Murid Kristus Menjadi Contoh atau Model

Di dalam seluruh kitab perjanjian baru tercatat 269 kali kata “murid”, sedangkan kata “kristen” hanya tercatat 3 kali, dan itupun ditujukan kepada murid-murid Kristus. Walaupun kata “murid” adalah kata yang begitu penting sehingga perlu berulang-ulang ditulis, namun gereja sekarang telah banyak mengabaikannya. Gereja sekarang lebih banyak merasa puas apabila anggota jemaatnya telah menjadi pemeluk agama Kristen dan aktif beribadah serta menjadi pemanas bangku gedung ibadah.

Ada pula gereja yang menawarkan berbagai “program pemuridan” seperti kelas-kelas, seminar-seminar, kelompok-kelompok kecil pemuridan. Gereja yang demikian tentu lebih baik dari gereja yang jemaatnya hanya beribadah pada hari Minggu. Namun apabila diamati lebih seksama, ternyata “program-program pemuridan” yang demikian sangat tidak efektif dalam menghasilkan perubahan hidup dan kepemimpinan. Oleh sebab itu, apabila kita mengamati keadaan gereja dengan jujur, kita dapat melihat bahwa kualitas karakter gereja tidak terlalu berbeda dengan karakter dunia ini. Gereja rasanya masih jauh dari keserupaan dengan Kristus seperti pada gereja mula-mula.

Mengapa gereja masa kini seperti itu? Tentu banyak faktor yang menyebabkan hal tersebut. Namun, salah satu faktor penyebab yang utama adalah karena adanya kekeliruan konsep pemuridan, dan juga karena metode pemuridan yang tidak efektif.

Pemuridan adalah sebuah proses dimana seorang percaya dengan contoh hidup membiarkan Kristus memakainya sebagai alat untuk melayani sejumlah orang tertentu dalam waktu tertentu, dalam perjumpaan satu demi satu (one on one), untuk mencapai keserupaan Kristus (potensi maksimalnya), demi tujuan pembangunan rumah Tuhan, serta mereproduksi dirinya sampai generasi ketiga. Tuhan memerintahkan kepada semua muridNya, bukan hanya kepada rasul-rasulNya saja, semua orang percaya/ orang kudus, dari pemimpin tertinggi sampai orang yang baru percaya (Matius 28:19-20) untuk melakukan pemuridan.

Inti pemuridan dapat disimpulkan dalam satu kata, yaitu menjadi “contoh” atau “model”.
Ada seorang anak kecil berusia 4 tahun, lari dari rumah karena terancam disiksa oleh orang tuanya. Namun, ia tersesat di hutan, dan setelah belasan tahun kemudian ia ditemukan telah hidup sama seperti monyet. Anak tersebut bertingkah laku seperti monyet, tidak dapat berjalan tegak, dan tidak dapat berbicara bahasa manusia.

Mengapa anak tersebut tidak hidup normal seperti manusia-manusia lainnya, padahal ia adalah manusia sejati? Penyebabnya adalah karena ia tidak terus-menerus melihat contoh manusia normal lainnya, tetapi melihat contoh dari monyet-monyet yang menerimanya di hutan.

Demikian pula begitu pentingnya peranan contoh dalam menuntun orang lain untuk mencapai potensi maksimalnya, yaitu keserupaan dengan Kristus. Jadi satu-satunya jalan untuk belajar adalah melalui contoh/ model.

Kristus berkata, “Jadikanlah sekalian bangsa muridKu ..” (Matius 28:19). Dulu ketika Kristus datang ke dunia sebagai manusia, Ia-lah yang menjadikan orang-orang menjadi muridNya/ pengikutNya (Matius 4:19, Lukas 9:23-24). Setelah Ia mati, bangkit, dan duduk di sebelah kanan Allah Bapa, Ia tetap melakukan pemuridan. Ia tetap menjadikan orang-orang muridNya, tetapi sekarang melalui tubuhNya, yaitu murid-muridNya (Matius 28:19-20). Jadi pemuridan bukanlah menjadikan orang murid kita, tetapi menjadikan orang murid Kristus.

Ada 2 hal yang ekstrim dalam pemuridan:
a.Tidak perlu peranan orang lain untuk menjadikan kita murid, karena kita langsung murid Kristus. Ini prinsip yang salah. Kita perlu adanya model.
b.Menjadikan orang lain berpusatkan diri kita, sehingga orang lain mengikut kita, bukan Kristus. Ini dapat mengarah kepada pembinaan yang bersifat kontrol manusia.

Seharusnya konsep pemuridan yang benar adalah: “Kristus memakai anggota tubuhNya, untuk menjadikan seseorang muridNya.” Jadi Kristuslah yang memuridkan, sedangkan peranan si pembuat murid adalah sebagai anggota tubuh yang dipakai sebagai alat untuk mengekspresikan Kristus. Jadi diperlukan seseorang untuk “menjadikan” orang lain murid Kristus. Ingat! Satu-satunya cara Kristus membuat murid adalah melalui seseorang yang telah terlebih dahulu dimuridkan.

Melayani adalah sikap hati yang terutama, yang harus dimiliki oleh seorang pembuat murid.
Di dalam pemuridan tidak boleh terjadi kontrol, manipulasi, dominasi dari si pembuat murid agar si murid mengikuti kemauan si pembuat murid dan bukan kemauan Kristus. Seharusnya si pemurid adalah seorang pelayan atau hamba yang siap melayani agar Kristus dapat berekspresi untuk menjadikan orang lain murid Kristus (Markus 10:42-45). Apabila seorang pembuat murid tidak melayani dengan hati hamba melainkan menjadi seperti orang yang memerintah (kontrol),maka yang dimuridkan berhak menasehati si pembuat murid, bahkan dapat melaporkannya kepada pembuat murid yang di atasnya. Hanya orang yang berhati hamba yang dapat mengekspresikan Kristus, sedangkan orang yang berhati “bos /raja” hanya akan mengekspresikan “diri sendiri / ego” (1 Petrus 5:1-6).

(sumber: Build My home – One on One, Eddy Leo)

==========================
SEORANG MURID KRISTUS DIKENAL DARI BUAHNYA

Adalah hal yang paling gampang untuk mengenali sebuah pohon. Lihatlah buahnya, maka kita mengenal pohonnya. Yesus berkata, “Jadi dari buahnyalah kamu akan mengenal mereka,” (Matius 7:20). Dari buahnyalah kita bisa mengenal pohonnya. Tidak mungkin seseorang memetik buah anggur dari semak duri atau buah ara dari rumput duri. Pohon yang baik pasti menghasilkan buah yang baik. Pohon yang tidak baik menghasilkan buah yang tidak baik. Buahnya menunjukkan DNA pohon tersebut. Demikian pula dengan murid Kristus. Buah yang dihasilkan seorang murid Kristus adalah karena ia mengikuti Kristus. Kekristenan tanpa mengikuti Kristus tidak akan pernah menghasilkan buah. Jika Kristus ada dalam hidup hidup kita, maka kita pasti berbuah. Sebab siapa yang kita ikut akan menentukan buah yang kita hasilkan.

Kristus menghendaki agar setiap murid Kristus berbuah. Karena kalau kita tidak berbuah, maka kita akan dipotong atau dibersihkan. Itulah alasan mengapa Yesus menegaskan maksud ini dengan berkata, “Bukan kamu yang memilih Aku, tetapi Akulah yang memilih kamu. Dan Aku telah menetapkan kamu, supaya kamu pergi dan menghasilkan buah dan buahmu itu tetap, supaya apa yang kamu minta kepada Bapa dalam nama-Ku, diberikan-Nya kepadamu,”(Yohanes 16:16). Tapi, banyak orang Kristen yang tidak berbuah, bahkan mereka tidak berbuah sama sekali. Seorang murid Kristus dituntut bukan hanya menghasilkan buah saja, tetapi juga harus berbuah lebat. Lalu, apakah tandanya kalau kita adalah murid Kristus? Buah apakah yang harus dihasilkan? Buah seperti apakah yang harus kelihatan dalam diri seorang murid Kristus?

Yang saya mau bahas di sini adalah dua hal. Mengapa? Karena kedua hal ini dapat dilihat di dalam diri seorang Kristen atau murid Kristus. Buahnya pasti ketahuan di dalam kehidupan seorang murid Kristus, yaitu:

1. Saling Mengasihi.

Mengapa ‘saling mengasihi’ adalah buah yang bisa kelihatan dalam praktek hidup seorang murid Kristus? Karena Yesuslah yang mengajarkan hal itu, “Kasihilah musuhmu dan berdoalah bagi mereka yang menganiaya kamu,”(Matius 5:44). Seringkali kita berkata, “Mana mungkin saya bisa mengasihi musuh atau berdoa bagi mereka yang menganiaya saya?” Itulah alasan yang biasa kita kemukakan sebagai seorang murid Kristus. Kita berusaha mengasihi dengan kekuatan kita, tapi tetap gagal. Kita berkata, “Jangankan musuh, isteri, suami, orang tua atau pun anak saya saja tidak bisa saya kasihi, apalagi harus mengasihi atau mendoakan musuh yang menganiayai saya? Bukan hanya keluarga, saudara seiman di komsel saja saya tidak bisa mempraktekkan saling mengasihi, apa lagi orang yang sedang menganiaya saya?” Itulah alasan yang saya sebut sebagai orang Kristen yang belum berbuah.

Marilah kita adakan checklist untuk mengetahui apakah kita berbuah atau tidak berbuah. I Korintus 13:4-8a, “Kasih itu sabar; kasih itu murah hati; ia tidak cemburu. Ia tidak memegahkan diri dan tidak sombong. Ia tidak melakukan yang tidak sopan dan tidak mencari keuntungan diri sendiri. Ia tidak pemarah dan tidak menyimpan kesalahan orang lain. Ia tidak bersukacita karena ketidakadilan, tetapi karena kebenaran. Ia menutupi segala sesuatu, percaya segala sesuatu, mengharapkan segala sesuatu, sabar menanggung segala sesuatu. Kasih tidak berkesudahan;” Di sini dikatakan bahwa kasih itu sabar. Kita berpikir bahwa kesabaran adalah tindakan yang harus kita lakukan. Kita dipaksa untuk HARUS sabar. Padahal yang benar adalah KASIH ITU SABAR. Kita harus mengerti bahwa Allah adalah kasih. Jadi, Allahlah yang menjadikan kita sabar. Adakah kita sabar? Adakah kita murah hati? Adakah kita tidak cemburu? Adakah kita tidak memegahkan diri atau tidak sombong? Adakah kita tidak melakukan yang tidak sopan dan tidak mencari keuntungan sendiri? Adakah kita masih menjadi pemarah dan tidak menyimpan kesalahan orang lain? Banyak suami atau isteri yang menyimpan kesalahan pasangannya. Adakah kita sabar menanggung segala sesuatu? Sudahkah kita menghasilkan buah atau mengapa murid Kristus tidak berbuah?

Paulus menuliskan jawabannya dalam I Korintus 14:1a, “Kejarlah kasih itu.“ Mengapa kita harus mengejar kasih? Karena kasih itu adalah seorang Pribadi. Jangan berusaha mengasihi, karena kita akan gagal total. Kita diperintahkan untuk mengejar kasih. Kasih bukanlah perbuatan. Sebab jika kasih adalah perbuatan, maka bunyi ayatnya akan seperti ini, “Berusahalah untuk mengasihi.” Mengapa banyak orang Kristen atau murid Kristus tidak menghasilkan buah kasih? Karena orang Kristen mencoba mengasihi dengan kekuatannya. Kita tidak perlu mengasihi dengan kekuatan kita, karena Yesus adalah kasih yang harus kita kejar. Dengan mengejar Dia, maka kita menjadi pengikut (followers) Kristus. Mengapa kita tidak berbuah? Karena kita tidak mau mengikuti sang Kasih itu. Kejarlah kasih sampai menjadi satu dengan kita, maka genaplah Galatia 2:2, “Namun aku hidup, tetapi bukan lagi aku sendiri yang hidup, melainkan Kristus yang hidup di dalam aku. Dan hidupku yang kuhidupi sekarang di dalam daging, adalah hidup oleh iman dalam Anak Allah yang telah mengasihi aku dan menyerahkan diri-Nya untuk aku.” Dan yang berekspresi adalah kasih yang sempurna itu. Ini yang disebut pemuridan. Menjadi murid adalah mengikuti guru kemana ia pergi. Namun, kita tidak bisa menjadi murid tanpa dimuridkan. Harus ada yang memuridkan kita dan kita memuridkan yang lain. Karena itu kita harus berada di dalam komunitas yang saling memuridkan. Harus ada seseorang yang membuat dan dibuat menjadi murid Kristus.

2. Hidup Kudus.

Kekudusan tidak kita lakukan dengan kekuatan sendiri, kecuali Allah sendiri memancarkan kekudusan-Nya lewat kita. Jadi, kita harus mengejar kekudusan. Karena kata Paulus,“Berusahalah hidup damai dengan semua orang dan kejarlah kekudusan, sebab tanpa kekudusan tidak seorang pun akan melihat Tuhan. Jagalah supaya jangan ada seorang pun menjauhkan diri dari kasih karunia Allah, agar jangan tumbuh akar yang pahit yang menimbulkan kerusuhan dan yang mencemarkan banyak orang. Janganlah ada orang yang menjadi cabul atau yang mempunyai nafsu yang rendah seperti Esau, yang menjual hak kesulungannya untuk sepiring makanan,”(Ibrani 12:14-16). Janganlah kita menjauhkan diri dari kasih karunia. Mengapa? Karena Yesus adalah kasih karunia Allah bagi kita untuk hidup kudus. Yohanes menulis, “Karena dari kepenuhan-Nya kita semua telah menerima kasih karunia demi kasih karunia; sebab hukum Taurat diberikan oleh Musa, tetapi kasih karunia dan kebenaran datang oleh Yesus Kristus,”(Yohanes 1:16-17).

Kristus memancar kekudusan Bapa melalui hidup kita. Kristus adalah firman yang tidak pernah berbuat dosa. Ketika Kristus tinggal di dalam kita, maka kita tidak dapat berbuat dosa. Sebab seluruh hidup kita sangat membutuhkan kasih karunia. Kita selamat karena kasih karunia. Kita bisa hidup dalam kemenangan karena kasih karunia. Kita diberkati karena kasih karunia. Kita dibenarkan karena kasih karunia. Kita bisa hidup kudus karena kasih karunia. Kita dapat berbuah juga karena kasih karunia. Semua hal yang kita lakukan membutuhkan kasih karunia. Ketika kasih karunia yaitu Yesus ada di dalam kita, maka hal-hal yang baik itu akan memancar keluar dari hidup kita. Itulah sebabnya Yesus berkata, “Tidak mungkin pohon yang baik itu menghasilkan buah yang tidak baik, ataupun pohon yang tidak baik itu menghasilkan buah yang baik,”(Matius 7:18). Kita tidak bisa mentaati firman Tuhan tanpa kasih karunia. Oleh karena itu, buah-buah yang dihasilkan oleh kita sebagai murid Kristus haruslah dari Kristus sendiri. Jika kita adalah murid Kristus, maka kita juga harus mengikuti Kristus lewat pemuridan.

==============================

IMPARTASI KEHIDUPAN

Bacaan Firman :
Bacalah II Timotius 3:10 dengan hati yang berdoa untuk menerima pencerahan dari Allah dalam saat teduh hari ini

Pertanyaan Renungan:

1. Apa kata Paulus tentang impartasi kehidupan?
2. Apa sajakah area kehidupan yang dimpartasikan?
3. Sudahkah Anda mengimpartasikan kehidupan Anda?

Banyak pengikut dari orang-orang terkenal yang merindukan impartasi kehidupan dari orang yang mereka ikuti. Jika impartasinya adalah jahat, maka orang yang menerima impartasi itu juga menjadi jahat. Itulah sebabnya, impartasi kehidupan para teroris menghasilkan banyak teroris yang lain. Tetapi, jika impartasi kehidupan yang dibagikan adalah kudus dan diurapi Roh Kudus, maka kebenaran akan berkembang dimana-mana. Ketika kebenaran berkembang, maka nubuatan Yesaya, akan tergenapi, “Di mana ada kebenaran di situ akan tumbuh damai sejahtera, dan akibat kebenaran ialah ketenangan dan ketenteraman untuk selama-lamanya,”(Yesaya 32:17). Itulah alasan mengapa kita ingin mengimpartasikan kehidupan kita yang benar-benar kudus kepada orang yang kita bina atau muridkan. Suami mengimpartasi istri dengan kehidupannya. Istri mengimpartasi suami dari hidupnya. Orang tua mengimpartasi anak-anak dari kehidupan yang dijalani setiap hari. Anak-anak juga mengimpartasi orang tua dari kehidupan mereka. Contoh: Jika seorang anak sering berbohong, maka orang tuanya akan terbawa-bawa dalam emosi untuk memukul anaknya. Dengan demikian, ia terimpartasi kehidupan yang tidak benar dari anaknya. Jadi, jika Paulus sanggup mengimpartasikan kehidupannya kepada Timotius lewat pemuridan, bagaimana dengan Anda? Sudahkah Anda terimpartasi dengan kehidupan seseorang dan mengimpartasi kehidupan Anda kepada orang lain?

Praktek :
Sudahkah Anda mengimpartasikan hidup Anda bagi orang yang Anda muridkan? Jika belum, apa komitmen Anda untuk dilakukan? Praktekkan gaya kehidupan yang mengimpartasikan diri antara satu dengan yang lain di komsel.

============================

MEMPRAKTEKKAN KUASA IMPARTASI

Bacaan Firman :
Bacalah Lukas 9:1-6 dengan hati yang berdoa untuk menerima pencerahan dari Allah dalam saat teduh hari ini

Pertanyaan renungan:

1. Hal apakah yang diimpartasikan oleh Yesus kepada murid-muridNya?(ayat 1-2).

2. Apa tujuan utama dari impartasi kuasa dan wibawa Yesus? (ayat 3-5).
3. Setelah menerima impartasi, apakah yang dilakukan oleh murid-murid Yesus? (ayat 6).

Coba perhatikan komentar yang diberikan oleh Lukas tentang ketaatan para murid Yesus setelah mereka menerima impartasi wibawa dan kuasa. Kata Lukas, “Lalu pergilah mereka dan mereka mengelilingi segala desa sambil memberitakan Injil dan menyembuhkan orang sakit di segala tempat,”(ayat 6). Ternyata kuasa dan wibawa itu tidak bisa secara otomatis bekerja, jika kita sebagai murid-murid Kristus tidak bertindak dengan iman untuk mempraktekkannya. Ketika para murid Kristus mulai bertindak untuk mempraktekkan apa yang telah mereka terima dari gurunya. Pada saat mereka mempraktekkan wibawa dan kuasa yang telah mereka terima, maka kesembuhan demi kesembuhan terjadi menyertai pelayanan mereka. Seringkali keragu-raguan yang dimiliki baik oleh pemurid maupun yang dimuridkan justru menghambat kuasa Allah untuk bekerja. Pernahkah Anda meragukan impartasi kuasa atau wibawa yang Anda terima dari seseorang? Itulah penghambat kuasa Allah untuk bekerja dengan efektif. Ketika Yesus memberikan kuasa dan tenaga kepada para murid-Nya, maka Yesus yakin sekali bahwa kuasa itu akan efektif bekerja ketika mereka bertindak untuk mempraktekkannya. Setan-setan ditaklukan dan sakit-penyakit disembuhkan oleh kuasa dan tenaga yang diimpartasikan oleh Tuhan Yesus.

Praktek
Sudah yakinkah Anda dengan impartasi kuasa dan wibawa yang Anda terima? Jikalau belum, maka biarkanlah Roh Kudus bekerja lewat hidup Anda dengan cara mempraktekkan apa yang telah Anda terima. Bagikanlah pengalaman Anda di komsel

===============================

BUKTI DARI IMPARTASI KUASA KRISTUS

Bacaan Firman :
Bacalah Lukas 10:17-20 dengan hati yang berdoa untuk menerima pencerahan dari Allah dalam saat teduh hari ini

Pertanyaan renungan:

1. Apa ungkapan para murid Yesus setelah melihat bukti impartasi dari Kristus?(ayat 17).
2. Apa kata Yesus tentang kesungguhan wibawa dari impartasi yang diberikan? (ayat 18-20).

Ada sebuah kesaksian dari Filipina tentang seekor anjing yang mengenal kuasa firman Tuhan. Pada suatu malam, seorang anak muda ingin mengikuti kebaktian tengah minggu di rumah seorang kaya. Di dalam rumah tersebut, ada seekor anjing helder yang dilepaskan untuk menjaga rumah itu. Karena anak muda ini datang terlambat, maka pintu sudah terkunci. Pada saat anak muda ini mengetok pintu, maka anjing helder menggonggong dan mendekat anak ini untuk menggigitnya. Karena ketakutan, anak muda ini menutup mata untuk berdoa. Pada saat berdoa, ia melihat penglihatan Lukas 10:19. jadi, sambil gemetar ketakutan, ia membaca ayat penglihatan itu berulang-ulang dan sekencang-kencangnya sambil menunggu kapan anjing akan menggigitnya. Sangat aneh, setelah menunggu, ternyata anjing yang galak itu tidak menggigit dirinya, ia membuka mata dan anjing itu sudah tidak ada lagi. Ia berlari sekuat tenaga untuk masuk ke dalam rumah. Ia membuka Alkitab untuk membaca apa yang ia lihat dalam penglihatannya tersebut. Bunyi ayat itu adalah, “Sesungguhnya Aku telah memberikan kuasa kepada kamu untuk menginjak ular dan kalajengking dan kuasa untuk menahan kekuatan musuh, sehingga tidak ada yang akan membahayakan kamu.” Rupanya ketika mendengar ayat yang diucapkan pemuda tadi, anjing itu langsung lari ketakutan. Anjing saja tahu firman Tuhan, mengapa kita tidak?

Ketika para murid kembali dari perjalanan misi mereka, maka hati mereka bersukacita. Lukas menulis, “Kemudian ketujuh puluh murid itu kembali dengan gembira dan berkata: ‘Tuhan, juga setan-setan takluk kepada kami demi nama-Mu,'”(ayat 17). Luar biasa pengalaman mereka. Percayakah Anda bahwa Lukas 10:19 ini juga merupakan impartasi kuasa Yesus kepada kita? Anda telah diberi kuasa, jangan sia-siakan kuasa impartasi itu.

Renungan firman:
Setelah membaca renungan ini, mulailah mempraktekkan kuasa impartasi Yesus ini dalam hidup Anda.

============================

KUNCI MENERIMA URAPAN

Bacaan firman :
Bacalah II Raja-raja 2:1-9 dengan hati yang berdoa untuk menerima pencerahan dari Allah dalam saat teduh hari ini

Pertanyaan renungan:
1. Sikap seperti apakah yang dimiliki oleh Elisa untuk menerima urapan dua kali lipat?
2. Bukankah banyak nabi yang membuat Elisa ragu, tapi apa rahasia keberhasilannya?
3. Apa permintaan Elisa kepada Elia untuk menerima impartasi urapan Elia?

Jika kita membaca kisah hidup Elisa secara lengkap dari buku-buku yang ada, maka kita akan menemukan bahwa Elisa telah mengabdi kepada Elia selama 20 tahun. Setelah ia mengabdi selama itu, ia memiliki hak untuk meminta impartasi urapan dari Elia yang berlipatganda. Tetapi sebelum menerima urapan yang diminta itu, Elisa harus berhadapan dengan rombongan nabi yang bisa membuyarkan fokusnya dari impartasi urapan Elia. Hanya karena tekad yang dimiliki Elisa, maka ia bisa menerima urapan ganda. Akhirnya tibalah waktu yang tepat bagi Elisa, saat Elia mulai bertanya, “Mintalah apa yang hendak kulakukan kepadamu, sebelum aku terangkat dari padamu.” Ia pun meminta dengan tulus, sehingga Allah mengabulkan permintaannya.
Jika Anda merindukan impartasi urapan ganda dari pemurid Anda, maka setialah terlebih dahulu. Jika Anda tidak setia, maka permintaan Anda belum tentu dikabulkan oleh Allah.

Praktek:
Sudahkah Anda didapati setia dalam perkara-perkara kecil? Dapatkah Anda bisa dipercayai dalam perkara-perkara yang lebih besar lagi? Ambillah komitmen untuk melakukannya sekarang.

===============================

TUHAN MEMPERLENGKAPI SETIAP ORANG PILIHANNYA

Bacaan firman :
Bacalah Keluaran 31:1-11 dengan hati yang berdoa untuk menerima pencerahan dari Allah dalam saat teduh hari ini

Pertanyaan renungan:

1. Siapakah kedua orang yang dipilih Tuhan untuk membuat perkakas kemah? (ayat 2 dan 6).
2. Potensi apakah yang tersembunyi di dalam diri mereka? (ayat 1-11).
3. Apakah Tuhan mengetahui potensi Anda juga?

Selama Tuhan belum menyebutkan nama kedua orang ini, segenap potensi dan talenta mereka benar-benar disembunyikan dari hadapan orang banyak. Tidak ada seorangpun termasuk Musa yang mengenal potensi luar biasa yang dimiliki oleh kedua orang ini. Hanya Tuhanlah yang mengetahui persis kemampuan tersebut. Itulah sebabnya Tuhan memerintahkan kepada Musa untuk menugaskan pada mereka membuat perkakas kemah di padang gurun. Sudah sadarkah Anda bahwa Tuhanpun memberikan potensi, kemampuan dan talenta yang luar biasa di dalam diri Anda untuk membangun murid Kristus yang lain? Hanya karena Anda tidak menyadarinya bukan berarti Anda tidak memilikinya. Ketika menulis tentang kuasa kebangkitan Kristus dari antara orang mati, Paulus mengutip nubuatan tentang apa yang diberikan oleh Yesus kepada setiap murid Kristus. Dikatakan, “Tatkala Ia naik ke tempat tinggi, Ia membawa tawanan-tawanan; Ia memberikan pemberian-pemberian kepada manusia,”(Efesus 4:8). Bukan hanya kita dibebaskan dari hukum dosa, tetapi kita juga menerima pemberian-pemberian. Pemberian itu pasti langsung diaktifkan ketika kita menerima Yesus dan Roh Kudus berdiam dalam kita. Paling tidak ada satu karunia Roh bermanifestasi lewat hidup kita. Sudahkah Anda menyadari potensi yang diberikan Allah kepada Anda? Rindukah Anda memakai potensi itu untuk memuridkan orang lain menjadi murid Kristus?

Renungan firman:
Sejak kapankah Anda menyadari potensi yang diberikan oleh Tuhan di dalam hidup Anda? Jikalau Anda belum mengetahui potensi itu, hal apakah yang akan Anda lakukan untuk menemukan potensi tersebut? Ambillah komitmen untuk melakukannya.

====================================

HATI SEORANG PEMURID

Bacaan firman :
Bacalah Kisah Para Rasul 15:35-41 dengan hati yang berdoa untuk menerima pencerahan dari Allah dalam saat teduh hari ini

Pertanyaan Renungan:

1. Mengapa Paulus menolak Markus untuk menyertai pelayanan mereka? (ayat 38).
2. Hati seorang pemurid seperti apakah yang dimiliki oleh Barnabas? (ayat 37, 39).

Paulus adalah seorang rasul yang luar biasa, bahkan saputangan Paulus pun menyembuhkan orang-orang sakit dan mengusir setan-setan. Meski demikian, Paulus tidak mampu melihat potensi dan kemampuan yang dimiliki oleh Yohanes Markus. Setiap orang pernah mengalami kegagalan, termasuk Yohanes Markus. Tapi, karena Paulus hanya melihat kegagalan Markus, maka ia menolak Markus menjadi rekannya. Hanya Barnabas yang melihat potensi luar biasa dalam Markus. Jadi, dengan hati yang penuh belas kasihan sebagai seorang pemurid, Barnabas seolah-olah menutup mata terhadap kegagalan Yohanes Markus. Ia rela berpisah dengan Paulus demi muridnya yang masih labil ini. Tapi, hasil investasi kehidupan dari Barnabas berbuah manis. Yohanes Markus mewariskan warisan yang tiada tara nilainya bagi semua orang Kristen di seluruh dunia, yaitu Injil Markus yang kita miliki hari ini. Yohanes membayar kegagalannya dengan menulis Injil Markus. Impartasi hati seorang pemurid menghasilkan murid yang luar biasa.

Praktek :
Apa respon Anda setelah membaca kebenaran ini? Apakah Anda hanya melihat kegagalan-kegagalan yang dialami murid Anda? Mari belajar seperti Barnabas yang memiliki hati untuk membangun muridnya.

=====================================

IMPARTASI KEHIDUPAN ADALAH INISIATIF TUHAN

Bacaan Firman :
Bacalah Bilangan 11:16-17, 24-30 dengan hati yangberdoa untuk menerima pencerahan dari Allah dalam saat teduh hari ini

Pertanyaan renungan:
1. Siapakah yang berinisiatif mengimpartasikan hidup Musa kepada orang lain? (ayat 16-17).
2. Apa yang terjadi ketika Tuhan mengimpartasi hidup Musa kepada yang lain?(ayat 25-30).

Pernahkah Anda merasa lelah dalam melayani Tuhan? Terpikirkanlah di dalam benak Anda, bahwa Tuhan akan membawa orang lain untuk menolong Anda menyelesaikan tugas yang diberikan kepada Anda untuk diselesaikan? Jika Anda belum memikirkannya, maka bukalah mata Anda untuk melihat bagaimana Tuhan bertindak memberi pertolongan. Lihatlah bagaimana Tuhan berfirman kepada Musa, “Kumpulkanlah di hadapan-Ku dari antara para tua-tua Israel tujuh puluh orang, yang kauketahui menjadi tua-tua bangsa dan pengatur pasukannya, kemudian bawalah mereka ke Kemah Pertemuan, supaya mereka berdiri di sana bersama-sama dengan engkau. Maka Aku akan turun dan berbicara dengan engkau di sana, lalu sebagian dari Roh yang hinggap padamu itu akan Kuambil dan Kutaruh atas mereka, maka mereka bersama-sama dengan engkau akan memikul tanggung jawab atas bangsa itu, jadi tidak usah lagi engkau seorang diri memikulnya,”(Ayat 16-17). Tuhan yang memilih Anda adalah Tuhan yang peduli dengan beban berat yang Anda tanggung sebagai seorang pemurid. Jadi, Ia bertindak untuk menolong Anda. Ingatlah bahwa inisiatif impartasi hidup itu datangnya dari Tuhan. Jangan menyerah karena Tuhan menyertai Anda.

Praktek:
Sudah sadarkah Anda bahwa Tuhanlah yang berinisiatif untuk mengimpartasikan hidup Anda pada orang lain? Apa komitmen Anda untuk dilakukan? Bagikan pengalaman Anda di komsel.

=============================

CARA IMPARTASI KEHIDUPAN YANG EFEKTIF

Bacaan Firman :
Bacalah II Timotius 2:1-13 dengan hati yang berdoa untuk menerima pencerahan dari Allah dalam saat teduh hari ini.

Pertanyaan Renungan:

1. Bagaimana cara impartasi kehidupan yang efektif?(ayat 2).
2. Seperti apakah prinsip pemuridan yang benar dan sangat efektif? (ayat 3-7).

Menurut pemahaman Anda selama ini, metode pemuridan yang efektif itu seperti apa? Dari mana Anda tahu dan bagaimanakah caranya Anda mempraktekkan metode pemuridan seperti itu? Apa yang kita baca hari ini menjelaskan metode pemuridan yang sangat efektif, yaitu kita sendiri yang mengimpartasikan hidup yang kita miliki kepada orang lain yang kita muridkan. Lalu, dengan cara impartasi yang kita lakukan, murid kita pun mengimpartasikan hal itu kepada orang lain yang dapat dipercayai. Jadi, kita mengimpartasi hidup kita kepada murid kita. Kemudian murid kita juga mengimpartasi hidupnya kepada orang lain yang dapat ia percayai. Akhirnya orang yan ia percayai akan mengimpartasikan hidupnya kepada orang lain lagi. Dengan demikian, impartasi kehidupan kita akan makin efektif ke bawah, yang hasilnya akan mentransformasi masyarakat. Jadi, mulailah bertindak dengan iman untuk melakukan impartasi hidup Anda.

Praktek :
Kapankah terakhir kali Anda mengimpartasi hidup Anda kepada orang yang Anda percayai? Jika belum, buatlah komitmen untuk melakukannya sekarang. Bagikan pengalaman Anda di komsel.

===============================

MURID MENERIMA DAN MENGASIHI KEBENARAN

Bacaan Firman :
Bacalah II Tesalonika 2:9-12 dengan hati yang berdoa untuk menerima pencerahan dari Allah dalam saat teduh hari ini

Pertanyaan Renungan:
1. Mengapa Allah mendatangkan kesesatan kepada mereka?
2. Apa akibatnya bagi orang yang tidak percaya kepada kebenaran?

Seberapa besar kerinduan dalam hati kita untuk menerima dan mengasihi kebenaran firman Tuhan di hari-hari terakhir ini? Apakah kita hanya membaca firman Tuhan secara terburu-buru? Atau, apakah kondisi hati kita malas untuk membaca firman Tuhan? Apakah firman Tuhan menjadi prioritas utama di dalam kehidupan kita? Jika belum, maka mulailah lakukan dari hari ini dengan cara menyediakan waktu untuk bersekutu dengan Tuhan dan firman-Nya. Mari kita mendisiplinkan diri kita untuk mencari Kerajaan Allah dan kebenarannya setiap hari. Sebab orang yang mencari Tuhan akan mengerti kehendak Tuhan bagi hidupnya. Untuk mencapai hal ini, maka dibutuhkan disiplin rohani dalam membaca firman Tuhan setiap hari. Amsal 2:4-6, “Jikalau engkau mencarinya seperti mencari perak, dan mengejarnya seperti mengejar harta terpendam, maka engkau akan memperoleh pengertian tentang takut akan TUHAN dan mendapat pengenalan akan Allah. Karena Tuhanlah yang memberikan hikmat, dari mulut-Nya datang pengetahuan dan kepandaian.” Apakah Anda rindu untuk mengalaminya? Sediakanlah waktu Anda untuk membaca dan merenungkan Firman Tuhan setiap hari. Percayalah, Tuhan pasti memberikan tuntunan yang luar biasa atas hidup Anda sepanjang hari.

Praktek :
Sudahkah kita berdisiplin dalam membaca dan merenungkan Firman Tuhan setiap hari? Jika belum, kapankah kita akan memulainya? Buatlah komitmen untuk dengan siapa Anda bertanggung jawab.

==============================

MURID BERAKAR DALAM FIRMAN

Bacaan Firman :
Bacalah Kolose 2:6-7 dengan hati yang berdoa untuk menerima pencerahan dari Allah dalam saat teduh hari ini

Pertanyaan Renungan
1. Hal apakah yang harus kita lakukan setelah menerima Yesus?
2. Apa perintah Tuhan bagi kita?

Menurut pembacaan firman Tuhan hari in, apa perintah Tuhan bagi seseorang yang baru setelah menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat hidup kita? Ternyata, Tuhan rindu agar setelah seseorang menerima Yesus dalam hatinya, maka orang tersebut harus tetap di dalam Tuhan. Kita tidak boleh hidup lagi di dalam dosa, tetapi harus berjalan bersama Yesus selama 24 jam/ hari. Apakah kita akan mengajak Yesus untuk berbuat dosa, jika kita memiliki kesadaran bahwa Tuhan bersama kita? Kita harus memiliki rasa takut akan Allah dengan menjauhi kejahatan. Setelah kita tetap berada di dalam Tuhan, maka kita harus terus berakar di dalam Tuhan. Kita tidak boleh puas, tapi harus tetap dibangun di dalam Tuhan. Caranya adalah dengan mendisiplinkan diri kita untuk membaca dan merenungkan firman Tuhan, lalu melakukan firman Tuhan tersebut dalam hidup kita. Oleh karena itu, mulailah menghafal ayat firman Tuhan, lalu perkatakan firman Tuhan tersebut tiap hari. Percayalah bahwa firman Tuhan dapat diterapkan dalam segala situasi hidup kita. Kita bisa memakai firman Tuhan untuk berperang, berdoa atau bersyukur. Mengucap syukurlah dalam segala hal karena itulah yang dikehendaki Allah dalam Kristus Yesus bagi kita.

Praktek :
Sudahkah kita mempraktekkan perintah Tuhan (disiplin rohani) setelah menerima Yesus? Banyak orang yang hidupnya tidak berubah karena tidak memiliki disiplin rohani yang benar. Disiplin apa yang Anda ingin untuk mempraktekkannya? Bagikanlah pengalaman Anda di komsel.

=====================================

SEORANG MURID MEMILIKI KEPEKAAN ILAHI

Bacaan Firman:
Bacalah Lukas 10:38-42 dengan hati yang berdoa untuk menerima pencerahan dari Allah dalam saat teduh hari ini

Pertanyaan Renungan

1. Hal apakah yang dilakukan oleh Maria?
2. Apa yang dilakukan oleh Marta?
3. Bagaimana respon Yesus terhadap keduanya?

Yesus dan murid-murid dalam perjalanan ke Yerusalem lewat kampung Maria dan Marta di Betania. Lalu, mereka singgah di rumah Maria dan Marta, karena tubuh mereka sudah lelah, haus dan lapar. Marta adalah seorang wanita “hospitalized” yang suka melayani. Ia bersukacita karena rumahnya dikunjungi Yesus. Jadi, Marta sibuk menyiapkan minuman dan makanan. Sedang Maria duduk dekat kaki Yesus untuk mendengar firman. Tiba-tiba sukacita Marta hilang lenyap karena Maria tidak membantunya. Apa yang membuat Marta kesal? Kepekaan Ilahi. Seorang murid sejati harus bertumbuh dalam kepekaan Ilahi berdasarkan hikmat Allah. Kepekaan untuk membedakan hal mana yang perlu dilakukan atau tidak tepat pada waktunya. Murid harus tahu kapan melayani dan kapan berdiam diri. Kapan bicara dan kapan diam. Kepekaan Ilahi diperoleh lewat persekutuan yang intim dengan Tuhan. Maria bertumbuh menjadi murid yang peka, sehingga ia tahu apa yang harus dilakukan ketika Yesus singgah di rumahnya. Dengan hikmat Allah, Maria memilih hal yang terbaik dengan cara duduk di dekat kaki Yesus untuk mendengarkan perkataan-Nya. Apakah Maria malas? Tidak. Ia adalah wanita yang meminyaki kaki Yesus dengan minyak mur dan narwastu (Yoh 12:1-8). Ia memecahkan buli-buli berisi minyak narwastu seharga upah seorang pekerja selama satu tahun (upah kerja pada waktu itu sedinar sehari – Matius 20:2). Ini membuktikan bahwa Maria bukan seorang pribadi yang malas dan hanya berdoa saja. Bagaimana dengan kita? Apakah kita memilih yang terbaik bagi hidup kita seperti Maria? Ingat, Yesus memuji Maria, “tetapi hanya satu saja yang perlu: Maria, telah memilih bagian yang terbaik, yang tidak akan diambil dari padanya.” Rindukah Anda mendapat pujian seperti Maria? Bertumbuhlah dalam kepekaan Ilahi.

Praktek
Sudahkah Anda bertumbuh dalam kepekaan Ilahi? Jika belum, apa komitmen Anda untuk dilakukan setelah membaca renungan ini. Bagikanlah pengalaman Anda di komsel

====================

SAAT YANG TAK TERDUGA

Bacaan Firman :
Bacalah Kisah Para Rasul 16:25-34 dengan hati yang berdoa untuk menerima pencerahan dari Allah dalam saat teduh hari ini

Pertanyaan renungan:
1. Apa yang terjadi ketika Paulus dan Silas memuji Tuhan dalam penjara? (ayat 25-27).
2. Hal apakah yang ditanyakan oleh kepala penjara kepada Paulus dan Silas? (ayat 30).
3. Jawaban apakah yang diberikan oleh Paulus dan Silas kepada kepala penjara? (ayat 31).

Kita tidak akan pernah mengira-ngira perjalanan hidup kita. Hanya Tuhanlah yang akan mengatur momen tertentu di sepanjang perjalanan kita. Paulus dan Silas tidak pernah menduga bahwa karena pengusiran Paulus atas setan yang mengikat wanita yang memiliki roh tenung justru membawa mereka ke dalam penjara di Filipi. Mereka tidak pernah menduga jika karena pujian mereka kepada Tuhan justru gempa bumi terjadi. Akibat gempa, maka pintu-pintu penjara terbuka dan rantai yang mengikat tangan mereka pun terlepas. Seharusnya mereka segera kabur dari penjara yang mengerikan itu, namun mereka tetap tenang dalam penjara. Kuasa Tuhan membuat Paulus dan Silas sabar menanti momentum yang tepat untuk melihat mukjizat Tuhan. Pada saat itulah kepala penjara datang dan bertanya, “Tuan-tuan, apakah yang harus aku perbuat, supaya aku selamat?” Apakah Paulus dan Silas mengharapkan kepala penjara bertobat sejak mereka masuk dalam penjara Filipi? Tidak. Hanya Allah yang menciptakan momen bagi mereka untuk menyaksikan mukjizat. Hasilnya, kepala penjara dan seluruh keluarganya menerima Yesus. Ditengah-tengah kesukaran dan penderitaan pun kuasa Tuhan nyata. Hari ini, apakah Tuhan sedang mengadakan mukjizat ditengah-tengah aktifitas keseharian Anda? Apakah Anda mendengar teriakan, “Apa yang harus aku perbuat supaya aku dan keluargaku selamat?“ Bersediakah Anda untuk dipakai pada saat yang tak terduga? Jika kita peka dengan suara Tuhan, maka banyak orang akan menerima Yesus dan diselamatkan.

Praktek :
Bersediakah Anda bila mukjizat terjadi secara tak terduga dalam hidup Anda? Apa komitmen Anda bila Tuhan menuntun Anda untuk menyelamatkan seseorang? Bagikan
pengalaman Anda di komsel.

========================

MENJAGA STAMINA ROHANI

Bacaan Firman :
Bacalah Kolose 4:2-6 dengan hati yang berdoa untuk menerima pencerahan dari Allah dalam saat teduh hari ini

Pertanyaan renungan:
1. Apa anjuran Paulus kepada orang-orang Kristen?(ayat 2-3).
2. Apa nasihat Paulus bagi kita? (ayat 5).

Jika kita mencermati dengan seksama dalam setiap pesan terakhir dari surat-surat Paulus, maka kita akan menemukan bahwa ia selalu mengakhiri nasihatnya dengan penekanan kepada konsistensi untuk menjaga kondisi rohani jemaat agar mereka tetap sehat. Perhatikan kalimat ini, “Berdoa jugalah untuk kami, supaya Allah membuka pintu untuk pemberitaan kami, sehingga kami dapat berbicara tentang rahasia Kristus, yang karenanya aku dipenjarakan. Dengan demikian aku dapat menyatakannya, sebagaimana seharusnya. Hiduplah dengan penuh hikmat terhadap orang-orang luar, pergunakanlah waktu yang ada. Hendaklah kata-katamu senantiasa penuh kasih, jangan hambar, sehingga kamu tahu, bagaimana kamu harus memberi jawab kepada setiap orang.” Seorang atlet profesinal akan selalu menjaga staminanya agar selalu prima. Dengan demikian, ia akan selalu siap sedia untuk bertanding dalam pertandingan, sehingga ia memperoleh hadiah. Banyak atlet yang kehilangan gelar juaranya karena kehabisan tenaga atau stamina menurun tajam. Seorang pemain sepak bola profesinal tidak akan diturunkan untuk bertanding jika staminanya tidak bagus. Jikalau terpaksa pelatih menurunkan dia, maka ia hanya akan bertanding dalam waktu singkat saja. Sebagai tentara Allah, kita harus menjaga stamina rohani kita agar tidak mengalami kedodoran sehabis pelayanan. Ketika kita berada dalam pertempuran rohani, maka orang yang memiliki stamina rohani yang baiklah yang akan tetap bertahan dalam peperangan. Karena kita berada dalam pertandingan iman, maka kita tidak boleh lengah sedikitpun. Kita seringkali mengalami banyak kegagalan karena kita tidak memiliki disiplin rohani yang baik. Misalnya: kita tidak bertekun dalam doa, atau tidak suka bersyukur dengan apa yang ada, bahkan kita tidak rajin memberitakan Injil. Yang terjadi pada kita justru kata-kata sia-sia yang terlontar keluar dari mulut kita. Mari, bangkit dan isi kembali stamina rohani Anda dengan disiplin rohani yang baik sebagai murid Kristus.

Praktek :

Bagaimana stamina rohani Anda akhir-akhir ini? Apakah Anda masih melakukan disiplin rohani? Bagikan komitmen Anda hari ini setelah merenungkan Firman Tuhan.

===========================

SEORANG MURID PASTI HIDUP DISIPLIN

Bacaan Firman :
Bacalah Amsal 4:23-27 dengan hati yang berdoa untuk menerima pencerahan dari Allah dalam saat teduh hari ini

Pertanyaan Renungan
1. Hal-hal apa saja yang harus kita jaga dalam kehidupan kita?
2. Apa alasan utama kita harus menjaga semuanya itu?

Kehidupan seorang Murid Kristus adalah kehidupan yang berdisiplin. Oleh karena itu, mari kita melihat Firman Tuhan sebagai penuntun jalan hidup kita. Jika kita membaca Amsal 4:23-27, ada empat hal yang perlu kita jagai sebagai seorang murid Kristus. Keempat hal tersebut adalah :

1. Hati
Hati berbicara tentang sikap hati dan motivasi kita. Jadi, kita harus menjaga hati kita dari rasa kecewa, marah dan kepahitan, Janganlah kita menghakimi orang lain.

2. Mulut
Jika hati kita merasa kecewa terhadap seseorang atau sesuatu, maka kita pasti mengeluarkan perkataan-perkataan yang pahit dan cenderung akan melukai orang lain. Oleh karena itu, marilah kita menggunakan perkataan yang baik untuk membangun orang lain yang mendengarnya, supaya mereka memperoleh kasih karunia.

3. Mata
Jagalah mata kita terhadap hal-hal yang jahat. Sebab, mata adalah jendela hati. Jikalau mata kita gelap, maka betapa gelapnya kehidupan kita. Jadi, pergunakanlah mata kita untuk melihat yang baik dari Firman Tuhan.

4. Perbuatan
Kita harus menyadari bahwa mata Tuhan mengawasi apa pun yang kita lakukan. Jadi, marilah kita menjauhkan kaki kita dari pada jalan-jalan yang jahat. Mari kita mempraktekkan hidup yang berdisiplin.

Praktek :
Sudahkah Anda hidup dengan disiplin? Sudahkah Anda menjaga keempat hal di atas? Tulislah komitmen Anda untuk dilakukan.

=====================

MURID DISIPLIN MERENUNGKAN FIRMAN

Bacaan Firman :
Bacalah Mazmur 1:1-3 dengan hati yang berdoa untuk menerima pencerahan dari Allah dalam saat teduh hari ini

Pertanyaan Renungan
1. Disiplin berpantang seperti apakah dari pembacaan Firman Tuhan hari ini? (ayat 1).
2. Disiplin keterlibatan seperti apakah dari pembacaan Firman Tuhan hari ini? (ayat 2-3).

Hal apa yang kita cintai akan terlihat dari apa yang kita lakukan. Jika kita berkata bahwa kita mencintai Firman Tuhan, tetapi tidak membaca dan merenungkan Firman Tuhan, maka kita patut bertanya pada diri sendiri apakah kita sudah mengasihi Firman Tuhan. Iman tanpa perbuatan adalah mati. Mari, renungkan bagaimana kita mempergunakan waktu kita setiap hari: berapa banyak waktu yang kita gunakan untuk membaca dan merenungkan Firman: 10 menit? 15 menit? 30 menit? 1 jam? Atau … Seberapa banyak waktu yang kita gunakan untuk menonton tv, membaca koran, melihat email, dll. Yohanes dengan tegas berkata, “Janganlah kamu mengasihi dunia dan apa yang ada di dalamnya. Jikalau orang mengasihi dunia, maka kasih akan Bapa tidak ada di dalam orang itu. Sebab semua yang ada di dalam dunia, yaitu keinginan daging dan keinginan mata serta keangkuhan hidup, bukanlah berasal dari Bapa, melainkan dari dunia. Dan dunia ini sedang lenyap dengan keinginannya, tetapi orang yang melakukan kehendak Allah tetap hidup selama-lamanya,” (I Yohanes 2:15-17). Apa yang Anda kasihi hari ini?

Renungan Firman
Bagaimana respon kita setelah merenungkan Firman Tuhan hari ini? Berapa banyak waktu yang Anda sediakan untuk merenungkan Firman Tuhan? Apakah kita sudah memberi waktu kita kepada Tuhan setiap hari?

===============

HILANGNYA ESENSI SEBUAH KISAH

Bacaan Firman :
Bacalah Lukas 24:13-35 dengan hati yang berdoa untuk menerima pencerahan dari Allah dalam saat teduh hari ini

Pertanyaan Renungan:
1. Hal apakah yang sedang diperbincangkan oleh kedua murid Kristus ini? (ayat 13-16).
2. Mengapa Yesus mempertanyakan hasil diskusi kedua murid-Nya ini?(ayat 17)
3. Menurut Anda, mengapa esensi kisah kehidupan Yesus hilang dari mereka begitu saja?

Kebangkitan Kristus adalah inti dari Injil. Sebab, kemenangan Yesus atas maut menjadi bukti bahwa Dia adalah Allah. Suatu kali Yesus berkata pada murid-murid, “Sekarang kita pergi ke Yerusalem dan Anak Manusia akan diserahkan kepada imam-imam kepala dan ahli-ahli Taurat, dan mereka akan menjatuhi Dia hukuman mati. Dan mereka akan menyerahkan Dia kepada bangsa-bangsa yang tidak mengenal Allah, dan Ia akan diolok-olokkan, diludahi, disesah dan dibunuh, dan sesudah tiga hari Ia akan bangkit,”(Markus 10:33-34). Nubuatan Yesus tentang kebangkitan-Nya terbukti kebenarannya ketika dua murid-Nya pergi ke Emaus. Mereka berjalan sambil bercerita tentang Yesus tanpa menyadari bahwa Ia ada di antara mereka. Yesus sengaja bertanya dan mereka segera menceritakan kepada Yesus kisahnya secara mendetail. Tapi sayangnya, mereka kehilangan esensi kisah itu. Ketika mereka kehilangan esensinya, maka mata mereka tertutup dan tidak bisa mengenali Yesus. Perhatikan kalimat ini, ”Tetapi beberapa perempuan dari kalangan kami telah mengejutkan kami: Pagi-pagi buta mereka telah pergi ke kubur, dan tidak menemukan mayat-Nya. Lalu mereka datang dengan berita, bahwa telah kelihatan kepada mereka malaikat-malaikat, yang mengatakan, bahwa Ia hidup,”(ayat 22-23). Ketika esensinya hilang, maka kesaksian manusia atau perkataan malaikat pun tidak bisa meyakinkan tentang kebangkitan Yesus. Mereka memiliki kisah kebangkitan Yesus, tetapi tidak menyadari kehadiran-Nya di tengah-tengah mereka. Hal yang sama terjadi pada kita di zaman ini. Kita memiliki kisah kebangkitan Yesus secara lengkap dalam Alkitab. Namun banyak orang yang kehilangan esensi kuasa kebangkitan Yesus. Kebangkitan Yesus dapat menyembuhkan dan memulihkan kembali hidup manusia secara utuh. Masihkah Anda memiliki esensi kuasa kebangkitan Yesus?

Praktek :
Apakah Anda telah kehilangan esensi kebangkitan Yesus? Apa komitmen Anda untuk dilakukan? Bagikanlah pengalaman Anda di komsel.

==========================

YESUS TERANGKAT KE SORGA

Bacaan Firman :
Bacalah Lukas 24:50-53 dengan hati yang berdoa untuk menerima pencerahan dari Allah dalam saat teduh hari ini

Pertanyaan renungan:
1. Sebelum terangkat ke sorga, apa yang Yesus lakukan pada semua murid-Nya? (ayat 50-51).
2. Setelah menyembah Yesus, apa yang dilakukan para murid di Yerusalem? (ayat 25-30).

Betania adalah salah satu kampung penting dalam pelayanan Yesus. Karena di kampung ini Yesus membangkitkan Lazarus dari kematian setelah dikubur selama tiga hari. Di kampung inilah Maria, Marta dan Lazarus tinggal. Maria ialah perempuan yang pernah meminyaki kaki Tuhan dengan minyak mur dan menyekanya dengan rambutnya. Entah mengapa Betania tiba-tiba menjadi tempat yang begitu penting, sehingga Yesus harus membawa murid-murid sampai dekat Betania, lalu mengangkat tangan dan memberkati mereka. Setelah memberkati mereka, maka Yesus terangkat ke sorga. Lukas menuliskan kesan para murid Yesus, “Mereka sujud menyembah kepada-Nya, lalu mereka pulang ke Yerusalem dengan sangat bersukacita. Mereka senantiasa berada di dalam Bait Allah dan memuliakan Allah.”(Lukas 24:52-53). Sebelumnya, Yesus berpesan kepada mereka untuk tidak gelisah, tapi tetap percaya. Yesus naik ke sorga untuk menyediakan tempat bagi mereka. Jadi, mereka bersukacita. Terangkatnya Yesus ke sorga memberi jaminan bahwa Roh Kudus pasti datang. Jika Roh Kudus datang, maka Ia akan tinggal di dalam hati mereka dan menyertai mereka. Sampai selama-lamanya (baca Yoh. 14:16-17). Jika Roh Kudus tinggal dalam mereka, maka mereka pasti memiliki kuasa untuk bersaksi tentang Yesus. Bagaimana dengan Anda. Apakah Roh Kudus telah menolong hidup Anda selama ini? Sudahkah Anda mengandalkan Dia di dalam kehidupan Anda?

Praktek : Menurut pendapat Anda, mengapa Yesus harus terangkat ke sorga? Apa pentingnya Yesus terangkat ke sorga bagi Anda? Apa komitmen Anda untuk dilakukan? Bagikan pengalaman Anda di komsel.

============================

MURID DISIPLIN MENGHAFALKAN FIRMAN TUHAN

Bacaan Firman :
Bacalah Amsal 4:20-23 dengan hati yang berdoa untuk menerima pencerahan dari Allah dalam saat teduh hari ini

Pertanyaan Renungan
1. Apa perintah Tuhan bagi kita sebagai anak-anakNya?(ayat 20-21).
2. Apakah hasilnya jika kita taat kepada perintah Tuhan”(ayat 22-23).

Firman Tuhan berkata, “Hai anakku, perhatikanlah perkataanku.” Apakah yang sedang kita perhatikan setiap hari? Seberapa banyakkah waktu yang kita gunakan untuk memperhatikan Firman Tuhan? Apakah kita membaca Firman Tuhan lebih banyak daripada menonton tv atau membaca koran? Tuhan berkata, “Hai anakku arahkan telingamu kepada ucapanku.” Seberapa kita mendengar Firman Tuhan? Apakah kita memperkatakan Firman Tuhan setiap hari? Kata Tuhan, ”Hai anakku janganlah semuanya itu menjauh dari matamu.” Apakah mata kita tertuju kepada Firman Tuhan? Ataukah mata kita melihat kepada hal-hal yang najis? Kata Tuhan, “Hai anakku, simpanlah itu dalam lubuk hatimu.” Apakah kita menghafal Firman Tuhan dan menyimpannya dalam hati? Jika kita melakukan keempat hal di atas dengan benar, maka kita akan mengalami kesembuhan secara fisik dan emosi. Mazmur 119:9-11, memberikan pertanyaan, “Dengan apakah seorang muda mempertahankan kelakuannya bersih? Dengan menjaganya sesuai dengan firman-Mu. Dengan segenap hatiku aku mencari Engkau, janganlah biarkan aku menyimpang dari perintah-perintah-Mu. Dalam hatiku aku menyimpan janji-Mu, supaya aku jangan berdosa terhadap Engkau.” Ini berarti kita bisa hidup dalam kekudusan Tuhan, jika kita memiliki firman Tuhan dalam hati kita. Sudahkah kita disiplin diri dalam menghafal Firman Tuhan?

Praktek : Bagaimana respon kita setelah merenungkan Firman Tuhan hari ini? Apakah kita mau menghafal dan menyimpan firman Tuhan dalam hati kita? Apa yang menghalangi Anda untuk tidak mau menghafal Firman Tuhan? Bagikanlah pengalaman Anda di komsel

======================

MURID DISIPLIN MEMPERKATAKAN FIRMAN TUHAN

Bacaan Firman :
Bacalah Amsal 18:21 dengan hati yang berdoa untuk menerima pencerahan dari Allah dalam saat teduh hari ini

Pertanyaan renungan
1. Apa yang Firman Tuhan katakan kepada Anda hari ini?
2. Apa komitmen Anda setelah mengetahui kebenaran ini?

Perkataan kita seperti benih yang sedang ditabur. Jika kita memperkatakan perkataan yang negatif, maka kita akan menuai hasil yang negatif pula. Jika kita memperkatakan Firman Tuhan, maka kita akan menuai hasil dari firman Tuhan tersebut. Perkataan apakah yang seringkali kita perkatakan kepada diri kita setiap hari? Perkataan apa yang kita ucapkan kepada istri atau anak, pekerjaan atau pelayanan kita? Apakah kita memperkatakan dan merenungkan Firman Tuhan? Bagaimana jika Anda sedang mengalami pergumulan yang berat, apa yang harus kita katakan? Mari kita belajar dari raja Daud. Ia berkata, “Sekiranya Taurat-Mu tidak menjadi kegemaranku, maka aku telah binasa dalam sengsaraku. Untuk selama-lamanya aku tidak melupakan titah-titah-Mu, sebab dengan itu Engkau menghidupkan aku,”(Mazmur 119:92-93). Daud tidak melupakan firman Tuhan ketika ia menghadapi masa-masa kesukaran. Bukan hanya tidak melupakan firman, tetapi Daud juga sangat mencintai firman Tuhan, katanya, “Betapa kucintai Taurat-Mu! Aku merenungkannya sepanjang hari,”(Mazmur 119:97). Bagaimana dengan keadaan Anda saat ini Apakah Anda masih memperkatakan firman Tuhan setiap hari dalam hidup Anda? Mari kita mendisplinkan diri dalam memperkatakan Firman Tuhan setiap hari

Praktek : Bagaimana respon kita setelah merenungkan Firman Tuhan hari ini? Apakah komitmen Anda untuk dilakukan? Kepada siapa Anda mau bertanggungjawab?

=========================

MURID DISIPLIN BERPUASA

Bacaan Firman:
Bacalah Lukas 5:34-35 dengan hati yang berdoa untuk menerima pencerahan dari Allah dalam saat teduh hari ini

Pertanyaan Renungan
1. Apakah Anda sangat disiplin dalam berpuasa?
2. Kapankah terakhir kali Anda berpuasa dan apa dampaknya bagi pertumbuhan rohani Anda?

Pada suatu kali, ada seorang anak muda yang badannya tegar dan kuat menantang seorang penebang pohon senior untuk berlomba menebang pohon. Siapakah di antara mereka yang dapat menebang pohon sebanyak-banyaknya dalam satu hari? Oleh karena tantangannya diterima, maka anak muda ini mulai menebang pohon dan terus-menerus ia menebang pohon sebanyak-banyaknya pada hari itu. Sedangkan sang penebang senior, yang terbiasa menebang pohon. Setiap kali ia habis menebang satu pohon, maka ia selalu berhenti sebentar untuk mengasah kapaknya. Pada sore hari, anak muda ini mulai kelelahan karena kapaknya menjadi tumpul. Akhirnya, penebang seniorlah yang memenangkan perlombaan, karena kapaknya masih tajam. Ia selalu memiliki waktu untuk mempertajam kapaknya setelah menebang satu pohon. Bagaimana dengan hidup kita? Apakah kita memiliki disiplin rohani untuk mempertajam kehidupan rohani kita dengan berpuasa? Puasa adalah salah satu disiplin yang harus dikembangkan oleh murid Kristus untuk mematikan kedagingan dan mempertajam kepekaan akan suara Tuhan. Sudahkah Anda mendisiplinkan dari dalam berpuasa? Berapa kalikah Anda berpuasa dalam sebulan?

Praktek :
Bagaimana respon kita setelah merenungkan Firman Tuhan hari ini? Apakah komitmen Anda untuk dilakukan?

==========================

MURID SEJATI TIDAK AKAN KUATIR

Bacaan Firman :
Bacalah Matius 6:25-34; Filipi 4:6; 3 Yohanes 1:2 dengan hati yang berdoa untuk menerima pencerahan dari Allah dalam saat teduh hari ini.

Pertanyaan Renungan:
1. Apa penyebab kekuatiran dalam diri seseorang: Masa depan? Pekerjaan? Keluarga? Kesehatan? Sekolah? Keuangan?
2. Dalam kondisi apa Anda kuatir? Apa jawaban Tuhan tentang kekuatiran?

Zaman berlalu dengan cepat dan mengalami banyak perubahan yang tak terduga. Perubahan demi perubahan yang terjadi membuat kita seakan-akan tidak berdaya. Ada yang bisa kendalikan dan ada yang tidak bisa kita kendalikan. Yang penting bagaimana cara kita meresponi perubahan tersebut. Apakah perubahan itu membuat kita kuatir atau tidak, tergantung pilihan kita. Dr. Thomas Borkovec, dari Penn State University, memberi definisinya,“Kekuatiran merupakan serangkaian pikiran dan gambaran-gambaran yang menghasilkan perasaan-perasaan negatif. Pikiran-pikiran tersebut tidak dapat dikontrol, dan berkaitan dengan suatu masalah tertentu yang tidak pasti. Biasanya, para penguatir yakin bahwa kemungkinan besar akan terjadi satu hal atau lebih yang bersifat negatif.”

Kekuatiran:
40 % tidak pernah terjadi
30 % sudah terjadi
12 % tentang kesehatan
10 % tentang hari-hari yang dilalui

Jadi 92 % kekuatiran kita tidak masuk akal. Ketika kuatir, kita seperti sedang duduk di atas kursi goyang yang tidak akan membawa kita kemana-mana. Kekuatiran berlawanan dengan iman. Kekuatiran tidak akan menyelesaikan apapun, malah memperburuk keadaan. Jadi, Yesus berkata, “Sebab itu janganlah kamu kuatir akan hari besok, karena hari besok mempunyai kesusahannya sendiri. Kesusahan sehari cukuplah untuk sehari,”(Matius 6:34). Lalu, mengapa Anda masih kuatir?

Ingat, kekuatiran tidak akan menambah sehasta pun umur Anda.

Praktek : Adakah kekuatiran telah mengikat hidup Anda selama ini? Hal apakah yang menyebabkan Anda kuatir? Apa komitmen Anda untuk dilakukan? Bagikan pengalaman Anda di komsel.

=====================

Murid sejati selalu memikirkan perkara yang di atas

Bacaan Firman :
Bacalah Kolose 2:16-23 dan 3:1-4 dengan hati yang berdoa untuk menerima pencerahan dari Allah dalam saat teduh hari ini

Pertanyaan renungan
1. Bagaimana sikap kita sebagai seorang murid terhadap aturan-aturan manusia duniawi? (Kolose 2:16-18).
2. Apa yang harus kita cari dan pikirkan setelah kita mengalami kuasa kebangkitan? (Kolose 3:1-2).

Ketika mengalami kelahiran baru, kita menerima benih Illahi di dalam hidup kita. Hal ini membuat kita berpindah dari kerajaan gelap kepada kerajaan terang. Manusia roh kita menjadi baru, sedangkan manusia jasmani kita tetap sama. Oleh karena itu, kita harus bertumbuh menjadi dewasa secara rohani. Selama proses ini, banyak pengajaran duniawi yang sudah tertanam dalam diri kita sebelum kita lahir baru, berupa berbagai ajaran yang tidak sesuai dengan firman Tuhan, yang bisa saja diturunkan dari orang tua, nenek moyang, adat istiadat, lingkungan, dll. Ajaran yang tidak sesuai dengan firman Tuhan ini harus dibuang dan diganti dengan kebenaran firman Tuhan. Setelah kita dibaptis untuk mati bersama Kristus, maka kita sudah bebas dari roh-roh dunia. Karena itu, kita tidak boleh membiarkan diri kita diperhamba lagi oleh roh-roh dunia lewat peraturan-peraturan manusia. Apapun yang kita pikirkan dan lakukan harus sesuai dengan firman Tuhan. Fokus hidup kita bukan lagi kepada hal-hal duniawi yang akan binasa, tetapi harus kepada Yesus yang kekal selama-lamanya.

Praktek :
Masih adakah aturan-aturan manusia yang tidak sesuai firman Tuhan yang kita lakukan setelah lahir baru? (Contoh: berpantang terhadap makanan tertentu, hari tertentu, tafsiran-tafsiran mimpi, sikap-sikap tertentu yang harus dilakukan, upacara-upacara adat, dll). Apa komitmen Anda untuk dilakukan?

========================

Murid sejati selalu jadi teladan bagi orang percaya

Bacaan Firman :
Bacalah 1 Timotius 4:12 dengan hati yang berdoa untuk menerima pencerahan dari Allah dalam saat teduh hari ini

Pertanyaan renungan
1. Bagi siapakah kita harus menjadi teladan?
2. Dalam hal apa saja kita menjadi teladan?

Seorang murid memiliki benih Illahi yang membawa karakter Kritus di dalamnya. Karena itu, tugas dan peran kita adalah menjadi teladan bagi orang percaya. Mengapa? Karena lebih mudah bagi kita untuk menjadi teladan bagi orang tidak percaya, sesudah kita menerima hati baru lewat penyucian oleh darah Kristus. Tapi, untuk menjadi teladan bagi orang percaya dibutuhkan proses demi proses yang harus kita lewati. Jika kita mempraktekkan firman Tuhan di antara orang percaya yang juga sedang belajar praktek firman Tuhan, maka karakter kita akan mengalami pertumbuhan. Hal ini hanya akan terjadi bila kita berada dalam sebuah komunitas yang saling menasehati, saling mendorong dalam kasih dan banyak hal “saling” lain yang dipraktekkan. Jadi, karakter kita akan bertumbuh ketika kita : (1). Menjadi teladan dalam perkataan. Apakah perkataan kita membangun dan mendatangkan kasih karunia? Salomo berkata, “Hidup dan mati di kuasai lidah, siapa suka menggemakannya, akan memakan buahnya,”(Amsal 18:21). Hidup kita akan diberkati jikalau kita menjaga perkataan kita. (2). Menjadi teladan dalam tingkah laku. Kita bisa mengaplikasikan firman yang telah kita renungkan mulai dari matahari terbit sampai terbenam. (3). Menjadi teladan dalam kasih. Kasih Kristus dalam hidup kita dirasakan mulai dari keluarga, teman-teman dan lingkungan. (4). Menjadi teladan dalam kesetiaan. Lakukan segala sesuatu dengan setia. (5). Menjadi teladan dalam kesucian. Apa yang kita katakan dan lakukan semuanya untuk memuliakan nama Tuhan.

Praktek :
Dalam hal apakah Anda ingin berubah setelah membaca firman hari ini? Bagikan di dalam komsel agar komsel membantu perubahan tersebut.

========================

Murid sejati bersekutu dengan orang yang takut akan Tuhan

Bacaan Firman :
Bacalah Mazmur 119:63 dan I Korintus 15:33 dengan hati yang berdoa untuk menerima pencerahan dari Allah dalam saat teduh hari ini

Pertanyaan renungan:
1. Dengan siapakah kita seharusnya bersekutu? (Mazmur 119:63).
2. Mengapa kita dilarang untuk tidak bergaul secara sembarangan? (I Korintus 15:33).

Seorang murid Kristus harus membangun hubungan dengan siapapun. Karena membangun hubungan akan menjadi jembatan bagi kita untuk bersaksi kepada orang-orang yang belum percaya atau belum mengenal Tuhan. Setelah lahir baru dan melayani Tuhan, kita cenderung bergaul dengan sesama rekan pelayanan, sehingga kehilangan kontak dengan mereka yang belum mengenal Tuhan. Atau kecenderungan lain adalah kita sibuk bergaul atau bersekutu dengan orang-orang yang belum mengenal Tuhan, sehingga kita terbawa pergaulan duniawi. Kita masih menerapkan nilai-nilai duniawai dalam kehidupan kita yang sudah mengalami kelahiran baru. Jadi, bagaimana pergaulan kita setelah lahir baru? Kita bergaul dengan semua orang, agar bisa bersaksi dan membangun orang percaya lain lewat kesaksian-kesaksian kita. Kita juga bisa bersaksi kepada orang-orang yang belum percaya kepada Yesus lewat membangun hubungan. Salah satu arti dari bersekutu adalah saling masuk. Tetapi, dengan siapa kita bersekutu? Kita mesti bersekutu dengan semua orang yang takut akan nama Tuhan dan yang berpegang teguh pada titah-titah Tuhan. Dengan demikian, kita akan mengalami pertumbuhan rohani lewat impartasi kehidupan yang dibagikan.

Praktek :
Apakah Anda masih membangun hubungan dengan orang-orang yang belum mengenal Tuhan?
Tentukan dengan siapa anda bersekutu agar mengalami pertumbuhan rohani

===================

Murid sejati selalu belajar ketetapan-ketetapan Tuhan

Bacaan Firman :
Bacalah Mazmur 119:66-71 dengan hati yang berdoa untuk menerima pencerahan dari Allah dalam saat teduh hari ini

Pertanyaan renungan
1. Apa yang pemazmur rindukan untuk belajar dari Tuhan? (ayat 66).
2. Apa pendapat pemazmur tentang Tuhan? (ayat 68a).
3. Apa pandangan pemazmur terhadap keadaan yang tertindas? (ayat 71).

Sebagai murid sejati, tentu kita juga pernah mengalami saat-saat yang tidak menyenangkan. Ketika kita mengikuti dan melayani Tuhan, pasti ada harga yang harus dibayar. Biasanya ada-ada saja penderitaan yang diijinkan oleh Tuhan terjadi dalam hidup kita. Kita mengalami penderitaan sekalipun hidup kita benar. Ada kalanya kita berada di posisi benar dalam suatu keadaan, tapi tetap saja dipersalahkan. Jika kita mengalami penderitaan yang bukan karena dosa yang kita lakukan, maka hal itu akan mendatangkan kemuliaan bagi nama Tuhan. Menderita karena kebenaran itu lebih mulia daripada menderita karena kesalahan. Terkadang Tuhan mengijinkan kita tertindas, yang berarti teraniaya secara emosional. Ketika tertindas, apa respon kita menjadi ukuran dari rohani kita. Sangat mudah untuk melakukan firman Tuhan jika situasinya mendukung. Tetapi akan sulit sekali untuk melakukan firman Tuhan, ketika situasinya sangat menekan. Pada saat seperti itulah ego atau kedagingan kita ingin sekali untuk mengendalikan respon kita. Pada saat itulah Tuhan menyediakan kasih karunia yang akan memampukan kita untuk memberi respon benar sesuai firman Tuhan yang sudah kita baca dan renungkan. Ketika kita taat, maka hasilnya adalah firman menjadi rhema yang memerdekakan kita. Roh kita pasti bertumbuh dan bertambah kuat dalam pengenalan kita kepada Tuhan. Kita hanya akan berkata, “Tuhan, Engkau baik dan berbuat baik.”

Praktek:
Apakah Anda sedang berada dalam kondisi tertindas? Firman apakah yang Tuhan ingatkan kepada Anda untuk dipraktekkan. Bagikan rhema dari firman yang Anda dapatkan ketika tertindas.

==================

Lakukanlah semuanya dalam nama Tuhan Yesus

Bacaan Firman :
Bacalah Kolose 3:17 dengan hati yang berdoa untuk menerima pencerahan dari Allah dalam saat teduh hari ini

Pertanyaan renungan
1. Apa yang harus kita lakukan ketika kita melakukan aktifitas lewat perkataan dan perbuatan?
2. Sebenarnya kepada siapakah kita lakukan semuanya ini?

Murid sejati harus terus-menerus berhubungan dengan Kepala yaitu Yesus, yang menjadi kepala dari tubuh. Ketika kita “connect” terus-menerus dengan kepala, maka apapun yang kita lakukan lewat perkataan ataupun perbuatan, pasti akan mengalir dari sang kepala. Kalau kepala yang memimpin hidup kita, maka semuanya pasti baik, berguna, berdampak, membawa berkat dan sebagainya demi membangun diri kita dan tubuh Kristus. Terkadang kita berjalan sendiri tanpa ada hubungan dengan Kepala atau Kristus, sehingga perkataan atau perbuatan kita tidak disertai urapan Roh Kudus. Dengan demikian, perkataan atau perbuatan kita tidak membawa dampak kekal kepada orang lain. Perkataan Kristus adalah perkataan yang membawa kehidupan. Jadi, biasakanlah diri Anda untuk selalu menyertakan Tuhan dalam segala aktifitas Anda. Ia adalah Kepala yang mau memimpin hidup kita. Karena itu, marilah kita mengucap syukur kepada Allah atas segenap berkat sorgawi yang dilimpahkan atas kita, baik secara pribadi maupun dalam komunitas.

Praktek:
Apakah Anda adalah pribadi yang terus-menerus terhubung dengan Kristus? Apakah Anda melakukan segala aktifitas dengan penuh ucapan syukur? Apakah Anda melakukan ini karena mengasihi dan mengandalkan Dia sebagai sumber segala sesuatu?

===================

MAKA PENUHLAH MEREKA DENGAN ROH KUDUS

Bacaan Firman :
Bacalah Kisah Para Rasul 2:1-4 dengan hati yang berdoa untuk menerima pencerahan dari Allah dalam saat teduh hari ini

Pertanyaan renungan:
1. Tanpa-tanda apa yang terjadi sebelum para murid dipenuhi Roh Kudus? (ayat 1-3).
2. Apakah tanda-tandanya ketika murid-murid Yesus dipenuhi Roh Kudus?(ayat 4).

Pentaskosta, yang juga dieja sebagai Pantekosta berarti hari ke-50. Pada hari ini, orang-orang Yahudi datang dari segala penjuru ke Yerusalem untuk merayakan panen raya. Akhirnya, diadopsi oleh gereja dan dijadikan sebagai hari raya gerejawi. Pentakosta adalah hari raya orang Kristen untuk memperingati peristiwa dicurahkannya Roh Kudus atas para murid Yesus di loteng Yerusalem. Pentakosta adalah hari ke-50 setelah kebangkitan Yesus Kristus atau hari ke-10 setelah kenaikan Yesus ke sorga. Pada hari Pentakosta, Roh Kudus dicurahkan ke atas murid-murid sesuai janji Yesus. Ketika Roh Kudus dicurahkan atas murid-murid, maka penuhlah mereka dengan Roh Kudus dan berbicara dalam berbagai macam bahasa. Petrus berdiri dan berkotbah sehingga tiga ribu orang bertobat dan dibaptis. Inilah awal lahirnya gereja mula-mula, karena dimulainya pekabaran Injil Yesus Kristus. Kuasa Roh Kudus mengubah Petrus yang penakut, pengecut dan ceroboh hingga menyangkal Yesus menjadi manusia pemberani. Lebih heran lagi adalah hanya bayangan Petrus saja bisa menyembuhkan orang-orang sakit. Di sini kita melihat bahwa Roh Kudus yang hidup di dalam Petruslah yang melakukan semua mukjizat itu. Masalah besar apakah yang sedang menghimpit Anda? Mintalah Roh Kudus yang telah mengubah Petrus untuk mengubah Anda dan Anda bisa bangkit kembali menjadi pemenang. Roh Kudus adalah roh keberanian. Ia mengubah penakut menjadi pemberani. Ia mengubah yang lemah menjadi kuat, Ia mengubah yang letih lesu menjadi pribadi yang bergairah. Beritakanlah kasih Kristus kepada mereka yang terhilang. Apakah Anda siap? Mari, kobarkan roh Anda lagi untuk melayani Tuhan

Praktek :
Sudah sadarkah Anda bahwa Roh Kudus yang mengubah Petrus sanggup mengubah hidup Anda juga? Mengapa Anda tidak memintanya sekarang? Apa komitmen Anda untuk dilakukan? Bagikan pengalaman Anda di komsel.

======================

Murid sejati giat selalu dalam pekerjaan Tuhan

Bacaan Firman :
Bacalah 1 Korintus 15:58 dengan hati yang berdoa untuk menerima pencerahan dari Allah dalam saat teduh hari ini.

Pertanyaan Renungan:
1. Apa nasihat Paulus kepada jemaat Tuhan di Korintus?
2. Apa yang akan Anda lakukan jika Anda tahu bahwa Tuhan menyediakan upah bagi Anda?

Kita sedang menjalani suatu proses perjalanan bersama Tuhan, dimana banyak tantangan dan rintangan menghalangi jalan kita dan bisa melemahkan iman kita. Kita tahu bahwa serangan terhadap iman kita kadangkala disebabkan oleh kuasa kegelapan, ajaran-ajaran palsu ataupun orang-orang lain yang berniat melemahkan kita. Namun satu hal yang perlu kita sadari adalah bahwa Allah telah memberikan kemenangan kepada kita lewat kematian Yesus Kristus di atas kayu salib. Musuh terakhir yang dikalahkan adalah maut lewat kebangkitan Kristus. Jadi, apapun yang kita alami saat ini tidak boleh menjadi alasan untuk melemahkan iman kita. Ingat, Kritus telah menjadikan kita sebagai pemenang. Iman kita bisa goyah jika kita tidak membangun kerohanian kita lewat Saat Teduh. Iman timbul dari pendengaran dan pendengaran oleh firman Kristus (Roma 10:17).

Setiap pribadi harus membangun dirinya lewat persekutuan dengan Tuhan dalam doa dan firman. Karena jika kita kuat, maka tantangan tidak akan menggoyahkan kita. Iman pasti bertumbuh lewat perbuatan sehari-hari. Pertumbuhan iman seseorang dapat terlihat dari cara hidupnya, yaitu ia selalu giat dalam pekerjaan Tuhan. Banyak alasan dipakai oleh seseorang untuk tidak melayani Tuhan. Hal ini bisa terjadi jika orang tersebut sedang mengalami penurunan kondisi rohani. Jika kita mau agar selalu giat dalam pelayanan, maka kita harus senantiasa bersekutu dengan Tuhan. Sebab jerih payah kita tidak akan sia-sia.

Praktek
1. Bagaimana kondisi iman Anda saat ini: apakah sedang mengalami naik atau turun?
2. Apakah Anda masih giat untuk pekerjaan Tuhan? Jika tidak, mengapa?

======================

Seorang murid HARUS percaya kepada rancangan Tuhan.

Bacaan Firman :
Bacalah Yesaya 55:8-11 dengan hati yang berdoa untuk menerima pencerahan dari Allah dalam saat teduh hari ini

Pertanyaan renungan
1. Apa bedanya jalan-jalan dan rancangan Tuhan dengan jalan dan rancangan kita? (ayat 9).
2. Bagaimanakah caranya Tuhan menjamin firman-Nya? (ayat 11).

Hidup atau mati, kita adalah milik Tuhan. Ketika kita menerima Yesus, maka kepemilikan Tuhan atas kita adalah sah. Namun, terkadang pikiran manusiawi kita membawa kita kepada jalan dan rancangan yang tidak sesuai dengan rancangan dan jalan Tuhan. Seringkali kita merencanakan masa depan kita tanpa meminta pertolongan Tuhan. Akibatnya, ketika rencana kita gagal total, maka kita menjadi kecewa dan putus asa. Ingatlah bahwa Tuhan kita adalah Tuhan yang merencanakan apa yang baik dan sempurna atas kita. Oleh karena itu, apapun yang ingin kita rencanakan atau rancangkan tentang masa depan, harus diserahkan kepada Tuhan. Sebab, Tuhanlah yang tahu apa yang terbaik bagi kita. Ia memiliki rencana, rancangan dan panggilan yang luar biasa atas hidup kita, bahkan rencana yang terbaik hanya dikhususkan bagi kita. Kita harus percaya bahwa rencana dan kehendak Tuhan atas kita bukan hanya baik, tetapi yang terbaik. Jadi, untuk mendapatkan yang terbaik itu dibutuhkan pertumbuhan karakter yang semakin dewasa di dalam Tuhan. Kita harus peka dengan suara Tuhan. Dia ingin memimpin hidup kita. Roh Kudus adalah penolong dan penuntun yang akan memimpin hidup kita di jalan-jalan Tuhan. Ketika kita membiarkan Tuhan memimpin kita, maka kita akan mengalami janji-janji Tuhan yang paling indah, paling besar dan luar biasa.

Praktek :
Pernahkah Anda kecewa karena rencana pribadi Anda tidak menjadi kenyataan? Apakah Anda punya pengalaman tentang bagaimana Tuhan memberikan yang terbaik bagi Anda? Bagikan itu di komsel.

======================

SEORANG MURID MENGASIHI SESAMANYA

Bacaan Firman :
Bacalah Lukas 10:25-37 dengan hati yang berdoa untuk menerima pencerahan dari Allah dalam saat teduh hari ini

Pertanyaan Renungan:
1. Menurut Anda, bagaimana kondisi orang yang dirampok tersebut? (ayat 30).
2. Apa yang dilakukan oleh orang Samaria tersebut? (ayat 33-35).
3. Apa yang dimaksud oleh Yesus tentang, “sesama manusia?”

Coba bayangkan sejenak, jika cerita tentang orang Samaria ini benar-benar terjadi di dalam hidup Anda. Pada saat Anda sedang melewati suatu jalan, Anda bertemu dengan seseorang yang hampir sekarat karena dipukuli oleh orang lain. Sang korban benar-benar membutuhkan bantuan. Dimanakah posisi Anda saat itu? Apakah posisi Anda saat itu seperti seorang imam, seorang Lewi, atau seorang Samaria? Anda bisa menjawab sesuai kondisi Anda. Menjadi seorang murid Yesus, tidaklah cukup hanya mengasihi Tuhan dengan segenap hati dan jiwa kita, tapi Yesus juga menegaskan “kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri”. Orang Samaria yang ada dalam cerita ini, bukan hanya menolong orang yang terluka karena dirampok, tetapi juga menjamin orang tersebut sampai sembuh. Terkadang ketika kita menolong orang lain, timbul dalam pikiran kita, ”Apa untungnya buat saya?” atau “Siapakah dia sehingga saya harus menolong?”Akibatnya kita persis seperti Imam atau Lewi, yang hanya menjadi penonton atas orang yang terluka tersebut. Sedangkan contoh orang Samaria tersebut adalah seorang yang murah hati, mengasihi sesama dan tidak hitung-hitungan kepada siapa ia berbuat baik meskipun ia harus berkorban. Mari kita belajar seperti orang Samaria tersebut untuk nengasihi sesama kita mulai dari orang-orang yang terdekat dengan kita.

Praktek :
Bukalah mata Anda lebar-lebar saat ini, adakah orang yang sedang membutuhkan pertolongan? Berikanlah itu entah perhatian, kata-kata penguatan, atau bentuk ekspresi tulus yang lain dalam diri Anda. Ketika Anda lakukan untuk menolong orang yang terluka, maka Anda sudah menjadi orang Samaria yang murah hati.

==========================

PERINTAH UTAMA YESUS ADALAH SALING MENGASIHI

Bacaan Firman :
Bacalah Yohanes 15:9-17 dengan hati yang berdoa untuk menerima pencerahan dari Allah dalam saat teduh hari ini

Pertanyaan Renungan
1. Bagaiman caranya untuk tinggal di dalam kasih Yesus?
2. Apa perintah Yesus bagi setiap murid Kristus?

Semua orang Kristen lebih mengutamakan amanat agung Tuhan Yesus. Amanat ini memaksa kita untuk mentaatinya tanpa kecuali. Tetapi, firman Tuhan hari ini menyatakan dengan jelas bahwa saling mengasihi merupakan perintah utama Yesus. Ia berkata, “Seperti Bapa telah mengasihi Aku, demikianlah juga Aku telah mengasihi kamu; tinggallah di dalam kasih-Ku itu,”(Yohanes 15:9). Jadi, kita harus saling mengasihi agar kita tinggal dalam kasih Kristus. Apa pun program yang kita lakukan tidak boleh menggeser perintah Yesus dari fokus hidup kita sebagai murid Kristus. Murid harus tinggal di dalam kasih Kristus, yakni saling mengasihi. Jika kita mulai mengabaikan perintah Yesus ini, maka timbullah banyak masalah. Kasih kita seharusnya memberi tanpa syarat berubah menjadi kasih yang menuntut. Kasih yang menuntut inilah yang membuat kita tidak bisa tinggal di dalam kasih Kristus. Suami menuntut istri, istri menuntut suami. Orang tua menuntut anak-anak dan anak-anak menuntut orang tua. Bos menuntut karyawan, karyawan menuntut bos. Kunci untuk mengalami kasih Yesus adalah saling mengasihi. Tidak ada yang lain. Kata Yesus, “Jikalau kamu menuruti perintah-Ku, kamu akan tinggal di dalam kasih-Ku, seperti Aku menuruti perintah Bapa-Ku dan tinggal di dalam kasih-Nya,”(Yohanes 15:10). Maukah Anda untuk tinggal dalam Yesus? Praktekkanlah perintah saling mengasihi.

Praktek : Sudahkah Anda mempraktekkan kasih seperti yang dimaksud oleh Yesus di atas? Apakah yang menghalangi Anda untuk mentaati perintah Yesus? Bagikan pengalaman Anda di komsel.

=====================

SEORANG MURID MENGASIHI SESAMANYA

Bacaan Firman :
Bacalah Lukas 10:25-37 dengan hati yang berdoa untuk menerima pencerahan dari Allah dalam saat teduh hari ini

Pertanyaan Renungan:
1. Menurut Anda, bagaimana kondisi orang yang dirampok tersebut? (ayat 30).
2. Apa yang dilakukan oleh orang Samaria tersebut? (ayat 33-35).
3. Apa yang dimaksud oleh Yesus tentang, “sesama manusia?”

Coba bayangkan sejenak, jika cerita tentang orang Samaria ini benar-benar terjadi di dalam hidup Anda. Pada saat Anda sedang melewati suatu jalan, Anda bertemu dengan seseorang yang hampir sekarat karena dipukuli oleh orang lain. Sang korban benar-benar membutuhkan bantuan. Dimanakah posisi Anda saat itu? Apakah posisi Anda saat itu seperti seorang imam, seorang Lewi, atau seorang Samaria? Anda bisa menjawab sesuai kondisi Anda. Menjadi seorang murid Yesus, tidaklah cukup hanya mengasihi Tuhan dengan segenap hati dan jiwa kita, tapi Yesus juga menegaskan “kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri”. Orang Samaria yang ada dalam cerita ini, bukan hanya menolong orang yang terluka karena dirampok, tetapi juga menjamin orang tersebut sampai sembuh. Terkadang ketika kita menolong orang lain, timbul dalam pikiran kita, ”Apa untungnya buat saya?” atau “Siapakah dia sehingga saya harus menolong?”Akibatnya kita persis seperti Imam atau Lewi, yang hanya menjadi penonton atas orang yang terluka tersebut. Sedangkan contoh orang Samaria tersebut adalah seorang yang murah hati, mengasihi sesama dan tidak hitung-hitungan kepada siapa ia berbuat baik meskipun ia harus berkorban. Mari kita belajar seperti orang Samaria tersebut untuk nengasihi sesama kita mulai dari orang-orang yang terdekat dengan kita.

Praktek :
Bukalah mata Anda lebar-lebar saat ini, adakah orang yang sedang membutuhkan pertolongan? Berikanlah itu entah perhatian, kata-kata penguatan, atau bentuk ekspresi tulus yang lain dalam diri Anda. Ketika Anda lakukan untuk menolong orang yang terluka, maka Anda sudah menjadi orang Samaria yang murah hati.

================

(Eddy Leo, penatua jemaat Abbalove Ministries).
Sumber: http://www.abbalove.org/

Baca juga:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *