Menggunakan Kuasa Pernyataan Iman

Oleh : Ralph Mahoney

Bab 1
Ada Kuasa Di Dalam Ucapan Anda

 

Pendahuluan

Tiga ribu tahun yang lalu, ketika Israel berada pada puncak kejayaannya, Solaiman yang bijak menulis : “… engkau terjerat dalam perkataan mulutmu …” (Ams 6:2). Dia sadar akan adanya kuasa dari apa yang anda katakan!

Sebab ada kuasa untuk menjerat, kuasa untuk membebaskan, kuasa untuk menyembuhkan, kuasa untuk membunuh dalam mulut anda. Ada kuasa yang tak terbayangkan dalam apa yang anda katakan.

A. ALLAH MENGATAKANNYA PERTAMA KALI

Seorang `yang lebih besar dari Salomo’ (Yesus) mengungkapkan rahasia dari kuasa pengakuan (apa yang anda katakan) ketika Ia dengan tanpa takut memproklamasikan :

“Aku berkata kepadamu. Sesungguhnya barangsiapa berkata … asal tidak bimbang hatinya, tetapi percaya, bahwa apa yang dikatakannya itu akan terjadi maka hal itu akan terjadi baginya” (Mrk 11:23).

Saya tahu kita telah bimbang akan hal ini; kita telah menjadi ragu, bahkan tidak mempercayai hal ini; tapi Firman Tuhan itu benar !

Pernyataan dari fakta-fakta ini tidak membutuhkan kebimbangan, tidak butuh penjelasan dari kita orang-orang modern, tidak butuh kompromi maupun kualifikasi.

Firman Tuhan perlu diiyakan – terlebih lagi Firman harus dipercayai saja. ” … Allah adalah benar, dan semua manusia pembohong …” (Rm 3:4).

B. PENGAKUAN KITA

“Oh, saudara Mahoney,” anda berkata, “Secara harfiah ini tidak mungkin sungguh-sungguh benar”. Tapi memang benar! Ada kuasa dalam perkataan anda. “Anda akan memperoleh apa saja yang anda katakan” – jika anda percaya.

1. Membawa Hasil-Hasil Negatif

Tragisnya, kebenaran yang besar ini juga akan digenapi bahkan dalam ketidakpercayaan kita. Sebagai contohnya, Susi anak anda yang berumur tujuh tahun masuk dengan bersin-bersin, segera anda berkata : Oh sayang, Susi mulai terserang flu! Anda tidak mempunyai bukti bahwa dia sakit flu tapi atas pengakuan bahwa Susi kecil anda terkena flu, anda membuka pintu bagi penyakit itu dengan perkataan anda, dan dengan pasti, Susi terkena flu. Pada saat anda mengatakan, anda tidak ragu dan anda mendapatkan apa yang anda katakan.

2. Membawa Hasil-Hasil Positif

Jika hal ini berhasil pada hal-hal yang negatif dan pada kenyataannya memang berhasil – mengapa kita orang-orang Kristen tidak dapat menjadi positif sepenuhnya dalam pengakuan kita (apa yang kita katakan) tentang Firman Allah, dan melihat penggenapan dari Firman dalam kehidupan kita sehari-hari dan dalam rumah kita? Anda dapat sahabatku!

Mengulang contoh di atas : Susi kecil datang dengan bersin-bersin. Dengan segera anda berkata : ” … Yesuslah yang memikul kelemahan kita dan menanggung penyakit kita dan oleh bilur-bilurNya kamu telah disembuhkan” (Mat 8:17; 1 Ptr 2:24). Di hadapan apa yang anda katakan, kelemahan pasti akan kehilangan pegangannya pada Susi kecil, dan anda memperoleh apa yang anda katakan!

Saudara T.L. Osborn memberitahu saya suatu rahasia kesembuhan beberapa tahun lalu yang mengilustrasikan kebenaran ini. Saya tidak pernah melupakan hal ini. Dia berkata “Ada tiga hal yang harus diperhatikan tentang penyakit : PERTAMA – Apa yang dikatakan oleh gejala-gejalanya; KEDUA – Apa yang dikatakan oleh Firman Allah dan KETIGA – Apa yang anda katakan! Jika anda berkata apa yang dikatakan Allah, penyakit harus pergi. Jika anda berkata apa yang dikatakan gejala-gejala, anda akan memperoleh apa yang anda katakan!” Saya telah melihat bukti kebenaran ini.

C. JAWABANNYA ADALAH “DALAM MULUTMU”

Paul Henry, seorang pengacara yang penuh dengan Roh Kudus yang adalah anggota komisaris dari World MAP, memberitahu saya cerita berikut ini beberapa saat yang lalu , dan cerita ini telah membantu saya: “Ada seorang anak kecil yang mencari telur-telur permen pada saat hari paskah. Ibunya telah menyembunyikan permen-permen itu dan berjanji bahwa telur-telur permen itu ada di dalam ruangan tersebut, tapi ia harus mencarinya.

“Kemudian ia mulai mencari – pertama di bawah kursi di pojok ruangan kemudian di bawah sofa, lalu di belakang meja, di bawah permadani dan di balik bantal-bantal tempat duduk. Ibunya memberinya aba-aba : “Timmy, kamu sudah dekat, dekat sekali tempatnya, ups! Bukan-bukan kamu menjauhinya, dan seterusnya.

“Yah, Timmy tetap mencari sampai waktu yang cukup lama, kadang-kadang mendekati dan kemudian menjauhi tempat persembunyian itu, tapi ia tetap tidak dapat menemukan telur-telur paskah itu.

“Akhirnya, dia berhenti dan dengan jengkel dan marah meletakkan tangannya di pinggangnya dan melihat pada ibunya dengan sangat kecewa. Ibunya dengan tiba-tiba berkata “Timmy, kamu sudah sangat dekat. Sangat dekat sekali!” dengan terkejut ia melihat ke bawah, tangannya ada di dekat kantung jaketnya yang sedikit terbuka. Lalu ia segera memasukkan tangannya ke kantong-kantongnya, dan di sanalah telur-telur permen itu – tepat ada dalam kantung jaketnya sendiri.

Ini banyak kali menggambarkan cara kita berdoa, kita berusaha untuk menemukan Allah dan jawaban dari kebutuhan kita dengan “naik ke sorga/langit” dengan penyelidikan kita, atau “turun ke tempat yang dalam” dalam pencarian kita.

Kita menyelidiki, kita berdoa, kita berpuasa, kita mencari (semua yang Alkitabiah); namun apa yang dikatakan Alkitab? Hal-hal yang kau cari di mana-mana ” … dekat kepadamu, yakni di dalam mulutmu … itulah Firman iman … (Rm 10:8).

D. BERKATA-KATA DALAM IMAN

Allah hanya menunggu anda untuk mulai berkata-kata dalam iman supaya anda dapat memperoleh apa yang anda katakan! “Sebab jika kamu mengaku dengan mulutmu … kamu akan DISELAMATKAN” (Rm 10:9).

Kata “diselamatkan” berasal dari kata Yunani “sozo”. Konkordans lengkap oleh Strong dan kamus bahasa Yunani memberikan definisi seperti ini : “untuk selamat, yaitu untuk membebaskan atau melindungi, menyembuhkan, menyimpan, melakukan dengan baik, menyempurnakan”.

Ini adalah sebuah kata yang lengkap dalam segala sesuatu yang dipilih oleh Roh Kudus untuk menunjukkan pada anda kuasa dari apa yang anda katakan! Hal ini sesuai dengan Markus 11:23. ” … apa saja yang dikatakannya itu akan terjadi, maka hal ini akan terjadi baginya”. “Apa saja yang dikatakannya!” “Jadilah selamat!” Kedua-duanya jika dimengerti, berbicara tentang hal yang sama.

Apa yang anda doakan, cari dan selidiki (seperti telur-telur permen di kantung anak laki kecil tadi) ada di dalam mulut anda. Katakan hal itu sekarang juga, keras-keras! Teriakkanlah! (Mzm 47:1). Beritahukan pada para tetangga anda tentang hal ini! Bebaskan dirimu sendiri dengan kesaksianmu! Cobalah! Kebenaran yang besar ini akan terjadi bagi anda. “Dan mereka mengalahkan iblis oleh darah Anak Domba, dan oleh perkataan kesaksian mereka …” (Why 12:11).

E. YESUS : IMAM BESAR DARI PENGAKUAN KITA

Tentu saja kita harus mengakui : “Jadi hal itu tidak tergantung pada kehendak orang atau usaha orang, tetapi kepada kemurahan hati Allah” Roma 9:16. Karena Allah ikut serta terlibat dalam kesaksian kita, dalam pengakuan kita, dalam apa yang kita katakan sehingga hal-hal itu terjadi.

Tuhan memberikan saya suatu pengertian tentang Ibrani 3:1 sebagai suatu pewahyuan yang besar beberapa waktu yang lalu. Sekarang bacalah dengan teliti : ” … pandanglah kepada Rasul dan Imam Besar yang kita akui yaitu Kristus”.

Seperti kilat dari sinar yang Ilahi, yang menerangi ke atas saya untuk pertama kalinya, memahami bahwa Yesus adalah Imam Besar dari perkataan kita.

Saya telah mengetahui pelayananNya sebagai Imam Besar, saya tahu bahwa ” … kita sekarang mempunyai Imam Besar Agung, yang telah melintasi semua langit yaitu Yesus, Anak Allah …” (Ibr 4:14).

Saya tahu bahwa ” … Kristus ada, duduk di sebelah kanan Allah … Ia hidup senantiasa untuk menjadi pengantara bagi kita” (Kol 3:1; Ibr 7:25).

Tercakup dalam pelayananNya sebagai Imam Besar tidak saya mengerti sepenuhnya. Tapi tiba-tiba saya melihatnya : Yesus Kristus adalah “… Imam Besar menurut pengakuan kita …” (Ibr 3:1).

F. DI PENGADILAN

Lihat gambaran di Sorga. Allah Bapa kita sedang duduk di tahta. Yesus duduk di sebelah kanan dari Bapa.

1. Pendakwa Kita

Tapi ada orang lain yang ada di hadapan tahta Allah. Siapakah dia? Alkitab memberikan jawaban : “Pada suatu hari datanglah anak-anak Allah menghadap Tuhan dan di antara mereka datanglah juga iblis” (Ayb 1:6). Lihatlah, anak-anak Allah! setan ada di “hadapan Tuhan” bersama-sama/diantara anak-anak Allah.

Alkitab menunjukkan lebih lanjut bahwa “… pendakwa saudara-saudara kita setan … mendakwa mereka siang dan malam di hadapan Allah kita” (Why 12:10).

Jadi kita lihat bahwa setan ada di sana di hadapan tahta di Sorga menuduh/mendakwa saudara-saudara kita.

2. Pembela Kita

Tapi syukur pada Allah! “… kita mempunyai seorang Pengantara/Pembela (pengacara) pada Bapa …” (1 Yoh 2:1) bahwa Yesus, yang memohonkan pembelaan untuk melawan tuduhan/dakwaan dari setan.

3. Kesaksian Kita

Dengan apa Dia akan membela kita? Imam Besar dari apakah Dia? Sahabatku, tangkaplah kebenaran yang besar ini! Dia membela dengan apa yang dikatakan bahwa Ia adalah seorang Imam Besar! Yesus ada di sana membela apa yang anda katakan! Dia menggunakan pengakuan anda melawan dakwaan-dakwaan/tuduhan-tuduhan dari iblis. Dia adalah Imam Besar dari pengakuan kita (sesuai yang kita katakan).

Oh! Sekarang apakah anda lihat betapa pentingnya perkataan anda? Apakah anda memberi Yesus pengakuan yang bagus bagi pembelaan terhadap tuduhan-tuduhan setan?

a. Membawa Kekalahan. Gambarkanlah pemandangan ini dalam pikiran anda bersama saya. Ralph Mahoney sedang berusaha melewati jalan yang berat, suatu cobaan iman yang sungguh berat, suatu masa percobaan yang sungguh-sungguh berat.

Iblis sedang melihat apakah dia bisa memperoleh sesuatu untuk mendakwa Ralph di hadapan Bapa. Yesus membungkukkan badanNya dalam-dalam untuk mendengar apa yang dikatakan Ralph.

Jika Ralph menggerutu, mengomel dan menyalahkan Tuhan karena mengijinkan semua pencobaan ini terjadi, Yesus tidak mempunyai sesuatu untuk mengalahkan “pendakwa saudara-saudara kita ini”.

Jadi Ralph telah memberi setan peluru-peluru dan memberinya amunisi untuk menembakkan dengan tepat tuduhan-tuduhannya di hadapan Bapa. Akibatnya : cobaan-cobaan dan ujian-ujian menyeretnya terus menerus karena Ralph telah menerima kekalahan dan memberikan setan kekuasaan di hadapan Allah untuk terus mengalahkannya.

b. Membawa Kemenangan. Tapi sekarang, marilah kita kembali pada situasi tadi. Ralph Mahoney dibawa suatu perjalanan yang berat, suatu cobaan iman yang berat, dan seterusnya. Yesus mencondongkan badanNya dalam-dalam untuk mendengar kesaksian sang pemenang. Ralph mengaku “Syukur bagi Allah, yang dalam Kristus selalu membawa kami di jalan kemenanganNya … Jika Allah kami yang kami puja sanggup melepaskan kami … tetapi seandainya tidak … kami tidak akan memuja … dan tidak akan menyembah patung emas … meskipun Ia hendak membunuh aku, aku akan tetap percaya padaNya …” (2 Kor 2:14; Dan 3:17,18; Ayb 13:15)

Yesus mengambil janji-janji ini dan pengakuan kita, dan mulai menampilkannya di hadapan Bapa. Apa akibat dari hal ini di Sorga? Pendakwa saudara-saudara ini terhempas ke bawah. Kita masih dalam kemenangan dan tetap tinggal dalam kemenangan ini.

Pengalaman Ayub dapat menjadi pengalaman kita juga, karena “dalam kesemuanya itu Ayub tidak berbuat dosa dengan bibirnya” (Ayb 42:12).

G. KESIMPULAN

Oh, Haleluyah! Sahabatku, inilah jalan anda menuju kemenangan, Akuilah, proklamasikan, ucapkan kesaksian iman itu sekarang juga!

Anda mungkin berpikir : “Tidak ada seorangpun yang hadir untuk mendengarkannya”. Oh ya, tentu ada yang mendengarkannya! Yesus sedang menunggu untuk mendengarkannya, supaya Ia dapat menjadi Imam Besar dari pengakuanmu. Iblis akan mendengarnya dan gemetar. Allah akan mendengarnya dan memberi anda kemenangan atas iblis, dan langsung membawa anda pada kemenangan Yesus atas iblis. Jadi teriakkanlah itu supaya semua penghuni Sorga mendengarnya.

“Tetapi Firman ini sangat dekat kepadamu, yakni di dalam mulutmu …” (Ul 30:14). Perkataan dari kemenanganmu! Perkataan dari kesembuhanmu! Perkataan dari pembebasanmu! Katakanlah, dan semuanya itu akan terjadi bagi anda. Katakanlah sejauh dan seluas mungkin, hal itu akan membawa berkat bagi anda. Katakanlah kemana saja anda pergi, dan akan terjadi pada anda, sebab Allah kita akan berdiri di balik Firman-FirmanNya untuk melakukanNya, bahkan sementara kita berbicara “… ketika mereka sedang berbicara, Aku sudah mendengarkannya” (Yes 65:24).

Kemenangan dari Golgota menjadi milik kita. Masuklah sekarang ke dalamnya dan jadilah selamat (Rm 10:9).

Sumber:  http://lead.sabda.org/

 

Baca juga:

1 Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *