Mengenali Jenis-jenis Investasi Roh Dalam Hidup Kita

Pelayanan adalah suatu aktivitas yang kita lakukan sebagai respon dari munculnya suatu dorongan Roh yang berkali-kali kita alami di dalam roh kita, saat persekutuan kita dengan Bapa semakin meluap. Dengan kata lain, apabila Anda sungguh-sungguh rindu Tuhan dapat memakai hidup Anda, maka hal pertama yang harus Anda lakukan adalah belajar melayani Tuhan secara pribadi. Sementara Anda terus membangun persekutuan Anda dengan Tuhan, Tuhan akan mulai melakukan sesuatu dalam hidup Anda. Berdasarkan apa yang Tuhan kerjakan dalam hidup Anda itulah pelayanan Anda akan dimulai. Pelayanan yang sejati tidak akan pernah bisa kita hasilkan apabila kita hanya menunggu penugasan dari seorang pemimpin, tapi pelayanan yang sejati akan lahir ketika persekutuan kita dengan Tuhan terus bertumbuh dan mengalami peningkatan. Karena itu, kita perlu sungguh-sungguh belajar mengenali apa yang sebenarnya Tuhan sedang kerjakan dalam hidup kita.

“Sebab aku menegaskan kepadamu, saudara-saudaraku, bahwa Injil yang kuberitakan itu bukanlah injil manusia. Karena aku bukan menerimanya dari manusia, dan bukan manusia yang mengajarkannya kepadaku, tetapi aku menerimanya oleh penyataan Yesus Kristus. Sebab kamu telah mendengar tentang hidupku dahulu dalam agama Yahudi: tanpa batas aku menganiaya jemaat Allah dan berusaha membinasakannya. Dan di dalam agama Yahudi aku jauh lebih maju dari banyak teman yang sebaya dengan aku di antara bangsaku, sebagai orang yang sangat rajin memelihara adat istiadat nenek moyangku. Tetapi waktu Ia, yang telah memilih aku sejak kandungan ibuku dan memanggil aku oleh kasih karunia-Nya, berkenan menyatakan Anak-Nya di dalam aku, supaya aku memberitakan Dia di antara bangsa-bangsa bukan Yahudi, maka sesaat pun aku tidak minta pertimbangan kepada manusia” (Galatia 1:11-16).

Tanpa Roh Kudus bekerja dengan kuat dalam hidup kita dan apa yang akan kita lakukan pertama-tama lahir di dalam roh, maka apa yang kita sebut sebagai pelayanan sebetulnya hanyalah aktivitas keagamaan belaka; pelayanan yang sejati akan selalu menghasilkan dampak yang besar. Kita tahu bahwa pelayanan Paulus menghasilkan dampak yang luar biasa, apa sebabnya? Karena Paulus tidak memberitakan Injil yang manusiawi – apa yang Paulus beritakan telah dinyatakan oleh Tuhan sendiri (Gal. 1:11-12). Dengan kata lain, Paulus berkata bahwa apa yang ia beritakan itu petama-tama harus dinyatakan dalam hidupnya terlebih dahulu – harus ada pekerjaan Roh yang terjadi dalam hidup Paulus terlebih dahulu, dan bermodalkan apa yang Roh kerjakan dalam hidupnya, itulah yang Paulus beritakan.

Karena itu, berbicara tentang pelayanan, maka aktivitas apapun yang nantinya kita sebut sebagai pelayanan pertama-tama harus terjadi dalam roh kita terlebih dahulu, barulah pelayanan itu akan menghasilkan dampak. Ketika kita terus belajar meresponi dengan benar apapun yang Tuhan kerjakan dalam roh kita, ketika itulah anugerah-Nya akan mulai muncul dalam hidup kita. Dari anugerah yang mulai muncul itu, kita akan bisa mengerjakan pelayanan kita dengan jauh lebih mudah.

Efesus 3:7a berkata: “Dari Injil itu aku telah menjadi pelayannya menurut pemberian kasih karunia Allah, yang dianugerahkan kepadaku…” Dengan kata lain, Paulus menjadi pemberita Injil karena ada kasih karunia Allah yang bekerja dalam hidupnya. Namun bagaimana anugerah itu tercurah? Ayat 7b berkata, “…sesuai dengan pengerjaan kuasa-Nya.” Berarti, harus ada kuasa Roh yang bekerja kuat dalam hidup kita agar anugerah dapat mengalir. Ketika anugerah mengalir dalam hidup kita, apapun yang akan kita kerjakan selalu menghasilkan dampak yang besar.

Bagaimana kita bisa mengenali pekerjaan Roh dalam hidup kita?

1.      Pahami setiap perintah dan arahan yang ada di balik setiap janji atau firman yang berkali-kali kita terima dari Tuhan.

Setiap kali kita membangun persekutuan kita dengan Tuhan, baik dalam doa pribadi kita maupun dalam ibadah, pasti ada banyak janji yang akan kita terima dari Tuhan. Belajarlah kenali adanya kesamaan antara janji/firman yang satu dengan janji/firman yang lain, dan belajarlah kenali dan pahami perintah atau arahan yang ada di balik setiap janji/firman tersebut, lalu bangun dan selaraskan hidupmu sesuai dengan janji yang engkau terima itu. Jangan hidup secara sembarangan, artinya, jangan menjalani hidup yang berbeda dari melakukan perintah dan arahan yang ada dalam janji Tuhan yang engkau terima.

Sebagai contoh: kita mungkin telah berkali-kali menerima janji dari Tuhan bahwa Tuhan akan memakai kita untuk memberitakan firman-Nya di antara bangsa-bangsa. Hal pertama yang perlu kita cek adalah apakah kita sudah layak untuk menyampaikan firman di antara bangsa-bangsa. Sudahkah kita layak disebut sebagai pemberita firman? Jika belum, kita perlu mencari tahu seperti apa seharusnya kehidupan seorang pemberita firman. Seorang penyampai firman harus memastikan bahwa apa yang dia akan sampaikan sudah dia hidupi. Kita juga harus memastikan bahwa kapasitas kita untuk melakukan firman terus meningkat; kita belajar menyelaraskan seluruh aktivitas dan aspek hidup kita dengan poin yang satu ini. Setiap kali kita menghadapi masalah atau tantangan dalam hidup sehari-hari, kita selalu kita mengaitkannya dengan firman, perintah dan arahan yang Tuhan telah berikan kepada kita – itulah yang dimaksud dengan menjagai hidup kita dan tidak hidup dengan sembarangan.

Lalu hal berikutnya yang harus kita perhatikan setelah kita mulai menghidupi firman adalah: apakah kita sudah memiliki kemampuan untuk berbicara atau mempresentasikan sesuatu dengan baik di hadapan orang banyak. Karena seluruh kesibukan sehari-hari kita harus terus diarahkan untuk membuat kita menjadi seperti apa yang Tuhan janjikan, itu berarti kita harus melatih lebih lagi kemampuan berbicara kita. Dan seterusnya.

Tanpa kita terus belajar membangun kesibukan sehari-hari kita sesuai dengan setiap perintah dan arahan yang Tuhan beri di balik janji yang kita terima, maka kehidupan kita menjadi sebuah kehidupan yang sia-sia, bahkan mungkin justru menggugurkan benih ilahi yang Tuhan telah beri. Kesibukan sehari-hari kita justru akan menahan janji Tuhan itu untuk tergenapi dalam hidup kita.

Karena itu, belajarlah untuk memahami setiap perintah dan arahan yang ada di balik setiap janji yang sudah Anda terima dan terus selaraskan hidupmu dan kesibukan sehari-harimu dengan perintah dan arahan itu. Dengan kita terus menyelaraskan hidup kita dengan perintah dan arahan dari janji tersebut, kita akan melihat anugerah mulai menyertai hidup kita, dan secara otomatis penggenapan janji Tuhanpun semakin dekat dengan hidup kita.

2.      Pahami jenis-jenis pembentukan dan ujian yang Tuhan lakukan dalam hidup kita.

Setiap kali kita mulai memahami perintah dan arahan yang harus kita lakukan dan kita menemui kondisi-kondisi hidup yang seakan-akan memojokkan kita untuk tidak bisa lagi mengikuti perintah dan arahan yang ada, kita harus segera memahami bahwa itu adalah sebuah ujian. Seberapa besarkah tekad kita untuk hidup dalam firman? Matius 13:20-21 berkata: “Benih yang ditaburkan di tanah yang berbatu-batu ialah orang yang mendengar firman itu dan segera menerimanya dengan gembira. Tetapi ia tidak berakar dan tahan sebentar saja. Apabila datang penindasan atau penganiayaan karena firman itu, orang itu pun segera murtad.” Ini adalah gambaran dari orang yang menerima janji Tuhan dan ia belajar memahami adanya perintah dan arahan di balik janji itu. Tetapi ketika ia berusaha untuk melakukan perintah dan arahan tersebut dan ia mulai menemukan adanya intimidasi atau ‘benturan’ dengan keadaan sekeliling ataupun keinginan pribadinya, ia mulai berpikir ulang tentang melakukan perintah dan arahan itu, dan ia rela membuang apa yang menjadi perintah dan arahan tersebut, lalu kembali masuk ke dalam kehidupan sehari-harinya yang lama, demi ia tidak menghadapi tantangan apapun juga. Itu berarti orang tersebut telah gagal dalam ujian.

Jika demikian, apa yang seharusnya kita lakukan ketika menghadapi tantangan? Lakukan segala macam cara untuk kita bisa terus hidup dalam perintah dan arahan yang Tuhan beri, karena itu semua adalah bagian dari proses pembentukan yang Tuhan ingin pastikan terjadi dalam diri kita – Dia ingin memastikan kebenaran firman-Nya berakar dalam hidup kita. Karena itu, mulai saat ini, belajarlah menyadari bahwa setiap kali ada situasi hidup atau tantangan tertentu yang Anda rasa seperti memojokkan hidupmu dan memaksa Anda untuk tidak lagi mengikuti perintah dan arahan yang engkau tahu harus engkau lakukan, itu hanyalah sebuah ujian.

Saya mendapati bahwa tantangan terbesar yang seringkali akan dengan mudah menghalangi kita untuk terus bertumbuh adalah tantangan internal, bukan eksternal. Tantangan dari luar biasanya akan bisa dengan mudah kita tanggulangi, tetapi tantangan yang berasal dari dalam diri/pikiran kita sendirilah yang seringkali paling susah untuk ditanggulangi. Ketika situasi dan keadaan muncul dalam hidupmu dan seakan-akan menahanmu untuk tidak mempraktekkan arahan dan perintah, tujuannya adalah agar penghambat internal yang masih tersisa dalam hidup kita bisa kita cabut melalui pengambilan keputusan kita sendiri.

Bagaimana kita bisa tahu bahwa kita memiliki hati yang selalu mengucap syukur jika situasi yang ada selalu baik? Karena situasi yang baik akan membuat kita bisa dengan mudah mengucap syukur. Tetapi memiliki hati yang bersyukur berarti apapun kondisinya – baik ataupun buruk – kita tetap bisa mengucap syukur. Untuk menguji apakah kita betul-betul memiliki hati yang bersyukur, Tuhan harus menempatkan kita pada posisi yang tidak mengenakkan, sehingga dari situlah kekonsistenan dan kesetiaan kita diuji. Karena itu, milikilah sikap hati yang selalu konsisten untuk melangkah dalam kebenaran apapun tantangannya, karena inilah sikap hati yang Tuhan cari dari setiap orang percaya.

Sadarilah prinsip ini: apapun situasi dan kondisi yang kita hadapi, Tuhan akan selalu membawa kita untuk melangkah menyelesaikan kehendak-Nya. Namun tanpa kita terus belajar menghadapi setiap ujian dan tantangan dan memastikan bahwa kita selalu menang, kita tidak akan pernah bisa melihat uluran tangan Tuhan menolong kita. Karenanya, pastikan engkau selalu meresponi uluran tangan Tuhan yang akan memampukan engkau terus melangkah melakukan kehendak-Nya, apapun situasi dan kondisinya. Sikap hati dan tekad yang kita miliki untuk terus melangkah melakukan kehendak Tuhan akan mengaktifkan dimensi anugerah dalam hidup kita.

3.      Perhatikan setiap peneguhan yang kita terima di dalam roh.

Jenis peneguhan yang kita akan terima akan menentukan jenis pelayanan yang akan kita hasilkan; jenis peneguhan yang kita terima dari Tuhan akan mengindikasikan apa yang akan kita raih dalam waktu dekat ini. Ketika kita menerima janji dari Tuhan dan melakukan setiap perintah dan arahan yang Tuhan berikan, ketika waktu penggenapan itu semakin dekat, maka saat kita bercakap-cakap dengan seseorang tentang janji Tuhan itu, percakapan tersebut akan membuat roh kita semakin bergelora dan antusias.

Ketika Maria mengunjungi Elisabet saudaranya, saat Maria memberikan salam, bayi dalam kandungan Elisabet melonjak. [Pada saat itu, usia kandungan Elisabet kurang lebih sudah memasuki bulan ke delapan – Elisabet sudah siap untuk melahirkan]. Ketika bayi dalam kandungan Elisabet melonjak mendengar salam Maria, seakan-akan terjadi sebuah konfirmasi bahwa inilah ibu dari Tuhanku. Demikian pula Anda akan alami hal yang sama. Ketika Anda terus belajar menghidupi setiap arahan dan perintah dari Tuhan, maka saat waktu penggenapan janji itu sudah dekat, Anda tidak akan lagi tinggal tenang tetapi rohmu akan menjadi semakin bergairah dan bersemangat.

Karena itu, terus selaraskan aktivitas kehidupan sehari-harimu dengan setiap perintah dan arahan yang ada di balik janji yang Tuhan berikan padamu, karena hanya dengan begitulah engkau akan mulai menikmati anugerah-Nya mengalir dalam hidupmu  Ketika itulah engkau juga akan mulai melihat gaya hidup yang baru dan keteraturan ilahi terbangun dalam hidupmu, sehingga akan tiba waktunya engkau bisa berkata seperti Paulus berkata, “Aku memberitakan Dia, yang sudah dinyatakan dalam diriku.”

Ini waktunya setiap kita akan mulai menghasilkan sesuatu yang berdampak besar. Mari kita mulai dari diri kita sendiri – pastikan apa yang Tuhan ingin kerjakan dalam hidup kita pertama-tama menghasilkan dampak yang besar dalam diri kita. Ketika kita alami perubahan hidup, ketika itulah ada harapan untuk kota dan bangsa kita mengalami perubahan. Karena yang bisa mengubahkan sebuah kota dan kehidupan banyak orang.

 

Dampak Dari Investasi Ilahi

Oleh: Open Heaven Ministries

Tuhan sedang terus membawa kita untuk ada pada sebuah titik rohani yang membuat setiap kita tanpa terkecuali, akan bisa mulai menangkap isi hati Tuhan. Jika sampai saat ini Anda masih belum mengetahui apa yang menjadi isi hati dan rencana Tuhan dalam hidup Anda, dimensi anugerah untuk Anda dapat mengenali apa yang menjadi rencana Tuhan bagi hidupmu telah terbuka lebar. Ketika engkau mengambil waktu untuk sungguh-sungguh berusaha mengenali isi hati dan rencanaNya, Tuhanpun pasti akan mulai menyingkapkan kepadamu apa yang menjadi isi hati dan rencanaNya secara spesifik bagi hidupmu. Semakin engkau memahami apa yang Ia ingin engkau lakukan dan ketika engkau belajar untuk setia dengan apa yang Tuhan sudah singkapkan kepadamu, kehidupanmupun akan mulai menghasilkan buah.

Sesungguhnya pintu-pintu untuk kita masuk ke dalam dunia sekuler dan membawa perubahan di sana sudah mulai terbuka dan Tuhan mulai membawa beberapa dari kita untuk melangkah masuk ke sana. Karena itu, bersiaplah karena itulah ladang pelayanan yang Tuhan sudah sediakan bagi kita. Berbicara tentang pelayanan, mau tidak mau kita juga harus berbicara tentang persekutuan kita dengan Tuhan, karena dari sanalah pelayanan yang sejati dimulai.

Apa sebenarnya arti dari pelayanan? Definisi pelayanan: Pelayanan adalah suatu aktivitas yang kita lakukan sebagai respon dari munculnya suatu dorongan Roh yang berkali-kali kita alami di dalam roh kita, saat persekutuan kita dengan Bapa semakin meluap. Setiap kali kita membangun persekutuan kita dengan Tuhan, sampai pada titik rohani tertentu, ada banyak hal yang Tuhan akan mulai kerjakan dalam hidup kita. Karena itu, teruslah tingkatkan level persekutuan Anda dengan Tuhan, sampai Anda bisa alami pekerjaan Roh yang terus terjadi dalam hidup Anda. Semakin Roh Kudus bekerja kuat dalam hidup Anda, semakin banyak investasi ilahi yang Tuhan akan mulai tanamkan dalam hidupmu. Dan semakin banyak investasi ilahi yang terjadi dalam roh kita, semakin kualitas roh kitapun akan mengalami perubahan dan semakin mudah bagi kita untuk merombak dan memperbaharui pikiran kita. Ingat, tanpa perubahan kualitas roh, kita akan selalu mengalami kesulitan untuk merombak pikiran kita.

Karenanya, milikilah keterbukaan yang seluas-luasnya dalam rohmu dan ijinkan Roh Kudus bekerja dengan leluasa dalam hidupmu, menanamkan berbagai hal ilahi, karena semakin banyak investasi ilahi yang Tuhan tanamkan dalam hidup kita, semakin besar ladang pelayanan yang Tuhan akan bukakan bagi kita. Semakin banyak hal yang kita bisa terima dari Tuhan, semakin cepat pula kita akan alami Roh mulai menggerakkan dan mendorong kita untuk melakukan sesuatu. Semakin kita belajar menaati dorongan yang Roh Kudus buat dalam hidup kita, semakin kita akan melihat ladang pelayanan kita terbuka lebar. Ketika kita melangkah dalam ketaatan, ladang pelayanan yang Tuhan sudah sediakan bagi kita secara otomatis akan membuat kita selalu melihat pengalaman-pengalaman ilahi bersama Tuhan. Kita tidak perlu lagi bergumul untuk mengerjakan pelayanan kita karena semua yang kita butuhkan di ladang pelayanan itu sudah Tuhan sediakan bagi kita.

Kejadian 27:27-29 memang menuliskan tentang berkat yang Ishak berikan kepada Yakub, tapi saya mendapati bahwa berkat yang sama yang diucapkan Ishak kepada Yakub adalah berkat yang Tuhan juga sudah sediakan bagi kita: “Lalu datanglah Yakub dekat-dekat dan diciumnyalah ayahnya. Ketika Ishak mencium bau pakaian Yakub, diberkatinyalah dia, katanya: “Sesungguhnya bau anakku adalah sebagai bau padang yang diberkati TUHAN [dalam Alkitab bahasa Inggris, “bau padang yang diberkati Tuhan” ditulis sebagai “bau ladang yang diberkati Tuhan.] Allah akan memberikan kepadamu embun yang dari langit dan tanah-tanah gemuk di bumi dan gandum serta anggur berlimpah-limpah. Bangsa-bangsa akan takluk kepadamu, dan suku-suku bangsa akan sujud kepadamu; jadilah tuan atas saudara-saudaramu, dan anak-anak ibumu akan sujud kepadamu. Siapa yang mengutuk engkau, terkutuklah ia, dan siapa yang memberkati engkau, diberkatilah ia.”

Ketika Tuhan mulai menginvestasikan berbagai hal dalam hidup kita, sampai pada titik tertentu Roh akan mulai menggerakkan kita untuk melakukan sesuatu. Ketika kita belajar melangkah dalam ketaatan terhadap setiap dorongan dari Roh, saat itulah tanpa kita sadari kita memasuki ladang kita yang telah diberkati Tuhan itu. Dan Alkitab menjanjikan bahwa ketika kita memasuki ladang pelayanan kita yang telah diberkati Tuhan itu, Tuhan akan selalu memberikan embun yang dari langit, tanah-tanah yang gemuk di bumi dan anggur yang berlimpah-limpah. Dengan kata lain, apapun yang kita kerjakan dalam pelayanan kita akan selalu dibuat Tuhan berhasil, dampak yang kita hasilkan akan sangat besar. Selain itu, ketika kita mulai memasuki ladang pelayanan kita, kita akan mendapati bahwa orang-orang yang berusaha untuk melawan kita akan dilawan oleh Tuhan, tapi orang yang memberkati kita akan diberkati oleh Tuhan, akan selalu ada penjagaan dan pemeliharaan ilahi dalam hidup kita.

Prinsip-prinsip tentang investasi ilahi:

1. Investasi ilahi yang kita terima saat bersekutu dengan Bapa, menentukan jenis pelayanan yang akan kita kerjakan.

Belajarlah kenali apa yang Tuhan sedang kerjakan dalam hatimu selama beberapa waktu ini, apa jenis investasi yang Roh Kudus sedang tanamkan dalam hidupmu. Karena tanpa Roh Kudus bekerja kuat dalam dirimu, engkau tidak akan pernah bisa menemukan ladangmu yang diberkati Tuhan itu. Setiap kali Roh Kudus bekerja dalam hidup seseorang, Ia akan selalu bekerja secara sistematis. Artinya, dalam satu kesempatan Tuhan mungkin berbicara kepada Anda melalui sebuah ayat firman, lalu pada kesempatan berikutnya ketika Anda membaca Alkitab, ada ayat lain lagi yang akan Tuhan singkapkan. Jika Anda sungguh-sungguh mempelajarinya, Anda akan mendapati bahwa antara ayat yang satu dengan ayat yang berikutnya selalu ada hubungannya, seperti sebuah puzzle atau gambar yang terpisah-pisah, yang baru akan kelihatan gambar utuhnya ketika potongan-potongan gambar tersebut disatukan.

Seringkali, ketika kita membangun persekutuan kita dengan Tuhan, pada satu level tertentu, Tuhan akan memberikan kepada kita satu potongan gambar. Mungkin berupa ayat firman atau penyingkapan pewahyuan Roh; pada waktu lainnya, Tuhan akan memberikan potongan berikutnya kepada kita. Selama kita terus konsisten, kita akan mendapatkan seluruh gambaran yang Tuhan berikan kepada kita.

Roma 8:28 berkata, “Kita tahu sekarang, bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu: bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah.” Ketika kita mulai menemukan dan memasuki ladang kita yang diberkati Tuhan itu, yaitu: di dalam rencanaNYA, sejak saat itu, segala sesuatu yang terjadi dalam hidup kita, baik berkat ataupun musibah, masalah ataupun terobosan, semua itu ditujukan untuk mendatangkan kebaikan bagi kita. Karena itu ini waktunya Anda terus mengijinkan kuasa Roh Kudus bekerja dalam hidupmu, sehingga engkau tidak perlu mengalami pengalaman hidup yang menyakitkan.

Alasan mengapa ada orang-orang yang menceritakan tentang proses pembentukan Tuhan yang mereka alami sebagai proses yang menyakitkan adalah karena selama ini mereka terus mengeraskan hati mereka dan hanya mengejar keinginan mereka sendiri. Setiap Anda didorong untuk terus belajar mengenali apa jenis investasi yang Tuhan mulai tanam dalam hidupmu, apa yang berkali-kali Tuhan sampaikan kepadamu dan mulai pergunakan hal itu sebagai batu tumpuan untuk engkau membangun persekutuanmu lebih lanjut dengan Tuhan. Semakin engkau membangun persekutuanmu dengan Tuhan, semakin banyak hal yang Tuhan akan mulai kerjakan dalam hidupmu.

2. Kekonsistenan kita dalam memegang ikatan janji dengan Tuhan akan membuat kita selalu mengalami penyertaan ilahi dalam setiap tugas yang harus kita selesaikan. Ketika Tuhan memanifestasikan diri sebagai Allah yang menyembuhkan, ada banyak jemaat yang mengalami kesembuhan dan ada sebagian dari jemaat yang dibangkitkan menjadi orang yang melayani dalam pelayanan kesembuhan. Ketika Tuhan menyatakan diri sebagai Allah pembuat ikatan janji, dalam persekutuanmu dengan Dia, Dia akan mulai menyingkapkan apa yang menjadi ikatan janji itu. Selama kita terus konsisten melakukan apa yang menjadi bagian kita, Tuhanpun pasti akan konsisten melakukan apa yang menjadi bagianNYA. Setiap kita telah memiliki sebuah ladang yang diberkati oleh Tuhan sendiri, yang perlu kita lakukan hanyalah terus belajar mengetahui apa yang menjadi arahan Tuhan dalam hidup kita dan taati arahan tersebut.

Ingat, ladang yang diberkati Tuhan bukan hanya berbicara tentang ladang pelayanan rohani, tetapi ladang di sini memiliki aspek yang sangat luas. Sebagai contoh, Anda memiliki potensi tertentu, dan Anda mempergunakan potensi itu untuk melatih orang-orang lain untuk juga punya potensi yang sama seperti Anda, itulah yang menjadi ladang pelayanan Anda yang diberkati Tuhan, yaitu: ketika Anda bisa mempengaruhi kehidupan banyak orang dan membawa mereka kepada kebenaran. Karena itu, sadarilah bahwa pelayanan bukan hanya berbicara tentang struktur organisasi atau aktivitas rohani belaka; pelayanan berbicara tentang ketaatan kita mengikuti setiap dorongan dan arahan yang Roh Kudus berikan kepada kita.

Tanpa adanya pekerjaan dan dorongan Roh Kudus dalam hati kita, apapun yang kita kerjakan tidak bisa disebut sebagai pelayanan, itu hanya aktivitas/kesibukan belaka dan tidak diperhitungkan oleh Tuhan. Karena itu, bangun terus persekutuanmu dengan Tuhan dan ijinkan Roh Kudus bekerja lebih lagi dan Dia akan menuntun engkau untuk menemukan ladangmu yang sudah Dia berkati itu.

Baca juga:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *