Dalam Segala Sesuatu Allah Turut Bekerja Untuk Mendatangkan Kebaikan

Roma 8:28

I.   ALLAH TURUT BEKERJA DALAM SEGALA UNTUK MENDATANGKAN KEBAIKAN

KJV: ‘And we know that all things work together for good to them that love God, to them who are called according to his purpose’ (= Dan kita tahu bahwa segala sesuatu bekerja bersama-sama untuk kebaikan bagi mereka yang mengasihi Allah, untuk mereka yang dipanggil sesuai rencanaNya).

RSV: ‘We know that in everything God works for good with those who love him, who are called according to his purpose’ (= Kita tahu bahwa dalam segala sesuatu Allah bekerja untuk kebaikan dengan mereka yang mengasihiNya, yang dipanggil sesuai rencanaNya).

NIV: ‘And we know that in all things God works for the good of those who love him, who have been called according to his purpose’ (= Dan kita tahu bahwa dalam segala sesuatu Allah bekerja untuk kebaikan dari mereka yang mengasihiNya, yang telah dipanggil sesuai rencanaNya).

NASB: ‘And we know that God causes all things to work together for good to those who love God, to those who are called according to His purpose’ (= Dan kita tahu bahwa Allah menyebabkan segala sesuatu bekerja bersama-sama untuk kebaikan bagi mereka yang mengasihi Allah, bagi mereka yang dipanggil sesuai rencanaNya).

II.  DALAM SEGALA SESUATU

a)  Kekeringan (El Nino) dan hujan / banjir (La Nina).

· Amos 4:7 – “Akupun telah menahan hujan dari padamu, ketika tiga bulan lagi sebelum panen; Aku menurunkan hujan ke atas kota yang satu dan tidak menurunkan hujan ke atas kota yang lain; ladang yang satu kehujanan, dan ladang, yang tidak kena hujan, menjadi kering”.

Ayat ini menunjukkan bahwa kekeringan / tidak ada hujan maupun hujan / banjir merupakan pekerjaan Tuhan.

· Maz 135:6-7 – “TUHAN melakukan apa yang dikehendakiNya, di langit dan di bumi, di laut dan di segenap samudera raya; Ia menaikkan kabut dari ujung bumi, Ia membuat kilat mengikuti hujan, Ia mengeluarkan angin dari dalam perbendaharaanNya”.

Ayat ini menunjukkan bahwa semua yang terjadi di bumi, di laut / samudera raya, baik kabut, kilat, angin, hujan, dsb merupakan pekerjaan Allah.

· dalam jaman Elia Tuhan yang memberikan kekeringan selama 3 1/2 tahun (1Raja 17:1), dan Tuhan yang lalu memberi hujan (1Raja 18:1). Bdk. Yak 5:17-18.

· Im 26:3-4  Ul 11:13-14  Ul 28:12 – Tuhan yang memberi hujan. Tetapi Tuhan juga menutup langit / tak memberi hujan (Im 26:19-20).

· Yunus 1:4 – “Tetapi TUHAN menurunkan angin ribut ke laut, lalu terjadilah badai besar, sehingga kapal itu hampir-hampir terpukul hancur”.

b) Dalam krismon ini banyak orang menjadi bangkrut / melarat, tetapi juga ada orang-orang tertentu yang bahkan bertambah kaya.

Kitab Suci mengatakan bahwa Tuhanlah yang membuat orang naik atau turun, jadi kaya atau jadi miskin!

· 1Sam 2:6-7 – “TUHAN membuat miskin dan membuat kaya; Ia merendahkan, dan meninggikan juga”.

· Yes 45:6b-7 – “Akulah TUHAN dan tidak ada yang lain, yang menjadikan terang dan menciptakan gelap, yang menjadikan nasib mujur dan menciptakan nasib malang; Akulah TUHAN yang membuat semuanya ini”.

·  Pengkhotbah 7:14 – “Pada hari mujur bergembiralah, tetapi pada hari malang ingatlah, bahwa hari malang inipun dijadikan Allah seperti juga hari mujur, supaya manusia tidak dapat menemukan sesuatu mengenai masa depannya”.

· Ratapan 3:37-38 – “Siapa berfirman, maka semuanya jadi? Bukankah Tuhan yang memerintahkannya? Bukankah dari mulut Yang Mahatinggi keluar apa yang buruk dan apa yang baik?”.

· Amsal 22:2 (NIV) – ”Rich and poor have this in common: The LORD is the Maker of them all” (= orang kaya dan miskin mempunyai persamaan dalam hal ini: Tuhan adalah pembuat mereka semua).

c)   Pergantian Presiden / pemerintahan.

· Maz 75:7-8 – “Sebab bukan dari timur atau dari barat dan bukan dari padang gurun datangnya peninggian itu, tetapi Allah adalah Hakim: direndahkanNya yang satu dan ditinggikanNya yang lain”.

· Rom 13:1 – “Tiap-tiap orang harus takluk kepada pemerintah yang di atasnya, sebab tidak ada pemerintah, yang tidak berasal dari Allah; dan pemerintah-pemerintah yang ada, ditetapkan oleh Allah”.

d)   Pergolakan politik.

· Hak 9:22-23 – “Setelah tiga tahun lamanya Abimelekh memerintah atas orang Israel, maka Allah membangkitkan semangat jahat di antara Abimelekh dan warga kota Sikhem, sehingga warga kota Sikhem itu menjadi tidak setia kepada Abimelekh”.

· 1Raja 11:14 – “Kemudian TUHAN membangkitkan seorang lawan Salomo, yakni Hadad, orang Edom; ia dari keturunan raja Edom”.

· 1Raja 11:23 – “Allah membangkitkan pula seorang lawan Salomo, yakni Rezon bin Elyada, yang telah melarikan diri dari tuannya, yakni Hadadezer, raja Zoba”.

· 1Raja 12:15 – “Jadi raja tidak mendengarkan permintaan rakyat, sebab hal itu merupakan perubahan yang disebabkan TUHAN, supaya TUHAN menepati firman yang diucapkanNya dengan perantaraan Ahia, orang Silo, kepada Yerobeam bin Nebat”.

· 1Raja 12:24 – “Beginilah firman TUHAN: Janganlah kamu maju dan janganlah kamu berperang melawan saudara-saudaramu, orang Israel. Pulanglah masing-masing ke rumahnya, sebab Akulah yang menyebabkan hal ini terjadi.’ Maka mereka mendengarkan firman TUHAN dan pergilah mereka pulang sesuai dengan firman TUHAN itu”.

e)   Dalam krismon ini banyak orang yang bukannya bertobat, tetapi bahkan bertekun dan terjun makin dalam ke dalam dosa, misalnya dengan menjadi maling / perampok. Kitab Suci mengatakan bahwa orang bertekun dalam dosa karena pekerjaan Tuhan.

· 1Sam 2:25b – “Tetapi tidaklah didengarkan mereka perkataan ayahnya itu, sebab TUHAN hendak mematikan mereka”.

Ayat ini menunjukkan bahwa karena Tuhan merencanakan / menetapkan kematian mereka, maka Tuhan bekerja sehingga mereka tidak mendengar nasehat ayah mereka.

· Ul 2:30 – “Tetapi Sihon, raja Hesybon, tidak mau memberi kita berjalan melalui daerahnya, sebab TUHAN, Allahmu, membuat dia keras kepala dan tegar hati, dengan maksud menyerahkan dia ke dalam tanganmu, seperti yang terjadi sekarang ini”.

·  Yos 11:20 – “Karena TUHAN yang menyebabkan hati orang-orang itu menjadi keras, sehingga mereka berperang melawan orang Israel, supaya mereka ditumpas, dan jangan dikasihani, tetapi dipunahkan, seperti yang diperintahkan TUHAN kepada Musa”.

·  2 Taw 25:16b,20 – “Waktu nabi sedang berbicara, berkatalah Amazia kepadanya: ‘Apakah kami telah mengangkat engkau menjadi penasihat raja? Diamlah! Apakah engkau mau dibunuh?’ Lalu diamlah nabi itu setelah berkata: ‘Sekarang aku tahu, bahwa Allah telah menentukan akan membinasakan engkau, karena engkau telah berbuat hal ini, dan tidak mendengarkan nasihatku!’ … Tetapi Amazia tidak mau mendengarkan; sebab hal itu telah ditetapkan Allah yang hendak menyerahkan mereka ke dalam tangan Yoas, karena mereka telah mencari allah orang Edom”.

·  Kel 4:21b  7:3  9:12,16  10:1-2,20,27  11:10  14:4,8,17-18 berulang-ulang mengatakan bahwa Allah mengeraskan hati Firaun.

· Roma 9:14-18 – “Jika demikian, apakah yang hendak kita katakan? Apakah Allah tidak adil? Mustahil! Sebab Ia berfirman kepada Musa: ‘Aku akan menaruh belas kasihan kepada siapa Aku mau menaruh belas kasihan dan Aku akan bermurah hati kepada siapa Aku mau bermurah hati.’ Jadi hal itu tidak tergantung pada kehendak orang atau usaha orang, tetapi kepada kemurahan hati Allah. Sebab Kitab Suci berkata kepada Firaun: ‘Itulah sebabnya Aku membangkitkan engkau, yaitu supaya Aku memperlihatkan kuasaKu di dalam engkau, dan supaya namaKu dimasyhurkan di seluruh bumi.’ Jadi Ia menaruh belas kasihan kepada siapa yang dikehendakiNya dan Ia menegarkan hati siapa yang dikehendakiNya”.

f)  Kerusuhan dalam suatu kota.

Amos 3:6 – “Adakah sangkakala ditiup di suatu kota, dan orang-orang tidak gemetar? Adakah terjadi malapetaka di suatu kota, dan TUHAN tidak melakukannya?”.

·  Waktu terjadi kerusuhan terjadi penjarahan / perampokan. Apakah ini perampokan adalah pekerjaan Tuhan? Ya! Lihat Ayub. Semua hartanya dirampok, tetapi tentang hal itu dikatakan:

Ayub 1:21b – “TUHAN yang memberi, TUHAN yang mengambil, terpujilah nama TUHAN!’”.

Ayub 2:10 – “Apakah kita mau menerima yang baik dari Allah, tetapi tidak mau menerima yang buruk?’”.

Ayub 42:11b – “Mereka menyatakan turut berdukacita dan menghibur dia oleh karena segala malapetaka yang telah ditimpakan TUHAN kepadanya …”.

· Waktu terjadi kerusuhan terjadi banyak pemerkosaan. Apakah ini juga tindakan Allah?

Zakh 14:2 – “Aku akan mengumpulkan segala bangsa untuk memerangi Yerusalem; kota itu akan direbut, rumah-rumah akan dirampoki dan perempuan-perempuan akan ditiduri. Setengah dari penduduk kota itu harus pergi ke dalam pembuangan, tetapi selebihnya dari bangsa itu tidak akan dilenyapkan dari kota itu”.

Ayat ini mengatakan bahwa Tuhanlah yang bekerja mengumpulkan segala bangsa untuk memerangi Yehuda / Yerusalem dan mengalahkannya, lalu merampok dan bahkan melakukan pemerkosaan di sana.

Bdk. 2Sam 12:11-12 & 2Sam 16:22 yang menunjukkan bahwa incest (= perzinahan dalam keluarga) yang dilakukan oleh Absalom dengan istri-istri Daud adalah pekerjaan Tuhan!

· Orang yang rumahnya dibakar atau yang diperkosa itu katanya ada yang bunuh diri. Apakah ini juga pekerjaan Tuhan?

1Taw 10:4b – “Kemudian Saul mengambil pedang itu dan menjatuhkan dirinya ke atasnya”.

Tetapi 1Taw 10:14 berkata: “… dan tidak meminta petunjuk TUHAN. Sebab itu TUHAN membunuh dia …”.

Jadi, sekalipun dalam ay 4b itu dikatakan bahwa Saul mati bunuh diri, tetapi dalam ay 14 tetap dikatakan ‘Tuhan membunuh dia’, yang menunjukkan bahwa semua itu ditetapkan dan diatur oleh Tuhan.

· Ada yang mengatakan bahwa dalam kerusuhan di Ambon ada perempuan yang mengandung yang perutnya dibelah, lalu bayinya dipotong-potong. Apakah ini juga pekerjaan Tuhan?

2Raja-raja 8:11-13 – “Elisa menatap dengan lama ke depan, lalu menangislah abdi Allah itu. Hazael berkata: ‘Mengapa tuanku menangis?’ Jawab Elisa: ‘Sebab aku tahu bagaimana malapetaka yang akan kaulakukan kepada orang Israel: kotanya yang berkubu akan kaucampakkan ke dalam api, terunanya akan kaubunuh dengan pedang, bayinya akan kauremukkan dan perempuannya yang mengandung akan kaubelah.’ Sesudah itu berkatalah Hazael: ‘Tetapi apakah hambamu ini, yang tidak lain dari anjing saja, sehingga ia dapat melakukan hal sehebat itu?’ Jawab Elisa: ‘TUHAN telah memperlihatkan kepadaku, bahwa engkau akan menjadi raja atas Aram.’”.

Ini menunjukkan bahwa kekejaman Hazael sudah ditentukan sebelumnya. Bdk. juga dengan 1Raja 19:15,17 dimana Tuhanlah yang memerintahkan pengurapan Hazael menjadi raja Aram.

Mungkin saudara berkata bahwa semua hal-hal berdosa / terkutuk ini bukan ditentukan / diatur terjadinya oleh Allah, tetapi hanya diijinkan oleh Allah.

Banyak orang senang menggunakan istilah ini untuk melindungi kesucian Allah. Mereka berpikir bahwa kalau Allah menentukan dosa maka Allah sendiri berdosa / tidak suci. Tetapi kalau Allah hanya mengijinkan terjadinya dosa, maka Allah tidak bersalah dan tetap suci. Tetapi ini adalah pemikiran yang bodoh, karena kalau ‘penentuan Allah tentang terja­dinya dosa’ dianggap sebagai dosa (aktif), maka ‘pemberian ijin dari Allah sehingga dosa terjadi’ juga harus dianggap sebagai dosa, yaitu dosa pasif. Sama halnya kalau saya membunuh orang, maka itu adalah dosa (dosa aktif). Tetapi kalau saya membiarkan / mengijinkan seseorang bunuh diri atau dibunuh di depan saya, padahal saya bisa mencegahnya, maka saya juga berdosa (dosa pasif) – bdk. Yak 4:17!

g.  Waktu terjadinya segala sesuatu menurut agenda Kerajaan Allah

Kalau tadi kita sudah melihat banyak detail-detail yang merupakan pekerjaan Tuhan, dalam arti bahwa semua itu ditentukan dan diatur terjadinya oleh Tuhan, maka sekarang saya masih akan menambahkan satu hal lagi yang juga ditentukan dan diatur oleh Tuhan, yaitu ‘waktu terjadinya segala sesuatu’.

1) Waktu kematian kita sudah ditentukan (Mat 6:27  Maz 39:5-6).
2) Waktu kedatangan Kristus yang pertama (Gal 4:4).
3) Waktu penghakiman akhir jaman / kedatangan Kristus yang keduakalinya (Kis 17:31).
4) Waktu terjadinya apapun dalam hidup Kristus juga ditentukan oleh Tuhan.

Ini terlihat dari banyak ayat di bawah ini, yang semua saya kutip / ambil dari Injil Yohanes.

·  Yoh 2:4 – waktuKu belum tiba
.  Yoh 7:6,8 – WaktuKu belum tiba / genap.
·  Yoh 7:30 – “Mereka berusaha menangkap Dia, tetapi tidak seorangpun menyentuh Dia, sebab saatNya belum tiba”.
·  Yoh 8:20 – Yesus mengajar dalam Bait Allah tetapi tetap tidak ada yang menangkap karena saatnya belum tiba!

·  Yoh 12:23 – “Telah tiba saatnya Anak Manusia dimuliakan”.

Selama ini berulangkali dikatakan bahwa waktunya belum tiba (Yoh 7:30  8:20). Tetapi sekarang dikatakan waktunya sudah tiba (bdk. Yoh 13:1  17:1  Mark 14:41).

·  Yoh 13:1 – “Yesus telah tahu bahwa saatNya sudah tiba untuk beralih dari dunia ini kepada Bapa”.
·  Yoh 13:31 – ‘Sekarang Anak Manusia dipermuliakan’.
·  Yoh 16:16 – ‘Tinggal sesaat saja dan kamu tidak melihat Aku lagi dan tinggal sesaat saja pula dan kamu akan melihat Aku’.
·  Yoh 16:32 – “Lihat, saatnya datang, bahkan sudah datang, bahwa kamu dicerai-beraikan masing-masing ke tempatnya sendiri dan kamu meninggalkan Aku seorang diri. Namun Aku tidak seorang diri, sebab Bapa menyertai Aku”.
Memang ini saat murid-murid tercerai berai, tetapi itu terjadi pada saat Yesus ditangkap.
·  Yoh 17:1 – ‘Bapa, telah tiba saatnya, permuliakanlah AnakMu, …’.

 

 III.  MENDATANGKAN KEBAIKAN

Contoh:
1. Yusuf (Kej. 50:19-20)
2. Ayub (Ayub 42)
3. Yesus (Fil. 2)
4. Paulus (II Kor. 12:9-10
III. KUNCI

1. Mengasihi Tuhan

a. Menantikan Tuhan

– Pengorbanan waktu
– Sabar / berdebar-debar
– Menyembah Tuhan

b. Dengan mengembalakan domba-domba-Nya. Simon (Petrus), kalau engkau mengasihi Aku, gembalakanlah domba-domba-Ku (Yoh 21:15-17). Agar memiliki makanan untuk memberi makan umat Allah, kita harus rela melewati proses-proses yang diperlukan

c. Dengan memelihara perintah-perintah-Nya. “Jikalau kamu mengasihi Aku, kamu akan menuruti segala perintah-Ku (Yoh 14;15, 21, 15:14) Kita bisa saja berkata bahwa kita mengasihi Allah dan bahkan menyembah-Nya selama berjam-jam, namun jika kita tidak mau melakukan apa yang ia perintahkan kepada kita, itu membuktikan bahwa kita tidak mengasihi-Nya. Tindakan-tindakan yang mebuat Tuhan terkesan, bukan cuma perkataan  (Mat 21:28-31)

d. Dengan mengasihi audara-saudara seiman kita. Kebanyakan perintah yang ada didlam Firman Allah berurusan dengan cara kita memperlakukan orang lain. Cara kita memperlakukan orang lain adalah cara kita memperlakukan Allah (Mat 25;34-35). Kita tidak mungkin dapat mengasihi Allah yang tidak kita lihat, jika kita tidak mengasihi sesama yang kita lihat (1 Yoh 4:20-21, Yak 1:27)

e. Tidak menduakan cinta, karena itu akan menyakitkan

f. selalu ingin dengar suara-Nya

2. Terpanggil sesuai rencana Tuhan

IV.  BAGAIMANA MENYIKAPI JIKA SESUATU ITU BERBENTUK KRISIS

1)  Tetap percaya (trust) kepada Tuhan.

a)  idak bersungut-sungut, apalagi marah kepada Tuhan.

Ayub 1:21 – “katanya: ‘Dengan telanjang aku keluar dari kandungan ibuku, dengan telanjang juga aku akan kembali ke dalamnya. TUHAN yang memberi, TUHAN yang mengambil, terpujilah nama TUHAN!’”.

Ayub 2:9-10 – “Maka berkatalah isterinya kepadanya: ‘Masih bertekunkah engkau dalam kesalehanmu? Kutukilah Allahmu dan matilah!’ Tetapi jawab Ayub kepadanya: ‘Engkau berbicara seperti perempuan gila! Apakah kita mau menerima yang baik dari Allah, tetapi tidak mau menerima yang buruk?’ Dalam kesemuanya itu Ayub tidak berbuat dosa dengan bibirnya”.

Salah satu bentuk sungut-sungut adalah dengan ingin kembali ke masa lalu.

Pengkhotbah 7:10 – “Janganlah mengatakan: ‘Mengapa zaman dulu lebih baik dari pada zaman sekarang?’ Karena bukannya berdasarkan hikmat engkau menanyakan hal itu”.

Orang yang percaya Ro 8:28 tidak seharusnya berkata demikian (bahwa masa lalu lebih baik dari sekarang).

b) Tidak kuatir / takut / gelisah / panik.

Apa alasannya untuk tidak takut / kuatir / gelisah / panik?

1. Tidak ada apapun yang bisa menggagalkan / mengubah Rencana Allah, termasuk segala ketakutan, kekuatiran, kegelisahan, dan kepanikan kita (bdk. Mat 6:27). Lalu apa gunanya takut, kuatir, gelisah, atau panik?

2. Rencana Allah dan pelaksanaannya (Providence of God), sekalipun kadang-kadang terlihat tidak enak / tidak menyenangkan, tetapi tujuannya selalu untuk kebaikan kita yang adalah orang percaya (Ro 8:28).

Yer 29:11 – “Sebab Aku ini mengetahui rancangan-rancangan apa yang ada padaKu mengenai kamu, demikianlah firman TUHAN, yaitu rancangan damai sejahtera dan bukan rancangan kecelakaan, untuk memberikan kepadamu hari depan yang penuh harapan”.

Sama seperti Ro 8:28, Yer 29:11 ini juga berlaku hanya untuk orang percaya.

Waktu Yesus ditangkap murid-murid lari ketakutan, tetapi Yesusnya sendiri tetap tenang (Mat 26:47-56  Yoh 18:1-12). Mengapa bisa demikian? Salah satu alasannya adalah karena murid-murid tidak mengerti bahwa segala sesuatu ada dalam tangan Allah, atau mereka mengerti tetapi lupa atau tidak percaya akan hal itu, sedangkan Yesus mengerti, ingat, dan percaya akan hal itu (Yoh 18:11 – ‘bukankah Aku harus minum cawan yang diberikan Bapa kepadaKu?’).

Ini juga terlihat dari Yoh 19:10-11b yang berbunyi: “Maka kata Pilatus kepadaNya: ‘Tidakkah Engkau tahu, bahwa aku berkuasa untuk membebaskan Engkau, dan berkuasa juga untuk menyalibkan Engkau?’ Yesus menjawab: ‘Engkau tidak mempunyai kuasa apapun terhadap Aku, jikalau kuasa itu tidak diberikan kepadamu dari atas’”.

Jadi, kalau suatu waktu terjadi bahaya yang bisa menyebabkan panik / kuatir / takut, ingatlah bahwa semua ada dalam tangan Tuhan, sudah ditentukan dan pasti terjadi, dan ditujukan untuk kebaikan kita. Karena itu tetaplah tenang dan percaya / trust kepada Tuhan.

2) Banyak berdoa.

Yesus menghadapi krisis dengan berdoa di Taman Getsemani (Mat 26:36-44), dan karena itu Ia bisa menghadapi krisis itu dengan cara yang benar. Murid-murid, yang disuruh berdoa untuk menghadapi krisis (Mat 26:41), ternyata tidur / tidak berdoa (Mat 26:40,43), dan akibatnya mereka kalah dalam krisis itu.

Karena itu dalam krisis saat ini, kita harus banyak berdoa. Kita harus senantiasa meminta penyertaan, perlindungan dan pemeliharaan Tuhan, bukan hanya untuk diri sendiri, tetapi untuk saudara seiman yang lain. Jadi kita harus saling mendoakan.

3) Dekatkan diri kepada Allah (Yak 4:7-8), banyak belajar Firman Tuhan, buang segala dosa.

Hal-hal ini penting supaya:

· doa kita jangan terhalang oleh dosa kita (Yes 59:1-2  Yoh 9:31).

· kita bisa lebih beriman sehingga tidak kuatir, takut, gelisah, atau panik.

4) Berserah dalam hal yang tidak bisa diubah, berusaha maximal dalam hal yang bisa diubah.

a) Dalam hal-hal yang tidak bisa diubah, kita harus berserah, bukan sebagai seorang fatalist yang berserah kepada takdir / nasib, tetapi sebagai seorang anak yang berserah kepada kebijaksanaan, kasih, dan kesetiaan Bapanya.

b) Dalam hal-hal yang bisa diubah / diperbaiki, kita tidak boleh bersikap apatis seperti seorang fatalist, tetapi kita harus berusaha semaximal mungkin, selama masih dalam batas-batas Firman Tuhan.

Calvinist bukan fatalist; yang bersikap fatalist adalah Hyper-Calvinist! Calvinist mempunyai tanggung jawab untuk melakukan yang terbaik. Memang segala sesuatu ditetapkan oleh Tuhan, tetapi:

· Kita tidak tahu Tuhan menetapkan apa untuk masa depan.
· Kita tidak boleh hidup sesuai dengan ketetapan Tuhan yang tidak kita ketahui itu; kita harus hidup sesuai dengan Firman Tuhan.

Ul 29:29 – “Hal-hal yang tersembunyi ialah bagi TUHAN, Allah kita, tetapi hal-hal yang dinyatakan ialah bagi kita dan bagi anak-anak kita sampai selama-lamanya, supaya kita melakukan segala perkataan hukum Taurat ini”.

Charles Haddon Spurgeon: Biarlah providensia Allah melakukan apapun, urusanmu adalah melakukan apa yang kamu bisa) – ‘Spurgeon’s Expository Encyclopedia’, vol 7, hal 43.

Jadi, kita boleh dan bahkan harus melakukan apapun yang penting (dalam batas Firman Tuhan) untuk menjaga dan memelihara kehidupan kita, seperti:

. Tidak keluar rumah kalau tidak perlu. Sekalipun kita tidak boleh kuatir / takut, dan sebaliknya harus percaya kepada Tuhan, tetapi itu tidak berarti bahwa kita boleh sengaja mencari bahaya dan lalu ‘beriman’ pada perlindungan dan penjagaan Tuhan. Itu bukan beriman tetapi mencobai Tuhan! Bdk. Mat 4:5-7.

. Buat persediaan makanan di rumah (bdk. Kej 41:34-36,47-49).

¨ menyiapkan pembelaan diri kalau keadaan betul-betul sudah memaksa. Ingat bahwa kekristenan tidak menentang pembelaan diri dalam keadaan terpaksa. Jangan menggunakan Mat 5:39 untuk mengatakan bahwa orang kristen tidak boleh membela diri. Ingat bahwa ‘tampar’ dalam Mat 5:39 itu adalah serangan yang tidak membahayakan jiwa. Dalam hal itu kita tidak boleh membalas. Tetapi kalau kita mendapatkan serangan yang membahayakan jiwa, kita boleh membela diri. Kita bukan hanya harus mengasihi orang lain, tetapi juga diri kita sendiri (Mat 22:39).

. Mengungsi / siap mengungsi kalau memang dibutuhkan (Mat 4:12  Kis 9:23-26).

5) Menolong saudara seiman.

Pada waktu melihat ada orang kristen menderita, jangan berdasarkan Ro 8:28, saudara lalu berpikir: ‘Dia menderita, tetapi itu kan untuk kebaikannya. Jadi buat apa aku menolongnya?’. Ro 8:28 tidak pernah boleh digunakan dengan cara seperti itu.

Sebetulnya kita juga harus menolong orang non kristen, tetapi bagaimanapun kita harus mengutamakan / mendahulukan saudara seiman, sesuai dengan Gal 6:10 – “Karena itu, selama masih ada kesempatan bagi kita, marilah kita berbuat baik kepada semua orang, tetapi terutama kepada kawan-kawan kita seiman”.

Kesimpulan:

Allah, yang adalah Gembala dan Bapa kita yang mengasihi kitalah yang menetapkan, menguasai dan mengatur segala sesuatu, dan Ia melakukan semuanya untuk kebaikan kita. Karena itu, tetaplah tenang dan percaya, dan jangan takut / kuatir pada krisis / bahaya apapun. Tetapi pada saat yang sama, tetap usahakanlah untuk melakukan hal yang terbaik, sesuai dengan firman Tuhan.

Baca juga:

1 Comment

  1. bapak pendeta…sy diberkati melalui tulisan bapak. saya ingin berbagi juga dngan teman-teman di HKBP Cibinong, jawa barat. saya adalah ketua seksi zending, bersediakah bapak untuk menjadi pembicara dalam kkr yang akan kami adakan, mengenai waktu, kami selalu cocok/ menyesuaikan dngan jadwal bapak. mohon bapak menghubungi saya di no 081315952865 untuk pemberitahuannya bersedia atau tidak. terimakasih…dan salam dalam kristus.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *