Prinsip-Prinsip Bekerja sesuai Firman Tuhan 1

Daniel 1:6-21

Pengajaran

John Chrisostomus (347 – 407M), pernah berkata: ”Manusia selalu terpaku dan terpukau pada hal-hal mengenai hidup kekinian”. Memang, tak sedikit orang yang bekerja hanya untuk kepuasan diri semata, atau mimpinya. Oleh sebab itu, ketika ia sudah mendapatkan mimpinya, maka semua hasil jerih payah adalah untuk memuaskan dirinya. Memang ini tak salah,namun tak sesuai dengan prinsip firman Tuhan. Kita tidak hanya bekerja untuk hal seperti itu, tetapi kita bekerja untuk suatu tujuan yang lebih besar dan lebih luas, yaitu memberikan sesuatu bagi orang lain. Kalau kita bekerja hanya untuk tujuan pemuasan kebutuhan yang belum pernah terpenuhi pada masa kecil kita, maka kita menjadi manusia yang biasa-biasa saja alias tak ada sesuatu yang mulia darinya. Bekerja secara kristiani perlu memiliki:

1. SIKAP HATI (Dan 1:3-4)

Tentunya yang terutama dan pertama adalah segala apa pun yang dikerjakan adalah untuk Tuhan (Kol 3:23). Itu berarti bahwa bekerja untuk siapa pun tak boleh sembarangan. Dan itulah yang dilakukan oleh Daniel dan kawan2nya. Walau pun mereka orang -orang pilihan dan memiliki kapasitas serta kualitas (ay.3-4), namun ketika mereka diangkut dari Israel ke kerajaan Babel untuk dipekerjakan di istana, maka mereka taat menjalani pendidikan selama 3 tahun agar dapat bekerja dengan bagus dan terbaik bagi raja Nebukadnezar.

Diskusikan: bagaimana agar sikap hati ini tak memudar ditengah rutinitas yang melelahkan, menjenuhkan, dll?

2. FOKUS (ay.8)

Rutinitas acapkali mengaburkan Fokus kita. Fasilitas janganlah melenakan tetapi makin membantu semakin dapat memberikan pengaruh lebih luas dan lebih dalam pada orang-orang disekitarmu. Fokus tak mengenal dimana kamu bekerja dan kepada siapa kita bekerja. Fokus kita adalah memuliakan Tuhan (Yesaya 43:7), dan itulah yang disaksikan oleh masyarakat Babel juga (4:37).

Diskusikan: apakah fokus pekerjaanmu? Mengapa demikian?

3. IMAN (ay.9,12,15,17)

Daniel beriman atas kehidupannya, oleh sebab itu ia yakin bahwa pekerjaan yang dipercayakan kepadanya hanyalah sebagai alat untuk melatih otot-otot rohani kita makin bertumbuh, karakter kita makin menyerupai-Nya ketika berhubungan dengan orang-orang disekitarnya.

Diskusikan: apakah saudara merasa bahwa melalui kerja saudara mengalami perubahan sesuatu? Sharingkan pengalaman pribadimu!

PENUTUP

Kedudukan, kesuksesan dan kelimpahan materi adalah upah kerja dan upah itu bukan tujuan utama. Prinsip kerja anak Tuhan seharusnya memberikan yang terbaik, namun harus sesuai kehendak Allah. Jangan takut untuk berprinsip sesuai firman Tuhan, jika itu tidak memberikan kepada saudara damai sejahtera dalam hati nuranimu. Marilah belajar percaya akan pemeliharaan Allah atas apa yang saudara kerjakan, apalagi jikalau saudara lakukan itu demi memberi berkat dan pengaruh Kristus pada sekitarmu.

================

“Bekerja Dan Selalu Mengucap Syukur”

Kisah Para Rasul 17:22-28

M1 = Menerima FT

1. Berdoa agar saudara senantiasa mengikutsertakan Allah dalam pekerjaan saudara dan senantiasa mengucap syukur pada-Nya.

M2 = Merenungkan FT

1. Bagaimana kesan Paulus terhadap kehidupan beribadah orang-orang Atena? (22-23)
…………………………………………………………………………………..

2. Kepada siapa mereka beribadah? (23)
…………………………………………………………………………………..

3. Bagaimana Paulus memperkenalkan Allahnya pada orang-orang Atena? (24-25)
…………………………………………………………………………….

4. Apa yang membedakan Allah dengan allah orang Atena? (25-27) …………………………………………………………………………………..

PENGAJARAN

Satu cara menikmati kehadiran dan persekutuan dengan Allah adalah sadar bahwa kemampuan untuk melakukan pekerjaan apapun berasal dari anugerah-Nya. Segala indera: pendengaran, penglihatan, peraba; segala kemampuan motorik: tangan dan kaki; segala kegiatan mental: mengamati, mengorganisir, menilai; segala ketrampilan yang membuat anda memiliki keahlian dalam pekerjaan yang saudara lakukan, maka segala hal ini adalah pemberian Allah. Karena Dialah yang memberikan hidup dan nafas dan segala sesuatu kepada semua orang (ay. 25). Mengetahui hal ini menjadikan hidup dipenuhi syukur pada Allah. Hal-hal ini belum termasuk keajaiban dan keberadaan Allah yang terlihat ketika saudara bekerja. Ketika sadar bagaimana saudara bergantung pada Allah untuk setiap menit, dan bagaimana saudara membutuhkan pertolongan Allah, saudara juga akan menjadi orang yang penuh dengan ucapan syukur.

Yang mendukung ucapan syukur dan pujian ini adalah janji-janji Allah yang dapat saudara bawa ke tempat kerja. Maksudnya di sini adalah firman-Nya yang terus saudara ingat sepanjang waktu. Karena hal inilah yang akan mengobarkan semangat saat bekerja. “Janganlah takut, sebab Aku menyertai engkau, janganlah bimbang, sebab Aku ini Allahmu; Aku akan meneguhkan, bahkan akan menolong engkau; Aku akan memegang engkau dengan tangan kanan-Ku yang membawa kemenangan (Yes 41:10), akan selalu mengingatkan saudara bahwa tantangan yang akan dialami tidaklah sulit untuk dihadapi karena ada Allah yang senantiasa menyertai. Karena Dia sendiri yang pernah berkata: Sesungguhnya, Akulah TUHAN, Allah segala makhluk; adakah sesuatu apapun yang mustahil untuk-Ku? (Yer 32:27). Dia memerintahkan untuk tidak kuatir dengan berkata: Serahkanlah segala kekuatiranmu kepada-Nya, sebab Ia yang memelihara kamu (1 Ptr 5:7). Dia juga berjanji untuk menuntun saudara sepanjang hari: Aku hendak mengajar dan menunjukkan kepadamu jalan yang harus kautempuh; Aku hendak memberi nasihat, mata-Ku tertuju kepadamu (Mazmur 32:8).

Dengan cara ini saudara akan terus membangun persekutuan dengan Allah, mendengarkan firman-Nya, memohonkan segala hal yang saudara butuhkan pada-Nya, bersyukur pada-Nya, dan memuji-Nya. Merupakan suatu kehormatan bagi Allah jika saudara mempertahankan pekerjaan sekuler saudara bersama Allah. Karena pekerjaan sekuler bukanlah saat dimana saudara tidak bersekutu dengan Allah atau aktifitas diluar gereja.

M3 = Melakukan FT

1. Mulailah hari, sebelum memulai pekerjaan dengan doa dan firman untuk mengikutsertakan Allah pada pekerjaan saudara hari itu. Dan jangan lupa untuk senatiasa mengucap syukur.
………………………………………………………………………….

M4 = Membagikan FT

1. Bagikanlah apa perbedaan yang saudara rasakan saat saudara mengikutsertakan Allah dalam pekerjaan dan tidak.

”Bekerjalah, bukan untuk makanan yang akan dapat binasa, melainkan untuk makanan yang bertahan sampai kepada hidup yang kekal” Yohanes 14 :12

==========================

“Bekerja Sebagai Suatu Kepercayaan”

Filipi 1:21-26

M1 = Menerima FT

1. Berdoa agar saudara dapat menjadi orang yang dapat dipercaya dengan melakukan pekerjaan dengan maksimal.

M2 = Merenungkan FT

1. Apa yang menjadi pedoman kehidupan Paulus? (21)
…………………………………………………………………………………..

2. Apa tujuan pertama dalam hidup Paulus? (22)
…………………………………………………………………………………..

3. Untuk siapa Paulus hidup sebagai tujuan keduanya? (24)
…………………………………………………………………………………..

4. Apa yang diusahakan Paulus dalam hidupnya? (25) …………………………………………………………………………………..

PENGAJARAN

Televisi adalah salah satu alat yang paling hebat untuk menyia-nyiakan kehidupan di zaman modern ini. Dan tentunya, internet sedang berlari menyamainya, dan mungkin telah menyamainya. Masalah utama dari TV bukanlah banyak skandal yang ditampilkan, meskipun hal itu juga merupakan masalah. Iklan-iklan saja sudah cukup untuk menabur benih ketamakan dan hawa nafsu. Masalah yang lebih penting adalah kedangkalan. Pikiran yang tiap hari dicekoki oleh TV akan menjadi tumpul. Pikiran ini diciptakan untuk mengenal dan mengasihi Allah. Kemampuannya untuk menjalankan panggilan yang sangat penting ini dihancurkan karena terlalu banyak menonton TV. Tak sedikit yang disajikan tak kristiani, sehingga fokus pikiran yang seharusnya untuk hal-hal yang bernilai, menjadi minim; dan kapasitas hati untuk merasakan emosi yang dalam, menjadi mengkerut. Hal inilah yang akan terjadi jika seseorang terlalu banyak memberikan waktunya untuk menonton TV.

Apa yang dimaksud Paulus: “Hidup adalah Kristus”? Ia memulai penjelasannya dalam ayat 22: Tetapi jika aku harus hidup di dunia ini, itu berarti bagiku bekerja memberi buah. Jadi mana yang harus kupilih, aku tidak tahu”. Dan di ayat 24: tetapi lebih perlu untuk tinggal di dunia ini karena kamu. Jadi jelaslah buah yang dihasilkan oleh kehidupan Paulus bukan hanya untuk dirinya sendiri, melainkan untuk kepentingan orang lain, termasuk juga untuk kepentingan jemaat Filipi. Paulus menjelaskan secara perlahan tentang apa yang dimaksudkan dengan “Bagiku hidup adalah Kristus.” Pertama, itu berarti: Hidupku dipersembahkan untuk menghasilkan buah (ay.22). Kedua, itu berarti: Hidupku dipersembahkan untuk menghasilkan buah yang sangat perlu dimiliki oleh orang lain (ay.24). Ketiga, itu berarti: Hidupku dipersembahkan untuk meningkatkan iman orang lain dan menolong agar iman itu melimpah dengan sukacita (ay. 25).

Sama halnya dengan Paulus. Kehidupan yang ada sekarang juga tak boleh diisi dengan sesuka hati atau serampangan. Bahkan, itu berarti sepertinya saudara tidak lagi mempunyai kuasa penuh atas hidup kita, karena hidup saudara telah lunas dibayar oleh kematian-Nya dan hidup yang telah merdeka oleh Kristus seharusnya diisi dengan sesuatu yang menyenangkan-Nya. Tuhan mau saudara tidak menyia-nyiakan kehidupan dengan mengerjakan sesuatu yang tidak berguna. Tuhan mempercayakan kehidupan, dan kemampuan pada saudarra. Dia mau saudara dapat menjadi orang yang juga mampu dipercaya untuk melakukan yang terbaik bagi-Nya. Mari saudara menjadi orang yang dapat Allah percaya karena Dia telah mempercayakan suatu pekerjaan untuk anda. Dan jadilah maksimal dalam dalam hidup saudara. Kiranya anugerah Tuhan cukup untuk engaku pakai setiap hari.

M3 = Melakukan FT

1. Ambillah salah satu langkah dari doa, dana dan daya, yang mampu saudara berikan untuk pekerjaan misi Tuhan.
………………………………………………………………………….

M4 = Membagikan FT

1. Bagikan bagaimana saudara ikut ambil bagian dalam pekerjaan misi Tuhan.

”Bekerjalah, bukan untuk makanan yang akan dapat binasa, melainkan untuk makanan yang bertahan sampai kepada hidup yang kekal” Yohanes 14 :12

================

“Bekerja Dengan Ketekunan”

Amsal 12: 9-28

M1 = Menerima FT

1. Berdoalah supaya melalui Firman Tuhan yang saudara baca, saudara menjadi orang yang lebih tekun dalam bekerja.

M2 = Merenungkan FT

1. Menurut Amsal, menjadi apa lebih baik daripada berlagak orang besar tapi kekurangan makanan? (9)
…………………………………………………………………………………..

2. Apa yang akan diterima orang yang mengerjakan tanahnya? (11)
…………………………………………………………………………………..

3. Apa yang akan terjadi kepada orang benar dan orang fasik? (10,12, 21,26)
…………………………………………………………………………………..

4. Bagaimana pula dengan orang rajin dan orang malas? (24,27) …………………………………………………………………………………..

PENGAJARAN

Ada tiga perbedaan besar antara orang benar dan orang jahat: 1) dalam merencanakan sesuatu; 2) dalam berkata-kata (orang benar di samping tidak mencelakakan, juga menyelamatkan orang, ayat 6 mungkin juga diartikan, mereka menyelamatkan diri, padahal orang jahat menjeratkan diri); 3) dalam tujuan mereka yang terakhir (ay.7; band Mat 7:26).

Dalam Yakobus 4:13-17 diuraikan tentang bagaimana seharusnya seorang anak Tuhan membuat suatu perencanaan dalam hidupnya. Semua orang boleh dan berhak merencanakan sesuatu dalam hidupnya. Tetapi harus diingat selalu, siapapun dan bagaimanapun seseorang merencanakan sesuatu dalam hidupnya, dia tidak bisa menjamin bahwa rencananya akan berhasil dan berjalan dengan mulus. Sebab tidak ada seorangpun di dunia ini yang tahu apa yang akan terjadi di depan dia, bahkan satu detik di depan dia sekalipun. Hanya Tuhan yang tahu apa yang akan terjadi terhadap hidup seseorang. Oleh sebab itu, orang yang benar harus bekerja dengan tekun dan melibatkan Tuhan dalam seluruh perencanaannya. Dia harus sungguh-sungguh dalam menjalankan pekerjaannya serta menyerahkan segala sesuatunya pada kehendak Tuhan. Apapun yang terjadi, semuanya terserah Tuhan. Manusia hanya merencanakan, dan Tuhan yang menentukan segala sesuatunya.

Hal yang kedua adalah perkataan dapat mendatangkan pahala sama seperti perbuatan, sebab perkataan menimbulkan hubungan dan memberikan gagasan baru (band Mat 12:36). Amsal menuliskan ada tiga perbedaan besar dalam berbicara. Saksi yang jujur dan saksi yang bohong; orang berlidah tajam melukai dengan kata-katanya (band Maz 106) dan orang berhikmat menghibur serta menyembuhkan dengan kata-kata; dan kata-kata yang benar tinggal tetap, tapi kata bohong cepat hilang. Orang yang jahat tidak hanya berbicara bohong, tetapi pikiran mereka penuh dengan dusta. Hidup mereka berbeda sama sekali dengan orang yang suka berkata jujur .

Tujuan akhir dari hidup orang benar bukan hanya sekedar mencari harta duniawi tetapi yang terutama adalah harta yang bernilai kekal yang tak akan habis dimakan oleh ngengat dan karat (Mat 6:19-21). Harta dunia perlu, untuk menyambung hidup seseorang dan dapat dipakai untuk menjadi berkat bagi orang yang membutuhkan. Itulah sebabnya Paulus berkata orang yang tidak bekerja jangan diberi makan. Setiap orang harus sungguh-sungguh tekun dalam pekerjaannya dan mengingat bahwa harta yang diperolehnya bukan dipakai bagi dirinya sendiri tetapi harus dipakai untuk membawa kemuliaan bagi nama Tuhan di dalam dunia ini.

M3 = Melakukan FT

1. Jadilah berkat bagi orang banyak karena ketekunan saudara dalam hal bekerja sekalipun pekerjaan yang saudara tekuni cukup berat.
………………………………………………………………………….

M4 = Membagikan FT

1. Sharingkan kepada saudara seiman bagaimana saudara mampu bekerja dengan tekun dan tetap bersukacita dalam keadaan yang mudah maupun sulit.

”Bekerjalah, bukan untuk makanan yang akan dapat binasa, melainkan untuk makanan yang bertahan sampai kepada hidup yang kekal” Yohanes 14 :12

=========================

“Bekerja Dengan Kejujuran”

Lukas 16:1-9

M1 = Menerima FT

1. Mintalah kepada TuhanYesus supaya saudara dapat menjadi seorang anak Tuhan yang selalu jujur dalam pekerjaan.

M2 = Merenungkan FT

1. Tuduhan apa yang diberikan keapda sang bendahara?(1)
………………………………………………………………………………………..

2. Untuk apa orang kaya itu memanggil si bendahara? (2)
……………………………………………………………………………………….

3. Apa yang dilakukan si bendahara setelah tahu dirinya akan di pecat? (3-7)
……………………………………………………………………………………………

4. Bagaimana reaksi si orang kaya melihat perbuatan si bendahara? Mengapa? (8) …………………………………………………………………………………..

PENGAJARAN

Perumpamaan ini adalah salah satu perumpamaan yang sulit untuk ditafsirkan (Barclay, Pemahaman Alkitab setiap hari, Lukas: h.304). Ini adalah sebuah cerita mengenai seakan-akan memilih seperangkat bajingan-bajingan yang dapat ditemukan di mana-mana. Bendahara itu adalah seorang bajingan, para penghutang itu adalah bajingan-bajingan dan tuan itu sendiri agaknya juga dapat digolongkan sebagai bajingan, karena bukannya dia kaget mendengar semua peristiwa yang dilakukan oleh si Bendahara, tetapi malah memuji otak cerdik yang terletak di balik peristiwa itu.

Seorang bendahara yang dipercayakan mengurus perkebunan tuannya dan pembukuannya telah dituduh salah mengurus urusannya. Ketika disadarinya bahwa ia terancam dipecat, ia memanggil orang-orang yang berhutang kepada tuannya dan memperkenankan setiap orang untuk mencatat suatu angka yang lebih rendah pada surat hutangnya atau pada surat pengakuan hutangnya. Dengan demikian orang-orang yang berhutang itu merasa berhutang budi kepada bendahara itu dan akan menolong dia apabila ia tidak mempunyai pekerjaan lagi. Ia telah bertindak dengan kelihaian yang terpuji dalam menyelenggarakan kepentingan sendiri.

Ada beberapa pelajaran yang dapat diambil dari perumpamaan ini. Pertama, dalam ayat 8 Yesus berkata bahwa kecerdikan diperlihatkan jauh lebih banyak oleh anak-anak dunia ini daripada anak-anak terang. Orang harus belajar dari bendahara itu dan harus mempergunakan kekayaan merka untuk membuat Allah menjadi sahabat mereka. Sehingga apabila uang tidak ada gunanya lagi bagi mereka maka Allah akan menerima mereka ke dalam hadirat-Nya. Hal ini memberikan nasihat kepada murid-murid (’anak-anak terang’)atau kepada orang-orang Farisi yang ketamakan mereka telah mengucilkan mereka dari persahabatan dengan Allah (ay 14; (band 11:39-41). Kedua, segala harta milik dapat digunakan untuk menjalin persahabatan. Seseorang dapat menggunakan kekayaannya bagi dirinya sendiri atau ia dapat menggunakannya untuk menjadikan hidup ini lebih mudah, baik bagi dirinya sendiri, bagi sahabat-sahabatnya ataupun sesama manusia. Orang Yahudi mempunyai kepercayaan bahwa belas kasih yang diperlihatkan kepada orang miskin akan menjadi semacam kredit dalam dunia yang akan datang. Kekayaan sejati seseorang tidaklah diukur dari apa yang ia punyai tetapi dari apa yang ia berikan.

Bagaimanapun kejujuran dalam segala hal tetap harus dijunjung tinggi. Sesulit apapun, setiap anak Tuhan harus menerapkan itu dalam kehidupannya sehingga ia dapat menjadi teladan bagi orang banyak.

M3 = Melakukan FT

1. Tetaplah menjadi anak Tuhan yang memegang prinsip bahwa dalam bekerja kejujuran harus selalu dijunjung tinggi.
………………………………………………………………………….

M4 = Membagikan FT

1. Bagikan pengalaman/berkat yang saudara dapatkan kepada saudara seiman ketika saudara jujur dalam melakukan pekerjaan.

”Bekerjalah, bukan untuk makanan yang akan dapat binasa, melainkan untuk makanan yang bertahan sampai kepada hidup yang kekal” Yohanes 14 :12

=========================

“Prinsip Bekerja Secara Kristiani”

Daniel 1:6-21

M1 = Menerima FT

1. Berdoalah agar saudara bekerja dapat dilakukan sesuai dengan prinsip-prinsip firman Tuhan.

M2 = Merenungkan FT

1. Siapakah saja yang bekerja pada raja Nebukadnezar? (6)
…………………………………………………………………………………..

2. Apakah tekad Daniel ketika bekerja untuk raja? (8)
…………………………………………………………………………………..

3. Apakah akibat dari tekad dari Daniel itu? (11-15)
…………………………………………………………………………………..

4. Berkah apakah yang ditambahkan Allah kepada mereka atas keberaniannya ini? (17) …………………………………………………………………………………..

PENGAJARAN

Kekristenan mengajarkan bahwa apa pun yang saudara kerjakan, kerjakanlah itu sebagai pekerjaan kepada Allah (Kol 3:23). Itu berarti bahwa bekerja untuk siapa pun tak boleh sembarangan. Dan itulah yang dilakukan oleh Daniel dan kawan2nya. Walau pun mereka orang -orang pilihan dan memiliki kapasitas serta kualitas (ay.3-4), namun ketika mereka diangkut dari Israel ke kerajaan Babel untuk dipekerjakan di istana, maka harus taat menjalani pendidikan selama 3 tahun agar dapat bekerja dengan bagus dan terbaik bagi raja Nebukadnezar.

Cerita kemudian berkembang dengan menarik. Dalam hal pendidikan ala istana Babel, mereka sama sekali tidak menolak walau pun pendidikan yang sudah diterima tidak kalah dibanding dengan yang sekarang dijalani, namun untuk hal lain mereka berani menolaknya. Jadi ketika mereka diperhadapkan kepada suatu situasi yang sesuai kata hati nurani mereka tak sesuai, maka mereka berempat, yaitu Daniel, Hananya, Misael dan Azarya dengan tegas namun tak menyinggung untuk tidak menerima sajian dari Istana. Semua ini dilakukan agar mereka tak menajiskan diri. Kata ‘tidak menajiskan diri’ bisa dimengerti: (1) Memang makanan dan minuman yang disajikan kepada mereka adalah haram sesuai hukum Taurat. Namun kata itu bisa diartikan bahwa (2) dalam kondisi politik dan ekonomi yang memprihatinkan, dimana saudara-saudara mereka yang lain dalam penawanan, kesusahan ekonomi dan penindasan, mana mungkin mereka kemudian bersenang-senang, menikmati segala fasilitas yang mewah, tanpa prihatin dengan saudara yang lainnya. Ketika mereka bertekad untuk hal itu, maka bukannya pemecatan atau hal yang buruk mereka dapatkan. Alkitab mencatat, Allah malah makin melimpahi mereka (ay.17). Dan raja pun mengakui akan kehebatan mereka selama bekerja di Istana raja (ay.20), sehingga walau pun mereka menolak sesuatu yang tak sesuai hati mereka, namun Daniel dipercayai oleh beberapa raja (ay.21).

Kedudukan, kesuksesan dan kelimpahan materi adalah upah kerja dan upah itu bukan tujuan utama. Prinsip kerja anak Tuhan seharusnya memberikan yang terbaik, namun harus sesuai kehendak Allah. Jangan takut untuk berprinsip sesuai firman Tuhan, jika itu tak memberikan kepada saudara damai sejahtera dalam hati nuranimu. Marilah belajar percaya akan pemeliharaan Allah atas apa yang saudara kerjakan, apalagi jikalau saudara lakukan itu demi memberi berkat dan pengaruh Kristus pada sekitarmu.

M3 = Melakukan FT

1. Lakukanlah langkah praktis agar saudara dapat berusaha maksimal untuk bekerja dan memaksimalkan orang lain.
………………………………………………………………………….

M4 = Membagikan FT

1. Bagikanlah kepada saudara-saudara seiman, anggota komselmu bagaimana saudara suka dan duka dalam menerapkan pekerjaan sesuai kehendak-Nya.

”Bekerjalah, bukan untuk makanan yang akan dapat binasa, melainkan untuk makanan yang bertahan sampai kepada hidup yang kekal” Yohanes 14 :12

================
Sumber: http://gkkk-tamankopoindah.blogspot.com/

Baca juga:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *