Menjadi Raja dan Imam (Urapan Ishakar)

Urapan Isakhar

 

“Dan dari Yesus Kristus, Saksi yang setia, yang pertama bangkit dari antara orang mati dan yang berkuasa atas raja-raja bumi ini. Bagi Dia, yang mengasihi kita dan yang telah melepaskan kita dari dosa kita oleh darah-Nya—dan yang telah membuat kita menjadi suatu kerajaan, menjadi imam-imam bagi Allah, Bapa-Nya,—bagi Dialah kemuliaan dan kuasa sampai selama-lamanya. Amin.” (Why.1:5-6).

Dalam Alkitab bahasa Inggris NKJV, ayat ke-6 berbunyi, “and has made us kings and priests to His God and Father…” Artinya, Yesus telah membuat kita menjadi “raja-raja” (kings) dan “imam-imam” (priests). Jadi di dalam gereja sebenarnya ada dua golongan, yaitu: raja dan imam. Golongan “imam” adalah orang yang dipanggil untuk melayani Tuhan sepenuh waktu.

“Dan Engkau telah membuat mereka menjadi suatu kerajaan, dan menjadi imam-imam bagi Allah kita, dan mereka akan memerintah sebagai raja di bumi.” (Why.5:10).

Dalam terjemahan Alkitab bahasa Inggris NKJV berbunyi, “And have made us kings and priests to our God; And we shall reign on the earth.” Artinya, Tuhan menghendaki Anda menjadi “raja” yang memerintah di bumi. Golongan “raja” yaitu orang yang mempunyai otoritas dalam pekerjaan dan bisnis. Kita semua orang percaya disebut “imamat yang rajani” (1 Ptr.2:9).

Anda yang bekerja di dunia marketplace sebenarnya adalah raja di bidang Anda masing-masing. Jadi Anda jangan menganggap remeh pekerjaan yang Anda miliki, sebab Tuhan menghendaki Anda menjadi raja di bidang pekerjaan Anda. Sebagai raja, Anda punya kuasa untuk menang dalam pekerjaanmu. Anda bisa berjalan dengan tegap dan penuh keyakinan dari Tuhan bahwa hidupmu pasti berkemenangan.

Tugas imam adalah bersyafaat, yaitu “berdiri di celah” (stand in the gap) antara Allah dan manusia. Tugas raja adalah berperang dalam bidang usahanya masing-masing. Di dalam peperangan bisa terjadi beberapa kemungkinan: kalah, seri, atau menang. Supaya raja mengalami kemenangan, sebelum pergi berperang ia harus menerima pengurapan dari imam. Pengurapan itu akan membuat raja menang dalam peperangan, sebab pengurapan itu adalah kuasa adikodrati yang dicurahkan pada manusia. Setelah Daud diurapi oleh nabi Samuel, pengurapan itu membuat Daud yang bertubuh kecil bisa menang ketika berperang melawan Goliat yang bertubuh tinggi besar. Ketika Daud terus-menerus diurapi, pengurapan itu membuatnya terus mengalami kemenangan dalam peperangan selama 40 tahun.

Sebagai raja yang bergerak di dunia usaha, Anda memerlukan urapan Tuhan agar bisa menang melawan raja-raja lain yang menggunakan kuasa gelap dalam bisnisnya. Jika Anda berperang tanpa urapan, Anda akan mengalami kekalahan dalam bisnis Anda. Sadar atau tidak, setiap hari Anda sedang berperang dengan raja-raja dunia, banyak di antara mereka yang menggunakan kuasa gelap (hipnotis, gendam, pesugihan, dsb). Jadi setiap kali Anda datang dalam ibadah di gereja, jangan pulang sebelum Anda terima urapan dan doa berkat, sebab itu menjadi bekal Anda untuk menang dalam peperangan di dunia bisnis dan pekerjaan.

Selain itu, Anda membutuhkan “urapan Isakhar”. Isakhar adalah salah satu suku dari 12 suku yang ada di Israel. Di masa sekarang, ada yang disebut suku Isakhar secara jasmani dan ada juga Isakhar secara rohani. Di antara kaum Yahudi di seluruh dunia ada gerakan yang disebut aliyah, yaitu suatu gerakan yang secara global bertujuan untuk mengembalikan bangsa Israel yang tercerai berai di seluruh dunia ke tanah pusaka mereka. Sebenarnya selama kurun waktu yang lama bangsa Israel tidak memiliki wilayah, mereka tersebar di seluruh penjuru dunia. Baru pada tahun 1947, Israel berdiri sebagai sebuah negara dan memiliki wilayah sendiri. Jadi peperangan yang terjadi antara Israel dengan Palestina, yang sering Anda dengar di media massa, itu bukan perang antar agama namun perang untuk memperebutkan wilayah. Orang Palestina sudah berabad-abad tinggal di sana, namun orang Israel merasa tanah itu adalah milik pusaka dari nenek moyang mereka. Hal itu yang menyebabkan konflik hingga sekarang.

Jadi sejak tahun 1947 hingga sekarang, setiap tahun bangsa Yahudi dari seluruh dunia mulai kembali ke negeri asalnya di Israel. Pertanyaannya, siapakah yang membiayai berjuta-juta orang Yahudi itu kembali ke tanah asalnya? Ternyata yang membiayainya adalah orang-orang kaya Yahudi dari suku Isakhar, yaitu suku yang diurapi Tuhan menjadi orang-orang kaya di dunia.

“Lalu Allah mendengarkan permohonan Lea. Lea mengandung dan melahirkan anak laki-laki yang kelima bagi Yakub. Lalu kata Lea: “Allah telah memberi upahku, karena aku telah memberi budakku perempuan kepada suamiku.” Maka ia menamai anak itu Isakhar.” (Kej.30:17-18).

Nama “Isakhar” artinya Allah telah memberi upahku.

Anda semua, yang termasuk golongan raja di gereja ini, Tuhan akan menjadikan Anda sebagai “Isakhar rohani”. Suku Isakhar diberikan urapan untuk: (1) mengetahui waktu yang baik, dan (2) menyedot kekayaan bangsa-bangsa.

“Dari bani Isakhar orang-orang yang mempunyai pengertian tentang saat-saat yang baik, sehingga mereka mengetahui apa yang harus diperbuat orang Israel: dua ratus orang kepala dengan segala saudara sesukunya yang di bawah perintah mereka.” (1 Taw.12:32).

Suku Isakhar mempunyai urapan untuk mempunyai pengertian tentang saat-saat yang baik. Isakhar punya pengertian untuk mengerti kapan waktu yang tepat untuk membeli, melepas, menahan, atau menjual barang. Di tengah kondisi perekonomian yang tidak menentu, urapan Isakhar ini sangat Anda perlukan. Urapan itu akan memberi Anda hikmat di dalam pekerjaan dan bidang usaha yang Anda tekuni. Pengurapan itu akan membuat hidup Anda terus naik dan mengalami hidup berkelimpahan.

“Isakhar adalah seperti keledai yang kuat tulangnya, yang meniarap diapit bebannya, ketika dilihatnya, bahwa perhentian itu baik dan negeri itu permai, maka disendengkannyalah bahunya untuk memikul, lalu menjadi budak rodi.” (Kej.49:14-15).

Terjemahan kata “budak rodi” di sini kurang tepat, sebab maksud sebenarnya adalah “melayani majikannya dengan giat” (berkomitmen untuk bekerja).

Dalam Alkitab bahasa Inggris NIV diterjemahkan, “submit to forced labour”. Bagi Anda yang belum memiliki pekerjaan atau bisnis yang jelas (masih dalam proses pencarian), urapan Isakhar ini juga akan menuntun Anda untuk menemukan “tanah pusakamu”, yaitu pekerjaan atau bisnis yang tepat untuk Anda kerjakan dengan sepenuh hati. Pengurapan yang ada dalam diri Anda akan menajamkan Anda dalam pekerjaan dan bisnis yang sedang Anda lakukan.

“Tentang Zebulon ia berkata: “Bersukacitalah, hai Zebulon, atas perjalanan-perjalananmu, dan engkaupun, hai Isakhar, atas kemah-kemahmu.” (Ul.33:18).

Suku Zebulon suka bepergian, sedangkan suku Isakhar suka tinggal di kemah.

Jadi sebagai suku Isakhar rohani, Anda tidak boleh nomaden (berpindah-pindah tempat tinggal). “Bangsa-bangsa akan dipanggil mereka datang ke gunung; di sanalah mereka akan mempersembahkan korban sembelihan yang benar, sebab mereka akan mengisap kelimpahan laut dan harta yang terpendam di dalam pasir.” (Ul.33:19).

Urapan Isakhar membuat Anda bisa mengisap (menyedot) kekayaan bangsa-bangsa. Tujuan suku Isakhar diurapi untuk menyedot kekayaan bangsa-bangsa dan diberkati berlimpah-limpah adalah untuk membiayai kembalinya bangsa Yahudi yang tercerai berai di seluruh dunia ke tanah Israel. Jadi sebagai Isakhar rohani, Anda diberkati bukan untuk diri Anda sendiri, melainkan untuk memanggil bangsa-bangsa lain (yang belum percaya pada Yesus Kristus) agar mereka membangun kembali mezbah Tuhan yang sudah runtuh karena penyembahan berhala. Bangsa-bangsa yang belum percaya Yesus akan dipanggil untuk membangun mezbah dan mempersembahkan korban yang benar di hadapan Tuhan.

“Bagi suku Isakhar keluarlah undian yang keempat, yakni bagi bani Isakhar menurut kaum-kaum mereka. Daerah mereka ialah Yizreel, Kesulot, Sunem, Hafaraim, Sion, Anaharat, Rabit, Kisyon, Ebes, Remet, En-Ganim, En-Hada dan Bet-Pazes. Batas daerah itu menyinggung Tabor, Sahazima dan Bet-Semes; dan batas daerah mereka berakhir di sungai Yordan; enam belas kota dengan desa-desanya. Itulah milik pusaka suku bani Isakhar menurut kaum-kaum mereka, kota-kota itu dengan desa-desanya.” (Yos.19:17-23).

Ketika Yosua dan bangsa Israel masuk ke negeri Kanaan, suku Isakhar memperoleh tempat-tempat yang baik dan subur sebagai milik pusakanya. Artinya, urapan Isakhar itu akan membawa Anda ke “tanah yang subur” (pekerjaan atau bisnis yang baik). Bila Anda pernah pergi ke Israel, Anda akan tahu bahwa tanah pusaka Isakhar tersebut diapit oleh dua sumber mata air paling hebat di Israel, yaitu sungai Yordan dan danau Galilea. Jadi Isakhar ditempatkan di tanah yang tidak pernah mengalami kekeringan.

“Juga para pemimpin suku Isakhar menyertai Debora, dan seperti Isakhar, demikianlah Naftali menyertai Barak. Mereka menyusul dia dan menyerbu masuk lembah. Tetapi pihak pasukan-pasukan suku Ruben ada banyak pertimbangan.” (Hak.5:15).

Pada masa Hakim-Hakim, bangsa Israel memenangkan peperangan karena pemimpin suku Isakhar (raja) menyertai Debora (imam) yang memimpin peperangan melawan panglima Sisera yang ditakuti. Artinya, sebagai raja-raja di dunia pekerjaan dan bisnis, Anda akan mengalami kemenangan ketika Anda menyertai (berdiri di belakang) imam. Imam yang terlebih dulu maju berperang di alam rohani (bersyafaat) bagi raja, baru kemudian raja maju berperang di alam jasmani dan memperoleh kemenangan. Mari buka hatimu dan terimalah urapan Isakhar yang akan menuntun Anda mengalami kemenangan demi kemenangan dalam pekerjaan, bisnis, dan rumah tanggamu.

 Sumber: http://www.bethanyfreshanointing.com/

Baca juga:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *