JALAN MASUK KERAJAAN SURGA (Ir. Eddy Leo)

Sebelum jatuh ke dalam dosa, manusia adalah anggota Kerajaan Allah yang diberi kuasa untuk memerintah dunia ini (Kej. 1:26-28). Manusia hidup serupa dengan gambar darn rupa Allah. Manusia mengalami Kerajaan Allah di bumi. Ketika Kerajaan Allah datang, maka manusia mengalami berkat-berkat Allah yang seutuhnya, yakni diberkati secara rohani, social, jasmani dan materi.

Manusia bersekutu dengan Allah secara sempurna. Adam dan Hawa hidup dengan terbuka satu dengan lainnya. Mereka hidup dalam persekutuan yang sempurna dengan Allah dan sesamanya. Namun ketika Adam dan Hawa jatuh ke dalam dosa. Akibat dosa, maka manusia berpindah dari Kerajaan Allah (Eden) ke dalam kerajaan kegelapan. Sejak itu manusia dikuasai penuh oleh setan, kedagingan dan dunia ini. Manusia tidak lagi memiliki kuasa untuk memerintah dunia dengan baik. Sebaliknya, ia dikuasai oleh alam. Manusia yang cenderung merusak alam, akhirnya dihancurkan oleh bencana-bencana alam. Manusia tidak lagi menguasai hewan-hewan dan melindunginya, sebaliknya hewan-hewan punah bahkan mulai menguasai manusia. Bakteri dan virus menguasai manusia melalui penyakit-penyakit baru yang menyiksa dan mematikan begitu banyak manusia. Bahkan yang lebih tragis lagi manusia dikuasai oleh tumbuh-tumbuhan. Hampir semua bentuk KETAGIHAN yang merusak hidup manusia berasal dari produk tumbuh-tumbuhan seperti: opium, kokain, ganja, alkohol, tembakau dan sebagainya.

Apakah Allah berdiam diri? Tidak! Allah akan mengembalikan manusia ke dalam KerajaanNya. Bagaimanakah caranya? Allahlah yang berinisiatif. Allah tidak berdiam diri. “Ia telah melepaskan kita dari kuasa kegelapan dan memindahkan kita ke dalam Kerajaan AnakNya yang kekasih” Kolose 1:13. Bagaimana caranya? Allah tidak dapat memindahkan kita ke dalam KerajaanNya dengan mengabaikan dosa kita. Penyebab kejatuhan kita adalah dosa. Allah harus menyelesaikan masalah dosa kita. Itulah sebabnya. Ia harus menebus dosa kita.” … di dalam Dia kita memiliki PENEBUSAN kita yaitu PENGAMPUNAN DOSA.” Kolose 1:14.

Jadi tanpa PENEBUSAN DOSA, yaitu PENGAMPUNAN DOSA, kita tidak mungkin berpindah dari kerajaan gelap kepada Kerajaan Allah. Dalam buku ini, akan dibahas apakah jalan masuk ke dalam Kerajaan Allah itu. Kita akan mempelajari, seperti apakah perjalanan kita dalam kerajaan Allah. Memahami Jalan Kerajaan Allah tersebut sangatlah penting, baik oleh orang-orang percaya yang baru maupun yang lama.

Berita tentang Jalan masuk Kerajaan Allah disebut juga sebagai INJIL (Kabar Baik). Injil yang kita dengar sekarang adalah Injil Keselamatan (Efesus 1:13). Injil bukan hanya perlu didengar oleh orang-orang percaya baru, tapi juga oleh orang-orang percaya yang sudah lama. “Aku mengucap syukur kepada Allahku karena persekutuanmu dalam Berita Injil mulai dari hari pertama sampai sekarang ini.” Filipi 1:5.

Apakah manfaat mendengar Injil dan bersekutu dalam Berita Injil terus-menerus? “Akan hal ini aku yakin sepenuhnya, yaitu Ia, yang memulai pekerjaan yang baik di antara kamu, akan meneruskannya sampai pada akhirnya pada hari Kristus Yesus.” Filipi 1:6. Ketika kita mendengar Injil terus menerus hal tersebut akan menguatkan kita untuk dapat meneruskan perjalanan kita sampai pada akhirnya, yaitu sampai saat kedatangan Kristus yang kedua kali.

Sudahkah Anda siap? Marilah kita mengikuti jalan masuk Kerajaan Allah dengan tekun sampai akhir.

“Karena itu, saudara-saudaraku, berusahalah sungguh-sungguh, supaya panggilan dan pilihanmu makin teguh. Sebab jikalau kamu melakukannya, kamu tidak akan pernah tersandung. Dengan demikian kepada kamu akan dikaruniakan hak penuh untuk memasuki Kerajaan kekal, yaitu Kerajaan Tuhan dan Juruselamat kita, Yesus Kristus.” 2 Petrus 1:10-12.

HARI 1
Karena manusia mati rohani, ia tidak dapat mencari Tuhan. Tuhanlah yang harus mencari manusia, bahkan Ia telah merencanakan pencarian itu jauh sebelum dunia dijadikan.

RENCANA KESELAMATAN
Efesus 1:3-14
1:3. Terpujilah Allah dan Bapa Tuhan kita Yesus Kristus yang dalam Kristus telah mengaruniakan kepada kita segala berkat rohani di dalam sorga.
1:4 Sebab di dalam Dia Allah telah memilih kita sebelum dunia dijadikan, supaya kita kudus dan tak bercacat di hadapan-Nya.
1:5 Dalam kasih Ia telah menentukan kita dari semula oleh Yesus Kristus untuk menjadi anak-anak-Nya, sesuai dengan kerelaan kehendak-Nya,
1:6 supaya terpujilah kasih karunia-Nya yang mulia, yang dikaruniakan-Nya kepada kita di dalam Dia, yang dikasihi-Nya.
1:7 Sebab di dalam Dia dan oleh darah-Nya kita beroleh penebusan, yaitu pengampunan dosa, menurut kekayaan kasih karunia-Nya,
1:8 yang dilimpahkan-Nya kepada kita dalam segala hikmat dan pengertian.
1:9 Sebab Ia telah menyatakan rahasia kehendak-Nya kepada kita, sesuai dengan rencana kerelaan-Nya, yaitu rencana kerelaan yang dari semula telah ditetapkan-Nya di dalam Kristus
1:10 sebagai persiapan kegenapan waktu untuk mempersatukan di dalam Kristus sebagai Kepala segala sesuatu, baik yang di sorga maupun yang di bumi.
1:11 Aku katakan “di dalam Kristus”, karena di dalam Dialah kami mendapat bagian yang dijanjikan–kami yang dari semula ditentukan untuk menerima bagian itu sesuai dengan maksud Allah, yang di dalam segala sesuatu bekerja menurut keputusan kehendak-Nya–
1:12 supaya kami, yang sebelumnya telah menaruh harapan pada Kristus, boleh menjadi puji-pujian bagi kemuliaan-Nya.
1:13 Di dalam Dia kamu juga–karena kamu telah mendengar firman kebenaran, yaitu Injil keselamatanmu–di dalam Dia kamu juga, ketika kamu percaya, dimeteraikan dengan Roh Kudus, yang dijanjikan-Nya itu.
1:14 Dan Roh Kudus itu adalah jaminan bagian kita sampai kita memperoleh seluruhnya, yaitu penebusan yang menjadikan kita milik Allah, untuk memuji kemuliaan-Nya.

M1 menerima
Berdoalah agar Anda diberi pengertian oleh Roh Kudus untuk memahami Renungan Firman hari ini.

M2 merenungkan

Hal apakah yang telah dikaruniakan Allah kepada kita? (Ayat 3). Apakah wujud berkat-berkat rohani tersebut bagi kita ? (Ayat 4-8). Dari sejak kapankah rencana keselamatan tersebut direncanakan oleh Allah? (Ayat 4-5).
Sesuai dengan kerelaan siapakah, kita diselamatkan? (ayat 9). Di dalam siapakah kita memperoleh bagian (keselamatan) yang dijanjikan? (Ayat 10-12).
Hal apakah yang akan terjadi bila seseorang mendengar dan percaya kepada Injil (Kabar) keselamatan? (Ayat 13). Apakah gunanya meterai Roh Kudus? (Ayat 14).

PENGAJARAN

Ketika Allah menciptakan Adam dan Hawa, Ia menciptakan suatu makhluk yang serupa dan segambar denganNya. Makhluk yang Ia ciptakan akan memiliki kehendak bebas untuk memilih antara dosa dan ketaatan. Mengapa Allah menciptakan bagiNya suatu makhluk yang bebas memilih? Bukankah lebih baik bagiNya memiliki makhluk yang telah diprogram untuk taat senantiasa? Sama seperti kita juga, tidak mungkin kita mau menikah dengan sebuah robot yang telah diprogram untuk taat senantiasa. Robot yang walaupun taat dan baik tetapi ia tidak serupa dan segambar dengan kita. Robot tersebut melakukan ketaatan bukan berasal dari kehendak bebasnya, tetapi karena sudah diprogram. Robot tersebut tidak melakukan ketaatannya karena kasih, tetapi karena tidak mempunyai pilihan lain.

Demikian pula Allah tidak ingin menciptakan robot-robot yang tidak memiliki pilihan kasih. Ia ingin menciptakan suatu makhluk yang dapat dengan bebas mengasihiNya. Namun, menciptakan makhluk bebas yang serupa dan segambar dengan Allah adalah merupakan suatu resiko yang sangat besar. Akan ada kemungkinan manusia taat atau berdosa. Kemungkinannya adalah 50%:50%.

ALLAH MAHA TAHU DAN MAHA KUASA

Sekarang, apakah Allah mengetahui sebelumnya bahwa manusia yang akan diciptakanNya, itu akan memilih tidak taat (dosa)? Tentu. Allah itu Maha Tahu. Sebelum dunia dijadikanpun Allah telah mengetahui bahwa manusia yang akan diciptakannya itu nantinya akan memilih untuk berbuat dosa.

Ketika Adam yang adalah kepala dari semua manusia memilih untuk berbuat dosa, maka seluruh manusia telah jatuh ke dalam dosa (Roma 5:12). Akibat dosa adalah maut (kematian). Jadi, sebelum manusia diciptakanpun, manusia telah memilih dengan kehendak bebasnya bersama-sama dengan Adam untuk berbuat dosa. Sebelum manusia diciptakan, mereka semua telah menentukan nasibnya, yaitu kebinasaan. Mengerikan sekali! Kita semua bersama Adam telah memilih kebinasaan. Jadi bukanlah Allah yang menentukan dari awal agar sebagian orang dibinasakan di neraka.

RENCANA KESELAMATAN DARI SEBELUMNYA

Karena semua manusia telah berdosa. Akibat dari dosa adalah kematian rohani. Kematian rohani, artinya manusia tidak dapat mentaati Tuhan. Manusia dikuasai penuh oleh setan, kehendak daging dan kekuatan dunia ini (Efesus 2:1-3). Oleh sebab itu manusia tidak dapat lagi mencari Allah (Roma 3:10-11). Karena itulah Allah harus merencanakan keselamatan, dari sejak SEBELUM DUNIA DICIPTAKAN. “Sebab di dalam Dia Allah telah memilih kita sebelum dunia dijadikan, supaya kita kudus dan tak bercacat di hadapanNya. Dalam kasih Ia telah menentukan kita dari semula oleh Yesus Kristus untuk menjadi anak-anakNya, sesuai dengan kerelaan kehendakNya. “ Efesus 1:4-5.

Jadi rencana Allah untuk keselamatan manusia adalah suatu rencana yang pasti dan tidak mungkin gagal. Itu telah direncanakan Allah dari sebelum dunia dijadikan. Yesus telah ditentukan untuk menjadi penebusan dosa bagi kita sebelum dunia dijadikan. Haleluya!

M3 melakukan
Sudahkah Anda percaya kepada Injil Keselamatan? Jika sudah, yakinkah Anda bahwa Anda telah diselamatkan? Bersyukurlah bahwa Anda diselamatkan karena rencana Allah yang diberikan sebelum dunia dijadikan.

M4 membagikan
Layanilah orang-orang yang membutuhkan keselamatan dengan Injil Keselamatan.

Bacaan minggu selanjutnya (kalau mau terus menggunakan renungan ini):
– 2 Tesalonika 2:13-17
– Efesus 2:1-10

HARI 2

Kematian harus dibayar dengan kematian. Kutuk harus dibayar dengan kutuk.Penolakan harus dibayar dengan penolakan. Itulah yang telah dibayar lunas oleh Kristus di kayu salib.

PENEBUSAN SEMPURNA
Ibrani 10:10-18

10:10 Dan karena kehendak-Nya inilah kita telah dikuduskan satu kali untuk selama-lamanya oleh persembahan tubuh Yesus Kristus.
10:11 Selanjutnya setiap imam melakukan tiap-tiap hari pelayanannya dan berulang-ulang mempersembahkan korban yang sama, yang sama sekali tidak dapat menghapuskan dosa.
10:12 Tetapi Ia, setelah mempersembahkan hanya satu korban saja karena dosa, Ia duduk untuk selama-lamanya di sebelah kanan Allah,
10:13 dan sekarang Ia hanya menantikan saatnya, di mana musuh-musuh-Nya akan dijadikan tumpuan kaki-Nya.
10:14 Sebab oleh satu korban saja Ia telah menyempurnakan untuk selama-lamanya mereka yang Ia kuduskan.
10:15 Dan tentang hal itu Roh Kudus juga memberi kesaksian kepada kita,
10:16 sebab setelah Ia berfirman: “Inilah perjanjian yang akan Kuadakan dengan mereka sesudah waktu itu,” Ia berfirman pula: “Aku akan menaruh hukum-Ku di dalam hati mereka dan menuliskannya dalam akal budi mereka,
10:17 dan Aku tidak lagi mengingat dosa-dosa dan kesalahan mereka.”
10:18 Jadi apabila untuk semuanya itu ada pengampunan, tidak perlu lagi dipersembahkan korban karena dosa.

M1 menerima
Berdoalah agar kita dapat mengerti betapa sempurnanya rencana keselamatan Kristus atas kita.

M2 merenungkan

Untuk membuat kita menjadi kudus hal apakah yang Yesus Kristus lakukan? (Ayat 10). Apakah bedanya korban Kristus dengan korban-korban di perjanjian lama (agama Yahudi) sebelumnya, di dalam menghapus dosa manusia? (Ayat 11-14).
Berapa korbankah yang diperlukan untuk menguduskan dan menyempurnakan kita ? Untuk berapa lamakah penebusan Kristus berlaku? (Ayat 10; 12; 14).
Di dalam kitab Perjanjian Lama telah dinubuatkan, bahwa suatu saat Tuhan akan mengadakan perjanjian yang baru. Apakah kata Roh Kudus tentang hal tersebut? (Ayat 16-18).

PENGAJARAN

Karena dosa maka tidak ada seorangpun yang dapat bersekutu dengan Allah, Manusia berdosa tidak mungkin berkenan kepada Allah, Manusia berdosa harus dijauhkan dari Allah. Itulah kematian yang mengerikan. Akibat dosa, manusia mengalami murka Allah (Efesus 2:3) dan hidup terkutuk. Manusia adalah seperti tawanan yang telah dijatuhi hukuman mati. Manusia tidak mungkin menyelamatkan dirinya dengan MEMBAYAR dengan PERBUATAN BAIK. Mustahil. Dapatkah seorang narapidana yang terhukum mati berkata pada hakim, “Pak hakim, saya berjanji bahwa mulai dari ini saya akan membayar hutang dosa saya dengan berbuat baik”. Pak hakim akan berkata: “Jika kamu mau berbuat baik itu sangat bagus, tetapi dosamu yang kemarin tetap harus dihukum.”

Mengapa? Sebab keadilan harus ditegakkan. Seandainyapun narapidana tersebut mendapat grasi (“pengampunan”) dari presiden, itu bukanlah berdasarkan prinsip keadilan. Mengapa ? Sebab tetap saja dosanya masih ada. Presiden yang memberi grasi tidak melakukan apa-apa selain mengabaikan dosa tersebut. Presiden yang memberi grasi (“pengampunan”) sebenarnya bukan berdasarkan PENGHAPUSAN DOSA, tetapi PENGABAIAN ATAS DOSA. Presiden dapat “mengampuni” dosa penjahat tersebut, tetapi dosanya tetap ada.

Lain dengan Kristus, Ia tidak melakukan pengabaian atas dosa kita. Ia bukan mencoba melupakan, menganggap dosa kita tidak ada. Allah bukanlah seperti manusia, Ia adalah Allah yang adil.

DIBAYAR LUNAS

Jadi supaya dosa kita dihapuskan, maka Kristus bersedia menjadi korban pengganti bagi kita. Oleh sebab itu Kristus bersedia menjadi narapidana mati bagi kita. Ia rela mengalami semua yang harus kita alami. Yesus mengalami semua kengerian akibat dosa manusia. Yesus mengalami kutuk, murka Allah dan neraka bagi kita. Kristus membayarnya tidak tanggung-tanggung tetapi lunas. Sekali untuk selama-lamanya (Ibrani 10:10-14).

Kristus menebus semua dosa kita sekaligus. Ia tidak menebus dosa-dosa kita hanya sampai kita lahir baru. Ia menebus dosa kita dari lahir sampai kita mati. “Sebab juga Kristus telah mati sekali untuk segala dosa kita, Ia yang benar untuk orang-orang yang tidak benar, supaya Ia membawa kita kepada Allah; Ia, yang telah dibunuh dalam keadaanNya sebagai manusia, tetapi yang telah dibangkitkan menurut Roh” 1 Petrus 3:18.

PENGGANTIAN DAN PEMUASAN

Apakah hasil dari penebusan Kristus yang sempurna? Pertama: PENGGANTIAN. Kematian Kristus telah sempurna menggantikan kita, sehingga kita tidak perlu lagi terkutuk dan dimurkai oleh Allah. Yesus mati, bukan untuk diriNya, tetapi untuk kita umat tebusanNya. Ia mati untuk membebaskan kita dari murka Allah. “… dan untuk menantikan kedatangan AnakNya dari sorga, yang telah dibangkitkanNya dari antara orang mati, yaitu Yesus, yang menyelamatkan kita dari murka yang akan datang.” 1 Tesalonika 1:10.

Kedua: PEMUASAN. Karena Allah adalah Allah yang Adil, maka Ia tidak dapat melihat ketidakadilan. Akibat penebusan Kristus, maka Allah Bapa telah dipuaskan oleh harga yang dibayar oleh Kristus. Hal itu sama seperti seseorang yang mobilnya ditabrak oleh seseorang, yang akan sangat marah apabila si penabraknya lari. Itu tidak adil. Tetapi kalau si penabrak bertanggungjawab menggantikan mobil yang rusak dengan sebuah mobil yang sama kualitasnya dengan mobil sebelum ditabrak, maka tindakannya itu telah memuaskan si pemilik mobil. Kemarahannya pun reda, Demikianlah karena korban Kristus di kayu salib, Allah Bapa tidak lagi murka terhadap kita (Roma 8:1-2), sebab harga yang dibayar Kristus itu memuaskanNya.

M3 melakukan
Hayatilah betapa hebat dan luar biasa sempurnanya korban Kristus di kayu salib. Percayalah bahwa korban Yesus cukup untuk menebus kita dari dosa.

M4 membagikan
Layanilah saudara seiman kita yang belum yakin akan kepastian keselamatannya dengan renungan ini.

Bacaan minggu selanjutnya (kalau mau terus menggunakan renungan ini):
Pilih satu bagian (poin) untuk satu minggu:
– 1 Petrus 1:18-25
– 1 Yohanes 4:10-15

NOTES
Tuliskanlah poin penting apa saja yang Anda dapatkan selama saat teduh 2 hari ini.

HARI 3

Seseorang tidak dapat melahirkan dirinya sendiri ke dalam Kerajaan Allah, ia dilahirkan kembali oleh Roh Kudus, oleh karena kasih karunia Tuhan yang besar.

KELAHIRAN BARU
Titus 3:3-8
3:3 Karena dahulu kita juga hidup dalam kejahilan: tidak taat, sesat, menjadi hamba berbagai-bagai nafsu dan keinginan, hidup dalam kejahatan dan kedengkian, keji, saling membenci.
3:4 Tetapi ketika nyata kemurahan Allah, Juruselamat kita, dan kasih-Nya kepada manusia,
3:5 pada waktu itu Dia telah menyelamatkan kita, bukan karena perbuatan baik yang telah kita lakukan, tetapi karena rahmat-Nya oleh permandian kelahiran kembali dan oleh pembaharuan yang dikerjakan oleh Roh Kudus,
3:6 yang sudah dilimpahkan-Nya kepada kita oleh Yesus Kristus, Juruselamat kita,
3:7 supaya kita, sebagai orang yang dibenarkan oleh kasih karunia-Nya, berhak menerima hidup yang kekal, sesuai dengan pengharapan kita.
3:8 Perkataan ini benar dan aku mau supaya engkau dengan yakin menguatkannya, agar mereka yang sudah percaya kepada Allah sungguh-sungguh berusaha melakukan pekerjaan yang baik. Itulah yang baik dan berguna bagi manusia.

M1 menerima
Berdoalah agar kita dapat diberi pengertian untuk memahami renungan hari ini.

M2 merenungkan

Seperti apakah keadaan kita dahulu ? (Ayat 3).
Hal apakah yang Juruselamat kita lakukan agar kita dapat diselamatkan? (Ayat 4-6). Apakah hasil dari karya Juruselamat kita ? (Ayat 7).
Memang kita tidak diselamatkan oleh perbuatan-perbuatan kita. Tetapi setelah seseorang telah percaya, hal apakah yang harus ia lakukan? (Ayat 8).

PENGAJARAN

Karena penebusan Kristus yang sempurna, maka orang-orang tebusan Allah dapat mengalami kelahiran baru. Kelahiran baru adalah suatu tindakan Roh Kudus yang melahirkan kita kembali. Menjadikan kita ciptaan yang baru. Mengapa kita harus mengalami kelahiran baru? Karena kita telah berbuat dosa, maka kita telah mati (Efesus 2:1). Orang yang mati tidak mungkin dapat berhubungan dengan Allah dan menjadi anak-anak Allah. Tetapi oleh belas kasihanNya yang sangat besar, maka Allah menghidupkan kita bersama-sama dengan Kristus (Efesus 2:4-5). Itulah yang disebut kelahiran baru.

MENJADI ANAK ALLAH

Kita tidak mungkin dapat menjadi anggota keluarga presiden, karena kita rajin mengunjungi tempat kediamannya. Walaupun kita pernah tinggal di rumah presiden, kita sering berbicara dan makan bersama, hal itu tidak membuat kita MENJADI ANAK PRESIDEN. Kita hanya dapat menjadi anak presiden kalau KEANAKAN kita yang pertama dilenyapkan terlebih dahulu. Apakah artinya? Kita adalah anak seseorang, yaitu anak dari ayah dan ibu kita yang sekarang. Bagaimana menjadi anak presiden? Kita harus mati terlebih dahulu. Setelah mati kita harus dibangkitkan dan benih baru hasil kebangkitan tersebut haruslah dimasukkan ke dalam kandungan ibu presiden. Lalu isteri presiden akan melahirkan kita kembali menjadi ANAK PRESIDEN. Jadi itulah prosesnya.

Kita adalah anak-anak Adam (keturunan Adam, Roma 5:12). Supaya kita dapat menjadi anak Allah, maka Kristus Yesus harus MEMATIKAN HIDUP LAMA kita bersama-sama denganNya di kayu salib. Kristus harus MEMBANGKITKAN kita kembali menjadi ANAK ALLAH. Semua proses tersebut dilakukan oleh Kristus di kayu salib. Akibatnya kitapun dilahirkan kembali. Ingat, kita tidak dapat MELAHIRKAN DIRI KITA SENDIRI, kita perlu dilahirkan oleh pekerjaan Roh Kudus (Titus 3:5). Kita DIPINDAHKAN oleh Allah dari kerajaan gelap kepada Kerajaan Terang (Kolose 1:13). Kita tidak dapat MEMINDAHKAN DIRI SENDIRI. Jadi proses kelahiran baru adalah murni perbuatan Allah.

KENYATAAN KELAHIRAN BARU

Apakah hasil dari kelahiran baru ? Puji Tuhan, karena kuasa kelahiran baru, maka kita dapat hidup dalam kenyataan-kenyataan kelahiran baru yang membuat kita menjadi orang-orang yang hidup berkemenangan.

I. KITA MEMILIKI BAPA SURGAWI
Pada saat lahir baru, maka kita diberi kuasa menjadi ANAK ALLAH (Yohanes 1:12). Sejak lahir baru, kita memiliki status sebagai anak-anak Allah yang boleh berhubungan dengan Bapa kita di surga kapan saja dan dimana saja. Kita tidak akan pernah ditolaknya sebagai anak. Walaupun demikian kita akan didisiplinNya sebagai anak (Ibrani 12:5-8). Jadi, jika kita mengetahui status kita sebagai anak, maka kita akan memiliki RASA AMAN dan KEBERANIAN UNTUK BERDOA. Mengapa? Sebab DOA dimulai dari hubungan BAPA-ANAK (Bapa kami yang di sorga … Matius 6:9).

II. KITA MEMILIKI IDENTITAS BARU

Banyak orang memiliki problem gambar diri yang buruk sehingga mengakibatkan hidup penuh dengan problem emosional yang dapat mengakibatkan timbulnya banyak penyakit. Jika saja kita mengetahui siapa diri kita sebagai ciptaan baru, maka kita tidak akan lagi mencari identitas-identitas lain yang tidak benar. Cara untuk mengatasi problem gambar diri yang buruk adalah dengan tidak lagi mengukur diri sendiri dengan UKURAN-UKURAN MANUSIA (2 Korintus 5:16), yaitu: Penampilan dan apa kata orang lain. Tetapi sebaliknya kita harus melihat bahwa kita adalah CIPTAAN BARU serupa Kristus yang sangat berharga dan indah (2 Korintus 5:17).

III. KITA MEMILIKI KUASA ILAHI

Sejak kita mengalami kelahiran baru maka kita diberi kuasa untuk mengalahkan:
– Roh penyesat / Antikristus (1 Yohanes 4:4-5)
– Roh-roh jahat (1 Yohanes 5:18)
– Kuasa Dunia (1 Yohanes 5:3-5)
– Penderitaan Hidup (Roma 5:1-5; 17)

Bagaimanakah menggunakan kuasa kelahiran baru kita? Kita harus terus menerus merenungkan kebenaran-kebenaran di atas, sehingga iman kita diteguhkan. Dengan iman kita, maka dunia akan dikalahkan (1 Yohanes 5:4).

RENCANA ALLAH DALAM KESELAMATAN

Jadi karena penebusan Kristus, kita dapat mengalami kelahiran baru, dan menjadi anak-anak Allah. Marilah kita melihat sejenak urut-urutan keselamatan sebagai hasil penebusan Kristus.

PENEBUSAN KRISTUS
Tahap ke-1 lahir baru
Tahap ke-2 iman
Tahap ke-3 pembenaran
Tahap ke-4 pengudusan
Tahap ke-5 PEMULIAAN kebangkitan tubuh

M3 melakukan
Hayatilah betapa hebat dan luar biasa sempurnanya korban Kristus di kayu salib. Percayalah bahwa korban Yesus cukup untuk menebus kita dari dosa.

M4 membagikan
Layanilah saudara seiman kita yang belum yakin akan kepastian keselamatannya dengan renungan ini.

Bacaan minggu selanjutnya (kalau mau terus menggunakan renungan ini):
Pilih satu bagian(poin) untuk satu minggu:
– Yehezkiel 36:26-29
– Yohanes 3:1-8; 16-18

HARI 4

Iman yang menyelamatkan adalah iman yang mempercayai Yesus sebagai Tuhan dan juruselamat pribadinya. Seseorang diselamatkan oleh iman, bukan oleh perbuatan. Tetapi, iman sejati pasti menghasilkan perbuatan.

IMAN YANG MENYELAMATKAN
Roma 10:4-10
10:4 Sebab Kristus adalah kegenapan hukum Taurat, sehingga kebenaran diperoleh tiap-tiap orang yang percaya.
10:5 Sebab Musa menulis tentang kebenaran karena hukum Taurat: “Orang yang melakukannya, akan hidup karenanya.”
10:6 Tetapi kebenaran karena iman berkata demikian: “Jangan katakan di dalam hatimu: Siapakah akan naik ke sorga?”, yaitu: untuk membawa Yesus turun,
10:7 atau: “Siapakah akan turun ke jurang maut?”, yaitu: untuk membawa Kristus naik dari antara orang mati.
10:8 Tetapi apakah katanya? Ini: “Firman itu dekat kepadamu, yakni di dalam mulutmu dan di dalam hatimu.” Itulah firman iman, yang kami beritakan.
10:9 Sebab jika kamu mengaku dengan mulutmu, bahwa Yesus adalah Tuhan, dan percaya dalam hatimu, bahwa Allah telah membangkitkan Dia dari antara orang mati, maka kamu akan diselamatkan.
10:10 Karena dengan hati orang percaya dan dibenarkan, dan dengan mulut orang mengaku dan diselamatkan.

M1 menerima
Berdoalah agar Allah memberikan pencerahan secara khusus, tatkala Anda merenungkan Firman dan pengajaran hari ini.

M2 merenungkan
I. Siapakah Kristus itu ? (Ayat 4). Dalam perjanjian lama, hal apakah yang akan membuat seseorang hidup (tidak dihukum mati karena melanggar hukum Taurat)? (Ayat 5). Dapatkah seseorang taat terhadap hukum Taurat dengan sempurna?
II. Tetapi apakah prinsip KEBENARAN KARENA IMAN (perjanjian baru)? (Ayat 6-8).

“Jangan katakan di dalam hatimu: Siapakah yang akan ____ ke sorga, yaitu untuk _____ Kristus turun.”
“Siapakah yang akan ____ ke jurang maut yaitu untuk ___ Kristus naik dari antara orang mati.” (Ayat 7).
“Firman itu ____ kepadamu, yakni di dalam ____ dan di dalam _____. Itulah yang kami beritakan. (Ayat 8).

III. Jadi iman yang bagaimanakah yang harus dimiliki agar seseorang dapat diselamatkan ? (Ayat 9-10). Ada 2 unsur Iman yang menyelamatkan:

Mengaku dengan mulut bahwa Yesus adalah ____ (ayat 9a).
Percaya dalam hati bahwa Allah telah _____ (ayat 9b).

PENGAJARAN

Setelah seseorang dilahirkan baru, maka ia pun diberikan IMAN oleh Allah. Iman adalah Karunia Allah yang melaluinya kita dapat diselamatkan. Di dalam perjanjian lama, Allah menuntut manusia untuk menjadi BENAR melalui perbuatannya, yaitu perbuatan MENTAATI seluruh hukum Taurat (Ulangan 6:25). Apakah akibatnya? Tidak ada seorangpun yang dapat dengan sempurna mentaati seluruh hukum Taurat. Oleh sebab itu, tidak ada seorangpun yang benar karena perbuatannya (Roma 3:10).

DISELAMATKAN MELALUI IMAN

Jika demikian tidak seorangpun yang dapat diselamatkan dengan perbuatan ketaatan kepada hukum Taurat. Puji Tuhan, Kristus telah datang untuk mentaati seluruh hukum Taurat secara sempurna. Bahkan Kristus telah mati di kayu salib untuk menanggung kutuk kegagalan kita dalam mentaati hukum Taurat (Galatia 3:13).

Kristus juga telah bangkit dari kematian dan memberikan kepada kita KUASA KEBANGKITAN, sehingga kita dapat mentaati Hukum Taurat dengan Kuasa Roh Kudus (Roma 8:3-4). Semuanya dilakukanNya untuk kita. Kita menjadi BENAR tanpa berbuat apa-apa. Kita diperhitungkan BENAR karena perbuatan Kristus. Apakah Anda percaya? Mempercayai hal tersebutlah yang disebut IMAN YANG MENYELAMATKAN.

IMAN YANG HIDUP

Jadi apakah iman yang hidup? Iman hanya dapat diketahui melalui perbuatan-perbuatannya. Apabila kita percaya maka sebagai buktinya adalah perbuatannya. Demikian juga halnya dengan iman: Jika iman itu tidak disertai perbuatan, maka iman itu pada hakekatnya adalah mati.” Yakobus 2:17. Jadi iman yang hidup akan disertai oleh perbuatannya. Perbuatan apakah yang harus menyertai iman keselamatan kita? Sampai sejauh manakah perbuatan seseorang dapat menjadi bukti bahwa ia memiliki iman yang hidup? Bukti pertama adalah tindakannya bersedia MENGAKUI bahwa Yesus adalah TUHAN (penguasa tunggal) dalam hidupnya. “Sebab jika kamu mengaku dengan mulutmu, bahwa Yesus adalah Tuhan, dan percaya dalam hatimu, bahwa Allah telah membangkitkan Dia dari antara orang mati, maka kamu akan diselamatkan.” Roma 10:9.

Inilah bukti awal, bahwa seseorang itu memiliki iman sejati. Ia percaya bahwa Yesus menebusnya melalui kematian dan kebangkitanNya, dan sebagai tindakannya, ia MENGAKUINYA sebagai TUHAN atas hidupnya.

APA YANG DIPERCAYAI

Mempercayai Yesus saja, tidaklah tentu menyelamatkan. Mempercayai Yesus yang tidak dimaksud oleh Alkitab tidaklah menyelamatkan. Ada 2 hal penting yang harus dipercayai dalam Roma 10:9

I. Percaya bahwa Yesus adalah Juruselamat
“ … dan percaya dalam hatimu, bahwa Allah telah membangkitkan Dia dari antara orang mati, maka kamu akan diselamatkan.” Roma 10:9b. Kita harus mempercayai bahwa Kristus telah mati di kayu salib untuk dosa-dosa kita, dan bahwa Ia telah bangkit dari kematian untuk memberikan hidup yang kekal kepada kita. Tetapi mempercayai Yesus sebagai Juruselamat saja, belumlah lengkap, kita harus mempercayai hal kedua dalam Roma 10:9.

II. Percaya bahwa Yesus adalah Tuhan (Penguasa Tunggal) atas hidup kita.
“Sebab jika kamu mengaku dengan mulutmu, bahwa Yesus adalah Tuhan … “ Roma 10:9a. Kristus bukan hanya menebus kita untuk diselamatkan, tetapi Ia membeli kita agar kita menjadi milikNya selama-lamanya. Kristus adalah Penguasa Hidup Kita. Jika kita percaya bahwa Ia adalah penguasa hidup kita, maka sebagai bukti iman, kita pasti akan mentaatiNya. Kita pasti bertobat dari dosa-dosa kita. Mempercayai Yesus sebagai Juruselamat saja tanpa keTuhananNya adalah mempercayai injil murahan. Tidak ada pertobatan dan ketaatan. Namun mempercayai Yesus sebagai Tuhan tetapi tanpa ke Juruselamatannya adalah mempercayai injil perbuatan. Di sini hanya ada ketaatan tanpa hubungan penebusan dengan Kristus.

GUNA IMAN KESELAMATAN

Dengan memiliki iman keselamatan. Maka kita memiliki pijakan (dasar) untuk bergerak ke iman-iman yang lain. Orang benar akan hidup oleh iman (Roma 1:17). Artinya segala sesuatu yang dilakukannya adalah berdasarkan iman. Dari manakah ia memperoleh segala jenis iman tersebut? Ia akan memperoleh iman-iman tersebut dengan bertolak dari IMAN KESELAMATAN. “Sebab di dalamnya nyata kebenaran Allah, yang bertolak dari iman dan memimpin kepada iman, seperti ada tertulis: “Orang benar akan hidup oleh iman.” Roma 1:17.

Jadi iman keselamatan adalah batu pijakan (batu loncatan) pertama untuk melangkah ke batu pijakan (iman) lainnya.

M3 melakukan
Sudahkah Anda memiliki iman yang menyelamatkan ? Jika sudah, perliharalah iman Anda sampai selama-lamanya.

M4 membagikan
Ceritakanlah kepada orang-orang percaya yang belum memiliki pengertian tentang iman yang menyelamatkan. Kuatkanlah iman mereka.

Bacaan minggu selanjutnya (kalau mau terus menggunakan renungan ini):
Pilih satu bagian (poin) untuk satu minggu:
– Galatia 3:1-14
– Roma 1:16-17;28

NOTES
Tuliskanlah poin penting apa saja yang Anda dapatkan selama saat teduh 2 hari ini.

HARI 5

Kita tidak menjadi benar karena berbuat benar, tetapi kita berbuat benar sebagai orang benar

PEMBENARAN
Roma 3:23-28
3:23 Karena semua orang telah berbuat dosa dan telah kehilangan kemuliaan Allah,
3:24 dan oleh kasih karunia telah dibenarkan dengan cuma-cuma karena penebusan dalam Kristus Yesus.
3:25 Kristus Yesus telah ditentukan Allah menjadi jalan pendamaian karena iman, dalam darah-Nya. Hal ini dibuat-Nya untuk menunjukkan keadilan-Nya, karena Ia telah membiarkan dosa-dosa yang telah terjadi dahulu pada masa kesabaran-Nya.
3:26 Maksud-Nya ialah untuk menunjukkan keadilan-Nya pada masa ini, supaya nyata, bahwa Ia benar dan juga membenarkan orang yang percaya kepada Yesus.
3:27 Jika demikian, apakah dasarnya untuk bermegah? Tidak ada! Berdasarkan apa? Berdasarkan perbuatan? Tidak, melainkan berdasarkan iman!
3:28 Karena kami yakin, bahwa manusia dibenarkan karena iman, dan bukan karena ia melakukan hukum Taurat.

M1 menerima
Berdoalah agar Kebenaran Injil memberi inspirasi yang menguatkan iman Anda.

M2 merenungkan
1. Bagaimanakah keadaan semua orang? (Ayat 23). Jadi oleh karena apakah manusia dapat dibenarkan? (Ayat 24).
2. Baca ayat 25-26. Kristus adalah korban pendamaian yang menggantikan kita, sehingga semua dosa-dosa kita menjadi lunas terbayar. Akibatnya keadilan Allah ditunjukkan (Ayat 25a). Sebab di masa perjanjian lama, dosa-dosa orang percaya dulu masih dibiarkan tanpa ada penghukuman, sehingga Allah dianggap TIDAK ADIL (Ayat 25b). Dengan Kristus mati, hukuman dosa lunas terbayar. Keadilan Allah dinyatakan. Jadi kematian Kristus adalah untuk menunjukkan keadilanNya.
3. Jadi apakah dasar untuk kita bermegah (Ayat 27). Mengapa? (Ayat 28).

PENGAJARAN

Kita cenderung mempercayai bahwa kita menjadi benar dihadapan Allah, kalau kita banyak berbuat baik, rajin beribadah, bersekutu dan melakukan perbuatan-perbuatan agamawi lainnya. Jika kita dapat menjadi benar karena perbuatan, lalu sejauh manakah batas perbuatan yang dapat membuat kita menjadi benar? Alkitab berkata, bahwa tidak ada satu orangpun yang benar (Roma 3:10). Satu pelanggaran dosa saja, cukup membuat kita masuk neraka (Matius 5:22). Kita telah dilahirkan sebagai orang berdosa. Itulah sebabnya kita telah dilahirkan tanpa kebenaran. Kita adalah orang yang bersalah dan layak dihukum.

ARTI MENJADI BENAR

Jadi apapun perbuatan baik yang kita lakukan tidak mampu membuat kita menjadi benar. Seandainya kita dapat melakukan perbuatan-perbuatan benar, tetapi dosa dan pelanggaran kita yang lalu tetap membuat kita menjadi orang yang berhutang (bersalah). Seandainya, seseorang dapat tidak melakukan satu kesalahanpun seumur hidupnya, maka ia tetap adalah orang berdosa. Mengapa? Sebab ia telah sebagai orang berdosa(bersalah). Ia telah lahir dengan sebuah “pabrik” dosa. Walaupun pabrik dosa, ia belum berproduksi dosa. Ia telah mempunyai pabrik dosa (kecenderungan berbuat dosa). Jadi bagaimanakah caranya agar ia menjadi orang benar? Tidak ada cara lain. Allah tidak dapat Mengabaikan Dosa, tetapi Ia harus Menghukum Dosa, sebab Ia adalah Allah yang ADIL.

DIJADIKAN BENAR

Jadi kematian Kristus diperhitungkan bagi kita yang percaya. Ketika kita percaya, maka KEBENARAN KRISTUS dimasukkan ke dalam hidup kita. Akibatnya, kita semua menjadi orang benar. Allah melihat kita bukan sebagai “Bekas Orang Berdosa” tapi sebagai “Orang yang Belum Pernah Berbuat Dosa.” Allah melihat kita benar seperti “Kristus yang Benar”.

KUASA PEMBENARAN

Banyak orang tidak mengalami kehidupan kristen yang maksimal, karena mereka tidak memahami apa artinya menjadi benar di hadapan Allah, musuh kita, dan diri kita sendiri.

I. Pembenaran membuat kita INTIM dengan Allah.
Banyak orang kristen yang hidupnya tertuduh terus, terutama ketika mereka jatuh ke dalam dosa. Tuduhan dosa adalah senjata iblis yang paling hebat untuk melumpuhkan roda kehidupan orang percaya (Wahyu 12:10). Mengapa? Sebab tuduhan membuat kita merasa jauh dari Tuhan. Tuduhan sangat berbahaya. Tertuduh itu normal tetapi kalau kita terus menerus tertuduh, itu tidak sehat. Jadi ketika kita terus menerus tertuduh iblis mempunyai tempat kerja untuk membuat kita merasa jauh dari Tuhan. Jawabannya adalah dengan mengetahui bahwa kita ini berasal dari kebenaran (1 Yohanes 3:19).

II. Pembenaran membuat kita mampu mengalahkan musuh kita (setan).
Setan sangat takut dengan orang yang mengerti posisinya di hadapan Allah, karena senjata setan yang paling hebat adalah tuduhan dan tuduhan hanya dapat dikalahkan oleh keyakinan kita akan posisi KEBENARAN yang kita miliki. Karena itu setan paling takut kepada orang yang menyadari posisi tersebut. Posisi kita sebagai orang benar tidak akan berubah karena perbuatan kita. Tetapi orang benar yang jatuh ke dalam dosa pasti tidak mungkin hidup di dalam dosa. Ia akan segera meninggalkan dosa tersebut dan bertobat. Ia tidak dapat terus menerus hidup dalam dosa (1 Yohanes 2:8-9).

III. Pembenaran menenangkan hati nurani kita
Seringkali musuh yang paling sulit kita hadapi tatkala kita jatuh ke dalam dosa adalah TUDUHAN dari diri sendiri. Hati nurani kita akan selalu menuduh diri kita. Bagaimanakah menenangkan hati nurani kita? “Demikianlah kita ketahui, bahwa kita berasal dari kebenaran. Demikian pula kita boleh menenangkan hati kita di hadapan Allah, sebab jika kita dituduh olehnya, Allah adalah lebih besar dari pada hati kita serta mengetahui segala sesuatu.” 1 Yohanes 3:19-20.

Jadi pembenaran adalah solusi yang tuntas untuk menghadapi murka Tuhan, tuduhan setan dan hati nurani kita. Dahsyat sekali.

M3 melakukan
Singkirkan pikiran-pikiran yang salah tentang “Bagaimana Menjadi Benar”. Bermegahlah bahwa kita dibenarkan karena iman, bukan karena perbuatan.

M4 membagikan
Ceritakan dan layanilah orang-orang yang masih mempunyai kepercayaan yang salah, bahwa mereka menjadi benar karena perbuatan-perbuatan mereka.

Bacaan minggu selanjutnya (kalau mau terus menerus menggunakan renungan ini):
– Roma 5:12-19
– Filipi 3:7-11

Baca juga:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *