Menyembuhkan Orang-orang Sakit

Oleh Gerald Rowlands
DAFTAR ISI BAGIAN INI
D5.1 – Penyakit : Asal Usul Dan Penyebab-Penyebabnya
D5.2 – Persiapan Allah Untuk Kesembuhan
D5.3 –
Cara Dan Sarana Dari Kesembuhan : Bagian I
D5.4 –
Cara Dan Sarana Dari Kesembuhan : Bagian II
D5.5 –
Penginjilan Perjanjian Baru Dan Kesembuhan

Bab 1
Penyakit : Asal Usul Dan
Penyebab-Penyebabnya

Tentang Penulis

Gerald Rowlands adalah seorang yang cukup berkualiatas untuk menulis tentang kesembuhan, karena ia telah dipakai oleh Tuhan secara extensif ke seluruh dunia dalam pelayanan ini. Kira-kira lima tahun yang lalu, Tuhan mengunjungi Gerald dan menyuruhnya untuk pergi ke Afrika.

Segera setelah tiba di Afrika, Gerald dan kawan-kawan sekerjanya memulai kampanye penginjilan di luar gedung. Mujizat-mujizat kesembuhan yang besar mulai terjadi. Orang-orang lumpuh berjalan, orang-orang buta melihat dan orang-orang miskin mendengarkan Injil sama seperti pada masa Alkitab dulu.

Anda juga dapat memasuki pelayanan seperti ini jika anda mau mencari Tuhan untuk Baptisan Roh KudusNya yang penuh kuasa sampai anda dipenuhi secara berkelimpahan.

Kemudian dengan melatih iman dan kepercayaan pada Firman Allah seperti yang dijelaskan Bagian ini, anda juga dapat meletakkan tangan pada orang-orang sakit dan mereka akan sembuh.

Pendahuluan

Pelayanan kesembuhan bagian kunci Injil Kerajaan, kebenaran yang sungguh bahwa Allah menyembuhkan telah memenuhi seluruh Alkitab. Baik Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru memberikan kesaksian tentang apa yang telah disiapkan Allah untuk penyembuhan penyakit-penyakit kita.

Bagian terbesar dari pelayanan Kristus selama berada di dunia adalah terlibat langsung dalam pelayanan kesembuhan-kesembuhan fisik dari orang-orang sakit dan orang-orang yang lemah. Sejarah dari gereja mula-mula juga penuh dengan catatan tentang kesembuhan-kesembuhan besar dan mujizat-mujizat yang dilakukan dalam Nama Yesus. Hanya pada Masa Kegelapan saja, saat gereja berada dalam suatu masa penyangkalan, kesembuhan-kesembuhan besar hanya merupakan suatu aliran yang kecil saja.

Pemulihan dalam gereja kira-kira 500 tahun yang lalu, mengembalikan kebenaran yang hilang dari gereja. Salah satu kebenaran-kebenaran besar yang dipulihkan keadaannya oleh Roh Kudus adalah kesembuhan ilahi. Saat ini di seluruh dunia, orang-orang Kristen mulai menyadari kuasa kesembuhan Allah.

Bagian ini dipersembahkan pada setiap pelayan Kristen. Doa kami adalah bahwa hal ini akan memberi inspirasi bagi semua orang yang membacanya untuk mencari Allah dengan sungguh-sungguh untuk suatu pelayanan kesembuhan.

Tulisan ini tidak bermaksud untuk berbantah-bantah tentang sebab kesembuhan dengan mereka yang tak mau menerima kebenaran ini, ataupun untuk mengatakan bahwa tulisan ini merupakan karya paling lengkap mengenai topik yang penting ini. Ini hanya suatu usaha yang semata-mata bertujuan untuk menolong mereka yang belum pernah menyaksikan kuasa kesembuhan dalam pelayanan mereka.

Sementara anda membaca, biarlah Roh Kudus menambah pengertian dan iman anda untuk menerima kuasa kesembuhan Allah demi umat manusia yang menderita. Jika inspirasi dan petunjuk yang anda terima itu membuahkan hasil pada sembuhan satu orang saja, hal ini akan sangat bermanfaat.

Bangkitlah! Tuntutlah warisan anda! Biarlah Allah melepaskan kuasa supraalamiNya melalui anda untuk penyembuhan orang-orang lain.

A. DARI MANA ASALNYA PENYAKIT ?

1. Adam Diciptakan Sempurna Secara Rohani

Adam dan Hawa diciptakan tanpa dosa, tanpa cacat dan tanpa kesalahan. Diciptakan serupa dan segambar dengan Allah (Kej 1:26), mereka menikmati persekutuan yang tanpa noda dengan Allah. Mulanya mereka tidak berdosa. Bebas dari semua perasaan moral yang salah, mereka menikmati kedamaian dalam hati dan keserasian.

Mereka tidak mengenal ketakutan. Mereka juga tidak terserang oleh penyelewengan-penyelewengan mental atau tekanan-tekanan mental. Mereka tidak mempunyai pertimbangan tentang hal-hal yang jahat atau menghancurkan. Mereka telanjang tapi tak merasa bersalah atau malu (Kej 2:25). Faktor-faktor ini membawa mereka pada kondisi kesehatan yang sempurna.

Saat mereka berseru saja terwujud oleh tangan Pencipta mereka, mereka adalah makhluk ciptaan yang sempurna – secara rohani, fisik, mental dan emosi/perasaan.

Mereka adalah hasil karya Allah yang menakjubkan dari kreatifitas jenius Allah, diciptakan serupa dan segambar dengan Yehova (Kej 1:26).

2. Adam Diciptakan Sempurna Secara Psikologis dan Emosi

Allah memberi Adam tugas untuk memberi nama semua binatang-binatang ciptaan Allah (Kej 2:14,20). Dia juga memberikannya tugas untuk mengatur/memimpin dan berkuasa atas mereka. Kesan-kesan umum menunjukkan bahwa Adam secara psikologis mampu, dihormati dan disukai oleh Allah. Tidak ada catatan-catatan yang menyatakan adanya gangguan emosional sampai pada saat mereka mengetahui dosa mereka. Pada saat itu, hati mereka dipenuhi dengan ketakutan, dan mereka menyembunyikan diri (Kej 3:7-10).

3. Adam Diciptakan dengan Sempurna Secara Fisik

Allah secara pribadi yang merancang dan menciptakan setiap detail dari tubuh Adam. Allah melihat pada seluruh ciptaanNya dan menyatakan bahwa semuanya itu sangat baik (Kej 1:31). Bertahun-tahun kemudian, Raja Daud berbicara bagi kita semua ketika ia berkata bahwa manusia “diciptakan secara dahsyat dan ajaib …” (Mzm 139:14 terjemahan bebas).

4. Kesempurnaan Manusia Seutuhnya

Allah selalu berprinsip pada “manusia seutuhnya”. Ia menciptakan kita sempurna, dan kekuasaanNya yang menyelamatkan dalam Yesus Kristus sangat penting bagi “manusia seutuhnya itu”. Sementara pesan ini berkembang lebih lanjut, anda akan melihat kuasa kesembuhan Allah masih sangat berakar dalam pemikiran Allah bagi “manusia yang utuh” itu.

5. Apa yang Menjadi Salah … ?

Ada suatu masa dalam sejarah manusia berdiri diujung sebuah tragedi. Satu tindakan ketidaktaatan membawa umat manusia pada kejatuhan yang panjang dan gelap, menjauh dari hadirat Allah. Pasangan yang pertama ini mempunyai kebebasan atas semua tanaman dan buah-buahan dalam taman. Perkecualiannya hanyalah pohon pengetahuan baik dan buruk. Allah berkata : “Semua pohon dalam taman ini boleh kau makan buahnya dengan bebas, tetapi pohon tentang pengetahuan yang baik dan yang jahat itu `Janganlah engkau memakannya’ sebab pada hari engkau memakannya, pastilah engkau mati” (Kej 2:16,17).

Allah memperingatkan mereka bahwa jika mereka tidak mentaati Dia, mereka akan mati secara rohani. Sebagai akibat langsung dari kematian rohani itu, mereka akhirnya akan mati secara fisik juga.

Allah (secara harfiah) berkata : “dalam kematian, mereka akan mati”. Karena anda mati secara rohani, hukum kematian akan bekerja aktif dalam diri anda, dan anda akhirnya akan mati secara fisik.

Kematian fisik adalah akibat langsung dari pelanggaran rohani yang menyebabkan Adam dan Hawa diusir dari hadirat Allah. Jejak mereka terbuang dari hadirat Tuhan, yang adalah sumber kehidupan mereka, hukum dosa dan kematian mulai beroperasi dalam mereka. Proses penghancuran dimulai.

Hal ini tidak akan pernah terjadi andaikan manusia tinggal dalam hubungan yang benar dengan Allah. Proses penghancuran disebut penyakit dan penuaan.

Hal ini telah menjangkiti manusia sejak tragedi di Eden.

Satu tindakan ketidaktaatan ini telah memperkenalkan kepada dunia segala sesuatu yang negatif yang merupakan kutukan atas umat manusia saat ini – secara rohani, secara kejiwaan, dan secara fisik. Ini adalah sumber dari :
Ketidaklegaan (penyakit)
Ketidakteraturan
Ketidakmampuan
Ketidakgembiraan (kemurungan)
Ketidaknyamanan
Kekacauan
Ketidakcocokan
Ketidakpuasan (kekecewaan)
Ketidakharmonisan
Ketidaksatuan (perpecahan)

Semua sikap dan emosi negatif yang mengancam kesehatan ini, berawal dari ketidak taatan. Mereka dikenal sebagai “emosi-emosi katabolis”. Mereka menghancurkan kesehatan.

6. Tragedi Spiritual dari Kejatuhan Manusia Dalam Dosa

Manusia kehilangan kepolosannya, dan sebaliknya mewarisi rasa bersalah dan rasa tertuduh. Manusia kehilangan komunikasi yang sangat berharga dengan Allah. Dia diusir dari hadirat Ilahi sepanjang sisa kehidupannya.

Manusia kehilangan kehidupan kekal dari rohnya. Ini adalah kesadaran Allah.

Manusia kehilangan kesamaan dan gambar Allah. Manusia kehilangan kekuasaan. Kekuasaan yang sesungguhnya tergantung pada keberadaannya yang serupa/segambar dengan Allah.

Manusia adalah wakil Allah dalam penciptaan. Sejak saat kejatuhannya manusia berupaya untuk mendapatkan kembali kekuasaannya atas ciptaan Allah. Semua keturunan Adam seharusnya mewarisi kesamaan dengan Allah. Sebaliknya mereka mewarisi kesamaan kejatuhan manusiawi Adam (Kej 5:13).

7. Tragedi Psikologi dari Kejatuhan Manusia Dalam Dosa

Manusia kehilangan kesempurnaan intelektualnya. Manusia berupaya untuk memperoleh kembali pengetahuan agar dapat memberikannya kemampuan untuk berkuasa.

Kebenaran tergantung pada hubungan yang benar dengan Allah, sebab Allah adalah Pencipta Kebenaran.

Manusia kehilangan keutuhan emosinya. Sejak tragedi kejatuhannya, manusia tidak pernah bebas dari penderitaan batin, penderitaan fisik dan kekerasan hidup (Kej 3:15-19).

Manusia kehilangan kebebasan psikologisnya. Dia telah menjual dirinya sendiri pada iblis. Iblis menjadi ilah dari dunia ini (2 Kor 4:4). Adam telah menggadaikan semua hak dan peluang yang diberikan Allah kepadanya. Sejak saat itu, umat manusia menjadi mangsa iblis dan pengikut-pengikutnya.

8. Tragedi Fisik dari Kejatuhan Manusia Dalam Dosa.

“FirmanNya kepada manusia itu : karena engkau mendengarkan perkataan isterimu dan memakan dari buah pohon, yang telah Kuperintahkan kepadamu : Jangan makan dari padanya,

“Maka terkutuklah tanah karena engkau; dengan susah payah engkau akan mencari rejekimu dari tanah seumur hidupmu; semak duri dan rumput duri yang akan dihasilkannya bagimu, dan tumbuh-tumbuhan di padang akan menjadi makananmu, dengan berpeluh engkau akan mencari makanannya sampai engkau kembali lagi menjadi tanah karena dari situlah engkau diambil; sebab engkau debu dan engkau akan kembali menjadi debu” (Kej 3:17-19).

Umat manusia yang telah jatuh dalam dosa mewarisi suatu dunia yang telah di kutuk, ini membuat manusia harus berjuang dengan berpeluh untuk memperoleh penghidupan. Semak duri dan rumput duri akan sangat banyak, ditambahkan ke dalam kerja kerasnya. Dia diusir dari hadirat Allah dan dari pohon kehidupan. Dia terhukum mati. “Kepada debu engkau akan kembali”.

Bagi Hawa, dia juga mewariskan suatu kemalangan yang diturunkannya pada semua wanita di tiap generasi. Hal ini termasuk juga penderitaan dan sakit dalam persalinan, serta berada di bawah kekuasaan suaminya.

Manusia kehilangan kesehatannya dan mewarisi penyakit. Pangkal penyakit yang menyebabkan umat manusia menderita saat ini berawal dari tragedi taman Eden. Dosa masuk dalam dunia sejak saat itu. Bersama dengan dosa datang penyakit. Kematian adalah akibat terakhir dari penyakit yang tidak dapat disembuhkan. Andaikan Adam tidak berdosa, umat manusia tidak akan pernah mengenal penderitaan dan penyakit. Dia memilih untuk makan dari pohon pengetahuan baik dan jahat. Penyakit adalah bagian dari apa yang jahat itu. Jadi semua penyakit datang secara tidak langsung dari setan. Allah bukanlah pencipta penyakit.

Sekarang kita akan membahas beberapa sebab seseorang sakit.

B. BAGAIMANA ORANG MENJADI SAKIT

Saya akan menyimpulkan beberapa penyebab dari penyakit dan rasa kesakitan.

1. Penyakit Masuk ke Dalam Dunia Ketika Adam Jatuh Dalam Dosa

Penyakit merupakan sebagian dari kutukan yang jatuh atas umat manusia sebagai akibat langsung dari ketidaktaatan. Karena itu langsung atau tidak langsung, dosa menjadi akar dari segala penyakit. Penyakit adalah bagian dari “upah dosa” (Rm 6:23).

Penyakit yang dalam bahasa Inggris disebut “disease” berarti tidak lega/kurang enak, atau tidak damai. Ini adalah keadaan dari pikiran dan emosi Adam setelah pelanggaran yang dilakukannya. Beban dari tuduhan, rasa bersalah, rasa tertuduh dan malu yang diterimanya membuat dia rawan, mudah terserang penyakit.

Kita memiliki alasan yang baik untuk percaya bahwa sampai saat kejatuhan manusia dalam dosa, tidak ada virus, organisme ataupun mikroba yang mematikan dalam dunia ini. Ini dapat dilihat ketika menyelesaikan karyaNya yang kreatif itu, Ia memberikan kesimpulannya dengan berkata : “segala sesuatu adalah SANGAT BAIK”.

Dia tidak akan mengatakan hal ini jika pada saat itu sudah ada penyakit TBC, kolera, atau cacar, sel-sel kanker serta pembawa-pembawa virus dan bakteri yang begitu banyak.

Para penghancur yang mengerikan ini pasti telah datang bersama-sama dengan kutukan tersebut.

2. Dosa Masih Menghasilkan Penyakit

Karena dosa sebenarnya adalah penolakan terhadap peraturan Allah, yang mengasingkan kita dari kehidupan Allah, kita dapat melihat bahwa pemisahan ini masih merupakan penyebab utama dari penyakit.

Pada manifestasi Kerajaan Allah yang akan datang, ketika semua pemberontakan dipadamkan, tidak akan ada lagi penyakit, keluh kesah dan kematian (Why 21:4).

3. Kuasa – kuasa Kegelapan/Setan

Roh-roh jahat kadang-kadang dapat menjadi penyebab langsung dari penyakit dan penderitaan/kesusahan.

Dalam Matius 9:32,33, kita membaca tentang “orang bisu yang dikuasai oleh iblis”, ketika Yesus mengusir roh bisu itu, orang tersebut dengan segera dapat berbicara. Pita suaranya secara jelas telah diikat oleh roh kebisuan.

Dalam Markus 9:17-27, menceritakan suatu kisah tentang seorang pemuda yang dibawa kepada Yesus, karena ia bisu (ayat 17), roh ini ternyata juga sebenarnya menyebabkan ketulian dan kebisuan. Yesus mengusir roh bisu dan tuli (ayat 25), dan pemuda itu dibebaskan.

Dalam Lukas 13:11-16 kita dapat membaca tentang seorang wanita yang memiliki “roh kelemahan selama delapan belas tahun”. Tulang punggungnya bengkok, wajahnya tertunduk ke tanah. Dokter zaman sekarang akan berkata bahwa ia menderita “kebengkokan tulang punggung yang kronis”. Yesus melepaskan dia dari roh kelemahan dengan segera tulang punggungnya lurus kembali dan ia memuliakan Allah untuk kelepasannya.

Ada beberapa kejadian dalam Alkitab dimana seseorang dikatakan terganggu oleh roh kelemahan. Satu-satunya cara kesembuhan bagi mereka adalah dengan mengusir roh-roh itu dengan kata-kata perintah yang memaksa. Begitu roh yang bersangkutan telah diusir, gejala-gejala itu akan hilang. Orang-orang seperti itu tidak akan dapat disembuhkan melalui hal-hal yang lainnya selain pelayanan pelepasan.

4. Mengabaikan Kesehatan

Kita harus melihat fakta bahwa kesehatan kita dapat terganggu jika kita mengabaikan beberapa faktor dasar dari kesehatan dan vitalitas. Untuk tetap sehat, makanan harus selalu terjaga. Ada beberapa gizi dan vitamin tertentu yang harus dimasukkan dalam menu kita sehari-hari, kurang sehatnya makanan akan mengakibatkan terganggunya kesehatan.

Istirahat dan tidur yang tidak cukup juga akan menyebabkan buruknya kondisi kesehatan. Terlalu banyak kerja dan terlalu sedikit waktu untuk istirahat dan bersantai juga akan merusak kesehatan orang tersebut. Hal ini terutama sering terjadi pada hamba-hamba Tuhan.

Epafroditus (Flp 2:25-30) adalah salah satu contohnya. Dia hampir saja mati; yang menyebabkan keadaannya seperti ini adalah karena ia terlalu banyak kerja dalam melayani Tuhan dan umatNya.

Ada banyak pasal dalam Alkitab yang berkait dengan hukum-hukum mengenai makanan, mengatakan pada kita apa yang sehat bagi kita dan yang tidak (Im 11:1-47; Ul 14:3-21).

Perjanjian Baru tidak menyuruh kita untuk melaksanakan aturan-aturan tersebut, tetapi ada tuntutan mengenai menjaga kesehatan dengan baik (Rm 14:2,3,14,15). Kita tidak boleh dikuasai oleh makanan, tetapi kita harus tahu memilih makanan-makanan yang akan membuat kita senantiasa sehat (Ibr 13:9).

5. Proses Penuaan Alamiah Menurunkan Kekuatan Fisik

Ketika seseorang masih muda, masih ada vitalitas kemudaan/keremajaan yang bermanfaat bagi kesehatan. Alkitab berkata tentang “embun keremajaan” (Mzm 110:3). Daud juga berbicara tentang “memperbahurui masa remaja/muda seperti pada burung rajawali” (Mzm 103:5). Yesaya menjelaskan bahwa hal ini menunjuk pada pembaharuan dari kekuatan masa remaja/masa muda kita (Yes 40:31).

Yeremia mengatakan pada kita bahwa “adalah baik bagi seorang pria memikul kuk pada masa mudanya” (Rat 3:27).

Bagian-bagian pertama dari kehidupan adalah masa untuk kerja keras. Ini adalah masa yang utama dari kehidupan dan masa puncak dari kekuatan fisik.

Solaiman menggambarkan dengan sangat grafis keterbatasan-keterbatasan usia tua. Dia mendesak kita untuk “Ingatlah akan penciptamu pada masa mudamu” (Pkh 12:1).

Kasihilah Allah dan layanilah Dia selama anda masih memiliki kekuatan dan vitalitas untuk melakukannya dengan penuh semangat.

Musa dianggap sangat luar biasa karena ketika dia mencapai tahun-tahun usia tuanya, ia masih memiliki penglihatan dan kekuatan fisik yang baik (Ul 34:7).

Hal yang umum adalah kekuatan mulai menghilang dan pandangan menjadi kabur, pada saat masa-masa puncak dari kehidupan itu sudah mulai berlalu.

Apakah ini berarti bahwa kita tidak dapat berharap untuk tetap sehat dan kuat di masa tua kita ?

Apakah ini berarti bahwa kita tidak dapat berharap untuk sembuh secara fisik di usia lanjut?

Tentu saja tidak! Allah berjanji :“Selama umurmu kiranya kekuasaanmu” (Ul 33:25), saya percaya hal ini mengajarkan bahwa kita dapat berharap untuk memperoleh kesehatan yang baik sepanjang hidup kita. Saya telah bertemu banyak orang Kristen, berusia lanjut, yang berpikir bahwa tanda-tanda kemunduran fisik menunjukkan bahwa Allah tidak lagi memberi perhatian pada mereka.

Kadang-kadang mereka kuatir jangan-jangan mereka telah berbuat dosa, dan kelemahan tubuh merupakan hukuman atas mereka.

Seringkali orang-orang Kristen yang sungguh-sungguh pun masuk dalam pengalaman rasa tertuduh yang berat ini dan merasa bahwa mereka pasti telah melakukan dosa yang sangat jahat yang tak terampunkan.

Untuk menyadari bahwa ada suatu proses alamiah dari kemunduran fisik usia lanjut yang menyebabkan baik orang-orang Kristen maupun orang-orang non Kristen merupakan pertolongan yang besar bagi mereka yang mengalami hal ini. Namun masa-masa lanjut dari kehidupan seseorang ada juga kompensasinya, jadi tidak seharusnya dihiraukan (direndahkan).

Bab 2
Persiapan Allah Untuk Kesembuhan

A. NAMA-NAMA ALLAH YANG MEMBERI KELEPASAN

Kita mulai mengerti sesuatu mengenai perhatian Allah terhadap manusia seutuhnya – roh, jiwa dan tubuh – ketika kita memperhatikan nama-nama atau gelar-gelar dari Yehova yang mempunyai kemampuan untuk memberi kelepasan.

“Yehova” berarti “Keberadaan Sendiri yang menyatakan diriNya” (Aku Ada Yang Aku Ada).

Ini dipakai secara khusus pada pekerjaan pendamaian Allah.

Ada tujuh nama yang berbentuk majemuk terdapat dalam Alkitab sehubungan dengan nama Yehova. Masing-masing setiap nama tersebut menujukkan aspek pendamaian tertentu yang telah Dia sediakan.

1. Jehova Jireh (Kej 22:14) : “Allah Akan Mencukupi (Menyediakan)”

Saat itu, Yehova memperkenalkan diriNya pada Abraham di Gunung Moria. Ketika Abraham menghadapi kemungkinan yang mengerikan karena harus mempersembahkan anak tunggal terkasih, Abraham mendengar seruan Allah : “Jangan kau apa-apakan anak itu”. Allah telah menyediakan seekor domba korban di semak-semak belukar dekat tempat itu. “Dan Abraham menamai tempat itu : “Yehova Jireh”. Begitu indah untuk mengetahui bahwa Allah sendiri telah berjanji menyediakan bagi kita seorang Penebus seseorang yang mati menggantikan kita!

2. Jehova Rapha (Kel 15:26) : “Akulah Allah Yang Menyembuhkan”

Tidak lama setelah Allah membawa umat-Nya keluar dari Mesir, Dia menyatakan diriNya sebagai Penyembuh mereka. Dia telah membuktikan DiriNya sendiri pada mereka sebagai Juru Selamat dan Pembebas mereka. Sekarang Ia menunjukkan diriNya sebagai Penyembuh mereka.

Perjanjian lama dengan jelas menunjukkan bahwa kesembuhan adalah merupakan bagian penting yang diperlukan untuk melengkapi Penebusan. Rasul Paulus memberitahu kita bahwa Perjanjian Baru adalah “Perjanjian yang lebih baik”, lebih baik di dalam segala hal. Jika Perjanjian Lama membuat persiapan untuk manusia seutuhnya, tentu saja Perjanjian Baru tidak akan melakukan sesuatu yang kurang dari itu.

3. Jehova Nissi (Kel 17:15) : “Tuhan Panji-panji Atau Pemenang Kita”

Wahyu ini datang segera setelah Allah memberikan kemenangan yang besar bagi Israel atas orang-orang Amalek.

Musa berdiri dengan kedua tangan yang terangkat pada Allah dan Tuhan menghancurkan semua musuh mereka di hadapan mereka, suatu kemenangan yang hebat telah mereka dapatkan. Musa mendirikan sebuah mezbah bagi Tuhan, dan menamai tempat itu Jehova Nissi : “Tuhan yang telah membentangkan panji-panji kemenanganNya atas kita”.

4. Jehova Shalom (Hak 6:23) : “Tuhan Kedamaian Kita”

Sebutan penebusan ini menunjukkan pada kita peluang yang mulia untuk mengetahui dan memiliki damai dari Allah melalui Penebusan yang adalah milik kita di dalam Kristus.

Ini adalah kepenuhan akan damai yang secara literal berarti : “memiliki segala sesuatu yang dibutuhkan bagi damai sejahtera seseorang”.

Tentang Kristus Alkitab mengatakan : “Dialah damai sejahtera kita” (Ef 2:14). Perkataan “Damai” (Ibrani=Shalom) berarti “keadaan sejahtera yang baik, utuh, bagi kesempurnaan kita, kesejahteraan kita seutuhnya”.

5. Jehova Raah (Mzm 23:1) “Tuhan Gembalaku”

Mazmur Daud ini menggambarkan damai sejahtera dan rasa aman dari seseorang di bawah naungan seorang gembala seperti Tuhan. Tuhan sebagai gembala menekankan pada perhatian dan pemeliharaanNya.

Karena kita adalah domba-domba di padang rumput Allah, sangatlah indah untuk mengetahui bahwa penebusan Kristus telah menyediakan bagi kita perlindungan dari Seorang Gembala yang sangat penuh perhatian dan baik.

6. Jehova Tsidkenu (Yer 23:6) : “Allah Kebenaran Kita”

Yesus telah memungkinkan kita untuk menjadi Kebenaran Allah dalam Kristus. Ini terjadi dengan menjadikan diriNya berdosa bagi kita serta menanggung hukuman dan penghakiman dari Allah menggantikan kita.

Penebusan Kristus tidak hanya “menyelamatkan” kita, ini juga menyatakan kita benar di hadapan Bapa.

“Tetapi oleh Dia kamu berada dalam Kristus Yesus, yang oleh Allah telah menjadi hikmah bagi kita. Ia membenarkan dan menguduskan dan menebus kita” (1 Kor 1:30).

7. Jehova Shammah (Yeh 48:35) : “Tuhan ada/hadir disini”

Hadirat Allah telah dipulihkan bagi hidup kita lewat Yesus. Adam diusir dari hadirat Allah, tapi kita telah dikembalikan ke dalam hadiratNya lewat Kristus. Sebagai umat tebusanNya, kita memperoleh berkat dari hadiratNya secara terus menerus.

Setiap nama yang mengandung penebusan ini menunjukkan berbagai berkat-berkat yang Allah telah sediakan bagi kita lewat Kristus.

Kesembuhan bukanlah suatu kesempatan khusus yang di peruntukkan hanya bagi beberapa orang tertentu saja; ini adalah suatu hak penebusan bagi semua yang memenuhi syarat-syarat perjanjian. Allah adalah Jehova Rapha bagi Israel; Dia mengatakan : “Aku, Tuhan (Jehova), tidak berubah” (Mal 3:6).

B. YESUS KRISTUS, PENYEMBUH KITA

Setiap berkat yang kita terima dari Allah datang lewat kemenangan Kristus di Kalvari, termasuk kesembuhan.

Kata “pendamaian” berarti DIJADIKAN SATU dengan Allah. TujuanNya adalah untuk meniadakan keterasingan dan memulihkan kita untuk bersekutu kembali dengan Allah dan untuk memulihkan semua yang telah hilang dari manusia sebagai akibat dari kejatuhan dalam dosa.

Salah satu yang hilang dari umat manusia adalah kesehatan dan kekuatan. Jadi kesehatan dapat dipulihkan melalui pendamaian.

1. Kesembuhan Lewat Pendamaian Allah

Dosa dan penyakit adalah kutukan ganda yang jatuh atas umat manusia. Yesus menyediakan penyembuhan ganda. Yesaya menggambarkan kisah ini dengan sangat jelas (lihat Yes 53).

“Tetapi sesungguhnya penyakit (Inggris : kepedihan) kitalah yang ditanggungNya dan kesengsaraan kitalah yang dipikulnya” (Yes 53:4). Mereka yang mengetahui bahasa Ibrani (bahasa asli dari Perjanjian Lama) telah menunjukkan bahwa kata choliy yang diterjemahkan “kepedihan” (dalam beberapa bahasa), paling sering diterjemahkan sebagai “penyakit”. Kata ini diambil dari kata Chalah yang berarti “menjadi lemah, sakit atau terganggu”, selain itu kata yang diterjemahkan sebagai “penderitaan” (Makob) disamakan dengan “rasa sakit”.

Berdasarkan hal ini, kita dapat mengerti komentar Matius mengenai Yesaya 53:4 : “Dialah yang memikul kelemahan kita dan menganggung penyakit kita” (Mat 8:17). Terjemahan dari Matius adalah terjemahan yang lebih akurat, dan mendukung bukti-bukti bahwa kesembuhan fisik terjadi melalui pendamaian dari Kristus.

Ada dua kata kerja dalam Yesaya 53:4 yang berarti besar. Yang pertama, “dipikul” (Ibrani = nasa), adalah kata yang sama yang terdapat dalam Yesaya 53:12 : “Ia menanggung (memikul) dosa banyak orang”.

Karena kata kerja yang dipakai di kedua ayat itu sama, kita mengerti bahwa Kristus “memikul” penyakit-penyakit kita dalam cara yang sama saat Dia memikul dosa-dosa kita. Kita tahu bahwa Dia memikul dosa-dosa kita dengan menderita sebagai ganti kita. Hal ini berlaku dengan penyakit kita. Kristus sudah menderita penyakit-penyakit itu bagi kita.

Sebab Dia memikul dosa-dosa saya sebagai ganti saya, sayapun bebas dari dosa. Demikian pula halnya dengan penyakit saya. Karena Dia telah memikul penyakit saya, sayapun bebas dari penyakit.

Kristus memikul baik dosa dan penyakit kita dalam DiriNya sendiri, jadi ada pengampunan dan kesembuhan bagi semua yang menerimaNya dengan iman.

Kata yang kedua, “membawa” (Ibrani = cabal), dapat berarti “menanggung sesuatu, sebagai suatu hukuman”. Kata ini digunakan dalam Yesaya 53:11 dimana dapat kita baca : “Kejahatan mereka Dia pikul”. Di kedua contoh tadi, kata kerja Ibrani yang sama digunakan yang ditujukan pada dosa-dosa dan penyakit-penyakit kita.

Kesimpulan yang mulia adalah : Jika Kristus telah memikul hukuman bagi dosa-dosa saya, saya tidak perlu menderita lagi. Jika Kristus memikul penyakit-penyakit saya, saya tidak usah menanggungnya lagi.

2. Kesembuhan Telah Dibeli di Kalvari

Kita telah dibenarkan karena mempercayai bahwa korban pendamaian Kristus di atas Salib menyediakan pengobatan yang sempurna bagi manusia seutuhnya – roh, jiwa dan tubuh. Kristus membeli keutuhan (keadaan sempurna) bagi umat manusia lewat kematianNya.

Perjanjian Baru dalam bahasa Yunani meneguhkan kesimpulan bahwa penebusan kita dalam Kristus juga mencakup kesembuhan selain pengampunan.

Kata kerja yang umum bagi “selamat” adalah “sozo”, yang mengandung arti keutuhan atau keadaan yang sempurna. Kata yang diterjemahkan “diselamatkan” dalam Roma 10:9. Maka kamu akan diselamatkan adalah kata yang sama yang diterjemahkan “seutuhnya” (bahasa Inggris) dalam Markus 5:56 : “Dan semua orang (sakit) yang menjamahNya (Kristus) menjadi sembuh (Inggris : manusia seutuhnya). Kata “sozo” dipakai di kedua kasus tersebut.

Tidak akan ada orang Kristen yang akan menyangkal bahwa penderitaan Kristus masih mendamaikan dosa-dosa kita sampai saat ini. Lalu mengapa kita harus berpikir bahwa kesembuhan bukan untuk saat-saat ini?

Karena Dia adalah Allah yang menyembuhkan pada Perjanjian Lama, Dia masih Allah yang menyembuhkan sampai saat ini. Dia adalah masih Jehova Rapha, Tuhan menyembuh kita (atau dokter). Dia tidak berubah! Allah itu tidak berubah. SifatNya, keadaan alamiahNya, pemikiranNya tidak dapat berubah.

Karena itu, kehendakNya juga tidak dapat berubah.

3. Pelayanan Kesembuhan Kristus

Yesus sendiri adalah penuntun terbaik kita untuk pelayanan kesembuhan. Hati yang murni dan keadaan alamiah Allah sangat jelas terlihat dalam diri Yesus Kristus.

Filipus bertanya : “Tuhan, tunjukkanlah Bapa itu kepada kami, itu sudah cukup bagi kami”. Kata Yesus kepadanya: “Telah sekian lama Aku bersama-sama kamu, Filipus, namun engkau tidak mengenal Aku? Barangsiapa telah melihat Aku, ia telah melihat Bapa; … percayalah kepadaKu, bahwa Aku di dalam Bapa dan Bapa di dalam Aku; atau setidak-tidaknya percayalah karena pekerjaan-pekerjaan itu sendiri.

“Aku berkata kepadamu: “Sesungguhnya barangsiapa percaya kepadaKu, ia akan melakukan juga pekerjaan-pekerjaan yang Aku lakukan, bahkan pekerjaan-pekerjaan yang lebih besar dari pada itu. Sebab Aku pergi kepada Bapa” (Yoh 14:8-12 niv)

Bacaan diatas mengajar kita bahwa Yesus datang untuk menunjukkan pada kita, lewat kehidupan dan pelayananNya, bagaimana Allah itu, dalam keadaan alamiahNya yang tidak berubah.

Yesus menunjukkan dengan jelas bahwa Dia perduli pada “manusia seutuhnya”.

Dia menyembuhkan saat kesembuhan itu dibutuhkan. Dia memberi makan orang banyak saat makanan diperlukan. Dia menunjukkan kasih Bapa bagi manusia sebagaimana Ia telah menciptakannya – roh, jiwa dan tubuh.

Kita juga belajar tentang bagaimana Yesus menilai mujizat-mujizatNya. BagiNya, mujizat-mujizat meneguhkan kebenaran dari perkataanNya. Kita juga didorong untuk percaya pada kuasa kesembuhan Kristus dalam pelayanan kita sendiri, “… sebab barangsiapa percaya kepadaKu, ia akan melakukan juga pekerjaan-pekerjaan yang Aku lakukan”.

4. Mengapa Kristus Menyembuhkan?

a. Untuk Memenuhi Nubuat PelayananNya. Ketika sekelompok orang berkumpul setelah mertua Petrus disembuhkan, Matius mengatakan pada kita : “Hal itu terjadi supaya genaplah perkataan yang disampaikan oleh Nabi Yesaya : “Dialah yang memikul kelemahan kita dan menanggung penyakit kita” (Yes 53:4-6; Mat 8:16,17).

b. Untuk Mengungkapkan Belas KasihanNya. Banyak ayat dalam Alkitab menyebutkan belas kasihan dari Kristus mendorongNya untuk memenuhi kebutuhan orang itu. Yesus “… tergerak hatiNya oleh belas kasihan kepada mereka dan Ia menyembuhkan mereka yang sakit” (Mat 14:14; 20:34; Mrk 1:40,41; 5:19; 9:22).

c. Untuk Menyatakan Belas Kasihan Allah. Berbicara tentang Epafroditus, Paulus berkata: “Memang benar, ia sakit dan nyaris mati, tetapi Allah mengasihani dia dan bukan hanya dia saja, melainkan aku juga …” Paulus pasti percaya bahwa ini berarti bahwa Tuhan menyembuhkan Epafroditus (Flp 2:27).

d. Untuk Membuktikan Bahwa Allah memang mengutusNya. Mujizat-mujizat dan kesembuhan-kesembuhan yang menyertai pelayanan Yesus adalah tanda atau ketegasan yang membuktikan bahwa Allah bersama dengan Dia.

Petrus menyebutNya “Seorang yang telah ditentukan Allah dan yang menyatakan kepadamu dengan kekuatan-kekuatan dan mujizat-mujizat serta tanda-tanda yang dilakukan oleh Allah dengan perantaraan Dia di tengah-tengah kamu” (Kis 2:22).

e. Untuk menghancurkan Pekerjaan-Pekerjaan Iblis. “Untuk inilah Anak Allah menyatakan diriNya yaitu supaya Ia membinasakan perbuatan-perbuatan iblis itu” (1 Yoh 3:8).

“Bagaimana Allah mengurapi Dia dengan Roh Kudus dan kuat kuasa, Dia yang berjalan keliling sambil berbuat baik dan menyembuhkan semua orang yang dikuasai iblis sebab Allah menyertai Dia” (Kis 10:38).

“Supaya oleh kematianNya Ia memusnahkan dia, yaitu iblis yang berkuasa atas maut” (Ibr 2:12). Penyakit adalah pekerjaan iblis dan Yesus telah dinyatakan untuk memusnahkannya.

f. Untuk Menyatakan Pekerjaan Allah. Yesus dan murid-muridNya suatu hari melihat seorang laki-laki yang telah buta sejak lahir. Murid-murid ingin tahu penyebab dari kebutaan orang tersebut. Apakah itu akibat dari dosa-dosanya atau dosa-dosa orang tuanya?

Namun Yesus, lebih tertarik pada hal yang lain. Dia berkata: “Karena pekerjaan-pekerjaan Allah harus dinyatakan dalam dia, Aku harus melakukan pekerjaan Dia yang mengutus Aku selama masih siang” (Yoh 9:3-4).

Dia mulai menyembuhkan orang itu; menunjukkan dengan jelas bahwa salah satu alasan Dia menyembuhkan orang sakit adalah untuk menyatakan (memanifestasikan) pekerjaan-pekerjaan Allah.

g. Untuk Menyatakan Kemuliaan Allah. Pekerjaan Allah yang dahsyat ditunjukkan oleh Yesus, supaya BapaNya dipermuliakan. Berdiri di depan kubur Lazarus, Yesus berkata pada Marta: “Bukankah sudah Kukatakan kepadamu: jikalau engkau percaya, engkau akan melihat kemuliaan Allah?” (Yoh 11:40).

Dalam Lukas 13:10-17, kita membaca suatu kisah tentang seorang wanita yang terikat oleh roh kelemahan selama delapan belas tahun, dan bagaimana Yesus melepaskannya dari kelemahannya. Ayat 13 berkata pada kita: “Lalau Ia meletakkan tanganNya atas perempuan itu dan seketika itu juga berdirilah perempuan itu dan memuliakan Allah.” Perhatikan bahwa setelah disembuhkan barulah perempuan itu memuliakan Allah.

5. Beberapa Metoda yang Dipakai Yesus untuk Menyembuhkan

Yesus tidak hanya memakai satu metoda saja untuk menyembuhkan orang-orang. Dia melayani mereka dengan cara yang berbeda-beda. Marilah kita memperhatikan dengan lebih teliti beberapa dari metoda-metoda itu.

a. Dia Mengucapkan Firman Yang Berkuasa. Perwira Romawi yang mendatangi Yesus (Mat 8:5-13) atas nama hambanya, mengetahui bahwa perkataan Kristus berkuasa. Sebagai seorang perwira Angkatan Bersenjata, dia terbiasa dengan memberikan dan menerima perintah.

Dia tahu bahwa perkataan kuasa yang benar memperoleh respons dengan segera. Dia sangat terkesan dengan kuasa Kristus, sehingga ia memohonNya.

“Katakan saja sepatah kata, maka hambaku itu akan sembuh” (ayat 8). Kemudian ia mengetahui bahwa hambanya benar-benar sembuh pada jam yang sama saat Yesus berkata-kata (berbicara).

Kita juga memiliki kuasa dalam Nama Yesus. Kristus sendiri berkata: “Sesungguhnya barangsiapa berkata kepada gunung ini: beranjaklah dan tercampaklah ke dalam laut ! Asal tidak bimbang hatinya, tetapi percaya bahwa apa yang dikatakannya itu akan terjadi, maka hal itu akan terjadi baginya” (Mrk 11:23).

b. Ia Menumpangkan TanganNya Ke Atas Orang Yang Sakit. Yesus sering kali menumpangkan tanganNya atas orang-orang yang sakit pada pelayanan kesembuhan. Karena latar belakang budaya mereka, orang-orang memiliki iman yang besar dalam hal penumpangan tangan ini.

Yairus memohon kepada Yesus untuk datang dan menumpangkan tanganNya atas putrinya, yang sudah hampir mati (Mrk 5:21-23).

Ketika Yesus datang ke Nazaret, kota kelahiranNya, Dia “menyembuhkan beberapa orang sakit dengan meletakkan tanganNya atas mereka” (Mrk 6:5). Dalam Lukas 4:40, banyak orang yang menderita karena segala macam penyakit datang pada Yesus dan “Ia pun meletakkan tanganNya atas mereka masing-masing dan menyembuhkan mereka.”

c. Dia Mengusir Penyakit. Yesus juga berbicara secara langsung pada penyakitnya, menegur/menghardik dan memerintahkannya untuk pergi. Lukas menulis dua kejadian yang menarik di dalam pasal yang keempat dari Injilnya.

Yang pertama mengenai seorang pria dalam rumah ibadat yang memiliki roh najis. Yesus menegur roh itu, memerintahkannya : “Diam, keluarlah dari padanya!” Roh itu segera keluar dan meninggalkan orang itu (Luk 4:33-37).

Yesus dan beberapa muridNya berangkat langsung dari rumah ibadat ke rumah Petrus; di mana ibu mertua Petrus terbaring sakit karena demam. Lukas menceritakan pada kita bahwa Yesus “menghardik” demam itu dan demam itu meninggalkannya, lalu seketika itu dia bangkit dan melayani mereka (lihat Luk 4:38-39).

Hal yang menarik adalah kata yang digunakan untuk “menghardik” serupa pada kedua contoh di atas. Yesus memperlakukan demam itu seperti Dia memperlakukan roh itu. Dia menghardik keduanya secara langsung, memerintahkan mereka untuk pergi dan hal itu terjadi.

d. Dia Menjamah Orang-orang. “Lalu Yesus mengulurkan tanganNya, menjamah orang itu dan berkata `Aku mau, jadilah engkau tahir’. Seketika itu juga tahirlah orang itu dari kustanya” (Mat 8:3).

“Lalu Yesus menjamah mata mereka sambil berkata `Jadilah kepadamu menurut imanmu'” (Mat 9:29)

Ketika Petrus menyerang hamba dari Imam Besar dan memotong telinganya, kita membaca: “Lalu Ia menjamah telinga orang itu dan menyembuhkannya” (Luk 22:51)

Ada banyak contoh yang lain di mana Yesus menjamah orang dan orang itu sembuh.

e. Orang Menjamah Yesus. “Ketika Yesus dikenal orang-orang di tempat itu, mereka memberitahukannya ke seluruh daerah itu. Maka semua orang yang sakit dibawa kepadaNya. Mereka memohon supaya diperkenankan menjamah jumbai jubahNya. Dan semua orang yang menjamahNya menjadi sembuh” (Mat 14:35-36)

“Adalah di situ seorang perempuan yang sudah dua belas tahun lamanya menderita pendarahan … ia mendekati Yesus dari belakang dan menjamah jubahNya, sebab katanya: `Asal kujamah saja jubahNya, aku akan sembuh’; seketika itu juga berhentilah pendarahannya dan ia merasa bahwa badannya sudah sembuh dari penyakitnya” (Mrk 5:25-29).

Bab 3
Cara Dan Sarana Dari Kesembuhan : Bagian I

Allah memiliki banyak cara untuk menyediakan kuasa kesembuhanNya bagi kita hari ini. Dia dapat bekerja dengan segala cara yang dipilihNya. Jangan membuat kesalahan dengan mencoba mendikteNya tentang cara yang harus dipilihNya untuk menyembuhkan. Dia tahu yang terbaik. Biarlah Ia mengerjakanNya dengan caraNya sendiri. Marilah kita melihat maksud dari cara yang dipilihNya untuk melakukan pekerjaanNya.

A. Kesembuhan Alami: Kuasa Kesembuhan Alamiah

Salah satu alasan mengapa saya secara pribadi merasa yakin bahwa Allah adalah Allah yang menyembuhkan. Ada hukum alam tentang kesembuhan dan pemulihan yang dibangunNya dalam sistem tubuh manusia. Tubuh mempunyai daya tahan dan kekuatan untuk menyembuhkan diri secara luar biasa. Jika diberi kesempatan, tubuh akan memulihkan keadaannya hingga sehat.

Pikirkanlah sejenak tentang zat-zat/unsur-unsur yang luar biasa yang Allah letakkan dalam darah. Fibrin adalah protein yang ada dalam aliran darah. Fibrin larut dan terus berputar dalam siklus tanpa menyebabkan suatu masalah pun.

Walaupun demikian jika seseorang terluka dan darah keluar dari luka itu, Fibrin tadi mulai menyatu dan membentuk suatu lapisan kering.

Jika terjadi kontak dengan udara, fibrin ini (yang menyerupai benang putih) mulai membentuk suatu jala dari serat-serat putih dan lapisan kering itu terbentuk. Ini akan menghentikan mengalirnya darah dari luka tersebut.

Jika sepotong kain atau perban diletakkan di atas luka itu untuk sementara waktu, protein fibrin akan terus bekerja membentuk lapisan kering itu dan membendung perdarahan. Perban itu kemudian dapat dibuang dan aliran darah itu akan dihentikan oleh lapisan kering ini.

Sel-sel darah putih juga merupakan bagian dari mekanisme ketahanan tubuh yang hebat. Darah putih adalah pasukan/kekuataan pertahanan tubuh. Jika suatu bibit penyakit yang mengancam masuk dalam tubuh, otak dengan segera mengirim sinyal ke sel-sel darah putih. Sel-sel itu segera berlomba menuju ke titik di mana bakteri itu masuk dan mulai menyerang dan memusnahkan organisme asing itu.

Pada saat sel-sel darah putih mengalahkan pasukan yang menyerang tadi, mayat-mayat musuh itu akan bertumpuk. Ini adalah yang dikatakan sebagai bengkak – penumpukan dari bakteri-bakteri buruk yang telah dikalahkan oleh sel-sel darah putih.

Lama kelamaan bengkak itu akan pecah dan tubuh membuang sisa-sisa musuh yang gagal untuk merusak sistem tubuh.

Ada banyak mekanisme pertahanan tubuh lainnya dalam tubuh manusia. Secara bersama mereka membentuk sistem kekebalan tubuh yang hebat. dan memberi kita ketahanan terhadap penyakit. Sistem imun ini memberi perlindungan tubuh setiap waktu dari serangan-serangan musuh, dan menjaga kondisi kesehatan sesuai dengan apa yang telah Allah rancangkan baginya. Ingatlah bahwa penyakit itu tidak normal, bagi Allah kesehatan yang baik adalah kondisi normal ciptaanNya yang indah.

B. MENU MAKANAN DAN PEMELIHARAAN UMUM TUBUH

Kurangnya pemeliharaan tubuh mengakibatkan kondisi kesehatan yang buruk. Ketika hal ini terjadi, tubuh tidak hanya membutuhkan kesembuhan fisik; tetapi juga membutuhkan terjadinya beberapa perubahan untuk menyediakan pemeliharaan dan perhatian yang cukup di masa depan.

Saya tidak menyarankan bahwa kita orang-orang luar harus mengikuti makanan orang Yahudi dan hukum-hukum tentang kesehatan secara harafiah. Saya mengatakan bahwa kita harus belajar dari mereka tentang perlunya pemeliharaan yang tepat dan keperdulian menyangkut menu makanan dan cara hidup sehat.

Jika seseorang menderita kekurangan gizi (akibat dari menu makanan yang tidak memadai), hanya ada satu penyembuhan: perbaikan yang tepat dalam menu makanan.

Seseorang perlu diyakinkan, hingga batas kemampuannya, bahwa menu harus seimbang (apa yang harus dimakan atau yang harus dijauhi) dan makanan harus bergizi, mengandung protein dan vitamin yang dibutuhkan tubuh untuk tetap sehat. Di banyak negara, hal ini tidaklah mudah.

Kekurangan makanan yang serius di suatu tempat dapat menyulitkan dan kadang-kadang mustahil untuk tetap memperoleh produk-produk makanan yang bervariasi untuk menjaga kesehatan. Walaupun demikian, di negara-negara yang memiliki banyak macam makanan pun, orang-orang sering gagal untuk menyadari betapa pentingnya makanan yang bergizi itu.

Beberapa orang bahkan merasa tidak rela mengeluarkan uang untuk makan yang layak (sehat). Akhirnya mereka harus menghabiskan uang tersebut bagi pengobatan. Tentu lebih baik menggunakan uang itu untuk membeli makanan yang bergizi daripada menghabiskannya pada dokter-dokter, obat-obatan dan membayar rekening rumah sakit.

1. Gizi

Untuk kesehatan yang baik, tubuh manusia biasanya membutuhkan gizi dari empat kelompok makanan utama:

a. Protein. Daging, ikan atau daging unggas (kacang polong dan beberapa macam kacang polong yang dikeringkan atau kacang-kacang lainnya dapat dijadikan penggantinya). Empat atau enam ons dari salah satu macam kacang ini setiap harinya.

b. Sayur Mayur. Wortel, seledri, kacang polong, jagung, brokoli, kecambah, kentang (dan sayur-sayur lainnya yang sejenis). Paling sedikit tiga atau empat dari sayur mayur ini setiap harinya.

c. Buah-buahan. Jeruk, anggur, apel, tomat, mangga, pisang, nanas (dan buah-buahan dari buah-buah yang sejenis). Paling sedikit dua dari buah-buahan ini setiap harinya.

d. Palawija. Gandum, beras dan sebagainya (lebih bagus yang berwarna coklat, bukan putih – beras putih dan tepung putih kehilangan sebagian besar dari gizinya); dan produk-produk yang terbuat dari gandum (coklat) seluruhnya, seperti roti, pasta dan sebagainya. Dua kali penyajian atau lebih untuk setiap harinya.

2. Kebiasaan-kebiasaan dan Cara Hidup Sehat

Di lain pihak, ada orang-orang yang merusak kesehatan mereka sendiri dengan makan terlalu banyak, atau terlalu banyak makan makanan yang salah.

Mereka makan terlalu banyak makanan yang mengandung lemak dan zat tepung. Hal ini menyebabkan timbulnya jaringan lemak dan bukan energi. Orang-orang seperti ini menjadi terlalu gemuk, sehingga akibatnya kesehatan mereka terganggu dan mereka menderita.

Ada istilah, bahwa sekarang ini banyak orang “menggali kubur mereka dengan gigi”. Kebiasaan makan mereka menyebabkan kesehatan mereka memburuk bahkan kematian yang dini.

Perlu adanya kedisiplinan dalam hal-hal semacam itu. Tubuh kita bukanlah milik kita sendiri. Mereka telah dibeli dengan harga yang mahal. Mereka sekarang telah menjadi milik Allah dan kita harus memuliakan Allah dengan menjaganya dengan baik (1 Kor 6:20).

Dengan cara yang sama, kita harus menyadari kebutuhan akan cara hidup sehat yang layak. Membasuh tubuh dan mencuci peralatan makan sangatlah perlu. Sisa-sisa makanan akan menumbuhkan jamur, dan jamur akan menumbuhkan penyakit. Pepatah “kebersihan datang dari kesalehan”, memiliki kebenaran yang besar di dalamnya.

Mandi yang baik (paling sedikit sekali sehari) adalah peraturan yang baik untuk dijalankan. “Aku membasuh engkau dengan air … “ Yehezkiel 16:9 “Karena itu marilah kita menghadap Allah dengan hati yang tulus ikhlas dan keyakinan iman yang teguh … dan tubuh kita telah dibasuh dengan air murni” (Ibr 10:22)

C. NASEHAT DAN PEMELIHARAAN MEDIS

Dalam kasus-kasus di mana kesehatan tubuh menurun karena kurang memperhatikan hukum alam tentang kesehatan, seringkali adanya nasehat dan pemeliharaan medis sangatlah perlu. Tidak seorang dokterpun yang dapat menyembuhkan.

Hanya Allah yang dapat menyembuhkan. Pengetahuan medis bekerja sama dengan hukum-hukum Allah untuk membantu seorang pasien sembuh.

Seorang dokter Perancis terkenal satu kali pernah berkata : “Saya merawat tetapi Allah yang menyembuhkan”. Perkataan itu benar, karena Allah benar-benar menentang penyakit, karena itu dokter-dokter yang etis bekerja sama dengan Allah untuk memenuhi tujuan-tujuan Allah. Selayaknya rumah-rumah sakit dijalankan sebagai “rumah kemurahan”, yang membantu melawan tulah-tulah hebat di dunia akibat dosa.

D. KESEMBUHAN PSYKOLOGIS DAN EMOSI

1. Sikap dan Pemikiran yang Benar

Satu dari perkembangan-perkembangan yang penting dalam ilmu medis akhir-akhir ini adalah diagnosa dan penanggulangan penyakit-penyakit “psykosomatik”. Yang kami maksudkan di sini adalah penyakit-penyakit fisik yang diakibatkan oleh kondisi emosional dan pemikiran mental.

Penyakit ini bukanlah penyakit-penyakit imaginasi. Penderita benar-benar mengalami gejala-gejala dari penyakit fisik. Gejala-gejala tersebut adalah suatu gejala penyakit tubuh yang sebenarnya tidak diderita orang tersebut – tetapi dia pikir dia menderitanya. Problem pasien tersebut berasal dari keadaan pikiran atau emosinya.

Salomo menyinggung prinsip ini ketika ia berkata : “Sebab seperti orang yang membuat perhitungan dalam dirinya sendiri, demikianlah ia” (Ams 23:7).

Apapun yang diijinkan seseorang tinggal dalam pikirannya, dia akan menjadi seperti itu!

Jika seseorang takut akan penyakit, dan selalu mengkuatirkan dengan sangat kemungkinan jatuh sakit, pikiran-pikiran itu dapat mengakibatkan penyakit yang nyata dari apa yang ia takutkan.

Ayub juga sangat memperhatikan prinsip-prinsip ini. Tampaknya bahwa walaupun ia sehat dan sangat kaya, dia terus memikirkan pikiran-pikiran yang negatif bahwa satu hari nanti dia akan kehilangan segalanya.

Mungkin ia akan berpikir : “Hal ini terlalu baik untuk berlanjut. Semuanya ini berjalan terlalu baik bagiku. Aku tidak dapat mengharapkan hal ini untuk berlangsung selamanya”. Apapun pikiran yang timbul, tampaknya pikiran-pikiran itu negatif dan pesimistis.

Ketika tragedi benar-benar menimpanya, dan ia menjadi sangat menderita karena penyakitnya. Ia berharap bahwa ia tidak pernah dilahirkan, katanya : “Karena yang kutakutkan, itulah yang menimpa aku, dan yang kucemaskan, itulah yang mendatangi aku” (Ayb 3:25).

Ayub sadar bahwa ketakutan-ketakutan yang ia ijinkan untuk melawan pikirannya telah menarik ke dalam hidupnya segala yang ia takutkan.

“Ketakutan mengandung hukuman”, kata Alkitab (1 Yoh 4:18). Ketakutan adalah penghancur. Menghancurkan kesehatan mental maupun fisik. Ini adalah salah satu alasan mengapa Yesus mengatakan “Jangan takut, percaya saja” (Luk 8:50).

Kita diciptakan untuk beriman, bukan takut. Iman menguatkan dan membentengi kita. Ketakutan merusak dan menghancurkan.

2. Emosi-emosi Yang Tidak Terkontrol/Terkendali.

Emosi-emosi negatif yang tidak terkendali juga dapat menghancurkan kesehatan.

Banyak orang Kristen membiarkan dirinya dikendalikan oleh emosi mereka daripada meyakinkan diri bahwa mereka dapat mengendalikan emosi-emosi mereka. Mereka terlalu bersandar pada “bagaimana perasaan mereka”. Jika mereka agak tertekan, mereka membiarkan tekanan itu menguasai mereka.

Sedikit rasa kecewa kesedihan atau tersisih menjerumuskan mereka pada keputusasaan yang lebih dalam. Kekurang disiplinan emosional akhirnya menurunkan kesehatan seseorang, dan dapat menyebabkan penyakit yang serius. Orang-orang Kristen tidak pernah dimaksudkan untuk terkuasai oleh emosi-emosi mereka. Tetapi mereka diciptakan untuk menguasai emosi-emosi, imajinasi-imajinasi, suasana hati dan perasaan-perasaan mereka dengan iman dalam Firman Allah.

Firman Allah itu dapat diandalkan; emosi kita tidak dapat diandalkan. Jika kita memakan Firman secara rutin, Firman akan menstabilkan emosi-emosi itu. Orang percaya yang penuh dengan Firman tidak dapat diombang-ambingkan. Firman menambah kualitas dari kekuatan, tujuan dan benteng penjagaan bagi pikiran dan hati.

Beberapa orang-orang terpercaya dalam bidang medis telah mengatakan bahwa lebih dari 30 persen dari semua penyakit fisik berasal dari pikiran atau emosi. Sikap-sikap mental dan emosi seperti kecemasan, ketakutan, kebimbangan, perasaan tidak aman, ketakutan akan penyakit, tekanan syaraf, kecemburuan/iri hati, frustasi, marah dan rasa pesimis adalah kekuatan-kekuatan yang sangat kuat dan menghancurkan. Jika hal-hal itu diabaikan maka akan merobek-robek kesehatan dari orang tersebut.

Hal-hal ini adalah penyebab-penyebab utama dari sebagian besar dari penyakit fisik yang serius. Tekanan darah tinggi, masalah jantung, penyakit, saluran pencernaan, asma, panas dalam dan sakit kepala yang kronis adalah sebagian contoh-contoh dari beberapa penyakit yang disebabkan oleh mental dan emosional yang salah.

Bila penyakit seseorang disebabkan oleh hal-hal psikis (psychosomatis) penyakit-penyakit itu tidak hanya membutuhkan penyembuhan fisik tapi juga penyembuhan batin bagi emosi dan mental mereka.

Adalah hal yang mudah bagi Allah untuk menyembuhkan gejala-gejala fisik; tapi jika sikap mental tidak diubah sampai dasarnya, orang itu segera sakit kembali dengan penyakit yang sama atau yang mirip dengan yang sebelumnya.

Contohnya, adalah hal yang mudah bagi Allah untuk menyembuhkan radang perut. Tapi yang sulit adalah penyembuhan batin bagi sikap mental yang menyebabkan radang tsb.

Jika seseorang terus menerus memikul beban berat dari stress mental, kebimbangan dan kecemasan, maka sikap itu dengan cepat akan mengakibatkan radang-radang yang lain.

Daud memberi kita resep yang efektif (manjur) untuk menyembuhkan masalah-masalah yang kronis/menahun ini.

3. Bagaimana Cara Menerima Penyembuhan Emosional

a. Serahkan Beban Anda Pada Allah. Dia mendorong kita untuk “Serahkan kuatirmu kepada Tuhan, maka Ia akan memelihara engkau!” (Mzm 55:22). “Serahkanlah segala kekuatiranmu kepadaNya, sebab Ia yang memelihara kamu” (1 Ptr 5:7).

Hal ini meneguhkan kita untuk menyerahkan semua kebimbangan, kecemasan atau sikap-sikap negatif lainnya pada Tuhan.

Sebelum kita dapat melakukan hal ini, kita harus menyerahkan diri kita seluruhnya/seutuhnya pada Allah. Jika suatu kehidupan diserahkan sepenuhnya pada Allah, kehidupan itu menjadi milik pribadi Allah. Dia kemudian yang bertanggung jawab atas pemeliharaan dan perbaikan dari kehidupan itu. Dia akan membuatnya tetap dalam keadaan kuat sehat.

Hal ini hanya akan terjadi bila kita dengan rela menanggalkan semua beban dan menyerahkannya pada Allah, sehingga Ia memelihara kita. Jika kita tetap memaksa diri untuk memikul beban-beban yang sangat berat itu, Allah pun tidak dapat memelihara kesehatan kita.

Beberapa tahun yang lalu, saya memikul suatu beban yang sangat berat. Seorang saudara dalam Tuhan berkata pada saya “Allah itu hanya mampu menjaga apa yang diserahkan kepadaNya” (2 Tim 1:12).

Tanggalkan beban ini pada Allah. Biarkan Dia yang mengatasi semuanya. Yah, hanya itulah yang saya lakukan. Saya berkata : Tuhan, saya menyerahkan semua masalah ini padaMU. Saya tidak dapat berbuat apa-apa. Silahkan menyelesaikannya – dengan caraMU sendiri.

Saya akhirnya dibebaskan dari kecemasan dan masalah itu. Tuhan memberikan hasil yang ajaib tujuh tahun kemudian.

b. Merenungkan Firman Allah. Daud juga menggambarkan berkat dari orang yang merenungkan Firman Allah siang dan malam. “Ia seperti pohon, yang ditanam di tepi aliran air, yang menghasilkan buahnya pada musimnya, dan yang tidak layu daunnya, apa saja yang diperbuatnya berhasil” (Mzm 1:3).

Merenungkan Firman Allah memiliki nilai terapi penyembuhan yang sangat besar. Salomo, anak dari Daud, menyatakan lebih lanjut bahwa Firman Allah “adalah kesembuhan bagi seluruh tubuh mereka” (Ams 4:20-22).

c. Bawalah Pikiran-pikiran Anda untuk Ditawan. Setiap pikiran dapat dibawa untuk menjadi tawanan Kristus, kadangkala ada pikiran-pikiran yang selalu mengganggu kita. Hal itu tak ubahnya seperti benteng-benteng setan dalam pikiran kita (2 Kor 10:3-5).

Tidak ada alasan untuk tetap dikuasai oleh pikiran-pikiran ini. Tangkap mereka dengan pedang Roh, yang adalah Firman Allah. Ambillah pasal-pasal dalam Alkitab yang merupakan penyelesaian dari Allah dan lawanlah kesakitan yang ada. “Sebab Allah memberikan kepada kita bukan roh kesakitan, melainkan roh yang membangkitkan kekuatan, kasih dan ketertiban” (2 Tim 1:7).

Jangan mengulanginya hanya sekali saja. Renungkanlah itu. Biarlah Allah membuat anda kuat dan berkemenangan. Katakanlah dengan keras. Kuatkan hati anda. Benteng-benteng musuh akan runtuh!

d. Pusatkan Pikiran Anda Pada Allah. “Besarlah ketentraman pada orang-orang yang mencintai TauratMu, tidak ada batu sandungan bagi mereka” (Mzm 119:165). Damai yang datang pada seseorang melalui kasih Allah dari Firman Allah yang terus menerus adalah damai ketenteraman yang menyembuhkan. Pikiran itu “Kujagai dengan damai sejahtera, sebab kepadaMulah ia percaya” (Yes 26:3).

Allah menginginkan umatNya untuk benar-benar bebas dari setiap masalah mental dan emosional, dan juga dari semua penyakit-penyakit yang mulanya disebabkan oleh sikap-sikap yang salah.

4. Membebaskan Roh Manusia

Pada kelahiran baru, hidup kekal itu dikembalikan pada roh manusia. Hidup ini bukanlah suatu kekuatan pribadi. Roh Kudus sendirilah yang datang dan berdiam dalam kita (1 Kor 6:17). Dia adalah kehidupan Allah yang kita terima.

Yang menyedihkan, banyak orang percaya tidak diajar mengenai Roh Kudus, ataupun tragisnya diajar tetapi secara tidak benar.

Banyak orang diajar bahwa karunia Roh hanya ada di zaman Rasul-rasul. Banyak orang menyepelekan kuasa yang ada dalam Firman Allah.

Karena ketidak acuhan ini, roh mereka bagaikan seorang yang terpidana tanpa salah. Sebenarnya tidak ada yang salah dengan roh manusia dari orang itu, tapi ketidak acuhan dan kesalahan telah membutakan dan menghentikan pertumbuhan rohaninya.

Sebagaimana pikiran dibaharui oleh Firman Allah (Ef 4:22-24, Kol 3:10,16), wahyu ini membedakan roh manusia dan pertumbuhan itu terjadi.

Mereka yang melayani Firman dalam kuasa Roh adalah alat-alat Allah untuk membawa pembebasan rohani ini.

Yesus berkata : “Jikalau kamu tetap dalam FirmanKu, kamu benar-benar adalah muridKu, dan kamu akan mengetahui kebenaran, dan kebenaran itu akan memerdekakan kamu … ” Jadi jika “Anak itu memerdekakan kamu, kamu benar-benar merdeka” (Yoh 8:31,32,36). “Tetapi apabila Ia datang, yaitu Roh Kebenaran. Ia akan memimpin kamu ke dalam seluruh kebenaran” (Yoh 16:13). “Sebab Tuhan adalah Roh; dan dimana ada Roh Allah disitu ada kemerdekaan” (2 Kor 3:17).

Roh Kudus memakai orang-orang yang menyerah kepadaNya sebagai alat pembawa pembebasan roh dan keadaan yang baik. Saat pembebasan ini terjadi, kita berpindah pada kesehatan rohani yang sebenarnya. Ini adalah dasar dari manusia seutuhnya yang berada dalam keadaan yang baik.

Pengajaran yang benar membantu orang dalam menghindari berbagai jebakan dan perangkap yang mengakibatkan penyakit dan kesulitan. Tujuan utama dalam pengajaran Firman adalah untuk memperkuat pengaruh Roh Allah yang membawa kesadaran. Dengan kata lain, mengembangkan indera-indera rohani atau kepekaan dari orang-orang suci.

Banyak orang Kristen tidak mampu membedakan antara pemikiran mereka sendiri dengan nasehat Allah yang ada dalam hati mereka. Ini seperti penyakit kurang gizi rohani. Dengan diberi makan Firman Allah, mereka akan belajar mengenal suara Allah.

Mereka akan mengenal bahwa suara itu akan cocok dengan pengetahuan mereka akan Firman. Ini membawa kebebasan rohani dan kesehatan bagi manusia seutuhnya.

Perhatian Tuhan adalah bagi kesehatan seutuhnya dan keadaan yang baik dari manusia. Kesembuhan fisik adalah sebuah jalan yang penting untuk menghasilkan kesehatan yang seutuhnya ini. Pengajaran inspiratif Allah adalah jalan penting lainnya yang menghasilkan kesehatan rohani itu.

Bab 4
Cara Dan Sarana Dari Kesembuhan : Bagian II

A. KESEMBUHAN LEWAT PENGINJILAN

Pelayanan kesembuhan semacam ini mengikuti pengabaran Injil. Pelayanan ini salah satu dari lima bukti yang dijanjikan Yesus yang akan mengikuti mereka yang percaya (Mrk 16:17, 18). Beberapa hal dibutuhkan dalam rangka untuk melihat pernyataan dari kesembuhan jenis ini.

1. Kabarkan Injil

Perintah yang mendahului janji adalah : “Pergilah ke seluruh dunia, beritakanlah Injil kepada segala makhluk” (Mrk 16:15). Ini memberitahu kita bahwa kita harus melayani penginjilan. Kita harus pergi ke daerah baru dan memberitakan Injil pada orang-orang yang belum percaya/diselamatkan.

Paulus mengikuti aturan ini. Dia lebih memilih tempat untuk mengabarkan Injil di mana Kristus belum dikenal, daripada membangun di atas suatu dasar yang sudah diletakkan orang lain (Rm 15:20).

Sebagai hasilnya, pelayanannya disetujui Allah dengan “… kuasa tanda-tanda dan mujizat-mujizat oleh kuasa Roh Allah B…” (Rm 15: 19). Hasilnya adalah orang-orang kafir menjadi taat pada Injil baik dalam “perkataan dan perbuatan” (Rm 15:18).

2. Memproklamasikan Kesembuhan Fisik

Proklamasi dari Injil dengan latar belakang Perjanjian Baru menekankan aspek kesembuhan fisik sama halnya dengan pengharapan atas keselamatan kekal.

Sebagian besar pelayanan Yesus dipakai untuk melayani orang-orang sakit dan menderita. Mereka datang padaNya dalam kumpulan orang banyak, dan kita tahu bahwa pada saat-saat seperti itu “Ia menyembuhkan mereka semua” (Mat 8:16).

Dengan cara yang hampir sama, kumpulan-kumpulan orang sakit datang pada para rasul. Pada paling sedikit satu peristiwa, bayangan Petrus jatuh atas orang-orang sakit tersebut pada saat ia melewati mereka dan bayangan itu membawa kesembuhan dan pembebasan (Kis 5:15, 16).

Banyak keajaiban, tanda-tanda dan mujizat-mujizat dilaksanakan oleh para rasul (Kis 5:12). Secara keseluruhan, itu adalah akibat dari tanda-tanda yang diadakan oleh orang banyak pada Gereja (Kis 5:14).

3. Menumpangkan Tangan Atas Orang Sakit

Penumpangan tangan juga adalah suatu perintah yang spesifik yang berhubungan dengan kesembuhan dalam penginjilan (Mrk 16:18). Pertimbangkanlah arti dari tindakan ini.

Dalam latar belakang budaya dari orang-orang ini, penumpangan tangan sering dipakai untuk menganugerahkan sesuatu atas seseorang. Biasanya, untuk menganugerahkan suatu kehormatan atau suatu berkat, suatu kesempatan emas dan sebagainya.

Maka, mereka yang ditumpangi tangan secara tradisional akan berharap untuk menerima sesuatu.

Perhatikan apa yang Yesus katakan tentang hal ini. “Mereka yang percaya” (ayat 17) yang harus menumpangkan tangan atas orang-orang sakit. Hal itu harus dilakukan “dalam nama Yesus” (lihat Kis 3:6). Sebagaimana kita melakukannya dengan iman, kita menjadi perpanjangan tangan dari Tuhan.

Allah tidak mempunyai tangan lain tetapi tangan-tangan kita yang dipakaiNya untuk menjamah dunia yang membutuhkan.

Mengabarkan Injil dan menumpangkan tangan atas orang-orang sakit adalah permintaan Kristus. Kita harus taat padaNya. Kita harus melakukannya dengan iman dan percaya bahwa mereka akan disembuhkan.

Saat anda menjamah orang-orang yang menderita, anda meneguhkan janji Allah saat ini. Yesus berkata : “Mereka akan sembuh” (Mrk 16:18).

Pemulihan (kesembuhan) tak harus berarti kesembuhan yang segera, dan spontan. Pemulihan dapat berlangsung lewat suatu proses. Dimulai pada saat terjadinya kontak, proses ini akan terus berlanjut hingga kesembuhan yang sempurna. Janganlah kehilangan harapan, jangan mulai menjadi bimbang. Tetap pertahankan tindakan iman yang positif dari pernyataan Allah. PerkataanNya benar. Tidak mungkin gagal.

Pelayanan kesembuhan ini harus mengikuti semua penginjil. Itu adalah janji yang diberikan dalam pengutusan ini. Harus mengikuti setiap orang percaya “tanda-tanda ini harus menyertai mereka yang percaya”.

B. KESEMBUHAN EVANGELISTIS DI KALANGAN GEREJA

Kesembuhan lewat penginjilan adalah suatu pelayanan utama pada orang-orang yang belum percaya/diselamatkan, untuk meyakinkan mereka akan kebenaran dan fakta Injil. Kesembuhan ekklesialistis adalah suatu pelayanan di dalam gereja.

Ayat Alkitab yang merupakan dasar dari cara kesembuhan semacam ini tertulis dalam Yakobus 5:14-16, “Kalau ada seorang di antara kamu yang sakit baiklah ia memanggil para penatua jemaat supaya mereka mendoakan dia serta mengoleskannya dengan minyak dalam nama Tuhan.

“Dan doa yang lahir dari iman akan menyelamatkan orang sakit itu dan Tuhan akan membangunkan dia, dan jika ia telah berbuat dosa, dosanya itu akan diampuni, karena itu hendaklah kamu saling mengaku dosamu dan saling mendoakan, supaya kamu sembuh. Doa orang yang benar, bila dengan yakin didoakan, sangatlah besar kuasanya”.

Petunjuk-petunjuk dalam bacaan ini secara khusus ditujukan pada orang-orang Kristen: “Apakah ada yang sakit di antara kamu?” – secara jelas menunjukkan bahwa Yakobus memaksudkan mereka yang ada di dalam gereja. Petunjuk yang mengikutinya agak berbeda dengan yang ada dalam Markus 16:15-20.

1. Panggillah Tua-tua

Orang-orang yang sakit harus “memanggil penatua gereja”. Inisiatif itu datang dari orang yang sakit. Mereka membuat permohonan, memanggil para penatua untuk melayani mereka.

2. Mengakui Dosa-dosa

Harus ada pengakuan mengenai kesalahan-kesalahan. Jika ada dosa-dosa yang telah diperbuat, dosa-dosa itu harus diakui juga.

Kita sudah membicarakan fakta, bahwa banyak penyakit yang berasal dari batin. Mungkin ada dosa atau ketidaktaatan di sana.

Mungkin ada tindakan-tindakan yang salah. Seringkali hal-hal ini adalah pola-pola pemikiran yang tidak baik dan emosi-emosi yang membahayakan. Ini adalah penyakit-penyakit rohani yang juga menghasilkan sakit secara fisik. Harus ada suatu kesadaran dan suatu pengakuan atas dosa-dosamu.

Pengakuan menampakkan penghancur-penghancur yang tersembunyi ini. Tidak akan pernah ada kesembuhan bagi masalah-masalah batin ini sebelum semua itu benar-benar diakui, ditinggalkan dan ditolak.

Banyak orang sulit sekali mengakui bahwa mereka menyimpan kesalahan. Akibatnya, mereka tidak pernah memperoleh kesembuhan bagi kesalahan-kesalahan atau kelemahan-kelemahan fisik mereka. Kita harus merelakan Allah memeriksa hati dan meletakkan tanganNya atas segala tindakan atau pikiran yang tidak menyenangkanNya itu.

Terbukalah dan jujurlah di hadapan Allah. Dia adalah seorang Bapa yang penuh kasih yang ingin menyembuhkan anda; bukan seorang monster yang mengerikan yang ingin menghukum anda.

Dia tidak bermaksud mempermalukan anda ketika menelanjangi/mengungkapkan permasalahan-permasalahan ini. Dia ingin mengeluarkannya dari hati dan pikiran anda karena hal-hal itu meracuni dan menghancurkan anda.

Jika Allah mengingatkan anda pada beberapa dosa atau pelanggaran yang tidak sesuai dengan kehendakNya, akuilah itu di hadapan para penatua (pemimpin).

Lebih baik jika dilakukan secara pribadi daripada di hadapan sekelompok orang percaya. “Saling mengaku dosamu … “ (Yak 5:16). Walaupun demikian, ada saat-saat dimana suatu pengakuan pada semua orang percaya itu dibutuhkan. Pengakuan ini harus dilaksanakan jika dosa yang telah dilakukan itu berlawanan dengan gereja. Jika tidak, pengakuan harus diterima oleh para penatua secara pribadi, dan hal-hal yang detail harus tetap rahasia bagi para penatua.

Walaupun pengakuan itu dibuat di hadapan para penatua, kita sebenarnya mengaku di hadapan Allah. Kita mungkin telah menyinggung perasaan saudara-saudara kita, tapi pada Allahlah kita telah berbuat dosa. Kita harus memohon ampun secara sungguh-sungguh.

Pengakuan juga harus dilaksanakan pada orang-orang yang kepadanya kita mungkin telah bersalah atau telah kita lukai. Kita harus mengaku dalam roh kerendahan hati, mencari pengampunan mereka dengan tulus.

Di bawah hukum Perjanjian Lama, Allah mengharuskan suatu korban penghapus dosa untuk kesalahan yang telah diperbuat terhadap saudara/sesama (Im 6:17). Salah satu syarat dari korban itu termasuk juga membayar ganti rugi dengan harga penuh dari sesuatu yang dirusakkan, ditambah 20 persen (Im 6:5).

Prinsip dalam hal ini adalah bahwa kita harus mencari penyelesaian yang baik terhadap orang yang sudah menderita akibat tindakan kita itu. Kita harus mencoba berdamai (berbaikan) dengan mereka karena kedukaan atau kepedihan yang mungkin telah kita timbulkan lewat tindakan-tindakan kita.

3. Diurapi dengan Minyak

” … supaya mereka mendoakan dia serta mengolesnya dengan minyak dalam nama Tuhan …” (Yak 5:14). Minyak adalah bayangan dari Roh Kudus. Jika kita mengurapi seseorang dengan minyak, secara pribadi kita memanggil Roh Kudus untuk menyatakan kehadiran dan kuasaNya dalam situasi itu. Kita memohon Roh Kudus untuk datang atas orang yang akan kita doakan ini.

Para rasul sering menggunakan metode ini. Dalam Markus 6:13, kita baca : “Dan mereka mengusir banyak setan, dan mengoles banyak orang sakit dengan minyak dan menyembuhkan mereka”.

Minyak juga melambangkan sinar. Pelita pada kaki dian di Ruang Suci sebenarnya adalah lampu minyak. Pelita itu menggunakan minyak yang disulut dengan api, sehingga memberikan sinar dalam Ruang Suci.

Maka jika kita mengurapi seseorang dengan minyak, kita juga berkata “Bapa, kami mengetahui bahwa kita melaksanakan tindakan ini dalam terang dari hadiratMU. Kami tahu bahwa tidak ada yang tersembunyi dihadapanMU”.

“Engkau mengetahui segala sesuatu, karena itu, tolonglah kami untuk benar-benar jujur dalam situasi ini, sebab tiada yang tidak jujur atau tidak tulus yang akan lolos dari perhatianMu”.

“Jika orang sakit yang sekarang mencari Engkau memiliki suatu kesalahan yang tidak mereka sadari, kiranya sinar dari hadiratMu mengungkapkan hal-hal ini pada mereka sehingga dapat diselesaikan”.

Minyak, lebih lanjut adalah simbol (bayangan) dari kesembuhan. Minyak mengandung unsur-unsur yang menyembuhkan. Minyak mungkin adalah obat yang tertua yang diketahui manusia.

Minyak mempunyai suatu efek menenangkan dan menyembuhkan.

Luka orang yang diselamatkan oleh orang Samaria yang baik hati itu diberi minyak dan anggur (Luk 10:33,34). Anggur digunakan untuk membasuh/membersihkan luka-luka; minyak untuk menyembuhkannya.

Saat kita mengurapi dengan minyak, kita tidak menganggapnya sebagai obat, tetapi sebagai simbol dari kesembuhan berharap pada Roh Kudus untuk memberi kesembuhanNya pada orang yang sakit.

4. Berdoa dengan Doa Iman

Setelah mengurapi dengan minyak, para penatua sekarang harus berdoa dengan doa iman. Yakobus berkata : “Dan doa yang lahir dari iman akan menyelamatkan orang sakit itu” (Yak 5:15).

a. Doa Iman Didasarkan Hanya Pada Apa yang Dikatakan Firman Allah. Dasar dimana doa iman diungkapkan adalah integritas Firman Allah sendiri. Doa iman tidak mencari sumber-sumber lain untuk mendapatkan peneguhan atau dorongan semangat. Doa iman telah mempercayai bahwa Firman Allah adalah satu-satunya sumber dari kebenaran utama. “… Allah adalah benar, dan semua manusia pembohong …” (Rm 3:4).

Iman yang Alkitabiah berasal dari Firman Allah. “Jadi, iman timbul dari pendengaran, dan pendengaran oleh Firman Kristus” (Rm 10:17).

Selanjutnya jika kita berdoa dengan doa iman, kita harus terbiasa dengan apa yang Firman Allah katakan tentang kesembuhan.

Kita harus TAHU dari FirmanNya, bahwa ADALAH kehendakNya untuk menyembuhkan. Harus ada dasar iman yang kuat dalam kita, dibangun atas Firman Tuhan sendiri.

b. Doa Iman Mengetahui Kehendak Allah. Seorang kusta pernah berkata pada Yesus. “Jika Tuan mau, Tuan dapat mentahirkan aku” (Mat 8:1-4). Orang kusta ini tidak memiliki keraguan sedikitpun akan kemampuan Yesus untuk memulihkan kondisinya. Daerah keraguannya adalah apakah ini kehendakNya melakukan hal itu.

Yesus menghilangkan semua keraguan ketika Ia berkata : Aku mau, jadilah engkau tahir, seketika itu juga tahirlah orang itu dari pada kustanya”.

Kita juga harus dengan teguh menetapkan dalam hati bahwa adalah kehendak Allah untuk menyembuhkan. Jika ada ketidakpastian atau kebimbangan yang menyebabkan kita berkata “Jika itu adalah kehendakMU …” dalam doa kita, maka kita BELUM berdoa dengan doa iman.

Selain pengetahuan tentang Firman Tuhan bahwa adalah kehendak Tuhan untuk menyembuhkan yang sakit, kita juga harus mencari Allah dengan sungguh-sungguh untuk mengetahui kehendakNya yang khusus bagi orang yang kita doakan.

Dengan kata lain, walaupun Allah selalu berkehendak untuk menyembuhkan, kadang kala karena beberapa alasan kesembuhan dari Allah itu tertunda atau terhalang. Kita harus memastikan bahwa Allah sungguh-sungguh hendak menyembuhkan orang tersebut sekarang juga.

Seringkali ketika kita menyelidiki hal ini, Allah menunjukkan beberapa penghalang yang menutup kuasa kesembuhanNya. Dengan demikian kita dapat berusaha untuk meluruskan masalah itu dan membersihkan jalan bagi terjadinya kesembuhan.

Yakobus secara jelas mengatakan bahwa orang yang bimbang tidak akan menerima apa-apa dari Allah (Yak 1:6,7).

Karena itu, doa iman adalah penyerahan secara total pada keyakinan bahwa Allah ingin menjawab doa-doa dan menyembuhkan orang yang sakit.

Tidak ada tempat bagi kebimbangan, ketidakpastian atau keengganan. Doa ini adalah suatu keyakinan yang utama, yang harus dilakukan.

c. Doa Iman Memiliki Tujuan yang Pasti. Yesus berkata : “Apa yang kau kehendaki supaya Aku perbuat bagimu” (Mrk 10:51). Dalam terminologi modern Yesus berkata : “APAKAH keinginanmu yang khusus? Bagaimana bentuk yang pasti dari permintaanmu?”

Orang-orang Kristen sering sangat tidak pasti dalam doa mereka sehingga mereka bahkan tidak tahu apakah Allah sudah menjawab doa mereka atau belum.

Jika doa kita kosong (tak berisi), kita tidak akan menerima apa-apa, kita harus menyebutkan (menggambarkan) dengan tepat apa yang kita percayai akan Allah lakukan dan memohon padaNya dalam doa yang disertai pengucapan syukur.

Ketika Yesus mempertanyakan hal ini pada seorang buta, ia kemudian menjawab dengan segera : “Rabuni, supaya aku dapat melihat!” (Mrk 10:51). Dia menyebutkan keinginannya secara pasti, tertentu dan tepat.

Yesus menjawab permohonan ini dengan segera, dan orang itu menerima penglihatannya.

d. Doa Imam Meminta dan Menerima. Banyak anak Tuhan yang sungguh-sungguh, gagal untuk mengerti bahwa doa iman itu meminta dan MENERIMA. Meminta dan terus meminta secara tidak menentu kadang-kadang merupakan tanda ketidakpercayaan kita.

Yesus berkata : “Mintalah, maka akan diberikan kepadamu” (Mat 7:7). Jadi setelah kita meminta padaNya, kita perlu menerima permohonan kita dari tanganNya dengan pengucapan syukur yang sesuai (lihat Flp 4:6).

e. Doa Iman Memiliki Motivasi yang Benar. Yakobus menjelaskan dua alasan utama mengapa kita kadangkala tidak menerima jawaban bagi doa-doa kita (Yak 4:2,3).

Yang pertama adalah bahwa kita tidak meminta! Alasan yang kedua adalah bahwa kita berdoa, tetapi dengan motivasi yang salah. Yakobus berkata “kita salah meminta” karena alasan-alasan yang egois.

Jadi kita harus yakin bahwa motivasi kita murni. Apakah kita menginginkan permohonan ini untuk alasan yang benar?

Alasan yang benar adalah bahwa Allah harus dipermuliakan dan NamaNya harus ditinggikan, jika ada hal lain selain alasan ini, maka motivasinya meragukan.

Banyak orang menginginkan sesuatu dengan alasan-alasan yang sangat mementingkan diri sendiri. Biasanya Allah tidak menjawab permohonan-permohonan yang berpusat pada diri sendiri. Sebaiknya seseorang memperjelas motivasi permintaannya sehingga permohonan-permohonan itu layak dijawab.

Seseorang yang dipakai Tuhan dalam hal kesembuhan juga harus memastikan bahwa motivasinya benar. Beberapa orang mendoakan orang sakit karena motivasi-motivasi yang sia-sia dan dangkal. Seringkali para pelayan mulai berpikir bahwa kuasa datang dari mereka dan bukan melalui mereka. Banyak yang melambung oleh kesombongan karena Allah memakai mereka.

Sikap kedagingan yang demikian bahkan telah merendahkan mutu efektifitas pelayanan mereka sendiri.

Walaupun demikian masih banyak yang berusaha untuk menggunakan karunia Allah bagi keuntungan pribadi. Dalam pelaksanaannya mereka memutar balikkan karunia itu. Prinsipnya adalah : “… kamu telah memperolehnya dengan cuma-cuma, karena itu berikanlah pula dengan cuma-cuma … ” (Mat 10:8).

f. Doa Iman Memiliki Pengakuan yang Berani. Pengakuan yang positif sangat penting untuk membuat iman berfungsi “Aku percaya, sebab itu aku berkata-kata” (2 Kor 4:13). “Karena dengan hati orang percaya dan dibenarkan dan dengan mulut orang mengaku dan diselamatkan” (Rm 10:10), “Marilah kita teguh berpegang pada pengakuan tentang pengharapan kita, sebab Ia yang menjanjikannya setia” (Ibr 10:23).

Yesus menjelaskan hubungan antara pengakuan kita dengan menerima apa yang telah kita minta dari Allah. “Aku berkata kepadamu : sesungguhnya barangsiapa berkata pada gunung ini : beranjaklah dan tercampaklah ke dalam laut! Asal tidak bimbang hatinya, tetapi percaya, bahwa apa yang dikatakannya itu akan terjadi, maka hal itu akan terjadi baginya (sesuai dengan perkataannya : terjemahan bebas)” (Mrk 11:23).

Jika pengakuanmu tidak sesuai dengan Firman Allah, maka itu bukan kata-kata iman. Iman selalu sesuai dengan Firman Allah.

Arti harafiah dari kata “mengaku” dalam bahasa Yunani di Perjanjian Baru adalah “sesuai dengan”, “mengatakan perkataan yang sama”. Jika kita berdoa dengan doa iman, tanpa keraguan, maka percakapan dan pengakuan kita harus seirama dengan Firman Allah.

g. Doa Iman Bekerja Sesuai dengan Pengakuan Kita. Pengakuan iman kita adalah kalimat perintah yang selaras dengan tindakan iman kita mengenai kesembuhan orang sakit.

Kita harus melakukan lebih dari sekedar mengucapkan kata-kata iman. Kita harus mengambil tindakan-tindakan iman. Tindakan-tindakan iman yang sejalan dengan kata-kata iman yang telah kita ucapkan. Ini adalah tindakan harafiah atas Firman Allah.

Yakobus berkata : “Iman yang tanpa perbuatan adalah iman yang kosong” (Yak 2:20). Jika kita menyatakan percaya pada sesuatu, tapi tidak bertindak atasnya, maka pernyataan itu adalah kosong.

Sangat sering Yesus meminta tindakan iman dari mereka yang Ia sembuhkan. “Bangunlah, angkatlah tempat tidurmu dan berjalan” (Mrk 2:9). Biasanya pada saat yang sama ini, orang mulai bertindak dalam iman, dan mujizat terjadi.

Sebaliknya, banyak yang tidak menerima kesembuhan, karena pada saat mereka harus bertindak dalam iman, mereka gagal untuk bertindak sesuai janji yang telah mereka terima.

h. Doa Iman Berlanjut Dengan Teguh. Ibrani 10:23 berkata : “Marilah kita teguh berpegang pada pengakuan tentang pengharapan kita, sebab Ia yang menjanjikannya setia”. Sangat sering, iman kita diuji lewat kenyataan bahwa apa yang kita minta dan percayai tidak dengan segera dipenuhi/dinyatakan. Ini adalah faktor yang paling krisis dan penting dalam latihan iman.

Iman yang benar memiliki sifat ketahanan yakni terus percaya dengan teguh, bahkan ketika hasilnya tidak terbukti dengan segera. Iman yang benar tidak “… melepaskan kepercayaan, karena besar upah yang menantinya” (Ibr 10: 35,36).

Iman Alkitabiah hanyalah berhubungan dengan apa yang Firman Allah nyatakan. Tidak tergantung pada perasaan, gejala-gejala atau bukti-bukti dari kejadian-kejadian yang dapat ditangkap dengan indra secara alamiah. Iman itu mempercayai, mengaku dan bertindak atas dasar Firman Allah.

Sekalipun tak tampak adanya perubahan ataupun kemajuan, iman terus saja mempercayai bahwa Firman Allah itu benar. Iman selalu mengaku bahwa Firman Allah itu benar, dan bertindak sesuai dengannya.

Bagi Abraham, proses ini berlangsung bertahun-tahun. Sementara ia menunggu Allah untuk berbuat apa yang dijanjikanNya, Abraham ” … diperkuat imannya dan ia memuliakan Allah” (Rm 4:18-21).

Dengan iman dan kesabaran, ia mewarisi janji itu (Ibr 6:12).

i. Doa Iman Memberikan Kemuliaan Bagi Allah. Abraham terkenal sebagai seorang yang mempunyai iman yang hebat. Teladannya mengenai hal ini merupakan inspirasi sekaligus petunjuk. Roma 4:16-21 berisi prinsip-prinsip yang akan sangat membantu kita mengenai cara kerja imannya. Termasuk juga bukti-bukti bahwa Abraham sangat memperhatikan hal memberikan kemuliaan bagi Allah.

Kesulitan banyak orang Kristen adalah bahwa Allah tidak dapat mempercayai mereka dengan kenyataan-kenyataan iman yang dahsyat karena mereka mengambil kemuliaan itu bagi diri mereka sendiri. Mereka membuat diri mereka tampak menjadi/seperti seseorang yang hebat.

Allah sangat cemburu dengan kemuliaanNya. Dia tidak akan membagi kemuliaan itu dengan orang lain. Kitapun harus selalu ingat akan kenyataan ini. Ingatlah selalu untuk memberikan hormat dan kemuliaan bagi Allah atas hal-hal indah yang telah Ia perbuat.

Bukan iman anda yang mengadakan mujizat-mujizat; tapi Allah dengan imanNya, kepenuhanNya, dan kuasaNya. Iman anda, paling-paling, adalah saluran bagi kuasa Allah untuk mengalir.

C. KESEMBUHAN MELALUI PERJAMUAN SUCI (KUDUS)

Dalam 1 Korintus 11:29-32 kita memiliki petunjuk yang jelas bahwa mengikuti dengan benar Perjamuan Kudus Tuhan, akan menghasilkan kesembuhan dan kesehatan.

Paulus mengatakan bahwa makan/minum Perjamuan Suci secara tidak benar telah mengakibatkan banyak orang Korintus, menjadi sakit dan beberapa bahkan mati muda. “Sebab itu banyak di antara kamu yang lemah dan sakit, dan tidak sedikit yang meninggal” (ayat30). Karena itu makan/minum Perjanjian Suci dengan benar akan meningkatkan kesehatan. Marilah kita melihat pada masalah yang penting ini secara bersama-sama.

1. Perjamuan Kudus Tuhan Didasarkan Pada Perjamuan Paskah

Ketika Yesus pertama kali mengadakan Perjamuan Malam, saat itu adalah waktu Perayaan Paskah (Mat 26:19). Para murid yang berkumpul di sekitarNya pada malam itu benar-benar menyadari akan hal-hal yang tercakup dalam perjamuan malam ini.

Mereka diingatkan bahwa hal ini dilakukan untuk mengingat Paskah yang asli kira-kira 1.400 tahun yang lalu. Mereka mengingat perjanjian yang telah Allah buat dengan nenek moyang mereka. Dia telah membawa nenek moyang mereka keluar dari Mesir pada Paskah yang pertama.

Mereka mengalami pembebasan yang luar biasa dari Mesir dan semua ikatannya. Mereka dikeluarkan dari perbudakan lewat uluran tangan Allah yang perkasa.

Paskah yang asli pada zaman Musa diadakan dengan domba panggang dan roti tidak beragi. Darah dari domba itu disapukan di tiang-tiang pintu dan ambang atas rumah mereka.

Darah itu adalah merupakan tanda bagi Allah. “Apabila Aku melihat darah itu, maka Aku akan lewat daripada kamu” (Kel 12:13).

Mereka keluar melewati tanda darah di ambang pintu menuju pada kebebasan dari keselamatan. Darah itu merupakan penebusan mereka.

Allah juga mengatakan pada mereka untuk memanggang domba dengan sayur pahit dan memakan setiap bagian darinya sebelum mereka memulai perjalanan mereka menuju kemerdekaan.

Makanan yang bergizi ini berguna untuk menguatkan badan mereka sebagai persiapan bagi perjalanan yang berat itu, untuk memberikan kekuatan fisik bagi mereka. “… dan di antara suku-suku mereka tidak ada yang tergelincir” (Mzm 105:37).

Perjamuan Paskah adalah bagi keselamatan, kesembuhan dan kesehatan.

2. Perjamuan Allah : Suatu Perjanjian yang Baru

Pada saat Yesus membagi roti dan anggur pada mereka malam itu, Ia sedang membuat perjanjian yang baru dengan mereka.

Anggur menggambarkan darahNya, yang tidak lama setelah itu dicurahkan bagi keselamatan mereka. Roti mewakili tubuh dari domba Paskah untuk dimakan bagi kesembuhan dan kekuatan.

Paulus memberikan beberapa prinsip-prinsip yang berarti sehubungan dengan keikut sertaan kita dalam Perjamuan Tuhan.

a. Perjamuan Tuhan adalah Untuk Mengingat Yesus. Yesus berkata : “Perbuatlah ini menjadi peringatan akan Aku” (1 Kor 11: 24). Saat Yesus duduk di meja bersama-sama dengan mereka malam itu, Ia sedang membentuk kesempurnaan manusia. Sepanjang kehidupanNya, setan telah berusaha – dengan segala macam cara untuk menyerang dan menghancurkanNya. Dia berusaha untuk menghasutNya (Mat 4:1-11). Saya yakin bahwa ia berusaha menaruh banyak penyakit-penyakit yang mematikan atasNya.

Yesus bekerja di antara begitu banyak orang sakit selama pelayananNya. Banyak dari mereka menderita penyakit menular, dan saya yakin bahwa setan berusaha untuk menularkan penyakit-penyakit itu pada Yesus. Tapi segala usaha dari setan telah gagal total.

Pada akhir dari pelayananNya di dunia, Ia mampu berkata : “Penguasa dunia ini (Setan) sedang datang dan ia tidak berkuasa sedikitpun atas diriKu” (Yoh 14:30). Mengesampingkan semua usaha iblis, di sana Yesus duduk di hadapan mereka, segar bugar.

Yesus, manusia sempurna berkata : “Saat kau merayakan perjamuan makan ini di masa depan, ingatlah Aku! Bayangkan Aku di dalam pikiranmu sebagai mana Aku ada saat malam ini : sehat dan kuat – dijaga oleh kuasa Allah, terhindar dari semua kejahatan dan segala penyakit oleh perlindungan dan penjagaan Bapa. Sadarilah Bapa ingin anda menjadi seperti ini, juga melimpah dalam kesehatan, dan dalam kekuatan”.

b. Perjamuan Malam Tuhan Harus Diadakan Untuk Memperingati KematianNya. Ketika membagibagikan roti dan anggur, Yesus berkata : “Inilah tubuhKu, yang diserahkan bagi kamu … Cawan ini adalah perjanjian baru yang dimeteraikan oleh darahKu”.

Paulus berkata : “Sebab setiap kali kamu makan roti ini dan minum cawan ini, kamu memberitahukan kematian Tuhan” (1 Kor 11: 24-26).

Dalam pengertian yang paling dalam, Perjamuan malam Tuhan adalah suatu perayaan. Tentu saja ada kesedihan saat kita mengingat bahwa dosa-dosa kitalah yang memakuNya di salib. Walaupun demikian, ketika kita merenungkan kematian Kristus, kita tidak dapat terus-menerus bersedih.

Golgota bukan suatu kekalahan; Golgota adalah kemenangan Kristus yang terbesar. Melalui kematianNya “… Ia memusnahkan dia, yaitu iblis yang berkuasa atas maut” (Ibr 2:14).

Ketika kita merayakan kemenangan itu, kita bersukacita mengingat bahwa Yesus telah memberi kita suatu kemerdekaan yang sempurna dari dosa dan semua akibat-akibat jahatnya. Dia telah membebaskan kita dari setan dan semua hal memalukan yang ingin ditimpakan iblis pada kita. Yesus telah memulihkan bagi kita semua yang telah dicuri dari Adam. Kita utuh dalam Kristus (Kol 2:10). Dia telah memulihkan kita pada keutuhan melalui kemenanganNya yang gemilang.

c. Perjamuan Kudus Allah adalah Untuk Menampilkan TubuhNya. Inilah inti dan fokus dari seluruh bahasan. Timbulnya banyak penyakit di antara orang-orang Kristen, diakibatkan oleh kegagalan memandang dengan benar Tubuh Kristus dalam merayakan Perjamuan Tuhan (1 Kor 11:27-32). Jadi, apa artinya menampilkan Tubuh Tuhan?

1) TubuhNya Sehat. Pertama, dimaksudkan untuk memahami bahwa tubuh Yesus itu sehat dan kuat, dan bahwa Allah ingin agar kita menikmati kualitas kesehatan yang sama pula.

2) Roti Adalah TubuhNya. Kedua, kita harus mengerti bahwa saat kita makan roti, itu adalah tubuh Tuhan (1 Kor 11:24). Di dalamnya terkandung hidup, kesehatan dan kekuatan Yesus. Kita harus makan dalam iman, sehingga memberi diri kita ukuran dan kwalitas kesehatan yang ada dalam Yesus.

3) Gereja Adalah TubuhNya. Ketiga, kita harus menampilkan keajaiban Tubuh Kristus. Saya percaya bahwa ini mungkin adalah aspek yang paling dalam dan yang paling penting. Ini adalah titik di mana banyak orang Kristen mengalami kegagalan.

Paulus menyebut seluruh gereja sebagai Tubuh Kristus (Ef 1:22,23). Setiap orang yang dilahirkan kembali adalah anggota tubuh itu. Sebagaimana kita menampilkan hubungan kita dengan Kristus, kita harus juga menunjukkan hubungan kita dengan tiap anak Allah yang lainnya.

Kegagalan untuk melakukan itu disebut “makan dan minum secara tidak layak”. Keikutsertaan dalam perjamuan kudus, namun menolak untuk mengakui kesatuan dari Tubuh Kristus yang ajaib merupakan keterlibatan yang tidak layak.

Perhatikan bahwa kata “tidak layak” adalah keterangan dari kata kerja, sesuatu yang kita “lakukan”. Kata itu tidak menunjuk pada kelayakan atau ketidaklayakan dari orang-orangnya, melainkan menunjuk pada apakah tindakan mengambil bagian dalam Perjamuan Tuhan ini dilakukan dengan sikap (cara) yang layak atau tidak.

Ada penyucian dan kesembuhan di Meja Tuhan. Kita harus sering merayakan perjamuan ini dan melakukannya dalam sikap yang layak, memandangnya secara tepat. Jika kita akan menikmati berkat yang mulia dari kesehatan ilahi dalam roh, jiwa dan tubuh.

Bab 5
Penginjilan Perjanjian Baru Dan Kesembuhan

Pendahuluan

Kita telah melihat dengan jelas pada bab yang terdahulu bahwa : Allah adalah Allah yang menyembuhkan : “Aku TUHANlah yang menyembuhkan engkau” (Kel 15:26).

Kristus adalah Kristus yang menyembuhkan : “Oleh bilur-bilurNya kamu telah sembuh” (1 Ptr 2:24).

Firman adalah Firman yang menyembuhkan : “DisampaikanNya FirmanNya dan disembuhkanNya mereka” (Mzm 107:20).

Gereja Perjanjian Baru adalah Masyarakat yang menyembuhkan :

“Dan oleh rasul-rasul diadakan banyak tanda dan mujizat di antara orang banyak” (Kis 5:12).

Allah ingin gerejaNya menjadi alat kesembuhanNya hari ini!

A. PENGINJILAN PERJANJIAN BARU MENCAKUP KESEMBUHAN SECARA MUJIZAT

Jika kita berbicara tentang penginjilan Perjanjian Baru, yang kita maksudkan adalah macam penginjilan yang diinspirasikan, diurapi dan dikuatkan oleh Roh Kudus dan diteguhkan oleh tanda-tanda, keajaiban-keajaiban dan mujizat-mujizat yang sama yang mengikuti pelayanan gereja mula-mula.

Kenyataannya, banyak pelayanan-pelayanan Allah di negara-negara Barat hanya bersandar pada talenta, pelatihan, kepribadian, kemampuan berorganisasi, publisitas dan sebagainya, dan hanya sedikit yang mengandalkan pada Roh Kudus! Maka, sangat sedikit juga tanda-tanda ajaib mengikuti pelayanan mereka!

Gereja mula-mula hanya memiliki sedikit dari hal-hal yang menjadi tumpuan gereja sekarang. Mereka tidak mecicipi kebanggaan diri atau kesempatan untuk berdiri di hadapan banyak orang. Mereka tidak memiliki bangunan-bangunan gereja yang hebat, perguruan tinggi dan universitas. Mereka hanya memiliki sedikit sekali etika/budi pekerti sosial yang didapatkan dari pendidikan, budaya dan kedudukan sosial. Oleh masyarakat, mereka sebaliknya dianggap sebagai orang-orang yang tidak terpelajar.

Namun berlawanan dari kekurangan-kekurangan yang tampak ini, mereka berhasil “menjungkir balikkan dunia” (Kis 17:6). Jika kita menggunakan prinsip-prinsip yang telah terbukti dalam pelayanan mereka, kita akan melihat hasil yang sama hari ini!

Tanda-tanda, keajaiban-keajaiban, mujizat-mujizat dan kesembuhan-kesembuhan adalah faktor penting dalam perkembangan Gereja mula-mula. Tindakan para rasul di penuhi mujizat-mujizat hebat yang dilakukan Kristus melalui orang percaya (gereja mula-mula) itu.

Kitab Kisah Rasul bukan hanya merupakan catatan sejarah periode tersebut; Kitab itu adalah `blue-print’ gereja di segala zaman. Allah tidak pernah bermaksud agar keajaiban-keajaiban itu hilang bersama kematian keduabelas rasul Anak Domba. Mujizat-mujizat tersedia tidak hanya bagi gereja mula-mula; tetapi juga bagi masa kita! Marilah kita memperhatikan efek dinamis dari mujizat-mujizat di dalam kegiatan gereja mula-mula.

B. EFEK DARI MUJIZAT-MUJIZAT

1. Mujizat-mujizat Menarik Kumpulan Orang Banyak

Ini memang terjadi dalam pelayanan Yesus. “Banyak orang percaya dalam namaNya, karena mereka telah melihat tanda-tanda yang diadakanNya” (Yoh 2:23).

“Orang banyak berbondong-bondong mengikuti Dia, karena mereka melihat mujizat-mujizat penyembuhan, yang diadakanNya terhadap orang-orang sakit” (Yoh 2:23).

“Orang banyak berbondong-bondong mengikuti Dia, karena mereka melihat mujizat-mujizat penyembuhan, yang diadakanNya terhadap orang-orang sakit” (Yoh 6:2).

Ini juga terjadi dalam pelayanan rasul-rasul pertama. Mujizat yang terjadi di Gerbang Indah (Kis 3:1-16) menghasilkan 5000 orang berbalik pada Kristus (Kis 4:4).

“Dan oleh rasul-rasul diadakan banyak tanda dan mujizat di antara orang banyak …

“Dan makin lama makin bertambahlah jumlah orang yang percaya kepada Tuhan, baik laki-laki maupun perempuan” (Kis 5:12,14).

“Dan juga orang banyak dari kota-kota di sekitar Yerusalem datang berduyun-duyun serta membawa orang-orang yang sakit dan orang-orang yang di ganggu roh jahat. Dan mereka semua disembuhkan” (Kis 5:16).

2. Mujizat Meneguhkan Firman

Yesus telah menyatakan lebih dahulu bahwa tanda-tanda ajaib akan terjadi dalam pemberitaan Injil yang benar. “Tanda-tanda ini akan menyertai orang-orang yang percaya” (Mrk 16:17,18)

Salah satu dari lima tanda itu adalah : “Mereka akan meletakkan tanganNya atas orang sakit, dan orang itu akan sembuh” (Mrk 16:18).

“Ketika orang banyak itu mendengar perkataan Filipus dan melihat tanda-tanda yang diadakannya, mereka semua dengan bulat hati menerima apa yang diberitahukannya itu” (Kis 8:6).

Kesimpulannya jelas. Semua terkesan oleh kuasa Filipus saat mereka melihat mujizat-mujizat hadir dalam pelayanannya, dan akibatnya mereka menanggapi dengan sungguh-sungguh apa yang dikatakannya. Tanggapan mereka luar biasa sehingga kesukaan yang luar biasa memenuhi kota (Kis 8:8).

3. Mujizat Memenuhi Kebutuhan Dasar Masyarakat

Selalu ada kerumunan orang banyak di sekeliling para rasul karena begitu banyak orang sakit yang ingin disembuhkan. Mereka datang untuk kesembuhan. Banyak yang pulang dengan sesuatu yang jauh lebih berarti – mereka menerima Kerajaan Allah.

Kesembuhan dan mujizat selalu menarik kerumunan orang banyak. Hal yang sama masih terjadi sekarang sama seperti di zaman Alkitab. Seringkali sulit untuk menyadarkan bahwa seseorang adalah orang berdosa dan memerlukan Juruselamat, tetapi tidaklah sulit untuk meyakinkan seseorang yang sakit bahwa ia memerlukan kesembuhan. Dia sangat menyadari kebutuhan ini.

Penginjilan masa Perjanjian Baru yang benar memenuhi kebutuhan fisik maupun kebutuhan rohani manusia.

4. Mujizat Membuktikan Kebangkitan Kristus dari Kematian

Banyak yang membantah bukti-bukti kebangkitan Kristus. Sejumlah besar mujizat yang mulai Allah tunjukkan dalam Nama Yesus meyakinkan orang banyak tentang kebenaran dari kebangkitan. Jika Kristus masih mati, maka NamaNya tidak akan berkuasa.

Kemudian Petrus berbicara di depan para penatua tentang kesembuhan orang yang ada di Gerbang Indah, katanya : “Maka ketahuilah oleh kamu sekalian dan oleh seluruh umat Israel, bahwa dalam Nama Yesus Kristus, orang Nazaret, yang telah kamu salibkan, tetapi yang TELAH DIBANGKITKAN ALLAH DARI ANTARA ORANG MATI, bahwa oleh karena Yesus itulah orang ini berdiri dengan sehat sekarang di depan kamu” (Kis 4:10).

Petrus dengan sengaja mengkaitkannya dengan mujizat untuk membuktikan pada mereka bahwa Kristus benar-benar bangkit dari antara orang mati.

5. Mujizat Memberi Kemuliaan bagi Allah

Di bawah ini kita baca tentang orang buta yang disembuhkan : “Dan seketika itu juga melihatlah ia, lalu mengikuti Dia sambil memuliakan Allah. Seluruh rakyat melihat hal itu dan memuji-muji Allah” (Luk 18:35-43).

Dalam kesempatan yang lain, Yesus menyembuhkan, seorang yang menderita kelumpuhan. “Dan orang inipun bangun, segera mengangkat tempat tidurnya dan pergi keluar di hadapan orang-orang itu, sehingga mereka semua takjub lalu memuliakan Allah, katanya: `Yang begini belum pernah kita lihat'” (Mrk 2:12).

Mengenai kesembuhan orang lumpuh di Gerbang Indah, kita baca : “Orang banyak yang memuliakan nama Allah berhubungan dengan apa yang telah terjadi” (Kis 4:21).

6. Mujizat Meneguhkan Orang Percaya akan Kuasa Allah

Paulus memberitahu pada orang-orang Korintus bahwa dia telah datang dan, “Baik perkataanku maupun penderitaanku tidak kusampaikan dengan kata-kata hikmat yang meyakinkan, tetapi dengan keyakinan akan kekuatan Roh, supaya iman kamu jangan bergantung pada hikmat manusia, tetapi pada kekuatan Allah” (1 Kor 2:4,5).

Jika Injil di sertai dengan kekuatan ajaib Allah, orang yang bertobat akan diteguhkan dalam dan dengan kuasa itu. Hikmat manusia (Filosofi, logika, rasional) tidak akan pernah mampu menghasilkan orang-orang dengan iman Kristen.

C. PRINSIP-PRINSIP DAN PRAKTEK-PRAKTEK DARI GEREJA (MULA-MULA) YANG MENGHASILKAN KESEMBUHAN

1. Mereka Memberitakan Firman Allah

Khotbah Petrus pada hari Pentakosta (Kis 2:14-36) dan pembelaan Stefanus (Kis 7) merupakan contoh khotbah-khotbah Alkitabiah dari gereja mula-mula.

Pengabaran Firman Allah memuat otoritas Ilahi. Allah selalu berdiri di belakang FirmanNya.

” Aku siap sedia (berjaga-jaga) untuk melaksanakan FirmanKU” (Yer 1:12).

Pengabaran Firman Allah juga menciptakan iman dalam diri para pendengar yang tidak mungkin dilakukan oleh siapapun.

“Iman timbul dari pendengaran dan pendengaran oleh Firman Kristus” (Rm 10:17).

Khotbah mereka meninggikan Yesus Kristus. Dia adalah tema utama pemberitaan mereka. Mereka mengutip semua nubuatan yang berhubungan denganNya. Mereka menunjukkan bagaimana Firman Allah telah menubuatkan tentang kedatanganNya dan bagaimana Ia telah menggenapkan semua nubuatan itu.

Mereka menunjukkan dengan jelas bahwa Yesus benar-benar adalah Anak Allah.

Khotbah mereka dengan jelas memberitakan tentang keilahian dan wibawa yang telah diberikan Allah pada Yesus.

Sebutan “Tuhan Yesus Kristus” dengan tegas memberi bentuk khotbah dan pengajaran mereka. Mereka mengajarkan bahwa Allah telah membuat Yesus Penguasa yang tertinggi atas segala sesuatu. “Yesus Kristus adalah Tuhan” adalah tema yang digaris bawahi dari semua pengajaran mereka.

Dia adalah Tuhan atas segala sesuatu.

Tuhan dari Penciptaan.

Tuhan dari Penebusan.

Dia adalah Tuhan atas setan, telah menghancurkan penguasa-penguasa dan kuasa melalui kematianNya di atas salib.

Dia adalah Tuhan atas rasa sakit, penyakit, dan setan-setan.

Lewat pemberitaan itu orang-orang ditolong untuk melihat bahwa saat Tuhan ditegakkan dalam hidup mereka, maka hal yang sama juga berlaku bagi persoalan-persoalan mereka.

2. Mereka Melatih Otoritas Rohani

Para pemimpin gereja mula-mula ini sangat menyadari otoritas yang telah Allah tempatkan atas mereka lewat Yesus.

Kristus dengan jelas mengatakan pada mereka : “Sesungguhnya segala sesuatu yang kamu minta kepada Bapa, akan diberikanNya kepadamu DALAM NAMAKU” (Yoh 16:23). Dia telah memberikan pada mereka “kuasa pengacara”, suatu hak menurut hukum yang sah untuk bertindak dalam namaNya. Ini berarti bertindak mewakili Dia.

Menghadapi seorang cacat yang merana, yang lumpuh sejak lahir, mereka berkesempatan menggunakan wewenang mereka yang baru diberikan itu untuk pertama kalinya. “Emas dan perak tidak ada padaku, tetapi apa yang kupunyai, kuberikan kepadamu : demi nama Yesus Kristus, orang Nazareth itu, berjalanlah!” (Kis 3:6).

Petrus lalu menjelaskan pada penonton yang tercengang bahwa lewat kuasa dalam Nama Yesus, dan dengan iman dalam Nama itu, orang lumpuh itu sekarang berdiri di hadapan mereka dengan sehat (Kis 3:16; 4:10).

Yesus telah memerintahkan mereka untuk pergi dalam namaNya dan menggunakan kuasa nama itu (Mrk 16:17,18; Yoh 14:12-15; 15: 16). Otoritas ini masih tetap berlaku bagi gereja.

Para murid pertama tahu siapa diri mereka dan apa otoritas mereka. Mereka tidak lagi mengandalkan kemampuan atau sumber-sumber alamiah mereka sendiri; mereka memiliki keyakinan yang besar pada otoritas nama Yesus. Mereka tahu bahwa kuasa dari tahta Allah ada di balik nama ini. Allah telah memungkinkan semua kuasa dan otoritasNya tersedia bagi umat manusia, dalam nama Yesus.

Ada kesembuhan dan keutuhan dalam nama Yesus. Apabila kita berkata-kata dalam Nama itu, iblis harus mentaati kita. Penyakit harus diletakkan di hadapan kuasa dan otoritas dari nama itu.

Yesus telah memberi anda otoritas dari nama ini. Ia ingin anda maju terus dan senantiasa melatih otoritas itu. Berkata-katalah dalam namaNya. Perintahkan penyakit untuk pergi dalam nama itu.

3. Mereka Mendorong Orang-orang untuk Disembuhkan

Petrus membungkuk, mengangkat orang lumpuh itu dengan tangannya, dan mulai membangkitkannya untuk berdiri di atas kakinya. Itulah saat yang tepat, yaitu saat orang itu mulai bangun dan bangkit dalam iman, itulah saat kuasa Allah mengalir ke dalam tubuhnya dan menyembuhkannya sama sekali (Kis 3:7).

Tanpa dorongan yang aktif dari Petrus, mujizat mungkin tidak akan terjadi. Melayani kesembuhan mencakup lebih dari memberi perintah/instruksi pada orang yang sakit, atau hanya memberi kata-kata dorongan baginya.

Setelah berbicara padanya dengan wewenang rohani, dalam nama Yesus, Petrus sekarang membantunya melakukan apa yang tidak dapat dia lakukan sebelumnya.

Tindakan iman itu melepaskan kuasa Allah ke dalam kaki dan tangan orang lumpuh tersebut. Kaki dan lututnya mendapat kekuatan, “Ia melonjak berdiri lalu berjalan kian kemari dan mengikuti mereka ke dalam bait Allah, berjalan dan melompat-lompat serta memuji Allah” (Kis 3:8).

4. Mereka Berbicara dengan Kuasa Roh Kudus

Di kamar loteng, para murid telah dipenuhkan oleh Roh Kudus. Itu adalah pengalaman yang mengubah hidup. Mereka menjadi orang-orang yang lain saat mereka keluar dari kamar itu.

Salah satu perubahan luar bisa yang terlihat adalah keberanian baru yang mereka tunjukkan. Petrus adalah contoh utama.

Sebelum Pentakosta, dia adalah seorang yang penakut dan bertindak pengecut; bahkan takut untuk hanya mengakui bahwa ia mengenal Yesus; takut untuk mengakui pada seorang gadis pelayan muda bahwa ia adalah pengikut Yesus.

Sekarang ia keluar, penuh dengan keyakinan yang baru dan suatu keberanian yang suci. Dia dengan segera mulai melepaskan keberanian itu saat ia mengabarkan Kristus pada orang banyak.

Mereka adalah orang-orang yang sama yang telah menyalibkan Yesus, dan orang-orang yang dulunya sangat ia takuti. Sekarang ia memproklamasikan kepada mereka ke Tuhanan Kristus dengan otoritas dan keberanian yang besar.

Kisah Para Rasul 4:8 adalah suatu contoh dari khotbah berani yang diinspirasikan oleh Roh Kudus: “Maka jawab Petrus, penuh dengan Roh Kudus … “

Banyak khotbah modern kekurangan kwalitas dari keberanian ini. Sebaliknya, khotbah itu penuh permohonan maaf dan lemah. Salah satu alasannya adalah bahwa pengkhotbah sering mengemukakan gagasan-gagasan dan pemikiran-pemikiran mereka sendiri, dan bukan memproklamasikan Firman dengan kesetiaannya dan dengan bantuan Allah.

Alasan yang lain adalah bahwa mereka lebih bersandar pada kepandaian mereka berbicara daripada bersandar pada urapan Roh Kudus. Mereka berkhotbah dengan kata-kata yang indah dari hikmat manusia, bukan kuasa Roh Kudus.

Paulus menolak untuk melakukan hal ini. Dia, melebihi rasul-rasul yang lain, memiliki kemampuan untuk melakukan hal-hal itu, Pendidikan dan latihan keagamaannya membuatnya mampu untuk berbicara dengan hikmat manusia, tetapi ia malah memilih untuk bersandar pada inspirasi dan urapan Roh.

5. Mereka Bertindak dengan Keberanian

Orang-orang heran pada keberanian Petrus dan Yohanes dan mengenali bahwa kwalitas keberanian ini diperoleh karena mereka selalu bersama Yesus (Kis 4:13).

Keberanian mereka mempunyai tanda-tanda yang serupa dengan keberanian Yesus.

Keberanian mereka bukanlah sekedar ketergesaan dari keyakinan diri, tapi otoritas yang terpendam di dalam mereka yang tahu bahwa Allah bersama dengan mereka untuk meneguhkan dan membuktikan FirmanNya melalui mulut dan dalam tindakan-tindakan mereka.

Jika penguasa-penguasa lokal melarang keras untuk berbicara atau mengajar dalam nama Yesus, tanggapan mereka adalah untuk mencari Allah dengan sungguh-sungguh dalam doa bahkan untuk suatu keberanian yang lebih besar (Kis 4:29)

Tindakan berani lahir dalam seseorang yang mengetahui bahwa ia memiliki otoritas ilahi dan bertindak sesuai dengan hal itu dalam daerah-daerah yang sudah ditentukan baginya. Dalam pelayanan kesembuhan, tindakan seperti ini adalah akibat dari :

a. Mengetahui bahwa Allah telah membuat suatu janji kesembuhan.

b. Memiliki suatu pengertian yang mendalam dari Firman Allah berhubungan dengan kesembuhan.

c. Mengetahui kehendak Allah dalam hal kesembuhan.

d. Memiliki suatu kepastian iman bahwa Allah akan menyembuhkan orang ini.

e. Percaya bahwa Allah akan meneguhkan FirmanNya dengan tanda-tanda yang mengikutinya.

6. Mereka Mengadakan Banyak Tanda-tanda dan Keajaiban-keajaiban di antara Orang-orang

Gereja mula-mula memiliki sebuah jalan masuk yang luar biasa ke dalam suatu masyarakat. Lewat pelayanan-pelayanan bermujizat besar yang Allah kerjakan lewat mereka (Kis 5:12).

Mujizat-mujizat mendramatisir (mempertontonkan) presentasi dari Injil. Mujizat meneguhkan kebenaran dari kabar yang disampaikan.

Mujizat menarik banyak orang (Kis 5:14).

Mujizat meyakinkan orang-orang yang tidak percaya bahwa pekerjaan ini benar-benar dari Allah.

Penekanan pada mujizat-mujizat, tanda-tanda dan keajaiban-keajaiban adalah salah satu kunci utama yang dipakai Gereja untuk membuka pintu-pintu dunia bangsa-bangsa kafir.

Injil tersebar dengan cepat selama tahun-tahun itu karena kuasa yang tak terbantah dalam pelayanan yang diteguhkan dengan mujizat.

Mujizat-mujizat serupa masih merupakan bagian yang penting dari Injil. Beberapa orang berkata bahwa mujizat tidak lagi menarik atau meyakinkan orang. Orang-orang telah menjadi terlalu canggih. Ini tidak benar!

Denominasi-denominasi gereja yang saat ini memberi dampak terbesar dan yang mengalami perkembangan yang paling pesat sebagian besar adalah kelompok gereja-gereja yang menjalankan pelayanan mujizat.

7. Mereka Secara Terus-menerus Mengajarkan tentang Yesus Kristus

Berita dari gereja mula-mula adalah berita yang sederhana; mereka mengabarkan dan mengajarkan tentang Yesus Kristus (Kis 5:42).

Berita mereka tidak dipersulit oleh penekanan-penekanan denominasi. Tidak juga dilemahkan dan dikompromikan dengan pengajaran modern. Pengajaran mereka tidak disusun dari teori-teori teologia.

Mereka tidak mengajarkan suatu doktrin; mereka hanya memperkenalkan seorang Pribadi. Mereka tidak mengajarkan “harfiah hukum taurat” yang membunuh. Mereka melayani Roh dari Firman, yang memberi hidup (2 Kor 3:6).

Pengajaran mereka tidak terbatas pada daerah bait Suci. Mereka juga mengajar setiap hari di setiap rumah. Yesus diperkenalkan dalam kenyataan yang praktis dari kehidupan sehari-hari. Ia juga tidak tersimpan dalam lemari rohani yang kecil dengan ditandai “Hanya buka hari Minggu”.

Saat mereka mengajarkan Yesus Kristus, mereka mengagungkanNya sebagai Tuhan Yang Maha Besar (Kis 2:36).

Mereka memperkenalkanNya sebagai satu-satunya Juru Selamat (Kis 2:38; 4:12).

Mereka menampilkanNya sebagai Penyembuh yang Agung (Kis 3:6-8,16).

Mereka menampilkanNya sebagai Pembaptis dalam Roh Kudus (Kis 2:38).

Mereka dengan terus menerus dan dengan hati yang sungguh-sungguh mengagungkanNya dalam khotbah dan pengajaran mereka.

Pelayanan mereka memberi inspirasi dan juga mengandung perintah. Itu adalah iman yang diinspirasikan. Alkitab mengatakan bahwa “Iman timbul dari pendengaran … oleh Firman Kristus” (Rm 10:17). Sayangnya iman “saat ini sedang tertimbun” di bawah banyak khotbah yang modern.

Banyak pengkhotbah zaman sekarang cenderung untuk melemahkan dan menghancurkan iman bukannya menciptakan dan menguatkannya.

Penekanan yang konsisten pada pelayanan mujizat dari gereja mula-mula mendorong tampilnya para pemimpin karismatik.

Baik Stefanus dan Filipus mula-mula ditetapkan sebagai diakonia untuk membantu dalam bidang administrasi (Kis 6:1-7). Saat yang lain kita mendengar dari Stefanus, dia sedang berkhotbah tentang suatu berita yang hebat di hadapan sekelompok besar masyarakat (Kis 7).

Berita yang berikutnya adalah tentang Filipus yang menggambarkan pelayanan mujizatnya di Samaria : “Dia memberitakan Kristus kepada mereka” (Kis 8:5).

Jangkauan beritanya, dan hal-hal yang disebut dalam pemberitaannya tentang Kristus, dinyatakan dan mulai tersebar di antara para pendengarnya.

Dalam Kisah Para Rasul 8:12, Lukas berkata bahwa Filipus berkhotbah “tentang kerajaan Allah dan tentang nama Yesus” (berarti juga semua kuasa yang ada dalam Nama itu). Benar-benar pelajaran-pelajaran yang mulia! Betapa jauh jangkauannya, mengajar dari tema-tema yang besar ini, untuk memproklamirkan kepenuhan Injil Kristus.

Dalam suasana iman yang diciptakan oleh Roh Kudus dan Firman Allah, mujizat-mujizat mulai terjadi. “Sebab dari banyak orang yang kerasukan roh jahat keluarlah roh-roh itu sambil berseru dengan suara keras, dan banyak juga orang lumpuh dan orang timpang yang disembuhkan. Maka sangat besar sukacita dalam kota itu” (Kis 8:7,8).

Filipus adalah satu-satunya orang dalam Perjanjian Baru yang secara khusus direncanakan sebagai “Penginjilan” karena itu misinya ke Samaria harus dikenal sebagai contoh pelayanan seorang penginjil.

Selain pemberitaan tentang Kristus,ia juga melayani kesembuhan dan mengusir setan. Gebrakan yang terjadi di Samaria tidak akan sedemikian besar tanpa unsur-unsur mujizat dalam pelayanannya.

Tujuan dan kerinduan Allah bagi Gereja di zaman kita adalah bahwa gereja juga akan membuat gebrakan yang besar terhadap dunia orang-orang kafir. Hal ini hanya dapat terjadi jika kita percaya bahwa Allah akan memulihkan secara dahsyat kuasa mujizatNya bagi gereja.

Roh Kudus sedang bekerja di seluruh dunia untuk melakukan pekerjaan ini. Biarlah hati dan pikiran kita terbuka bagi Roh Kudus, sehingga Ia dapat mewujudkan rencanaNya di dalam kita!

D. TANTANGAN DI HADAPAN KITA

Di samping kemajuan yang cepat dan menyolok dalam ilmu kedokteran di tahun-tahun terakhir ini, jumlah penyakit di dunia tetap sangat tinggi.

Sementara pengobatan-pengobatan dan perawatan-perawatan yang efektif ditemukan untuk satu jenis penyakit, penyakit-penyakit jenis lain timbul. Yang tinggal adalah kebutuhan yang besar bagi kesembuhan. Sesungguhnya keadaan sakit dan penderitaan manusia memberikan suatu tantangan yang besar bagi Gereja Kristen!

Tantangan itu saat ini sampai tahap tertentu di jawab oleh dokter-dokter dan perawat-perawat Kristen yang trampil. Mereka memberi diri tanpa mengenal lelah, berupaya meringankan penderitaan manusia.

Para pelayan Tuhan juga harus menghadapi tantangan ini. Kristus telah mengutus hamba-hambaNya untuk “mengabarkan Injil dan menyembuhkan yang sakit”. Dia telah menunjuk kita untuk mengangkat penderitaan umat manusia. Bagaimana kita dapat memenuhi tantangan yang serius ini?

1. Tanggung Jawab Kita

Injil adalah “Kabar Baik” mengenai pembebasan dan kesembuhan dalam nama Yesus. Pembebasan dan kesembuhan ini dimaksudkan untuk mencapai keadaan manusia seutuhnya. Tiap pemimpin gereja dan tiap gereja harus tetap menjaga hal diatas sebagai tujuan yang utama.

Kita harus berupaya, dengan iman dalam Yesus, untuk melihat kesembuhan fisik yang terjadi di dalam lingkungan kita. Pengajaran kita harus membawa kesembuhan pada pikiran dan roh masyarakat.

Kita dapat mengukur buah dari pelayanan ini dengan bertumbuhnya kasih dan iman dalam gereja setempat. Lalu gereja itu akan melayani sendiri kesembuhan pada orang-orang yang membutuhkan dan yang kesepian.

Tidak setiap pemimpin gereja akan memiliki pelayanan kesembuhan untuk menarik ribuan orang. Tetapi setiap pemimpin gereja, harus mampu melihat bukti-bukti tak terbantah tentang kesembuhan yang Alkitabiah bagi terwujudnya manusia seutuhnya.

Pemimpin-pemimpin gereja adalah hamba-hamba Kristus. Adalah tugas kita untuk melakukan sesuatu bagi sesama, apa yang Kristus sendiri akan lakukan pada mereka. Ia akan membawa kesembuhan bagi tubuh-tubuh yang sakit, jiwa-jiwa yang sakit dan roh-roh yang sakit. Apa yang dapat dilakukan oleh pemimpin gereja pada umumnya untuk membawa kesembuhan ini pada masyarakat?

2. Bagaimana Membawa Kesembuhan

a. Kabarkanlah Firman. Paulus berkata pada Timotius : “Beritakanlah Firman, siap sedialah baik atau tidak baik waktunya; nyatakan apa yang salah, tegurlah dan nasehatilah dengan segala kesabaran dan pengajaran” (2 Tim 4:2).

Firman Allah memiliki kualitas terapi dan kesembuhan.

“DisampaikanNya FirmanNya dan disembuhkanNya mereka, diluputkanNya mereka dari liang kubur” (Mzm 107:20).

Kita harus “… memberitakan sepenuhnya Injil Kristus” seperti yang telah dilakukan rasul Paulus (Rm 15:17-21).

“Iman timbul dari pendengaran, dan pendengaran oleh Firman Kristus” (Rm 10:17).

b. Ajarlah Orang-orang. Pelayanan pengajaran kita harus memiliki penekanan khusus pada kesembuhan. Ajarkanlah hal-hal yang memiliki beban khusus kesembuhan itu. Ajarkanlah pengampunan, sikap-sikap yang benar, hubungan yang benar.

Berilah pengajaran khusus mengenai ke harmonisan di rumah dan susunan Alkitabiah dari keluarga Kristen. Didiklah orang-orang dalam pemikiran dan kepercayaan yang benar. Bimbinglah mereka untuk mendapatkan Buah-buah Roh.

Sikap-sikap ini anabolis – yaitu, mereka membangun kehidupan emosional dan karakter. Sebaliknya pekerjaan daging adalah katabolis – yaitu, mereka mencerai beraikan dan menghancurkan seseorang.

Biarlah pengajaranmu ditekankan pada hal yang positif. Jangan membesar-besarkan kabar-kabar yang tidak penting dan konsep-konsep negatif.

c. Jadikanlah Perjamuan Kudus Allah sebagai Pelayanan Kesembuhan. Ajarkanlah jemaat anda cara yang benar untuk mengikuti Perjamuan Allah. Pengikutan yang benar akan memberi berkat dan menguatkan mereka.

Pelayanan seperti ini, melebihi segalanya, dapat menjadi pelayanan kesembuhan yang sesungguhnya. Berikanlah penghargaan yang setinggi-tingginya pada Perjamuan Suci. Umat anda akan sangat beruntung – secara rohani, kejiwaan dan jasmaniah.

d. Mendorong Pelayanan Para Penatua. Doronglah pelayanan para penatua seperti yang digambarkan oleh Yakobus, sebagai bagian dari program gereja anda. Doronglah umat anda untuk memanggil para penatua ketika mereka sakit.

Pelayanan tersebut dapat juga dilakukan dalam kebaktian penyembuhan anda. Biarlah orang yang sakit datang ke depan; urapi mereka dengan minyak dalam nama dari Tuhan.

Tumpangkan tangan atas mereka; berdoa dengan doa iman bagi mereka. Berharaplah untuk melihat pekerjaan Mujizat Kesembuhan di tengah-tengah anda.

E. KESIMPULAN

Program dari gereja, menurut Yakobus haruslah diberitakan :

Pembebasan orang yang tertawan;

Pemulihan penglihatan pada orang buta (juga pemulihan dari mental, kesadaran, wibawa dan lain-lain);

Pembebasan pada orang-orang yang tertindas (Luk 4:19)

Kiranya pelayanan semacam ini berfungsi di gereja anda bagi kemuliaan Allah. Kiranya Dia memberikan banyak tanda-tanda yang indah, keajaiban-keajaiban dan mujizat-mujizat dalam pelayanan anda (Ibr 2:3,4; Mrk 16:20)

Sumber:  http://lead.sabda.org/lead/

Baca juga:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *