Hati Bapa -Mengenal Allah sebagai Bapa-

Ini adalah kunci yang paling dasar supaya setiap orang dapat bertumbuh. Tanpa pengenalan akan Bapa di surga, tidak mungkin seseorang dapat bertumbuh. Mengenal TUHAN sebagai Bapa adalah awal dari pertumbuhan rohani. Jika seseorang mengenal Bapa di sorga, mengetahui cara pandang Bapa di sorga terhadap dirinya, otomatis gambar dirinya akan pulih.

 

A.     MENGENAL TUHAN

Semua orang yang sudah lahir baru pasti ingin bertumbuh dalam TUHAN. Bagaimana caranya supaya kita dapat bertumbuh? Supaya dapat bertumbuh, kita harus :

Tak kenal maka tak sayang. Tidak mungkin ada orang yang bisa mengasihi TUHAN jika ia tidak mengenal TUHAN.

Pernahkah Anda melihat orang yang lelah ketika melayani TUHAN dan pada akhirnya ia mundur? Menurut Anda mengapa hal itu terjadi? Syarat pertama untuk orang bisa melayani TUHAN adalah mengasihi TUHAN. Jika ia tidak mengasihi TUHAN tetapi melayani TUHAN, maka ia akan menjadi cepat lelah dan mundur.

Inilah hidup yang kekal itu, yaitu bahwa mereka mengenal Engkau, satu-satunya Allah yang benar, dan mengenal Yesus Kristus yang telah Engkau utus. (Yohanes 17:3)

Menurut firman TUHAN, pengertian hidup yang kekal adalah :

  1. Mengenal TUHAN
  2. Mengenal Yesus Kristus

And this is eternal life: [it means] to know (to perceive, recognize, become acquainted with, and understand) You, the only true and real God, and [likewise] to know Him, Jesus [as the] Christ (the Anointed One, the Messiah), Whom You have sent. (John 17:3, Amplified Bible)

Mengenal TUHAN artinya :

}  perceive                                    : memahami, merasakan, melihat dengan jelas.

}   recognize                                 : mengenal, mengakui

}   become acquainted with    : mengenal

}   understand                             : mengerti, paham

So, pengertian hidup yang kekal bukanlah mati masuk surga. Tetapi, mengenal TUHAN dan mengenal Yesus. Dalam pengenalan yang benar akan TUHAN dan Yesuslah kita memperoleh hidup yang kekal.

Aku menulis kepada kamu, hai anak-anak, sebab dosamu telah diampuni oleh karena nama-Nya. Aku menulis kepada kamu, hai bapa-bapa, karena kamu telah mengenal Dia, yang ada dari mulanya. Aku menulis kepada kamu, hai orang-orang muda, karena kamu telah mengalahkan yang jahat. Aku menulis kepada kamu, hai anak-anak, karena kamu mengenal Bapa. Aku menulis kepada kamu, hai bapa-bapa, karena kamu mengenal Dia, yang ada dari mulanya. Aku menulis kepada kamu, hai orang-orang muda, karena kamu kuat dan firman Allah diam di dalam kamu dan kamu telah mengalahkan yang jahat. (1 Yohanes 2:12-14)

Ada tiga tahap pertumbuhan orang Kristen menurut 1 Yohanes 2:12-14 beserta ciri-cirinya, yaitu :

1.  Orang Kristen anak-anak

  • Dosanya telah diampuni oleh karena nama-Nya
  • Mengenal Bapa

2.  Orang Kristen anak muda

  • Kuat
  • Firman Allah tinggal di dalam mereka
  • Mengalahkan yang jahat

3.  Orang Kristen dewasa (bapa-bapa)

  • Mengenal TUHAN yang ada sejak semula

Orang Kristen anak-anak adalah orang Kristen yang baru saja lahir baru. Kebutuhan mereka adalah memperoleh pengetahuan yang benar bahwa seluruh dosa mereka sudah diampuni di dalam nama Yesus. Selain itu, mereka juga butuh untuk mengenal TUHAN sebagai Bapa.

Di acara berita di televisi, kita sering melihat balita yang mengalami gizi buruk. Badan mereka kurus sekali tetapi perut mereka besar. Menurut Anda, apakah balita yang mengalami gizi buruk terus menerus dan tidak mendapatkan pertolongan perbaikan gizi akan bisa bertumbuh menjadi anak-anak yang sehat, bersekolah, mencapai prestasi yang baik, lalu menjadi profesional muda yang sukses? Tentu saja tidak. Demikian juga dengan orang Kristen yang baru saja lahir baru. Jika mereka tidak mendapatkan keyakinan bahwa dosa mereka sudah diampuni dan mengenal Bapa di sorga, maka mereka tidak akan dapat bertumbuh menjadi orang Kristen anak muda yang kuat, firman Allah tinggal di dalam mereka, dan mengalahkan yang jahat. Berikutnya mereka tidak akan bisa bertumbuh menjadi orang Kristen dewasa (bapa-bapa) yang mengenal TUHAN. Akibatnya, mereka tidak memperoleh hidup yang kekal. Mengerikan bukan?

Oleh karena itu, penting sekali bagi setiap orang Kristen untuk mendapatkan kepastian bahwa dosa mereka sudah diampuni di dalam nama Yesus. Penting juga bagi mereka untuk mengenal TUHAN sebagai Bapa. Untuk mengenal TUHAN, pertama-tama kita harus mengenal Ia dulu sebagai Bapa.

B.    MENGENAL TUHAN SEBAGAI BAPA

Bagaimana supaya manusia dapat mengenal TUHAN sebagai Bapa?

TUHAN sudah menyediakan caranya. Supaya semua manusia dapat mengenal-Nya sebagai Bapa, maka Ia membentuk keluarga. Saat TUHAN menciptakan manusia, Ia merancang supaya manusia lahir di tengah-tengah keluarga. Ada ayah, ibu, dan anak. Ia menciptakan keluarga supaya anak-anak dapat mengenal Bapa di sorga melalui ayah mereka di bumi (di rumah), karena peran ayah berasal dari peran Allah Bapa. Jadi, bisa dibilang keluarga adalah sekolah mengenal Bapa.

Apa saja peran ayah dalam keluarga? (kalian bisa menanyakan hal ini kepada anak-anak komsel kalian lalu kumpulkan pendapat mereka)

  • pemimpin
  • pelindung
  • mencari nafkah
  • sumber kasih sayang
  • pembangun kestabilan mental
  • teladan keberanian
  • memberi contoh pemecahan masalah
  • penentu standar maskulinitas
  • pemberi warna cara mengambil keputusan

(Setelah mengumpulkan pendapat mereka mengenai peran ayah dalam keluarga, kalian bisa meminta mereka untuk menjawab pertanyaan di bawah ini :

  1. Buatlah gambar ayahmu di kertas yang telah disediakan. Beri keterangan dari detail gambarmu!
  2. Di bawahnya, tuliskanlah siapa ayah bagimu?

Jawaban dari pertanyaan ini bisa kalian gunakan sebagai bahan analisis awal mengenai siapa ayah mereka dan bagaimana keadaan hubungan mereka dengan ayah mereka)

Peran ayah berasal dari peran Allah Bapa

Peran ayah yang tertulis di firman TUHAN antara lain :

1.  Ayah menunjukkan kasih

Contoh : Yakub dan Benyamin

And now, can’t you see that if I show up before your servant, my father, without the boy, this son with whom his life is so bound up, the moment he realizes the boy is gone, he’ll die on the spot. He’ll die of grief and we, your servants who are standing here before you, will have killed him. (Genesis 44:30-31, The Message)

2.  Ayah mendidik dan mendisiplinkan

Hai anakku, janganlah engkau menolak didikan TUHAN, dan janganlah engkau bosan akan peringatan-Nya. Karena TUHAN memberi ajaran kepada yang dikasihi-Nya, seperti seorang ayah kepada anak yang disayangi. (Amsal 3:11-12)

3.  Ayah memenuhi kebutuhan anak-anaknya

…Karena bukan anak-anak yang harus mengumpulkan harta untuk orang tuanya, melainkan orang tualah untuk anak-anaknya. (2 Korintus 12:14)

4.  Ayah memberkati anak-anaknya

Karena iman maka Yakub, ketika hampir waktunya akan mati, memberkati kedua anak Yusuf, lalu menyembah sambil bersandar pada kepala tongkatnya. (Ibrani 11:21)

Peran ayah berkaitan dengan :

  • otoritas
  • perhatian
  • nasihat
  • teguran
  • koreksi
  • peneguhan
  • disiplin
  • penghiburan
  • persahabatan
  • bimbingan
  • kasih, kehidupan, tawa
  • keamanan dan penyediaan

C.    GAMBARAN BAPA DI SORGA TELAH DIRUSAK OLEH IBLIS

Pada kenyataannya,  gambaran Bapa di sorga berhasil dirusak oleh iblis dengan memanfaatkan dosa, kelemahan, dan kekurangan ayah kita. Misalnya, ayah yang pemarah membuat anaknya menjadi takut. Akibatnya anaknya itu menjadi takut juga dengan Bapa di sorga karena ia berpikir Bapa di sorga juga pemarah.

Nilai-nilai seorang ayah telah dirusak oleh iblis. Akibatnya, yang terjadi adalah sebaliknya. Nilai-nilai di bawah ini sudah tidak ditemui lagi pada diri kebanyakan ayah :

  • Ayah sejati menunjukkan kasih kepada anaknya (memeluk, mencium, memuji, dll).
  • Ayah sejati berdoa untuk dan bersama anaknya.
  • Ayah sejati menyediakan waktu untuk anaknya.
  • Ayah sejati menegur, mengoreksi dan meneguhkan.
  • Ayah sejati menghabiskan waktu bersama anaknya.
  • Ayah sejati menyiapkan warisan untuk anaknya.
  • Ayah sejati percaya kepada anaknya.
  • Ayah sejati mendahulukan anaknya daripada pekerjaannya.
  • Ayah sejati menjadi teladan bagi anaknya.
  • Ayah sejati mendidik, mendisiplinkan dan membimbing.
  • Ayah sejati mengasihi sepanjang waktu.
  • Ayah sejati memberikan hidupnya untuk anaknya.
  • Ayah sejati memberkati anaknya, bukan mengutuk.
  • Ayah sejati adalah pahlawan bagi anaknya.
  • Ayah sejati adalah anak bagi Bapa Surgawi.
  • Ayah sejati mengenal TUHAN.
  • Ayah sejati memberikan kepercayaan diri.
  • Ayah sejati mengatur emosi anaknya.
  • Ayah sejati menolong anaknya untuk mandiri.
  • Ayah sejati memimpin dari ketergantungan kepada kemandirian.
  • Ayah sejati memimpin dari kemandirian kepada ketergantungan.
  • Ayah sejati menetapkan identitas.
  • Ayah sejati menolong mengembangkan hubungan antar pribadi.
  • Ayah sejati memberikan tujuan hidup.
  • Ayah sejati menolong mengembangkan integritas.

Mengapa iblis merusak gambaran Bapa di sorga untuk setiap anak? Mari kita kembali ke 1 Yohanes 2:12-14. Di sana tertulis anak-anak mudalah yang mengalahkan si jahat (iblis). Iblis dikalahkan oleh anak-anak muda yang kuat dan firman Allah tinggal di dalamnya. Sebelum orang Kristen mengalahkan iblis, maka iblis menghalangi anak-anak bertumbuh menjadi orang muda, yaitu dengan menghalangi mereka mengenal Bapa. Jadi, sekalipun anak-anak dapat bertumbuh menjadi orang-orang muda, mereka hanya akan menjadi anak muda yang biasa-biasa, bukan anak muda yang mengalahkan iblis. Ini adalah rencana licik dari iblis.

Akibat gambaran Bapa yang rusak, maka orang-orang Kristen tidak pernah :

  1. Mengenal siapa Bapa mereka
  2. Mengenal siapa diri mereka
  3. Menggenapi panggilan hidup mereka di dalam TUHAN dengan sempurna

 

Menurut seorang psikiater Kristen, ada 4 masalah hati yang dialami oleh orang-orang yang bermasalah dengan ayahnya, yaitu :

1.  Hati yang terluka

  • Merasa dirinya tidak pernah cukup baik untuk memenuhi pengharapan orang-orang di sekelilingnya, terutama ayahnya.
  • Menarik diri adalah sebuah cara untuk melindungi dirinya dan mengurangi potensi untuk dilukai.

2.  Hati yang ingin menampilkan prestasi

  • Didorong oleh rasa takut gagal dan kekecewaan.
  • Dengan rasa kurang dalam dirinya, dia menjadi selektif dalam mencari pengakuan. Dia mencari orang yang berkedudukan tinggi yang dapat mengkonfirmasi betapa ia telah bekerja dengan sangat baik.
  • Sindrom “aku tidak memenuhi syarat di hadapan ayahku”
  • Menunjukkan identitasnya dengan seberapa baik dia menampilkan dirinya.

3.  Hati yang dikeraskan

  • Hatinya sangat terluka sehingga dia menutup perasaan dan hatinya.
  • “Jika kamu merasakan, kamu merasa terluka. Maka tutup saja perasaan itu. Sumbat saja!”
  • Satu-satunya perasaan yang dia izinkan untuk dirasakan adalah amarah dan amarah itu muncul dengan sangat kuat.

4.  Hati yang kecanduan

  • Menggantungkan diri pada manusia, aktivitas (termasuk pelayanan), kekayaan, makanan, atau apapun yang dapat menutupi luka batin.
  • Segala sesuatu dilakukan dengan cara berlebihan untuk menutupi kekecewaan dalam hidup.

Di dalam Alkitab ada beberapa contoh anak-anak yang memiliki masalah dengan ayahnya. Akibatnya, mereka tidak mengenal Bapa di sorga dan hidup mereka hancur.

1.        Anak-anak Daud

Siapakah Daud? Kita semua tentu mengenal Daud. Ia adalah :

  • raja yang besar
  • negarawan ulung
  • panglima perang yang luar biasa
  • musisi yang memberikan inspirasi
  • penulis, penyair, gembala, imam, dan nabi
  • hamba TUHAN yang luar biasa
  • orang yang berkenan di hati Allah

Tetapi dia bukanlah ayah yang baik. Semua berawal dari penolakan yang ia alami di keluarganya.

1 Samuel 16:10-12

(10)  Demikianlah Isai menyuruh ketujuh anaknya lewat di depan Samuel, tetapi Samuel berkata kepada Isai: “Semuanya ini tidak dipilih TUHAN.”

(11)  Lalu Samuel berkata kepada Isai: “Inikah anakmu semuanya?” Jawabnya: “Masih tinggal yang bungsu, tetapi sedang menggembalakan kambing domba.” Kata Samuel kepada Isai: “Suruhlah memanggil dia, sebab kita tidak akan duduk makan, sebelum ia datang ke mari.”

(12)  Kemudian disuruhnyalah menjemput dia. Ia kemerah-merahan, matanya indah dan parasnya elok. Lalu TUHAN berfirman: “Bangkitlah, urapilah dia, sebab inilah dia.”

Daud ditolak oleh keluarganya. Ia bahkan tidak dianggap oleh Isai, ayahnya. Ketika Samuel hendak mengurapi salah satu anak Isai menjadi raja, Isai tidak memperkenalkan Daud kepada Samuel. Daud dibiarkan menggembalakan kambing domba di luar rumah.

Hal ini menyebabkan Daud tidak bisa menjadi ayah yang baik untuk anak-anaknya. Mari kita lihat anak-anak Daud :

  • Tamar

Anak perempuan Daud yang diperkosa oleh saudara laki-lakinya sendiri  (satu ayah beda ibu).

  • Amnon

Anak laki-laki Daud yang memperkosa saudara perempuannya, Tamar.

Apa tanggapan raja Daud atas peristiwa ini?

Ketika segala perkara itu didengar raja Daud, sangat marahlah ia. (2 Samuel 13:21)

Hanya itu. Tidak ada pembelaan terhadap Tamar atau hajaran untuk Amnon.

  • Absalom

Membunuh Amnon karena dendam atas pemerkosaan adik perempuannya, Tamar. Setelah itu ia melarikan diri selama tiga tahun. Absalom meninggal dalam perang pemberontakan melawan raja, ayahnya sendiri, Daud.

  • Adonia

Mengkhianati Daud dengan mengangkat dirinya menjadi raja menggantikan Daud ketika Daud sudah sangat tua.

2.       Manasye, anak Hizkia

Hizkia adalah salah satu raja Israel. Suatu saat ia sakit dan hampir meninggal lalu ia memohon supaya TUHAN memperpanjang usianya. TUHAN mengasihaninya dan menambah usianya 15 tahun. Mendengar Hizkia sakit, maka Raja Babel mengirimkan utusannya untuk menjenguk Hizkia. Tetapi, ketika utusan Raja Babel datang, Hizkia malah memperlihatkan kekayaannya dan tidak menceritakan perbuatan TUHAN yang memberinya kesembuhan dan memperpanjang umurnya.

Pada waktu itu Merodakh-Baladan bin Baladan, raja Babel, menyuruh orang membawa surat dan pemberian kepada Hizkia, sebab telah didengarnya bahwa Hizkia sakit tadinya. Hizkia bersukacita atas kedatangan mereka, lalu diperlihatkannyalah kepada mereka segenap gedung harta bendanya, emas dan perak, rempah-rempah dan minyak yang berharga, gedung persenjataannya dan segala yang terdapat dalam perbendaharaannya. Tidak ada barang yang tidak diperlihatkan Hizkia kepada mereka di istananya dan di seluruh daerah kekuasaannya. (2 Raja-raja 20:12-13 )

Hal itu mengecewakan TUHAN, sehingga Ia mengutus nabi Yesaya untuk memberitahukan hukuman TUHAN atas perbuatannya.

Lalu Yesaya berkata kepada Hizkia: “…bahwa segala yang ada dalam istanamu dan yang disimpan oleh nenek moyangmu sampai hari ini akan diangkut ke Babel. Tidak ada barang yang akan ditinggalkan… Dan dari keturunanmu yang akan kauperoleh, akan diambil orang untuk menjadi sida-sida di istana raja Babel.” Hizkia menjawab … : “Sungguh baik firman TUHAN yang engkau ucapkan itu!” Tetapi pikirnya: “Asal ada damai dan keamanan seumur hidupku!” (2 Raja-raja 20:16-19)

Tanggapan Hizkia tampak sangat saleh awalnya. Ia berkata, “Sungguh baik firman TUHAN yang engkau ucapkan itu!” Benarkah hal itu? Tentu saja tidak. Nubuat Yesaya adalah kematian dan kehancuran yang akan menimpa keturunan-keturunan Hizkia.

Seharusnya Hizkia memohon ampun kepada TUHAN dan memohon belas kasihan TUHAN untuk anak-anak dan keturunannya kelak, seperti yang pernah ia lakukan ketika ia sakit. Bagaimanapun, anak-anak dan keturunannyalah yang akan menanggung akibat atas perbuatannya. Namun ia tidak melakukannya. Ia sangat egois. Ia malahan berpikir, “Asal ada damai dan keamanan seumur hidupku!”.

Hizkia tidak memikirkan apa yang akan terjadi kepada anak-anak dan keturunannya karena dosa-dosanya. Ia sangat egois dan hanya memikirkan kedamaian dan keamanannya sendiri. Ia tidak berpikir seperti TUHAN memikirkan generasi-generasi yang akan datang. Ia tidak memiliki hati bapa. Anak-anaknya tumbuh seperti anak yatim. Buah dari ketiadaan hati bapa ini dapat dilihat pada anaknya, raja Manasye, adalah raja Yehuda yang paling jahat dan kafir.

Apa yang ditulis oleh firman TUHAN tentang Manasye?

  • Ia melakukan apa yang jahat di mata TUHAN, sesuai dengan perbuatan keji bangsa-bangsa yang telah dihalau TUHAN dari depan orang Israel. Ia mendirikan kembali bukit-bukit pengorbanan yang telah dimusnahkan oleh Hizkia, ayahnya; ia membangun mezbah-mezbah untuk Baal, membuat patung Asyera seperti yang dilakukan Ahab, raja Israel, dan sujud menyembah kepada segenap tentara langit dan beribadah kepadanya. (2 Raja-raja 21:2-3)
  • Dan ia mendirikan juga mezbah-mezbah bagi segenap tentara langit di kedua pelataran rumah TUHAN. Bahkan, ia mempersembahkan anaknya sebagai korban dalam api, melakukan ramal dan telaah, dan menghubungi para pemanggil arwah dan para pemanggil roh peramal. Ia melakukan banyak yang jahat di mata TUHAN, sehingga ia menimbulkan sakit hati-Nya. Ia menaruh juga patung Asyera yang telah dibuatnya dalam rumah…(2 Raja-raja 21:5-7)
  • Lagipula Manasye mencurahkan darah orang yang tidak bersalah sedemikian banyak, hingga dipenuhinya Yerusalem dari ujung ke ujung, belum termasuk dosa-dosanya yang mengakibatkan orang Yehuda berdosa pula dengan berbuat apa yang jahat di mata TUHAN. (2 Raja-raja 21:16)

D.     SEKARANG, BAGAIMANA CARA SAYA MENGENAL BAPA DI SORGA?

Jika gambaran Bapa di sorga telah dirusak oleh iblis, sekarang bagaimana saya dapat mengenal Bapa di sorga?

Yohanes 14:5-10

(5)  Thomas said to Him, Lord, we do not know where You are going, so how can we know the way?

(6)  Jesus said to him, I am the Way and the Truth and the Life; no one comes to the Father except by (through) Me.

Yesus adalah jalan menuju Bapa. Tetapi Ia bukan hanya jalan. Melalui Yesus, kita juga dapat mengenal Bapa.

(7)  If you had known Me [had learned to recognize Me], you would also have known My Father. From now on, you know Him and have seen Him.

Semua yang mengenal Yesus akan mengenal Bapa. To see Jesus is to see the Father.

(8)  Philip said to Him, Lord, show us the Father [cause us to see the Father–that is all we ask]; then we shall be satisfied.

Semua manusia mencari figur Bapa. Sama seperti Filipus. Saat manusia melihat Bapa, maka manusia akan menjadi puas dan tidak membutuhkan yang lain.

(9)  Jesus replied, Have I been with all of you for so long a time, and do you not recognize and know Me yet, Philip? Anyone who has seen Me has seen the Father. How can you say then, Show us the Father?

Semua yang melihat Yesus artinya melihat Bapa. Bagaimana kita dapat melihat Yesus? Melalui Firman TUHAN.

(10)  Do you not believe that I am in the Father, and that the Father is in Me? What I am telling you I do not say on My own authority and of My own accord; but the Father Who lives continually in Me does the (His) works (His own miracles, deeds of power). (Amplified Bible)

Apa yang Yesus katakan selama Ia ada di bumi bukanlah berasal dari diri-Nya sendiri, melainkan dari Bapa yang ada di dalam-Nya secara berkelanjutan (continually).

So, jika kita ingin mengenal Bapa, kenallah Yesus melalui keempat Injil. Renungkan setiap perkataan dan perbuatan-Nya karena itulah perkataan dan perbuatan Bapa.

Pernahkah Anda berpikir mengapa Yesus menjadi (disebut) Anak Allah?

Sebab semua orang yang dipilih-Nya dari semula, mereka juga ditentukan-Nya dari semula untuk menjadi serupa dengan gambaran Anak-Nya, supaya Ia, Anak-Nya itu, menjadi yang sulung di antara banyak saudara. (Roma 8:29)

Yesus menjadi Anak supaya kita menjadi anak dan supaya kita bisa melihat hubungan Bapa dengan Yesus dengan demikian kita bisa mengenal siapa Bapa bagi kita, anak-anak-Nya.

Mari kita lihat kisah pembaptisan Yesus (Matius 3:13-17). Di kisah ini, tiga pribadi Allah dinyatakan, yaitu Yesus, Bapa (memperdengarkan suara-Nya) dan Roh Kudus (dalam rupa burung merpati). Apa yang dikatakan Bapa mengenai Anak-Nya?

Inilah Anak-Ku yang Kukasihi, kepada-Nyalah Aku berkenan.

Inilah Anak-Ku yang Kukasihi, dan Aku sangat berkenan akan Dia. (FAYH)

This is my Son, chosen and marked by my love, delight of my life. (The Message)

Perkataan Bapa terhadap Yesus ini dikatakan juga kepada kita. Mengapa? Karena kita adalah anak-anak-Nya. Setiap orang yang percaya kepada Yesus, maka Bapa akan melihatnya seperti Bapa melihat Yesus.

1.        Inilah Anak-Ku…

Identitas kita  adalah Anak Bapa Surgawi. Pegang itu baik-baik.

Tetapi semua orang yang menerima Dia, diberi-Nya hak untuk menjadi anak-anak Allah. Yang harus mereka lakukan hanyalah percaya bahwa Ia berkuasa menyelamatkan mereka. (Yohanes 1:12, FAYH)

Hubungan yang dekat

Mengapa TUHAN semesta alam mau menjadi Bapa kita?

Ketika Ia berhenti berdoa, berkatalah seorang dari murid-murid-Nya kepada-Nya: “Tuhan, ajarlah kami berdoa, sama seperti yang diajarkan Yohanes kepada murid-muridnya.” Jawab Yesus kepada mereka: “Apabila kamu berdoa, katakanlah: Bapa, dikuduskanlah nama-Mu; datanglah Kerajaan-Mu…”(Lukas 11:1-2)

Semua orang, yang dipimpin Roh Allah, adalah anak Allah. …kamu telah menerima Roh yang menjadikan kamu anak Allah. Oleh Roh itu kita berseru: “ya Abba, ya Bapa!” Roh itu bersaksi bersama-sama dengan roh kita, bahwa kita adalah anak-anak Allah. (Roma 8:14-16)

Panggilan “Bapa” adalah panggilan yang menunjukkan kedekatan hubungan. TUHAN mau menjadi Bapa kita supaya Ia bisa dekat dengan kita. Jika diterjemahkan ke dalam bahasa sehari-hari Abba berarti : papa, papi, babeh, daddy. Abba adalah panggilan sehari-hari untuk ayah dalam bahasa Ibrani. Dan TUHAN mau menjadi papa, papi, babeh, dan daddy bagi kita. Ia ingin sangat dekat dengan kita.

Keberhargaan yang sejati

Bapa di sorga memberikan keberhargaan yang sejati kepada anak-anak-Nya. Kita berharga bukan karena apa yang kita lakukan, tetapi semata-mata karena kita sudah ditebus dengan darah Yesus yang menjadikan kita anak-anak-Nya.

Seandainya Bill Gates memperoleh seluruh dunia ini berserta isinya menjadi miliknya. Lalu ia mengganti nama planet ini menjadi planet Gates. Suatu hari, malaikat pencabut nyawa mencabut nyawanya lalu memasukkan ia ke dalam neraka. Di neraka, ia berseru kepada TUHAN. “TUHAN, aku akan berikan kepada-Mu seluruh hartaku, yaitu seluruh planet Gates menjadi milik-Mu, asalkan Engkau melepaskan aku dari neraka ini.” Apakah jawaban TUHAN?

Tentu saja Ia tidak akan melepaskan Bill Gates dari neraka hanya karena ia memberikan seluruh planet Gates menjadi milik TUHAN. TUHAN adalah pencipta alam semesta. Ia menciptakan langit bumi beserta isinya. Ia juga yang menjadikan matahari, bulan, bintang, planet-planet, sistem tata surya, dan galaksi-galaksi. Semua ciptaan-Nya adalah milik-Nya. Tetapi seluruh bumi beserta isinya ini tidak akan bisa melepaskan seorang manusia dari hukuman neraka. Mengapa? Karena harga manusia sangatlah mahal. Harga seorang manusia tidak dapat ditandingi oleh kekayaan seluruh bumi beserta isinya, apalagi harga seluruh manusia.

Apa gunanya seorang memperoleh seluruh dunia tetapi kehilangan nyawanya? Dan apakah yang dapat diberikannya sebagai ganti nyawanya? (Matius 16:26)

Apakah untungnya jika kalian memperoleh seluruh dunia ini, tetapi kehilangan hidup yang kekal? (FAYH)

For what will it profit a man if he gains the whole world and forfeits his soul? Or what will a man give in exchange for his soul? (NASB)

Sadarkah Anda bahwa Anda jauh lebih berharga daripada seluruh bumi beserta isinya? TUHAN menebus Anda dengan darah yang mahal, yang jauh lebih mahal daripada seluruh bumi beserta isinya ini. Anda tidak berharga bukan karena pakaian Anda harganya mahal, bukan karena orang tua Anda kaya, bukan karena Anda cantik, bukan karena Anda kuliah di kampus terbaik di negeri ini, dll. Anda berharga hanya karena darah Yesus. Titik.

Bapa di sorga mendidik anak-anak-Nya

Ibrani 12:5-8

(5)  Dan sudah lupakah kamu akan nasihat yang berbicara kepada kamu seperti kepada anak-anak: “Hai anakku, janganlah anggap enteng didikan Tuhan, dan janganlah putus asa apabila engkau diperingatkan-Nya;

TUHAN mendidik kita seperti seorang ayah mendidik anaknya.

(6)  karena Tuhan menghajar orang yang dikasihi-Nya, dan Ia menyesah orang yang diakui-Nya sebagai anak.”

Apakah Anda berpikir bahwa ayat 6 ini mengerikan dan menyakitkan?

Kata “menghajar” diterjemahkan dari kata παιδεύω, dibaca paideuo {pahee-dyoo’-o} yang berarti to train a child atau child training. Seperti apa paideuo ini? Contohnya : latihan berjalan, latihan naik sepeda, latihan bermain bola, dll.

 

(7)  Jika kamu harus menanggung ganjaran; Allah memperlakukan kamu seperti anak. Di manakah terdapat anak yang tidak dihajar oleh ayahnya?

“menanggung ganjaran” dan “dihajar” diterjemahkan juga dari kata paideuo. Apakah ada ayah yang tidak men-train anaknya untuk berjalan? Jika ayah melatih kita untuk berjalan, maka ia benar-benar memperlakukan kita sebagai anak.

(8)  Tetapi, jikalau kamu bebas dari ganjaran, yang harus diderita setiap orang, maka kamu bukanlah anak, tetapi anak-anak gampang.

Kata “ganjaran” juga diterjemahkan dari kata paideuo. Jika ada anak yang tidak dilatih berjalan oleh ayahnya, maka anak itu bukanlah anaknya. Kata “anak-anak gampangan” diterjemahkan dari kata νόθος dibaca nothos {noth’-os} yang berarti illegitimate son atau anak haram.

2.       …yang Kukasihi

Romans 5:6-8 (The Message)

(6)  Christ arrives right on time to make this happen. He didn’t, and doesn’t, wait for us to get ready. He presented himself for this sacrificial death when we were far too weak and rebellious to do anything to get ourselves ready. And even if we hadn’t been so weak, we wouldn’t have known what to do anyway.

(7)  We can understand someone dying for a person worth dying for, and we can understand how someone good and noble could inspire us to selfless sacrifice.

(8)  But God put his love on the line for us by offering his Son in sacrificial death while we were of no use whatever to him.

Bapa mengasihi kita dengan kasih yang tidak bersyarat. Ia menyerahkan Anak-Nya untuk mati bagi kita when we were far too weak and rebellious to do anything to get ourselves ready. Ia tidak menantikan kita bertobat terlebih dahulu baru mempersembahkan Anak-Nya bagi kita. Justru Ia mempersembahkan Anak-Nya untuk mati secara keji saat kita masih sangat berdosa dan tidak terpikir bagi kita untuk bertobat. Yesus mati bagi kita while we were of no use whatever to him.

For God so greatly loved and dearly prized the world that He [even] gave up His only begotten (unique) Son, so that whoever believes in (trusts in, clings to, relies on) Him shall not perish (come to destruction, be lost) but have eternal (everlasting) life. (John 3:16, Amplified Bible)

Saat manusia masih berdosa, TUHAN so greatly loved and dearly prized the world. Ini adalah ungkapan kasih yang tak bersyarat. Bapa tidak mengasihi kita karena kita baik, pintar, berprestasi, atau apapun juga. Ia mengasihi kita karena Ia mau mengasihi kita.

Nothing you can do could make Him love you more and nothing that you’ve done could make Him close the door.

3.       Kepada-Nyalah Aku berkenan

Percayakah Anda bahwa Bapa di sorga berkenan kepada kita anak-anak-Nya?

Bagaimana mungkin Bapa berkenan kepada saya? Saya banyak melakukan dosa. Saya bukanlah anak yang dapat dibanggakan oleh orang tua saya. Saya juga dijauhi oleh teman-teman saya.

Dalam surat-surat Paulus di Perjanjian Baru, persatuan dengan Kristus adalah hal yang sangat dipentingkan. Ungkapan lain yang sering dipakai Paulus untuk menyebut persatuan dengan Kristus adalah “dalam Kristus”, “dalam Dia”, dan “dalam TUHAN”. Ketiga ungkapan itu muncul tidak kurang dari 164 kali dalam surat-surat Paulus.

Karena sama seperti semua orang mati dalam persekutuan dengan Adam, demikian pula semua orang akan dihidupkan kembali dalam persekutuan dengan Kristus. (1 Korintus 15:22)

Kedua kata “semua” dalam ayat ini tidak setara maknanya. Kata “semua” yang pertama berarti semua yang dalam persekutuan dengan Adam. Adam adalah simbol dari manusia berdosa. Maksudnya, semua orang telah berbuat dosa dan masuk dalam persekutuan dengan Adam. Kata “semua” yang kedua berarti semua yang dalam persekutuan dengan Kristus, yaitu semua orang yang beriman kepada Yesus Kristus sebagai Juruselamat dan TUHAN.

Persatuan dengan Adam ini dapat diilustrasikan dengan konsep kuasa pengacara. Misalnya Anda ingin membayar kembali agunan rumah Anda untuk memanfaatkan tingkat suku bunga yang lebih rendah. Ketika akhirnya tanggal penutupan ditetapkan, ternyata Anda harus pergi ke luar negeri di saat yang bersamaan. Lalu Anda meminta pengacara Anda untuk mewakili Anda dalam penutupan itu. Jadi, Anda menggunakan kuasa pengacara dan melimpahkan kepada pengacara Anda kewenangan untuk bertindak atas nama Anda.

Pengacara Anda pergi ke penutupan dan sebagai wakil resmi Anda, ia menandatangani semua surat. Sewaktu ia  menandatangani dokumen-dokumen itu, seolah-olah Anda yang menandatangani semuanya. Ketika ia menandatangani surat kesanggupan membayar sejumlah uang bulanan, tindakan itu mengikat Anda secara resmi seolah-olah Anda sendiri yang menandatanganinya, karena ia bertindak sebagai wakil resmi Anda. Dengan cara yang serupa, Adam adalah wakil resmi kita di taman Eden. Ketika ia berdosa, tindakannya mengikat kita seolah-olah kita melakukan sendiri dosa itu.

Kita bisa menyatakan keberatan karena kita tidak pernah menunjuk Adam menjadi wakil kita di taman Eden. Tetapi ada satu hal yang tidak bisa kita pungkiri. Kenyataan bahwa semua manusia (termasuk Anda) berbuat dosa sudah menjadi alasan yang cukup bagi kita untuk masuk dalam persekutuan dengan Adam dan manusia berdosa lainnya. 1 Korintus 15:22 berkata bahwa semua yang ada di dalam persekutuan dengan Adam pasti mati. Maksudnya, tidak memperoleh hidup yang kekal, melainkan kebinasaan.

Sama seperti Adam yang menjadi wakil kita dalam perbuatan dosa di taman Eden, maka Kristus menjadi wakil kita dalam hidup-Nya yang tanpa dosa dan kematian-Nya yang menebus. Karena persekutuan antara Kristus dan umat-Nya ini, maka semua tanggung jawab kita di hadapan TUHAN ditangguhkan kepada-Nya dan semua jasa-Nya dikenakan kepada kita. Yesus, sebagai wakil kita, memikul semua kewajiban yang gagal dipikul Adam dan memenuhinya bagi kita. Jadi sebagaimana dosa Adam benar-benar menjadi dosa kita, seolah-olah kita melakukannya sendiri, demikian juga ketaatan sempurna Kristus kepada hukum Allah dan kematian-Nya untuk menjalani hukuman atas pelanggaran hukum Allah benar-benar menjadi ketaatan dan kematian kita, seolah-olah kita sudah sempurna menaati hukum Allah dan mati di kayu salib. Semua orang yang ada dalam persekutuan dengan Kristus telah dihidupkan kembali dan menerima hidup yang kekal dan berkelimpahan.

Sebab itu, ketika hati nurani kita menghukum kita atas dosa dan kegagalan kita dalam memenuhi disiplin hidup Kristen, kita harus kembali mengingat bahwa Yesuslah wakil resmi kita. Dalam kapasitas sebagai wakil resmi kita, Ia telah menaati kehendak Bapa-Nya secara sempurna. Ketika kita datang kepada Bapa, bukan ketaatan kita yang dilihat-Nya, melainkan ketaatan Yesus yang ada dalam kita. Dengan kata lain, Ia melihat kita seperti Ia melihat Yesus. Dan oleh karena itulah Bapa berkenan kepada kita. Ia berkenan kepada kita bukan karena apa yang kita lakukan, melainkan karena apa yang sudah Kristus lakukan.

E.      THE PRODIGAL SON

The Prodigal Son adalah perumpamaan yang sangat terkenal dari Alkitab. Tetapi, walaupun sangat terkenal, tidak banyak orang yang mengerti apa makna sebenarnya dari perumpamaan ini.

Lukas 15:11-32

(11)  Yesus berkata lagi: “Ada seorang mempunyai dua anak laki-laki.

(12)  Kata yang bungsu kepada ayahnya: Bapa, berikanlah kepadaku bagian harta milik kita yang menjadi hakku. Lalu ayahnya membagi-bagikan harta kekayaan itu di antara mereka.

Yesus menceritakan perumpamaan ini kepada ahli Taurat. Bagi orang Israel, jika ada anak yang meminta warisan kepada ayahnya saat ayahnya masih hidup, maka anak itu harus dirajam. Ini sesuai dengan hukum Taurat. Tetapi, hal yang mengejutkan, dalam perumpamaan ini Yesus berkata malahan ayah ini memberikan apa yang diminta oleh anaknya.

Mengapa anak bungsu ini meminta harta warisan kepada ayahnya? Hanya orang mati yang membagikan harta warisan. Mungkin ia kepahitan dengan ayahnya sehingga ia menganggap ayahnya sudah mati.

Hari ini ada banyak anak-anak yang menganggap ayahnya sudah mati. Dengan demikian ia juga menganggap Bapa di sorga tidak ada. Ia mengalami banyak kejadian buruk yang menghapuskan figur ayah dari hidupnya.

(13)  Beberapa hari kemudian anak bungsu itu menjual seluruh bagiannya itu lalu pergi ke negeri yang jauh. Di sana ia memboroskan harta miliknya itu dengan hidup berfoya-foya.

Anak yang berada di luar rumah dan tidak memiliki bapa akan menjadi liar, sama seperti anak bungsu ini. Dalam bahasa Inggris, hidup berfoya-foya diterjemahkan sebagai riotous living, artinya hidup yang liar, tidak terkendali, pengacau. Anak ini pergi ke negeri yang jauh, maksudnya berada di luar kawasan Israel.

(14)  Setelah dihabiskannya semuanya, timbullah bencana kelaparan di dalam negeri itu dan iapun mulai melarat.

(15)  Lalu ia pergi dan bekerja pada seorang majikan di negeri itu. Orang itu menyuruhnya ke ladang untuk menjaga babinya.

Babi diharamkan di dalam hukum Taurat. Tidak ada orang Israel yang memelihara babi. Tetapi karena anak bungsu ini berada di luar kawasan Israel, maka ada pemilik ternak babi. Sebagai orang Israel, anak ini mempertaruhkan agamanya untuk bisa mendapatkan pekerjaan dan makan. Inilah orang yang tidak mengenal Bapa di sorga. Suatu saat posisinya akan ada di bawah sekali, bahkan sampai mengharamkan dirinya sendiri.

(16)  Lalu ia ingin mengisi perutnya dengan ampas yang menjadi makanan babi itu, tetapi tidak seorangpun yang memberikannya kepadanya.

Bahkan sesudah ia menjadi penjaga babi, ia tetap tidak mendapatkan makanan. Bahkan ampas makanan babi (bukan makanan babi) pun tidak ia bisa ia makan. Benar-benar keadaan yang menyedihkan.

(17)  Lalu ia menyadari keadaannya, katanya: Betapa banyaknya orang upahan bapaku yang berlimpah-limpah makanannya, tetapi aku di sini mati kelaparan.

(18)  Aku akan bangkit dan pergi kepada bapaku dan berkata kepadanya: Bapa, aku telah berdosa terhadap sorga dan terhadap bapa,

(19)  aku tidak layak lagi disebutkan anak bapa; jadikanlah aku sebagai salah seorang upahan bapa.

Menurut Anda, apa yang membuat anak ini berpikir untuk kembali kepada bapanya? Apakah karena ia menyesal atas tindakannya? Bukan. Ia ingin kembali kepada bapanya karena ia ingin makan.

(20)  Maka bangkitlah ia dan pergi kepada bapanya. Ketika ia masih jauh, ayahnya telah melihatnya, lalu tergeraklah hatinya oleh belas kasihan. Ayahnya itu berlari mendapatkan dia lalu merangkul dan mencium dia.

Kita akan mulai melihat hati Bapa di sorga sejak di sini. Ternyata, Bapa menanti-nantikan anak-Nya yang hilang ini. Menurut Anda, bagaimanakah tampang anak bungsu ini ketika ia kembali kepada bapanya? Ia adalah penjaga babi. Bajunya pasti lusuh, compang-camping, dan kotor. Rambutnya yang lurus sudah menjadi ikal karena kotor dan tidak terurus. Badannya juga hitam karena kotor. Baunya busuk semerbak. Tetapi Bapa mengenalnya sebagai anak-Nya. Apapun keadaan kita, sehancur apapun keadaan kita, Bapa mengenal kita sebagai anak-Nya. Bahkan saat kita kembali kepada Bapa, Bapa tidak memarahi, menghakimi, dan menghukum kita. Ia menyediakan rangkulan dan ciuman bagi kita.

(21)  Kata anak itu kepadanya: Bapa, aku telah berdosa terhadap sorga dan terhadap bapa, aku tidak layak lagi disebutkan anak bapa.

(22)  Tetapi ayah itu berkata kepada hamba-hambanya: Lekaslah bawa ke mari jubah yang terbaik, pakaikanlah itu kepadanya dan kenakanlah cincin pada jarinya dan sepatu pada kakinya.

Sebelum anak itu menyelesaikan kata-katanya (bandingkan dengan ayat 18 dan 19), Bapa memotong kalimatnya dan memberikan jubah, cincin, dan sepatu.

Ingatkah Anda kepada Yusuf yang diberikan jubah maha indah oleh Yakub? Hanya Yusuf yang mendapatkan jubah itu dari ayahnya. Jubah adalah tanda bahwa anak itu adalah anak yang terbaik yang ada di rumah itu. Atau dengan kata lain: the best in the house. Bapa di sorga menyatakan bahwa kita adalah anak-anak-Nya adalah yang terbaik bagi-Nya.

Zaman dulu, ada stempel yang berbentuk cincin. Orang-orang kaya memiliki stempel tersendiri (biasanya digunakan dalam surat kuasa) yang terintegrasi dengan cincinnya. Dengan kata lain, Bapa memberikan kuasa kepada kita. Kuasa untuk apa?

Tanda-tanda ini akan menyertai orang-orang yang percaya: mereka akan mengusir setan-setan demi nama-Ku, mereka akan berbicara dalam bahasa-bahasa yang baru bagi mereka, mereka akan memegang ular, dan sekalipun mereka minum racun maut, mereka tidak akan mendapat celaka; mereka akan meletakkan tangannya atas orang sakit, dan orang itu akan sembuh.” (Markus 16:17-18)

Di zaman itu, hamba tidak memakai sepatu. Hanya majikan yang memakai sepatu. Bapa hendak mengatakan kepada kita bahwa kita bukanlah hamba, melainkan anak-Nya. Sekalipun anak yang hilang itu berniat untuk menjadi orang upahan bapanya, tetapi bapanya tidak berniat untuk menjadikan anaknya itu sebagai hamba.

(23)  Dan ambillah anak lembu tambun itu, sembelihlah dia dan marilah kita makan dan bersukacita.

Anak lembu tambun adalah anak lembu (yang dagingnya empuk) yang sengaja digemukkan. Saat anak lembu tambun ini dipotong, ini menyatakan kegembiraan dan sukacita pemilik rumah. Bapa di sorga sangat bersukacita ketika anak-Nya yang hilang kembali. Ada sukacita besar dan pseta termegah di sorga karena anak-Nya kembali.

Aku berkata kepadamu: Demikian juga akan ada sukacita di sorga karena satu orang berdosa yang bertobat, lebih dari pada sukacita karena sembilan puluh sembilan orang benar yang tidak memerlukan pertobatan.” (Lukas 15:7)

(24)  Sebab anakku ini telah mati dan menjadi hidup kembali, ia telah hilang dan didapat kembali. Maka mulailah mereka bersukaria.

Di luar Bapa, kita mati. Di luar Bapa, kita terhilang. Tetapi saat kita kembali pada-Nya, kita hidup dan didapatkan kembali.

(25)  Tetapi anaknya yang sulung berada di ladang dan ketika ia pulang dan dekat ke rumah, ia mendengar bunyi seruling dan nyanyian tari-tarian.

(26)  Lalu ia memanggil salah seorang hamba dan bertanya kepadanya apa arti semuanya itu.

(27)  Jawab hamba itu: Adikmu telah kembali dan ayahmu telah menyembelih anak lembu tambun, karena ia mendapatnya kembali dengan sehat.

(28)  Maka marahlah anak sulung itu dan ia tidak mau masuk. Lalu ayahnya keluar dan berbicara dengan dia.

(29)  Tetapi ia menjawab ayahnya, katanya: Telah bertahun-tahun aku melayani bapa dan belum pernah aku melanggar perintah bapa, tetapi kepadaku belum pernah bapa memberikan seekor anak kambing untuk bersukacita dengan sahabat-sahabatku.

Anak sulung ini adalah cerminan orang yang melayani TUHAN tetapi tidak mengenal dan mengasihi TUHAN terlebih dahulu. Ia bekerja keras dalam pelayanannya dan berharap TUHAN berkenan kepadanya karena semua pekerjaannya itu. Ia tidak tahu bahwa kita hanya berkenan kepada TUHAN karena apa yang sudah Kristus lakukan, bukan apa yang kita lakukan. Kita tidak dapat mengandalkan diri kita sendiri (perbuatan kita) untuk memperoleh perkenanan TUHAN).

Anak sulung ini berharap bapanya akan memberikan anak kambing sebagai reward dari hasil pekerjaannya. Padahal, anak sulung ini dapat mengambil dan menyembelih anak lembu tambun kapan pun ia mau. Ia dapat bersukacita bersama teman-temannya kapanpun ia mau. Mengapa? Karena ia adalah anak, bukan hamba. Sayangnya, anak sulung ini bermental hamba, bukan bermental anak.

(30)  Tetapi baru saja datang anak bapa yang telah memboroskan harta kekayaan bapa bersama-sama dengan pelacur-pelacur, maka bapa menyembelih anak lembu tambun itu untuk dia.

Ia sangat iri kepada adiknya. Ia belum bertemu adiknya, tetapi ia sudah menuduh adiknya berfoya-foya bersama para pelacur.

(31)  Kata ayahnya kepadanya: Anakku, engkau selalu bersama-sama dengan aku, dan segala kepunyaanku adalah kepunyaanmu.

(32)  Kita patut bersukacita dan bergembira karena adikmu telah mati dan menjadi hidup kembali, ia telah hilang dan didapat kembali.”

Ingatlah apa yang dikatakan bapa kepada anaknya yang sulung ini. Anakku, engkau selalu bersama-sama dengan aku, dan segala kepunyaanku adalah kepunyaanmu. Kita selalu bersama-sama Bapa di sorga. Dan apa yang Bapa miliki, kita miliki juga. Bapa menyediakan berkat yang melimpah bagi anak-anak-Nya. Apakah Anda akan berpikir Bapa di sorga membiarkan Anda hidup serba berkekurangan sementara jalan di sorga terbuat dari emas? Tentu saja tidak. Saat Anda percaya bahwa Ia Bapa yang baik, maka berkat-Nya akan tercurah sesuai dengan iman Anda.

 

Baca juga:

2 Comments

  1. keren…. saya sangat diberkati oleh pengajaran-pengajaran yang di muat di web ini. trima kasih mau berbagi dan menolong kita bertumbuh dalam pemahaman dan pengenalan akan Tuhan yang benar. Tuhan berkati… tentu saja; upahNya disediakan oleh BAPA di sorga.

  2. Artikelnya sangat bermanfaat. Boleh saya gunakan sebagai referensi utama buku rohani saya yang berjudul “Mengenal Hati Bapa”? Karena yang dibahas di sini cocok dengan apa yang pernah saya pelajari tentang Hati Bapa di acara PPRG kurang lebih hampir 15 th yang lalu.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *