Panggilan Untuk Semua Orang percaya

The Highest Calling

——————————————————————————————————————————————————-
Sebagai pengikut Kristus kita semua dipanggil untuk tujuan-tujuan tertentu dalam kehidupan kita, di gereja ada yang melayani di bagian keamanan, ada yang melayani dalam pelayanan Praise & Worship, ada juga yang mendapat bagian untuk menyampaikan Firman Tuhan. Masing-masing dari kita memiliki peran masing-masing dalam pelayanan di rumah Tuhan. Namun di balik semua bakat dan pelayanan kita masing-masing, kita semua memiliki satu panggilan utama dalam kehidupan semua pengikut Kristus, yaitu memberitakan kabar keselamatan bagi orang-orang yang belum mengenal Kristus.
——————————————–———————————————————————————————————–

Mat 28: 19-20 ..Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus, dan ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperitahkan kepadamu, dan ketahuilah aku menyertaimu senantiasa sampai kepada akhir zaman.
 
Dalam ayat di atas jelas dikatakan bahwa Tuhan mau kita semua menyampaikan kabar keselamatan bagi semua bangsa, itulah panggilan utama kita sebagai orang percaya. That is our highest calling.
Untuk bisa memenuhi panggilan tersebut ada beberapa hal yang harus kita mengerti dan perhatikan:
 
I.  MOTIF YANG BENAR
 
Video ini bukan hanya menjadi “wake up call” untuk dewan juri di acara tersebut tetapi juga untuk Pastor Victor, dan mungkin sebagian dari kita. Video ini menyadarkan kita bahwa sering kali kita memilih-milih orang yang akan kita layani.
 
Kita cenderung lebih suka melayani orang yang berpenampilan menarik, daripada orang yang memiliki masalah dalam penampilan, kita juga jauh lebih suka melayani orang yang berkecukupan, daripada orang yang memiliki masalah dalam keuangannya.

Sama seperti dewan juri dalam acara tersebut, kita sering kali men”judge” seseorang berdasarkan penampilan luarnya dan penilaian tersebut membuat kita seakan-akan memilih-milih siapa yang pantas masuk ke dalam kerajaan Allah dan siapa yang tidak. Siapa yang mungkin dipakai Allah secara luar biasa, atau siapa yang kita prediksi orang Kristen yang biasa-biasa saja.
 
Terkadang kita juga memilih untuk melayani orang yang sesuai dengan “kebutuhan kita”, jika kita sedang memcari teman atau mungkin pasangan hidup, kita sering kali merasa “terpanggil” untuk melayani mereka yang memeliki penampilan yang menarik, ketika kebutuhan hidup meningkat, terkadang kita lebih senang melayani orang-orang kaya, terutama yang suka memberi.
 
Sebelum kita mengabarkan kabar keselamatan, kita semua harus bertanya kepada diri kita masing-masing apakah kita sudah memiliki motif yang benar dalam menyebarkan kabar keselamatan. Kita tidak memiliki hak untuk memilih-milih siapa yang pantas atau berpotensi untuk mendengarkan kabar keselamatan, karena kita pun diselamatkan bukan karena kita pantas untuk diselamatkan atau memiliki potensi untuk menjadi anak Tuhan. Kita semua diselamatkan karena kasih karunia Allah.
 
II.  PRINSIP YANG BENAR
Selain memiliki motif yang benar, kita juga harus mempelajari prinsip-prinsip kebenaran yang tertulis di Alkitab mengenai bagaimana memenuhi highest calling kita.

Prinsip Yang Diajarkan Yesus Untuk Menggenapi The Highest Calling
 
III.  MEMBERKATI YANG TERHILANG 

Lukas 10:5…Kalau kamu memasuki suatu rumah, katakanlah lebih dahulu: Damai sejahtera bagi rumah ini.
 

Kita harus berdoa dan berpuasa untuk mereka yang terhilang, kita harus berdoa untuk “mengambil” jiwa-jiwa yang terhilang dalam ketersesatan mereka dalam hidup, supaya pelayanan kita efektif, supaya komsel kita menjadi hidup dan didatangi oleh jiwa-jiwa baru, kita harus terlebih dahulu mendoakan mereka, meng-claim mereka di dalam dunia roh. Sukacita komsel akan muncul ketika ada jiwa baru.
 
Edward Miller adalah seorang missionaris yang diutus untuk melaksanakan pelayanan misi di Argentina. Namun pada suatu hari Tuhan menyuruh dia untuk berhenti melakukan pelayanannya dan masuk ke kamar doa, dan mulai berdoa. Dia terus berdoa sampai 18 bulan, 8-16 jam sehari, sampai badan misi yang mengirimnya memutus pembiayaan kehidupannya karena mereka meresa E. Miller tidak berbuat apa-apa.
 
Setelah 18 bulan Tuhan menyuruh dia untuk mulai mengadakan pertemua doa, pertemuan doa itu semakin lama menjadi semakin besar sehingga harus diadakan di lapangan lapangan, dan begitu banyak orang yang meneriman Tuhan dan kehidupannya dipulihkan.
 
“A Prayerless Church Is An Impotent Church “ Phil Pringle

Pastikan kita berdoa untuk jiwa-jiwa yang terhilang dan belum diselamatkan.

Lukas 10:7….Tinggallah dalam rumah itu, makan dan minumlah apa yang diberikan orang kepadamu, sebab seorang pekerja patut mendapat upahnya. Janganlah berpindah-pindah rumah.


IV.  TINGGALAH DALAM RUMAH ITU


Hal ini sedang berbicara untuk mengabarkan kabar keselamatan kita harus mau tinggal bersama-sama dengan orang-orang yang terhilang tersebut. People don’t care until he knows we cares. 

Tinggal bersama berarti bergaul, bekerja bersama, atau menjalani kehidupan bersama-sama. Dalam kehidupan kita sehari-hari kita semua memiliki “dunia” kita masing-masing, di dunia itulah kita harus “tinggal” dan mengabarkan kabar keselamatan melalui kehidupan kita.

4 LEVEL KE-KRISTENAN DI MARKETPLACE

 
1. Menjadi  orang Kristen biasa di tempat kerja, orang Kristen yang sama sekali tidak memiliki pengaruh di tempat kerjanya. Orang tersebut umumnya merasa tempat kerjanya hanyalah “dunia” yang penuh dengan orang berdosa dan dan hal-hal duniawi lainnya, sehingga dia rindu ke gereja karena di situlah mereka merasa aman dan dimengerti.

2. Menjadi orang Kristen yang menerapkan kebenaran Firman Tuhan di tempat kerja, orang seperti ini lebih baik dari tipe orang yang pertama, karena mereka membawa kebenaran Firman Tuhan ke tempat kerjanya, dalam pekerjaannya dia memakai prinsip-prinsip Firman Tuhan, sayangnya dia tidak memiliki hati untuk lingkuannya, orang seperti ini memiliki prinsip dunia seharusnya tidak mempengaruhi saya, dan saya tidak perlu mempengaruhi dunia.

3. Menjadi orang Kristen yang menjadi saksi di tempat kerja, orang percaya yang menjadi saksi Tuhan di tempat kerja, mereka yang membawa rekan-rekannya ke gereja dan memberitakan kabar keselamatan pada mereka.

4. Menjadi orang Kristen yang membawa perubahan di marketplace, tipe orang ini bukan hanya membawa satu-dua orang kepada Tuhan, tetapi dia membawa perubahan total pada lingkungan kerjanya, orang yang membawa Kerajaan Allah ke tempat kerja, membuat prinsip-prinsip Kerajaan Allah dipakai bukan saja oleh dirinya sendiri, tetapi oleh semua orang di tempat kerjanya. Orang yang menjadi garam dan terang di lingkungannya dan menarik orang banyak untuk mengenal Yesus.

V.  3 PRINSIP DALAM BERGAUL 
 

1.  MEMILIKI KESABARAN TINGKAT TINGGI

 
Kesabaran adalah suatu sikap hati yang aktif untuk menunggu sesuatu, dan untuk mendapatkan sesuatu. Sabar berbeda dengan bermalas-malasan, sabar adalah sikap yang aktif untuk mengerjakan sesuatu meskipun hasilnya belum datang.

Sangat penting untuk kita miliki kesabaran, jika kita ingin masuk ke dalam kehidupan seseorang dan memberikan kabar keselamatan padanya, karena siapa pun kita, sehebat apa pun kita menjalin hubungan, kita pasti akan mengalami penolakan-penolakan dalam upaya kita mengabarkan injil. Itu sebabnya kita harus memiliki kesabaran tingkat tinggi, dan tidak mudah menyerah terhadap penolakan-penolakan yang kita terima.
 
Banyak missionaris-missionaris sukses di dunia yang menghabiskan 5-7 tahun pertamanya dalam pelayanan untuk membawa orang pertama kepada Kristus. Bayangkan bahkan seorang missionaris yang tujuan hidup dan pekerjaan utamanya adalah mengabarkan kabar keselamatan membutuhkan 7 tahun untuk membawa seseorang percaya kepada Kristus, namun Tuhan melipatgandakan hasilnya pada tahun-tahun berikutnya.


Kesabaran adalah faktor yang sangat penting untuk memenuhi highest calling kita. Jika kita terus keep walking dalam setiap hubungan, meskipun kita tidak diterima sebagaimana kita harapkan, pada saatnya kita akan menikmati manisnya sebuah hubungan.
 

2.  BAYAR HARGA

To know Jesus cost nothing, to follow  Jesus cost something, to serve Jesus cost evertything.

Quotes di atas jelas mengatakan untuk memenangkan 1 jiwa saja kita harus membayar dengan mahal, apalagi untuk mendatangkan perubahan di marketplace. Mengabarkan injil kesalamatan bukalah proses yang mudah, ringan dan bisa kita jalankan di waktu-waktu luang kita, untuk memenuhi highest calling, sering kali kita harus mau membayar harga, kita harus mau mengorbankan, waktu kita, uang kita, juga kesenangan dan hobby kita untuk melayani seseorang, yang mungkin sering menolak kita. Untuk mendapatkan apa yang kita harapkan selalu harus ada harga yang dibayar.
 
3.  INSIATIF

 
Suatu sikap hati untuk mengerjakan sesuatu tanpa disuruh, kita juga harus pandai berinisiatif menjangkau orang terhilang, memakai kreativitas-kreativitas kita untuk menjangkau orang, bukan hanya menunggu perintah dari atasan, atau pemimpin rohani.
 

Pada tahun 1266 Kubilay Khan adalah peguasa dari sebuah kerajaan yang sangat luas di dunia, pada suatu hari Kubilay Khan bertemu dengan Marcopolo untuk urusan perdangangannya, pada saat itu terdapat beberapa missionaris dalam rombongan Marcopolo. 
 

Sebelum rombongan itu pulang, Kubilay Khan yang sedang merasakan kekosongan dalam hidupnya meminta kepada missionaris tersebut untuk mengirimkan 100 missionaris ke kerajaannya, supaya dia, keluarga dan seluruh kerajaannya bisa mengenal Allah. Sayangnya sampai bertahun-tahun kemudian tidak ada seorang pun missionaris yang datang, karena kurangnya inisiatif dari para orang percaya saat itu.
 

Setelah beberapa tahun menunggu, akhirnya Kubilay Khan melirik ke negeri tetangga dan minta dikirimkan 100 biksu dari Tibet, lalu mereka mengirim 100 orang biksu, beberapa tahun kemudian  seluruh kerajaannya menjadi penganut ajaran Budha. Inisiatif sangatlah penting dalam pelayanan, banyak orang tersentuh hidupnya bukan melalui KKR atau khotbah yang hebat. Banyak orang yang hidupnya dijamah Tuhan karena melihat kerelaan hati dan inisiatif anak-anak Tuhan untuk menjangkau kehidupan mereka.
 

“You can’t trully change a man’s mind until you change his heart.”  A.R. Bernard
 

MEMENUHI KEBUTUHAN 

 
Lukas 10:9…Dan sembuhkanlah orang-orang sakit yang ada di situ dan katakanlah kepada mereka: Kerajaan Allah sudah dekat padamu.

Gereja yang mampu menjawab kebutuhan kota,adalah gereja yang akan mengalami pelipatgandaan, kalau kita bisa menjawab kebutuhan orang, kita akan menjadi orang yang akan dicari-cari.
 
MEMBERITAKAN INJIL

 
Ketiga prinsip yang sebelumnya, adalah pengantar untuk prinsip yang  terakhir ini, semua hal yang kita lakukan di atas, adalah faktor pendukung, pada akhirnya kita harus mengabarkan kabar keselamatan pada orang-orang yang terhilang tersebut.
 

City Harvest Church setiap minggunya ada 200 orang lahir baru, namun untuk itu per minggu mereka melakukan 4000 kunjungan. Pemberitaan injil yang efektif harus diawali dengan ketiga hal di atas.
 

Di Minnesotta, Amerika Serikat
Ada seorang anak muda hamba Tuhan yang sebenarnya ingin menjadi pelayan Tuhan fulltime, namun Tuhan selalu menyuruhnya untuk terjun ke marketplace.
 

Dia memiliki kerinduan untuk mendirikan sebuah bank, akhirnya setelah banyak berdoa dia mendapatkan sejumlah investor untuk membiayai pendirian bank tersebut di akhir 2003. Bank itu diberi nama Riverview Community Bank (RCB), sebuah bank yang didirikan sepenuhnya untuk kemuliaan Tuhan. Sebelum bank itu dibuka pemuda itu melakukan berbagai langkah prophetic untuk mengundang Yesus berkuasa atas bank itu.
 

Pada awal-awal bank itu didirikan sebagian besar pegawai bank tersebut belum mengenal Yesus, namun dengan berjalannya waktu atmosphere rohani di tempat kerja itu membuat para pegawainya merasakan sukacita dan damai sejahtera ketika mereka bekerja.
 

Hal tersebut dirasakan oleh hampir semua orang yang bekerja di bank tersebut. Sehingga mereka sendiri yang menanyakan pada hamba Tuhan tersebut dan  apa yang membuat bank tersebut berbeda dengan tempat-tempat lain. Akhirnya melalui kejadian tersebut kabar keselamatan diberitakan, dan hampir semua pegawai bank tersebut menerima Kristus.
 

Bank tersebut lalu membuka pelayanan gratis untuk para nasabahnya, pelayanan tersebut diperuntukan untuk para nasabah yang membutuhkan muzizat dalam hidupnya, dimana mereka didoakan supaya muzizat terjadi dalam hidup mereka. Pada tahun tersebut ada 95 orang yang mengalami muzizat dalam hidupnya, dan 92 orang menerima Tuhan Yesus sebagai Juruselamat.
 

New York Times tertarik dengan aktivitas bank tersebut dan mengirim undercover journalist, untuk meliput kegiatan bank tersebut,  alasannya karena bank tersebut bukan hanya memberkati banyak orang, bank itu juga berhasil mendatangkan keuntungan yang besar. Setelah penelitian dilakukan New York Times membuat satu artikel khusus tentang bank tersebut dan dan memberi judul  “Bank Tuhan”.
 

Pemuda tersebut mendatangkan perubahan di marketplacenya dan membawa begitu banyak orang percaya kepada Kristus, hal tersebut juga bisa terjadi kepada kita jika kita memiliki hati untuk menggenapi the highest calling.
 

Tuhan menempatkan kita di marketplace, ditempat dimana kita berada dan bekerja untuk menyampaikan keselamatan. Jadilah orang Kristen yang bergerak di marketplace.

Baca juga:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *