Kesembuhan Luka Batin

“Ia menyembuhkan orang-orang yang patah hati dan membalut luka-luka mereka;” (Mazmur 147:3)

Dalam kehidupan ini, banyak hal bisa melukai hati dan jiwa kita. Hal tersebut akhirnya berwujud menjadi luka emosional, dan sering ditutupi baik dengan sadar maupun tanpa sadar dengan berbagai bentuk dan cara. Ingatan kita mungkin dapat mulai kabur karena berjalannya waktu, namun rasa sakit itu tetap terasa membekas, bisa dikatakan rasa sakitnya hampir tidak ada bedanya dulu waktu pertama kali terluka maupun setelah bertahun-tahun lamanya.

Tujuan akhir kita seharusnya bukan melupakan kejadian atau trauma masa lalu itu, namun lebih kepada mengalami kesembuhan dari luka-luka batin di masa lalu kita, sehingga sekalipun kita masih mengingat atau diingatkan kembali kepada kejadian tersebut, kita tidak lagi merasakan rasa sakit tersebut dan bahkan bisa mengambil hikmat dari kejadian itu.

Beberapa dari Anda pasti sudah pernah mempelajari mengenai hal yang akan dibahas hari ini, yakni kesembuhan batin. Namun, saya percaya walaupun kita sudah mengetahui atau mendapatkan pelajaran ini di waktu-waktu sebelumnya, ketika Anda mau membuka hati dan membiarkan Roh Kudus bekerja di dalam Anda terhadap apa yang dibagikan sekarang maka pewahyuan baru pasti DIA bukakan bagi Anda.

Sebelum lebih jauh membedah mengenai kesembuhan batin, ada baiknya kita mengetahui lebih dahulu mengenai batin manusia itu sendiri.

Berdasarkan Kamus Besar Bahasa Indonesia edisi Keempat, pengertian dari batin adalah sesuatu yang terdapat dalam hati atau sesuatu yang menyangkut jiwa (perasahaan hati dan lain sebagainya).

Percaya atau tidak, jiwa atau batin manusia sangatlah mudah terluka oleh berbagai tekanan hidup dan penderitaan. Hal ini pun tanpa disadari dapat memengaruhi hidup yang kita jalani pada masa kini maupun di masa mendatang. Luka-luka batin yang tidak disembuhkan akan menghambat pertumbuhan rohani seseorang dan bahkan berpengaruh terhadap kondisi jasmaninya.

Iblis sangat mengetahui kelemahan manusia khususnya pada area batin ini. Oleh sebab itu, jangan heran bila iblis selalu mencoba berbagai cara untuk menggoreskan luka, bahkan jika mungkin melukai seumur hidup orang yang ia targetkan sebagai sasaran intimidasinya.

Setidaknya ada 3 jenis luka batin yang kerap dibangkit-bangkitkan dan dijadikan senjata iblis untuk menghancurkan manusia :

1. Luka batin pertama : Tertolak. Pernah ingin digugurkan dari kandungan membuat seorang anak akan selalu merasa dirinya tidaklah pantas untuk hadir di dunia ini. Bahkan walau pun dapat mengecap kebahagiaan pada waktu tertentu, tapi di waktu yang tidak terlalu lama ia dapat menjadi orang yang begitu sedih.

Penolakan mengakibatkan ketidakdewasaan dan ketidakstabilan emosi.

2. Luka batin kedua : Kepahitan. Kepahitan adalah perasaan bermusuhan dengan seseorang yang pernah menyakiti atau merugikan atau merusak nama baik seseorang. Perasaan itu bisa berupa : dendam, kecewa, sakit hati yang berkepanjangan sehingga pahit dalam hati.

Kepahitan dapat mengubah karakter seseorang menjadi keras, kejam, sikap tidak mau mengampuni dan membenci dalam diri mereka sendiri.

3. Luka batin ketiga : Trauma. KBBI Edisi keempat mendefinisikan trauma sebagai berikut : merupakan jiwa atau tingkah laku yang tidak normal sebagai akibat dari tekanan jiwa atau cidera jasmani. Pengalaman-pengalaman mengerikan di masa lampau yang tidak terselesaikan dengan baik seperti pernah mendapatkan perlakuan kasar, pernah akan diperkosa, pernah akan dibunuh, akan menyisakan luka batin.

Kegagalan demi kegagalan yang dialami selama hidup juga dapat meninggalkan trauma di dalam diri kita.

Tanda-tanda luka-luka batin :

1. Mengalami rasa kosong dan juga rasa sakit dalam batin yang tampaknya tidak bisa hilang.
2. Lekas marah, atau mudah tersinggung, perasaan benci, dendam yang sering muncul.
3. Sedikit atau bahkan tidak memiliki rasa toleransi terhadap orang lain.
4. Terlalu sensitive pada peristiwa tertentu, atau sering merasa diserang oleh tanggapan orang lain.
5. Sulit merasa dikasihi baik oleh sesame maupun oleh Tuhan.
6. Sering melakukan pemukulan atau suka berkelahi. Jika luka batin sudah sangat buruk maka akan termanifestasi dalam bentuk yang membahayakan orang.
7. Marah kepada Tuhan karena menyalahkan Tuhan atas peristiwa-peristiwa menyakitkan yang ia alami.
8. Membenci diri sendiri, hal ini sering di alami oleh mereka yang pernah mengalami pelecehan ataupun penyiksaan di masa lalunya.
9. Mudah frustrasi, hal ini disebabkan gejolak batinnya tidak bisa diungkapkan.
10. Escapism : melakukan berbagai bentuk pelarian diri dari masalah seperti makan berlebih, merokok, minuman keras, pornografi, kecanduan belanja, dll.
11. Cutting : melukai diri sendiri. Hal ini biasanya bentuk pelepasan rasa sakit yang batinnya rasakan dengan menyakiti bagian-bagian tubuhnya, biasanya pada bagian-bagian tubuh yang tidak terlihat.
12. Tindakan balas dendam
13. Tidak bertanggung jawab atas perbuatannya atau ketidakpedulian.
14. Pengharapan yang tidak masuk akal dan standar yang tidak realistic.
15. Perfeksionis
16. Perasaan putus asa
17. Rendah diri

Solusi terbaik untuk bisa lepas dari cengkraman iblis dan sembuh dari luka-luka batin diatas adalah dengan melakukan apa yang sudah tertulis di dalam firman Tuhan berikut ini :

1. Jujur dan terbuka dan mengaku dosa.

“Karena itu hendaklah kamu saling mengaku dosamu dan saling mendoakan, supaya kamu sembuh. Doa orang benar, bila dengan yakin didoakan, sangat besar kuasanya” (Yakobus 5:16)

Untuk mengalami pemulihan, langkah pertama yang harus kita lakukan adalah terbuka. Tanpa ada keterbukaan tidak mungkin ada kesembuhan. Allah itu Mahatahu, namun Ia rindu kita terbuka, mengakui segala dosa dan kesalahan kita. Tuhan akan menghapuskan segala dosa dan salah yang kita akui, dan Ia akan menyembuhkan segala luka yang kita ungkapkan kepada-Nya.

Keterbukaan adalah awal pemulihan. Jika kita tidak pernah secara jujur mengakui bahwa diri kita terluka, maka kita tidak akan pernah disembuhkan. Seperti seorang dokter, ketika pasien datang ia tidak langsung mengobati, tetapi menanyakan pada si pasien apa yang sakit.

1). Pertama jujurlah kepada Allah, jika mungkin ada kemarahan kepada Tuhan, rendahkanlah hati kita dan mari datang kepada Allah. Jujurlah kepada-Nya bahwa hati kita terluka dan sakit, serta membutuhkan Dia untuk memulihkan kita, percayalah maka Ia Allah yang setia akan membalut luka-luka kita dan memulihkan hati kita (Mazmur 147:3).

2). Kedua, jujurlah kepada seseorang yang dapat Anda percaya. Selain Tuhan, kita butuh orang lain untuk saling menjaga dan mendoakan. Mungkin orang tersebut pembina Anda, gembala atau bahkan pasangan hidup Anda. (Yakobus 5:16).

2. Mengambil tanggung jawab.

Berhentilah menyalahkan orang lain, situasi, kondisi atau bahkan Tuhan, termasuk jangan menyalahkan diri Anda sendiri. Lepaskanlah masa lalu, dan ambillah tanggung jawab untuk diri Anda dan masa depan Anda. Luka-luka batin adalah ibarat kita terkunci dalam sebuah ruangan dan kita berteriak minto tolong dibukakan pintu padahal kuncinya ada ditangan kita. Kunci itu ada ditangan Anda, berhenti menyalahkan dan mulailah melangkah ke depan.

3. Sadarilah bahwa Tuhan mengasihi Anda, baik Anda merasakan ataupun tidak. Hal tersebut adalah fakta. Tuhan bahkan telah mengasihi kita ketika kita masih berdosa, kasih Tuhan tanpa syarat, tidak dipengaruhi oleh performa atau penampilan kita. (Roma 5:8)

4. Mengampuni orang yang melukai

“Sabarlah kamu seorang terhadap yang lain, dan ampunilah seorang akan yang lain apabila yang seorang menaruh dendam terhadap yang lain, sama seperti Tuhan telah mengampuni kamu, kamu perbuat jugalah demikian.” (Kolose 3:13)

Lepaskan pengampunan, itulah kunci yang Tuhan berikan ditangan kita untuk mengalami kesembuhan batin. Pengampunan bukanlah perasaan, pengampunan adalah keputusan. Jadi sekalipun setiap kali Anda melepaskan pengampunan masih merasakan sakit, teruslah lakukan dan minta kasih karunia Tuhan agar Anda bisa mengampuni dengan tulus. (Kolose 3:13)

Mengampuni adalah tindakan melupakan atau menghapus segala ingatan buruk yang menyakitkan hati atau yang merugikan kita karena perbuatan orang lain serta memohonkan berkat atas orang tersebut. Tanpa pengampunan, kita tidak pernah dapat terlepas dari sakit hati, dendam, atau kepahitan yang membelenggu hidup.

5. Mengucap syukurlah. Hati yang tidak tahu bersyukur rentan terhadap berbagai hal negative seperti tidak bisa mengampuni, merasa tidak dikasihi, dan kebencian. Intinya, ucapan syukur adalah vitamin bagi jiwa yang akan membawa kita kepada kesehatan emosional.

6. Berilah makan roh dan pikiran Anda dengan kebenaran firman Tuhan. Salah satu proses pemulihan batin adalah perubahan pola pikir, jadi sangat penting untuk merenungkan dan memperkatakan firman Tuhan.

7. Berdoa, ada bagian-bagian dari pemulihan batin dan juga memori kita yang tidak dapat dirumuskan teorinya, karena disanalah peran Roh Kudus. Jadi, sediakan waktu-waktu khusus untuk berada di hadirat Tuhan.

Pemulihan adalah bagian dari proses kita menjadi segambar dan serupa dengan Kristus hingga kita tiba pada kesempurnaan, yaitu pada waktu kita bertemu dengan Dia nanti. Untuk itu, mari terbuka dan ijinkan Tuhan untuk terus membawa kita dari satu pemulihan kepada pemulihan lainnya.

8. Memulihkan hubungan yang rusak

“Janganlah membalas kejahatan dengan kejahatan; lakukanlah apa yang baik bagi semua orang! Sedapat-dapatnya, kalau hal itu bergantung padamu, hiduplah dalam perdamaian dengan semua orang!” (Roma 12:17-18)

Manusia pada umumnya cenderung membalas kejahatan dengan kejahatan, atau bahkan berbuat lebih jahat lagi. Tetapi Alkitab mengajar kita untuk membalas kejahatan dengan kebaikan. Kita harus senantiasa hidup damai dengan semua orang. Semua orang disini berarti ya semua orang, tanpa ada pengecualian satu pun. Kalau pun orang yang kita ajak damai tidak merespon atau tidak bersedia, itu urusan lain lagi, yang penting dari pihak kita telah menunjukkan itikad baik.

8. Menjaga hati nurani tetap murni

“Sebab itu aku senantiasa berusaha untuk hidup dengan hati nurani yang murni di hadapan Allah dan manusia” (Kisah Para Rasul 24:16)

Orang yang dapat menjaga hati nurani tetap murni tidak akan mudah diserang oleh sakit hati, kecewa, kepahitan, dan lain sebagainya. Batin kita akan makin kuat manakala kita memiliki hati nurani yang tetap murni.

Agar manusia batiniah kita tetap kuat, pandanglah segala penderitaan yang sedang kita alami itu ringan jika dibandingkan dengan kemuliaan kekal yang akan datang. Mari kita belajar mengalihkan pandangan dari hal-hal yang sementara kepada hal-hal yang bersifat kekal, dari hal-hal jasmaniah kepada hal-hal rohaniah, dari hal-hal yang kelihatan kepada hal-hal yang tidak kelihatan.

Semua hal yang kekal yang telah disediakan Tuhan bagi kita orang percaya jauh lebih hebat dari apa pun yang bisa dilihat dan dirasakan di dunia ini. Itu sebabnya mari kita berfokus pada hal-hal yang ada dalam kekekalan.

Untuk menjadi (tetap dalam keadaan) terluka atau pun sembuh dari luka-luka batin adalah pilihan kita masing-masing. Tuhan memberikan kebebasan bagi kita untuk memutuskan mana dari dua opsi ini yang akan kita ambil. Hanya ingatlah selalu, ketika Anda menentukan salah satu diantara hal-hal tersebut maka ada akibat yang akan Anda rasakan.

Memilih (tetap) terluka, hidup Anda terkungkung dalam jerat iblis; memilih sembuh dari luka batin, hidup Anda merdeka, lepas dari intimidasi-intimidasi iblis yang tidak menyenangkan.

Sumber: http://www.jawaban.com/news/

Baca juga:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *