Mengapa kebanyakan orang Kristen tidak dipenuhi oleh Roh Kudus?

Pada umumnya orang Kristen tidak hidup menurut Tuhan dan tidak dipenuhi oleh Roh karena dua macam alasan: pertama, ketidak-tahuan dan kedua, ketidak-percayaan.

Kefidak-tahuan

 Saya merasa yakin, bahwa kebanyakan orang yang bukan Kristen ingin menjadi orang Kristen, jikalau mereka tahu bagaimana menjadi orang Kristen dan jikalau mereka tahu akan kehidupan yang penuh dengan sukacita dan pengalaman yang diberikan Tuhan kepada semua yang percaya dan menurut Dia. Dapatkah saudara membayangkan seorang pandai yang mengatakan “Tidak” kepada Kristus, apabila ia mengetahui benar-benar bagaimana Tuhan mengasihi Dia dan bahwa, apabila ia mencrima Kristus, semua dosa-dosanya diampuni, ia diberi hidup yang kekal dan ia menerima suatu kehidupan yang semuanya baru, kehidupan yang berarti dan bertujuan? Seorang anak Allah adalah seorang yang mempunyai harga diri dan tujuan, dan bagi dia kehidupan bukan banya merupakan suatu eksistensi saja.

Tetapi orang-orang yang bukan Kristen, yang tidak rnengetahui hal ini, tetap hidup di dalam pelanggaran, menolak  kasih  dan  pengampunan  Allah karena  ia  tidak  menge tahuinya. Begitu juga keadaan orang Kristen yang berada di dalam tabiat duniawi. Ia tetap hidup di dalam kekecewaan dan tidak mengeluarkan buah, karena ia tidak mengetahui siapakah Roh Kudus itu dan apakah kehidupan Kristen yang bertujuan, berkelimpahan dan berbuah-buah itu – kehidupan yang menunggu dia, apabila ia mengundang Roh Kudus untuk memimpin dan menguasai dia.

Pada saat kita dilahirkan secara rohani, kita mempunyai kuasa untuk terus bertumbuh agar menjadi orang Kristen yang dewasa. Tetapi kebanyakan orang Kristen yang tidak mengetahui

bagaimana hidup dengan iman, merasakan dirinya sendiri sebagai kapal pantai yang diombang-ambingkan oleh ombak, hidup dengan pengalaman emosi yang satu kepada yang lain.

Di dalam Roma 7, Paulus menulis tentang bahayanya orang Kristen yang hidup di dalam tabiat duniawi: “Sebab apa yang aku perbuat, aku tidak tahu. Karena bukan apa yang aku kehendaki yang aku perbuat, tetapi apa yang aku benci, itulah yang aku perbuat. Aku, manusia celaka! Siapakah yang akan melepaskan aku dari tubuh maut ini?”16

 

Orang  Kristen  yang  hidup  di  dalam  tabiat  duniawi

    Di dalam I Korintus pasal 3, Paulus menulis tentang orang Kristen yang bertabiat duniawi. Orang Kristen semacam itu biasanya adalah seorang yang sangat miskin rohaninya – bahkan lebih miskin dari orang yang tidak percaya. Kalau dahulu mengalami sukacita dan berkat di dalam persekutuan dengan Tuhan, sekarang ia telah kehilangan hubungannya dengan Tuhan dan tidak tahu bagaimana mendapatkan kembali persekutuan yang hilang itu. Tetapi Ia tidak akan pernah merasa puas dengan cara hidup yang lama itu lagi, dan dalam usaha mencari kebahagiaan dan kepuasan, ia telah menjadi orang yang mementingkan diri sendiri, bukan mementingkan Kristus.

Sebagai akibatnya, ia menjadi bertambah bingung dan kecewa dan tidak tahu apa yang harus dilakukannya dalam hal itu. Ia tidak tahu bagaimana hidup dengan iman – ia hidup dengan perasaannya. Ia lebih banyak mencoba daripada percaya. Ia tidak tahu bagaimana berhenti sebagai seorang Kristen di dalam tabiat duniawi, atau bagaimana menjadi seorang Kristen yang rohani. Satusatunya yang dapat membuatnya berubah adalah Roh Kudus.

Ingatlah, Tuhan Yesus rnengatakan bahwa kita akan melakukan perkara-perkara yang lebih besar daripada apa yang Ia telah, kerjakan pada waktu Ia berada di dalam dunia ini, di dalam keadaan tubuh manusia Bagaimanakah hal ini bisa terjadi? Dengan kemampuan kuasa Roh Kudus.

Camkanlah hal ini! Kehidupan  Kristen  adalah kehidupan yang penuh keajaiban, kehidupan yang mencerminkan , sifat-sifat Allah. Kekristenan bukanlah apa yang kita lakukan untuk Tuhan, tetapi apa yang telah Ia lakukan untuk kita. Tanpa iman kepada Kristus, kita tidak dapat menjadi orang Kristen, dan tanpa iman dan berserah kepadaNya dari saat ke saat, kita tidak dapat hidup sebagai seorang Kristen. Apabila kita dipenuhi oleh Roh Kudus, Kristus hidup dengan sifat-sifat  keillahianNya di dalam dan  melaui  kita.

Hidup  di  dalam  kemisiknan  Rohani

    Kebanyakan orang Kristen tidak mengerti bagaimana menerima kuasa kebangkitan Kristus dengan iman. Sebagai akibatnya mereka hidup di dalam kemiskinan rohani, tida mengetahui atau tidak mengalami kuasa yang berkelimpahan di dalam Kristus.

Di daerah Texas Barat ada sebuah ladang sumber minyak terkenal, yang dinamakan Yates Pool. Selama masa depressi, ladang itu merupakan tempat peternakan domba milik seseorang yang bernama Yates. Yates tidak dapat mengumpulkan cukup uang untuk membayar hutang-hutangnya, oleh sebab itu ada kemungkinan akan kehilangan tanah peternakannya. Dengan uang yang sedikit untuk membeli pakaian, makanan dan keluarganya, seperti banyak keluarga- keluarga  lain, terpaksalah ia hidup atas tunjangan dari pemerintah.

Setiap hari, sambil menggembalakan domba-dombanya di bukit-bukit Texas bagian barat yang turut naik itu, ia merasa kuatir sekali bagaimana ia akan melunasi hutang-hutangnya. Kemudian serombongan penyelidik dari sebuah perusahaan minyak datang ke daerah itu, dan berkata kepada Yates, bahwa mungkin ada sumber minyak di ladangnya. Mereka meminta ijin untuk menggali sebuah sumur dan ia menanda-tangani sebuah kontrak sewaan dengan perusahaan tersebut.

Kekayaan  yang  tersedia

    Setelah menggali sedalam 335 m, tiba-tiba mereka mendapatkan sebuah sumber minyak yang besar. Sumur yang pertama itu menghasilkan 9.600.000 liter tiap hari. Banyak lagi sumber-sumber yang digali sesudah itu yang menghasilkan dua kali lebih banyak. Kenyataannya, tigapuluh tahun kemudian setelah penemuan itu, suatu pemeriksaan yang dilakukan oleh pemerintah pada salab satu sumber-sumber itu menunjukkan, bahwa tiap-tiap sumur itu masih tetap dapat mengalirkan 15.000.000 liter minyak setiap hari. Dan Yateslah yang memiliki semuanya itu. Pada waktu ia dulu membeli tanah itu, ia telah menerima hak-hak atas pertambangan tersebut. Tetapi lama ia hidup dari tunjangan pemerintah. Seorang multimilyuner yang hidup di dalam kemiskinan. Apakah persoalannya? Karena ia tidak mengetahui, bahwa di tempat itu ada minyak. Ia memilikinya  tetapi  ia  tidak  rnenikmatinya.

Saya tidak dapat memberi gambaran lain yang lebih baik tentang kehidupan Kristen daripada ini. Pada saat kita menjadi anak-anak Allah oleh iman kepada Kristus, kita menjadi ahli waris Allah, dan seluruh kekayaanNya tersedia bagi kita. Setiap hal yang kita butuhkan, termasuk hikmat, kasih, kuasa  untuk menjadi umat Allah dan menjadi saksi yang menghasilkan buah bagi Kristus, disediakan bagi kita. Tetapi kebanyakan orang Kristen tetap hidup di dalam kemiskinan rohani, karena mereka tidak mengetahui bagaimana mendapatkan sumber-sumber kekayaan Allah yang telah menjadi milik mereka. Seperti Yates sebelum sumber minyak itu ditemukan, ia dan keluarganya hidup di dalam kemiskinan oleh karena tidak menyadari kekayaan mereka yang begitu besar.

Ketidak-percayaan

   Ketidak-tahuan bukanlah merupakan alasan satu-satunya mengapa orang-orang Kristen tidak dipenuhi Roh Kudus. Banyak di antara mereka pada dasarnya tidak percaya akan kesetiaan Tuhan. Ada banyak orang Kristen yang mungkin sudah tahu tentang kebenaran-kebenaran Tuhan, akan tetapi, karena bermacam-macam alasan, belum pernah dapat memahami kasih Tuhan. Mereka takut kepada Dia!  Mereka sama sekali tidak percaya  kepadaNya.

Percaya adalah kata lain untuk iman, dan “tanpa iman tidak mungkin orang berkenan kepada Allah.”17 Bagaimanakah perasaan saudara, apabila anak saudara datang kepada saudara dan mengatakan: “lbu, bapa, saya tidak mengasihi kalian. Saya tidak percaya pada bapa dan ibu lagi?” Dapatkah saudara memikirkan hal lain yang lebih menyakitkan hati dari pada ini? Saya tidak dapat. Namun demikian, dengan sikap dan tindakan kita, walaupun tidak dengan kata-kata, banyak di antara kita mengatakan hal itu kepada Tuhan. Kita hidup seakan-akan Allah itu tidak ada, walaupun kita mengaku dengan mulut, bahwa kita melayani Dia. Kita tidak mempercayai janji-janjiNya.

Banyak orang takut menyerahkan diri sungguh-sungguh kepada Kristus, karena takut kalau-kalau Tuhan akan meminta hal-hal yang tidak mungkin dari mereka – bahwa Tuhan akan merubah rencana mereka, menuntut agar mereka melepaskan kekayaannya, mengambil semua kesenangan di dalam hidupnya, membuat mereka menderita di dalam kesusahan-kesusahan atau tragedi-tragedi yang mirip seperti itu.

Seorang pendeta muda yang terkemuka, lulusan seminari yang memperoleh angka-angka yang istimewa, pada suatu hari berkata kepada saya. “Saya belum pernah menyerahkan hidup saya kepada Kristus, karena saya takut akan apa yang akan dilakukanNya terhadap saya.” Kemudian ia menceriterakan kepada saya, bahwa beberapa tahun yang lalu ia mendapat firasat bahwa apabila ia menyerahkan hidupnya kepada Kristus, orang tuanya akan mati di dalam suatu kecelakaan yang menyedihkan. Ia takut untuk berkata “Ya” pada Tuhan, karena takut orang tuanya akan kehilangan nyawa – bahwa Tuhan akan memakai pengalaman semacam itu untuk menguji dia, untuk menentukan kemurnian penyerahannya.

Kita  tidak  mempercayai  Tuhan

  Apakah hal tersebut mungkin dilakukan oleh seorang Bapa yang sungguh-sungguh mengasihi saudara? Siapakah menurut pikiran saudara yang menyebabkan pendeta itu berpikiran demikian? Tentu bukan Tuhan. Itulah Setan yang berkata-kata seperti juga ia berkata-kata kepada Adam dan Hawa berabad-abad yang lalu: “Kamu tidak dapat mempercayai Tuhan.” Tetapi saat ini saya mau katakan, saudara dapat mempercayai Tuhan! Dia mengasihi saudara dan layak untuk saudara percayai

Umpama kedua anak laki-laki saya berkata kepada saya: “Bapa, kami mengasihi ayah dan telah memutuskan bahwa kami akan mengerjakan setiap hal yang bapa suruhkan kepada kami dari sekarang sepanjang umur hidup kami,” bagaimanakah sikap saya menurut pikiran saudara?

Apakah saya akan menjawab pernyataan mereka itu dengan cara seperti yang dikira oleh banyak orang akan dilakukan oleh Tuhan (apabila mereka menyerahkan hidup kepadaNya), yaitu bahwa saya akan memegang kedua anak saya pada bahunya, menggoncang-goncangkannya, dan sambil melotot saya akan berkata:  “Saya telah lama menunggu-nunggu kesempatan ini. Saya akan mernbuat kamu menyesali keputusan ini seumur hidupmu. Saya akan mengambil segala kesenangan hidupmu – mengambil harta bendamu dan menyuruh kamu mengerjakan hal-hal yang tidak kamu sukai.” Ya, banyak orang berpikir bahwa Tuhan akan menjawab secara demikian, apabila mereka mengatakan: “Tuhan, saya menyerahkan hidup saya kepadaMu.” Mereka tidak mengerti bagaimana Tuhan sesungguhnya mengasihi mereka. Tahukah saudara apakah yang akan saya perbuat, apabila anak-anak saya datang kepada saya dan berkata demikian? Saya akan memeluk mereka dengan penuh kasih dan mengatakan  Oh saya juga mengasihi kamu dan saya menerima dengan senang hati pernyataan kasihmu kepadaku. Itulah hadiah yang paling besar yang dapat kamu berikan kepada saya. “

Tuhan mengasih saudara

  Apakah Tuhan kurang mengasihi dan kurang memperhatikan anak-anakNya? Tidak, ia. telah membuktikan berkali-kali, bahwa Ia adalah Tuhan yang penuh kasih. Ia layak untuk kita percayai. Yesus menjamin kita: “Jadi jika kamu yang jahat tahu memberi pemberian yang baik kepada anak-anakmu, betapa pula Bapamu yang di sorga akan memberikan yang baik kepada mereka yang meminta  kepadaNya. ” 18

Banyak mahasiswa dan orang-orang dewasa datang kepada saya meminta nasihat tentang kehendak Allah di dalam hidup mereka. Seringkali mereka takut pada apa yang akan disuruhkan Tuhan kepada mereka. Biasanya saya bertanya kepada mereka, “Apakah saudara percaya bahwa Tuhan mengasihi saudara? Apakah saudara percaya bahwa Ia mempunyai rencana yang indah bagi hidup saudara? Apakah Dia mempunyai kuasa untuk memimpin dan memberkati hidup saudara, jikalau saudara menaruh kepercayaan kepadaNya?” Biasanya jawabnya  mengiakan. Kemudian saya bertanya kepada mereka: “Apakah saudara bersedia percaya kepadaNya sekarang juga agar Dia memimpin dan menguasi saudara dalam kehidupan yang suci dan menjadi saksi yang berbuah-buah bagi Kristus?” Pada saat itu kebanyakan dari mereka bersedia menjawab “Ya” kepada Dia dedengan sebulat hati. Mereka mulai mengerti, bahwa perasaan keragu-raguan telah ditempatkan di dalam hatinya oleh iblis.

Berkat  sebagai  balasannya

 Apabila saudara memberikan hidup saudara kepada Kristus, saudara tidak perlu kuatir tentang apa yang akan terjadi ke atas diri saudara. Mungkin saudara merasa takut bahwa Dia akan mengambil kesenangan-kesenangan saudara, menyebabkan saudara meninggalkan pekerjaan atau jabatan saudara, mengambil kekayaan saudara, atau memutuskan persahabatan atau hubungan dengan kekasih saudara. Saudara mungkin takut kalau-kalau Dia akan mengirimkan saudara sebagai seorang penginjil ke suatu tempat yang terpencil di dunia ini, di mana saudara akan kehilangan nyawa bagiNya.

Mungkin Dia benar-benar meminta saudara untuk berbuat salah satu atau lebih dari hal-hal yang disebutkan tadi, tapi mungkin juga tidak. Jikalau Dia menghendaki demikian, saudara sepantasnya bersukacita di dalam hak istimewi itu, karena Tuhan pasti selalu memberi berkat kepada mereka yang percaya dan patuh kepadaNya. Beberapa orang yang merasa paling bahagia yang telah saya jumpai ialah mereka yang melayani Kristus di daerah yang terpencil dan primitif. Orang-orang yang lain telah menyerahkan kemasyurannya dan harta-bendanya untuk mengikut Dia. Alkitab mengingatkan kepada kita, bahwa “Karena mata Tuhan menjelajah seluruh bumi untuk melimpahkan kekuatanNya kepada mereka yang bersungguh hati terhadap Dia. ”  19

Saudara dapat mempercayai Tuhan. Jikalau Dia memimpin saudara untuk menyerahkan sesuatu, Dia akan memberikan lebih banyak berkatnya sebagai balasan daripada apa yang pernah saudara terima sebagai rahmatNya. Hanya Tuhan sendirilah yang patut saudara percayai. Saya mengajak saudara agar datang dengan bebas kepada Kristus dan mengatakan: “Tuhan, inilah saya. Ambillah hidup saya dan pakailah saya untuk kemuliaanMu.” Saudara tidak usah takut pada apa yang akan dilakukanNya terhadap saudara. Sebagaimana Tuhan memperingatkan kita di dalam I Johanes 4: 18. “Di dalam kasih tidak ada ketakutan: kasih yang sempurna melenyapkan ketakutan; sebab ketakutan mengandung hukuman dan barangsiapa takut, ia tidak sempurna di dalam kasib.” Firman Tuhan dan pengalaman-pengalaman dari orang banyak selama berabad-abad itu memberikan jaminan yang tak ternilai, bahwa kita dapat percaya kepada Tuhan sepanjang hidup kita dan segala sesuatu boleh menjadi milik kita.

Sumber:  http://www.transferableconcepts.org/inz/spirit/average.html

 

Baca juga:

1 Comment

  1. Terimakasih untuk artikelnya, sekarang saya menyadari bahwa didalam percaya ϑαή berserah sepenuhnya kepada Tuhan Yesus sebenarnya kita telah menyerahkan hidup kita kepada Pemilik Alam Semesta Ɣªήğ begitu besar kasihNya, berkatNya, janjiNya, pengampunanNya ϑαή penyertaanNya. Kita ǟƘǟπ diberikan hal2 terbaik yg tdk pernah terpikirkan oleh akal pikiran kita. Siapakah yg lebih besar daripada Dia. Dialah Pembela kita Ɣªήğ sejati. Tuhan Semesta Alam yg begitu menyayangi kita bahkan menyayangi kita seperti biji mataNya sendiri. Dengan percaya ϑαή berserah kepadaNya segala keraguan, ketakutan, kuatir ǟƘǟπ dilenyapkan melalui kasihNya. Amien.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *