Mempertahankan Nilai-Nilai Kerajaan Allah

Nilai-nilai Kerajaan

…..katanya :” Waktunya telah genap; Kerajaan Allah sudah dekat. Bertobatlah dan percayalah kepada Injil.” Mar 1:15

Pendahuluan

Di dalam kehidupan modern saat ini, kita menemukan nilai-nilai dunia sudah berbaur di dalam lingkungan kita. Banyak nilai-nilai dunia bertentangan dengan nilai-nilai Kristen. Bagaimana kita hidup di dalam Tuhan tanpa dipengaruhi dengan keadaan sekitar? Sepertinya ini sangat menantang,tetapi ada jalan keluar. Minggu ini, kita melihat bagaimana kita dapat membawa dampak didalam lingkungan, dimana kita tinggal dengan memegang prinsip –prinsip Kerajaan Allah dengan melihat kehidupan Daniel.

Pembahasan

Atas pertanyaan orang-orang Farisi, apabila Kerajaan Allah akan datang, Yesus menjawab, kata-Nya:”Kerajaan Allah akan datang, Yesus menjawab, kata-Nya:”Kerajaan Allah datang tanpa tanda-tanda lahiriah, juga orang tidak dapat mengatakan:Lihat, ia ada di sini atau disana! Sebab sesungguhnya Kerajaan Allah ada di antara kamu.” Lukas 17:20-21

Daniel ada di Babilonia dan tinggal didalam lingkungan penyembah berhala. Dia dibawa ke Babilonia saat dia masih remaja dari Yudea dan tinggal disana sampai berumur 85 tahun atau lebih dari hidupnya. Selain hidup seperti orang Babilonia pada umumnya, dia tetap hidup di dalam imannya di dalam Tuhan. Disinilah nilai tambah yang Daniel dan teman-temannya, Hananya, Misael dan Azarya bawa saat mereka tinggal di Babilon.

a. Daniel mengikuti pengetahuan di Babilonia tetapi tidak mempermalukan prinsipnya.

Disebutkan bahwa Daniel dan teman-temannya menerima pengetahuan di tanah itu (Dan 1:4). Walau demikian, mereka tidak mengikuti tata cara yang bukan dari Tuhan. Melainkan tetap terus hidup di dalam iman mereka kepada Tuhan.Mereka bahkan menolak untuk menyantap makanan yang diberikan oleh raja, karena mereka tidak mau menajiskan diri mereka (Dan 1:8). Ketika teman-temannya disuruh menyembah patung raja Nebukadnezar, mereka menolak akibatnya mereka dimasukkan ke perapian yang menyala-nyala dimana tujuh kali lebih panas dari biasanya. Walau itu adalah hukuman mati,namun, iman mereka mengalahkan perintah raja itu. Oleh karena iman mereka, Tuhan melepaskan mereka dan mereka tidak mati di perapian bahkan mereka hidup!

Daniel dan teman-temannya membuat keputusan yang benar dengan memegang teguh perkataan Allah yang kekal. Mereka fokus hanya kepada mata rohani mereka,yaitu kepada Tuhan. Kerajaan Allah bukan dari dunia ini seperti yang di sebutkan oleh Yesus di dalam Yohanes 18:36.

Dalam lingkungan sosial yang modern, media cetak (TV, Koran, majalah) adalah media yang sangat bagus untuk menjangkau banyak orang. Namun, ini sangatlah penting dimana kita sebagai orang yang mengenal Tuhan membuat suatu garis, saat dimana sistem dunia itu bertolak belakang dengan prinsip iman kita. Keputusan kita menunjukan masa depan kita. Saat kita memilih untuk patuh kepada Yesus dengan menolak pornografi, sex bebas, dan tindakan negatif lainnya, kita sedang mengumpulkan harta disorga dimana ngengat dan karat tidak merusaknya atau menghancurkannya (Mat 6:20). Mulai sekarang taburlah prinsip Allah dalam pikiran kita.

Seperti perumpamaan:
Menabur pikiran, menuai tindakan.
Menabur dalam tindakan, menuai kebiasaan.
Menabur kebiasaan, menuai karakter.
Menabur karakter, menuai sebuah masa depan.

b. Dapat melayani dengan baik di dunia sekuler

Daniel menunjukkan kita sebagai contoh yang baik dengan melayani dalam tugasnya sebagai penafsir mimpi. Dia tidak melayani sebagai seorang pemuka agama tetapi dia melayani raja di dunia sekuler. Diberitahukan bahwa dia seorang yang mempunyai roh yang luar biasa (Dan 5:12). Bahkan musuhnya tidak dapat menemukan kesalahan atau kelalaian dalam dirinya (Dan 6:4). Dapat kita lihat Daniel mempunyai etika kerja yang tinggi. Dia tidak menipu saat dia sedang bekerja dengan mengerjakan hal yang lain. Dia tidak menyalahgunakan otoritasnya dalam kerajaan dan bahkan raja menunjuk dia sebagai wakil raja atas seluruh kerajaan (Dan 6:3), itu menunjukkan bagaimana raja sungguh mempercayai Daniel!

Tidak peduli dilingkungan sosial atau tempat kerja yang bagaimana engkau ditempatkan, tetapi masalahnya bagaimana kita dapat memuliakan Tuhan disetiap tanggung jawab yang diberikan. Yesus berkata harus menjadi garam dan terang dunia (Mat 5:12-14). Kita harus membuat perbedaan. Bunda Theresa, meskipun melayani di daerah yang kekurangan, pelayanannya dikenal seluruh dunia karena dia telah membuat sebuah keputusan untuk membuat perbedaan di lingkungan dimana ia tinggal. Kita dapat juga membuat perbedaan dengan melayani seperti ayah dan ibu bagi anak-anak kita, sebagai anak yang setia kepada orang tua kita, sebagai pemilik atau pekerja dari organisasi dimana kita bekerja, sebagai orang percaya yang setia atau sebagai seorang hamba Tuhan ditempat dimana kita melayani.

c. Nama Babilonia-nya, “Beltsazar’ tidak mempengaruhi karakternya

Ini adalah sangat menarik diperhatikan bahwa Daniel dalam Babilonia berarti “ Bel protect the King raja”. Bel menunjuk kepada Tuhan-nya Babilonia. Nama Daniel artinya “Tuhan adalah hakimku”. Meskipun namanya Beltsazar lebih sering digunakan sejak dia tinggal di Babilonia, karakter Daniel tidak menunjukkan dia sebagai seorang yang menyembah Tuhannya orang Babilonia. Dia bahkan masih memegang kepercayaan Yahudinya dan menyembah Tuhan 3 kali sehari (Dan 6:10)! Tidak ada sekalipun Daniel menyebah Allah lain. Masalahnya bukan apa yang terjadi kepada kita tetapi lebih kearah bagaimana kita merespon dengan apa yang kita alami. Daniel menunjukkan bahwa imannya tidak dapat dipengaruhi oleh nama Babilonia yang ia punya.

Seringkali di dalam kehidupan kita, orang memanggil nama kita untuk mempermainkan atau menyakiti kita. Namun, jika kita memilih untuk hidup dengan tidak berdasarkan arti nama tersebut, lambat laun arti dari nama itu akan hilang dengan sendirinya! Jika kamu pikir tidak ada jalan, Daniel dengan jelas menunjukkan bahwa itu ada jalan.

d. Daniel mengetahui kewarganegaraan kekalnya – Sorga

Jalan hidup Daniel menunjukkan dia mempunyai cara pandang yang kekal. Dia memimpin hidupnya dengan cara berbeda yang dunia tunjukkan. Dia bisa berbicara dan seperti seorang Babilonia, tetapi karakternya menunjukkan perbedaan! Imannya diakui oleh raja yang dilayaninya. Bahkan saat ia dijatuhkan ke gua singa, imannya tetap tak tergoyahkan!

Filipi 3:20, kewargaan kita adalah di dalam sorga. Sebagai warga kerajaan sorga, kita harus dapat menunjukkan bahwa kita adalah kepunyaan sorga! Di dalam keluarga kerajaan, ada banyak hal yang mereka tidak diperbolehkan melakukan secara bebas karena adanya keterbatasan yang sudah ditetapkan. Seperti halnya kita, sebagai orang Kristen, kita mempunyai standard hidup, yang mana Kristus ada disetiap aspek kehidupan kita. Yesus datang ke dunia supaya kita dapat mengikuti teladanNya. Paulus berkata, “ jadilah pengikutku, sama seperti aku juga menjadi pengikut Kristus” (1 Kor 11:1). Maka dari itu kita dipanggil seorang Kristen, yang berarti pengikut Yesus Kristus.

Pembahasan

1. Nilai duniawi apa yang dapat membuat kamu melanggar keimanan-mu dan bagaiman kita dapat berdiri teguh untuk menentang itu.

2. Diskusikan apakah ada contoh orang-orang disekelilingmu atau orang yang engkau tahu yang berpegang dalam iman mereka dan bagaimana kah karakter mereka yang membuat mereka jadi contoh.

Kesimpulan

Sebagai duta kerajaan Yesus (1 Kor 5:20), marilah kita menjadi duta yang baik yang mewakili kerajaan Allah. Daniel adalah sebuah contoh yang baik bagaimana kita dapat mewakili Kerajaan Allah meskipun kita hidup ditengah kerajaan yang menyembah berhala. Kita dapat membuat perbedaan dengan membawa nilai-nilai keTuhanan kepada sekitar kita dengan hidup dan menanamkan cara pikir Kerajaan Allah.

Biarlah Tuhan dimuliakan!

Baca juga:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *