Panggilan untuk Melayani (7 Domain Pelayanan)

Meraih Kemenangan dengan Jalan Allah – Bagian 2

 

Kadang-kadang Allah melakukan sesuatu yang dramatis untuk menarik perhatian kita. Hal ini terjadi padaku pada tahun 1975. Ketika itu kami sekeluarga sedang menikmati kedamaian dan ketenangan di sebuah vila di Pegunungan Colorado. Aku sedang berbaring di kursi panjang pada siang hari yang hangat itu sambil berdoa dan berpikir. Pikiranku menerawang ke arah bagaimana kita sebagai orang Kristen, bukan hanya yang tercakup dalam organisasi kami… tetapi bagaimana semua orang Kristen dapat membuat dunia ini bertobat.

Sebuah daftar memasuki pikiranku: kategori atau golongan masyarakat yang harus kita perhatikan secara lebih terfokus dalam rangka membawa bangsa-bangsa bertobat kepada Allah. Kutuliskan daftar tersebut pada secarik kertas lalu kusimpan dalam dompetku.

Esok harinya aku bertemu dengan Dr.Bill Bright, pemimpin dari Campus Crusade for Christ. Beliau menceritakan suatu hal yang Tuhan berikan kepadanya, yakni mengenai beberapa daerah berpengaruh yang harus kita perhatikan dengan sungguh-sungguh dalam rangka membawa bangs-bangsa bertobat kepada Allah! Ternyata, walaupun bentuk kalimatnya sedikit berbeda, namun pada dasarnya sama dengan daftar yang kutuliskan pada secarik kertas itu sehari sebelumnya. Kuambil kertas itu dari dompetku, dan kutunjukkan kepada Bill. Kami berjabat tangan dengan penuh keheranan.

Inilah daftar yang tercantum pada kertas itu (setelah digodok selama beberapa tahun terakhir ini) yang Allah berikan kepadaku pada siang itu di Colorado:

  1. Rumah Tangga
  2. Gereja
  3. Sekolah / dunia pendidikan
  4. Pemerintah dan politik
  5. Media
  6. Kesenian, Hiburan dan Olah raga
  7. Perdagangan, Ilmu Pengetahuan dan Teknologi

Ketujuh bidang atau daerah berpengaruh ini membantu kita dalam rangka membentuk masyarakat bagi Kristus. Allah memberikan kepada kita pembagian daerah ini dalam rangka memenuhi Amanat Agung dalam Matius 28, yakni untuk menjadikan segala bangsa sebagai murid-Nya. Tentu Allah tidak hanya memberikan tugas ini kepada kami di YWAM, atau kepada mereka yang tergabung dalam Campus Crusade. Aku percaya Ia ingin seluruh umat-Nya memperhatikan tujuh bidang daerah ini dan menggunakannya dalam rangka memperluas pemerintahan Kristus di seluruh muka bumi.

Lalu bagaimana caranya kita menjejakkan kaki di bidang yang amat berpengaruh dalam setiap bangsa ini?

Pasukan Infantri, Angkatan Udara

dan Peluru Kendali Ilahi

Pertama, kita harus merebut daerah jajahan Iblis dengan doa. Senjata dalam peperangan rohani disebutkan dengan jelas dalam Efesus 6:10-20; 2 Korintus 10:1-6 dan Yakobus 4:7-10. Dengan kuasa Roh Kudus, juga dengan menggunakan seluruh persenjataan rohani yang hebat ini, kita diperintahkan untuk meruntuhkan benteng-benteng pertahanan setan. Kita harus berdoa untuk melawan pengaruh setan atas daerah-daerah yang kita ketahui.

Ada orang yang mengungkapkannya dengan cara demikian: Pergi memberitakan Injil kepada setiap pribadi (Markus 16:10) adalah pasukan infantri Allah. Memuridkan / mendidik bangs-bangsa menjadi murid-Nya (Matius 28:18-20) adalah seperti angkatan udara-Nya. Berdoa syafaat bagi bangsa-bangsa (Daniel 9; Nehemia 9; Ezra 9) adalah seperti peluru kendali antar benua. Berdoa adalah bagian yang amat ampuh dalam peperangan rohani yang kita masuki dalam rangka menjangkau dunia bagi Kristus.

Doa-doa kita seharusnya spesifik. Bila kita mendengar suara Roh Kudus dalam pikiran kita, maka Ia akan menyatakan bagaimana kita berdoa (Lihat Amsal 3:5-6; Yesaya 55:8; 59:16; 62:6-7; 1 Timotius 2:1-6). Lalu kita berdoa agar Roh Kudus membawa pengaruh-Nya atas orang-orang di daerah strategis tsb. Misalnya kita berdoa mengenai pemerintahan di daerah tertentu. Kita berdoa agar ada kesaksian bagi pribadi-pribadi dalam badan pemerintahan itu, sehingga menuntun mereka kepada Tuhan Yesus. Jika mereka tidak mau menundukkan diri, kita bisa juga berdoa agar Allah mengganti mereka dengan orang-orang yang melakukan kehendak Allah.

Hal inilah yang tersirat setiap kali kita berdoa, “Datanglah KerajaanMu, jadilah kehendakMu di bumi seperti di Surga.” Jika kehendak-Nya sudah terlaksana di bumi ini, maka tentunya Yesus tidak perlu menyuruh kita berdoa demikian.

Setelah kita berdoa untuk golongan tertentu, misalnya pemerintahan, sistem pendidikan, media massa atau apa saja, maka Allah mungkin akan menunjuk kita untuk bertugas di suatu bidang yang telah kita doakan. Mungkin saja kita dipanggil menjadi duta-Nya di tempat yang berpengaruh, yakni memegang tampuk pimpinan seperti Daniel atau Yusuf.

Apapun bidang pengaruh yang Allah berikan, baik dalam keluarga kita ataupun dalam istana presiden, kita tetap harus menjalani kehidupan dalam kehendak-Nya. Kita tidak melakukannya seperti cara penguasa dunia ini menguasai bawahannya. Kita disuruh menjadi hamba seperti Yesus. Yesus ingin memerintah dunia ini melalui kita. Tetapi Ia akan memberikan kuasa-Nya bila Ia melihat kita mau menyerahkan hak-hak kita demi Dia dan demi Injil (Markus 10:42-45).

Kini mari kita melihat tujuh bidang atau daerah tadi.

Rumah Tangga

Melalui kehidupan keluarga, kita mendidik generasi berikutnya dari setiap bangsa di muka bumi. Para ibu dan ayah sedang mendidik anak-anaknya, yakni generasi penerus setiap bangsa, entah dengan pengajaran yang baik atau buruk. Kita dapat membentuk rumah tangga Kristen yang berazaskan Alkitab, sehingga memancarkan terang di tengah lingkungan yang penuh dengan kegelapan rohani. Aku kenal suatu keluarga yang tinggal di sebuah negara yang menolak Injil. Mereka bekerja di sana pada suatu bidang profesi. Karena undang-undang melarang keras mereka berbicara tentang agama, maka kesaksian mereka amat terbatas. Meskipun demikian hubungan antara suami dan istri serta anak-anak dalam rumah tangga ternyata amat mempengaruhi orang-orang di sekitar mereka. Orang-orang yang bertetangga dengan mereka ditarik kepada terang Kristus melalui teladan dalam keluarga Kristen ini.

Gereja

Melalui gereja kita juga disuruh mendidik bangsa-bangsa di dunia ini. Bagaimana caranya? Aku percaya caranya bukan hanya dengan berpangku tangan di dalam lingkungan tembok gereja serta percaya bahwa inilah Kerajaan Kristus di dunia. Menghadiri kebaktian di gereja seharusnya merupakan tempat berpangkal bagi orang-orang Kristen. Pertarungan dan pergumulan berlangsung terus di luar gereja. Kerajaan Allah ada dalam diri kita masing-masing, dan kita membawanya ke dalam dunia ini ke manapun kita pergi. Kita datang lagi ke gereja untuk mengisi “tanki” kita dengan “bahan bakar”; atau bisa diumpamakan kita datang untuk makan dan beristirahat agar tenaga kita pulih kembali, lalu kita pergi lagi ke antara umat manusia untuk menyatakan Kerajaan Allah di dunia ini.

Sekolah / Lembaga Pendidikan

Di tempat-tempat seperti panti asuhan, taman kanak-kanak, sekolah-sekolah dasar dan menengah sampai ke universitas-universitas paling bergengsi di dunia ini generasi muda yang merupakan generasi penerus kita dididik dan dipengaruhi setiap harinya. Jadi hal ini harus dipandang sebagai kesempatan berharga…, ya sebagai daerah yang harus kita jangkau untuk membentuk dunia bagi Yesus.

Orang-orang Viking yang menyembah berhala berlabuh di Iceland pada abad ke-9. Mereka menjumpai sekelompok kecil orang-orang Kristen yang berasal dari Irlandia. Orang-orang Viking menjadikan orang-orang Kristen Irlandia ini sebagai budak dan menyuruh mereka mengerjakan pekerjaan yang dianggap sebagai pekerjaan kasar, yakni mengasuh anak-anak mereka. Setelah tiga generasi, orang-orang Kristen ini membentuk seluruh negara ini. Pada tahun 1000, penduduk Iceland memproklamasikan bangsa mereka sebagai bangsa Kristen.

Orang-orang Kristen harus terlibat dalam setiap bidang pendidikan: penyusunan kurikulum, pengajaran, administrasi dll. Ada yang harus menjadi garam dan terang di sekolah-sekolah umum, ada juga yang harus memimpin sekolah-sekolah Kristen. Para orang tua juga harus aktif, bergandengan tangan dengan para guru dan mendelegasikan wewenangnya kepada para guru dalam rangka mendidik putra-putrinya.

Media

Persaingan pengaruh melalui media massa (surat kabar, televisi, radio) semakin sengit akhir-akhir ini. Setiap orang yang memiliki spektrum politik kiri maupun kanan, semakin yakin bahwa suara media telah merampok hak-hak mereka. Orang Kristen juga menyadari hal ini. Tetapi hanya sedikit dari kita yang menyadari bahwa bidang ini juga merupakan ladang misi yang luar biasa. Dari pengumpulan suara yang dilakukan baru-baru ini di AS oleh Lichter dan Rothman pada 238 media elit, ternyata 50% suara menyatakan bahwa mereka tidak memiliki kepercayaan agama manapun. Hanya tiga sampai lima persen yang berbakti secara teratur di rumah ibadat.

Mereka inilah orang-orang yang tidak tersentuh Injil, yang sebenarnya sama dengan orang-orang yang berada di negara yang tertutup bagi Injil.

Cobalah mengingat pembawa acara atau berita yang paling anda tidak sukai. Bayangkan wajahnya dengan baik. Lalu sadarilah bahwa untuk satu orang ini Yesus Kristus digantung di kayu salib. Untuk orang ini Anak Allah rela mengorbankan diri-Nya.

Memang sukar untuk menekankan pentingnya peranan media elektronik dan media cetak dalam membentuk masyarakat kita. Lalu mengapa orang-orang Kristen mengabaikannya sehingga kekosongan ini diisi oleh orang-orang fasik? Kita tidak punya alasan untuk mengeluh terhadap adanya penyimpangan kebenaran dalam media cetak bila kita tidak mau berkecimpung di antara mereka, dan membawa ke antara mereka Dia yang adalah Jalan, Kebenaran dan Hidup. Jadi sekali lagi, ada orang-orang Kristen yang harus berkecimpung dalam media non Kristen, sementara orang-orang lain bekerja di siaran-siaran Kristen dan harian / surat kabar Kristen.

Pemerintah

Pernahkah anda berkata, “Jangan terlibat dalam dunia politik! Itu hal kotor. Tidak ada tempat di situ bagi orang Kristen”? Jika anda pernah berkata demikian, maka anda sebenarnya menyuarakan kehendak Iblis. Mungkin anda tidak bermaksud demikian, namun hal seperti itu memang pandangan yang berasal dari setan.

Darimanakah kita mendapat gagasan bahwa orang Kristen seharusnya tidak bergerak dalam bidang politik? Jelas bukan dari Alkitab. Kita bahkan tidak sadar akan kepemimpinan Daud dan Salomo sebagai negarawan di zamannya. Paling sedikit dengan mulutnya mereka menyatakan pengakuan bangsanya sebagai umat Allah. Cobalah lihat dua contoh lain: orang-orang yang menjadi negarawan di negara kafir: Daniel dan Yusuf.

Sejak masih muda, kedua orang ini belajar dan mempraktekkan prinsip-prinsip Firman Allah, dan akhirnya mereka menjadi perdana menteri. Pada awal karir mereka, tak ada suara politik yang akan memberi kesempatan bagi mereka untuk meraih posisi seperti itu. Daniel adalah seorang tawanan perang bangsa asing, dan merupakan orang luar yang tidak punya dasar hukum untuk berperan di tampuk kerajaan. Yusuf menderita perlakuan paling kejam dari saudara-saudaranya sendiri, lalu bertemu dengan wanita yang terpikat kepadanya dan menfitnahnya sehingga akhirnya ia dibuang ke dalam keremangan penjara di Mesir. Sama sekali bukan kehidupan yang kaya dan terkenal! Dalam karir politiknya di kemudian hari, Daniel dibuang ke lubang yang sempit di antara singa-singa besar yang amat lapar.

Apakah orang-orang saleh bisa menang dalam arena politik? Bila hal ini terjadi di negara Mesir Kuno dan Babil Kuno, maka hal ini dapat terjadi juga di zaman ini di negara manapun. Tetapi bila seorang Kristen ingin melayani Tuhan dalam pemerintahan maka ia pasti akan berhadapan dengan gua singa modern. Allah mengijinkan hal ini terjadi untuk memurnikan dan membentuk sifat-sifat ilahi dan mengajarkan hal-hal yang kelak akan diterapkan dalam gaya kepemimpinan-Nya. Jadi kepemimpinan yang melayani seperti seorang hamba. Sekarang ini Allah sedang mencari pria dan wanita yang mau menyerahkan hak-haknya kepada Tuhan untuk diangkat ke posisi-posisi kepemimpinan nasional. Tetapi Ia hanya mau mengangkat mereka setelah Ia menguji mereka agar mereka tidak berakhir seperti raja Saul yang terseret jatuh karena cintanya akan kekuasaan lebih daripada keinginannya untuk tetap menjadi hamba bagi bangsanya.

Kesenian, Hiburan dan Olahraga

Anda mungkin berkata, “Wah, ini benar-benar ruang lingkup yang merupakan milik setan. Bukankah istilah “hiburan Kristen” merupakan istilah yang paradoks? Apakah seorang Kristen dapat menjadi artis, penyanyi, atau bergerak dalam dunia hiburan, tanpa meninggalkan imannya?

Entah bagaimana gagasan ini berkembang, namun aku juga dulu yakin bahwa segala hal yang lucu dan bersifat kesenangan, yang menarik dengan gerak-gerik dan warnanya adalah hal yang berbau dosa. Contohnya, orang-orang saleh biasanya mengenakan baju warna polos. Orang-orang paling suci memakai pakaian serba hitam (atau serba putih tergantung berasal dari kelompok mana). Contohnya, tidak ada tempat bagi lelucon, yang baik sekalipun, di antara orang-orang rohani.

Contoh lain, sesuatu hal menjadi lebih kudus bila dilakukan dengan penghayatan yang tanpa emosi. Kalau memungkinkan, gunakanlah bahasa kuno abad lalu ketika berbicara dengan Allah. Jadi berdoa juga lebih baik dengan nada monoton tanpa intonasi.

Mungkin anda hanya menerima sebagian gagasan di atas, namun seberapapun besarnya, rupanya begitulah gambaran yang kita berikan kepada dunia tentang gambaran kehidupan yang saleh. Lalu apa gambaran tentang Allah? Karena Allah Mahabenar, maka pastilah Ia tidak pernah tersenyum! Ia pasti berpakaian hitam semua… atau putih semua… Ia pasti bersabda dengan nada datar yang aneh dan tanpa intonasi. Di gereja, waktu kita masih kanak-kanak, bukankah orang tua kita mengajar untuk menghormati Allah dengan terus-menerus mengingatkan kita, “Duduklah dengan tenang! Jangan bergerak-gerak! Kau sedang berada di rumah Allah!”

Jadi hiburan kristiani juga terasa janggal bagi kita. Bila kita melihat Alkitab, apakah kita melihat Allah yang pudar, tanpa semarak dan tanpa gairah kehidupan? Iblis ingin kita berpikir bahwa semua kesenangan dan lelucon adalah bagian dari daerah kekuasaannya. Bacalah kitab Wahyu. Di situ tertulis bahwa ada sebuah pelangi sekeliling tahta Allah. Pencipta kita tidak hanya duduk di tahta-Nya dengan pasif.

Salah satu ayat dalam kitab Zefanya menunjukkan bahwa Allah bernyanyi dan bersukacita atas kita! Ia bersukacita karena tindakan-tindakan mereka yang mengasihi Dia. Allah menciptakan kita dalam gambar dan rupa Dia… dan Ia merasakan emosi serta tahu arti sukacita seperti halnya Ia paham akan kesedihan. Ia adalah sumber gairah kesukaan, Ahli drama & pertunjukan, sumber keagungan dan keindahan.

Setiap daerah yang kita tinggalkan akan diduduki Iblis. Hal yang sama dalam dunia seni panggung atau seni pertunjukan. Drama modern sebenarnya lahir sebagai salah satu bentuk penginjilan. Pada abad pertengahan, gereja menciptakan permainan-permainan bermoral untuk mengajarkan kebenaran Alkitab kepada masyarakat yang buta huruf. Kita harus merebut kembali dunia pertunjukan dan segala bentuk hiburan dan kesenangan bagi Yesus, dan meminta cara-cara kreatif kepada-Nya untuk mengajarkan kepada dunia agar mengenal siapakah Dia.

Perdagangan, Ilmu Pengetahuan dan Teknologi

Uang itu kotor. Mengejar karir. Berpacu dengan waktu. Menjadi kaya. Main sikut. Ungkapan-ungkapan umum dalam bahasa kita juga menunjukkan bahwa pada dasarnya mencari uang adalah bisnis yang kotor. Dapatkah seorang Kristen sukses dalam bisnis? Apakah Roh Kudus menghendaki kita unggul dalam dunia bisnis? Dapatkah seorang kaya masuk ke Kerajaan Allah?

Yesus berkata bahwa memang tidak mudah. Ia tahu betapa sulitnya melayani Allah ketika kita diberkati secara materi. Dalam Lukas 18, ketika orang muda yang kaya itu datang kepada Yesus, Ia melihat sampai ke dalam hatinya. Ia melihat uanglah yang bertahta di hatinya, dan bukan Allah. Ia menyuruhnya mempersembahkan semua hartanya dan membagikannya kepada orang-orang miskin lalu mengikut Dia.

Apakah pola ini berlaku bagi setiap orang? Ya, bila uang adalah nomor satu, maka uang menjadi berhala. Tuhan akan menguji apakah uang berarti bagi anda lebih daripada Dia. Mungkin Ia telah beberapa kali meminta anda menyerahkan segala milik anda. Tetapi mungkin juga Allah menghendaki anda menjadi misionaris dalam dunia bisnis, ya… memberkati anda dalam hal keuangan sehingga anda dapat menjadi berkat bagi banyak orang lain. Sekitar 200 tahun yang lalu, John Wesley menuliskan sebuah nasihat yang masih ‘up-to-date’ di zaman ini dalam sebuah traktatnya yang berjudul “The Use of Money”. Beliau mendorong orang-orang yang mengasihi Yesus demikian, “Dapatkanlah segala yang bisa anda dapatkan… hematlah segala yang bisa anda hemat… berikanlah segala yang bisa anda berikan…” Sukar mendapatkan nasihat yang lebih baik daripada nasihat ini.

Dunia ilmu pengetahuan dan teknologi juga merupakan jalur pelayanan bagi orang-orang Kristen. Dulu daerah atau bidang ini pernah dihindari oleh orang-orang Kristen. Namun ilmu pengetahuan yang sejati sepenuhnya sesuai serta tidak bertentangan dengan kekristenan yang alkitabiah. Lebih dari itu, dunia ilmu pengetahuan dan teknologi membutuhkan kepemimpinan rohani orang-orang Kristen. Tak pernah sebelumnya ada masyarakat yang begitu banyak berkarya dan menghasilkan kecanggihan-kecanggihan teknologi yang mengherankan, tetapi kini keunggulan-keunggulan teknologi juga menjadi tambatan moral / norma yang tak meyakinkan. Kemajuan ini perlu dilandasi suatu dasar moral yang teguh. Kita memerlukan orang-orang Kristen yang masuk ke daerah-daerah ini sebagai ladang misinya.

Ketika John Kennedy menetapkan sasaran untuk mengirimkan manusia ke bulan sebelum akhir dekade 1960-an, tanpa disadari olehnya telah bangkit pula ledakan ilmu dan teknologi yang manfaatnya masih bisa kita petik dalam kehidupan sehari-hari sampai kini. Jika perlombaan dalam teknologi antariksa menghasilkan pelbagai peralatan canggih yang baru seperti kalkulator saku, komputer mikro, komputer laptop dan kecanggihan-kecanggihan mikroelektronika lainnya seperti telepon selular, mengapa perlombaan menjangkau setiap jiwa dengan Injil tidak juga meluas dengan bertambahnya relawan-relawan baru yang saleh yang bergerak dalam dunia ilmu pengetahuan dan teknologi?

Aku ingin memberikan satu contoh saja. Di University of Nations (milik YWAM), pembantu rektor kami adalah Dr.Howard Malmstadt, seorang ilmuwan yang cerdas sekaligus hamba Tuhan yang rendah hati. Di bawah pengarahannya, orang-orang kami di Fakultas Sains dan Teknologi telah membuat penemuan canggih berupa alat analisa bahan kimia yang terpadu yang mampu menganalisa zat-zat kimia mulai dari tanah sampai serum darah. Di negara-negara Dunia Ketiga, aplikasinya meliputi bidang pertanian, industri, obat-obatan dan nutrisi. Sasaran mereka berikutnya adalah mengembangkan alat analisa kimia yang ‘portable’ (dapat dibawa ke mana-mana karena bentuk yang kecil dan ringan) yang dapat bekerja dengan batere, sehingga dapat dibawa dengan mudah dalam proyek-proyek misi ke daerah-daerah terpencil.

Detak jantung orang-orang di universitas ini adalah detak jantung orang-orang yang ingin mewujudkan Amanat Agung Yesus Kristus. Sejalan dengan itu, mereka memperluas bidang ilmu pengetahuan umat manusia.

Pernahkah anda ditanya oeleh seorang pekerja Kristen yang ‘full time’ mengenai apa yang anda lakukan untuk mencari nafkah dan dengan sedikit mengangkat bahu dan dengan kikuk anda menjawab, “Oh, aku bekerja dalam bidang sekuler”. Segera terjadilah jurang pemisah yang lebar. Yang kudus dan yang sekuler. Orang awam dan hamba Tuhan. Pekerjaan Allah, pekerjaanku… dan pekerjaan setan.

Begitulah pemikiran kita. Ada kerajaan kegelapan yang berlangsung terutama malam Jum’at atau malam Sabtu. Lalu kerajaan terang, yakni Kerajaan Allah pada hari Minggu. Selebihnya, dari Senin sampai Jum’at, adalah kerajaan sekuler. Anda tidak berpikir atau berbicara tentang dua kerajaan itu pada hari kerja. Anda hanya mengerjakan tugas dalam pekerjaan dan… anda mendapat uang.

Hal seperti itu bukan gagasan yang berdasarkan Alkitab. Aku percaya bahwa tidak ada dunia sekuler bagi orang Kristen. Setiap individu berada di salah satu kerajaan ini. Yang tidak berada di kerajaan terang pasti berada di kerajaan gelap, demikian pula sebaliknya. Kita harus memahami hal ini, lalu berdoa, “Datanglah kerajaanMu , jadilah kehendakMu dalam pekerjaanku… bisnisku… karirku… perusahaanku… kelasku… sekolahku… stasiun radioku…” atau dalam daerah pengaruh yang lain… di manapun Allah memanggil kita untuk bekeja. Sebagai orang-orang Kristen, pemikiran kita yang tidak seragam telah membingungkan diri kita sekaligus membingungkan dunia yang menatap kita. Hanya ada dua kerajaan dan kerajaan-kerajaan itu sedang berperang. Kita harus mengusahakan kemenangan Kerajaan terang dengan cara menembus dan bekerja di ketujuh daerah pengaruh tsb. untuk membendung dan melawan Iblis yang juga sedang bekerja di daerah yang sama. Sementara setan sedang menyebarkan kebencian, kita harus menunjukkan kasih. Di tempat ketamakan unjuk gigi, kita perlu menunjukkan belas-kasihan dan menolong dengan limpah. Di tempat yang penuh dengan prasangka dan penolakan, kita perlu menunjukkan pengabdian dan pengampunan. Roh Allah memasuki dunia ini melalui umat-Nya, dan Ia bergerak sebagai Roh yang berlawanan dengan kekuatan ilah dunia ini untuk mengalahkannya serta merebut daerahnya untuk Yesus, Raja di atas segala raja, dan Tuhan di atas segala tuhan.

 

Yesus memerintahkan kita pergi dan mendidik semua bangsa menjadi murid-Nya. Pada masa lalu kita telah pergi ke pelbagai negara sebagai misionaris, mengabarkan Injil dan mengajar orang-orang membaca dan menulis. Kita tidak terlibat dalam pendidikan, pemerintahan, politik atau ekonomi. Kita telah membiarkan orang-orang Marxist mengisi tempat itu. Di negara-negara Dunia Ketiga, orang-orang komunis merekrut pemuda-pemuda yang dulu belajar di sekolah-sekolah misi, dan ‘mendidik’ mereka mengendalikan pemerintahan sesuai dengan prinsip komunisme.

Namun Allah berkata kepada kita, “Aku tahu lebih banyak mengenai bagaimana mengelola pemerintahan, lebih daripada siapapun juga. Aku tahu tentang pertanian dan peternakan lebih daripada kau. Aku paham mengenai bisnismu… dunia pendidikanmu… Aku tahu bagaimana mengelola komunikasi yang terbaik, aku tahu bagaimana menggunakan media. Aku ingin mengajarkan prinsip-prinsipKu itu sehingga kau dapat mengajar orang lain untuk meneliti semua yang telah Kuperintahkan serta menuai banyak jiwa bagiKu. Aku telah memanggilmu dan Aku ingin kau berhasil dalam bidangmu itu. Yang Kuperlukan darimu adalah ketaatanmu”.

Bila kita memuridkan atau mendidik bangsa-bangsa dengan sistem ekonomi yang ilahi, bentuk pemerintahan yang berdasarkan firman Allah, pendidikan yang berakar pada Alkitab, keluarga dengan Yesus sebagai Kepala, hiburan / kesenangan yang mencerminkan sifat Allah kita yang semarak dengan sukacita dan keriangan-Nya, media yang menyampaikan kebenaran berdasarkan kasih, gereja yang melayani sebagai pangkalan utusan Injil ke seluruh bidang atau daerah dalam masyarakat…, maka kita akan melihat penggenapan dari Amanat Agung… dan melihat jutaan orang masuk ke dalam Kerajaan Allah. Bila kita melaksanakannya, maka janji Tuhan Yesus bersama dengan kita, “Aku selalu menyertaimu sampai kesudahan zaman” (Matius 28:20).

Tuhan Yesus telah berjanji untuk memberikan bumi ini kepada orang yang lembut hati dan rendah hati, yakni mereka yang menyerahkan hak-haknya kepada-Nya. Ia ingin kita memperjuangkan bangsa-bangsa di seluruh muka bumi ini sebagai warisan-Nya. Ia berjanji bahwa kita akan mendapatkan semua itu bila kita menyerahkan semua hak kita.

Memang tidak mudah. Allah tidak menjanjikan kesenangan atau kemudahan. Ia berkata bahwa pasukan-Nya akan tidur di ranjang yang keras. Yesus berkata, “Srigala mempunyai liang dan burung mempunyai sarang tetapi Anak Manusia tidak mempunyai tempat untuk meletakkan kepala-Nya.” (Matius 8:20).

Yesus tidak berjanji bahwa anda akan kaya raya; Ia berjanji untuk mencukupi kebutuhan anda. Ia akan memberi anda makanan, namun makanannya tidak selalu makanan yang anda suka. Ia menjanjikan tempat berteduh, meskipun mungkin berteduh di antara orang-orang banyak. Mungkin anda juga akan ditawan seperti Dia. Bahkan mungkin anda adalah salah seorang dari lebih dari 300.000 orang yang meninggal dunia tahun ini demi memberitakan Injil. Tetapi Ia juga berjanji bahwa anda akan menjangkau seluruh generasi… ya, segala makhluk! Karena dalam janji-Nya tercakup juga perintah ini, “Pergilah ke seluruh dunia, beritakanlah Injil kepada segala makhluk.”

Ia menyuruh kita menduduki tugas kita mengambil bagian dan bekerja sampai Ia datang. Mengambil bagian apa? Mengambil bagian dalam arti memimpin. Maksudnya bukan berkumpul bersama-sama di puncak gunung mengenakan jubah putih dan menanti akhir zaman di sana. Ketika pasukan pendudukan bergerak di suatu negara, mereka segera mengambil alih kekuasaan dalam bidang ekonomi, militer, media dan pendidikan. Yesus menyuruh kita mengambil kekuasaan dari tangan Iblis, dan merebutnya bagi Yesus.

Bagaimana mengerjakan atau menjalankan perintah ini? Bukan dengan kekuatan senjata. Kita disuruh melakukannya dengan menjadi hamba-Nya. Cara ini berlawanan dengan cara dunia. Kita mengambil alih kepemimpinan melalui melayani – sebagai hamba, sebagai orang yang lembut hati, sebagai orang yang rendah hati. Orang yang lembut hati akan mewarisi bumi.

Apakah kedengarannya tidak mungkin? Jika Anda berusaha menyelamatkan nyawa, maka anda akan kehilangan nyawa. Namun bila anda kehilangan nyawa demi Tuhan dan Injil maka anda akan menyelamatkannya. Yesus telah melakukannya. Yesus merendahkan diri sampai ke titik yang paling hina, bahkan sampai turun ke alam maut. Kini Allah meninggikan Yesus dan berjanji bahwa setiap lutut akan bertelut di hadapan-Nya. Yesus yang sama ini sedang berkata kepada kita agar mengikut Dia. Pikullah salib-Nya. Jadilah seorang hamba. Lepaskanlah semua hak anda dan anda akan mendapatkan Kerajaan Allah. Anda akan memerintah bersama Yesus.

Anda akan menjangkau seluruh dunia bagi Yesus. ***

Sumber: Cunningham, Loren. 1989. “The Call to Serve” (LD#107) dalam “Winning God’s Way”. Lyndale, Texas: Last Days Ministries

Baca juga : Bagian pertama artikel ini: “Panggilan untuk Menang” (LD#106).

Sumber:  http://www.bagimunegeri.com/panggilan2.html

 

Baca juga:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *