbentuk jamak, rupanya ia sedang berbicara tentang orang-orang kudus sebagai tempat tinggal Allah ((2Kor 6:16, 1Petr 2:5).

Setiap kita adalah batu-batu hidup dalam bait Allah dan saat kita bersekutu bersama, kita merupakan sebuah tempat penyembahan dimana Allah menyatakan diriNya dengan cara-cara yang tidak dapat dipakaiNya ketika kita menyembah secara pribadi.

Penyembahan bersama dalam jemaat bukan sekedar kegiatan lahiriah yang dijalankan dengan metode-metode tertentu atau alat-alat musik tertentu untuk “mengesahkan” penyembahan. Bila penyembahan secara korporat dalam gereja tidak mengubah orang, maka Gereja tidak sedang sungguh-sungguh menyembah! Bila apa yang terjadi dalam ibadah gereja, memacu orang-orang kudus kepada ketaatan yang lebih besar, itu bukan penyembahan. Penyembahan selalu menghasilkan perubahan, dan Gereja dibanun karenanya.. Seorang penyembah adalah pemberi dan disaat kita berkumpul bersama untuk menyembah Allah, kita saling mendorong untuk menyembah Dia. Kita pergi ke Gereja untuk memberi, maksudnya kita saling melayani sebagai anggota tubuh Kristus dan bukannya datang, duduk, diam sebagai penonton dan pendengar setia. Setiap orang beriman memerlukan persekutuan dan dorongan dari orang-orang beriman lainnya dan ketika mereka mulai menyembah dalam kelompok, masing-masing mempunyai jalan masuk yang langsung kepada Allah. Seperti halnya tumpukan arang yang dibakar, mereka kan mati kalau ‘berjauhan’ satu sama lain. Demikian juga kita harus bersekutu dengan sesama orang percaya supaya kita tetap ‘menyala’ bagi Allah!

F. SASARAN PENYEMBAHAN
Yoh 4:23-24 Tetapi saatnya akan datang dan sudah tiba sekarang, bahwa penyembah-penyembah benar akan menyembah Bapa dalam roh dan kebenaran; sebab bapa menhendaki penyembah-penyembah demikian. Allah itu Roh dan barangsiapa menyembah Dia, harus menyembahNya dalam roh dan kebenaran.

Dalam Injil Yohanes pasal 4, Yesus tidak sedang berbicara tentang ke-BAPA-an Allah dalam hubungannya dengan orang-orang beriman (Bnd: Mat 6:9), tetapi sebutan itu sebagai acuan Yesus kepada Allah dalam kedudukab Bapa dalam Tritunggal, terutama dalam hubungannya dengan Dia sebagai Anak Allah. Yesus memakai sebutan itu untuk menunjukkan kesetaran ke-ALLAH-an.

Setiap penyembah yang benar tahu akan sasaran penyembahan, yaitu Allah sebagi BAPA dan sebagai Roh Kudus. Setiap orang yang berkata bahwa mereka menyembah Allah dan mengakui bahwa Allah adalah roh yang hadir dimana saja dan memanggil Dia BAPA, tetapi menyangkal bahwa Yesus Kristus yang pada hakekatnya setara dengan Allah melakukan penyembahan yang tidak dapat diterima. Allah tidak pernah dapat disembah dengan pemahaman yang tidak tepat, kecuali ia disembah sebagai Bapa yang kita kenal dalam nama Tuhan kita, Yesus Kristus (Yoh 5:23).

TO BE A TRUE WORSHIPPER
( MENJADI SEORANG PENYEMBAH YANG BENAR )

A. PANGGILAN UNTUK MENYEMBAH

“Masuklah, marilah kita sujud menyembah, berlutut dihadapan Tuhan yang menjadikan kita. Sebab Dialah Allah kita, dan kitalah umat gembalaannya dan kawanan domba tuntunan tanganNya.” MZM 95:6-7

Allah merindukan kita menjadi seorang penyembah yang benar dan bukan sekedar orang yang melakukan penyembahan. Penyembahan dimulai dari pribadi (Mzm 149:5), bukan dari mimbar, dari jemaat atau dari musik tetapi dari hati. Itu sebab Allah lebih tertarik dengan ‘posisi’ hati kita daripada tangan kita. Kesungguhan penyembahan kita, bagaimanapun juga tidak dapat diukur dari keras atau lembutnya suara kita (walaupun penting bagi kita untuk menyatakan kasih kita kepada Allah dengan bersuara keras). Tuhan ingin melihat ‘buah’ dari penyembahan itu, Tuhan rindu melihat kehidupan kita mencerminkan penyembahan kita yang sebenarnya. Penyembahan sering disalahartikan sebagai sesuatu yang muncul dari perasaan. Kita harus benar-benar memahami bahwa penyembahan itu berakar dari kehendak hati, atau dengan kata lain, kita yang memutuskan secara sadar untuk menyembah Allah, untuk melayani dan mentaatiNya.

Dalam penyembahan Allah rindu bertemu dengan kita dan mencurahkan keindahan kekudusanNya kedalam hidup kita. Apabila kita merasa terlalu berdosa untuk berdiri dalam hadiratNya dan menyembah, ingatlah bahwa darah Yesus menyucikan dan membersihkan diri kita seluruhnya! Saat kita mengaku dosa kita maka kita akan sanggup untuk berdiri dihadapanNya dengan kuasa darah Kristus.

? Yoh 4:23-24 Allah mencari Penyembah, bukan Penyembahan!
? Rm 12:1 Mempersembahkan hidup sebagai ibadah yang sejati.
? Ibr 13:15 Penyembahan berlangsung terus-menerus, bukan sebagai program atau tugas harian.
? Mzm 59:16-17 Daud setiap pagi memuji Tuhan.
? Hab 3:17-18 Dalam setiap keadaan tetaplah memuji Tuhan. Penyembahan tidak boleh tergantung pada emosi, sebab emosi bisa naik turun, sedangkan penyembahan itu stabil.
? 1 Tes 5:18 mengucap syukur dalam segala hal!

Penyembahan yang Alkitabiah adalah penyembahan yang berdasarkan konsep Allah dan bukan konsep kita. Penyembahan yang sejati tidak pernah mengatakan sesuatu tentang hak-hak kita. Saat kita menyembah kita memberikan otoritas penuh kepada Allah untuk menentukan “bentuk penyembahan” agar kita dapat berhubungan dengan Dia dan bertumbuh dalam iman; sebab pada saat kita percaya Allah dalam kristus Yesus sebagai Tuhan, kita menyerahkan kebebasan cara kita menyembah kedalam caraNya. (Contoh: Kej 22 – Abraham mempersembahkan Ishak).

B. MENYEMBAH DALAM ROH & KEBENARAN

YOHANES 4:23-24 Tetapi saatnya akan datang dan sudah tiba sekarang, bahwa penyembah-penyembah benar akan menyembah Bapa dalam roh dan kebenaran; Sebab Bapa menghendaki penyembah-penyembah demikian. Allah itu Roh dan barangsiapa menyembah Dia, harus menyembahNya dalam roh dan kebenaran.

1. MENYEMBAH DALAM ROH
Penyembahan yang benar hanya bisa dipersembahkan ketika, oleh kuasa Roh Kudus, roh kita sendiri menyembah kepada Dia, Allah itu Roh, dan kita harus dibawa kedalam dimensiNya untuk dapat menyembah Dia sebagaimana yang Dia inginkan. Pujian dan penyembahan keluar dari cara hidup kita, dari hidup yang penuh penyembahan, dan tidak peduli berapa besar dorongan semangat, metodologi atau ancaman yang akan mengeluarkan penyembahan yang sejati dari hidup yang secara rohani ‘hangus’ bagi Allah. Pujian dan penyembahan merupakan luapan dari kehidupan yang telah diisi oleh Allah. Bila sumber Ilahi dari penyembahan tidak tinggal di dalam kita, kita tidak dapat menjadi penyembah-penyembah yang benar yang dicari oleh Bapa, dan bila sumber itu tidak memancar keluar dan menjadi sumber ‘air hidup’, kita akan menemukan diri kita kering dan kehausan. Menyembah dalam roh berarti kita menghubungkan diri kedalam sumber penyembahan itu sendiri, yang tidak pernah kering, Roh Allah yang terus-menerus menaikkan pujian dan mengijinkan kebebasanNya bergabung dengan roh kita sendiri melalui pikiran dan tubuh kita untuk menyatakan keagungan Juruselamat kita Yesus Kristus dan kasih Bapa surgawi.

Penyembahan yang benar mengalir dari dalam keluar, terjadi didalam hati. Penyembahan bukanlah masalah berada ditempat yang benar, pada waktu yang tepat, dengan musik yang cocok dan suasana hati yang enak. Kita mungkin dapat menyembah dengan cara yang tidak sempurna, tetapi kita tidak dapat menyembah dengan tidak tulus, sebab penyembahan kita haruslah berasal dari dalam lubuk hati kita, jika tidak demikian maka kita sedang bersandiwara!

Bagaimana caranya ?
» Hidup yang diserahkan kepada Roh Kudus
Kita hanya dapat menyembah dalam roh jika Roh Kudus itu menyatu dengan roh kita untuk bersama-sama memuliakan Yesus. Roh kita dipenuhi oleh Roh Kudus sehingga kita dimampukan untuk menjadi penyembah yang dikehendaki Bapa.
» Pikiran kita harus dipusatkan kepada Allah setiap waktu (Saat teduh)
» Tidak mempunyai hati yang bercabang – Mzm 108:2
» Pertobatan setiap hari – Mzm 139:23-24

2. MENYEMBAH DALAM KEBENARAN
Penyembahan bukanlah pengalaman emosi dengan firman Allah tetapi tanggapan yang dibangun atas kebenaran.
? Mzm 86:11 Tunjukkanlah kepadaku jalanMu, ya TUHAN, supaya aku hidup menurut kebenaranMu; bulatkanlah hatiku untuk taku akan namaMu.
? Yoh 17:17 Kuduskanlah mereka dalam kebenaran; firmanMu adalah kebenaran (lih: Yoh 18:38).
Firman dan penyembahan tidak dapat dipisahkan satu dari yang lain. Semua penyembahan adalah tanggapan yang disertai akal budi dan kasih terhadap pernyataan Allah karena penyembahan merupakan pemujaan terhadap namaNya. Oleh karenanya, penyembahan yang dapat diterima tidak mungkin tanpa pemnyampaian Firman Allah karena khotbah memperkenalkan nama Tuhan dan penyembahan adalah pujian terhadap nama Tuhan yang telah diperkenalkan. Pembacaan Firman dan khotbah sesungguhnya merupakan kegiatan yang sangat diperlukan dalam penyembahan. Keduanya tidak mungkin dipisahkan. Sesungguhnya, pemisahan yang tidak wajar dari kedua hal tersebutlah yang menyebabkan rendahnya mutu dari begitu banyak penyembahan pada saat-saat ini. Penyembahan kita menjadi miskin karena pengetahuan kita akan Allah yang kita sembah miskin, dan pengetahuan kita akan Dia miskin karena pemberitaan Firman kita mengenai hal tersebut miskin! Tetapi ketika Firman Kebenaran itu disingkapkan maka kita melihat kemuliaan dari Allah yang hidup dengan sikap hati yang benar dan penuh kekaguman akan PribadiNya. Itulah sebabnya pemberitaan Firman Allah bersifat mutlak dan unik, tidak dapat digantikan oleh apapun juga. Ayat referensi: 1Tim 4:6-7,13 , 1Kor 14:23-25, Neh 8:6-7

Kebenaran adalah unsur obyektif dalam penyembahan dan roh adalah unsur subyektif. Bila firman Allah menguasai hidup kita, maka penyembahan kita akan disesuaikan dengan patokan ilahi — Kol 3:16,Mzm 47:8. Kita tidak mungkin dapat menyembah Allah dengan benar tanpa menghampiri Dia dengan memiliki hubungan yang benar sesuai ketetapan-ketetapanNya, yaitu FirmanNya. Sungguh bodoh bila kita menganggap bahwa kita dapat menghampiri Dia “didalam roh” apabila kita memiliki kecenderungan untuk lalai melakukan apa yang Alkitab katakan.

Penyembahan bukan sekedar pengalaman yang luar biasa tanpa isi, juga bukan perasaan bergairah terhadap Allah tanpa pemahaman mengenai kebenaran apa pun. Menyembah dalam roh dan kebenaran harus dipahami sebagai luapan dari pemahaman dan pengenalan kita akan Allah sebagaimana Ia telah menyatakan diriNya dalam kitab Suci.

Karena kita Bait Roh Kudus, maka tidak ada alasan untuk berhenti menyembah, sebab didalam diri kita akan terus-menerus mengalir aliran-aliran sungai Roh Kudus. Kita adalah Bait Allah yang bisa bergerak – portable, jadi dimana saja penyembahan itu dapat kita lakukan, bahkan didepan publik sekalipun! Dan ingat bahwa kita bukanlah ‘agen-agen’ rahasia penyembahan.

Allah merindukan kita menjadi baitNya yang hidup, penuh kuasa dan kemuliaan yang dinyatakan melalui penyembahan. Allah menghendaki pujian kita bukan karena Dia membutuhkannya, tetapi karena suasana dalam pujian itu merupakan kesempatan besar bagiNya untuk memberkati kita. Penyembahan bukan saja harus ada dalam hati kita tetapi juga dalam mulut kita. Mazmur 34:2 mengatakan : Aku hendak memuji TUHAN pada segala waktu; puji-pujian kepadaNya tetap ada didalam mulutku. Kita bukan hanya menyembah dengan hati sekalipun Allah tahu apa yang ada didalam hati kita, tetapi jika hati kita melimpah dengan kasih Allah maka mulut kita akan penuh dengan pujian dan ucapan syukur; dan kita tidak akan bisa tinggal diam!

C. BEBERAPA PERSPEKTIF PENYEMBAH YANG BENAR
1. Menghabiskan banyak waktu dalam hadirat Allah – Mzm 84:11.
2. Selalu berusaha berkenan dalam segala hal yang mereka lakukan – 1Kor 10:31, Kol 3:23.
3. Segenap hati sesuai dengan kebesaranNya – Mat 22:37-39.
4. Memiliki keroyalan dalam memberi puji-pujian kepada Allah.
Kita sering memberi sesuatu kepada TUHAN seperti apa yang patut Ia terima, tetapi seorang penyembah yang sejati memberi lebih dari yang dibutuhkan.
5. Orang-orang yang Emosional.
Kita menyembah Tuhan bukan karena sedang semangat tetapi mengekspresikan apa yang kita rasakan dan pikirkan tentang Tuhan. Kita dapat menyembah secara emosional tetapi bukan kita mencari-cari emosi-emosi itu. Hal itu terjadi secara natural!
6. Orang-orang yang Ekspresif.
Allah sangat menyukai orang-orang yang menyembah dengan segenap tubuh jasmani mereka. 1Kor 6:20 menyatakan bahwa kita harus memuliakan Allah didalam dan dengan tubuh kita.
7. Penyembah adalah orang yang terfokus. Pikirannya tertuju pada Allah!
8. Memiliki hati yang hancur – Mzm 51:17-19.
9. Penyembah yang benar mengekspresikan keseluruhan dari segi kehidupannya.

Pujian dan penyembahan memberikan pertumbuhan dan saat kita bertumbuh dalam pujian dan penyembahan berarti kita menemukan dimensi-dimensi baru dalam menyatakan kepada Allah bahwa “bukan kehendakku yang jadi, melainkan kehendakMulah yang terjadi…!” Kita harus berani mengorbankan segalanya yang paling berharga dalam hidup kita dan menggantinya untuk Allah. Sesungguhnya Allah tidak pernah meminta untuk memberikan hal-hal yang sangat kita sayangi karena Dia membutuhkannya, tetapi karena Allah tahu bahwa kita perlu dibebaskan dari hal-hal tersebut yang dapat menjadi penghambat bagiNya untuk bekerja sebaik mungkin dalam hidup kita. Jadi, ada saatnya Allah melakukan hal-hal seperti itu dan kita harus memiliki kesediaan untuk mengembalikan “ishak-ishak yang kita kasihi” dan menaruhnya dihadapan Allah sebagai persembahan yang akan Ia pakai sesuai kehendakNya (Kej 22:2). Demikian juga berlaku dengan segala karunia-karunia yang telah Dia berikan (1Kor 6:20).

PENYEMBAHAN MELIBATKAN SELURUH KEBERADAAN KITA (Rm12:1) dan termasuk dengan pikiran kita (Rm 12:2,1Kor 14:15). Berpikir tentang semua sifat Allah pada saat kita menyembah adalah dengan cara mempersembahkan pemikiran kita kepada Tuhan dengan akal budi. Jadi panggilan untuk menyembah bukan berarti melakukan penyembahan dengan jalan menutup mata dan membiarkan pemikiran kita mengembara; akan tetapi Akal budi harus kita bawa masuk dalam penyembahan dan bukan untuk meninggikan diri.

PENYEMBAHAN JUGA MELIBATKAN PIKIRAN — alat yang digunakan melalui perkataan manusia untuk memuji dan menyembah Allah. Pada saat kita diciptakan serupa dengan gambar Allah maka kemampuan berbahasa merupakan bagian dari penciptaan itu dan dalam prakteknya manusia seharusnya memiliki kepekaan dan pemikiran yang logis agar dapat menggunakan kata-kata dengan baik, yaitu ucapan bibir yang memuliakan Allah yang menciptakannya. (Ibr 13:15) Berdasar dari pikiran, kita mengucapakan perkataan baik untuk mengaku dosa, memohon sesuatu, memuji, bermeditasi, mengagungkan dan sebagai perantara antara Allah dengan hati kita.

Dalam segi yang lain, PENYEMBAHAN JUGA MELIBATKAN PERASAAN YANG HANCUR (Mzm 51:18-19). Seperti halnya dalam Perjanjian Lama, binatang yang hendak dipersembahkan harus secara fisik dihancurkan terlebih dahulu sebelum dibunuh agar persembahan tersebut berkenan dan menyukakan Allah. Persembahan binatang tersebut melambangkan persembahan diri mereka – penyerahan kehendak dan keinginan pribadi, karena itulah hewan yang dipersembahkan tidaK boleh cacat atau ternoda. Ingatlah, yang Allah inginkan adalah hati yang hancur! Pertobatan hati! Kita tidak perlu merasa malu apabila kita tidak dapat datang dalam hadiratNya dengan perasaan gembira setiap saat. Tidak ada yang harus dipermalukan dulu apabila kita tidak dapat memberikan sesuatu yang mahal, seolah-olah beranggapan bahwa persembahan dapat melembutkan hati Allah.

D. APA YANG TERJADI WAKTU KITA MENYEMBAH TUHAN?

1. Kita menjadi seperti Allah yang kita sembah
Mazmur 135:15-18 “Berhala bangsa-bangsa adalh emas dan perak, buatan tangan manusia, mempunyai mulut tetapi tidak dapat berkata-kata, mempunyai mata tetapi tidak dapat melihat, mempunyai telinga, tetapi tidak dapat mendengar, juga nafas tidak ada dalam mulut mereka. Seperti itulah jadinya orang-orang yang membuatnya, semua orang yang percaya kepadaNya.”

2 Korintus 3:17-18 “Sebab TUHAN adalah Roh; dan dimana ada Roh Allah, disitu ada kemerdekaan. Dan kita semua mencerminkan kemuliaan Tuhan dengan muka yang tidak berselubung. Dan karena kemuliaan itu datangnya dari Tuhan yang adalah Roh, maka kita diubah menjadi serupa dengan gambarNya, dalam kemuliaan yang semakin besar.”

2. Kita Mengalami Kelepasan
Penyembahan menuntun kita kepada kuasa kelepasan ilahi dan akhirnya kuasa itu mampu mengubah hidup melepaskan kita dari segala keterikatan.
Kisah Rasul 16:25-26 “Kira-kita tengah malam Paulus dan Silas berdoa dan menyanyikan puji-pujian kepada Allah… terjadilah gempa bumi yang hebat… dan seketika itu juga terbukalah semua pintu dan terlepaslah belenggu mereka semua.”
3. Kita Menjadi Sama Dengan Orang-orang Saleh Di Dalam Kekekalan
Kita menyembah ‘sekarang’ dan sebenarnya hal itu mempersiapkan pelayanan kita kepada Dia didalam kekekalan; sebab Firman TUHAN menunjukkan bahwa penyembahan itulah satu-satunya hal yang kita lakukan dibumi dan yang akan kita lanjutkan dalam kekekalan.

4. Allah mendatangi Kita dengan keuntungan
? Mzm 16:7 “Aku memuji TUHAN, yang telah memberi nasihat kepadaku.”
? Mzm 18:4 “terpujilah TUHAN, seruku; maka akupun selamat daripada musuhku.”
? Mzm 18:20 “…..IA menyelamatkan aku, karena IA berkenan kepadaku.”
? Mzm 92:5 “Sebab telah Kaubuat aku bersukacita, ya TUHAN, dengan pekerjaanMu…”

5. Kuasa Dilepas dalam Penginjilan
Mereka yang menyembah menerima kuasa dan amanat agung untuk menginjili dunia. Kristus mempersiapkan murid-muridNya menjadi seorang penyembah sebelum mengutus mereka untuk pergi memberitakan FirmanNya ke seluruh bumi. Penginjilan yang benar harus bertumbuh dari kasih, pengabdian kita kepada Allah bukan karena tugas. Ayat Referensi : Mat 28:17-19, Neh 8:7,11, Mzm 67:3,6-8

SPONTANEUS SONG ( NYANYIAN BARU )

Mazmur 40:4 Ia memberikan nyanyian baru dalam mulutku untuk memuji Allah kita. Banyak orang akan melihatnya dan menjadi takut, lalu percaya kepada TUHAN.

Mengapa menyanyikan nyanyian baru itu sangat penting? Yang perlu kita ingat pada prinsipnya adalah bahwa setiap orang percaya harus menyanyikan nyanyian baru mereka sendiri — entah suaranya fals atau tidak, bisa main musik atau tidak bisa main musik!

Allah lebih tertarik dengan nyanyian yang spontan yang keluar dari hati kita daripada lagu-lagu hafalan. Allah sangat menyukai bagian yang pribadi dari penyembahan kita karena Dia adalah Allah yang sangat relasional. Tuhan sering merasa bingung dengan ‘hafalan lagu’ kita, Dia lebih suka mendengar kata-kata ‘alami’ yang keluar dari perbendaharan hati kita sendiri daripada yang kita baca dari lembaran-lembaran lagu.

Sesungguhnya disaat kita selesai dengan ‘Ending’ sebuah lagu, saat itu bukan saatnya untuk berhenti menyanyi tetapi saat MEMULAI nyanyian baru.
Mazmur 22:4 — Padahal Engkaulah Ynag Kudus yang bersemayam diatas TEHILLAH orang Israel.
Mazmur 40:4 — Ia memberikan TEHILLAH dalam mulutku!

TEHILLAH / Nyanyian baru merupakan puji-pujian dimana Tuhan berjanji akan bertahkta. Dia Allah Yang Kudus yang bersemayam diatas Tehillah orang Israel; inilah nyanyian yang Tuhan pilih untuk Dia berdiam didalamnya. Ada 12 kata Ibrani dan Yunani untuk pujian dan penyembahan, tetapi hanya ada 1 kata dimana Tuhan berjanji bertahkta dalam hadiratNya ditengah umatNya. Setiap orang Kristen bisa menyanyikan nyanyian ini dengan alunan melody-nya sendiri. Mazmur 149:6-9 menerangkan bahwa ada kuasa kelepasan, kesembuhan dan peperangan didalam “Spontaneus Song” tersebut.

2 Taw 20:21-22 Ketika mereka mulai bersorak-sorai dan menyanyikan nyanyian pujian, dibuat TUHANlah penghadangan terhadap bani Amon dan Moab, dan orang-orang dari pegunungan Seir, yang hendak menyerang Yehuda, sehingga mereka terpukul kalah.

Efesus 5:18-19 Dan berkata-katalah seorang kepada yang lain dalam mazmur, kidung puji-pujian dan nyanyian rohani (Ode Pneumatikos). Bernyanyilah dan bersoraklah dengan segenap hati.

? Ode = sesuatu yang tidak dilatih
? Pneumatikos = berbicara tentang Roh Allah

Jadi artinya, Nyanyian Rohani adalah nyanyian yang diciptakan oleh Allah dan Roh Kudus yang ada didalam kita selalu ingin menyanyi melalui gerejaNya yaitu kita (1Kor 3:16) dan Firman Allah adalah buku nyanyianNya.

Tujuan kita menyembah bukan hanya sekedar untuk menyanyikan lagu-lagu pujian tetapi kita masuk dalam hadiratNya dan Spontaneus song merupakan kunci utama untuk masuk lebih dalam di hadiratNya. Sejarah kekristenan mencatat bahwa orang-orang kristen yang dianiaya bahkan dilempar kedalam gua singa tetap menyanyikan Ode Pneumatikos-nya menjelang kematian mereka. Setiap tokoh yang pernah dicatat dalam Alkitab pernah menyanyikan nyanyian ini.

Wahyu 14:2-3 “Dan aku mendengar suatu suara dari langit bagaikan desau air bah dan bagaikan deru guruh yang dasyat. Dan suara yang kudengar itu seperti bunyi pemain-pemain kecapi yang memetik kecapinya. Mereka menyanyikan nyanyian baru dihadapan Allah….”

Dikatakan dalam ayat tersebut bahwa di Sorga setiap orang akan menyanyikan nyanyian baru-nya dihadapan TUHAN sendiri-sendiri dan nyanyian ini sesunguhnya dapat didengarkan disetiap denominasi.

KEPUSTAKAAN :

1. Advanced Worship Seminars Manual, WSI Indonesia

2. Prioritas Utama Dalam Penyembahan, John MacArthur JR, 1983

3. Pelayanan Musik, Mike & Viv Hibbert, 1988

4. Mengungkap Segi-Segi Pujian dan Penyembahan, Bob Sorge, 1991

5. Pujian dan Penyembahan, Graham Kendrick, 1984

Sumber:  http://gema.sabda.or /definisi_pujianbagi2_berkat_dari_bahan_kuliah_gue_nech

=================

 

I.  PEMULIHAN PONDOK DAUD ( Amos 9:11-15; Kis.15:15-17 )

Apa yang dimaksud Tuhan memulihkan Pondok Daud ?

  • Memanggil orang pilihanNya supaya bertobat ( Amos 9:12 )
  • Supaya terjadi pertumbuhan iman yang relative cepat ( Amos 9:13a )
  • Pencurahan Roh Kudus secara besar-besaran ( Amos 9:13b
  • Pemullihan dalam bidang jasmani, rohani dan materi ( Amos 9:14 )
  • Untuk melatih umatNya membiasakan diri dengan keadaan Surga ( Why.4:1-11 )

Bagaimana ciri-ciri Pondok Daud ?

  • Ada Tabut Allah / Hadirat Allah / Roh Kudus ( 1 Taw.16:1 )
  • Ada kebebasan dalam memuji dan menyembah ( Yoh.4:23-24 )
  • Segala alat musik boleh digunakan ( Mzm.150:3-5 )
  • Ada pelayanan nubuatan ( 1 Taw.25:1 )
  • Tidak ada pembatas antara Ruang Kudus & Maha Kudus ( 1 Taw.16:1 )

II.  SARANA YANG DIPERLUKAN DALAM MENDATANGKAN HADIRAT TUHAN

  • Para pemuji / penyembah yang terlatih / diurapi / ahli seni – suku Lewi ( 1 Taw.25:7 )
  • Para pemusik yang terlatih baik, karakter pemuji / penyembah seperti Daud ( 1 Sam.16:18 )
  • Operator yang diurapi mengerti keseimbagan sound antara music & vocal ( Praise – Worship )
  • Sound system yang baik – alat-alat music yang baik

III. TUJUAN PUJIAN & PENYEMBAHAN DI DALAM IBADAH

  • Menyiapkan hati agar terbuka / siap menerima Firman Tuhan
  • Untuk menghadirkan suasana hadirat Allah ( Mzm.100:4; Mzm.22:4; 1 Taw.15:12,13,15,22 )
  • Untuk mengusir roh-roh jahat / Iblis ( 1 Sam.16:16-23 ). Peperangan kita bukan melawan sesame manusia ( Ef.6:12
  • Menghancurkan kekuatan musuh ( II Taw.20:21-22 )
  • Memberi  keleluasaan Roh dan karunia nubuat ( I Sam.10:5-11; II Raj.3:15-16 )
  • Untuk mendapatkan mata air baru ( Bil.21:16-18 )

IV. KARAKTER SEORANG PEMUJI / PENYEMBAH / PEMUSIK ( I Sam.16:18 )

  • Pandai / ahli / menguasai music / lagu-lagu / kode / teknik ( I Taw.25:7 )
  • Mempunyai sifat prajurit : disiplin dan taat sampai mati ( Fil.2:8 )
  • Pandai bicara – penuh Firman Tuhan ( I Ptr.4:11 )
  • Peka & Tuhan menyertai ( Yoh.14:15-17 )
  • Penampilan rapi, elok perawakannya, muka berseri-seri ( Mzm.67:2-3; I Tes.5:16 )

V. KEGAGALAN DI DALAM SUATU IBADAH PUJIAN & PENYEMBAHAN

  • Tidak punya hubungan yang akrab dengan Tuhan ( mengasihi Tuhan – hati takut Tuhan – kekudusan )
  • Adanya dosa yang belum diselesaikan dengan Tuhan dan dengan manusia
  • Adanya akar kepahitan / luka batin / keterikatan kuasa gelap
  • Adanya kesombongan ( rutinitas, berpengalaman, motivasi tidak murni )
  • Belum dilayani pelepasan –  dipulihkan – dibebaskan – diurapi oleh Roh Kudus
  • Nada / kunci terlalu tinggi atau rendah. Medley : jenis lagu yang tidak cocok satu dengan yang lain
  • Tidak adanya kesatuan dan kesehatian di dalam team
  • Kurang persiapan ( tidak adanya latihan )
  • Tidak setia perkara yang kecil / kurang serius / kurang menghargai / tidak mau belajar untuk maju
  • Harus punya visi – misi ke depan / komitmen yang kuat dan jelas untuk panggilan Tuhan

VI. WORSHIP LEADER ( WL )

  • Adalah seorang yang dapat mengangkat nada, member aba-aba / kode serta memimpin pujian secara tepat dan benar baik tempo, nilai not, dinamika dan interpretasinya
  • Jangan meremehkan pujian-pujian dengan berkata,” sementara / sambil menunggu mari kita menyanyi “
  • Jangan memojokkan jemaat dengan cara menyuruh menyanyi suatu nyanyian tertentu lalui di ‘stop’ dan dipojokkan dengan komentar yang menghakimi, seharusnya WL memotivasi sebelum menaikkan pujian tersebut.
  • Kalau ada kesalahpahaman, jangan mempersalahkan satu dengan yang lain, sebab itu menjadi  celah bagi Iblis; bicarakan baik-baik dan cari solusinya
  • Mintalah kepada Roh Kudus lagu-lagu yang dapat menjadi berkat bagi jemaat dan sesuai dengan tema Firman Tuhan
  • Jangan terlalu sedikit atau terlalu banyak mengulangi suatu pujian. ( Maximal 3 kali. Penekanan pada tujuan lagu tersebut / Reff.  )
  • Ingat Saudara adalah Worship Leader bukan pengkhotbah. Jangan banyak berbicara kalau Roh Kudus tidak menggerakkan Saudara.
  • Waktu pujian, penyembahan, berdiri, duduk, tepuk tangan, harus diperhatikan supaya jemaat tidak merasa lelah. Ingat waktu dan sesuaikan dengan kondisi !
  • Worship Leader harus dapat mengarahkan suasana mencapai ‘ klimaks rohani ‘ yaitu menyanyi – memuji – menyembah sebelum menerima Firman Tuhan
  • Worship Leader harus punya relationship yang baik dengan jemaat ( komunikasi )
  • Hati-hati dengan hal-hal / acara yang dapat menurunkan suasana hadirat Tuhan, misalnya: kesaksian yang terlalu panjang. Harus mengangkat pujian / penyembahan kembali sebelum masuk Firman Tuhan

VII. SINGER

  • Sebaiknya 4 orang ( 2 orang laki-laki dan 2 orang perempuan )
  • Bisa mengikuti alunan penyembahan WL dan mengerti keinginan Roh Kudus dan WL
  • Suara pujian jalan terus sekalipun WL sedang tarik nafas atau member komentar ( jangan berhenti ! )
  • Jangan merem !. Harus lihat atau mengerti tanda-tanda kode dari WL
  • Banyak belajar lagu lama dan baru ; suara tidak boleh false
  • Pakai seragam yang rapi ( jangan kaos dan rok mini )
  • Belajar vocal dan nyanyi secara harmoni
  • Nyanyi dengan ekspresi wajah dan penekanan pada kata-kata lagu tersebut dengan baik kepada jemaat
  • Jarak mike ± 10 cm, dan letakkan di tempat yang aman

VIII. PEMUSIK ( Keyboard, Melody, Bass, Drum, dll )

  • Mempunyai hati yang menyembah dan peka terhadap mengalirnya Roh Kudus
  • Mengundang hadirat Tuhan melalui musik
  • Banyak berlatih supaya mempunyai 1 ( satu ) warna music / alur penyembahan    ( sehati / se-roh )
  • Menguasai banyak lagu, intro dan aba-aba ( kode )
  • Memperhatikan Worship Leader dan jangan merem terus
  • Jangan ingin menonjolkan diri tapi ingat kita satu team !. Harus homogeny

IX. SOUND SYSTEM ( Soundman )

  • Kualitasnya harus cukup baik, walaupun bukan yang terbaik
  • Power atau kekuatan watt-nya harus sesuai dengan ruangan yang akan dipakai
  • Monitor harus ada dan jelas untuk pemusik dan vocal ( WL & Singers )
  • Mengatur volume Worship Leader, Singers dan musik supaya seimbang
  • Mengatur volume suara antar alat musik supaya seimbang sehingga enak di telinga jemaat
  • Jangan feedback !
  • Mengatur volume speaker ke jemaat supaya pada bagian depan dan belakang sama-sama jelas
  • Menguasai seluruh peralatan sound system dengan cukup baik sehingga mampu menghasilkan suara / hasil yang paling maksimal

X.  OHP / MULTIMEDIA

  • Menguasai banyak lagu sama dengan WL
  • Minta lagu kepada WL sebelum hari Ibadah
  • Huruf pada transparent / multimedia harus jelas dan besar sehingga dapat dibaca oleh semua jemaat sampai ke belakang
  • Kalau ada lagu baru, tetapi belum ada transparantnya atau belum ada dalam list multimedia; harus cepat-cepat dibuat.
  • Daftar lagu OHP / Multimedia sebaiknya dibuat sesuai dengan huruf atau kalimat pertama lagu tersebut atau kalimat yang lebih dikenal
  • Jangan anggap enteng pemegang OHP / Multimedia. Harus cakap dan menguasai bidang tersebut

XI. TAMBOURINE

  • Serangam yang sopan, jangan mini, make-up jangan berlebihan
  • Gerakan-gerakan harus yang kudus dan serasi sehingga tidak mengganggu perhatian jemaat
  • Banyak berlatih gerakan / gaya baru sesuai dengan pimpinan Roh Kudus

XII. C U E ( Hand Signals )

  • Telunjuk                                  > Do = C
  • Telunjuk & Jari Tengah        > Do = D
  • Telunjuk, manis & tengah    > Do = E
  • Kelingking, manis, tengah & telunjuk > Do = F
  • Kelima jari dibuka, direntangkan lebar-lebar > Do = G
  • Jempol diarahkan ke bawah > Do = A
  • Jempol diarahkan ke atas  > Do = B
  • Posisi tangan dan jari vertical menghadap ke pemusik ( leader ). Jari lain yang tidak dipakai digenggamkan / dikepalkan agar tidak membingungkan pemusik
  • Untuk key-key tertentu seperti As, es, Cis, Fis, Gis, sebaiknya diucapkan dengan jelas sedangkan untuk key minor disebutkan kode tangan dan diikuti kata “minor”Sumber: http://mediapemulihan.com/

Baca juga:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *