Garis Depan Pertahanan Rohani Hidup Anda

Doa

Doa adalah komunikasi dua arah yang didasari suatu hubungan antara hidup kita dengan sumber kehidupan yaitu Tuhan sendiri. Doa merupakan napas bagi kehidupan rohani orang percaya. Dalam doa, kita menghadap dan menyampaikan sesuatu pada Tuhan, dan sebaliknya doa juga menjadi salah satu sarana bagi Tuhan untuk menyampaikan pesan-Nya kepada kita.

Pengertian doa

Tingkatan hubungan

Dalam doa terdapat beberapa tingkat hubungan:

1.  Umat dengan Allahnya

Setiap orang percaya membangun hubungan dengan Allahnya dalam doa.

2.  Bapa dan anak (Matius 6:8-13; Lukas 11:1-2, 10-13)

Dalam kekristenan, doa bukan sekedar permohonan umat dengan Allahnya, tetapi lebih daripada itu, hubungan anak dengan bapaknya.
Contoh: Hubungan Yesus dengan Bapa tidak pernah putus (Markus 1:35; Yohanes 15:5-8)

3.  Persahabatan (Yohanes 15:15; Mazmur 25:14; 1 Korintus 4:12; Amsal 17:17)

Tingkatan hubungan persahabatan adalah di mana Allah mau mengkomunikasikan kehendak-Nya.
Contoh: Abraham (2 Tawarikh 20:7)

4.  Mempelai

Tingkat paling tinggi di mana kita benar-benar memiliki keintiman dengan Allah.

Yohanes 3:29 Yang empunya mempelai perempuan, ialah mempelai laki-laki; tetapi sahabat mempelai laki-laki, yang berdiri dekat dia dan yang mendengarkannya, sangat bersukacita mendengar suara mempelai laki-laki itu. Itulah sukacitaku, dan sekarang sukacitaku itu penuh.

 

Prasyarat doa

Doa membutuhkan:

1. Ruang dan waktu (Daniel 6:11; Matius 6:6)
2. Iman percaya (Markus 11:24)
3. Kerinduan akan Tuhan (Mazmur 63:2)
4. Ketekunan (Kolose 4:2)
5. Keterbukaan (Filipi 4:6)

Jenis doa

Macam-macam doa:

  • Doa pribadi
  • Doa pengakuan (1 Yohanes 1:9)
  • Doa pernyataan (Roma 10:9-10)
  • Doa permohonan (Filipi 4:6)
  • Doa ucapan syukur (Filipi 4:6)
  • Doa pengagungan (Mazmur 18:3-4)
  • Doa keintiman (Keluaran 33:19-20; Kidung 1:12; Mazmur 63:7-9)
  • Doa syafaat
  • Doa peperangan rohani ((Efesus 6:10-18)
  • Doa ratapan (Yesaya 62:1-2, 6-7; Yeremia 9:1; Omel 1:13)
  • Doa terobosan (Kolose 4:3-4; Kisah 4:31)
  • Doa nubuatan (Yehezkiel 37:1-14)

Penuaian jiwa-jiwa melalui doa

Salah satu kunci yang diberikan Tuhan untuk menyongsong penuaian jiwa-jiwa adalah dengan menginjak, menduduki, dan mengumpulkan orang untuk berdoa di wilayah tersebut. Dalam penjabaran lebih lanjut, ini mengacu pada pembangunan kubu doa dan menara doa.

Melalui doa-doa di kubu doa dan menara doa, maka kita mulai memenangkan dan mempertahankan suatu wilayah dengan doa:

1.  Melakukan serangan terus-menerus terhadap musuh-musuh rohani yang menguasai suatu daerah/wilayah, melalui kubu-kubu doa.
2.  Memberikan penjagaan 24 jam atas kota/wilayah terhadap serangan musuh, dengan mendirikan menara doa.

Yesaya 62:6-7, Di atas tembok-tembokmu, hai Yerusalem, telah Kutempatkan pengintai-pengintai. Sepanjang hari dan sepanjang malam, mereka tidak akan pernah berdiam diri. Hai kamu yang harus mengingatkan TUHAN kepada Sion, janganlah kamu tinggal tenang dan janganlah biarkan Dia tinggal tenang, sampai Ia menegakkan Yerusalem dan sampai Ia membuatnya menjadi kemasyhuran di bumi.

 

Kubu doa

Kubu doa adalah benteng pertahanan rohani yang dibuat pada wilayah-wilayah di tengah-tengah jemaat melalui kelompok-kelompok seorang pendoa atau pemimpin kelompok untuk mulai memenangkan dan mempertahankan wilayah tersebut.

… Ya, TUHAN, bukit batuku, kubu pertahananku dan penyelamatku, … (2 Samuel 22:2; Mazmur 18:3)

 

Rumah doa

Rumah doa, secara fisik, adalah tempat di mana umat Tuhan menaikkan doa, pujian, dan penyembahan, dan Allah hadir di tengah-tengah mereka. Secara rohani, rumah doa adalah kehidupan rohani umat Tuhan yang dipenuhi doa, pujian, dan penyembahan seperti kedua puluh empat tua-tua di hadapan Anak Domba Allah (Wahyu 5:8).

mereka akan Kubawa ke gunung-Ku yang kudus dan akan Kuberi kesukaan di rumah doa-Ku. Aku akan berkenan kepada korban-korban bakaran dan korban-korban sembelihan mereka yang dipersembahkan di atas mezbah-Ku, sebab rumah-Ku akan disebut rumah doa bagi segala bangsa. (Yesaya 56:7)

 

Menara doa

Menara doa adalah pusat penjagaan untuk suatu kota dan biasanya didirikan di tempat yang tinggi dan strategis untuk bisa mengamati keadaan kota atau daerah sekelilingnya.

Aku mau berdiri di tempat pengintaianku dan berdiri tegak di menara, aku mau meninjau dan menantikan apa yang akan difirmankan-Nya kepadaku, dan apa yang akan dijawab-Nya atas pengaduanku. (Habakuk 2:1)

 

Mezbah keluarga

Mezbah keluarga adalah sikap hati keluarga yang bersatu dalam takut akan Tuhan (Yosua 24:15) dan juga waktu setiap hari yang diluangkan oleh keluarga dalam hadirat Tuhan.

 

RUMAH DOA

Rumah doa, secara fisik, adalah tempat di mana umat Tuhan menaikkan doa, pujian, dan penyembahan, dan Allah hadir di tengah-tengah mereka. Secara rohani, rumah doa adalah kehidupan rohani umat Tuhan yang dipenuhi doa, pujian, dan penyembahan seperti kedua puluh empat tua-tua di hadapan Anak Domba Allah.

Latar belakang

Pesan mengenai rumah doa diberikan oleh Tuhan untuk mempersiapkan umat Tuhan menghadapi tuaian besar. Penuaian besar itu akan dan sedang terjadi baik di bangsa Indonesia maupun di bangsa-bangsa. Namun demikian, penuaian juga selalu disertai goncangan besar. Semakin besar tuaian, semakin besar juga goncangannya.

… mereka akan Kubawa ke gunung-Ku yang kudus dan akan Kuberi kesukaan di rumah doa-Ku. Aku akan berkenan kepada korban-korban bakaran dan korban-korban sembelihan mereka yang dipersembahkan di atas mezbah-Ku, sebab rumah-Ku akan disebut rumah doa bagi segala bangsa. (Yesaya 56:7)

Wahyu 5:8 mencatat 24 tua-tua berdiri di hadapan Anak Domba dan masing-masing membawa:

1. Kecapi – berbicara mengenai pujian dan penyembahan
2. Cawan emas – berbicara mengenai doa

Wahyu 8:3-5 menyatakan bahwa ketika doa, pujian, dan penyembahan dinaikkan, maka malaikat mengambil pedupaan dan menambahinya dengan api dari mezbah dan melemparkannya ke bumi, maka terjadi goncangan besar di bumi. Bagi orang dunia, goncangan berbicara mengenai penghukuman, tetapi bagi kita adalah penuaian jiwa-jiwa.
Pola rumah doa

Ada beberapa pola rumah doa:

1. Pola Tabernakel Musa (Keluaran 25:8)
2. Pola Tabernakel Daud (2 Tawarikh 1:4; 1 Tawarikh 16:1; 2 Samuel 6:17)
3. Pola Bait Suci Salomo (1 Tawarikh 28:11-20)

Karakter rumah doa

Ada 10 karakter rumah doa (dengan Bait Suci Salomo):

1. House of Sacrifice atau Rumah Persembahan (2 Tawarikh 1:6; 2 Tawarikh 7:4-5)
2. House of Praise and Worship atau Rumah Pujian dan Penyembahan (2 Tawarikh 5:13)
3. House of Prayer atau Rumah Doa (2 Tawarikh 6:12-42)
4. House of Glory atau Rumah Kemuliaan (2 Tawarikh 5)
5. House of Wisdom atau Rumah Hikmat (1 Raja 4:29-31)
6. House of Spiritual Gifts atau Rumah Karunia Roh (1 Raja 7:49)
7. House of God’s Words atau Rumah Firman
8. House of Authority atau Rumah Otoritas (1 Raja 4:21)
9. House of Prosperity atau Rumah Kemakmuran (2 Tawarikh 1:14-17)
10 House of Peace atau Rumah Kedamaian (1 Raja 4:24-25)

KUBU DOA

Kerasukan setan? Rencana berantakan?
Pertengkaran sepertinya tidak terselesaikan?
Konflik berkepanjangan? Lesu rohani?
Bisnis dan pendapatan menurun?
Sakit yang tidak jelas penyebabnya?
Karir dalam pekerjaan mandek? …

jika Anda mengalami hal-hal tersebut di atas, itu artinya Anda sedang berada dalam suatu kancah pertempuran yang serius. Pertempuran yang sedang Anda hadapi bukanlah melawan darah dan daging, namun melawan Iblis dan seluruh antek-anteknya (Efesus 6:12).

Ingatlah bahwa TUHAN tidak mendatangkan rencana buruk bagi kehidupan Anda, namun memberikan damai sejahtera dan hidup yang berkelimpahan (Yeremia 29:11).

Tetapi, sama halnya bangsa Israel di bawah kepemimpinan Yosua harus berperang untuk merebut tanah perjanjian yang telah dijanjikan TUHAN, demikian juga Anda harus berperang aktif untuk mempertahankan damai sejahtera yang TUHAN janjikan untuk Anda.

STOP !!!

Jika Anda tidak ingin sungguh-sungguh lepas dari masalah-masalah tersebut di atas; jika Anda tidak ingin melakukan usaha sungguh-sungguh secara rohani untuk mengatasi masalah-masalah tersebut; jika Anda memilih untuk tetap menghadapi semua persoalan dengan cara yang sekarang Anda lakukan … tidak usah melanjutkan membaca artikel ini. Tetapi jika Anda sungguh-sungguh ingin terlibat, lanjutkanlah membaca artikel ini.

“Bagaimana saya dapat mengatasi persoalan-persoalan tersebut di atas? Adakah sarana dimana bukan saja saya berperang, namun juga mendapatkan kekuatan dan dialog khusus dengan ALLAH sehingga saya mampu melewati semua hal tersebut di atas?”

Puji TUHAN, ada satu alat yang dapat menjawab pertanyaan Anda ini: Kubu Doa

Kubu Doa adalah suatu tempat untuk bertahan, mengatur strategi dan melakukan peperangan rohani. Kubu Doa memiliki fungsi yang penting, yaitu sebagai benteng rohani dan pertahanan tubuh Kristus (jemaat) yaitu Anda, saya dan kita semua yang ditebus dalam darah YESUS.

Kubu Doa bukanlah suatu “alat aneh”, namun merupakan suatu sarana yang ampuh untuk melawan kekuatan-kekuatan Iblis dan untuk masuk dalam perlindungan, kekuatan dan berkat dari TUHAN. Oleh karena anak-anak TUHAN berkumpul bersama dalam suatu kegerakan doa, hadirat TUHAN dinyatakan disana. Ketika hadirat TUHAN dinyatakan, maka kekuatan, berkat dan damai sejahtera juga dilimpahkan bagi mereka yang berkumpul, berdoa bersama dalam nama-Nya.

“Apa yang akan saya dapatkan dari Kubu Doa?”

Kubu Doa memiliki 3 (tiga) keuntungan penting bagi Anda:

1. Menjadi benteng pertahanan rohani (Mazmur 46)

Pada zaman dahulu, benteng adalah suatu tembok yang dibangun mengelilingi suatu komunitas (desa / kota / negara) guna melindungi penduduk dari serangan-serangan dan bahaya-bahaya yang tidak diinginkan. Kubu Doa adalah benteng pertahanan rohani, tidak saja bagi komunitas namun juga bagi setiap orang dalam komunitas tersebut. Dengan mengadakan Kubu Doa, Anda tidak lagi berperang sendirian, tetapi bersama anak-anak TUHAN lainnya. Spirit of Unity inilah yang menentukan keefektifan Kubu Doa.

2. Menjadi pusat serangan terhadap musuh untuk memenangkan suatu daerah dan jiwa-jiwa bagi Kristus (1 Tawarikh 11:4-9, Kisah Para Rasul 2:41-47)

Tugas utama Anda dan setiap anak-anak TUHAN adalah untuk mengabarkan kabar baik dan menjaring jiwa-jiwa. Namun tidak dapat dipungkiri bahwa terdapat rintangan-rintangan yang dihadapi dalam proses ini, yaitu perlawanan dari kuasa kegelapan. Disinilah Kubu Doa memegang peranan yang amat penting, yaitu sebagai pusat serangan langsung terhadap musuh utama kita: Iblis dan antek-anteknya. Peperangan di tingkat rohani menentukan kesuksesan kita menjalankan tugas agung yang TUHAN YESUS suruh kita lakukan.

3. Membawa Anda dan kita semua menjadi sebuah Rumah Doa (Matius 21:12-16)

Dalam Filipi 4:13 dikatakan bahwa “Segala perkara dapat kutanggung di dalam DIA yang memberi kekuatan kepadaku.” Walaupun TUHAN memberi kekuatan kepada anak-anakNYA kapan saja dan dimana saja, namun di dalam Kubu Doa hadiratNYA datang begitu kuat, sehingga ketika Anda masuk dalam Kubu Doa, Anda akan mendapat kekuatan, penghiburan dan damai sejahtera yang berbeda dari biasanya. Semakin sering Anda terlibat dalam Kubu Doa, maka kekuatan Ilahi inipun akan semakin kuat dalam diri Anda, sehingga pada akhirnya hidup Anda menjadi suatu kehidupan yang senantiasa berdoa (Rumah Doa).

“OK! Sekarang saya mengerti pentingnya Kubu Doa, sekarang bagaimana caranya saya dapat terlibat dalam Kubu Doa?”

Ada 2 (dua) alternatif yang dapat Anda lakukan:

1. Bentuklah sendiri Kubu Doa

2. Bergabunglah dalam kubu doa yang sudah ada

Kubu Doa menjadi sangat efektif jika dilakukan dalam kelompok.

“Bagaimana Kubu Doa dilaksanakan ?”

Kubu Doa dilaksanakan apabila telah terkumpul paling sedikit 2-3 orang. Kubu Doa bukanlah Bible study atau persekutuan doa, namun kumpulan anak-anak TUHAN dengan satu agenda acara : berdoa, memuji dan menyembah TUHAN, menurut tuntunan ROH KUDUS.

Gunakan langkah-langkah berikut:

1. Kumpulkan 2-3 orang yang mau ber-Kubu Doa.

2. Tentukan waktu dan tempat untuk melaksanakan Kubu Doa.

3. Buatlah daftar pokok-pokok doa.

Yang terpenting disini adalah jangan hanya berpaku pada daftar pokok doa, namun izinkan ROH KUDUS untuk menaruh beban doa tertentu saat Anda masuk dalam Kubu Doa.

4. Mulailah dengan menaikkan Pujian dan Penyembahan.

Pada saat Kubu Doa, pujian dan penyembahan bisa saja dilakukan berselang-seling dengan pokok-pokok doa. Pilih nyanyian yang dapat diikuti oleh semua orang.

5. Berdoalah, baik dengan bahasa yang Anda mengerti maupun dalam bahasa ROH.

6. Jika ROH KUDUS memberi beban doa tertentu, bisikan atau penglihatan, janganlah ragu untuk mengutarakannya. Tidak usah malu, oleh karena TUHAN tidak pernah mempermalukan anak-anakNYA.

Banyak kesaksian tentang berkat dari melaksanakan kubu doa. Semangat yang baru, terobosan-terobosan di bidang keuangan, pemulihan keluarga, kesehatan, peningkatan karir, jawaban atas pergumulan mencari pasangan hidup, sukses dalam belajar dan dibukanya pintu-pintu pelayanan … adalah hal-hal kecil yang kami dengar dan terima dari berbagai Kubu Doa

Kubu pertahanan

Ya TUHAN, bukit batuku, kubu pertahananku dan penyelamatku, Allahku, gunung batuku, tempat aku berlindung, perisaiku, tanduk keselamatanku, kota bentengku! (Mazmur 18:3)

Pendahuluan

Kubu doa adalah benteng-benteng pertahanan rohani yang dibuat di tengah-tengah jemaat melalui kelompok-kelompok doa, untuk mulai memenangkan dan mempertahankan wilayah tersebut. Melalui kubu doa, dilakukan serangan terus menerus terhadap musuh-musuh rohani yang menguasai suatu wilayah. Melalui kubu-kubu doa, maka orang kuat di wilayah-wilayah dapat kita ikat, dan selanjutnya kita dapat merampas jiwa-jiwa dan berkat.

Mengenali musuh

Dalam kubu pertahanan, kita perlu mengenali siapa musuh kita.

Berikut adalah gambaran tentang musuh kita (iblis):

1. Makhluk ciptaan (malaikat) yang jatuh (Yesaya 14; Wahyu 12:7-9)
2. Lebih kuat dari manusia, tetapi tidak lebih kuat dari kita yang di dalam Kristus (2 Petrus 2:11)
3. Tidak maha hadir dan tidak maha tahu (Ayub 1:7)
4. Tidak dapat melawan nama Yesus dan darah Yesus (Wahyu 12:11)
5. Bapa segala pendusta (Yohanes 8:42-47)
6. Pencuri, pembunuh, pembinasa (Yohanes 10:10)
7. Pendakwa (Wahyu 12:10)

Hirarki Iblis (Efesus 6:12):

1. Pemerintah-pemerintah, yaitu roh-roh yang menguasai suatu negara
2. Penguasa-penguasa, yaitu roh-roh yang menguasai provinsi-provinsi
3. Penghulu-penghulu, yaitu roh-roh yang mengikat suatu kota dengan dosa
4. Roh-roh jahat di udara, yaitu roh-roh yang mengganggu anak-anak Tuhan dengan hal-hal yang sepele, tapi seringkali justru membuat anak-anak Tuhan jatuh.

Hati-hati dengan 4 senjata iblis (4D):

1. Delays (penundaan)
2. Deceive (penipuan)
3. Distraction (pengalihan perhatian, broken focus)
4. Disappointment (kekecewaan)

Doa dalam kubu doa

Doa-doa yang didoakan dalam kubu doa adalah: (2 Tawarikh 7:14)

1. Doa minta ampun dan minta perlindungan darah Yesus
2. Doa syafaat
3. Doa peperangan (pemetaan, pengintaian, dan doa keliling). Bila memungkinkan, buat dan doakan daftar nama-nama RT/RW/Kelurahan/Kecamatan.

MENARA DOA

Menara doa adalah pusat penjagaan untuk suatu kota dan biasanya didirikan di tempat yang tinggi dan strategis untuk bisa mengamati keadaan kota atau daerah sekelilingnya. Habakuk 2:1, Aku mau berdiri di tempat pengintaianku dan berdiri tegak di menara, aku mau meninjau dan menantikan apa yang akan difirmankan-Nya kepadaku, dan apa yang akan dijawab-Nya atas pengaduanku.

Latar belakang

Gembala Pembina, Pdt Dr Ir Niko Njotorhardjo, menerima sebuah tuntunan Tuhan bahwa tanpa menara doa tidak ada penuaian.

Sebuah menara adalah pusat penjagaan atas kota. Sebelum sebuah kota dibangun, maka terlebih dahulu dibangun tembok yang mengelilingi kota tersebut. Menara adalah bagian dari tembok yang berfungsi sebagai tempat pengintaian dan penjagaan (Nehemia 1:3, 2:17). Dengan demikian menara doa dapat disebut juga:

1. Tempat yang tinggi/kehidupan rohani yang tinggi atau intim (Habakuk 2:1-2)
2. Berjaga-jaga dalam doa 24 jam (Yesaya 62:6-8)
3. Kesatuan hati atau unity (Yohanes 15:1-8)

Tujuan

Tujuan mendirikan menara doa adalah:

1. Tempat pengaduan dan ratapan kepada Tuhan (Habakuk 2:4)
2. Tempat penyimpanan senjata (doa dan firman) (Kidung 4:4)
3. Tempat penjagaan kebun anggur (berkat) (Yesaya 5:1-2)
4. Tempat di mana pemerintahan dilakukan (Mikha 4:8)
5. Tempat menyatakan keberhasilan/kesejahteraan kota (Mazmur 48:13)

Doa-doa di menara doa

Berikut adalah macam-macam doa yang dipanjatkan di menara doa:

1. Doa syafaat (1 Timotius 2:1-2; Efesus 6:18)
2. Doa ratapan (Zakaria 12:10; Nehemia 1:4)
3. Doa peperangan (Mazmur 2:6; Yosua 5:15; Yoel 2:1)
4. Doa dalam tuntunan Roh Kudus (Yehezkiel 37:1-14)
5. Doa ucapan syukur (Filipi 4:6)
6. Masuk perhentian/penantian (Mazmur 37:7a)

Pola penyembahan di Menara

Yesaya 62:6-7, Di atas tembok-tembokmu, hai Yerusalem, telah Kutempatkan pengintai-pengintai. Sepanjang hari dan sepanjang malam, mereka tidak akan pernah berdiam diri. Hai kamu yang harus mengingatkan TUHAN kepada Sion, janganlah kamu tinggal tenang dan janganlah biarkan Dia tinggal tenang, sampai Ia menegakkan Yerusalem dan sampai Ia membuatnya menjadi kemasyhuran di bumi.

Penyembahan di menara doa memiliki pola sebagai berikut:

1. Tidak akan berdiam diri (aktif) – keep flow
Menaikkan nyanyian syukur, pujian, bermazmur, berdoa, menyembah dalam roh.

2. Mengingatkan Tuhan keapda Sion
Mengucapkan janji-janji Allah.

3. Jangan biarkan Tuhan tinggal tenang
Menaikkan doa yang tak jemu-jemu dengan kasih dan kerendahan hati.

Tempat dan jumlah

Kubu doa dapat dibuat di mana saja, di mana 2-4 orang bersama berdoa untuk wilayah mereka dengan dipimpin oleh seorang Pendoa.

MEZBAH KELUARGA

Mezbah keluarga adalah sikap keluarga yang bersatu dalam takut akan Tuhan (Yosua 24:15) dan juga waktu setiap hari yang diluangkan oleh keluarga dalam hadirat Tuhan.
Ikatan keluarga

Matius 12:25, Tetapi Yesus mengetahui pikiran mereka lalu berkata kepada mereka: “Setiap kerajaan yang terpecah-pecah pasti binasa dan setiap kota atau rumah tangga yang terpecah-pecah tidak dapat bertahan.

Mezbah keluarga meningkatkan ikatan dalam keluarga, terutama dalam hal:

1. Kasih (Kolose 3:14)
2. Tujuan hidup (2 Korintus 6:14-16; Filipi 2:1-3)
3. Komunikasi (bahasa akal, bahasa tubuh, dan bahasa roh)

Fungsi

Mezbah keluarga berfungsi untuk:

1. Perisai bagi keluarga (Nehemia 7:3; Yehezkiel 13:5; Keluaran 12; Yesaya 4:2,5,6; Mazmur 91)
2. Tinggal di dalam pengurapan dan untuk menikmati berkat yang spesifik (Wahyu 6:6; Mazmur 133:1-3)
3. Mempersiapkan bahtera rumah tangga untuk hari pengangkatan (Matius 24:37)

Baca juga:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *