MUSIK DAN TARIAN DALAM PUJIAN PENYEMBAHAN

Sumber: http://pemudasektor2gpi.blogspot.com/

BAB I. PELAYANAN WORSHIP LEADER & SINGER

A. Sejarah Pujian & Penyembahan

1. Di Sorga ( Yeh.28:13- Versi Lembaga Alkitab Indonesia,thn.1965)

Ayat ini berbunyi : “Engkau pun di dalam Eden taman Allah itu, tudungmu dari berbagai permata yang indah-indah, seperti akik, zabarjab dan intan, firuzah, unam dan jabis, zamrud, nilam, dan jakut emas, engkau selalu disertai bunyi REBANA dan bangsi : pada hari engkau naik raja maka segala perkara itu ditentukan bagimu.” (Yeh.28:13, LAI, 1965)

Versi Alkitab King James Version (KJV):

“Thou hast been in Eden the Garden of God; every precious stone was thy covering, the sardius, topaz, and the diamond, the beryl, the onyx, and the jasper, the sapphire, the emerald, and the carbuncle, and gold: the workmanship of thy tabrets and of thy pipes was prepared in thee in the day that thou wast created.” (Ezekiel 28:13)

Ayat ini berbicara ttg peranan Lusifer sebagai pemimpin pujian dan penyembahan serta ahli/pakar musik di sorga. Lusifer adalah malaikat kerub yg diurapi dan menjadi spesial ketika ia diciptakan sempurna oleh Tuhan Allah (Yeh.28:11-15), namun Lusifer jadi sombong, berbuat dosa dan diusir oleh Tuhan Allah dari sorga (Yeh.28:14-17, Yes.14:12-16).

2. Di Alkitab Perjanjian Lama

(Kej.15:1-21, Yos.6:1-27, 1 Sam.10:5-7, 1 Sam.16:14-23, 1 Taw.13:8, 2 Sam.6:5, 2 Taw.20:18-22, 2 Taw.29:27-30, 2 Taw.35:1-19, Ezr.3:10-13, Neh.12:22-47).

Di Alkitab Perjanjian Baru

(Mat.26:30, Mrk.14:26, Kis.2:46-47, Kis.16:25-26, 1 Kor.14:15, 1 Kor.14:26, Ef.5:19, Kol.3:16, Yak.5:13)

3. Menurut Sejarah Perkembangan Gereja di dunia, yaitu:

1).Periode Gereja Mula-mula (Thn.0 – Thn.70)

2).Periode Patristik (Thn.95 – Thn.600)
– Hymne (Melodi statis, tenang dan monoton)
– Gereja Roma Katolik

3).Periode Medieval (Thn.600 – Thn.1500)
– Jaman kegelapan gereja
– Musik gereja hampir lenyap selama kurang lebih 1000 tahun
– Musik Sekuler & Instrument Musik mulai berkembang dan diciptakan
– Musik organ mulai diterima di abad ke-14

4).Periode Reformasi (Thn.1500 – Thn.1600)
– Munculnya Gerakan Protestan oleh Martin Luther (Thn.1453 – 1546)
– John Calvin (1509-1564)
– Hymne

5).Periode Post Reformasi (Thn.1600 – Thn.1800)
– Hymne
– Muncul John Wesley & Charles Wesley (Thn.1737 – 1784)
– Alat-alat musik mulai dipergunakan dalam gereja

6).Periode Modern (Thn.1800 – Thn.1975)
– Musik sebagai gerakan kesembuhan ilahi
– Lahirnya aliran gereja Pentakosta di dunia
– Jenis Musik & Instrument Musik beraneka ragam di gereja

7).Periode Post Modern (Thn.1975 – Sekarang)
– Musik telah masuk dalam Kantor, Kampus, Gedung Serbaguna dimana ada aktivitas gereja/persekutuan (Musik menembus “Market Place”)
– Gaya penyembahan & pujian gereja sangat bervariasi

B. Mengapa Harus ada Pujian & Penyembahan?

1. Dari Sudut Pandang Allah:

a. Itu adalah perintahNya (1 Taw.16:29, Mzm.150, Flp.2:9-10)
b. Allah layak menerima Pujian kita (Mzm.48:2, Mzm.63:3-4, Why.4:11)
c. Allah sendiri menetapkan puji-pujian sebagai cara untuk masuk hadiratNya (Yes.60:12, Yes.62:10, Mzm.22:4, Mzm.100:4, Mzm.118:19-21)
d. Allah menyukainya (Mzm.149:4)
e. Allah mengharuskannya (Mzm.81:4)
f. Manusia diciptakan untuk memuji dan menyembah Tuhan (Yes.43:7, Yes.43:21, Yer.13:11, 1 Ptr.2:9)

2. Dari Sudut Pandang Manusia:

a. Pujian & Penyembahan adalah bentuk pernyataan iman kita kepada Allah (Hab.3:17-18, Ayb.1:20)
b. Pujian & Penyembahan adalah ungkapan syukur kita (Mzm.100:4)
c. Pujian & Penyembahan mendatangkan kuasa dan hadirat Allah (Yos.6, 2 Taw.5:13-15, 2 Taw.20, Mzm.22:4, Kis.16:25-26)
d. Pujian & Penyembahan adalah ungkapan rasa homat dan takut akan Dia (Why.1:17)

3. Dampaknya bagi Gereja dan Pribadi:

1. Atmosphere
2. Life
3. Growth
4. Strength / Power
5. Victory
6. Holiness
7. Unity

C. Bentuk/Cara/Praktek dalam Pujian & Penyembahan, yaitu:

1. Berdiri (1 Raj.8:22, 2 Taw.7:6)

2. Berlutut/bersujud (Mzm.95:6, Yes.45:23, 2 Taw.20:18, Kis.20:36, Kis.21:5, Rm.14:11, Flp.2:10)

3. Menari-nari (Kel.15:20, 2 Sam.6:5, 1 Taw.15:25-29, Mzm.30:12-13, Mzm.149:3, Mzm.150:4, Yer.31:4, Yer.31:12-13)

4. Tertawa (Mzm.126:2)

5. Bersorak-sorak (1 Sam.4:5, Ezr. 3:11, Mzm.5:12, Mzm.35:27, Zef.3:14, Za.9:9)

6. Bersuara dengan keras/nyaring (2 Taw.2:19, Ezr.3:12-13, Neh.9:4, Mzm.33:3, Mzm.81:2, Mzm.98:5, Mzm.150:5, Luk.17:15, Luk.19:37, Why.5:11-12, Why.6:10, Why.7:9-10)

7. Suasana Khidmat pada waktu arak-arakan (Yeh.46:9, Yl.1:14, Mzm.92:4)

8. Panji-panji (Kel.17:15, Mzm.20:6, Mzm.60:6, Kid.2:4, Kid.6:4, Kid.6:10, Yes.13:2, Za.9:16)

9. Menyanyi (Mzm.100, Mzm.47:1, Mzm.66:8)

10. Nyanyian Baru (Mzm.33:3, Mzm.40:4, Mzm.96:1, Mzm.98:1, Mzm.144:9, Yes.42:10, Why.5:9, Why.14:3)

11. Menyanyi Secara Berbalasan/Sahut-Menyahut/Sambung-Menyambung (1 Sam.18:7, 1 Sam.21:11, 1 Sam.29:5, Yes.6:3-4, Kel.15:20-21, Kel.15:21, Yes.38:20)

12. Dengan Alat Musik (Kel.15:20, Mzm.71:22, Mzm.149:9, Mzm.150:3-5, Why.5:8)

13. Mengangkat Tangan, sebagai tanda:

a. Permohonan (Mzm.28:2, Mzm.88:10, Rat.2:19, Yes.1:15)
b. Pertobatan (Rat.3:40-41, Ezr.9:5-6, Ayb.11:13)
c. Memuji & Meninggikan Tuhan (Mzm.63:5, Neh.8:7, Mzm.134:2)
d. Mencari atau Haus akan Allah (Mzm.143:6)
e. Kebiasaan dalam berdoa (1 Tim.2:8, 1 Raj.8:22, 1 Raj.8:28, 2 Taw.6:12, Mzm.141:2)
f. Peperangan (Kel.17:11)
g. Meminta tanda kuasa ilahi (Kel.9:15, Kel.7:19, Kel.9:22, Bil.20:11)
h. Meditasi / perenungan (Mzm.119:48)
i. Untuk memberkati orang lain (Im.9:22, Luk.24:50)
j. Untuk pernyataan yang sungguh-sungguh (Kej.14:22, Ul.32:40, Yes.62:8, Dan.12:7)
k. Sebagai tanda pernyataan dari hati (Neh.8:7, Ayb.11:13, Rat.3:41)

14. Bertepuk Tangan (Mzm.47:1-2), yaitu sebagai tanda:

a. Bersukacita (Yes.55:12, Mzm.98:8)
b. Penobatan seorang Raja (2 Raj.11:12)
c. Menyatakan kemenangan (Yeh.25:6)

15. Penyembahan dalam roh dan kebenaran, seperti: Mazmur Roh & Karunia Penglihatan (1 Kor.14:26)

D. Secara Etimologi :

1. Kata “Praise” atau kata “Pujian”, dalam Alkitab Perjanjian Lama (Bahasa Ibrani), disebut:

a. Barak (Kej.24:27, Kel.18:10, Hak.5:2, Rut.4:14, 1 Sam.25:32, 2 Sam.18:28, 1 Raj.1:48, 1 Taw.29:10, 2 Taw.9:8, Ezr.7:27, Mzm.26:12)
b. Yada (Mzm.138:2, Mzm.140:14)
c. Nawa (Kej.15:2)
d. Hillulim (Im.19:24)
e. Tehilla (Ul.10:21, 2 Taw.20;22, Neh.9:5, Mzm.33:1, Yes.42:10, Yer.42:10, Zef.3:19-20)
f. Toda (Yos.7:19, Mzm.26:7)
g. Hab (Ul.32:3)
h. Halal (1 Taw.16:25, 2 Taw.5:13, Ezr.3:11, Mzm.35:18, Ams.27:2, Yer.20:13)
i. Zamar (1 Taw.16:9, Mzm.7:18, Mzm.9:2, Mzm.59:18, Mzm.104:33)
j. Maskil (Mzm.47:7)
k. Romam (Mzm.66:17, Mzm.149:6)
l. Mahalal (Ams.27:21)
m. Sabah (Kid.1:4)
n. Nib (Yes.57:19)

Sedangkan dalam Alkitab Perjanjian Lama (Bahasa Ibrani Kuno/Aramik), kata “Praise” atau “Pujian”, disebut dengan Berak (Dan.2:20, Dan.3:28) dan Sebah (Dan.2:23, Dan.4:37).

Sedangkan dalam Alkitab Perjanjian Baru (Bahasa Yunani), kata “Praise” atau “Pujian”, disebut:

Doxazo (Mat.5:16, Mrk.2:2, Luk.4:15, Kis.11:18, Gal.1:24, 1 Ptr.4:11)
Exomolegeo (Rm.15:9)
Doxa (Luk.17:18, Yoh.5:41, Yoh.12:43, 1 Tes.2:6)
Epaineo (1 Kor.11:2, 1 Kor.11:22)
Epainos (Ef.1:6, Ef.1:12, Ef.1:14, Flp.1:11)
Eulogeo (Luk.2:28, Yak.3:9)
Eulogetos (Ef.1:3, Rm.1:25, 2 Kor.11:31)
Eulogia (Why.5:12, Why.5:13, Why.7:12)
Aineo (Kis. 2:47, Rm.15:11, Why.19:5)
Ainesis (Ibr.13:15)
Hymneo (Ibr.2:12)
Megalyno (Kis.10:46)
Arete (1 Ptr.2:9)

Kata “Worship” atau kata “Sembah” (Penyembahan), dalam Alkitab Perjanjian Lama (Bahasa Ibrani), disebut:

a. Hawa (Kej.22:5, Kel.24:1, 1 Sam.15:25, 1 Raj.16:31, 1 Taw.16:29, Mzm.86:9)
b. Abad (Kel.3:12, Kel.4:23, Kel.7:16, Ul.8:19, Yos.24:2, 2 Sam.15:8, 2 Raj.17:12, Mzm.100:2)
c. Yare (2 Raj.17:38, Yes.29:13)

Sedangkan dalam Alkitab Perjanjian Lama (Bahasa Ibrani Kuno/Aramik), kata “Worship” atau “Sembah” (“Penyembahan), disebut Segid (Dan.3:5, Dan.3:6, Dan.3:10-11) dan Pelah (Dan.7:14, Dan.7:27).

Sedangkan dalam Alkitab Perjanjian Baru (Bahasa Yunani), kata “Worship” atau “Sembah” (Penyembahan) disebut:

Proskyneo (Mat.2:2, Mat.4:9-10, Luk.4:7-8, Yoh.4:22, Yoh.4:23-24, 1Kor.14:25, Why.13:8, Why.13:12, Why.14:7, Why.15:4)
Latreuo (Kis.7:7, Kis.7:42, Flp.3:3)
Sebo (Kis.18:13, Kis.19:27)
Sebazomai (Rm.1:25)
Sebazma (2 Tes.2:4)
Latreia (Rm.12:1)
Theosebeia (1 Tit.2:10)
Threskeia (Kol.2:18)

E. Tantangan & Halangan yg dihadapi oleh Worship Leader dan Singer:

1. Model / Bentuk Penyembahan bagi Multigenerasi

Solusi:

– Ini bukan masalah “Selera Pribadi”
– Ini bukan masalah suka atau tidak suka
– Ini bukan masalah bentuk/model penyembahan yang kuno (gaya lama)
– Ini berbicara tentang Penyembahan yang Alkitabiah
– Ini berbicara tentang Kebenaran Alkitabiah
– Ini berbicara tentang Penundukan diri (Submission)
– Ini berbicara tentang Kepekaan (Sensitivity)

2. Kebutuhan akan Pengakuan (Ego)

Pengakuan (Ego) berbicara tentang:
– Zona nyaman
– Selera Pribadi yang dipaksakan
– Show-off (pamer)
– Tidak memiliki kerendahan hati (sombong)
– Tidak tunduk pada pemimpin rohani dalam pelayanannya

3. Ketidakpahaman tentang Pujian & Penyembahan yang Alkitabiah
Solusi:

– Belajar Alkitab
– Rajin mengikuti seminar/workshop/pelatihan
– Rajin membaca referensi buku tentang pujian dan penyembahan
– Rela diajar oleh pemimpin yang lebih rohani dan berpengalaman

4. Mentalitas “Entertainer/Performer”

Solusi:
– Objek Pujian & Penyembahan adalah Allah, bukan kita dan penonton
– Selera kita harus selera Allah, bukan jemaat gereja
– Kemampuan/Talenta kita adalah bagi Allah

5. Terlalu bergantung pada kemewahan/kehebatan Teknologi, daripada Allah
Teknologi berbicara tentang:

– Sound System yang canggih
– Full band yang hebat
– Tata ruang “Acoustic” yang mendukung
– Tata panggung
– dll

6. Lebih suka “Memimpin” daripada “Memuji & Menyembah”

Memimpin Penyembahan : to lead Worship (Worship Leader)
Menyembah : to Worship
Tanda-tanda Bahaya : Kesombongan, Selera Pribadi, Lepas Kontrol (Over-Acting)
Memimpin Nyanyian : to lead Song (Song Leader)
Menyanyi : to sing (Song Leader dan Singer)
Tanda-tanda bahaya : Kesombongan, Selera Pribadi, Lepas Kontrol (Over-Acting)

7. Tidak Mempersiapkan diri sebagai yang Terbaik, yaitu dalam hal:

– Pelatihan/Latihan:
a. Seminar/Workshop/Diklat
b. Rajin membaca buku tentang Pujian dan Penyembahan
c. Memanfaatkan teknologi (Video, Internet, LCD, DVD, Kaset, dll)

– Sikap mau diajar:
a. Oleh pemimpin rohani
b. Oleh orang yang berpengalaman di bidang musik, pujian dan penyembahan

– Persiapan Rohani:
a. Bertobat
b. Lahir baru
c. Karakternya tidak menjadi “batu sandungan” bagi orang lain
d. Mendalami Firman Allah
e. Memiliki penundukan diri (Submission)
f. Berkomitmen untuk melayani dalam gereja lokal
g. Kegemarannya adalah berdoa dan menyanyi bagi Tuhan

– Persiapan Teknis:
a. Memiliki talenta/kemampuan di bidang Worship Leader dan Singer
b. Mengerti dasar-dasar teknik musik
c. Memiliki kemampuan “pendengaran” yang baik
d. Berpenampilan baik dan sopan
e. Dapat bekerjasama dengan orang lain
f. Rajin, disiplin dan rindu melayani Tuhan
g. Menguasai banyak perbendaharaan lagu
h. Siap mental dan fisik
i. Mau belajar dan diajar
j. Dapat menerima orang lain dan diterima semua orang

BAB II. PELAYANAN DI BIDANG MUSIK

A. Mengapa Kita Perlu Mempelajari Musik?
Ada 10 Alasan, yaitu:

Setan juga menggunakan Musik sebagai senjatanya (2 Kor.2:11, 1 Tim.4:1, 1 Ptr.5:8, 2 Kor.11:13-15, Yeh.28:13 versi KJV dan LAI,1965).
Musik kita bisa saja tercemar (1 Kor.10:23, 1 Kor.6:12, 2 Kor.7:1).

Logika berpikir (Sylogisme) membuktikan:

Premis Mayor : Semua Emosi (Perasaan) ada dalam Musik
Premis Minor : Sebagian Emosi (Perasaan) itu tercemar dosa
Kesimpulan : Sebagian Musik itu tercemar dosa

3. Musik dalam ibadah bisa juga mencuri Kuasa Allah (2 Tim.3:5, 1 Kor.1:18, 2 Kor.13:4).

4. Musik kita bisa juga mencuri kemuliaan Allah (1 Kor.10:31, Kol.3:17).

5. Musik kita bisa juga mencuri hubungan yang indah dengan Allah (Yak.4:4, Yoh.5:15, 1 Yoh.2:15-17, Rm.12:1-2, 1 Ptr.1:14-16, Mat.6:24, Why.3:20).

6. Musik kita bisa juga mencuri waktu kita bagi Allah (1 Kor.6:12,Yos.1:8, Mzm.1:2, Mzm.63:5-6, Mzm.19:14, Mzm.77:12, Mzm.119:27, Mzm.119:148).

7. Pengajaran / Pemahaman Musik kita juga bisa mencuri nilai Kebenaran yang Alkitabiah (Gal.1:6-8, Yer.7:28, Yer.8:9b, Yer.9:5-6).

8. Kita diperintahkan untuk menguji semua hal (1 Tes.5:21, 2 Kor.6:14-17).

9. Musik merupakan bukti yang menunjukkan tingkat kerohanian seseorang (1 Sam.16:23, 2 Taw.20:20-23, Kis.16:25-26, Ef.5:17-19).

10.Musik kita bisa juga sebagai sarana untuk penginjilan (Kol.3:16-17).

B. Apakah Musik itu?

Kata “Musik” ini berasal dari bahasa Yunani, yaitu: “Muse” atau “Mousai” atau “Mousike”. Menurut Mitologi Yunani, “Muse/Mousai” adalah “dewi/roh sesembahan atau roh yang mengilhami penciptaan sastra, puisi dan musik”. Kata “Muse/Mousai” ini berevolusi dan berubah menjadi “Mousike”, yaitu pada jaman Plato & Pythagoras. Jadi penggunaan kata “Musik” (Mousike) ini pertama kali diperkenalkan pada jaman Yunani.

Musik itu terdiri dari:

1. MELODY:
Perpaduan antara ungkapan/thema dengan suatu tingkat nada musik secara seimbang dan diulang-ulang. Dalam bahasa Yunani, kata Melodi ini disebut “Meloidia”, yang artinya: Nyanyian, beberapa suku kata dengan dipadu oleh suatu nada, irama yang diulang-ulang, nada, dan suara.

2. HARMONY:
Keselarasan, keserasian nada-nada musik yang dipadu dalam pola-pola akord (kunci) yang mendukung melodi secara teratur dan patuh.

3. RHYTHM:
Pergerakan, tempo (ketukan), tekanan/hentakan dan aliran gelombang musik secara teratur dan diulang-ulang yang bersifat konstan.

4. PITCH:
Penerimaan frekuensi suara/bunyi yang berhubungan dengan tingkat volume, kekerasan atau kelembutan suatu bunyi/suara.

Keempat syarat ini harus semuanya dimiliki dalam musik secara seimbang, baik dan terpadu. Hilangnya salah satu syarat dari keempat syarat ini akan menyebabkan kekacauan, ketidakseimbangan dan penyimpangan (penyesatan) musik itu sendiri. Keempat unsur musik ini (melodi, harmoni, rhythm dan pitch) jika digabung disebut “Aransemen”.

C. Sejarah Musik Secara Alkitabiah

1. Di Sorga ( Yeh.28:13- Versi Lembaga Alkitab Indonesia,thn.1965)

Ayat ini berbunyi : “Engkau pun di dalam Eden taman Allah itu, tudungmu dari berbagai permata yang indah-indah, seperti akik, zabarjab dan intan, firuzah, unam dan jabis, zamrud, nilam, dan jakut emas, engkau selalu disertai bunyi REBANA dan bangsi : pada hari engkau naik raja maka segala perkara itu ditentukan bagimu.” (Yeh.28:13, LAI, 1965)

Versi Alkitab King James Version (KJV):

“Thou hast been in Eden the Garden of God; every precious stone was thy covering, the sardius, topaz, and the diamond, the beryl, the onyx, and the jasper, the sapphire, the emerald, and the carbuncle, and gold: the workmanship of thy tabrets and of thy pipes was prepared in thee in the day that thou wast created.” (Ezekiel 28:13)

Ayat ini berbicara ttg peranan Lusifer sebagai pemimpin pujian dan penyembahan serta ahli/pakar musik di sorga. Lusifer adalah malaikat kerub yg diurapi dan menjadi spesial ketika ia diciptakan sempurna oleh Tuhan Allah (Yeh.28:11-15), namun Lusifer jadi sombong, berbuat dosa dan diusir oleh Tuhan Allah dari sorga (Yeh.28:14-17, Yes.14:12-16). Jadi adalah hal yang wajar jika sejak kejatuhannya, maka Lusifer sanggup mengubah dan mencemarkan musik dan penyembahan di dunia ini hanya untuk kesenangan dan kemuliaan dirinya sendiri.

2. Dalam Alkitab Perjanjian Lama

(Kej.15:1-21, Yos.6:1-27, 1 Sam.10:5-7, 1 Sam.16:14-23, 1 Taw.13:8, 2 Sam.6:5, 2 Taw.20:18-22, 2 Taw.29:27-30, 2 Taw.35:1-19, Ezr.3:10-13, Neh.12:22-47).

Bapak Pelopor Musik di dunia adalah Yubal (Kej.4:21).

3. Dalam Alkitab Perjanjian Baru

(Kis.16:25-26, 1 Kor.13:1, 1 Kor.14:7-8, Why.5:8-9, Why.8:1, Why.8:6, Why.8:7, Why.8:8, Why.8:10, Why.8:11, Why.8:12, Why.9:1, Why.9:13, Why.11:15, Why.15:2-3).

D. Standar Pengujian Musik yang Dipersembahkan bagi Allah

Secara garis besar, Musik yg dipersembahkan bagi Allah (Musik Kristen) harus memenuhi 3 Syarat Utama,yaitu:

a. Pesannya Rohani (1 Kor.10:31, Kol.3:17, Rm.14:8, 2 Kor.6:14-15, 2 Kor.6:17, 2 Kor.7:1)

b. Sumbernya Rohani (Rm.12:2, Kol.3:16, 1 Kor.10:23, 1 Kor.2:14-16, Rm.14:8, Yak.4:4, 1 Yoh.2:15-17)

c. Bentuk/Gaya Penyampaiannya juga Rohani (Rm.12:2, 1 Kor.10:23, 2 Kor.7:1, Rm.16:19, Rm.14:8)

– Tidak boleh berpenampilan dengan memakai tato (Im.19:28)
– Tidak boleh memakai anting-anting di telinga, khusus bagi lelaki (Im.19:28)
– Tidak boleh berambut gondrong/panjang, khusus bagi lelaki (1 Kor.11:14)
– Tidak boleh bercelana jeans yang sengaja disobek-sobek (Rm.12:2)
– dll

Pengujian Kualitas Musik Kristen:

Bila dihubungkan dengan Pelajaran TABERNAKEL rohani (1 Kor.3:16, 1 Kor.6:19, 2 Kor.6:16), maka Kualitas Musik Kristen itu dibagi menjadi 3 Tipe/Golongan, dari yang terendah sampai tertinggi, yaitu:

a. Halaman
b. Ruang Kudus
c. Ruang Maha Kudus

Kualitas Musik Kristen:

a. Tipe/Golongan Iman “Halaman”, ciri-cirinya:
– Syair/lagu/nyanyian → Subjek menguat, tetapi Objek melemah (Yoh.3:30)

SUBJEK : Pribadi seseorang (Karakter/Iman-nya)
OBJEK : Siapa yang disembah, bisa Tuhan dan bisa Manusia atau tidak jelas/samar

– Contoh lagu: – Mengejar HadirMu (Giving My Best/ GMB)
– Bertahta Di Hatiku (Steve Tabalujan & Sidney Mohede-True Worshiper/ TW)
– Engkau Di Dalamku (GMB)
– Ajarku Berdiam (GMB)
– Cinta Sejati (Frangky Sihombing)
– Tak pernah Tertidur (Frangky Sihombing)
– To You (Darlene Zschech-Hillsong)
– dll

– Ciri-ciri Syair/Lagu/Nyanyian: Lebih menonjolkan kata “Mu”, “Nya”, “Dia”, “Kau”, “Ia”, tetapi kata “Tuhan”, “Allah”, “Yesus”, “Roh Kudus” tidak ada, hilang bahkan tidak ditonjolkan. (Lihat Peringatan Tuhan Yesus dlm Mat.10:32-33, Mrk.8:38, Luk.9:26).

– Contoh Lagu: Lagu Anak Sekolah Minggu, yaitu:
– Kingkong Badannya Besar
– Aduh Senangnya Naik Kereta

– Tidak Alkitabiah atau kualitas syairnya rendah

– Sesuai dengan Tingkat Iman (Tingkat Kerohanian) Seseorang ketika menciptakan Lagu/Syair/Musik tersebut

– Berada di Level “Jelek / Kurang Baik”

b. Tipe/Golongan Iman “Ruang Kudus”, ciri-cirinya:

– Subjek Menguat, Objek juga Menguat

– Ciri-ciri Syair/Lagu/Nyanyian: kata “Tuhan”, “Bapa”, “Allah”, “Roh Kudus”, “Yesus” terlihat begitu menonjol (dominan),
contoh lagu:
– Besar AnugrahMu (Welyar Kauntu-Symphony Music)
– Kumau SepertiMu Yesus (Johan Handojo-Symphony Music)
– Bapa Kurindu MenyenangkanMu (Robert & Lea-Symphony Music)
– Hanya Dekat KasihMu Bapa (Jonathan Prawira)
– Trima Kasih Tuhan (Johan Handojo-Symphony Music)
– Shout to The Lord (Darlene Zschech-Hillsong)
– dll

– Alkitabiah, ciri-ciri syair/lagu/nyanyian yg Alkitabiah mengandung unsur:

1. Pengucapan Syukur (Mzm.100:4)
2. Pujian Pengagungan (Mzm.22:4, Mzm.99:5, Luk.24:24-53)
3. Pemujaan (Why.5:8-14, Hab.2:20)
4. Pemberitaan Injil (Mzm.40:4, Kis.16:15-34, Yes.48:20)
5. Sukacita (Mzm.150, Yes.51:11, Mzm.16:11, 1 Ptr.1:8)
6. Peperangan (2 Taw.20, Mzm.138:1, Mzm.149:6-8)
7. Mencari Allah (Mzm.27:4)
8. Pertobatan (Yl.2:12-13, Yes.6:1-5, Rm.12:1-2, Ayb.42:5-6)
9. Penyembuhan/Pemulihan (1 Sam.16:23, Mat.8:2-3)
10.Pengajaran (Kol.3:15-16)
11.Yg diurapiNya (Kis.16:25-26, 1 Sam.16:23)
12.Kemenangan (Kel.15, Mzm.149, Why.15:3-4)
13.Nyanyian Baru (Mzm.33:3, Mzm.40:4, Mzm.96:1, Mzm.98:1, Mzm.144:9, Why.15:9)
14.Nyanyian bagi Anak Domba (Why.4:8, Why.4:11, Why.5:9, Why.5:12-13, Why.7:10-11, Why.11:15, Why.11:17-18)
15.Nyanyian Roh (1 Kor.14:26, Yoh.4:23-24)

– Sesuai dengan Tingkat Iman (tingkat kerohanian) seseorang ketika menciptakan syair/lagu/nyanyian tersebut

– Berada di Level “Baik dan Sangat Baik”

c. Tipe/Golongan Iman “Ruang Maha Kudus”, ciri-cirinya:
– 100 % sempurna & Alkitabiah
– Diberikan oleh Roh Kudus melalui “Pewahyuan”

Contoh:
– Mazmur Roh (1 Kor.14:26, 1 Kor.14:15)
Adalah salah satu Karunia Roh Kudus, dari karunia-karunia Roh Kudus yang ada (baca 1 Kor.12:8-11 dan 1 Kor.14:26). Karunia untuk bermazmur dalam Roh ini muncul ketika seseorang beroleh “Karunia Berbahasa Roh” yang diberikan oleh Roh Kudus, ketika seseorang dipenuhi oleh Roh, kemudian ia menyanyikan suatu syair/lagu/nyanyian seperti yang diinginkan oleh Roh Kudus itu. Mazmur Roh ini tidak bisa dipelajari, karena merupakan ”pemberian” dari Roh Kudus bagi seseorang utk memuja dan menyembah Tuhan.
– Berada di Level “Sempurna”

E. Kehidupan Pemain Musik

1. Menurut Standar Allah dan FirmanNya, adalah:

a. Para Pemain Musik dipilih dan ditetapkan (1 Taw.15:16-19, 1 Taw.16:41, 1 Taw.25:1, 2 Taw.20:21, 2 Taw.29:25, Neh.7:11).
b. Para Pemain Musik juga mengenakan baju efod dari kain lenan putih (1 Taw.15:27, 2 Taw.5:1, 2 Taw.29:15, Neh.12:30).
c. Para Pemain Musik dituntut untuk setia pada sumpah kesetiaan (Neh.10:28-39, 1 Taw.6:32, 1 Taw.16:37, 2 Taw.7:6, 2 Taw.8:14, 2 Taw.30:6, Neh.12:45).
d. Para Pemain Musik harus diajar / dapat diajar (1 Taw.15:22, 1 Taw.25:6-8, Mzm.33:3, Ef.4:11-16, 1 Yoh.2:27)
e. Para Pemain Musik selalu dalam kesatuan (2 Taw.5:13, Mzm.133:3, 1 Tes.3:12)
f. Para Pemain Musik memiliki tempat tinggal dan kota mereka sendiri (Bil.18:20, Ul.10:9, 1 Taw.9:26-27, 1 Taw.9:34, Ezr.2:70, Neh.12:29, Yeh.40:44-45, Bil.35:1-8)
g. Mereka menerima anggur dan minyak baru (Neh.13:5)
h. Mereka didukung oleh suku-suku lainnya (1 Taw.9:33, Ezr.7:24, Neh.11:23, Im.27:30-33)
i. Mereka tidak membayar wajib pajak, bea atau upeti (Ezr.7:24)
j. Merupakan harta yang berharga di dalam istana raja (Mzm.137:3-4, Pkh.2:8-9, Luk.15:25)

2. Kualifikasi & Garis Penuntun Bagi Tim Musik:

a. Anggota gereja yang Tertanam
– Berkomitmen
– Setia

b. Dewasa secara Umur dan Rohani
– Pelayanan ini bukan ajang coba-coba
– Masalah kematangan berpikir dan kematangan rohani adalah penting
– Jangan mendatangkan “batu sandungan” bagi orang lain

c. Ahli di bidang musik
– Ahli dalam memainkan instrument musik tertentu

d. Memiliki Komitmen Waktu
– Latihan/Persiapan
– Belajar sesuatu yang baru (inovatif, kreatif dan imajinatif)
– Rajin, disiplin
– Gemar/Suka mengikuti Seminar/Workshop/Pelatihan di bidang Musik
– Melayani adalah kebanggaan, bukan beban

e. Kemampuan Mengalir bersama Tim
– Kesatuan hati
– Penyangkalan diri (ego)
– Kerendahan hati
– Sikap yang Konstruktif, bukan Destruktif

f. Mendapat Dukungan dari Keluarga
– Persetujuan
– Satu visi/misi dalam pelayanan

g. Sikap Mau Belajar dan Diajar
– Mau meningkatkan diri / mengembangkan talenta (bakat)
– Ada sikap Penundukan Diri (Submission)
– Tunduk pada pimpinan/otoritas yang lebih rohani dan berpengalaman
– Tidak Sombong, merasa diri hebat dan tahu segala hal

BAB III. PELAYANAN DI BIDANG TARIAN

A. Sejarah Tari-tarian

1. Dalam Alkitab Perjanjian Lama

(Kel.15:20, 2 Sam.6:5, 1 Taw.15:25-29, Mzm.30;12-13, Mzm.149:3, Mzm.150:4, Yer.31:4, Yer.31:12-13, Hak.11:34, Hak.21:21, 1 Sam.18:6, 1 Sam.21:11,1 Sam.29:5, Kid.6:13)

2. Dalam Alkitab Perjanjian Baru (Mat.11:17, Luk.7:32, Luk.15:25)

3. Sejarah kebangkitan Tarian, mulai masuk dalam Pelayanan Gereja yaitu pada tahun 1965 oleh sepasang suami isteri William Both & Catherine yang mendirikan sebuah lembaga “Salvation Army” (Bala Keselamatan), yaitu salah satu lembaga denominasi di kalangan Gereja Protestan yang terkenal dengan pelayanan sosialnya. Pada masa ini pelayanan tarian menjadi bagian dari ibadah mereka. Pelayanan ini memperkenalkan istilah “Tarian Tamborin”

4. Pada masa sekarang, istilah pemakaian kata “Tarian Tamborin” ini telah berevolusi dan berkembang dengan istilah “Praise Dance” atau “Worship Dance”, yang mulai masuk ke dalam dunia pelayanan (Ministry) maupun gereja.

B. Secara Etimologi:

1. Kata “Tarian” atau “Menari” , dalam Alkitab Perjanjian Lama (bahasa Ibrani), disebut:
a. Meholla (Kel.15:20, Kel.32:19, Hak.11:34, Hak.21:21, Kid.6:13)
b. Raqad (Ayb.21:11, Pkh.3:4, 1 Taw.15:29)
c. Mahol (Yer.31:4, Yer.31:13, Mzm.30:12, Mzm.150:4)
d. Karar (2 Sam.6:14,16)
e. Sahaq (1 Sam.18:7)
f. Hul (Hak.21:23)
g. Pasah (1 Raj.18:26)

2. Sedangkan dalam Alkitab Perjanjian Baru (bahasa Yunani), kata “Tarian” atau “Menari”, disebut:
a. Orcheomai (Mat.11:17, Mat.14:6, Mrk.6:22, Luk.7:32)
b. Choros (Luk.15:25)

C. Pengertian Tarian & Tarian Tamborin & Tamborin:

Tarian adalah rangkaian gerak, ritme dan ruang yang menyesuaikan dengan musik pengiringnya sebagai bentuk ekspresi (ungkapan), interaksi sosial dan dipersembahkan dalam acara keagamaan atau acara pertunjukkan.

Tarian Tamborin adalah tari yang menggunakan alat musik yang termasuk ke dalam klasifikasi alat musik membraphone sebagai media dalam menari sekaligus pencipta rhythm (iringan). Tari ini diawali dengan gerakan menepuk-nepuk kulit tamborin sesuai dengan irama dan tempo dari musik pengiringnya. Tamborin dipegang pada tangan kanan dan dimainkan sehingga muncul bunyi gemerincing dan bunyi membrane tamborin akibat pukulan telapak tangan kiri.

Dalam Tim Penari Tamborin sebagai sebuah komposisi kelompok, setiap pola rangkaian gerakan dapat dilakukan secara serempak, berseling-seling, terpecah-pecah dan berurutan, dengan pola lantai yang dapat di tempat atau berpindah-pindah tempat.

Tarian Tamborin dalam ibadah/gereja, adalah hal yang penting dimana musik menjadi pembentuk suasana dan juga memperjelas tekanan-tekanan gerak. Ketika lagu tersebut dimainkan maka terjadi perubahan pola gerak tari tamborin untuk setiap bagian lagu yang dimainkan.

Contoh:
Sebuah lagu yang dimainkan dalam ibadah, biasanya terdiri atas beberapa bagian, yaitu intro, bait, reff, interlude dan ending.
Tarian dan Musik, jika dipadu menjadi aspek yang saling mendukung.

– Musik adalah rangkaian melodi, harmoni, rhythm (ketukan) dan pitch (volume), sedangkan tarian adalah rangkaian gerak, ritme dan ruang.
– Musik adalah fenomena yang terdengar, tapi tidak terlihat, sedangkan tarian adalah fenomena yang terlihat, tapi tidak terdengar.

Tamborin (Rebana) adalah instrument musik perkusi (alat yang dipukul/ditabuh) yang bentuknya terdiri dari kayu atau plastik disertai dengan beberapa elemen besi metal yang berbunyi gemerincing. Tamborin ini memiliki selaput di salah satu sisinya yang terbuat dari kulit atau plastik.

Nama lain Tamborin, sesuai peradaban negara yang menamainya, yaitu:
– Pandeiro : Portugal, Brasil
– Buben : Rusia, Ukraina, Slovenia, Republik Ceko
– Dayereh/Doira : Tajikistan, Uzbekistan
– Daf : Iran, Azerbaijan, Turki, Turkmenistan
– Dafli : India
– Timbrel/Tabret : Israel

D. Standar Pengujian Tarian

Uji Standar/Kualitas “Tarian Penyembahan”, terdiri dari 3 Syarat Utama, yaitu:
1. Pesannya Rohani (1 Kor.10:31, Kol.3:17, Rm.14:8, 2 Kor.6:14-15, 2 Kor.6:17, 2 Kor.7:1)
– Contoh: Nabiah Miryam (Kel.15:19-21) & Raja Daud (1 Taw.15:25-29)

2. Sumbernya Rohani (Rm.12:2, Yak.4:4, Kol.3:16, 1 Kor.10:23, 1 Kor.2:14-16, Rm.14:8, 1 Yoh.2:15-17)
– Alkitabiah atau Tidak? Duniawi atau Rohani?

3. Bentuk dan gaya penyampaiannya juga Rohani (Rm.12:2, 1 Kor.10:23, 2 Kor.7:1, Rm.16:19, Rm.14:8)
– Style/Jenis Tarian
– Pribadi (kerohanian) yang menyampaikan bentuk/gaya tarian
– Atribut, Seragam atau Perlengkapan Tarian
– Penampilan

E. Kesimpulan :

a. Meskipun dalam Alkitab Perjanjian Lama, bentuk dan gaya penyampaian tari-tarian dalam ibadah ada, NAMUN dalam Alkitab Perjanjian Baru, bentuk dan gaya penyampaian tari-tarian dalam ibadah itu tidak ada.

b. Secara Doktrinal : Praktek, bentuk dan gaya penyampaian tarian bagi Gereja Perjanjian Baru adalah tidak ada.
Contoh: Di Sorga tidak ada praktek pujian dan penyembahan dalam bentuk tari-tarian (Perhatikan Kitab Wahyu).

Pertanyaan: Jika Sorga merupakan Standar Tertinggi pengambaran Pujian & Penyembahan, mengapa di sorga tidak ada bentuk pujian dan penyembahan dalam bentuk tarian?
Secara Dogmatis : Praktek, bentuk dan gaya penyampaian tarian bagi Gereja Pentakosta Indonesia (GPI) tidak dilegitimasi (disahkan) dalam suatu Keputusan Synode Gereja Pentakosta Indonesia. Tetapi praktek, bentuk dan gaya penyampaian tarian ini diadopsi (menyontek) dari luar GPI, oleh kalangan muda-mudi Gereja Pentakosta Indonesia.

c. Setelah menentukan ”Standar Pengujian Tarian” (dari poin D), maka kesimpulannya adalah sangat sulit dan tidak mungkin untuk membuat standar tarian yang pesan atau sumbernya rohani. Karena sumber/style/jenis tarian adalah berasal dari unsur duniawi dan budaya, yang memiliki kode (isyarat/pola) yang mengandung unsur okultisme, penyembahan berhala dan pelesir.

d. Secara Historis Alkitabiah, praktek ibadah/liturgi/kebaktian orang percaya dalam Perjanjian Lama adalah hidup di bawah Aturan HUKUM TAURAT, yaitu Praktek Ibadah/Liturgi/Kebaktian menurut Tabernakel Musa, Tabernakel Daud, Tabernakel Salomo, Tabernakel Zerubabel, Tabernakel Ezra, Hagai, Zakharia & Tabernakel Herodes. Dengan kata lain, penerapan praktek tari-tarian dalam ibadah/liturgi/kebaktian hanya ada pada zaman HUKUM TAURAT (Zaman ANAK, 2000 thn).

e. Praktek ibadah/liturgi/kebaktian orang percaya (Gereja) pada zaman Perjanjian Baru adalah berada pada zaman ROH KUDUS, dan menurut Aturan Hukum yang baru dari Tuhan Allah. Hukum yang lama (Hukum Taurat), sudah diganti oleh Hukum yang baru (Luk.16:16, Luk.5:36, Luk.5: 37-38, Yoh.12:48, 1 Kor.3:16, 1 Kor.6:19, 2 Kor.6:16, Yoh.4:23-24, Ef.2:14-16, Gal.3:23-26, Ibr.8:7, Ibr.8:13).

f. Jadi, karena praktek tarian dalam ibadah/liturgi/kebaktian hanya berada pada zaman HUKUM TAURAT, maka orang Kristen tidak boleh melakukan praktek tarian ini dalam zaman gereja Perjanjian Baru/Zaman Roh Kudus (Luk.5:36, Luk.5:37-38, Luk.16:16, Gal.5:18).

g. Tarian adalah hasil budaya/adat istiadat manusia, dan jika masuk dan diterapkan dalam ibadah/liturgi/kebaktian dapat berbahaya (Lihat teguran Tuhan Yesus dalam Mrk.7:7-9).

Daftar Pustaka:

The Strongest NIV Exhaustive Concordance: Definition for Every Hebrew, Aramaic & Greek Word In Bible, by Edward W. Goodrick & John R Kohlenberger II, Zondervan, 1999.
Toto & Pdm. Ir.Jarot Wijanarko, Pujian dan Penyembahan. Jakarta: Yayasan Pulihkan Indonesia,2002.
Mike & Viv Hibert, Pelayanan Musik. Yogyakarta: Penerbit ANDI, 1988.
Departemen Musik Pusat GBI Bethany Wilayah Barat, Manual Training to Worship Leader & Singer (Bentuk Makalah)
John Handol ML, Nyanyian Lusifer. Yogyakarta: Penerbit ANDI, 2002.
David Swan, Kuasa Penyembahan Profetik. Jakarta: Harvest Publication House, 1997.
Tom Kraeuter, Pelayanan Penyembahan Yang Efektif. Jakarta: YWAM Publishing Indonesia, 2001.
Hans Marpaung, Deskripsi Tari Tamborin & Musik Pengiring Pada Ibadah Raya Gereja Bethel Indonesia (GBI) Tanjung Sari Medan. SKRIPSI SARJANA Universitas Sumatera Utara Medan, Fakultas Sastra-Jurusan Etnomusikologi, 2009.
Jeff Godwin, What’s Wrong With Christian Rock? California USA: Chick Publications, 1990.

 

======================

 

PERANAN MUSIK DALAM TRANSFORMASI HIDUP

March 19, 2009 by deateytomawin

Rate This

MUSIK ROHANI – MUSIK GEREJAWI

&

LATAR BELAKANGNYA

A.    MUSIK

 

Musik tidak dapat dilepaskan dari kehidupan manusia, bahkan Musik bisa untuk melengkapi kehidupan manusia baik dari segi sosial, budaya, kejiwaan maupun dari segi religiusnya.

 

Sudah dibuktikan bahwa musik memiliki pengaruh terhadap jiwa manusia, karena musik memiliki  bentuk yang Imajinatif, seperti “Irama, Melody, Nada, Syair, Lirik”.

 

Musik juga sebagai PENGGERAK KEHIDUPAN, dan pernah hal itu di buktikan melalui beberapa percobaan a.l :

 

1.        Dua tumbuhan Anggrek sejenis yang ditanam dalam waktu yang bersamaan, dan salah satu dari tumbuhan anggrek tersebut secara terus menerus diberi suara musik dan yang lainnya tidak, ternyata Anggrek yang diberi suara musik, bertumbuh lebih cepat dan lebih indah.

2.       Pertumbuhan dan perkembangan jiwa serta intelektualitas manusia pernah diteliti melalui sebuah eksperimen yang dilakukan oleh seorang ahli terhadap anak-anak yang berusia sekitar 5 – 10 tahun, ternyata dalam kurun waktu tertentu anak-anak yang diperdengarkan musik secara terus menerus  mengalami pertumbuhan jiwa dan intelektualitas yang rata-rata lebih tinggi dibanding yang lain.

3.       Dibeberapa tempat didunia ini (khususnya di India) musik bisamenggerakkan Ular berbisa untuk menari seiring suara musik yang dialunkan.

4.       Seorang bernama Caruso pernah memecahkan gelas dari jarak jauh dengan suara musik yang diatur pada frekwensi tertentu.

5.       Eksperimen musik yang mempengaruhi jiwa seseorang pernah dilakukan kepada penduduk pribumi di pedalaman Afrika, ketika melalui pengeras suara diperdengarkan musik-musik lembutmereka tersenyum dengan tenang menikmati alunan musik tersebut, begitu diganti dengan memperdengarkan jenis musik yang keras diperdengarkan kepada mereka, maka reaksi mereka menjadi kacau bahkan mereka mengambil alat-alat perang dan melempari pengeras suara tersebut dengan batu.

6.       Arthur Cremin, pimpinan Lembaga Musik Kreatif Amerika, melakukan eksperimen terhadap sepasang muda mudi yang ditempatkan disebuah kamar Observasi, dan mereka diperdengarkan musik lembut, akibatnya mereka mengobrol dengan tenang, tetapi begitu kepada mereka diperdengarkan musik keras, maka mereka tampil “lebih berani” dan saling merangkul.

 

Percobaan-percobaan Ini membuktikan bahwa MUSIK berpengaruh bagi Pertumbuhan dan Kehidupan manusia.

 

B.  MUSIK ROHANI

 

Suatu musik disebut Musik Rohani karena musik tersebut tidak hanya sebatas dinikmati oleh jiwa manusia tetapi musik yang dapat dinikmati oleh roh manusia. Bagi kita orang-orang percaya, Roh ALLAH telah tinggal didalam hidup kita oleh sebab itu arti dari musik rohani bagi kita adalah suatu sarana hubungan antara roh kita dengan Roh ALLAH dimana terdapat unsur perpaduan dari Keindahan, Keserasian,Keharmonisan, Kemampuan,yang kesemuanya itu dikemas, dipaket menjadi sebuah PELAYANAN, PUJIAN, PENYEMBAHAN, PENGAGUNGAN kepada Allah didalam TUHAN YESUS KRISTUS sehingga menyatakan Kekudusan dan Hadirat Allah, dan apabila Hadirat Allah ada, maka :

 

1.        Akan ada KEPENUHAN ROH KUDUS, URAPAN  Roh Kudus, ada Kuasa Roh Kudus.

2.       Akan ada Jamahan, Kesembuhan, Kelepasan.

3.       Akan ada proses Perubahan (Transformasi)Pemulihan (Restoration) dan Kegerakan (Revival) bahkan Pembersihan.

4.       Akan ada KETERBUKAAN SALURAN KOMUNIKASI dengan Tuhan.

 

Dallas Holm mengatakan bahwa Musik Rohani bukan hanya sekedar hiburan, tetapi dapat menjamah jauh sampai kedalam jiwa manusia, bahkan dapatmengkomunikasikan prinsip-prinsip Firman Allah kepada mereka.

 

Musik Rohani yang memuliakan Tuhan, KeIllahianNya akan mengarahkan kita untuk hidup berkenan kepada Dia dan mengarahkan kita untuk lebih dekat kepadaNya.

 

Musik Rohani yang dibawakan dengan penuh sukacita dan kesungguhan, akan membawa kita kepada Pemulihan (Restoration) dan Kegerakan (Revival).

 

PEMULIHAN (Restoration) berarti membawa, mendirikan atau menghidupkan kembali sesuatu yang pernah ada, mengembalikan sesuatu kepada tempat semula, tempat, posisi yang sesungguhnya.

 

Begitu pula dengan kata KEGERAKAN (Revival), berarti menyegarkan kembali atau tepatnya sesuatu yang pernah hilang ditemukan kembali.

 

Dalam Perjanjian Lama, musik juga dimasukkan pada Pelayanan Ibadah di Bait Allah, bahkan dalam Kejadian 4 : 21 mengisahkan tentang YUBAL sebagai Bapa semua orang yang mahir memainkan Kecapi dan Suling.

 

Juga Daud sendiri sangat ahli dan gemar memainkan Kecapi dan sekaligus musik sebagai lambang pesta kemenangan atas peperangan, dan musik juga berperan sebagai hiburan para RAJA (Pkb. 2 : 8).

Dalam Perjanjian Baru, meskipun eksistensi musik agak dikesampingkan, tetapi Tuhan Yesus pada waktu mengadakan Perjamuan akhir bersama murid-muridNya, mereka menggunakan musik dalam puji-pujian mereka (Mat. 26 : 30; Mrk. 14 : 26; Luk. 4 : 16 – 20).

 

Bahkan selain musik yang juga dikumandangkan sebagai berita kesukaan pada perumpamaan tentang kembalinya anak hilang, juga pernyataan musik dinyatakan pada waktu Paulus dan Silas dipenjarakan dikota Filipi sampai mereka bebas !!

 

Jadi Musik Rohani dapat dipakai sebagai sarana untuk menjalin hubungan Kasih Yesus antar Jemaat dalam satu Ibadah / Kebaktian di GEREJA, dan sebagai ungkapan hati warga Jemaat / Gereja kepada Tuhan, sehingga melalui musik Rohani / Gerejawi dapat terpancar rasa syukur yang ditujukan kepada Dia atas segala pertolongan dan kasih karunia Tuhan yang boleh dirasakan umatNya dari hari kehari.

 

Musik Rohani mampu mengembalikan sesuatu yang hilang di dalam Jemaat, bahkan mampu secara bersama-sama mengalami sukacita dan kegerakan dalam Hadirat Allah dari yang kecil, yang muda, yang tua semuanya.

 

Zaman Reformasi Gereja jelas membuktikan hal itu !!

 

Saat itu pengertian menyeluruh terhadap Injil hampir hilang, musik sudah tidak ada lagi dalam Gereja, yang ada hanyalah Hirarkhi keagamaan, orang awam dilarang menyanyi di Gereja.

 

Martin Luther mulai menulis lagu-lagu penyembahan kepada Allah, lagu-lagu yang ia gubah pada zamannya disebut sebagai lagu Kontemporer dengan Rithym dan Chord yang berasal dari lagu biasa yang dinyanyikan oleh orang awam.

Peningkatan pengetahuan akan pewahyuan Firman Allah menghasilkan lagu-lagu baru dan kondisi spiritual Gereja kembali bergairah.

Kegerakan muncul dalam Gereja, dan Gereja kembali menyanyikan nyanyian baru.

 

Jadi !! Pandangan apapun yang mengatakan bahwa Musik adalah kegiatan Ekstra dalam Gereja atau Ibadah adalah pernyataan yang keliru dan gegabah bahkan salah besar.

 

Musik amat penting untuk pertumbuhan, kebijaksanaan, pengertian, dan penghasil buah roh.

 

Menyanyikan  Mazmur bukan saja melagukan rangkaian kata-kata dan huruf saja, melainkan menyanyikan kata-kata yang di Ilhamkan Allah, memuliakan Allah, membangkitkan semangat hidup, karena Firman Allah dititipkan kedalam hati.

 

Beberapa contoh musik, nyanyian yang memiliki pengaruh  dalam sejarahnya :

 

1.        Pengaruh menyembuhkan dari musik yang diurapi terhadap Saul menyebabkan roh jahat meninggalkan Saul dan saul disegarkan kembali, sehat kembali (1Sam. 16 : 23; 2Rj. 3 : 11,15,16;  1Taw. 25 : 1).

2.       Rasul Paulus menjelaskan kepada Jemaat di Kolose dan Filipi, bahwa Musik bukan hanya sekedar melantunkan lagu-lagu dan syair, tetapi musik sudah terbukti sangat berpengaruh bagi Pertumbuhan Iman dan Rohani seseorang (Kol. 3 : 16).

3.       Penggalian sumur di Bear dirayakan dengan nyanyian (Bil. 21 : 17, 18).

4.       Debora dan Barak merayakan kemenangan mereka dengan nyanyian (Hab. 5 : 1 – 31).

5.       4.000 orang LEWI memuji Tuhan dengan peralatan musik ketika Salomo dinobatkan menjadi Raja atas Israel (1Taw. 23 : 5).

 

A.    HUBUNGAN MUSIK ROHANI DENGAN  IBADAH – PENYEMBAHAN – PUJIAN

 

1.     IBADAH adalah PENYEMBAHAN

 

Kata Inggris “Worship” menunjukkan kepada kata Inggris lama (The Old English) “Weordhscipe” yang mempunyai arti “Worthship” (Kelayakan, Ketaatan, Hormat kepada Allah).

 

Ibadah, Ibadat berarti perbuatan untuk menyatakan BAKTI kepada Tuhan,berserah total kepada Allah, menuaikan segala kewajiban untuk Tuhan melalui Berdoa, Sembahyang, menyembah, Memuja.

 

Dalam Yoh. 12 : 1 – 8 dengan jelas menyatakan arti IBADAH yang merupakan PENYEMBAHAN dengan empat unsur  yang penting yaitu :

 

a.       Penyerahan diri      (Submission)

b.       Penghampaan diri    (Adoration)

c.       Pengorbanan diri     (Sacrifice)

d.       Kepatuhan diri       (Obedience)

 

2.     PENYEMBAHAN merupakan BENTUK TERTINGGI dari PUJIAN

 

Penyembahan sebagai pernyataan seseorang yang telah merasa dan mengalami pertolongan, jamahan, mujijat dan Kuasa Allahdiiringi dengan SIKAP hormat, kagum, bangga disertai SIKAP sujud, rasa takut dan gentar tarhadap Allah.

 

Perintah Allah kepada Abraham mendapat satu RESPON YANG MAHAL, karena ketaatan Abraham dibayar dengan memberikan persembahan korban syukur.

 

Ini merupakan tindakan iman, penyerahan diri, rasa hormat, takut dan gentar kepada Allah.

Untuk itulah Allah memberkati Abraham dengan janji yang luarbiasa (Kej. 22 : 16 – 18).

 

3.     PUJIAN adalah MEMBERI PUJIAN KEPADA APA YANG MEMANG LAYAK, PATUT DIPUJI

 

Dalam Alkitab pengertian kata PUJIAN hanya dilakukan manusia kepada Allah.

 

Pujian dalam arti kata Yunani adalah “AINEO” atau VALUE – NILAI – HARGA.

 

Untuk itu Pujian yang diberikan kepada Allah karena memang Allah layak, patut dipuji, memang Allah memiliki Nilai, Value, Harga tertinggi, paling tinggi, sehingga perlu untuk diberikan Penghargaan, dan Penghargaannyapun yang tertinggi, Penghormatan yang tertinggi.

 

Jadi sangat pasti bahwa MUSIK ROHANI sangat erat hubungannya dengan IBADAH – PENYEMBAHAN serta PUJIAN karena kesemuanya merupakan KESATUAN untuk menjangkau, mengajar, mendidik, mempersatukan umat Allah yang diarahkan, ditujukan, dimaksudkan, dipakai untuk KEMULIAAN NAMA TUHAN (Mzm. 100 : 4;  9 : 2; 71 : 17; 54 : 6; 22 : 4; 22 : 23).

 

B.     DAMPAK MUSIK ROHANI – IBADAH – PENYEMBAHAN – PUJIAN

 

Seperti diawal tulisan ini bahwa MUSIK ADALAH BAHASA yang UNIVERSAL,karena musik adalah bahasa yang bisa diterima oleh setiap orang, maka Pujian & Penyembahan yang disertai nyanyian dan iringan Musik akan mampu mempersekutukan iman dan ungkapan hati Jemaat untuk bersama-sama memuliakan Tuhan, melayani Tuhan agar hadirat Allah dapat dinikmati oleh semua Jemaat.

 

Ada tiga DAMPAK penting yang harus dimengerti dalam hubungan Musik Rohani, Ibadah & Pujian Penyembahan.

 

1.     Dampak secara VERTIKAL (Kepada Tuhan)

 

Jadi !! karena Pujian & Penyembahan bukan ditujukan kepada MANUSIA (Jemaat, orang lain), tetapi pertama-tama Pujian & Penyembahan ditujukan kepada Tuhan, maka kita akan masuk dalam hadirat Allah, dan apabila Hadirat Allah ada, maka akan ada :

 

a.       Akan ada KEPENUHAN ROH KUDUS, URAPAN  Roh Kudus, ada Kuasa Roh Kudus.

b.       Akan ada Jamahan, Kesembuhan, Kelepasan.

c.       Akan ada proses Perubahan (Transformas )Pemulihan (Restoration) dan Kegerakan (Revival) bahkan Pembersihan.

d.       Akan ada KETERBUKAAN SALURAN KOMUNIKASI dengan Tuhan.

 

Banyak orang Kristen yang datang ke Gereja tidak memiliki hubungan baik dengan Tuhan, sudah lama tidak berdoa, sudah lama tidak membaca Firman Tuhan, banyak masalah, sakit tubuh, sedang putus asa, frustasi, depresi dll.

 

Tetapi dengan terbukanya saluran komunikasi, hubungan  dengan Allah, maka kita beroleh kesempatan untuk mendapatkan kekuatan baru didalam Tuhan.

 

Dalam Kidung Agung 2 : 14 , Tuhan menyebut kita ini seperti burung Merpati.

 

Merpati mudah nervous atau gampang takut, sering kita juga mudah nervous, pikiran kacau karena banyak persoalan, sehingga kita berusaha menyembunyikan diri dari hadapan Allah.

 

Ayat tersebut mengatakan : “Hai engkau yang selalu gelisah, takut, tertekan dan menderita, Angkatlah !! perlihatkan wajahmu, perdengarkanlah suaramu”

Tuhan mau kita memandang Dia dan berkata-kata denganNya.

 

2.     Dampak secara HORIZONTAL (kepada sesama jemaat)

 

Dalam Mazmur 133 disebutkan bahwa Pujian & Penyembahan dapat mempersatukan, mempererat, memperoleh rasa kesatuan sesama anggota TUBUH KRISTUS.

 

Didalam kehidupan bergereja dewasa ini sudah dibuktikan bahwa Musik tidak bisa lagi dibatasi, terikat kepada Denominasi maupun aliran Gereja.

 

Seorang Isaac Watts, pengarang lagu Joy to the world, yang diilhami dari Mzm. 98, bahwa Mazmur itu sangat indah bagi semua usia dan bila orang-orang menyanyikan Mazmur dalam satu Paduan Suara, maka akan tercipta JANJI KESATUAN.

 

Dalam Kolose 3 : 16, melalui Kidung (Syair yang dinyanyikan) yang dikumandangkan didalam Jemaat mengakibatkan kita memiliki Kebenaran Kristus yang dapat dipakai sebagai alat untuk mengajar, menegur dengan hikmat seorang kepada yang lain.

 

Melalui Musik & Pujian Penyembahan akan memberi kesempatan bagi Jemaat untuk menyatakan Iman mereka dihadapan orang lain, mengekspresikannya dihadapan orang lain.

 

Kita juga menyatakan kemuliaan Tuhan kepada orang yang belum percaya, yang belum mengenal Kristus sehingga Musik bisa dipakai sebagai alat untuk PENGINJILAN, memenangkan jiwa bagi Kristus.

 

Melalui Musik, Pujian & Penyembahan, akan mempermudah Jemaat untuk mendengar, menerima, menyerap Firman Tuhan yang disampaikan, karena jemaat diajak bersama-sama memuji dan menyembah Allah, sehingga melalui musik dapat menghancurkan yang hati yang keras, membuat suasana Kebaktian menjadi terangkat, dan hati para Jemaat siap mendengar dan menerima Firman Allah.

 

3.     Dampak kepada Pribadi

 

Akan ada Sukacita (Mzm. 126 : 1 – 2), akan ada Pemulihan (Neh. 7 : 1, 66), akan menambah dan memperkuat Iman kita (Rm. 10 : 17), kita bertumbuh dalam kekudusan kita (Mzm. 22 : 3).

 

 

C.     MUSIK INSTRUMENTAL

 

Fletch Willey merupakan salah satu pionir yang mempelopori musik Instrumental Rohani yang sangat disukai kini.

 

Willey rindu agar setiap orang Kristen dapat menerima bahkan memahami bahwa musik Instrumental merupakan salah satu bentuk murni dari Penginjilan.

 

Tuhan memberkati ! Amin

Sumber:

Youth Camp Kaum Muda Gereja Gerakan Pentakosta Se Jabar – Lembang Bandung, 14 Maret 1994/Hb

Sumber: http://deateytomawin.wordpress.com/2009/03/19/musik-rohani-%E2%80%93-musik-gerejawi/

===========

PENYEMBAHAN
Pdt. DR. M.D. Wakarry

INTRODUKSI

Topik “Pujian dan Penyembahan” adalah salah satu dari thema yang paling penting dari semua pokok dalam Alkitab. Dalam dua dasawarsa akhir ini, Allah sedang memulihkan Pelayanan pujian dan sembahan para Umat-Nya secara luar biasa.

Bersamaan dengan karya Rob Kudus yang akbar dewasa ini dalam pemulihan Gereja (Yoel 2 : 28 – 29) Juga dipulihkan pujian, sorakan & sukacita seperti dinubuatkan Yoel 2:21, 23, 26. Namun, harus diakui bahwa masih banyak kalangan Umat dan Hamba Tuhan belum dapat berantisipasi dalam gerakan pemulihan pujian dan penyembahan.

Salah satu sebabnya ialah, kekurangan pengetahuan kebenaran Alkitabiah, dan langkanya pengalaman rohani dibidang ini.

Uralan ini secara khusus mengupas secara sederhana dan singkat, betapa pentingnya implementasi penyembahan dalam pelayanan gereja dan dalam kehidupan Spiritual pribadi kita sebagai Anak Tuhan, sebagai Hamba Tuhan.

ALASAN – ALASAN ALLAH

Alkitab kita memberikan dasar-dasar dan alasan – alasan yang lebih dari cukup dan sangat meyakinkan tentang peranan dan makna bahan.

Saya mengemukakan Lima Alasan mengapa Penyembahan esensial bagi Gereja Tuhan yang bertumbuh untuk mencapai kesempurnaan.

Saya percaya, Roh Kudus akan mengantar gereja kepada seluruh Kebenaran. (Yoh 16 :13). Dan Gereja harus melatih diri untuk mendengarkan apa yang dikatakan Roh kepada Jemaat – jemaat. (Wahyu 2: 7,11,17,29)

1. KEBENARAN ALKITABIAH

Mulai dari kitab kejadian (Kejadian 22:5) sampai dengan Kitab Wahyu (Wahyu 19:10), kita temui istilah MENYEMBAH. Di Perjanjian Lama (Bahasa lbrani) terdapat beberapa istilah yang diterjemahkan ke bahasa Indonesia sebagai : Menyernbah.

Misalnya : “SEGAD” yang berarti sujud, mernbungkuk, menyembah. Kata ini terdapat di Kitab Daniel (Daniel 2 : 46, 3 : 5, 6, 7, 10, 15, 18, 28). Kemudian, “ABAD” atau “ABODAH” yang bermakna : Melayani Bekerja. terdapat di Kitab II Raja – raja (II Raja 10 : 19, 21 – 23).” Namun yang terbanyak adalah : SHACHAH kata ini terdapat sekitar 100x, mulai Kitab Kejadian sampai Zakharia.

“SHACHAH” berarti Membungkukkan diri, Meniarapkan diri sendiri, Menjatuhkan diri dalam kerendahan dan rasa hormat, sikap merendah, menghargai, mentaati.

Dalam Perjanjian Baru (bahasa Yunani) juga terdapat beberapa istilah. Misalnya : “LATREUO” (melayani, menjadi hamba, budak, melayani secara umum, terbuka) Filipi 3: 3, KPR 7 : 42, 24: 14, lbrani 10 : 2.

Namun yang terbanyak, mulai Matius sampai wahyu, adalah kata “PROSKUNEO” membungkukan merebahkan diri, menghormati, mencium). Baik dalam Perjanjian Lama maupun Perianjian Baru, kita membaca istilah Menyembah sebagai suatu tindakan atau perilaku yang bersifat hormat dan intim, dari manusia kepada Allah.

2. KEHENDAK ALLAH

Dalam lnjil Yohanes 4: 23, Tuhan Yesus sendiri berkata dengan tegas bahwa : Penyembahan – penyembahan benar akan menyembah Bapa dalam roh dan kebenaran: sebab Bapa menghendaki penyembah – penyembah demikian.

Yesus juga mengajar bahwa kalau kita berdoa berkatalah jadilah KehendakMu. Adalah Kehendak Allah Bapa, dan bukan organisasi, Pendeta atau aliran Gereja, bahwa sekarang kita menyembah Bapa dengan roh dan kebenaran.

3. PERINTAH YESUS

Karena Kehendak Allah, maka Yesus menginstruksikan murid muridnya sebagai berikut: Allah itu Roh dan barang slapa menyembah Dia, harus (Wajib) menyembah-Nya dalam roh dan Kebenaran. (Yohanes 4: 24)

Penyembahan bukanlah suatu dokrin Sinode gereja, bukan juga berarti interpretasi Teologia, bukan juga ajaran Pantekosta atau Kharismatik. Sebab, Menyembah Allah dalam roh dan kebenaran adalah Perintah atau Instruksi Yesus Kristus kepada Murid murid-Nya. Apabila kita sungguh sungguh murid Kristus, tentu kita harus mentaati-Nya.

4. TELADAN IBADAH SORGAWI

Dalam Kitab Wahyu pasal 4 dan 5, kita membaca dan menyaksikan suatu pemandangan yang indah dan semarak di Sorga. Melalui dua pasal ini, kita dapat menyimak suasana ibadah Surgawi yang luar biasa mulia dan Kudus.

Ternyata kebaktian di Surga didominasi oleh PUJIAN & PENYEMBAHAN. Beribu – ribu laksa (1000 x 1000 x 10.000) penduduk surga, mengelilingi Tahta Allah, yang bersentral pada Anak Domba Allah (Wahyu 5: 6, 11). Mereka terdiri dari setiap suku, setiap bahasa , setiap kaum, setiap bangsa yanq pernah bermukim di dunia. (Wahyu 5:9)

Yang telah ditebus oleh Darah Yesus. Mereka mempersembahkan puji – pujian, hormat dan ucapan syukur kepada Dia. (Wahyu 4 : 9).Mereka menyembah (“PROSKUNEO”) Dia (Wahyu 4:10, 5: 14)

5. IMAMAT MELKISEDEK

Dalam I Petrus 2: 9, Wahyu 1 : 6, Wahyu 5 : 10 kita membaca bahwa status Gereja orang –orang percaya adalah Iman – Iman (imamat) dan Raja – raja (Kerajaan).

Fungsi Imam diantaranya adalah mempersembahkan korban, membakar dupa (ukupan).

(I Petrus 2 : 5, lbrani 13 : 15) Imamat Perjanjian Baru bukan lagi lmamat Harun / Musa, bukan lagi Imamat yang terbatas pada suku Lewi.

Bukan lagi Imamat dengan manusia sebagai Imam besar. Melainkan Imamat dari semua Tuhan (I Petrus 2 : 10) yang telah dikasihi Tuhan, Imam Besar kita adalah Melkisedek (Raja & Imam Allah), Imam Besar yang kini duduk di sebelah tahta yang Maha Besar di surga. Dalam lbrani 13: 15 diajak agar kita senantiasa mernpersembahkan korban syukur, yaitu ucapan bibir yang memuliakan Allah.

Kata “mempersembahkan”, dalam bahasa lnggris “To Offer Up”, Menurut kata aslinya dalam bahasa Gerika “ANAPHERO”, adalah sama dengan salinan “Septaguinta” (Perjanjian dalam bahasa Yunani) untuk Keluaran 24:5

Kita adalah lmamat Perjanjian menurut aturan Melkisedek, dimana secara langsung mempersembahkan korban sembah pujian kita pada Allah Yesus Kristus Imam Besar kita

MUSIK DALAM PENYEMBAHAN

Dalam beberapa Seminar tentang “Pujian & Penyembahan” sering muncul pertanyaan Tentang peranan music dalam Penyembahan. Khususnya kalangan GPdl, hal ini sering menimbulkan aneka ragam komentar. Sebagai patokan, kita selalu harus berlandaskan Firman Allah yang termasuk dalam Alkitab. Kita tidak boleh berpegang kepada perasaan, pengalaman masa lampau. Cerita orang-orang atau pengetahuan subjektif tidak berpijak pada Firman Tuhan kepada kita dan mentaatinya.

Musik menghasilkan nada- nada (melodi), namun vokal dihasilkan juga dari mulut / bibir manusia terdapat 12 nada dasar. Angka 12 adalah angka Pemerintahan. Kita harus memulainya dengan pertanyaan dimanakah melodi berasal, dimanakah musik bersumber?

Kitab Ayub 38 : 7 berkata : ” Pada Waktu bintang – bintang Fajar bersorak-sorak bersama – sama dan semua Anak Allah bersorak – sorai ?” (When the morning stars sang together, and all the son & of God Shouted for joy?). Ayat lni mangungkapkan suatu keadaan di surga sebelum Penciptaan. Yesus adalah Bintang Fajar, namun sebelum kejatuhannya Lucifer juga adalah Bintang melodi sudah ada di surga. Bahkan Lucifer sebelum menjadi setan adalah pemusik (a master musicion) di surga.

Yehezkiel 28:13 “….workmanship of thy tabrets and of thy pipes was prepared in thee in the day that thou wast created”.

Iblis yang memiliki ketrampilan dan keahlian musik di surga, kini menggalakkan musik mengembalikan musik / melodi kepada fungsinya yang kudus, untuk memuliakan, menyembah Allah. Nyayian dan alat – alat musik dimulai di Kejadian. Kejadian 31 : 27 (sukacita, nyanyian, rebana, kecapi).

Nyanyian bersama dimulai oleh Musa (Kel. 15: 1). Dan nyanyian, tarian den rebana dimulai oleh Miryam, ± 3500 tahun lalu. Ketika menggali sumur di Beer, Israel menyanyi (Bil. 21 :17, 18).

Debora dan Barak merayakan kemenangannya dengan bernyanyi (Hakim 5: 1). Dalam I Samuel 18: 6 – 7 wanita wanita Israel merayakan kemenangan Daud atas Goliat dengan nyanyian, tarian, rebana, dan gerincing (I Samuel 18 : 6 – 7).

Namun adalah Daud yang menjadi Pioneer, dalam penggunaan musik dalam urapan Tuhan. Dimulai dengan permainan kecapinya yang berkuasa mengusir roh jahat, sampai kepada pendirian Tabernakel (kemah) Daud, bahkan mempersembahkan ibadah untuk rumah Tuhan yang dibangun oleh Raja Salomo (I Tawarikh 15:16; 23 : 5 ; 2).

Perhatikan juga peristiwa akbar Pentahbisan Bait Suci dalam II Taw 5: 12 – 14, 7 : 3. Kemudian peperangan yang dimenangkan Raja Yosafat dalam II taw 20. Serta pujian dan penyembahan yang diprakarsai Hizkia dalam II Taw 29. Perhatikan pula Nehemia 11 dan 12.

Musik / melodi memiliki KUASA. lni diakui oleh umat manusia. Namun musik / melodi untuk memuji dan menyembah Allah mengandung kemahakuasaan dan kedahsyatan.

Jangankan memuji dan menyembah, I Taw 25 : 1 mengungkapkan bahwa: dalam bernubat dan melihat visi, juga diiringi musik, berarti iringan melodi dominan dalam ibadah.

Bagaimana dengan peranan melodi dalam penyembahan di dalam Gereja menurut arahan Perjalanan Baru ? Sesuatu yang essensial dalam Alkitab harus diteguhkan dengan 2 saksi. Terdapat dalam ayat di (Efesus 5 : 19, Kolese 3 : 16) yang mengetengahkan peranan melodi dalam pujian dan penyembahan.

Tiga unsur nyanyian / melodi dalam kedua ayat diatas :

PSALMOS (MAZMUR)

a striking or a twitching with the fingers or musical strings ; a sacred song sung to musical accompaniment, a psalm a, sacred ode accompanied with the voice, harp or other kinds Of instruments”.BERMAZMUR dapat dihubungkan dengan :

  1. Memainkan alat musik berdawai, atau melagukan suatu gubahan lagu. (arti: Psalmos, Mizmor).

  2. Menunjuk kepada Buku Mazmur. Lukas 20: 42, 24: 44, KPR 1 : 20

  3. Menunjuk kepada suatu Mazmur khusus. KPR 13: 33, 35.

  4. Menunjuk kepada Mazmur socara Umum. 11 Kor 14: 26, Ef. 5: 19, Kol. 3: 16.

Kata Psalmo datang darl kata PSALLO terdapat dalam Yakobus 5:13 (Menyanyi) yang artinya “to made melody or to sing psalm,or sing praises” terdapat juga dalam Roma 15 : 9 (Memuliakan Allah) dan I Kor 14 : 15 (akan menyanyi) sedangkan dalam Efesus 5 : 19 berbunyi “bersorakiah” (“Making Melody”).

HUMNOS (kidung puji – pujian)

A song of praise adressed to God to celebrate God an song (Hummeo). Yesus menyanyikan

dalam Matius 26 : 30, juga Paulus & Silas KPR 16: 25. Dalam bahasa Ibrani sedikitnya ada 4 kata untuk pujian “YADAH”. “HALAL”, “SHABACH “ZAMAR”. Kata Humnos dekat dengan “HALAL” atau “HALLEL”Dalam bahasa lbrani juga ada kata terkenal Pujian yaitu ‘YUDAH”.

Di Gereja puji – pujian tengah dipulihkan secara luar biasa. Umat Tuhan kini memuji Tuhan de melodi nyanyian yang indah, semarak dan penuh sukacita.

ODE PNEUMATIKOS (SPIRITUAL SONGS).

Dalam Alkitab kita disebut “Nyanyian Rohani”.Dilihat dari alfa Mazmur dan Kidung Pujian nyanyian Rohani. Tetapi “Nyanyian Rohani” menurut arti yang lebih adalah nyanyian (“ODE”) digerakkan atau ditembangkan oleh ilhaman Roh. Nyanyian rohani memiliki hubungan dengan Yohanes 4 :24, karena Allah Roh adanya, kita wajib menyembah dalam Roh kebenaran.Kata “ODE” digunakan hanya dalam wahyu 5 untuk Nyayian Baru” di surga. Nyanyian yang digerakkan Roh, bukan sudah lebih digubah atau direkayasa.

Nyanyian ini adalah Kidung spontan yang lahir dari gerakan Roh Kudus dalam roh kita (Roma 8 : 16).Baik Mazmur, Kidung Pujian, maupun nyanyian Rohani dianjurkan oleh Efesus 5 : 19, Kol 3 : 16 dengan “making melody”‘ karena melody memang berasal dari surga, maka harus kita kembalikan fungsinya untuk memuliakan Allah, untuk memuji dan menyembah Allah. Iblis sekarang ini sedang getol-getolnya Mengembangkan musik bagi selera rendah manusia, misalnya lagu – lagu Heavy & Metal Rock.

Kita harus mengembangkan musik untuk pujian & sembahan kepada Allah. Sejarah musik Untuk kepentingan selera manusia dan penyembahan dewasa dimulai sejak lucifer jatuh.Yubal, turunkan Kain, memproduksi alat musik dan alat perang (Kej. 4 : 21, 22). Nebukadnezar (Menggunakan seluruh perangkat musik untuk penyembahan patung emas dirinya sendiri (Daniel 3 : 5 – 7), Saya yakin, Antikris akan nmggunakan cara yang sama untuk penyembahan patung Antrikris (Wahyu 11),Tarian & musik digunakan oleh Herodes dan Salome menyebabkan kematian Yohanes Pembabtis (Matius 14 : 16). Kelak musik Babilon tidak lagi bersuara (Wahyu 18 : 22)Seluruh spektrum musik harus digunakan untuk Tuhan. Mazmur 150 menguraikan agar kita memuji Tuhan dengan : Musik Tiup (sangkakala, seruling).- Musik Dawai (gambus, kecapi).- Musik Perkusi (ceracap, rebana).

MENYEMBAH DALAM ROH dan KEBENARAN

Dasar penyembahan kita ialah bahwa roh kita sudah dihidupkan dan dibangkitkan. Sudah Lahir Baru. Pada waktu seseorang lahir baru, lahir kembali, rohnya hidup, dapat berkomunikasi dengan Allah, sebab Allah Roh adanya. Itu sebabnya kita harus lahir baru oleh Roh.

Hanya mereka yang rohnya sudah bangkit, sudah hidup, lahir kembali (born again) dapat dipenuhi Roh Kudus.

Mereka yang sudah dipenuhi Roh Kudus dapat berkata – kata kepada Allah dengan bahasa Roh (I Kor 14: 2) dan menyanyi / menyembah (Psallo) dengan Bahasa Roh (I Kor 14 :15).

Menyembah harus dalam kebenaran, Yohanes 17:17, Firman Tuhan adalah kebenaran dan kebenaran itu kudus, Penyembahan kita harus berdasarkan pada Firman Allah, Bukan teori atau pengalaman atau perasaan. Sekali lagi: Firman Allah adalah Kebenaran Mutlak yang harus ditaati dan dilaksanakan.

Yohanes 14: 6, Yesus adalah jalan, kebenaran dan hidup. Penyembahan, ibadah, kebaktian kita harus berpusat pada Yesus adalah jalan, kebenaran dan hidup. Penyembahan, ibadah, kebaktian kita harus dipusatkan pada Yesus.

Wahyu 5 : 6, Yesus adalah Jalan, Kebenaran dan Hidup. Penyembahan, ibadah, kebaktian kita harus berpusat pada Yesus.

Wahyu 5 ; 6, Anak Domba Allah berada di tengah – tengah Tahta Allah, di tengah – tengah 24 tua – tua. di tengah – tengah 4 makhluk, Seluruh makhluk Surgawi mengelilingi Tahta Allah. Berarti Yesus, Kebenaran itu, adalah PUSAT atau SENTRAL dalam Pujian & Penyembahan.

Yesus adalah Pusat lbadah di Surga, demikian juga di bumi (Matius 6 10). Yohanes 16: 13, Roh Kudus akan memimpin ke dalam seluruh kebenaran. Apabila Roh Kudus akan memimpin ke dalam seluruh kebenaran. Apabila Roh Kudus memimpin, menuntun, mengajar, mengarahkan, kita tidak akan tersesat. Sebab Roh kebenaran itu akan membawa kita kepada kebenaran yang komplet, yang sempurna.

KESIMPULAN / PENUTUP

Penyembahan adalah suatu kegiatan Mulia dan Kudus, dari Gereja yang memiliki Roh dan kebenaran. Karakter dari Roh ialah Kebebasan (11 Kor 3 : 17) dan Ketertiban (I Korintus 14: 33, 40).

Harus ada kebebasan, kemerdekaan dalam penyembahan dan juga harus ada ketertiban. Kemah Daud dewasa ini sedang dipulihkan gereja tengah dipulihkan dalam Pujlan & Penyembahan. Jangan takut terhadap kritik dan oposisi. Sebab dimana ada Pujian & Penyembahan kepada Allah, disana ada kritik dan oposisi. Sebab dimana ada Pujian & Penyembahan. Jangan takut terhadap khtik dan oposisi.

Sebab dimana ada Pujian & Penyembahan kepada Allah, disana ada kekuatan, berkata dan perlindungan.

Menyembah (Proskuneo) juga bermakna “mencium”. Mencium adalah ekspresi KASIH.

Gereja yang sudah ditunangkan dengan Kristus (Kor 11 : 2) dan menjadi Mempelai Kristus (Efesus 5:32) harus dapat menyatakan kasihnya dalam penyembahan yang Kudus Mulia dan Indah kepada Tuhan kekasih kita.

http://gpdi_shekinah.tripod.com/pa2.htm

==============

Penyembahan dalam Kitab Wahyu

(Wahyu 4, 13 & 14)

 

Pendahuluan: Wahyu merupakan sebuah kitab yang luar biasa! Kitab ini tidak saja bercerita tentang gereja, makhluk asing, ciptaan dan pertempuran, namun juga menceritakan kemenangan akhir. Saya tidak tahu bagaimana dengan saudara, namun rasanya senang sekali apabila saya memenangkan sesuatu.  Kemenangan ini datangnya dari Allah, dan karenanya saya ingin memuji-Nya! Bayangkan seberapa besar pujian yang kita akan naikkan manakala Allah memberi kita kemenangan akhir atas dosa, maut dan nestapa! Mari selami Pelajaran Alkitab kita untuk melihat bagaimana penghuni surga menikmati penyembahan setelah memang!

 

  1. Menyembah di hadapan Tahta
    1. Baca Wahyu 4:1 Bayangkan suasana ini. Pintu yang terbuka, suara “seperti bunyi sangkakala,” mengundang saudara untuk menyaksikan sebuah film tentang masa depan. Maukah saudara menerima undangan tersebut?
    2. Baca Wahyu 4:2. Siapa yang membuat hal tersebut menjadi mungkin? (Roh Kudus!)
      1. Maukah saudara menerima pemberian seperti itu?
      2. Yohanes adalah seorang yang melihat film tersebut (penglihatan.) Apa yang berada di balik pintu? (”sebuah takhta terdiri di sorga, dan di takhta itu duduk Seorang.”)
      3. Mengapa Yohanes mengatakan “Seorang” sedang duduk di takhta tersebut? Apakah orang ini tukang yang sedang mengecat takhta tersebut?  (Sepertinya ini merupakan cerita saat demi saat dari apa yang Yohanes lihat. Mungkin saja Allah yang duduk di takhta tersebut, namun Yohanes belum mengetahuinya, jadi ia tidak menyebutkan hal tersebut. Hal ini menambah kredibilitas cerita ini.)
    3. Baca Wahyu 4:3-4. Mengapa Allah didampingi dua puluh empat tua-tua yang menduduki takhta di sekililing takhta-Nya? (Ini menegaskan bahwa Allah ingin tinggal bersama-sama umat-Nya. Ia ingin kita turut serta dengan-Nya memerintah. Manusia mungkin perlu penasihat, namun Pencipta Alam Semesta tidak memerlukannya. Bagaimanapun, Ia memilih untuk mengajak kita memerintah bersama-Nya.)
    4. Baca Wahyu 4:5. Saya selalu tertarik dengan cerita Alkitab tentang Allah yang di dalamnya ada “gemuruh.” Tak seorang pun manusia di zaman Yohanes yang pernah melihat mesin seperti itu. Mereka sama sekali tidak tahu tentang listrik. Sumber daya seperti apa kira-kira yang Allah gunakan?
      1. Perhatikan bahwa sumber daya dari obor-obor ini adalah Roh Kudus.
    5. Baca Wahyu 4:6. Pemandangan seperti apa yang Allah suka? (Pemandangan air! Hal ini membuat saya yakin bahwa pemandangan air akan menjadi bagian dari surga.)
    6. Sekarang bagian penyembahannya. Baca Wahyu 4:6-8. Ini merupakan mahluk-mahluk asing yang menarik. Kira-kira mengapa mereka punya mata sedemikian banyak? (Tidak ada satu hal pun yang luput dari pandangan mereka!)
      1. Mengapa punya sayap sebanyak itu? (Mereka bisa bergerak cepat.)
      2. Pikirkan rupa dari keempat mahluk tersebut:   Singa, anak lembu, manusia dan burung nasar. Apa yang terkandung di sini? (Singa berani, lembu kuat dan setia, manusia cerdas dan burung nasar gesit serta agung.)
      3. Bagaimanakah ucapan dari mahluk-mahluk asing ini menggambarkan Allah? (Tiga kali mereka menyebut-Nya kudus, dan mereka menyebut tiga kurun waktu. Allah itu kudus dahulu, kudus sekarang dan kudus besok hari.)
      4. Bayangkan semua informasi ini seperti cat di atas kanvas. Lukisan apa yang kita lihat? (Karena mereka menggambarkan Allah dengan suara mereka, bagaimana kalau kita simpulkan bahwa rupa mereka menggambarkan Allah: Bisa melihat segala sesuatu, gesit menanggapi segala masalah, berani, kuat, setia, cerdas dan agung.)
      5. Apakah yang diajarkan di sini mengenai penyembahan di surga? (Beberapa ulasan Alkitab menganjurkan bahwa makhluk-makhluk ini melambangkan empat injil, empat standar suku bangsa Israel, atau empat kuasa alam. Tampaknya lebih masuk akal kalau semua ini mewakili ciri karakter Allah. Penyembahan adalah tentang Allah, bukan tentang kita. Semua aspek penyembahan harus ditujukan untuk membawa kemuliaan bagi Allah.)
        1. Setiap kali saudara menyanyikan mazmur atau lagu pujian, renungkan hal ini: Apakah lagu ini lebih tentang saya dari pada memuji Allah?
        2. Jika tubuh makhluk-mahluk tersebut mewakili ciri Allah, apa yang terkandung di sana tentang penyembahan? (Penyembahan bukanlah semata apa yang kita katakan, tetapi bagaimana kita hidup.)
    7. Baca Wahyu 4:9-11. Di area takta surga, apa yang menjadi dasar bagi keempat tua-tua tersebut dalam memuji Allah? (Bahwa Ia sang Pencipta (“sebab Engkau telah menciptakan segala sesuatu.”). Segala sesuatu diciptakan oleh kehendak Allah dan segala sesuatu tetap ada sesuai kehendak Allah.)
      1. Jadi di mana posisi orang-orang yang menolak kisah penciptaan dan mengusung teori evolusi? (Mereka membantah asas utama kewenangan Allah dan landasan logis untuk memberi Allah “pujian, hormat dan kuasa”. Ini bukanlah debat santun antar teman, tapi debat yang menarik garis pemisah antara orang yang menjunjung penyembahan kepada Allah dan orang yang meniadakan penyembahan kepada Allah.)
  2. Penyembahan Binatang
    1. Baca Wahyu 13:1-4. Binatang tersebut juga memiliki karakteristik seperti hewan. Apa yang menjadi dasar bagi penyembahan binatang? (Kuasa. “Siapakah yang dapat berperang melawan dia?” “Ia memberikan kekuasaan kepada binatang itu.”)
      1. Renungkan hal ini sejenak. Apa perbedaan antara dasar bagi penyembahan Allah dan penyembahan binatang? (Penyembahan Allah berdasar pada karakter-Nya (suci) dan pada apa yang Ia telah lakukan dan sementara lakukan (penciptaan dan pemeliharaan alam semesta.) Penyembahan binatang didasari atas kuasa dangkal.)
    2. Baca Wahyu 13:5-7. Jika saudara hendak memilih antara perbaktian yang benar dan yang palsu, tanda-tanda apa yang saudara cari? (Penyerangan terhadap nama Allah, terhadap surga, terhadap malaikat dan terhadap pengikut Allah.)
      1. Di mana saudara mendengar hal-hal semacam ini sekarang ini?
      2. Mudahkah untuk mengelirukan kedua jenis penyembahan ini? (Sebagian orang berargumentasi bahwa hal-hal yang terjadi di dunia ini memang rumit. Seberapa rumitkah hal ini? Salah satu:  Saudara menyembah Allah Pencipta atau saudara menyerang Dia, surga, malaikat dan para pengikut Allah. Salah satu:  Penyembahan saudara berlandas pada karakter dan berkat-berkat Allah ataukah berlandas paksaan (kuasa) Bagi saya tidak rumit!)
  3. Panggilan Terakhir untuk Menyembah
    1. Baca Wahyu 14:6-7. Apa pekabaran pertama dari seruan terakhir kepada mereka yang diam di bumi untuk beribadah? (“Injil yang kekal.”)
      1. Apa komponen pertama dari seruan ini (“Takutlah akan Allah dan muliakanlah Dia.”)
        1. Apa maksudnya? (Seruan untuk menurut dan memuji.)
          1. Apakah kedua hal ini saling terkait? (Kita membawa kemuliaan kepada Allah oleh menuruti jalan-Nya.)
      2. Apa komponen kedua dari seruan ini? (“Telah tiba saat penghakiman-Nya.”)
        1. Apa maksudnya? (Seruan untuk bertobat karena sekaranglah waktu (“saat”) penghakiman Allah.)
      3. Apa komponen ketiga dari seruan ini? (Menyembah Allah karena Ia sang Pencipta.)
    2. Baca Wahyu 14:8. Apakah pekabaran kedua dari seruan terakhir untuk menyembah? (Lawanmu sudah kalah. Umat Kristen harus mengabarkan injil dengan gagah karena “Babel, kota besar itu, sudah rubuh!)
    3. Baca Wahyu 14:9-11. Apakah pekabaran ketiga dari seruan terakhir untuk menyembah? (Sebuah amaran. Saat memilih sudah tiba. Taruhannya tinggi – hidup kekal atau murka tanpa campuran dari Allah.)
    4. Baca Wahyu 14:12. Jika saudara mempelajari pelajaran-pelajaran ini secara rutin, saudara akan tau isu-isu ini. Saudara telah mendengar pekabaran dari tiga malaikat. Jika saudara telah mengambil keputusan yang tepat, apa nasihat dari malaikat terakhir? (Tetaplah setia. Bersabar dalam ketekunan.)
      1. Apa yang membentuk kesetiaan, kesabaran dan ketekunan? (Kebenaran oleh iman dan sikap penurutan.)
    5. Sobat, inikah dirimu? Sudahkah engkau menerima panggilan untuk memilih Yesus sebagai Tuhan-mu? Sudah engkau bertobat dari dosa-dosamu dan menerima pengorbanan Yesus? Apakah engkau menghidupkan kehidupan yang membawa kemuliaan kepada Allah? Apakah engkau menaikkan suaramu dalam pujian kepada Pencipta-Mu? Apakah engkau memiliki sikap penurutan yang rendah hati kepada kehendak Allah? Jika tidak, bagaimana kalau engkau memutuskannya hari ini? Penghakiman sudah tiba. Iblis telah rubuh. Allah sementara menamatkan bab terakhir dari sejarah dunia ini.

http://www.gobibletranslations.org/node/164

========

PENTINGNYA MUSIK

Musik yang benar itu luar biasa penting karena mempengaruhi hadirat Tuhan dan gerakan Roh Kudus. Pujian dan penyembahan yang diurapi mendatangkan suatu pewahyuan tentang Allah yang dapat mengubah kita untuk menjadi seperti Dia. Pujian dan penyembahan yang diilhami oleh Roh dapat melepaskan karunia-karunia rohani dan mendatangkan kelepasan, kesembuhan, dan nubuat untuk memberikan petunjuk. Musik yang benar adalah sebuah kunci agar terjadi kebangunan rohani dan pertumbuhan gereja. Allah menciptakan musik, itu adalah sebagian dari diri-Nya. Surga sendiri dipenuhi dengan musik. Musik yang benar dan penyembahan yang murni menyiapkan kita untuk masuk ke surga dan kekekalan. Penyembahan yang murni juga menjaga kita agar tetap berada di dalam jalur yang benar dan memampukan kita untuk menembus sasaran dalam kehidupan kita.



Musik adalah bagian yang tidak terpisahkan dari kerajaan Allah dan kerajaan setan


Musik memiliki kuasa yang luar biasa dan dapat menggerakkan kita ke dalam dua arah. Kita banyak dipengaruhi oleh musik dan karena itu musik yang kita dengarkan haruslah kudus. Allah menghendaki agar Ia dikelilingi dengan pujian, penyembahan, dan kekudusan (Mazmur 96:9). Apakah musik yang kita dengarkan sudah menggenapi kehendak Allah ini? Apakah musik kita menyukakan Tuhan dan menarik kita lebih dekat kepada-Nya? Ada suatu serangan yang besar dari Setan dalam bidang musik dan ini menerobos masuk ke dunia gereja. Apakah kita telah kehilangan kemampuan untuk membedakan serta kepekaan kita dalam bidang musik dan penyembahan? Kondisi rohani gereja dalam sejarah selalu bergantung pada kondisi musik, pujian, dan penyembahannya!


Mujizat-mujizat besar dan kelepasan bagi orang-orang untuk menemukan keselamatan datang bersama musik yang benar


Sebagaimana telah kami katakan, musik yang benar mendatangkan kesembuhan, kelepasan dari ikatan-ikatan, dan roh nubuat (baca 1Samuel 16:23; 2Raja-raja 3:15-16). Selama Zaman Kegelapan, Gereja Katholik melarang nyanyian. Akibatnya, seluruh kehidupan serta kesukaan lenyap dan kemurtadan mulai masuk. Martin Luther bukan saja memulihkan kebenaran tentang pembenaran oleh iman, melainkan juga mengembalikan dan nyanyian ke dalam gereja. Hidup baru dan sukacita muncul kembali dengan adanya kebangkitan musik dan nyanyian. Luther sendiri berkata, “Selain teologi yang benar, tidak ada yang lebih penting daripada musik dan penyembahan.” Kebangunan rohani di bawah pimpinan Wesley bersaudara disertai dengan enam ribu hymne baru. Wesley bersaudara mendorong jemaat mereka untuk menyanyi dan mengungkapkan sukacita keselamatan mereka dengan nyanyian pujian dan penyembahan. Kesehatan Gereja di dalam sejarah selalu berkaitan dengan kualitas musik dan penyembahannya.


Musik berasal dari Allah
Allah mencintai musik dan di sekeliling diri-Nya penuh dengan pujian, penyembahan, dan kekudusan (Wahyu 4:8-11). Lucifer diciptakan Allah untuk memimpin koor-koor di surga. Nada-nada surgawi itu agung dan megah; tetapi kemudian terdengar nada-nada sumbang, suatu nada yang aneh muncul, suatu not baru yang menyuarakan depresi timbul. (Kebanyakan musik Setan dimainkan dalam sebuah kunci minor.) Perubahan dalam musik Lucifer timbul karena adanya perubahan dalam hubungannya dengan Allah. Pemberontakan telah masuk ke dalam dirinya. Setan tidak kehilangan kemampuan musikalnya ketika ia jatuh ke dalam dosa. Kini ia menggunakan kemampuan- kemampuannya untuk merusak musik dan memalingkan manusia dari Allah dengan musik. Semua kemampuan berasal dari Allah. Untuk apa kita menggunakan kemampuan-kemampuan kita itu bergantung kepada diri kita sendiri? Akan kita gunakan untuk apakah kemampuan-kemampuan musikal kita?


Tidak ada satu pun alat musik yang jahat


Jika alat-alat musik digunakan dengan benar, maka alat-alat tersebut akan memuliakan Allah. Raja Daud membuat banyak alat musik di bawah petunjuk Allah (1Tawarikh 23:5; 2Tawarikh 7:6; 29:26-27; Nehemia 12:36). Di surga ada banyak alat musik seperti terompet, sangkakala, dan alat musik gesek. Yang jahat bukanlah alat musiknya, melainkan bagaimana orang memakai alat musik itu. Ia dapat menggunakan penyembahan yang benar — 149 alat musik itu untuk kebaikan atau kejahatan. Orgen, piano, terompet, dan suling semuanya diterima oleh banyak orang percaya, namun semua ini pun dapat menjadi alat musik Setan bila orang yang memainkannya tidak dikuduskan bagi Allah. (Kita harus menghindari adanya suatu musik yang berbau dunia di dalam gereja kita, dan sebaliknya menciptakan suatu musik yang mencerminkan orkestra penyembahan di surga.)


Kadang-kadang, sebuah gereja kekurangan kebebasan di dalam Roh karena legalisme atau tradisi denominasinya. Di beberapa gereja alat-alat musik tidak boleh dimainkan. Beberapa bentuk pengungkapan kegembiraan yang besar dan bersuka di hadapan Tuhan dipadamkan. Ini dapat menghentikan aliran Roh Kudus, karena musik dan penyembahan berkaitan langsung dengan aliran Roh. Kaum Puritan pada zaman dahulu memecat anggota-anggota gereja dan menghina orang-orang yang menyanyi. John Calvin percaya bahwa seluruh tata ibadah Perjanjian Lama sudah tidak terpakai lagi, termasuk semua alat musik. Setelah tahun 70 Masehi, kaum Farisi melarang nyanyian-nyanyian, alat musik tabuh, klarinet, dan alat-alat musik lainnya, serta berkata bahwa semuanya itu jahat karena para penyembah berhala pun menggunakannya. Kaum Farisi bersikap sangat tegas terhadap penggunaan alat-alat musik ini. Roh Farisi yang sama dapat menghentikan aliran Roh dalam gereja-gereja pada masa kini.


Kadang-kadang, pembatasan-pembatasan yang tidak perlu diberlakukan bagi jemaat gereja karena para pemimpinnya takut jemaatnya larut dalam perasaan-perasaan mereka. Perasaan-perasaan itu sendiri tidak jahat jika tunduk kepada Roh Allah. Allah sendiri memiliki perasaan- perasaan dan kita diciptakan menurut gambaran-Nya. Kita bisa saja lari dari satu titik ekstrim ke titik ekstrim lainnya dari terlalu larut dalam perasaan menjadi tanpa perasaan. Keduanya itu salah. Kita harus mendapatkan keseimbangan yang kudus. Beberapa gereja meluaskan perasaan yang berlebih-lebihan, sedangkan beberapa gereja lainnya hanya sedikit mengikuti perasaan atau tidak memakai perasaan sama sekali. Ada musik yang mengungkapkan perasaan, dan ada juga musik yang menimbulkan perasaan-perasaan yang meletup-letup. Kita sebaiknya tidak memperbolehkan yang terakhir.

Musik adalah penyembahan


Musik akan menghasilkan penyembahan yang baik atau buruk, bergantung pada jenis musiknya. Setan memakai musik untuk menjauhkan manusia dari Allah dan mendekatkan mereka kepadanya, dengan suatu urapan palsu. Musik memainkan sebuah peranan yang tidak dapat diabaikan dalam penyembahan kepada Nebukadnezar dan patungnya (lihat Daniel 3:1-18), dan itu akan diulangi dalam penyembahan kepada Setan dan Antikris di zaman kita (Wahyu 13:4,8). Kerinduan Setan yang terbesar adalah penyembahan kepada dirinya dan ia memakai musik untuk mencapai hal itu.
Musik rock adalah salah satu alat terampuh yang dimiliki Setan untuk membawa manusia ke dalam ikatan. Sampul depan di album musik rock sekuler dengan jelas memperlihatkan bahwa sumbernya berasal dari Setan. Musik dikenal dari buah yang dihasilkannya. Musik rock dihubungkan dengan budaya memberontak. Jika Saudara membiarkan anak- anakmu mendengarkan musik rock, maka mereka akan memberontak terhadap Allah dan Saudara. Musik rock juga dikaitkan dengan amoralitas, obat bius, dan spiritisme (kepercayaan bahwa arwah orang mati berkomunikasi dengan orang hidup melalui perantara). Roh jahat yang bekerja melalui seorang artis rock akan masuk ke dalam mereka yang rohnya terbuka terhadap penyembahan seperti ini. Musik itu adalah penyembahan! Apa yang kita sembah?


Bahan diedit dari sumber:
Judul Buku : Kekristenan Sejati
Judul Artikel: Pentingnya Musik
Penulis : Paul G. Caram
Penerbit : Voice of Hope, Jakarta, 2004
Halaman : 147 – 150

=========

PERANAN MUSIK DALAM PUJIAN DAN PENYEMBAHAN.

PERANAN MUSIK DALAM PUJIAN DAN PENYEMBAHAN

Walaupun tidak selalu menggunakan musik saat memuji dan menyembah Tuhan, namun musik memiliki peranan yang besar dalam pujian dan penyembahan. Tahukah Saudara bahwa Tuhan menyukai musik? Dahulu kala, sebelum Iblis di banting ke bumi, Iblis yang adalah malaikat pemimpin musik dan penyembahan di surga. Ia bernama Lucifer. Namun, karena keangkuhannya, ia dibuang oleh Allah ke bumi dan menjadi penguasa kerajaan kegelapan (lihat Yesaya 14:11-21).

Saat Salomo mentahbiskan Bait Suci di Yerusalem, ia menggunakan musik yang lengkap dan musisi-musisi handal (lihat 2 Tawarikh 7:6). Pada saat Hizkia kembali kepada ke jalan Tuhan, ia pun membentuk tim musik dan penyembahan untuk mengagungkan Tuhan (lihat 2 Tawarikh 29:25-28). Di dalam hal ini, jelaslah bahwa musik ilahi penting bagi sebuah pembaharuan rohani.

Musik, di dalam pujian dan penyembahan juga memiliki kuasa untuk mematahkan kuasa kegelapan (lihat Yosua 6:2-5). Di kitab Yosua dikisahkan bahwa setelah meniup sangkakala sambil mengelilingi tembok Yerikho, maka tembok itu hancur. Selain itu, musik juga mendatangkan kesembuhan atau pemulihan (lihat I Samuel 16:14-16). Di kitab Samuel ini dikisahkan bahwa ketika Saul kerasukan setan, maka Daud memainkan kecapi buat dia. Permainan kecapi Daud membuat Saul disembuhkan/dipulihkan dari kerasukan itu.

Mari teman2, pujilah Tuhan dengan lagu baru, ciptakan nada dan lirik terbaru bagi Allah. Jangan kalah dengan lagu-2 dunia ini, sebab kita tahu musik-2 dunia ini berasal dari Iblis penguasa bumi. So kita anak-2 Allah hendaklah gemar menyanyikan lagu-lagu pujian bagi nama Tuhan.

Mazmur 33:2-3 Bersyukurlah kepada TUHAN dengan kecapi, bermazmurlah bagi-Nya dengan gambus sepuluh tali! Nyanyikanlah bagi-Nya nyanyian baru; petiklah kecapi baik-baik dengan sorak-sorai! ..

 http://www.facebook.com/johanes.tansaputra

 

Baca juga:

6 Comments

  1. Sharing this thought to you: The New Testament doesn’t forbid the use of instrumental music in worship; that is, there is no direct or indirect statement saying the instruments were not to be used in worship. The problem is that there is no authorization to use instrumental music in the New Testament. Such authorization was given to the Israelites under the law of Moses (see Psalm 150 as an example), but the complete lack of it in the New Testament is noticeable. Since Christians are not allowed to modify the law of Christ (Galatians 1:6-9), we cannot assume approval for something when none is given.

    I believe you are referring to one of the following verses from Revelation:

    “Thou hast been in Eden the garden of God; every precious stone was thy covering, the sardius, topaz, and the diamond, the beryl, the onyx, and the jasper, the sapphire, the emerald, and the carbuncle, and gold: the workmanship of thy tabrets and of thy pipes was prepared in thee in the day that thou wast created.” (Ezek.28:13).

    “Now when He had taken the scroll, the four living creatures and the twenty-four elders fell down before the Lamb, each having a harp, and golden bowls full of incense, which are the prayers of the saints” (Revelation 5:8).

    “And I heard a voice from heaven, like the voice of many waters, and like the voice of loud thunder. And I heard the sound of harpists playing their harps” (Revelation 14:2).

    “And I saw something like a sea of glass mingled with fire, and those who have the victory over the beast, over his image and over his mark and over the number of his name, standing on the sea of glass, having harps of God” (Revelation 15:2).

    The book of Revelation is written in symbols. The harps represent something, just as the bowls of incense, the beast, the mark, and the sea of glass all have symbolic meaning. Because a symbol is used, it is a mistake to assume that it physically exists. In other words, just because someone is referred to as a beast, it doesn’t mean that there was a physical person with shaggy hair and long sharp teeth.

    In the Old Testament, instruments were used to praise God and thus the use of instruments in Revelation is a picture of praise being given to God. You can see this reinforced in the verse following each quotation above.

    Even if we assigned a literal meaning to the use of harps in heaven (and why there would be physical instruments in a spiritual realm, I do not know — notice that these are harps of God, not of earth), it does not then imply authorization for the use of harps in worship here on earth. Notice that incense was being burned in these images as well. Does this mean that the church is thus authorized to burn incense here on earth? Most understand the answer is “no.” We cannot reach back into the Old Law to authorize practices under the law of Christ. Neither can we reach forward to another realm to authorize things done during the Christian age on earth. Our covenant was given and confirmed. We cannot alter the terms.

    Even if you ignored all of the above, notice that music was not being played to the multitude, but that each person in the multitude is playing. If you want to justify instrumental music by these verses, you need to give everyone in the assembly a harp to play. It would not be an option, but a requirement that everyone plays a harp. Col.3:17.

    Thank you for your time in reading this. Remember, I am NOT trying to CONFRONT or Challenge you to a debate etc but, all i want to do here with you, is to share what the bible under the NT speaks to us today. Have a blessed day and keep that which speaks to us today: Heb1:1-2. I thank you.
    NR/nr20013.

    1. Musik hanya penghasil suara. Allah menciptakan segala sesuatu untuk mengekspresikan dan menyuarakan keagungan Allah. Saya percaya dengan adanya simbol musik di surga, maka kita bisa memakai musik di dunia dalam arti yang sesungguhnya. Allah tidak alergi suara musik, walau sumbernya bersifat surgawi karena itu di surga. Oleh sebab itu saya percaya bahwa di dunia kita bisa memainkan musik dalam urapan Roh kudus untuk memuji Allah kita.

    2. Music just producing the sound. God created all things for the glory of God to express and voice. I believe with the symbol of music in heaven, then we can use the music in the world in the real sense. God is not allergic to the sound of music, although its source is divine because it is in heaven. Therefore, I believe that in the world we can play the music in the anointing of the Holy Spirit to praise our God.

  2. saudara James teruskan berkarya,saya rasa banyak lagi hamba-hamba Tuhan yang mendapat berkat lewat pelayanan saudara,GBU

  3. salam perkenalan rakan sepelayanan.saya selalu membaca artikel saudara..saya sangat diberkati.kiranya Tuhan terus memberkati pelayanan saudar James.GBU

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *