Membangun Rumah Kesukaan Tuhan

PENDAHULUAN

Kehidupan manusia tidak pernah mencapai kemaksimalannya apabila manusia tidak mengetahui isi hati Tuhan yang paling dalam. Banyak orang mengetahui pentingnya hati Tuhan, tetapi mereka sama sekali tidak mengerti apa isi hati Tuhan. Isi hati Tuhan bukanlah seperti yang biasa didengung-dengungkan manusia. Ada orang yang berpikir bahwa isi hati Tuhan yang terdalam adalah penginjilan, atau misi: memang hal itu penting tetapi bila kedua hal tersebut tidak dikaitkan oleh isi hati Tuhan, maka kedua hal tersebut akan menjadi kegiatan manusiawi yang sia-sia. Isi hati Tuhan juga bukan pekerjaan sosial dan melakukan pekerjaan-pekerjaan untuk memberkati area-area kehidupan seperti: pendidikan, bisnis, pemerintahan, pertanian, teknologi, seni, olah raga, dan sebagainya. Itupun adalah hal yang penting, namun bila tidak dikaitkan dengan isi hati Tuhan yang terdalam maka itupun sia-sia.

Bagaimana dengan pendalaman alkitab, peperangan rohani, gerakan doa, pemuridan, dan sebagainya? Sekali lagi, semua hal tersebut adalah hal yang sangat baik tetapi bila bukan berkaitan dari isi hati Tuhan maka hal-hal itu hanyalah kegiatan agamawi yang mati dan tidak memberi pengaruh apa-apa.

Lalu, apakah isi hati Tuhan yang terdalam itu? Isi hati Tuhan yang terdalam adalah menyangkut sebuah maksud, yang disebut Maksud Abadi Allah (Efesus 3:3-11). Allah mempunyai sebuah Maksud Abadi, yaitu bahwa Allah menginginkan sebuah tempat kediaman bagi diriNya. Ia ingin agar kita semua yang diselamatkanNya, boleh menjadi anggota Rumah yang kekal itu. Apabila kita hidup dan beraktifitas dari Rumah Allah tersebut, maka kita akan mencapai hidup maksimal kita sehari-hari.

Hidup kita sebenarnya adalah ekspresi dari Rumah Allah yang kekal itu. Kita diciptakan untuk hidup di Rumah Allah dan mengekspresikan Allah dalam pernikahan, keluarga, komunitas sel, bahkan dalam kehidupan sehari-hari kita. Inilah kehidupan yang berkelimpahan. Namun, persoalannya banyak orang tidak mengerti bagaimana mengekspresikan Allah. Renungan 30 hari ini akan menolong kita untuk belajar mengekspresikan Allah dalam aspek-aspek seperti di atas. Renungan ini tidak lengkap tanpa buku penjelasan yang lengkap tentang Membangun Rumah Tuhan, Build MY Home. Anda bisa merenungkan lebih jauh renungan ini dengan menggunakan buku Build My Home.

Praktekkanlah renungan ini secara pribadi maupun korporat. Bahan-bahan ini juga menjadi bahan-bahan diskusi (PTP) di dalam jemaat dasar atau komunitas sel.

Selamat menikmati pertumbuhan menuju kemaksimalan hidup melalui renungan ini.

Hari 1 RAHASIA HIDUP DISINGKAPKAN

M1 : MENERIMA FIRMAN

Bacalah Kolose 1:25-27; Yohanes 1:14 dengan hati yang haus dan disertai dengan doa agar Tuhan menyatakan rahasiaNya.

M2 : MERENUNGKAN FIRMAN

Bacalah Kolose 1:25-27; Yohanes 1:14 dengan teliti. Jawablah pertanyaan-pertanyaan sebagai berikut:

1. Tugas apakah yang dipercayakan Allah kepada Paulus? (Kolose 1:25) Hal apakah yang dimaksud Paulus itu? (Kolose 1:26)

2. Apakah isi rahasia yang dinyatakan Tuhan itu? (Kolose 1:27)

3. Hal apakah yang telah terjadi pada Kristus, Firman itu? (Yohanes 1:14)

Rahasia atau misteri adalah suatu pengetahuan khusus yang dibukakan kepada orang-orang yang sudah mengenal Kristus, yaitu orang-orang kudusnya Tuhan. Isi rahasia inilah yang merupakan rahasia keberhasilan hidup kita. Kalau kita mengetahui rahasia tersebut, maka kita akan mengalami kehidupan yang mulia dan berkelimpahan.

Apakah isi rahasia tersebut? Sederhana sekali: KRISTUS ADA DI TENGAH-TENGAH KITA, SEBAGAI PENGHARAPAN AKAN KEMULIAAN.

Jadi apakah rahasia hidup yang dinyatakan Tuhan kepada kita?

Hidup kita bukan berada pada uang, kekuasaan, dukungan orang kaya, kesempatan-kesempatan emas, janji-janji pemerintah, asuransi, atau jaminan-jaminan apapun.

Hidup kita ternyata terletak pada Kristus (firman) yang telah berdiam di dalam dan di antara kita.

Kristus (firman) sebagai perantara kita telah membawa Allah Tritunggal untuk berdiam di antara kita (Yohanes 14:23). Kita (komunitas) telah menjadi RumahNya. Jadi segala sesuatu yang kita perlukan dalam hidup ini dapat kita peroleh di dalam Rumah Tuhan.

Kuncinya adalah kita perlu memandang kemuliaan Kristus yang berada di tengah-tengah kita.

Hari 2 MAKSUD ABADI ALLAH

M1 : MENERIMA FIRMAN

Bacalah Efesus 3:3-5, 11 dengan hati yang haus dan disertai dengan doa agar Anda mengerti rahasiaNya.

M2 : MERENUNGKAN FIRMAN

Bacalah Efesus 3:3-5, 11 dengan teliti. Jawablah pertanyaan-pertanyaan sebagai berikut:

1. Bagaimanakah Rahasia Kristus itu dinyatakan kepada Paulus? (ayat 3) Bagaimana caranya agar kita dapat mengetahui Rahasia Kristus itu? (ayat 3-4)

2. Kepada siapakah Rahasia Kristus itu tidak diberitakan? Kepada siapakah akhirnya Rahasia Kristus itu dinyatakan? (Ayat 5)

3. Disebut dengan apakah isi Rahasia Kristus itu? (ayat 11) Isilah bagian kosong dari ayat 11:

“sesuai dengan ______________, yang telah dilaksanakan-Nya dalam Kristus Yesus, Tuhan kita.”

Ternyata, isi Rahasia Kristus tersebut disebut juga sebagai Maksud Abadi Allah. Itu adalah sebuah maksud yang bersifat Abadi. Artinya, maksud hati Allah itu sudah ada sebelum dunia dijadikan, tetap ada dalam segala jaman dan akan terus ada setelah dunia lama lenyap. Jadi maksud hati Allah ini tetap ada selama-lamanya. Coba bayangkan rahasia kehidupan kita itu bersifat kekal, tidak berubah, oleh segala perubahan jaman.

Hari sebelumnya kita telah belajar bahwa rahasia tersebut adalah kediaman Kristus di dalam dan di tengah-tengah komunitas kita.

Jadi Allah telah merencanakan jauh sebelum penciptaan, bahwa sumber hidup kita diperoleh dari Rumah Tuhan. Itulah sebabnya kita perlu hidup di Rumah Tuhan, dan kita akan terus-menerus hidup di Rumah Tuhan sampai selama-lamanya (Wahyu 21-22).

Di Rumah Tuhanlah segala kebutuhan hidup kita akan terjawab.

Hari 3 RUMAH ALLAH YANG ABADI

M1 : MENERIMA FIRMAN

Bacalah Kejadian 1:1-3; Yohanes 14:10 dengan hati yang haus dan sambil berdoa agar Tuhan menyatakan lebih dalam lagi Maksud AbadiNya.

M2 : MERENUNGKAN FIRMAN

Bacalah Kejadian 1:1-3; Yohanes 14:10 dengan teliti. Jawablah pertanyaan-pertanyaan sebagai berikut:

Siapakah yang pada mulanya menciptakan langit dan bumi? (Kejadian 1:1)
Bagaimanakah keadaan bumi? Siapakah yang melayang-layang di atas permukaan air? (Kejadian 1:2)
Hal apakah yang Allah lakukan setelah itu? (Kejadian 1:3)
Coba bayangkan dan jelaskan bagaimana hubungan Yesus dan Bapa? (Yohanes 14:10)

Kita telah melihat sebelumnya tentang maksud abadi Allah, yaitu bahwa Allah mau mempunyai rumah di bumi. Mengapa Allah mau mempunyai rumah di bumi? Hal itu bukan karena Tuhan tidak mempunyai rumah. Hal itu dimulai dari kekekalan. Di dalam kekekalan, sebelum ada penciptaan, Allah telah hidup dalam sebuah hubungan saling tinggal (mutual indwelling). Allah Tritunggal itu, yaitu Bapa, Firman, dan Roh Kudus itu selalu berdiam bersama-sama. Dalam penciptaan mereka bekerja sama. Mereka tidak pernah bertindak sendiri-sendiri. Mereka hidup dalam sebuah hubungan saling yang disebut rumah. Mereka begitu menikmati hubungan saling itu.

Di antara Allah Tritunggal, kita dapat menemukan ada perbuatan saling mengasihi, saling bersekutu, saling bergantung, saling menghormati, saling tunduk, saling berdiam, dan komunitas sejati.[1] Jadi Allah pencipta kita telah memberikan kita contoh bahwa hidup yang berkelimpahan atau hidup kekal itu adalah hidup dalam komunitas yang mempraktekkan hubungan saling. Itulah Rumah Allah yang abadi. Gaya hidup itulah yang Allah ingin kita miliki.

Hari 4 MENJADI RUMAH ALLAH DI BUMI

M1 : MENERIMA FIRMAN

Bacalah Yohanes 17:20-24 dengan hati yang haus dan sambil berdoa meminta Roh hikmat dan wahyu bekerja dalam perenungan ini.

M2 : MERENUNGKAN FIRMAN

Bacalah Yohanes 17:20-24 dengan teliti, dan jawablah pertanyaan-pertanyaan sebagai berikut:

Hal apakah yang Kristus doakan untuk murid-murid dan orang-orang yang percaya kepadaNya? (ayat 20-21)
Hal apakah yang telah diberikan kepada murid-muridNya dan orang-orang yang percaya kepadaNya, agar mereka dapat (mampu) menjadi satu sama seperti Allah Tritunggal? (ayat 22-23)
Hal apakah lagi yang Kristus minta dari Bapa, agar semua hal di atas dapat terwujud? (ayat 24)

Ternyata tujuan kedatangan Kristus bukan hanya menyelamatkan kita dari dosa. Tujuan utama kedatangan Kristus adalah untuk mewujudkan maksud abadi Allah, yaitu menjadikan kita sebuah komunitas yang saling tinggal, seperti komunitas Allah Tritunggal yang saling tinggal (mutual indwelling). Dengan perkataan lain, kita dijadikan rumah (komunitas saling tinggal), sama seperti rumah Allah Tritunggal.

Bagaimanakah cara Kristus menjadikan kita rumah seperti rumah Allah Tritunggal? Kristus memberikan kita kemuliaanNya yang telah hilang karena dosa (Roma 6:23). Kemuliaan tersebut adalah: “Aku di dalam mereka dan Engkau di dalam Aku” (ayat 23). Artinya Kristus yang bersatu dengan Bapa dan Roh Kudus sekarang tinggal di dalam orang-orang percaya. Berarti Allah Tritunggal (Rumah sorgawi) bergabung dengan orang-orang percaya (rumah di bumi).

Lalu selanjutnya agar rumah di bumi dapat semakin bertumbuh menjadi serupa dengan rumah sorgawi, maka Kristus berdoa agar kita (rumah di bumi) selalu bersatu dan tidak terpisah dengan rumah sorgawi. Mengapa? Supaya kita sebagai rumah di bumi selalu melihat kemuliaan Kristus, yaitu rumah sorgawi itu. Jadi semakin kita melihat kemuliaan Kristus, kita semakin dapat mengekspresikan cara hidup Allah Tritunggal itu, dan dengan demikian kita semakin serupa dengan rumah sorgawi.

Hari 5 PENTINGNYA MENGERTI MAKSUD ABADI ALLAH

M1 : MENERIMA FIRMAN

Bacalah Kolose 1:9-12 dengan hati yang haus dan sambil berdoa agar Tuhan memberikan pengertian dalam renungan hari ini.

M2 : MERENUNGKAN FIRMAN

Bacalah Kolose 1:9-12 dengan teliti, jawablah pertanyaan-pertanyaan sebagai berikut:

Hal apakah yang tak henti-hentinya diminta Paulus dalam doa untuk jemaat di Kolose? (ayat 1) Apakah kehendak Allah yang dimaksud? (Baca juga Efesus 1:9-11)
Apakah berkat-berkat yang akan dialami oleh orang-orang yang mengerti kehendak Tuhan dengan sempurna? (ayat 10-12)

Keberhasilan hidup kita bukan dimulai dari uang, kepribadian, dukungan orang atau lembaga yang hebat, atau apapun di dunia ini. Keberhasilan hidup kita dimulai dari kemampuan untuk mengenal kehendak Tuhan dengan sempurna.Banyak orang telah mengenal kehendak Tuhan, tetapi belum tentu dengan sempurna. Apakah kehendak Tuhan yang dimaksud?

Surat Kolose dan Efesus adalah 2 surat yang kembar. Jadi kita dapat mengetahui dari surat Efesus bahwa kehendak Tuhan yang dimaksud adalah maksud abadi Allah, yaitu bahwa di dalam Kristus dipersatukan rumah sorgawi dengan rumah di bumi (Efesus 1:9-11).

Paulus berdoa supaya jemaat dapat mengerti kehendak Tuhan tersebut dengan sempurna. Kalau kita telah mengenal maksud abadi tersebut dengan sempurna, maka hidup kita layak dan berkenan kepadaNya di dalam segala hal. Kita pasti akan berbuah lebat dalam segala pekerjaan, bertumbuh dalam pengetahuan yang benar tentang Allah. Kita bahkan dapat menanggung apapun dengan sabar, mengucap syukur dengan sukacita kepada Bapa. Akhirnya kita mendapat bagian dalam apa yang ditentukan dalam kerajaan Allah. Jadi mulailah hidup kita dengan pecerahan tentang maksud abadi Allah.

Hari 6 TITIK PENGHUBUNG RUMAH DI SORGA DAN RUMAH DI BUMI

M1 : MENERIMA FIRMAN

Bacalah Kolose 1:17-20 dengan hati yang haus dan sambil berdoa agar Allah memberikan pengertian dalam renungan hari ini.

M2 : MERENUNGKAN FIRMAN

Bacalah Kolose 1:17-20 dengan teliti dan jawablah pertanyaan-pertanyaan sebagai berikut:

Siapakah Kristus dalam hubungan dengan jemaat? (ayat 18)
Apakah yang berdiam di dalam Kristus? (ayat 19)
Hal apakah yang dilakukan oleh Kristus dengan darah salibNya? (ayat 20)

(gambar)

Gambar ini melukiskan apa yang dijelaskan oleh Paulus dalam Kolose 1:18-20. Di dalam Kristus berdiam seluruh kepenuhan Allah. Bapa dan Anak dan Roh Kudus tidak dapat dipisahkan. Jadi di dalam Kristus ada rumah sorgawi. Agar kita dapat bersatu dengan rumah sorgawi maka Kristus harus menjelma menjadi manusia. Ia mati dan bangkit, lalu duduk di sebelah kanan Allah Bapa untuk membaptis (mempersatukan) kita sebagai tubuhNya (1 Korintus 12:13).

Jadi hanya melalui Kristus kita dapat berhubungan dengan rumah sorgawi kita. Kristus adalah titik penghubungnya. Titik penghubung adalah pintu gerbang, akses, jalan satu-satunya kepada rumah sorgawi dimana sumber hidup kita berada. Segala hal yang kita perlukan bersumber dari Allah Tritunggal dan itu hanya dapat dialirkan melalui Kristus sebagai jalan dan penghubungnya.

Itulah sebabnya kita harus selalu menjadikan Kristus sebagai pusat. Dengan berpusatkan Kristus, hidup kita tidak akan pernah berkekurangan, tetapi akan berkelimpahan segala berkat rohani (Efesus 1:3).

Hari 7 DUA RAHASIA BESAR

M1 : MENERIMA FIRMAN

Bacalah Kolose 2:1-3; Efesus 3:4-6 dengan hati yang haus dan penuh doa agar Tuhan memberikan pengertian dalam renungan hari ini.

M2 : MERENUNGKAN FIRMAN

Bacalah Kolose 2:1-3; Efesus 3:4-6 dengan teliti dan jawablah pertanyaan-pertanyaan sebagai berikut:

Seberapa beratkah perjuangan Paulus untuk mereka-mereka yang ada di Laodikia? (Kolose 2:1) Mengapa Paulus rela menderita seperti itu? Hal-hal apakah yang Paulus rindu mereka peroleh? (Kolose 2:2) Mengapa? (Kolose 2:3)
Rahasia apakah yang dinyatakan kepada Paulus melalui Roh? (Efesus 3:4-5) Apakah isi rahasia tersebut? (Efesus 3:6)

Di dalam ayat-ayat yang dibahas di atas terdapat 2 rahasia besar:

Kolose 2:1-3 adalah tentang Rahasia Allah, yaitu Kristus.
Efesus 3:4-6 adalah tentang Rahasia Kristus, yaitu tubuh atau gereja.

Apakah maksud dari kedua rahasia tersebut?

Rahasia adalah sesuatu yang tidak dapat diketahui kalau tidak dinyatakan.

Contoh: kita tidak bisa mengetahui apa yang ada di dalam sebuah ruangan yang tertutup bila tidak ada kunci. Rahasia ruangan tersebut hanya dapat diketahui melalui kunci.

Demikian pula kedua rahasia tersebut.

Rahasia Allah yaitu Kristus. Artinya semua rahasia Allah yang tidak dapat diketahui, dilihat, dialami, dapat diketahui melalui Kristus. Mengapa? Sebab Kristus adalah gambar Allah yang tidak kelihatan (Kolose 1:15, Ibrani 1:3). Jadi untuk melihat, mengetahui, mengenal, mengalami Allah hanyalah melalui satu-satunya jalan, yaitu Kristus. Dimanakah kita dapat mengenal Kristus dengan sempurna? Kita perlu rahasia yang kedua.
Rahasia Kristus yaitu tubuh/gereja. Kita hanya dapat mengenal Kristus oleh kuasa Roh Kudus dan Firman, tetapi melalui tubuh Kristus atau gereja. Mengapa? Karena tubuh adalah ekspresi dari kepala. Kalau Anda dan saya berharap mengenal Kristus, mendengar Kristus, menyentuh Kristus, dan mengalami Kristus sepenuhnya, kita hanya akan menemukan Dia di dalam sebuah ekspresi penuh dari tubuhNya. Sebab, gerejaNya, sebagaimana Allah menyebutnya, sebagai gambar nyata dari Kristus yang tidak kelihatan. Gereja adalah kehadiran dari Kristus, sebagaimana Kristus adalah kehadiran Allah. Seperti Dietrich Bonhoeffer meletakkan gereja pada fungsinya, sebagai “Kristus yang hadir sebagai komunitas.”[2]

Hari 8 GAMBARAN DI PIKIRAN MENENTUKAN PERBUATAN

M1 : MENERIMA FIRMAN

Bacalah Mazmur 115:4-8 dengan hati yang haus sambil berdoa agar Tuhan memberikan pengertian dalam renungan hari ini.

M2 : MERENUNGKAN FIRMAN

Bacalah Mazmur 115:4-8 dengan teliti dan jawablah pertanyaan-pertanyaan sebagai berikut:

1. Apakah berhala-berhala yang disembah bangsa-bangsa? (ayat 4)

2. Seperti apakah Allah menggambarkan berhala-berhala tersebut? (ayat 5-7)

3. Apakah akibatnya bagi orang-orang yang percaya kepadanya? (ayat 8)

Di dalam ayat-ayat di atas, Allah memberikan kita sebuah prinsip, bahwa seseorang akan menjadi seperti berhala (ilah) yang dipercayainya. Bila berhala (ilah) yang dipercayainya adalah berhala (ilah) yang mati, maka mereka yang mempercayainya juga akan mati rohani. Ternyata berhala-berhala itu dibuat oleh mereka. Dari manakah mereka mendapatkan gambar berhala tersebut? Tentu dari imajinasi mereka. Jadi kita dapat menyembah suatu ilah (sesembahan) berdasarkan sesuatu yang terbentuk di imajinasi kita. Banyak orang Kristen mempunyai gambaran tentang Allah yang keliru atau tidak tepat diimajinasinya. Kebanyakan orang Kristen mempunyai gambaran tentang Allah diimajinasi mereka sesuai dengan informasi-informasi yang tidak lengkap, berdasarkan tradisi-tradisi yang salah, berdasarkan pengaruh kepercayaan-kepercayaan lain, bahkan berdasarkan pengalaman-pengalaman masa lalu yang negatif.

Kebanyakan gambaran Allah diimajinasi orang Kristen bukanlah gambaran Allah Tritunggal yang saling mengasihi dan relasional, tetapi seorang diktator tunggal yang bertahta di sorga, yang membiarkan umatnya hidup dan berjuang dengan kekuatannya sendiri di bumi. Ini adalah gambaran tentang Allah yang kurang lengkap dan tidak seimbang. Akibatnya, umat Tuhan yang memiliki gambaran tersebut akan menjadi seperti ilah (sesembahan) yang disembahnya. Mereka cenderung independen, tidak mampu membangun hubungan dan mengasihi. Bahkan banyak aspek kehidupannya terpengaruh oleh gambaran di imajinasinya.

Hari 9 KONSEP DIPENGARUHI OLEH GAMBARAN DI PIKIRAN

M1 : MENERIMA FIRMAN

Bacalah Yohanes 17:3; 13:34-35; 2 Petrus 1:2 dengan hati yang haus sambil berdoa agar Tuhan memberikan pengertian dalam renungan hari ini.

M2 : MERENUNGKAN FIRMAN

Bacalah Yohanes 17:3; 13:34-35; 2 Petrus 1:2 dengan teliti dan jawablah pertanyaan-pertanyaan sebagai berikut:

1. Apakah artinya hidup kekal itu? Siapakah pribadi yang harus dikenal? (Yohanes 17:3)

2. Apakah perintah baru yang diberikan Kristus kepada murid-muridNya? Dengan apakah semua orang akan tahu bahwa mereka adalah murid-muridNya? (Yohanes 13:34-35)

3. Oleh karena apakah kasih karunia itu melimpahi (bahasa Inggris = berlipat ganda – NKJV) hidup seseorang? (2 Petrus 1:2)

Kita sekarang akan melihat bahwa konsep hidup kekal, pemuridan, dan kasih karunia sangat dipengaruhi oleh gambaran Allah yang ada di pikiran kita. Hidup kekal itu bukan sekedar Kristus yang duduk di tahta di sorga telah mengampuni dosa kita dan menunggu kita masuk sorga setelah kematian.

Hidup kekal artinya mempunyai hubungan intim (bersatu) dengan Bapa, Anak melalui Roh Kudus (Yohanes 13:34-35). Artinya, hidup kekal adalah mengenal atau intim (bersatu) dengan Allah Tritunggal. Bila kita bersatu dengan Allah Tritunggal, maka kita mempunyai sifat yang sama dengan Allah Tritunggal, yaitu saling mengasihi (1 Yohanes 3:14-15). Sekarang kebanyakan konsep keselamatan bukanlah bersatu dengan Allah Tritunggal tetapi sekedar diampuni oleh Allah (tunggal) yang berjauhan dengan umatNya.

Demikian juga pemuridan. Sasaran pemuridan adalah menjadi sama seperti sifat Allah Tritunggal yaitu saling mengasihi (Yohanes 13:34-35). Bahkan Allah Tritunggal yang tinggal di antara kita, aktif terlibat memuridkan (mengajarkan) kita agar kita dapat mengekspresikan sifat Allah Tritunggal itu. Allah bukan duduk di tahta di sorga, lalu menyuruh seseorang mengajar yang lain agar mencontek hidup Allah (tunggal) tersebut.

Begitu juga tentang kasihi karunia. Kasih karunia bukanlah kekuatan yang disalurkan oleh Allah (tunggal) di sorga kepada orang-orang yang memerlukannya di bumi. Kasih karunia berlipat ganda bila kita mengenal (intim / bersatu) dengan Bapa, Kristus dan melalui kuasa ilahiNya (Roh Kudus) (2 Petrus 1:2-3). Jadi kasih karunia berlipat ganda seiring dengan pengenalan kita akan Allah Tritunggal berdiam di antara kita.

Hari 10 RUMAH YANG DIRINDUKAN ALLAH

M1 : MENERIMA FIRMAN

Bacalah Kisah Para Rasul 7:47-50; 2 Korintus 6:16 dengan hati yang haus sambil berdoa agar Tuhan memberikan pengertian dalam renungan hari ini.

M2 : MERENUNGKAN FIRMAN

Bacalah Kisah Para Rasul 7:47-50; 2 Korintus 6:16 dengan teliti dan jawablah pertanyaan-pertanyaan sebagai berikut:

1. Walaupun Salomo mendirikan sebuah rumah untuk Allah, namun dimanakah Tuhan berdiam? (Kisah Para Rasul 7:47-50)

2. Jadi, dimanakah Allah itu berdiam? Temukanlah 3 ciri dari Bait / Rumah Allah itu? (2 Korintus 6:16)

a. 2 Korintus 6:16a : “Aku akan ______________________________”

b. 2 Korintus 6:16b : “dan __________________________________”

c. 2 Korintus 6:16c : “dan Aku akan __________________________ dan mereka akan _______________”

Ternyata Allah tidak tinggal di dalam bangunan-bangunan buatan tangan manusia. Bangunan bait Allah di perjanjian lama hanyalah bayang-bayang dari kenyataan bait Allah, yaitu Tubuh Kristus atau komunitas orang percaya. Rumah yang bagaimanakah yang dirindukan Tuhan?

Pertama, rumah yang dirindukan Allah adalah komunitas orang percaya yang dapat membuat Tuhan betah (home). Allah Tritunggal bukan hanya ingin hadir, tetapi Ia ingin berdiam selama-lamanya di dalam dan di antara kita. Jadi agar Allah menjadi betah, maka kita harus percaya dan menghargai kehadiranNya.

Kedua, rumah yang Tuhan rindukan adalah komunitas orang percaya dimana Kristus dapat hidup (bahasa Inggris = “berjalan” – NKJV) di tengah-tengah mereka. Artinya, Allah Tritunggal dapat bergerak dari satu anggota kepada anggota lainnya untuk mengekspresikan diriNya melalui setiap anggotaNya.

Jadi di dalam rumah Tuhan, setiap anggotanya mengekspresikan Tuhan, bukan satu atau beberapa orang saja. Itu berarti pertemuan rumah Tuhan /gereja tidak ideal bila berjumlah besar. Bagaimana mungkin Allah berekspresi melalui setiap orang bila dalam pertemuan 2 jam, ada ribuan orang? Itulah sebabnya rumah Tuhan harus terdiri dari unit-unit dasar kecil (maksimum + 12 orang).

Ketiga, rumah yang Tuhan rindukan adalah komunitas dimana Dia dapat menjadi Allah (pribadi yang tertinggi), sedangkan kita menjadi umatNya. Artinya Allah diperlakukan sebagai Allah, kepala, Tuhan, Raja, Bapa, sedangkan kita sebagai umat, tubuh, hamba, rakyat anak.

Hari 11 MENJADI EKSPRESI KRISTUS SEPENUHNYA

M1 : MENERIMA FIRMAN

Bacalah Efesus 3:14-20 dengan hati yang haus sambil berdoa agar Tuhan memberikan pengertian dalam renungan hari ini.

M2 : MERENUNGKAN FIRMAN

Bacalah Efesus 3:14-20 dengan teliti dan jawablah pertanyaan-pertanyaan sebagai berikut:

1. Hal apakah yang Paulus doakan terjadi di dalam batin orang-orang percaya, yang telah menghampiri Bapa? (ayat 14-17)

2. Hal apakah lagi yang Paulus doakan? Bagaimanakah caranya agar mereka dapat mengenal kasih Kristus sekalipun melampaui segala pengetahuan? (ayat 18-19a)

3. Hal apakah yang terakhir didoakan Paulus disini? (ayat 19b) Apakah janji Tuhan bagi mereka yang mau mencapai doa-doa Paulus tersebut? (ayat 20)

Ada 3 doa Paulus disini. Pertama, supaya orang-orang yang telah datang kepada Bapa (ayat 14-15) dikuatkan dan diteguhkan oleh Roh Kudus, sehingga oleh iman, Kristus berdiam (betah) di dalam hatinya. Artinya Paulus berdoa supaya melalui Kristus, semua orang kudus menjadi rumah kediaman Allah Tritunggal.

Kedua, Paulus berdoa supaya orang-orang kudus dapat mengenal kasih Kristus melalui ekspresi segala orang kudus. Kasih Kristus dengan segala dimensinya (panjang, lebar, tinggi, dan dalam) tidak dapat diekspresikan oleh satu atau dua orang kudus, tetapi semua orang kudus bersama-sama. Itulah sebabnya orang yang tidak tinggal di kumpulan semua orang kudus (jemaat dasar, dan jemaat lokal) tidak dapat memahami (mengalami) kasih dengan segala dimensinya.

Ketiga, Paulus berdoa supaya orang-orang kudus dipenuhi di dalam seluruh kepenuhan Allah. Artinya seluruh kepenuhan Allah berdiam dan dapat diekspresikan melalui komunitas orang-orang kudus. Inilah sasaran utama jemaat dasar/jemaat lokal sehingga kota kita dapat melihat ekspresi kasih Kristus itu.

Apakah hal tersebut dapat terjadi? Allah menjaminnya, sebab Allah berjanji kalau untuk tujuan tersebut, Allah akan melakukan jauh lebih banyak dari pada yang kita doakan atau pikirkan.

Hari 12 MENJADI EKSPRESI ALLAH DALAM PERTEMUAN JEMAAT

M1 : MENERIMA FIRMAN

Bacalah 1 Korintus 14:24-26 dengan hati yang haus sambil berdoa agar Tuhan memberikan pengertian dalam renungan hari ini.

M2 : MERENUNGKAN FIRMAN

Bacalah 1 Korintus 14:24-26 dengan teliti dan jawablah pertanyaan-pertanyaan sebagai berikut:

1. Hal apakah yang terjadi pada orang baru atau orang tidak beriman, apabila semua anggota jemaat dasar bernubuat? (ayat 24-25)

2. Jadi hal apakah yang seharusnya terjadi di dalam setiap pertemuan? (ayat 26)

“How is it then, brethren? Whenever you come together, each of you has a psalm, has a teaching, has a tongue, has a revelation, has an interpretation. Let all things be done for edification.” ~1 Korintus 14:26 – NKJV~

Allah sangat mengharapkan agar di dalam setiap pertemuan, semua anggota jemaat dasar atau rumah Allah mengekspresikan Allah untuk saling membangun. Bernubuat artinya mengekspresikan kehadiran Allah di tengah-tengah kita. Semakin banyak yang berekspresi, semakin nyata manifestasi kehadiran Allah di dalam pertemuan jemaat itu. Di dalam kebanyakan terjemahan bahasa Inggris, terkesan Paulus mendorong agar setiap jemaat bermazmur, menyampaikan nubuat, praktek karunia-karunia Roh, dan mengajar. Hal apakah yang terjadi? Hasilnya adalah pembangunan jemaat. Anggota-anggota jemaat semakin saling mengasihi, saling melayani, saling membagi hidup. Setiap anggota jemaat semakin mengerti fungsi dan peranannya di dalam tubuh Kristus.

Iman setiap anggotanya semakin dikuatkan, kehidupan setiap anggotanya juga semakin diberkati. Bahkan, apabila ada orang yang baru atau orang yang tidak beriman, mereka akan mengalami manifestasi kehadiran Allah, sehingga mereka menjadi percaya. Semakin banyak orang percaya terlibat mengekspresikan Allah, semakin Tubuh Kristus mencapai kepenuhan Kristus. Artinya, semua anggota tubuh Kristus secara bersama-sama siap mengekspresikan apa saja yang diinginkan oleh Kristus Sang Kepala gereja.

Hari 13 SELALU SIAP BEREKSPRESI

M1 : MENERIMA FIRMAN

Bacalah 1 Timotius 4:12-16 dengan hati yang haus sambil berdoa agar Tuhan memberikan pengertian dalam renungan hari ini.

M2 : MERENUNGKAN FIRMAN

Bacalah 1 Timotius 4:12-16 dengan teliti dan jawablah pertanyaan-pertanyaan sebagai berikut:

1. Apakah nasehat dan dorongan yang Paulus berikan kepada Timotius? (ayat 12)

2. Apakah 2 hal yang Paulus minta agar Timotius tidak lalai atau bertekun di dalamnya?

a. Ayat 13 ____________________________________

b. Ayat 14 ____________________________________

3. Hal apakah yang akan terjadi bila Timotius memperhatikan semua hal dari 1 Timotius 4, termasuk kedua hal di atas? Apalagi nasehat penting yang diberikan Paulus untuk Timotius? (ayat 16)

Salah satu cara pertumbuhan rohani yang tercepat adalah memiliki sikap yang siap mengekspresikan Allah dalam membangun jemaat. Paulus menasehati Timotius agar ia bertekun di dalam membaca kitab suci, dalam membangun dan mengajar.

Jadi melalui kebenaran-kebenaran kitab suci, kita membangun rumah Tuhan. Hal kedua yang diminta oleh Paulus adalah agar Timotius jangan lalai mempergunakan karunia-karunia yang ada padanya. Timotius dinasehati agar tidak lalai mengekspresikan Allah untuk membangun rumah Tuhan dengan karunia-karunia yang telah ada padanya. Berarti seperti Timotius, kita cenderung lalai menggunakan karunia-karunia Roh yang telah diberikan untuk membangun rumah Tuhan. Mengapa banyak orang Kristen akhirnya lalai menggunakan karunia-karunia Roh untuk membangun? Alasannya adalah karena Timotius membiarkan roh ketakutan bekerja (2 Timotiius 1:6-7). Seperti Timotius, kita seringkali takut dalam menggunakan karunia-karunia Roh. Contohnya bernubuat. Kita berpikir, “Ah, bagaimana nanti kalau salah?” Jalan keluarnya adalah kasih. Apabila kita mengasihi, yaitu mempunyai sikap ingin memberkati atau memberi, maka sikap itulah yang akan membuat karunia-karunia roh bekerja.

Hari 14 SELALU MENJADI EKSPRESI ALLAH

M1 : MENERIMA FIRMAN

Bacalah Yohanes 14:10-12 dengan hati yang haus sambil berdoa agar Tuhan memberikan pengertian dalam renungan hari ini.

M2 : MERENUNGKAN FIRMAN

Bacalah Yohanes 14:10-12 dengan teliti dan jawablah pertanyaan-pertanyaan sebagai berikut:

1. Bagaimanakah hubungan Kristus dengan Bapa? Siapakah yang melakukan pekerjaan di dalam Kristus? (ayat 10)

2. Hal apakah yang harus kita percayai tentang Allah? (ayat 11)

3. Apakah janji Tuhan bagi orang-orang yang percaya kepada Kristus? (ayat 12)

Banyak orang berpikir bahwa pekerjaan-pekerjaan seperti makan, minum, berekreasi, bekerja, bersekolah, berkarya, berdagang, adalah pekerjaan-pekerjaan sekuler dan tidak ada kaitannya dengan Tuhan. Hanya pekerjaan-pekerjaan seperti berdoa, beribadah, membaca alkitab, dan berpuasalah yang berkaitan dengan Tuhan. Itupun Allah tidak terlibat langsung melainkan hanya memberikan perintah-perintahNya dari sorga. Ketika kita melihat gaya hidup Kristus, ternyata semua konsep hidup seperti itu adalah salah.

Kristus tidak pernah melakukan satu pekerjaanpun sebagai pekerjaan dari diriNya sendiri. Kristus melakukan semua pekerjaanNya sebagai ekspresi dari Allah Bapa melalui Roh Kudus. Bapa, Anak, dan Roh Kudus tidak pernah terpisah. Mereka berada di dalam sebuah hubungan saling berdiam (mutual indwelling). Jadi Kristus melakukan pekerjaan-pekerjaanNya sambil terus-menerus berdiam di rumah Allah. Bahkan pekerjaan-pekerjaan Kristus adalah ekspresi dari persekutuan Allah Tritunggal tersebut. Bagi Kristus tidak ada pemisahan pekerjaan yang sekuler dan rohani. Semua pekerjaan Kristus adalah ekspresi dari rumah Allah Tritunggal. Nah, kitapun ditentukan untuk menghidupi gaya hidup seperti Kristus. Kitapun akan melakukan pekerjaan-pekerjaan Bapa seperti yang Yesus lakukan. Jadi kita harus melakukan pekerjaan-pekerjaan sehari-hari sebagai ekspresi dari Allah Tritunggal. Marilah kita mulai mempraktekkannya.

Hari 15 CARA MENGEKSPRESIKAN ALLAH (I.D.E.)

M1 : MENERIMA FIRMAN

Bacalah Kolose 3:1-3, 5 dengan hati yang haus sambil berdoa agar Tuhan memberikan pengertian dalam renungan hari ini.

M2 : MERENUNGKAN FIRMAN

Bacalah Kolose 3:1-3, 5 dengan teliti dan jawablah pertanyaan-pertanyaan sebagai berikut:

1. Bila kita sudah dibangkitkan bersama dengan Kristus, hal apakah yang harus kita lakukan? (ayat 1-2)

2. Mengapa kita melakukan hal-hal di atas? (ayat 3)

3. Bila kita telah melakukan hal-hal di atas, hal apakah yang dapat kita matikan? (ayat 5)

Kristus datang supaya kita memperoleh kehidupan yang kekal dan berkelimpahan. Tetapi, kehidupan itu tidak dapat dialami bila kita tidak mengetahui dimana sumber kehidupan itu berada. Ternyata, sumber kehidupan kita berada di atas (di alam roh), dimana Allah Tritunggal itu berada. Hidup kita tersembunyi bersama Kristus di dalam Allah. Dari beberapa ayat ini, kita dapat mempraktekkan cara mengalami kehidupan baru itu. Praktekkanlah 3 langkah : I.D.E.

Langkah 1 : Iman

Kita harus percaya bahwa Kristus telah persatukan kita dengan Allah Tritunggal. Dengan kata lain, kita percaya bahwa melalui Kristus, Allah Tritunggal telah berada di dalam dan di antara kita. Iman inilah yang membuat Allah senang dan betah berdiam bersama dengan kita.

Langkah 2 : Dialog

Bila kita percaya bahwa kita telah bersatu dengan rumah Allah yang di atas, maka langkah selanjutnya adalah mencari perkara-perkara yang di atas. Perkara yang di atas artinya berkaitan dengan aktifitas-aktifitas Allah Tritunggal di dalam rumahNya. Caranya adalah melalui dialog dengan Allah. Kita dapat melakukan dialog dengan Allah melalui 3 indera: penglihatan, pendengaran, dan perasaan rohani (intuisi) (Matius 13:14-16). Dengan berdialog kita dapat mengetahui :

– Apa yang Allah Tritunggal pikirkan untuk kita dan melalui kita (kebenaranNya)?

– Apa yang Allah Tritunggal ingin lakukan untuk kita dan melalui kita (kuasaNya)?

– Apa karakter-karakter Allah Tritunggal yang ingin diekspresikanNya di dalam dan melalui kita (kasihNya)?

Langkah 3 : Ekspresikan

Setelah berdialog dan menemukan perkara-perkara yang di atas, maka langkah ke-3 adalah mengekspresikannya dalam kehidupan. Ketika kita telah melihat dari atas bahwa sebenarnya kita telah mati bersama Kristus, maka fakta kematian tersebut dapat diekspresikan dalam kenyataan hidup (Kolose 3:5).

Allah akan mengekspresikan melalui kita: kasihNya (karakter-karakterNya), kebenaranNya (pikiran-pikiranNya) dan kuasaNya.

Hari 16 CARA MENGEKSPRESIKAN ALLAH : IMAN

M1 : MENERIMA FIRMAN

Bacalah 2 Korintus 13:5 dengan hati yang haus sambil berdoa agar Tuhan memberikan pengertian dalam renungan hari ini.

M2 : MERENUNGKAN FIRMAN

Bacalah 2 Korintus 13:5 dengan teliti dan jawablah pertanyaan-pertanyaan sebagai berikut:

· Paulus meminta agar jemaat di Korintus menguji dirinya sendiri, apakah mereka tetap tegak di dalam iman. Apakah iman yang akan membuat mereka tahan uji? (ayat 5)

Kita akan mempelajari lebih dalam langkah pertama dari I.D.E., yaitu Iman. Solusi yang Paulus berikan untuk jemaat di Korintus yang tidak dewasa dan jahat sangatlah sederhana. Ia meminta mereka untuk menguji diri sendiri, apakah mereka memiliki iman yang akan membuat mereka tahan uji. Apakah iman yang akan membuat mereka lulus dari segala ujian?

Iman itu adalah: “Yakin bahwa Kristus Yesus ada di dalam dan di antara mereka.” Jadi inilah iman yang terpenting dalam kehidupan. Inilah juga iman keselamatan yang telah diberikan kepada kita.

Keyakinan bahwa Kristus ada di dalam dan di antara kita akan membuat Allah senang dan berkenan kepada kita. Bayangkan apabila Allah telah berdiam di dalam dan di antara kita kita, namun kita tidak yakin, sehingga akhirnya kita mengabaikan kehadiranNya. Tentu Allah sangat sedih. Bahkan akhirnya, tidak mungkin kita melibatkan Allah, apalagi mengekspresikan Allah di dalam setiap aktifitas hidup kita.

Nah, apabila perbuatan-perbuatan kita bukanlah ekspresi dari Allah, yaitu perbuatan-perbuatan Roh (buah Roh), maka yang berekspresi pastilah perbuatan-perbuatan daging (Galatia 5:16-20).

Perbuatan-perbuatan yang berasal dari daging adalah perbuatan-perbuatan yang tidak tahan uji. Oleh sebab itu, marilah kita terus-menerus mempelajari dari firman tentang kita sebagai tempat kediaman Allah, sehingga kita memiliki iman yang teguh.

Ingat, iman datang dari pendengaran akan firman Tuhan. Disamping itu, kita harus selalu berdoa di dalam Roh agar kita dipimpin oleh Roh (Galatia 5:16, 18).

Hari 17 CARA MENGEKSPRESIKAN ALLAH : DIALOG

M1 : MENERIMA FIRMAN

Bacalah Yohanes 10:14-15, 27 dengan hati yang haus sambil berdoa agar Tuhan memberikan pengertian dalam renungan hari ini.

M2 : MERENUNGKAN FIRMAN

Bacalah Yohanes 10:14-15, 27 dengan teliti dan jawablah pertanyaan-pertanyaan sebagai berikut:

1. Temukanlah bagaimana hubungan Kristus sebagai gembala dan kita sebagai domba-dombaNya? (ayat 14) Sama seperti hubungan Kristus dengan siapakah hubungan kita dengan Kristus? (ayat 15)

2. Hal apakah yang akan terjadi pada domba-domba Kristus? (ayat 27)

Apabila kita adalah benar-benar domba-dombaNya Kristus, maka kita pasti dapat mendengar suaraNya. Mengapa kita pasti dapat mendengar suaraNya? Sebab gembala kita mengenal kita, dan kita mengenal gembala kita. Sejauh manakah kita dapat mengenal Kristus? Sama seperti Bapa mengenal Kristus atau Kristus mengenal Bapa. Ini hebat sekali. Jadi setiap kita dapat memiliki hubungan yang begitu dekat dengan Kristus, seperti Kristus begitu dekat mengenal Bapa. Berarti kita selalu dapat berdialog dengan Allah. Kita dapat berbicara kepada Allah dan Allah berbicara kepada kita. Allah mau agar kita selalu mempunyai hubungan dialog dengan Allah di dalam setiap keadaan dan setiap waktu.

Marilah kita mulai berdialog dengan Tuhan setiap waktu dan di dalam setiap aktifitas kehidupan sehari-hari. Allah berdialog dengan kita paling sering melalui 3 indera rohani, yaitu: pendengaran, penglihatan, dan perasaan rohani (intuisi) kita.

Tuhan akan memberikan kita kata-kata yang spontan, gambar-gambar di imajinasi kita, atau perasaan-perasaan di intuisi kita. Melalui indera-indera tersebut Tuhan dapat memberikan kita hikmat, pengetahuan, pembedaan (discernment), ayat-ayat firman Tuhan, dan sebagainya. Tuhan juga akan memberikan kita peneguhan-peneguhan suaraNya melalui anggota-anggota tubuh lainnya. Dia berbicara kepada tubuhNya dan melalui tubuhNya.

Hari 18 CARA MENGEKSPRESIKAN ALLAH : EKSPRESI

M1 : MENERIMA FIRMAN

Bacalah Yohanes 6:56-57 dengan hati yang haus sambil berdoa agar Tuhan memberikan pengertian dalam renungan hari ini.

M2 : MERENUNGKAN FIRMAN

Bacalah Yohanes 6:56-57 dengan teliti dan jawablah pertanyaan-pertanyaan sebagai berikut:

1. Hal apakah yang terjadi pada orang yang makan daging Kristus dan minum darah Kristus? (ayat 56)

2. Seperti apakah cara hidup Kristus itu? Seperti apa pula cara hidup kita? (ayat 57)

Perhatikan kata : “oleh”

Makan daging Kristus dan minum darah Kristus artinya adalah percaya kepada pengorbanan Kristus yang telah memberikan tubuhNya dan mencurahkan darahNya untuk menebus kita dari dosa. (bandingkan Yohanes 6:54 dengan Yohanes 6:47). Pada saat kita percaya, maka pada saat itu juga Kristus dan kita bersatu. Artinya, Allah Tritunggal berdiam di dalam dan di antara kita. Mengapa Allah mau berdiam di dalam dan di antara kita? Alasannya bukan sekedar alasan penyelamatan. Tujuannya adalah supaya Allah Tritunggal dapat menjadi sumber kehidupan kita. Seperti Kristus hidup oleh Bapa, demikianlah kita akan hidup oleh Kristus.

Apakah artinya hidup oleh Kristus? Artinya kita bukan lagi hidup dari diri sendiri, tetapi dari Kristus sebagai sumber kehidupan. Dengan perkataan lain, kita adalah ekspresinya Allah. Marilah kita mulai secara konsisten mempraktekkan ketiga langkah I.D.E. dalam setiap aktifitas kehidupan kita, kita harus percaya bahwa Allah telah berdiam di dalam dan di antara kita. Marilah kita terus-menerus berdialog dengan Dia melalui indera-indera rohani kita. Setelah itu marilah kita ekspresikan: kasih, kebenaran dan kuasaNya.

Semakin kita mengekspresikan Allah, semakin hidup kita menjadi pembangun-pembangun rumah Tuhan.

Hari 19 MENCAPAI TINGKAT EKSPRESI TERTINGGI

M1 : MENERIMA FIRMAN

Bacalah Galatia 2:19-20 dengan hati yang haus sambil berdoa agar Tuhan memberikan pengertian dalam renungan hari ini.

M2 : MERENUNGKAN FIRMAN

Bacalah Galatia 2:19-20 dengan teliti dan jawablah pertanyaan-pertanyaan sebagai berikut:

1. Bagaimanakah Paulus menjelaskan hubungannya dengan Hukum Taurat? Mengapa demikian? (ayat 19)

2. Bagaimanakah cara hidup Paulus sesudah itu? (ayat 20)

Oleh karena penebusan Kristus, maka Paulus dan kita mempunyai cara hidup yang baru. Bukan kita lagi yang hidup tetapi Kristus yang hidup di dalam kita. Artinya, kita semua adalah ekspresi dari Kristus yang hidup di dalam kita. Ini adalah sebuah cara hidup yang baru. Semakin kita berkurang-kurang maka Kristus akan bertambah-tambah di dalam kita (Yohanes 3:30-31).

Jadi kita semua harus mempunyai sasaran agar kita dapat sepenuhnya berkurang-kurang dan pemerintahan Kristus sepenuhnya bertambah-tambah di dalam kita.

Pada saat itulah Kristus sepenuhnya nampak di dalam kita. Inilah sasaran yang Paulus dan kita rindukan. Namun, untuk mencapai tingkat ekspresi yang tertinggi itu tidaklah mudah. Harus ada proses dan langkah-langkah praktis. Bagaimanakah caranya kita mencapai tingkat ekspresi yang tertinggi itu? Ada 3 tingkat tingkat ekspresi yang akan kita lalui.

(gambar 3 tingkat ekspresi)

Pertama, Ekspresi Allah paling sering dinyatakan melalui reaksi kita terhadap persoalan-persoalan hidup. Melalui pencobaan-pencobaan, masalah-masalah, tekanan-tekanan, tantangan-tantangan, kesulitan-kesulitan, dan krisis-krisis kehidupan, Allah melatih kita untuk belajar mengekspresikan kehidupan Kristus. Ini disebut ekspresi reaktif.

Kedua, kita perlu bertumbuh ke tingkat yang lebih tinggi. Janganlah belajar berekspresi hanya melalui persoalan-persoalan hidup (secara reaktif), tetapi marilah kita secara aktif mengekspresikan Allah walaupun tidak ada persoalan-persoalan hidup.

Ketiga, apabila kita telah membiasakan diri untuk mengekspresikan Allah secara aktif, maka akhirnya kita mencapai tingkat ekspresi yang tertinggi, yaitu ekspresi yang otomatis. Pada saat itulah Kristus nampak secara nyata di dalam kita.

Hari 20 EKSPRESI YANG REAKTIF

M1 : MENERIMA FIRMAN

Bacalah 2 Korintus 4:8-12 dengan hati yang haus sambil berdoa agar Tuhan memberikan pengertian dalam renungan hari ini.

M2 : MERENUNGKAN FIRMAN

Bacalah 2 Korintus 4:8-12 dengan teliti dan jawablah pertanyaan-pertanyaan sebagai berikut:

1. Hal-hal apakah yang Paulus alami? (ayat 8-9)

2. Mengapa Paulus harus mengalami hal-hal tersebut di atas? (ayat 10-11)

3. Apakah akibat dari apa yang Paulus alami bagi jemaat Korintus? (ayat 12)

Ternyata tujuan dari semua bentuk tekanan, aniaya, hempasan dan segala kesulitan-kesulitan adalah untuk membawa kematian Yesus di dalam tubuh kita. Lalu mengapakah kita harus mati? Bukan supaya kita semakin susah dan sial. Tujuan kematian bukanlah supaya sesuatu yang buruk terjadi. Tujuan kematian adalah supaya kehidupan Yesus menjadi nyata (berekspresi) di dalam tubuh kita. Puji Tuhan. Ternyata kehidupan Kristus tidak akan pernah berekspresi tanpa melalui persoalan-persoalan dan tekanan-tekanan yang membawa kematian bagi tubuh kita.

Jadi satu-satunya jalan untuk mengekspresikan kehidupan Kristus adalah melalui persoalan dan tekanan-tekanan hidup. Saya mencoba menuliskan uraian seorang hamba Tuhan tentang 2 Korintus 4:10-12 dalam bahasa sehari-hari yang mudah dipahami:

“Aku mengalami banyak penderitaan, tetapi aku menganggapnya sebagai kematian kecil, karena aku melihat bagaimana Allah membangkitkan atau menghasilkan kehidupan melalui kematian kecil tersebut. Engkau orang-orang Korintus, adalah orang-orang yang akan mendapat keuntungan dari kematian kecilku tadi. Jadi aku tidak keberatan bila Tuhan menggunakan hidup dan imanku sebagai mesin pengubah kematian menjadi kehidupan. Bahkan, sekali Anda mengerti bahwa kesukaran dan penderitaan adalah kayu bakar (bahan bakar) untuk mengubahnya menjadi kehidupan, maka Anda tidak akan pernah lari dari padanya, sebaliknya, Anda akan memeluknya. Itulah sebabnya aku selalu bersukacita dalam segala penderitaanku. Aku tidak pernah berkata, “Oh tidak, penderitaan lagi …”, tetapi aku berkata, “Hai penderitaan, datanglah…, datanglah kayu bakar kehidupan.”[3]

Hari 21 PRAKTEK EKSPRESI YANG REAKTIF

M1 : MENERIMA FIRMAN

Bacalah sekali lagi 2 Korintus 4:8-12 dengan hati yang haus sambil berdoa agar Tuhan memberikan pengertian dalam renungan hari ini.

M2 : MERENUNGKAN FIRMAN

Bacalah sekali lagi 2 Korintus 4:8-12, renungkanlah ayat-ayat tersebut dengan menggunakan prinsip PTP (Pertanyaan, Terang, Pedang). (Lihat buku Build MY Home Bab 8).

1. Pertanyaan – pertanyaan:

Bacalah dengan mengajukan pertanyaan-pertanyaan: Apa? Siapa? Mengapa? Bagaimana? Dimana? Kapan?

2. Terang – pencerahan:

Catatlah pencerahan-pencerahan yang Anda peroleh dari renungan ini:

3. Pedang – penerapan:

Catatlah hal-hal praktis yang perlu Anda lakukan setelah Anda mendapatkan pencerahan-pencerahan di atas:

Hari 22 EKSPRESI YANG AKTIF

M1 : MENERIMA FIRMAN

Bacalah Yohanes 14:20-21 dengan hati yang haus sambil berdoa agar Tuhan memberikan pengertian dalam renungan hari ini.

M2 : MERENUNGKAN FIRMAN

Bacalah Yohanes 14:20-21 dengan teliti dan jawablah pertanyaan-pertanyaan sebagai berikut:

1. Kristus berjanji bahwa Ia akan mengutus Roh kebenaran untuk menyertai kita (ayat 15-19) Hal apakah yang akan terjadi pada saat Roh Kudus datang kepada kita? (ayat 20)

2. Hal apakah yang diminta untuk kita praktekkan secara aktif? Dan apakah buah atau hasilnya apabila kita mempraktekkan hal tersebut secara aktif? (ayat 21)

Pada saat Roh kebenaran atau Roh Kudus datang, maka pada saat itu kita akan tahu 2 hal:

1. Bahwa Kristus berdiam di dalam Bapa

2. Kita berdiam di dalam Kristus dan Kristus berdiam di dalam kita.

Jadi Roh Kudus mempunyai fungsi untuk membuat kita sadar bahwa Allah Tritunggal telah tinggal di dalam dan di antara kita. Namun, walaupun Allah telah tinggal di dalam dan di antara kita, tetapi belum tentu kita mengalami pernyataan-pernyataan kehadiran Allah. Nah, agar kita dapat mengalami dimana Kristus menyatakan (mengekspresikan) diri, kita perlu secara aktif mempraktekkan perintah Kristus. Apakah perintah Kristus itu? Perintah Kristus adalah saling mengasihi (Yohanes 13:34-35).

Apabila kita mempraktekkan perbuatan-perbuatan kasih seperti: memberi harta (1 Yohanes 3:17-18), memberi hidup (hak) (1 Yohanes 3;16), memberi pengampunan (Markus 11:25-26), memberi pelayanan untuk membangun (Efesus 4:29; 1 Petrus 4:10), dan sebagainya, maka Kristus berjanji akan mengekspresikan diriNya melalui kita. Marilah kita secara aktif mulai mempraktekkan perbuatan-perbuatan kasih di keluarga, jemaat dasar, dan kehidupan sehari-hari. Praktekkanlah terus-menerus dan berulang-ulang, maka kita pasti akan bertumbuh semakin dewasa dalam Kristus.

Hari 23 PRAKTEK EKSPRESI YANG AKTIF

M1 : MENERIMA FIRMAN

Bacalah sekali lagi Yohanes 14:20-21 dengan hati yang haus sambil berdoa agar Tuhan memberikan pengertian dalam renungan hari ini.

M2 : MERENUNGKAN FIRMAN

Bacalah sekali lagi Yohanes 14:20-21, renungkanlah ayat-ayat tersebut dengan menggunakan prinsip PTP (Pertanyaan, Terang, Pedang). (Lihat buku Build MY Home Bab 8).

1. Pertanyaan – pertanyaan:

Bacalah dengan mengajukan pertanyaan-pertanyaan: Apa? Siapa? Mengapa? Bagaimana? Dimana? Kapan?

2. Terang – pencerahan:

JUNI

Hari 1

MAKSUD ABADI DISINGKAPKAN

M1 : MENERIMA FIRMAN

Bacalah Efesus 1:9-11 dengan hati yang haus dan disertai doa agar Tuhan memberi pengertian dalam renungan hari ini.

M2 : MERENUNGKAN FIRMAN

Bacalah Efesus 1:9-11 dengan teliti. Jawablah pertanyaan-pertanyaan sebagai berikut:

1. Hal apakah yang telah dinyatakan oleh Allah kepada kita? (ayat 9).

2. Apakah isi rahasia kehendak Allah yang ingin dinyatakanNya? (ayat 10-11).

Isilah bagian yang kosong:

a. “Sebagai persiapan kegenapan waktu untuk ___ ___ ___ ___ ___ ___ ___ ___ ___ ___ ___ ___ ___ ___ ___ ___ ___ ___ ___ ___ ___ ___ ___ ___ ___ ___ ___ ___ ___ ___ ___ ___”. (ayat 10)

b. Aku katakan “di dalam Kristus”, karena di dalam Dialah kami mendapat ___ ___ ___ ___ ___ ___–kami yang dari semula ditentukan untuk menerima bagian itu sesuai dengan ___ ___ ___ ___, yang di dalam segala sesuatu bekerja menurut keputusan kehendak-Nya. (ayat 11)

Menurut ayat-ayat di atas, ada sebuah Maksud Allah yang telah ada sebelumnya yang sekarang dinyatakan pada kita. Maksud tersebut adalah Maksud Abadi Allah. Allah menetapkan sebelumnya bahwa Kristuslah yang menjadi titik pertemuan sorga dan bumi. Suatu saat nanti, sesuai dengan kegenapan waktu, Allah akan mempersatukan segala sesuatu di sorga maupun di bumi, dalam Kristus. Segala sesuatu di sini berbicara tentang lingkup yang lebih luas, yaitu mencakup seluruh alam semesta.

Pada suatu saat nanti, alam semesta yang sudah rusak ini akan diperbarui melalui Kristus sebagai sumber (kepala)Nya. Namun, sebelum hal itu terjadi, maka Kristus harus terlebih dahulu menjadi kepala (sumber) dari umat pilihanNya atau tubuhNya (Efesus 1:4-6, 22-23). Oleh karena itu, melalui Kristus kita dapat bergabung dengan Allah Tritunggal. Kristus adalah penghubung kita untuk berhubungan dengan sumber hidup kita, yaitu Allah Tritunggal. Semua hal yang kita perlukan dalam hidup kita bersumber dari Allah Tritunggal. Mengapa? Karena memang dari semula Allah telah menetapkan bahwa manusia haruslah menjadi ekspresi Allah. Allah adalah sumber dan manusia adalah ekspresiNya.

Jadi, semua aktifitas hidup kita, entah kita belajar, bekerja, beristirahat, berkarya, melayani, berdoa, beribadah, berekreasi, dan aktifitas-aktifitas lain adalah ekspresi dari Allah Tritunggal yang menjadi sumber hidup kita.

PENDALAMAN PRIBADI & KELOMPOK:

Bacalah buku Build MY Home Bab 1 & 2.

Hari 2

RUMAH ALLAH

M1 : MENERIMA FIRMAN

Bacalah Yohanes 1:1-4 dengan hati yang haus dan disertai doa agar Tuhan memberi pengertian dalam renungan hari ini.

M2 : MERENUNGKAN FIRMAN

Bacalah Yohanes 1:1-4 dengan teliti. Jawablah pertanyaan-pertanyaan sebagai berikut:

1. Hal apakah yang telah ada dan terjadi di dalam kekekalan / pada mulanya? (ayat 1-2).

2. Siapakah “Dia” dalam ayat ini, dan apakah perananNya? (ayat 3).

3. Dimanakah terdapat hidup yang kekal? (ayat 4).

Sebelum dunia diciptakan, Firman (Kristus) telah ada bersama-sama dengan Allah (Bapa). Allah Tritunggal telah mempraktekkan gaya hidup saling berdiam (mutual indwelling). Ketiga Pribadi Tritunggal Allah selalu “ada bersama-sama.” Inilah konsep rumah atau tempat kediaman. Allah Tritunggal adalah komunitas yang mempraktekkan gaya hidup “saling.” Apapun juga yang dilakukan, dilakukanNya bersama-sama. Allah Tritunggal tidak pernah bertindak sendiri-sendiri secara independent.

Jadi, semua hal yang dilakukan oleh Allah Tritunggal adalah sebagai ekspresi dari hubungan saling tinggal tersebut. Inilah yang disebut hidup kekal atau cara hidup yang abadi. Lalu, di manakah hidup kita berada? Ternyata, hidup kita ada di dalam Dia (firman) yang bersama-sama dengan Allah. Berarti hidup kita ada di dalam Allah Tritunggal. Hidup kita ada di dalam Rumah Allah tersebut. Allah menciptakan manusia agar mereka dapat bergabung ke rumahNya dan hidup di dalam gaya hidup “saling.” Allah ingin dan rindu agar kita juga mempraktekkan gaya hidup “bersama-sama.” Bersama-sama kita dapat mengekspresikan Allah, sumber hidup kita.

PENDALAMAN PRIBADI & KELOMPOK:

Bacalah buku Build MY Home Bab 2 & 3.

Hari 3

KRISTUS DATANG MEMBANGUN RUMAH

M1 : MENERIMA FIRMAN

Bacalah Yohanes 1:14, 16-17 dengan hati yang haus dan disertai doa agar Tuhan memberikan pengertian dalam renungan hari ini.

M2 : MERENUNGKAN FIRMAN

Bacalah Yohanes 1:14, 16-17 dengan teliti. Jawablah pertanyaan-pertanyaan sebagai berikut:

1. Apa yang telah terjadi dengan firman? Apakah yang dapat kita lihat sebagai akibatnya? (ayat 14).

2. Hal apakah yang akan kita terima dari kepenuhan Kristus? (ayat 16). Mengapa? (ayat 17).

Agar Maksud Abadi Allah digenapi, maka Allah bertindak untuk memasuki sejarah manusia. Kristus, Sang Firman itu diutus untuk berdiam di antara kita. Inilah penggenapan Maksud Abadi Allah. Kristus harus menjelma menjadi manusia agar Ia dapat menebus kita dari dosa. Namun tujuan inkarnasi Kristus bukan hanya sekedar menebus dosa, tetapi agar kita dapat menjadi satu dengan Kristus. Melalui penjelmaan dan penebusan Kristus, kita menjadi tempat kediaman Allah sampai selama-lamanya.

Dengan menjadi tempat kediaman Allah, maka sekarang kita dapat melihat kemuliaan Allah melalui Kristus yang ada dan berdiam di tengah-tengah kita. Kemuliaan Allah tersebut adalah ketiga Pribadi Allah Tritunggal yang saling berdiam. Sebelumnya, Allah ingin agar manusia hidup dalam kemuliaan yang sama, yaitu memiliki kemampuan untuk hidup saling berdiam, namun karena manusia telah berbuat dosa dan telah kehilangan kemuliaan Allah (Roma 3:23), maka Kristus harus menebusnya terlebih dahulu, agar melalui penebusan tersebut manusia dapat bersekutu lagi dengan Dia.

Jadi, setelah kita menjadi tempat kediaman Allah, maka sekarang kemuliaan Allah itu dapat dikembalikan lagi, sehingga kita bisa melihat kemuliaan Allah setiap saat. Semakin kita melihat kemuliaan Allah, semakin kita menerima kasih karunia dan kebenaran. Artinya, semakin kita melihat Allah Tritunggal sebagai sumber hidup kita, maka semakin kita dapat mengekspresikan kemuliaan itu dalam hidup kita. Sekarang kita tidak perlu lagi hidup dengan kekuatan kita, tetapi kita cukup melihat kemuliaan Allah dan mengekspresikan lewat hidup kita. Inilah hidup yang disebut sebagai hidup yang penuh dengan kasih karunia.

PENDALAMAN PRIBADI & KELOMPOK:

Bacalah buku Build MY Home Bab 4 & 5.

Hari 4

BAIT ALLAH YANG SEBENARNYA

M1 : MENERIMA FIRMAN

Bacalah Yohanes 2:14-22 dengan hati yang haus dan disertai doa agar Tuhan memberikan pengertian dalam renungan hari ini.

M2 : MERENUNGKAN FIRMAN

Bacalah Yohanes 2:14-22 dengan teliti. Jawablah pertanyaan-pertanyaan sebagai berikut:

1. Apakah yang Kristus dapati dalam Bait Allah dan apakah yang Ia lakukan dan katakan? (ayat 14-16).

2. Bagaimanakah sikap hati Kristus terhadap Rumah Tuhan? (ayat 17).

3. Hal apakah yang Kristus katakan kepada orang-orang Yahudi? (ayat 18-19). Apakah sebenarnya Bait Allah yang dimaksud oleh Kristus? (ayat 20-21).

Bait Allah yang sesungguhnya adalah tubuh-Nya atau gereja. Allah tidak berdiam di dalam bangunan yang dibuat oleh tangan manusia. Stefanus, martir pertama dalam gereja mula-mula menjawab Imam Besar dan orang-orang Yahudi yang hendak membunuhnya, demikian, “Daud telah mendapat kasih karunia di hadapan Allah dan ia memohon, supaya ia diperkenankan untuk mendirikan suatu tempat kediaman bagi Allah Yakub. Tetapi Salomolah yang mendirikan sebuah rumah untuk Allah. Tetapi Yang Mahatinggi tidak diam di dalam apa yang dibuat oleh tangan manusia, seperti yang dikatakan oleh nabi: Langit adalah takhta-Ku, dan bumi adalah tumpuan kaki-Ku. Rumah apakah yang akan kamu dirikan bagi-Ku, demikian firman Tuhan, tempat apakah yang akan menjadi perhentian-Ku? Bukankah tangan-Ku sendiri yang membuat semuanya ini?,”(Kisah Para Rasul 7:46-50). Bangunan Bait Allah di Perjanjian Lama hanyalah bayang-bayang / tipologi, sedangkan Tubuh Kristus / gereja adalah kenyataannya. Walau Bait Allah hanyalah bayang-bayang dari tempat kediamanNya, tapi Kristus mempergunakannya untuk mengajarkan prinsip-prinsip ibadah di dalam Bait Allah.

Beberapa orang Yahudi yang beribadah bukan dengan hati yang tulus, tetapi mereka berjual beli di dalam Bait Allah. Mereka mencari keuntungan. Banyak orang hari-hari ini juga memiliki sikap yang sama ketika beribadah di pertemuan jemaat. Ada orang-orang yang bertemu bukan untuk mencari Tuhan dan membangun orang lain, tetapi mencari keuntungan pribadi. Mereka hanya memikirkan, “Apa untungnya pertemuan ini bagi saya?” daripada “Bagaimana saya dapat menjadi berkat dan membangun Rumah Tuhan?” Sikap yang demikian menyebabkan Bait Allah menjadi sarang penyamun. Setelah Kristus menyucikan baitNya dari keegoisan, maka BaitNya menjadi Rumah Doa dan mujizat serta kesembuhan terjadi dengan dahsyat. (baca Matius 21:12-17). Orang yang memiliki sikap hati yang egois mengekspresikan perbuatan-perbuatan jahat yang merusak Bait Allah. Orang yang memiliki sikap hati yang mengasihi Bait Allah pasti mengekspresikan perbuatan-perbuatan yang membangun Bait Allah.

PENDALAMAN PRIBADI & KELOMPOK:

Bacalah buku Build MY Home Bab 6-8.

Hari 5

MENJADI EKSPRESI RUMAH TUHAN

M1 : MENERIMA FIRMAN

Bacalah Yohanes 6:54-57 dengan hati yang haus dan disertai doa agar Tuhan memberikan pengertian dalam renungan hari ini.

M2 : MERENUNGKAN FIRMAN

Bacalah Yohanes 6:54-57 dengan teliti. Jawablah pertanyaan-pertanyaan sebagai berikut:

Apakah yang akan terjadi pada orang yang memakan daging dan meminum darah Tubuh Kristus? (ayat 54). Mengapa? (ayat 55). Memakan daging dan meminum darah artinya: percaya pada penebusan Kristus (bandingkan ayat 54 dengan ayat 47).
Hal apakah yang akan terjadi pada orang yang memakan daging dan meminum Tubuh Kristus (yang percaya)? (ayat 56).
Apakah cara hidup Kristus dan bagaimana cara kita “memakan” Kristus? (ayat 57).

Sejak kita percaya kepada penebusan Kristus, maka Kristus (termasuk Bapa dan Roh Kudus) berdiam di dalam kita. Mengapa Allah Tritunggal ingin berdiam di dalam kita? Apakah hanya demi tujuan pengampunan dosa atau untuk membawa kita ke sorga? Tujuan utama dari Allah Tritunggal di dalam kita adalah agar Allah dapat berdiam dan menjadi sumber kehidupan kita sekarang juga. Kalau hanya untuk mengampuni dosa dan membawa kita ke sorga, maka Ia tidak perlu berdiam di dalam kita. Allah yang dari sebelumnya telah mempunyai rencana, bahwa Ia ingin menjadi hidup kita sendiri. Allah bukan hanya tinggal di dalam kita, tetapi Allah adalah hidup kita (Kolose 3:3-4)

Jadi, semua kegiatan hidup kita bukanlah kita rencanakan dan usahakan untuk Allah, tetapi lebih tepatnya Allahlah yang melakukannya di dalam dan melalui kita. Tentu ada bagian kita. Bagian kita adalah membiarkan Allah bekerja dengan memakai roh, jiwa, dan tubuh kita. Inilah yang disebut sebagai ekspresi Allah. Wah, kita adalah ekspresinya Allah. Betapa hebatnya! Allah kita terlibat sepenuhnya di dalam setiap aktifitas hidup kita. Semua kegiatan hidup kita seperti: makan, minum, rekreasi, bekerja, berkarya, berbisnis, berdoa, beribadah, dan semua kegiatan lainnya adalah ekspresi Allah di dalam dan melalui kita.

PENDALAMAN PRIBADI & KELOMPOK:

Bacalah buku Build MY Home Bab 9.

Hari 6

ALIRAN KEHIDUPAN DARI RUMAH ALLAH

M1 : MENERIMA FIRMAN

Bacalah Yohanes 7:37-39 dengan hati yang haus dan disertai doa agar Tuhan memberikan pengertian dalam renungan hari ini.

M2 : MERENUNGKAN FIRMAN

Bacalah Yohanes 7:37-39 dengan teliti. Jawablah pertanyaan-pertanyaan sebagai berikut:

Hal apakah yang Kristus katakan pada puncak perayaan Pondok Daun itu? (ayat 37-38).
Apa sebenarnya yang dimaksud dengan perkataan-perkataan tersebut di atas? (ayat 39).

Perkataan tentang aliran-aliran air hidup tersebut di atas dikatakan oleh Kristus di puncak perayaan Pondok Daun. Pada hari raya Pondok Daun, biasanya para imam mengambil air dengan tempayan emas dari kolam Siloam untuk dicurahkan sebagai persembahan sukacita bagi Tuhan. Orang-orang Israel berteriak penuh sukacita sambil membacakan Yesaya 12:3 sambil menyanyi. Orang-orang Israel merayakan keluarnya air dari batu karang yang sebenarnya penggenapannya adalah Kristus (Keluaran 17; 1 Korintus 10:4).[1]

Sekarang perkataan-perkataan Kristus tersebut telah digenapi, bahwa kita sekarang menjadi batu-batu hidup yang disusun menjadi Bait Allah. Kita adalah batu-batu hidup dan Kristus adalah batu Karang atau Fondasi Bait Allah. Dari Batu Karang itulah mengalir aliran-aliran air hidup melalui Bait Allah. Apakah aliran-aliran air kehidupan itu? Itu adalah semua aliran kehidupan yang harus kita ekspresikan dalam hidup kita sehari-hari. Aliran air itu adalah kehidupan Allah yang mengalir keluar dari pribadi kita sendiri untuk memberkati, membangun, menyembuhkan, memulihkan, dan menghidupkan orang-orang lain. Sebenarnya, semua tindakan, aktifitas, dan pelayanan kita, seharusnya sebagai aliran-aliran air hidup yang mengalir keluar dari hidup kita. Kita adalah Bait Allah. Dari Bait Allah mengalir aliran-aliran air hidup yang menyembuhkan dan memulihkan (Yehezkiel 47:1-12). Tetapi, banyak orang yang hidupnya tidak mengekspresikan aliran air hidup tersebut. Banyak orang Kristen lebih banyak mengekspresikan aliran-aliran air lain, yang merusak dan menghancurkan.

PENDALAMAN PRIBADI & KELOMPOK:

Bacalah buku Build MY Home Bab 9.

Hari 7

CARA MENGEKSPRESIKAN ALLAH (I.D.E.)

M1 : MENERIMA FIRMAN

Bacalah Yohanes 9:1-5 dengan hati yang haus dan disertai doa agar Tuhan memberi pengertian dalam renungan hari ini.

M2 : MERENUNGKAN FIRMAN

Bacalah Yohanes 9:1-5 dengan teliti. Jawablah pertanyaan-pertanyaan sebagai berikut:

Hal apakah yang dipertanyakan oleh murid-murid pada Kristus tentang orang buta yang mereka temukan? (ayat 1-2).
Apakah jawaban Kristus atas pertanyaan murid-muridNya? (ayat 3).
Apakah yang harus dilakukan dan siapakah yang harus melakukan pekerjaan-pekerjaan tersebut? (ayat 4-5).

Murid-murid Yesus belum mengerti bagaimana menjalankan cara hidup yang benar. Dari pertanyaan mereka terlihat bahwa hidup mereka bukan mengekspresikan Allah, tapi masih hidup sama seperti orang-orang yang belum mengenal Allah. Bagi murid-murid, penyebab kebutaan orang tersebut adalah karena “dosanya sendiri atau dosa bapanya.” Ini adalah sudut pandang dari sisi manusia. Namun, Kristus mendemonstrasikan kepada mereka suatu cara hidup yang berbeda. Kristus tidak pernah melakukan apapun dari diriNya sendiri, tetapi Ia adalah ekspresinya Allah. (Yohanes 5:15, 19).

Marilah kita melihat bagaimana Kristus mempraktekkan hidup yang dapat menjadi ekspresi Allah. Kristus mempraktekkan 3 langkah yang secara praktis disebut I.D.E.

1. IMAN.

Secara manusia, Kristus tentu sangat percaya bahwa Bapa dan Roh Kudus selalu berdiam di dalam Dia. Kristus percaya bahwa Ia adalah ekspresinya Allah (Kolose 1:15, 19). Kitapun harus memiliki iman bahwa kita adalah tempat kediaman Allah, dan bahwa kita adalah ekspresi Allah.

2. DIALOG

Pada saat Kristus melihat orang buta itu, Ia berdialog dengan Allah tentang apa penyebab kebutaan orang tersebut. Bapa berbicara kepadaNya bahwa penyebabnya bukanlah dosa, tetapi agar supaya pekerjaan-pekerjaan Bapa dinyatakan. Kitapun harus selalu berdialog dengan Bapa tentang segala persoalan hidup kita. Kita dapat berdialog melalui: penglihatan, pendengaran, dan intuisi rohani kita.

3. EKSPRESI

Bapa menyatakan kepada Kristus pekerjaan-pekerjaan apa yang harus dilakukanNya atas orang buta tersebut, sehingga ia disembuhkan. Allah rindu kita mengekspresikan:

a. Pikiran-pikiranNya (kebenaran).

b. KarakterNya (kasih).

c. Pekerjaan-pekerjaanNya (kuasa).

PENDALAMAN PRIBADI & KELOMPOK:

Bacalah buku Build MY Home Bab 9&10.

Hari 8

EKSPRESI ALLAH DALAM KEHIDUPAN

M1 : MENERIMA FIRMAN

Bacalah Yohanes 14:20-23 dengan hati yang haus dan disertai doa agar Tuhan memberikan pengertian dalam renungan hari ini.

M2 : MERENUNGKAN FIRMAN

Bacalah Yohanes 14:20-23 dengan teliti. Jawablah pertanyaan-pertanyaan sebagai berikut:

Apa yang terjadi pada “waktu itu” (waktu Roh Kudus berdiam dalam kita, ayat 15-17)? (ayat 20).
Hal apakah yang akan terjadi kepada orang-orang yang memegang perintah Tuhan dan melakukannya? (ayat 21).
Sesuai dengan pertanyaan Yudas (bukan Iskariot), mengapa Kristus hanya menyatakan diri kepada murid-muridNya dan bukan kepada dunia? (ayat 22-23).

Peranan Roh Kudus adalah mempersatukan kita menjadi Rumah Allah atau Tubuh Kristus (1 Korintus 12:13). Melalui Roh Kudus, Allah Tritunggal berdiam di dalam kita. Mengapa Allah Tritunggal ingin berdiam di dalam dan di antara kita? Saya percaya bahwa ini bukan sekedar untuk menyelamatkan kita dari dosa dan membawa kita ke sorga saja, tetapi elbih dari pada itu. Tujuan kediaman Allah di dalam dan di antara kita adalah agar Allah dapat menjadi sumber hidup kita. Itulah tujuannya.

Bayangkan, seandainya David Beckham hidup di dalam dan di antara kita, maka komunitas kita akan menjadi pemain-pemain sepak bola yang handal. Seandainya Beethoven hidup dalam dan di antara kita, maka hal apakah yang akan terjadi dengan kita? Kita semua pasti menjadi ahli dalam bermain piano dan menciptakan lagu-lagu klasik. Demikian pula bila Kristus berdiam di dalam dan di antara kita, maka kita semua dapat mengekspresikan kehidupan Kristus. Kita akan menjadi ahli dalam membangun hubungan, ahli menjadi suami / istri, ahli bekerja, ahli hidup kudus, dan ahli dalam segala hal yang Kristus ahli.

Lalu, apakah kunci utamanya agar Allah menyatakan diri di dalam dan melalui kita? Saya percaya bahwa kuncinya adalah kita hidup menuruti perintah Kristus. Perintah Kristus adalah saling mengasihi (Yohanes 13;34-35).

PENDALAMAN PRIBADI & KELOMPOK:

Bacalah buku Build MY Home Bab 10.

Hari 9

PRAKTEK EKSPRESI ALLAH DALAM KEHIDUPAN

M1 : MENERIMA FIRMAN

Bacalah Yohanes 14:20-23 dengan hati yang haus dan disertai doa agar Tuhan memberikan pengertian dalam renungan hari ini.

M2 : MERENUNGKAN FIRMAN

Baca sekali lagi Yohanes 14:20-23, renungkan ayat-ayat tersebut dengan menggunakan prinsip PTP (Pertanyaan, Terang, Pedang) (Lihat buku “Build My Home,” Section 1, Bab 8).

Pertanyaan-pertanyaan

Bacalah ayat-ayat di atas dengan mempergunakan pertanyaan-pertanyaan: Apa intinya? Apa? Siapa? Mengapa? Bagaimana? Dimana? Kapan?

Terang – Pencerahan

Catatlah pencerahan-pencerahan yang Anda peroleh dari renungan ini!

Pedang – Penerapan

Catatlah hal-hal praktis yang perlu Anda lakukan setelah Anda mendapatkan pencerahan-pencerahan di atas!

M3 : MELAKUKAN FIRMAN

Sejauh manakah Anda telah mengekspresikan Allah dengan prinsip I.D.E. di komsel, keluarga, kehidupan sehari-hari?

 Belum  Jarang  Agak sering  Terus-menerus

Sudahkah Anda menggunakan kunci untuk mengekspresikan Allah, yaitu kasih?

PENDALAMAN PRIBADI & KELOMPOK:

Bacalah buku Build MY Home Bab 10.

Hari 10

EKSPRESIKAN KASIH ALLAH

M1 : MENERIMA FIRMAN

Bacalah Yohanes 15:4-5, 9-10 dengan hati yang haus dan disertai doa agar Tuhan memberikan pengertian dalam renungan hari ini.

M2 : MERENUNGKAN FIRMAN

Bacalah Yohanes 15:4-5, 9-10 dengan teliti. Jawablah pertanyaan-pertanyaan sebagai berikut:

Apa yang harus kita lakukan sebagai ranting pokok anggur, agar kita berbuah banyak? (ayat 4-5).
Bagaimanakah caranya Kristus mengasihi murid-muridNya, dan bagaimanakah caranya murid-murid harus mengasihi? (ayat 9).
Jadi, bagaimanakah sebenarnya kunci untuk tinggal di dalam Kristus? (ayat 10)

Kita diumpamakan sebagai carang dari pokok anggur dan Kristus adalah pokok anggurnya. Sebagai carang, kita tidak dapat berbuah jikalau kita tidak tinggal di dalam pokok anggur. Pada saat lahir baru, maka kita telah menempel pada carang pokok anggur. Sebenarnya, Kristus sudah berdiam di dalam dan di antara kita, namun diperlukan tindakan dari kita untuk mengaktifkan persekutuan kita dengan sumber hidup kita. Satu-satunya tindakan untuk mengaktifkan aliran kehidupan Kristus supaya mengalir ke dalam dan melalui kita adalah melalui tindakan kasih. Allah adalah kasih dan karena itu bila kita mempraktekkan saling mengasihi maka otomatis kasih Allah akan mengalir ke dalam dan melalui kita. Bila kita terus-menerus mengalirkan kasih, maka kita pasti berbuah banyak.

Kasih bukanlah sekedar perasaan, kasih adalah perintah (Yohanes 13:34-35). Itulah sebabnya kita tidak perlu menunggu “perasaan kasih” memenuhi kita baru kita bertindak. Kita dapat dan mampu untuk mengasihi karena sumber kasih telah menyatu dengan kita. Tugas kita hanyalah mengekspresikan kasih, bukan mengasihi dengan kekuatan sendiri. Kristus tidak menggunakan kasih manusiaNya yang terbatas, tetapi Kristus mengekspresikan kasih Bapa (ayat 9).

PENDALAMAN PRIBADI & KELOMPOK:
Bacalah buku Build MY Home bab-bab sebelumnya sesuai dengan kebutuhan Anda.

[1] New Spirit Filled Life Bible (NKJV), 2002, Thomas Nelson Bibles, A Division of Thomas Nelson, Inc. www.ThomasNelson.com, hal 1455, bagian catatan kaki.

Hari 11

PRAKTEK MENGEKSPRESIKAN KASIH

M1 : MENERIMA FIRMAN

Bacalah Yohanes 15:4-5, 9-10 dengan hati yang haus dan disertai doa agar Tuhan memberikan pengertian dalam renungan hari ini.

M2 : MERENUNGKAN FIRMAN

· Baca sekali lagi Yohanes 15:4-5, 9-10. Renungkan ayat-ayat tersebut dengan menggunakan prinsip PTP (Pertanyaan, Terang, Pedang) (Lihat buku “Build My Home”, Section 1, Bab 8).

· Renungkan seberapa banyak dalam tindakan sehari-hari Anda mengekspresikan kasih Bapa kepada orang-orang di jemaat dasar, keluarga, dan lingkungan sehari-hari Anda?

1. IMAN

Apakah Anda sungguh-sungguh percaya bahwa Allah Tritunggal berdiam di dalam Anda, di jemaat dasar, dan di dalam hubungan antar saudara seiman Anda? Apakah Anda percaya bahwa satu-satunya cara untuk berbuah adalah dengan mengekspresikan kasih Kristus?

2. DIALOG

Apakah Anda selalu berdialog dengan Kristus dan membiarkan Dia menyatakan kasihNya di dalam dan melalui Anda di dalam setiap situasi kehidupan, terutama dalam hubungan dengan sesama?

3. EKSPRESI

Apakah Anda selalu berhasil mengekspresikan kasih dalam setiap situasi, dan terutama dalam hubungan dengan sesama?

PENDALAMAN PRIBADI & KELOMPOK:

Bacalah buku Build MY Home Bab 13.

Hari 12

EKSPRESI ALLAH DALAM KELUARGA

M1 : MENERIMA FIRMAN

Bacalah Kejadian 1:26-28 dengan hati yang haus dan disertai doa agar Tuhan memberikan pengertian dalam renungan hari ini.

M2 : MERENUNGKAN FIRMAN

Bacalah Kejadian 1:26-28 dengan teliti. Jawablah pertanyaan-pertanyaan sebagai berikut:

Menurut gambar siapakah Allah menciptakan laki-laki dan perempuan itu? (ayat 27).
Seperti apakah gambar dan rupa Allah itu? (ayat 26).

Isilah bagian yang kosong:

“Baiklah ____ menjadikan manusia menurut gambar dan rupa ____, supaya …”

Setelah itu, apakah yang dilakukan Allah terhadap manusia yang diciptakan? (ayat 28).

Ternyata, Allah menciptakan laki-laki dan perempuan menurut gambar dan rupa-Nya. Apa gambar dan rupa Allah? Reformator gereja Protestan Martin Luther berkata bahwa arti gambar dan rupa Allah adalah manusia diciptakan dengan kemampuan berelasi (berhubungan) seperti Allah Tritunggal. Itulah sebabnya manusia diciptakan menurut gambar dan rupa “Kita.” Allah tidak menyebut diriNya “Saya,” tetapi “Kita.” “Kita” di sini bukanlah Allah dan para malaikat. Karena Malaikat bukanlah pencipta, sehingga tidak mungkin terlibat langsung sebagai pencipta. “Kita” di sini adalah ketiga pribadi Allah, yaitu: Bapa, Firman, dan Roh Kudus. Inilah gambar dan rupa keluarga pertama di bumi, yaitu keluarga Adam dan Hawa.

Jadi, keluarga (Bapa, Ibu, dan anak-anak) adalah merupakan ekspresi dari Bapa, Anak, dan Roh Kudus yang mendiami keluarga tersebut. Oleh sebab itu, semakin anggota keluarga melihat gambar Allah Tritunggal yang ada di tengah-tengah mereka, maka semakin mampulah mereka untuk mengekspresikan Allah Tritunggal yang saling mengasihi tersebut. Tidak ada konflik dan persoalan keluarga yang tidak dapat diselesaikan bila kita melihat gambar Allah Tritunggal. Semakin kita melihat gambar tersebut dan mengekspresikannya, semakin kita serupa dengan gambar Allah.

PENDALAMAN PRIBADI & KELOMPOK:

Bacalah buku Build MY Home Bab 10.

Hari 13

PRAKTEK EKSPRESI ALLAH DALAM KELUARGA

M1 : MENERIMA FIRMAN

Bacalah Kejadian 1:26-28 dengan hati yang haus dan disertai doa agar Tuhan memberikan pengertian dalam renungan hari ini.

M2 : MERENUNGKAN FIRMAN

· Baca sekali lagi Kejadian 1:26-28. Renungkanlah ayat-ayat tersebut dengan menggunakan prinsip PTP (Pertanyaan, Terang, Pedang) (Lihat buku “Build My Home”, Section 1, Bab 8).

· Renungkanlah kondisi hubungan Anda dengan keluarga Anda (dengan pasangan, anak, saudara / i)?

1. IMAN

Apakah Anda benar-benar percaya bahwa Allah Tritunggal yang tinggal di antara keluarga Anda adalah sumber segala hubungan keluarga Anda?

2. DIALOG

Sudahkah Anda berdialog dengan Tuhan untuk mendengar suaraNya tentang hubungan-hubungan Anda dengan keluarga Anda? Diskusikan juga dengan anggota komunitas sel Anda dan dapatkan konfirmasi dan peneguhan suara Tuhan.

3. EKSPRESI

Adakah hal-hal yang sudah dinyatakan oleh Allah kepada Anda tentang hubungan tersebut, tetapi belum Anda ekspresikan?

PENDALAMAN PRIBADI & KELOMPOK:

Bacalah buku Build MY Home bab-bab sebelumnya sesuai dengan kebutuhan Anda.

Hari 14

EKSPRESI ALLAH DALAM JEMAAT DASAR

M1 : MENERIMA FIRMAN

Bacalah 1 Petrus 2:5; 4:10-11 dengan hati yang haus dan disertai doa agar Tuhan memberikan pengertian dalam renungan hari ini.

M2 : MERENUNGKAN FIRMAN

Bacalah 1 Petrus 2:5; 4:10-11 dengan teliti. Jawablah pertanyaan-pertanyaan sebagai berikut:

Setelah kita dilahirkan kembali, menjadi apakah kita dan apakah tugas kita? (1 Petrus 2:5).
Hal apakah yang harus kita lakukan sebagai fungsi kita di dalam Rumah (keluarga) Tuhan? (1 Petrus 4:10-11).

Setelah kita dilahirkan kembali, maka Allah memiliki rencana yang indah bagi kita yakni menjadikan kita bagian dari Rumah Rohaninya. Kita adalah batu-batu hidup yang disusun rapi, dibangun menjadi tempat kediaman Allah. Lalu, apakah fungsi dari batu-batu hidup itu? Ketika saya mengunjungi bangunan Taj

Kamis, 01 September 2011

AKIBAT TIDAK MEMBANGUN RUMAH TUHAN

Bacaan Firman:
Hagai 1:6-9

Pertanyaan renungan:
1. Apakah Firman Tuhan untuk bangsa Yehuda? (Ayat 7).
a. Bagaimanakah keadaan hidup umat Tuhan? (Ayat 6).
b. Hal apakah yang terjadi dengan diri umat Tuhan? Mengapa? (Ayat 9).
2. Jadi, hal apakah yang seharusnya dilakukan oleh umat Tuhan? (Ayat 8).

Renungan Firman:
Tuhan menyampaikan nubuatan kepada bangsa Yehuda tentang kerinduan-Nya untuk membangun kembali rumah Tuhan. Ini juga merupakan gambaran dari kerinduan Tuhan untuk membangun kembali rumah Tuhan di akhir zaman. Tuhan hanya memiliki satu prioritas paling utama dalam hati-Nya, yaitu memiliki sebuah tempat kediaman. Ini adalah kerinduan terdalam yang ada di hati Tuhan. Fokus utama dari segala kegiatan Allah adalah membangun rumah-Nya. Banyak umat Tuhan yang fokus hidupnya menyimpang, karena sibuk dengan urusan rumahnya sendiri. Mereka membiarkan rumah Tuhan tetap menjadi reruntuhan. Kini, kita melihat keadaan gereja seperti reruntuhan. Banyak jiwa-jiwa terkumpul, tetapi seperti batu-batu yang bertumpuk di atas tanah reruntuhan rumah Tuhan. Mereka belum terbangun menjadi rumah Allah yang rapi tersusun (Efesus 2:19-22). Gereja masih merupakan tumpukan batu-batu. Tumpukan batu-batu itu bukanlah rumah yang nyaman untuk didiami. Itulah sebabnya, keadaan umat Tuhan sangat menyedihkan sekali. Mereka hidup tanpa berkat Tuhan. Karena mereka mengharapkan banyak, tetapi hasilnya dihembuskan oleh Allah.

Jumat, 02 September 2011

RUMAH YANG TAK TERGONCANGKAN

Bacaan Firman:
Hagai 2:5-10

Pertanyaan renungan:

Apa nasihat Tuhan untuk Zerubabel dan Yosua? Apakah janji Tuhan kepada umatNya? (Ayat 5-6).
Menurut Anda, hal apakah yang akan terjadi pada akhir zaman ketika penulis kitab Ibrani mengutip ayat 8 dan 9 di dalam Ibrani 12:26-28?
Apa janji Tuhan tentang keadaan rumah Tuhan yang akan dibangun kembali? (Ayat 10)

Renungan Firman:
Untuk membangun rumah Tuhan itu sangat tidak mudah. Banyak tantangan dan kesulitan yang dihadapi oleh orang-orang yang membangunnya. Semua musuh mencoba melemahkan orang-orang yang membangun rumah Tuhan. Namun, Allah berjanji untuk menyertai umatNya. RohNya akan tetap tinggal di tengah-tengah umatNya. Janji Tuhan ini masih berlaku bagi kita dimana suatu saat, seperti kutipan dari ayat 7-8 yang dikutip oleh penulis kitab Ibrani dalam Ibrani 12:26-28, bahwa Allah akan menggoncangkan segala sesuatu yang dapat digoncangkannya. Mengapa digoncangkan? Tujuannya adalah agar tinggal tetap orang-orang yang berdiam rumah Tuhan. Hanya orang yang berdiam di rumah Tuhanlah yang tidak akan tergoncangkan. Pada saat terjadi kegoncangan, barang-barang indah kepunyaan segala bangsa seperti emas dan perak akan mengalir ke rumah Tuhan. Menurut para penafsir alkitab, disamping berbicara tentang Bait Allah jasmani yang akan dibangun kembali, tetapi sekaligus ada nubuatan tentang rumah Tuhan (Sion) yang akan datang pada akhir zaman (baca Yesaya 60:5-11). Pada akhir zaman, banyak bangsa (termasuk Kedar dan Nebayot) akan datang ke rumah Tuhan dengan emas dan peraknya. Ini berarti ada kelimpahan jiwa-jiwa sebagai bahan (batu-batu hidup) untuk pembangunan rumah Tuhan, sekaligus kekayaan (dana) untuk membangun rumah Tuhan. Haleluya.

Sabtu, 03 September 2011

BERKAT DIMULAI DARI RUMAH TUHAN
Bacaan Firman:
Hagai 2:16-20

Pertanyaan renungan:
Di dalam ayat-ayat ini, Allah menantang umat-Nya untuk membandingkan berkat-berkat yang diterimanya, sebelum dan sesudah mereka membangun rumah Tuhan.

Hal-hal dan keadaan-keadaan apa yang terjadi pada umat Tuhan sebelum mereka membangun rumah Tuhan? (Ayat 16-18).
Apa yang dijanjikan Tuhan kepada umatNya, mulai dari hari mereka membangun rumah Tuhan? (Ayat 19-20).

Renungan Firman:
Ternyata, ada perbedaan besar dari kehidupan orang yang berfokus membangun rumah Tuhan dan orang-orang yang acuh tak acuh dalam membangun rumah Tuhan. Mereka yang tidak pernah membangun rumah Tuhan hidupnya selalu kekurangan ditengah-tengah pendapatan yang banyak. Mereka mungkin memiliki banyak uang, harta, dan kedudukan tinggi, tapi tidak sanggup menikmati pendapatannya. Mereka memiliki banyak uang dan harta, tapi tidak memiliki banyak berkat. Selalu ada hama atau penyakit yang merusak harta bendanya. Allah menantang kita untuk memperhatikan keadaan hidup kita dan membandingkan dengan keadaan sebelum dan sesudah membangun rumah Tuhan. Allah berjanji, bahkan meminta umatNya untuk mencatat tanggalnya, bahwa sejak mereka mulai membangun rumah Tuhan, maka Ia pasti memberi berkat. Catatlah. Sejak Anda membangun rumah Allah, maka Allah akan memberi berkat. “Mulai hari ini Aku akan memberi berkat.”

Minggu, 04 September 2011

TUKANG BANGUNAN SEKALIGUS BATU HIDUP
Bacaan Firman:
1 Petrus 2:3-7

Pertanyaan renungan:

Jika kita telah mengecap kebaikan Tuhan, hal apa yang harus kita lakukan? (Ayat 3-4).
Setelah itu, hal apakah yang harus kita biarkan terjadi atas hidup kita? (Ayat 5).
Menurut kitab suci, siapakah batu yang terpilih itu? (Ayat 6). Menjadi batu apakah yang baru itu bagi orang-orang yang percaya? (Ayat 7).

Renungan Firman:
Tujuan hidup kita bukan sekedar mengecap kebaikan Tuhan, yaitu menerima penebusan Kristus. Tetapi menjadi batu-batu hidup yang dipergunakan untuk pembangunan rumah Tuhan. Semua orang percaya adalah batu-batu hidup, sekaligus imam-imam untuk mempersembahkan korban kepada Allah. Semua agama di dunia, termasuk agama Yahudi, memiliki 3 hal: bait (kuil), imam, korban (persembahan). Namun, pada agama Kristen, ketiga hal tersebut ada di dalam diri orang-orang percaya. Kita semua adalah batu-batu hidup yang membentuk Bait Allah. Kita juga adalah sekaligus imam, dimana Kristus korban penebusan kita telah bersatu dengan kita. Jadi ketiga hal itu ada di dalam diri kita secara korporat. Kita adalah satu-satunya agama “three in one”. Jadi Bait Allah bukanlah bangunan jasmani, tetapi kumpulan batu-batu hidup atau imam-imam yang mempersembahkan korban. Setelah kita menerima korban penebusan, ada 2 korban yang harus senantiasa kita berikan:

Korban syukur / ucapan bibir (penyembahan) yang menyebabkan kesadaran akan hadirat Allah di tengah-tengah baitNya (Ibrani 13:5).
Korban perbuatan baik / memberi bantuan (Ibrani 13:6). Inilah korban perbuatan yang nyata dalam saling mengasihi dengan saling memberi dan membangun.

Jadi, dengan korban-korban yang demikian, kita berfungsi sebagai tukang-tukang bangunan yang saling membangun, agar setiap batu hidup menjadi serupa dengan Kristus, batu penjuru kita.

Senin, 05 September 2011

DIBANGUN UNTUK PERBUATAN-PERBUATAN BESAR
Bacaan Firman:
1 Petrus 2:6-9

Pertanyaan renungan:

Menurut kitab suci, siapakah batu yang terpilih itu? (Ayat 6)
Menjadi batu apakah batu itu bagi orang-orang percaya? (Ayat 7)

Bagi siapakah batu itu menjadi batu sandungan?

Menjadi apakah orang-orang percaya dan menjadikan batu itu batu penjuru? (Ayat 9).

Renungan Firman:
Orang-orang Israel seharusnya menjadi tukang-tukang bangunan yang dipanggil oleh Tuhan untuk membangun rumahNya. Tetapi, mereka menolak dan membuang Kristus. Mereka mau mencoba membangun rumah Tuhan dengan cara mereka sendiri. Kristus yang mereka buang, ternyata adalah batu penjurunya rumah Tuhan. Batu penjuru adalah sebuah batu yang diletakkan di bawah dua sudut tembok sebagai fondasi pojok yang sangat penting dan juga sebagai standar bagi batu-batu lain. Batu-batu lain dibentuk sesuai bentuk dan ukuran batu penjuru (khususnya lebar dan tingginya). Dalam upacara peletakan batu pertama pembangunan Bait Allah atau juga bangunan apapun, maka batu pertama yang diletakkan adalah batu penjuru, (contoh: Zakharia 4:7). Pada suku-suku tertentu di zaman Perjanjian Lama di Palestina, sering dikorbankan bayi-bayi (manusia) sebagai korban, agar dewa-dewa melindungi fondasi dari bangunan / kuil yang dibangun. Ini membuktikan betapa pentingnya batu penjuru dari sebuah bangunan. Pada rumah Tuhan, Kristuslah batu penjurunya, dan kitalah tukang-tukang bangunannya. Apabila kita saling membangun sehingga semua batu hidup dibangun di atas dasar batu penjuru sesuai gambar batu penjuru itu, maka kita akan menjadi rumah Tuhan yang didalamnya dan melaluinya diberitakan perbuatan-perbuatan Allah yang besar. Pasti ada banyak mujizat dan transformasi.

Selasa, 06 September 2011

RAPI TERSUSUN MENJADI RUMAH TUHAN
Bacaan Firman:
Efesus 2:19-22

Pertanyaan renungan:

Siapakah kita, setelah diselamatkan? (Ayat 19). Apakah yang akan dilakukan atas kita? (Ayat 20).
Jika kita dibangun di atas dasar yang benar, hal apakah yang akan terjadi? (Ayat 21)
Akhirnya, menjadi apakah kita semua? (Ayat 22)

Renungan Firman:
Kristus adalah batu penjuru, sedangkan rasul-rasul dan nabi-nabi menjadi batu-batu fondasi gereja. Rasul-rasul dan nabi-nabi mendapatkan wahyu dari Allah tentang Maksud Abadi Allah, yaitu: Rencana Allah tentang rumah-Nya. Rumah Allah adalah gaya hidup “saling” seperti yang dipraktekkan oleh Allah Tritunggal. Prinsip inilah yang harus menjadi dasar kita bergereja. Tetapi banyak gereja, dasarnya bukanlah gaya hidup ini. Mereka lebih menekankan gaya hidup individu, atau kelompok kumpulan individu-individu. Kalau gereja dibangun di atas dasar yang benar, maka setiap orang percaya akan bertumbuh dan rapi tersusun. Apakah yang akan terjadi selanjutnya? Jika kita rapi tersusun, maka kita mengekspresikan wujud sesuai design bangunan itu. Ingat! Gereja adalah ekspresi Kristus. Dengan perkataan lain, gereja adalah gambar yang terlihat dari Kristus yang tidak terlihat. Dengan melihat gereja, kita dapat melihat Kristus secara korporat. Sama seperti sebuah bangunan, apabila batu-batunya tidak tersusun rapi atau tidak komplit, maka wujud dari bangunan sesuai yang direncanakan oleh arsiteknya tidak akan terlihat dengan jelas. Demikian pula bangunan Allah perlu rapi tersusun untuk mengekspresikan Kristus.

Rabu, 07 September 2011

RUMAH MENDATANGKAN KEHIDUPAN

Bacaan Firman:
1 Korintus 12:13; Yohanes 7:37-39

Pertanyaan renungan:

Hal apakah yang telah terjadi atas semua orang (Yahudi, Yunani, budak, orang merdeka) yang telah ditebus oleh Kristus? (1 Korintus 12:13).
Apa yang harus dilakukan oleh orang-orang percaya yang haus? (Yohanes 7:37-39).

Renungan Firman:
Kita adalah tubuh Kristus atau Bait Allah. Bait Allah bukanlah bersifat pribadi, tetapi komunitas. Kita telah dibaptis ke dalam tubuh Kristus (Bait Allah) dan diberi minum dalam Bait Allah oleh Roh yang sama. Jadi, kita tidak dapat dipenuhi Roh Kudus secara utuh apabila kita tidak hidup di dalam rumah Allah. Peristiwa yang terjadi dalam Yohanes 7:37-39, seringkali ditafsirkan sebagai kepenuhan Roh Kudus secara pribadi. Padahal peristiwa itu sendiri terjadi pada puncak hari perayaan Pondok Daun, dimana para imam membawa air (simbol dari air yang keluar dari batu karang di padang gurun – Keluaran 17) dari kolam Siloam, dalam sebuah bejana emas. Lalu, air itu dicurahkan di atas altar sebagai sebuah persembahan. Selama upacara, Yesaya 12:3 dibacakan, dan orang-orang Israel berteriak dan bernyanyi dengan sukacita. Jadi, hal itu adalah menggenapi nubuat tentang gereja sebagai Bait Allah, dimana jika anggota-anggotanya berfungsi, maka kita menjadi Bait Allah yang mengalirkan aliran-aliran air hidup kepada orang-orang yang membutuhkan kehidupan. Kita dapat minum dan dipuaskan. Bahkan melalui aliran-aliran air kehidupan itu, sekeliling kita mengalami kehidupan. Ada transformasi yang terjadi di masyarakat (Yehezkiel 47:1-12).

Kamis, 08 September 2011

BAHAN BANGUNAN YANG TAHAN UJI
Bacaan Firman:
1 Korintus 3:12-15

Pertanyaan renungan:
1. Bahan-bahan bangunan apakah yang kemungkinan dipergunakan oleh kita sebagai orang Kristen untuk membangun di atas dasar Yesus Kristus? (Ayat 12).
2. Hal apakah yang akan terjadi pada pekerjaan kita masing-masing? (Ayat 13-15).

Renungan Firman:
Setelah fondasi diletakkan oleh rasul, maka setiap orang percaya adalah pembangun-pembangun rumah Tuhan yang harus bekerja. Ingat! Setiap orang percaya adalah pembangun-pembangun rumah Tuhan. Setiap orang percaya adalah tukang-tukang bangunan yang akan membangun di atas fondasi itu. Setiap orang percaya harus mencari bahan (penginjilan), lalu membentuk bahan (pengajaran), kemudian memasang bahan (penggembalaan), memasangnya sesuai dengan gambar (kerasulan), mengawasi agar pekerjaannya tidak menyimpang dari gambar (kenabian). Di sini ada peringatan dari Paulus. Kita harus memeriksa, bahan apa yang digunakan untuk membangun di atas dasar itu. Apakah bahan-bahan yang digunakan adalah bahan-bahan yang tahan terhadap api (tahan uji), seperti emas, perak, dan batu-batuan indah? Ataukah bahan-bahan yang dipergunakan adalah bahan-bahan yang tidak tahan api (tahan ujian), seperti kayu, rumput kering, atau jerami? Jadi, di dalam saling membangun di antara sesama tukang, kita perlu memeriksa, apakah kita menjadikan orang yang dibangun itu bahan yang tahan uji atau tidak. Apakah bahan-bahan yang tahan uji itu? Semua yang tak sesuai dengan kehendak Allah (Maksud Abadi Allah) adalah bahan yang tidak tahan uji.
“Dan dunia ini sedang lenyap dengan keinginannya, tetapi orang yang melakukan kehendak Allah (Maksud Abadi Allah) tetap hidup selama-lamanya.” – 1 Yohanes 2:17. Jadi, jika kita membawa diri kita dan orang lain kepada Maksud Abadi Allah, yaitu rencana untuk pembangunan rumah Tuhan, maka kita dan orang-orang tersebut adalah bahan yang tahan uji. Tapi, jika kita tidak berfokus pada Maksud Abadi Allah, namun pada: kemakmuran, kesuksesan, keinginan-keinginan manusia, maka kita adalah bahan yang tidak tahan uji.

Jumat, 09 September 2011
PERANAN RASUL DAN SETIAP ORANG PERCAYA
Bacaan Firman:
1 Korintus 3:10-11

Pertanyaan renungan:

Sesuai dengan kasih karunia Allah, peranan apakah yang dianugerahkan pada Paulus? Apakah peranan tiap-tiap orang? Bagaimanakah tiap-tiap orang harus bekerja? (Ayat 10).
Dasar apakah yang harus diletakkan atas bangunan Allah? (Ayat 11).

Renungan Firman:
Di dalam membangun rumah Tuhan, ada peranan rasul-rasul dan ada juga peranan setiap orang percaya. Rasul-rasul bertugas meletakkan dasar bangunan Allah, yaitu Yesus Kristus. Karena Yesus Kristus adalah fondasi dari setiap orang percaya (batu-batu hidup) yang dibangun di atasnya. Kristus bukanlah sekedar tokoh agama yang perlu kita contoh. Dia adalah sumber dan pelaku kehidupan kita. Kita bukan lagi berusaha meniru Kristus dengan kekuatan kita, tetapi Kristuslah yang harus menjadi kehidupan kita (Galatia 2:19-20). Kristuslah yang memikul segala kehidupan kita. Bayangkan kalau Kristus adalah fondasi kita, maka Dialah yang memikul beban seluruh batu-batu hidup yang dibangun di atas-Nya. Akibatnya, batu-batu hidup menjadi ringan, karena bukan mereka lagi yang memikul beban hidupnya, tetapi Kristus. Lalu, apakah tugas dari setiap orang percaya? Peranan dari setiap orang percaya adalah membangun di atas fondasi itu. Ternyata, semua orang percaya (tiap-tiap orang) adalah pembangun rumah Tuhan. Banyak orang Kristen tidak memahami kebenaran ini. Mereka berpikir bahwa tugas membangun rumah Tuhan adalah tugas pemimpin-pemimpin dan rasul-rasul, sedangkan tugas mereka adalah menjadi batu-batu hidup yang pasif dan menunggu untuk dibangun oleh rasul-rasul dan pemimpin-pemimpin. Itu tidak tepat. Setiap orang adalah pembangun-pembangun rumah Tuhan di atas fondasi (Yesus Kristus) yang telah diletakkan oleh rasul-rasul.

Sabtu, 10 September 2011
BAHAYA BILA MERUSAK RUMAH TUHAN
Bacaan Firman:
1 Korintus 3:16-17, 3-4

Pertanyaan renungan:

Hal apakah yang harus kita ketahui dengan jelas? (Ayat 16)
Hal apakah yang akan terjadi bila kita membinasakan (merusak) Bait Allah? (Ayat 17)
Bagaimanakah jemaat di Korintus merusak Bait Allah? (Ayat 3-4)

Renungan Firman:
Banyak orang Kristen yang salah menafsirkan ayat ini. Mereka mengambil ayat ini keluar dari konteksnya untuk membuktikan bahwa orang yang merokok dapat membunuh diri. Orang yang melakukan dosa-dosa terhadap tubuh akan dibinasakan oleh Allah. Memang benar bahwa dosa-dosa tersebut adalah dosa-dosa yang dibenci oleh Allah, tapi kita tidak boleh menggunakan ayat ini. Bait Allah yang dimaksud ayat ini bukanlah bersifat pribadi, tetapi korporat. Mengapa? Sebab kata “kamu” di sini adalah jamak. Jadi, Bait Allah yang dimaksudkan adalah keseluruhan orang percaya di Korintus. Artinya, Bait Allah di sini adalah gereja di Korintus. Bagaimanakah cara orang-orang di Korintus merusak Bait Allah (gereja)? Mereka memecah-mecah tubuh Kristus (Bait Allah) dengan berpihak-pihak. Ada yang menjadi golongan Paulus, Apolos, Petrus, ada pula yang merasa mereka golongan Yesus (baca 1 Korintus 1:11-13). Apakah akibatnya? Akibatnya, orang yang membinasakan (bahasa Inggris: defile (NKJV) = mengotori; mencemari – destroy(NIV) = merusak), Bait Allah akan dibinasakan (destroyed = dirusak; dihancurkan) oleh Allah. Mengerikan sekali. Kita seringkali merasa jijik dan ngeri dengan dosa-dosa seperti: percabulan, korupsi, pembunuhan, okultisme, dsb. Tetapi sebenarnya, yang lebih menjijikan dan mengerikan apabila kita memecah tubuh Kristus (Bait Allah). Kita harus menghargai rumah Tuhan, jangan dirusak dengan tindakan apapun.

Minggu, 11 September 2011
5 PEKERJAAN ORANG-ORANG KUDUS
Bacaan Firman:
Efesus 4:10-12
Pertanyaan renungan:

Untuk tujuan apakah Kristus naik jauh lebih tinggi dari semua langit? (Ayat 10)
Setelah Kristus naik, hal apakah yang Ia berikan untuk rencana di ayat 10? (Ayat 11)
Untuk apakah pemberian-pemberian (rasul, nabi, pemberita injil, gembala, dan pengajar) tersebut? (Ayat 11-12)

Renungan Firman:
Kristus naik ke sorga setelah bangkit dari kematian dan menyelesaikan penebusan-Nya di kayu salib. Ia naik ke atas (ke dimensi yang lebih tinggi), supaya Ia memenuhkan segala sesuatu, dimulai dari gereja-Nya. Sasaran Kristus adalah agar gerejaNya, yang terlebih dahulu dipenuhi dengan segala kepenuhan Kristus. Jadi, sasaran gereja adalah menjadi gereja kepenuhan Kristus. Kalau kita ada di gereja kepenuhan Kristus, maka kitapun akan jadi anggota yang bertumbuh dan dewasa. Sekarang bagaimanakah caranya agar gereja menjadi gereja kepenuhan Kristus? Kristus memberikan 5 peranan (pelayanan) Nya pada gerejaNya. Kristus adalah Rasul (Ibrani 3:1); Nabi (Yohanes 9:17; 4:19); Gembala (Yohanes 10:11, 14); Penginjil (Matius 4:17; Lukas 4:43); dan Guru (Yohanes 13:13). Sebagai Rasul, Yesus diutus untuk menyatakan dan menggenapi Maksud Abadi Allah, yaitu pembangunan rumah-Nya (Yohanes 2:19-21). Yesus juga adalah Nabi yang menyampaikan pesan Tuhan (konfirmasi, teguran) tentang penggenapan Maksud Abadi Allah (Ibrani 12:18-29). Sebagai Gembala, Yesus memelihara domba-domba dengan menyerahkan nyawa-Nya (Yohanes 10:14-15). Kristus selalu memberitakan Injil Kerajaan, yaitu berita bahwa Raja (Kristus) akan datang dengan tubuhNya (gerejaNya) untuk memerintah (Matius 16:19-20). Bahkan Kristus terus-menerus mengajar bagaimana kita menjadi batu-batu hidup yang serupa dengan Dia (Batu Penjuru) (Lukas 6:40). Nah, kalau kita adalah murid Kristus yang baik, maka kita sebagai murid pasti akan melakukan kelima pekerjaan yang dilakukan oleh guru kita.

Senin, 12 September 2011
MENCAPAI KEPENUHAN KRISTUS
Bacaan Firman:
Efesus 4:13-16

Pertanyaan renungan:
Selanjutnya, jika kita semua terus-menerus mempraktekkan Efesus 4:11-12, maka Efesus 4:13-16 adalah buah-buahnya, atau hasilnya. Temukanlah 7 hal tersebut sebagai hasilnya:

Ayat 13a _____________________
Ayat 13b _____________________
Ayat 13c _____________________
Ayat 13d _____________________
Ayat 14-15a __________________
Ayat 15b ____________________
Ayat 16 _____________________

Renungan Firman:
Kita seringkali mencoba untuk berusaha mempraktekkan buah-buah seperti pada ayat 13-16. Padahal ke-7 hal ini adalah hasil otomatis yang dicapai jikalau kita semua terus-menerus mempraktekkan Efesus 4:11-12, yaitu membangun rumah Tuhan atau tubuh Kristus (baca renungan kemarin). Pernahkah Anda melihat bagaimana pohon mencoba keras (“ngeden”) untuk menghasilkan buah-buah? Tidak! Pohon itu berbuah bukan karena “ngeden”, tetapi mengikuti proses dimana daun-daun memasak makanan (fotosintesis), sehingga mendapat energi untuk bertumbuh dan akhirnya menghasilkan buah. Demikian pula kita sebagai anggota tubuh Kristus atau batu-batu hidup, berfokus untuk saling membangun dengan melakukan ke-5 pekerjaan itu (kerasulan, kenabian, penginjilan, penggembalaan, dan pengajaran), maka kita adalah seperti pohon yang “memasak” makanan rohani, atau seperti tubuh yang mencerna makanan menjadi energi rohani. Energi itu adalah seperti kehidupan Kristus yang kemudian otomatis menghasilkan ke 7 hasil (buah) tersebut. Contoh: jika kita sibuk untuk saling membangun sehingga kita saling mentransfer kehidupan Kristus satu dengan yang lain, maka kita akan bertumbuh dalam segala hal ke arah Kristus yang adalah Kepala.

Selasa, 13 September 2011
MURID MELAKUKAN APA YANG DILAKUKAN GURU
Bacaan Firman:
Lukas 9:23-24; 6:40
Pertanyaan renungan:

Apa yang dikatakan oleh Kristus tentang setiap orang yang mau menjadi pengikutNya? (Lukas 9:23) Mengapa? (Ayat 24)
Apakah yang akan terjadi bila sebagai murid kita telah tamat pelajarannya? (Lukas 9:40)

Renungan Firman:
Dari ayat-ayat di atas, kita melihat bahwa menjadi murid artinya menjadi pengikut. Itulah arti pertama dari murid (bahasa Yunani: mathetes). Murid adalah seorang pengikut. Bagaimana caranya kita menjadi pengikut? Sekarang kita bersatu dengan Kristus (1 Korintus 12:13) dan menjadi anggota-anggota tubuhNya. Jadi, kita telah menjadi pengikut Kepala kita. Lalu, arti kedua dari kata murid (mathetes) adalah pemagang atau orang yang belajar sesuatu dengan melakukannya bersama-sama dengan guru di lapangan. Dulu, sebelum terbentuk tubuh Kristus, murid-murid harus meniru Kristus, Guru yang ada bersama-sama dengan mereka. Namun setelah kita menjadi anggota tubuhNya, kita menjadi satu dengan Kristus. Kini kita bukanlah sekedar meniru, tetapi Kristuslah yang melakukan segala pekerjaanNya melalui kita. Menjadi pengikut dan pemagang Kristus artinya kita mencari tahu apa yang dilakukan Kristus. Kita ekspresikan melalui tindakan-tindakan kita. Penghalangnya adalah diri kita yang suka bersifat independen. Sering diri (ego) kita tidak mau mengikut Kristus, tapi mengikuti kehendak pribadi. Apa solusinya? Menyangkal diri dan memikul salib.

Rabu, 14 September 2011
MURID TINGGAL DI DALAM GURUNYA
Bacaan Firman:
Yohanes 15:5-8
Pertanyaan renungan:

Diumpamakan seperti apakah Kristus dan kita? Bagaimanakah caranya agar kita berbuah banyak? (Ayat 5). Apa yang terjadi bila seseorang tidak tinggal dalam Kristus? (Ayat 6)
Hal apakah yang akan terjadi bila kita tinggal di dalam Kristus? (Ayat 7)
Apakah tandanya untuk diketahui kita adalah murid-murid Kristus? (Ayat 8).

Renungan Firman:
Pengajaran pokok anggur dan carang ini adalah prinsip hidup yang akan terjadi bilamana murid-murid bersatu dengan Kristus lewat pekerjaan Roh Kudus (1 Korintus 12:13). Setelah kebangkitan Kristus, maka murid-muridNya telah bersatu dengan Kristus. Kita bagaikan carang-carang yang bersatu (tinggal) dalam Kristus. Apabila kita memang bersatu dengan Kristus, maka kehidupan Kristuslah yang mengalir dalam dan melalui kita. Akibatnya, kita tidak usah “ngeden” untuk berbuah. Kita pasti akan menghasilkan buah-buah dalam kehidupan kita. Namun, apabila seseorang tidak bersatu (tinggal) dengan Kristus, tetapi ia hanya menempel seperti pohon benalu pada pokok anggur, maka ia tidak mungkin berbuah, dan ia adalah orang Kristen atau murid palsu. Jika kita adalah murid sejati atau carang sejati, maka kita pasti akan melakukan yang sama seperti yang dilakukan oleh pokok anggur, yaitu Kristus. Atau dikatakan perbuatan-perbuatan itu adalah perbuatan-perbuatan yang dilakukan Kristus (pokok anggur) melalui carang-carangnya. Apa yang Kristus lakukan dilakukan-Nya melalui kita carang-carangNya. Itulah buah-buah kita.

Kamis, 15 September 2011

MEMBAJAK LADANG DAN MEMBANGUN RUMAH BERSAMA
Bacaan Firman:
Matius 11:28-30; 1 Korintus 3:9
Pertanyaan renungan:
1. Ajakan apakah yang diberikan Kristus kepada kita semua? (Ayat 28-30).
2. Sebenarnya siapakah kita semuanya? (1 Korintus 3:9).

Renungan Firman:

Baca juga:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *