BUKU -Memahami Hati Tuhan Bagi Kaum Kedar- 4

Bab 4 Membangkitkan Gelora Cinta Israel

Allah yang Maha Kuasa di Surga dan bumi tidak membeda-bedakan orang—Dia mengasihi semuanya. Allah adalah kasih dan Bapa segala terang. Semua bangsa berasal dari satu darah dan
ditebus melalui darah-Nya, Yesus Kristus. Akan tetapi, tidak semua bangsa di bumi sudah berpartisipasi dalam membawa penebusan ini. Allah dalam Perjanjian Baru membagi manusia menjadi tiga kelompok: Yahudi, Gentiles (bangsa-bangsa non-Yahudi—yang ‘kafir’ alias tidak mengenal Allah), dan Gereja (Tubuh Kristus): Janganlah kamu menimbulkan syak dalam hati orang, baik orang Yahudi atau orang non-Yahudi, maupun Jemaat Allah (1 Korintus 10:32).Dia mengasihi mereka semua dan memiliki suatu rencana bagi mereka semua. Bapa Surgawi kita tidak menghendaki ada seorang pun binasa, dan agar semua orang menerima keselamatan dalam Kristus Yesus. Pada zaman Nuh, kita melihat bahwa setelah air bah, Nuh menggarap bumi (lihat Kejadian 9). Nuh melahirkan bangsa-bangsa; dan dari bangsa-bangsa, Allah mengkhususkan bagi diri-Nya suatu umat melalui Abraham, Ishak, dan Yakub, yang dikenal sebagai bangsa Yahudi. Allah telah membuat suatu perjanjian dengan Abraham: Berfirmanlah TUHAN kepada Abram: “Pergilah dari negerimu dan dari sanak saudaramu dan dari rumah bapamu ini ke negeri yang akan Kutunjukkan kepadamu; Aku akan membuat engkau menjadi bangsa yang besar, dan memberkati engkau serta membuat namamu masyhur; dan engkau akan menjadi berkat. Aku akan memberkati orang-orang yang memberkati engkau, dan mengutuk orang-orang yang mengutuk engkau, dan olehmu semua kaum di muka bumi akan mendapat berkat.” (Kejadian 12:1-3).

Abraham tidak memiliki anak dan Allah berjanji bahwa Abraham
akan mendapatkan keturunan untuk menggenapi janji Allah itu.
Sejak awal, maksud Allah mengapa Dia memisahkan bangsa Yahudi
adalah pada akhirnya untuk memberkati keluarga-keluarga di bumi.
Rencana jangka panjang Allah adalah agar bangsa-bangsa non-
Yahudi datang ke Kerajaan Allah dalam keteraturan. “Sebab yang
akan disebut keturunanmu ialah yang berasal dari Ishak” (Kejadian
21:12) adalah janji Allah bagi Abraham, dan juga kepada Ishak
sehubungan dengan Yakub. Kemudian Yakub menjadi Israel, ayah
dari 12 suku Israel.Pada dasarnya, Allah memisahkan suatu umat untuk diri-Nya,
agar melalui keturunan mereka, Dia dapat memberkati orang-orang
di seluruh muka bumi. Selama berabad-abad, ada dua kelompok
orang di bumi: Yahudi dan non-Yahudi (Gentile). Yahudi adalah
bangsa yang diberkati dan menjadi bagian dalam perjanjian Allah.
Bangsa-bangsa non-Yahudi adalah orang-orang yang berada di luar
perjanjian tesebut dan di luar janji-janji Allah bagi Israel, dan tidak
memiliki Allah di bumi (lihat Efesus 2:12).
Allah akan mencari mereka yang bukan umat
Di kayu Salib, Allah meruntuhkan tembok pemisah antara Yahudi
dan non-Yahudi, sehingga orang-orang yang percaya kepada Yesus
dapat menjadi satu tubuh dalam Kristus Yesus. Kelompok ini terdiri
dari semua bangsa: Yahudi dan non-Yahudi (bangsa-bangsa), yang
diubahkan menjadi ciptaan baru dalam Kristus Yesus, Mesias bagi
orang-orang Yahudi, Juruselamat bagi dunia, dan Tuhan bagi
Gereja. Kita adalah batu-batu yang disusun dengan rapi dan tepat
menjadi satu Tubuh dari Tuhan Yesus Kristus.
Bagi orang-orang Yahudi, non-Yahudi yang paling ‘dikenal’ adalah
Ismael, karena dia diusir dari rumah Abraham tanpa mendapatkan
bagian kekayaan Abraham, dan tidak pernah memiliki kesempatan
untuk menjadi seorang ahli waris. Dia pergi dengan status sebagai
anak seorang pelayan yang bernama Hagar:
Berkatalah Sara kepada Abraham: “Usirlah hamba perempuan
itu beserta anaknya, sebab anak hamba ini tidak akan menjadi
ahli waris bersama-sama dengan anakku Ishak”
(Kejadian 21:10)
Israel bermegah dalam kenyataan bahwa Allah telah memisahkan—
bagi diri-Nya—Abraham dari antara bangsa-bangsa, Ishak dari
Ismael, dan Yakub dari Esau. Bangsa Yahudi merasa aman karena
mengetahui bahwa Allah telah memilih Ishak, ayah Yakub (Israel)
daripada Ismael, anak seorang pelayan. Ismael lahir dari daging dan,
karena dia mengejek Ishak, namanya dicoret dari hukum, janji-janji
Allah, dan perjanjian antara Allah dengan Israel. Sekarang, orangorang
Kaum Kedar mengelilingi Israel, tetapi oleh bangsa Yahudi.
mereka tidak dianggap sebagai satu bangsa—dari sudut pandang
perjanjian dengan Allah.
Mungkin Anda bertanya-tanya, apa alasan utama mengapa Ismael
diusir? Pada mulanya, ketika Sara hamil, ibu Ismael kabur dari
rumah majikannya (yaitu Abraham dan Sara); tetapi malaikat Tuhan
mengatakan agar dia kembali kepada sang majikan. Singkat cerita, Ismael sudah besar, dan Allah mengatakan kepada Abraham agar dia menyuruh Ismael pergi.

Mengapa Ismael diusir? Mengapa Allah membiarkan itu terjadi?
Jawabannya kita temukan dalam Galatia 4:21-31—Ismael adalah
gambaran dari hukum taurat. Ketika Ishak, anak perjanjian itu, lahir,
maka hukum harus pergi. Itulah mengapa dalam Perjanjian Baru
ketika Yesus datang, hukum taurat menjadi tidak berlaku.
Menurut Ibrani 10:1, harus ada suatu simbol atau bayangan dalam
Perjanjian Lama, agar itu dapat digenapi dalam Perjanjian Baru.
Hukum yang mengusir Ismael akan digantikan dengan anugerah
Yesus Kristus yang akan membawa dia kembali.
Zaman di mana kita hidup ini adalah saatnya.

Kecemburuan dan Kemarahan
Allah berbicara melalui Musa tentang Israel: Mereka membangkitkan cemburu-Ku dengan yang bukan Allah, mereka menimbulkan sakit hati-Ku dengan berhala mereka. Sebab itu Aku akan membangkitkan cemburu mereka dengan yang bukan umat, dan akan menyakiti hati mereka dengan bangsa yang bebal (Ulangan 32:21).

Pada zaman Alkitab, Israel membangkitkan kecemburuan Allah
dengan lebih mengutamakan allah-allah lain. Israel mengejar allah-allah
lain yang bukan Allah, oleh karena itu, Allah akan ‘mengejar’
orang-orang yang bukan umat pilihan-Nya. Israel memuja berhala-berhala
yang bodoh untuk membangkitkan amarah Allah; oleh karena itu, Allah akan menggunakan bangsa yang bodoh untuk membangkitkan amarah Israel. Alkitab mengatakan, “bukan umat,” yang artinya adalah orang-orang yang tidak mengikat perjanjian dengan Allah, orang-orang yang asing terhadap janji-janji yang Allah berikan kepada Israel. Roma 11:11 mengatakan bahwa melalui keselamatan bagi bangsa-bangsa yang tidak mengenal Allah, Israel dibangkitkan kecemburuannya.
Tidak ada bangsa non-Yahudi (Gentile) yang dapat membangkitkan
kecemburuan Israel selain Ismael, dan tidak ada ‘bangsa bodoh’
yang dapat membangkitkan amarah Israel selain Kaum Kedar. Kaum
Kedar paling tidak diperhitungkan oleh Israel sebagai orang-orang
yang layak menerima keselamatan dan tangan kebaikan Allah yang
terentang. Sejauh yang dapat dilihat Israel, Ismael masih mengejek
mereka dalam peperangan, kekerasan, dan terorisme. Ismael adalah
orang terakhir yang Israel harapkan untuk dapat dijangkau oleh
Allah.

Ismael diusir demi Ishak, tetapi Allah akan
membawanya ke dalam Kerajaan Allah demi Israel
Hukum Allah yang mereka ikuti dengan tekun itu telah mengusir
Ismael tanpa warisan, membuatnya menjadi orang asing bagi
perjanjian-perjanjian Allah dengan Israel. Hukum itu telah membuatnya
diusir, tetapi anugerah Yesus Kristus akan membawa dia
kembali. Ismael diusir demi Ishak, tetapi Allah akan membawa
Ismael kembali masuk ke dalam Kerajaan Allah, demi Israel.
Ketika Israel melihat kedua tangan Allah yang terentang, tangan
yang sama yang membawa mereka keluar dari Mesir, terulur ke arah
Ismael dan membawanya keluar dari padang gurun dan memasuki
kota Allah, Israel akan terbangkitkan cemburunya untuk Mesias.
Ketika Allah memuaskan dahaga Ismael dengan air kehidupan yang
kekal, maka Israel akan merindukan air yang pernah mengalir keluar
dari gunung batu.

Kemuliaan Allah yang disingkapkan pada umat Kaum Kedar
akan membangkitkam kegeraman Israel sehingga mereka akan
mencari wajah Allah. Ketika Israel melihat kemuliaan Shekinah
yang pernah mereka tolak di Gunung itu dimanifestasikan di antara
umat Kaum Kedar, maka kegeraman mereka akan bangkit dan
mereka akan mencari wajah Allah.
Bayangkan Ismael berkata kepada Israel:
• Aku lahir dari pelayan wanita dan hukum telah mengusirku,
tetapi anugerah Yesus Kristus telah membawaku kembali.
• Aku dulu dijauhkan dari berkat Abraham, tetapi sekarang,
dalam Kristus Yesus, aku adalah keturunan Abraham dan
juga ahli warisnya sesuai dengan janji itu (lihat Galatia
3:29).
• Aku tumbuh dewasa di padang gurun tanpa seorang bapa,
tetapi sekarang Allahmu adalah Bapaku.
• Aku tidak mendapatkan warisan dari bapaku, tetapi sekarang
aku telah mendapatkan warisan yang tidak kau dapatkan,
karena aku adalah anak dan ahli waris Allah melalui
Kristus.
• Aku telah menerima janji dari Roh Kudus sebagai jaminan
dari warisanku (lihat Efesus 1:13-14).
• Sekarang aku berjalan dalam perjanjian baru yang dulu
dijanjikan padamu oleh para nabi (lihat Yeremia 31:33).
• Aku menerima kebenaran Allah melalui iman tanpa hukum
taurat (lihat Roma 3:21-28).
• Aku telah mengecap dan melihat bahwa Allah itu baik
(lihat Mazmur 34:8).
• Kepadamu dipercayakan para nabi Allah, tetapi kepadaku
dipercayakan Roh Allah (Roma 2:29).
• Kepadamu, kemuliaan di gunung itu disingkapkan di
wajah Musa, tetapi kepadaku kemuliaan yang jauh lebih
luar biasa disingkapkan di wajah Yesus (lihat 2 Korintus
3:7-9).
• Kepadamu diberikan pelayanan yang memimpin pada
penghukuman, tetapi kepadaku diberikan pelayanan yang
memimpin pada pembenaran (lihat 2 Korintus 3:9).

Oh, Allah benar-benar menggunakan hal-hal bodoh bagi dunia ini untuk mempermalukan orang-orang berhikmat (lihat 1 Korintus 1:27). Masa depan yang telah Allah tetapkan bagi umat Kaum Kedar telah lama tersembunyi dalam diri Ismael. Allah memberinya nama itu sebelum dia lahir, karena Allah tahu bahwa suatu hari nanti dia akan menjadi alat di tangan Allah untuk membangkitkan kecemburuan dan kegeraman Israel.

Israel ada di padang gurun selama 40 tahun sebelum memasuki
Tanah Perjanjian, tetapi Ismael telah mengembara di padang gurun
selama 4.000 tahun, menunggu untuk memasuki tanah perjanjian
keselamatan yang dari Allah.

Misteri Penglihatan Israel
Sebab, saudara-saudara, supaya kamu jangan menganggap
dirimu pandai, aku mau agar kamu mengetahui rahasia ini:
Sebagian dari Israel telah menjadi tegar sampai jumlah yang
penuh dari bangsa-bangsa lain telah masuk (Roma 11:25).
Hendaknya kita berhati-hati untuk tidak menyombongkan
keselamatan kita dan menudingkan jari kita pada orang-orang Yahudi
atas kekeraskepalaan mereka atau terhadap kenyataan bahwa mereka
telah diusir selama suatu masa. Kita hanya partisipan dari kasih
karunia Allah. Hendaknya kita tidak menganggap diri kita pandai
tetapi tidak mengetahui rahasia bahwa sebagian orang Israel telah
mengalami kebutaan rohani, sampai genap jumlah bangsa-bangsa
non-Yahudi (Gentiles) yang masuk ke Kerajaan Allah.
Allah menamainya Ismael sebelum dia lahir, karena
Allah tahu bahwa suatu hari nanti dia akan
membangkitkan kecemburuan dan kegeraman Israel.
Israel telah dibutakan oleh Allah untuk suatu alasan dan hanya
setelah genap jumlah bangsa-bangsa lain (non-Yahudi/Gentile) yang
masuk ke dalam Kerajaan Allah. Seluruh dunia telah dibutakan oleh
illah dunia ini, yaitu iblis (lihat 2 Korintus 4:4).

Jumlah bangsa-bangsa non-Yahudi yang datang harus genap
terlebih dahulu sebelum balok di mata orang–orang Israel terlepas
sehingga mereka dapat melihat Mesias. Hampir 42 persen dari
populasi orang-orang Gentile di dunia adalah Kaum Kedar. Jumlah
bangsa-bangsa lain itu tidak akan genap tanpa umat Kaum Kedar.
Saya percaya bahwa orang-orang Kaum Kedar adalah pusat gempa
untuk suatu gempa Roh Kudus yang akan mengakibatkan tsunami
kemuliaan Allah melanda bangsa-bangsa di dunia. Umat Kaum Kedar
memegang peranan penting dalam tuaian akhir zaman.
Ketika dunia melihat Allah Bapa merentangkan tangan-Nya bagi
umat Kaum Kedar, seluruh bangsa yang tidak percaya lainnya akan
rindu untuk mengenal Bapa. Allah adalah kasih; dan setiap kali kasih-
Nya diperlihatkan, hati manusia yang lapar akan meleleh di hadapan
Nya. Allah akan menggunakan Ismael dan seluruh bangsa non-
Yahudi lainnya untuk melenyapkan balok yang menutupi mata
orang-orang Yahudi.

Ketika Israel mengenali Mesias, mereka akan mencari Dia meski
berada di tengah kesesakan (lihat Hosea 5:15). Ketika mata mereka
terbuka, akhirnya mereka akan berkata, “Diberkatilah Dia yang
datang dalam nama Tuhan!” (Matius 23:39). Kedatangan Yesus yang
kedua sudah dekat.
”Allah Mendengarkan Aku”
Allah memberi nama Ismael, yang berarti “Allah mendengarkan
aku,” karena suatu hari nanti Dia akan mendengar jeritan hati umat
Kaum Kedar dan membawa mereka masuk ke dalam Kerajaan
Allah. Ismael juga telah ditentukan untuk membangkitkan gelora
cinta Gereja kepada Yesus Kristus. Intinya sejatinya adalah—
membawa Ismael masuk ke dalam Kerajaan Allah, demi Israel.
Dapatkah Anda membayangkan Ismael berkata kepada orangorang
Yahudi, “Aku telah dijauhkan dari berkat Abraham, tetapi
dalam Kristus, sekarang aku kembali menjadi keturunan Abraham,
dan aku juga mendapatkan berkat Abraham”?
Bayangkan Ismael berkata:
“Aku diusir dari rumah ayahmu, dan aku dicoret dari daftar ahli
warisnya. Aku dibiarkan sekarat di padang gurun, tetapi sekarang,
meskipun hukum itu telah mengusir aku, anugerah Yesus Kristus
telah membawaku kembali.”
Apakah ucapan-ucapan itu akan membangkitkan kecemburuan
Israel? Lebih baik Anda percaya itu! Apa yang diucapkan Ismael
itu benar. Dia memang sudah lama diusir, tetapi dia akan segera
kembali, dan akan membangkitkan kecemburuan Israel. Ketika
Israel terbangkitkan kecembururannya, mereka akan ingat kata-kata
yang Musa ucapkan kepada mereka.
Membangkitkan kecemburuan Israel akan menarik
perhatian mereka, membangkitkan kemarahan Israel
akan mengobarkan gelora cinta mereka.
Apakah Allah Bapa ingin agar orang-orang Yahudi mengetahui
siapa Mesias yang sebenarnya? Apakah Dia masih mengasihi
mereka? Ya, dan Dia tidak melupakan mereka. Dia memiliki suatu
rencana bagi mereka; Allah rindu untuk menjangkau mereka. Selama
musim di mana Allah sedang membangun satu bangsa demi satu
bangsa, Allah sedang menjangkau umat Kaum Kedar, dan dalam
hikmat-Nya, Dia sedang mempersiapkan suatu panggung untuk
bangsa Israel dan bangsa Yahudi.
Ketika mereka melihat kemuliaan Shekinah termanifestasikan
di antara umat Kaum Kedar, Israel akan terbangkitkan amarahnya,
dan mereka akan mencari wajah Allah, karena mereka akan ingat
pada kemuliaan itu, dan mereka akan bertanya, “Mengapa orangorang
ini melihat kemuliaan yang adalah milik Allah kita?” Maka
mereka akan berkata, “Kita harus mencari wajah-Nya.”
Mengapa Allah ingin membangkitkan kecemburuan Israel? Karena
dengan membangkitkan kecemburuan, itu akan menarik perhatian
kita, dan itu akan menarik perhatian mereka. Ketika kecemburuan
bagi Allah mereka itu terbangkitkan, maka seluruh perhatian mereka
akan tertuju kepada Allah mereka, dan ketika seluruh perhatian
mereka tertuju kepada Allah mereka, maka mereka akan mengatakan
satu hal, “Aku membutuhkan Mesiasku.” Ketika mereka melihat
orang-orang lain datang menerima keselamatan, maka mata mereka
akan tertuju kepada sang Mesias untuk mendapatkan keselamatan
mereka. Mereka akan menyadari bahwa mereka membutuhkan
Mesias dan berkata, “Kami membutuhkan Mesias kami—kami
adalah umat sang Mesias, di manakah Mesias?”

Langkah Satu dan Dua
Langkah pertama bagi keselamatan bangsa Yahudi adalah membangkitkan
kecemburuan mereka. Langkah kedua bagi keselamatan
bangsa Yahudi adalah membangkitkan amarah mereka dengan
melihat kemuliaan Allah, sehingga mereka akan mencari wajah
Allah. Hosea 5:15 berkata, “Dalam kesesakan dan penderitaan,
mereka akan mencari wajah Allah. Allah ingin perhatian mereka
tertuju pada-Nya.
Roma 11:25 berkata, “Sebab, saudara-saudara, supaya kamu
jangan menganggap dirimu pandai (dengan kata lain: menjadi
congkak). Sebagian dari Israel telah mengalami kebutaan rohani
sampai jumlah yang penuh dari bangsa-bangsa lain telah masuk.”
Jadi, apa maksud Allah? Melalui Paulus yang menulis kitab Roma
itu, Allah mengatakan kepada Gereja agar kita tidak tinggi hati,
congkak, atau sombong—karena kita telah menerima keselamatan
dari Yesus, sedangkan orang-orang Yahudi belum menerimanya.
Ada suatu misteri yang tidak kita mengerti tentang mengapa
“sebagian dari mereka telah dibutakan mata rohaninya.” Apa
maksud-Nya dengan dibutakan sebagian? Sebagian dari mereka
benar-benar telah menerima keselamatan melalui Yesus, dan sebagian
lainnya belum menerima. Yang jelas, beberapa dari mereka memang
telah menerimanya, jika tidak, tentu kita tidak akan memiliki Alkitab
Perjanjian Baru, karena semua penulisnya adalah orang-orang
Yahudi. Jadi, Allah mengatakan bahwa sebagian dari mereka telah
dibutakan. Itulah misterinya. Allah telah membutakan mereka untuk
suatu masa.
Meskipun seluruh umat manusia telah dibutakan oleh illah zaman
ini, yang sedang Allah bicarakan ini adalah Israel dan bagaimana
hati mereka dibutakan, juga kemampuan mata rohani mereka untuk
melihat siapa sebenarnya Mesias—mereka dibutakan sampai suatu
waktu tertentu.

Hati yang dibutakan untuk suatu kurun waktu
Ini dapat dilihat di sepanjang Alkitab. Kitab Korintus mengatakan
bahwa setiap kali mereka membaca hukum Musa, ada suatu selubung
yang menghalangi pandangan mereka, dan mereka tidak dapat
melihatnya, sampai hati mereka berbalik kembali kepada Allah.
Hati mereka telah dibutakan. Mungkin musuh telah bekerja di alam
pikiran mereka dan membutakan pikiran orang-orang, tetapi khusus
dalam hal yang satu ini, Allah telah membutakan hati orang-orang
Yahudi untuk suatu kurun waktu, hanya untuk suatu kurun waktu.
Sampai kapan? Sampai genap jumlah bangsa-bangsa lain yang
masuk. Inilah tantangannya: kita tidak akan mendapatkan kegenapan
dari bangsa-bangsa yang lain (Gentile) itu jika tanpa umat Kaum
Kedar, karena 42 persen dari bangsa-bangsa lain itu adalah Kaum
Kedar. Jadi jika Anda menarik semua bangsa non-Yahudi lainnya di
planet ini untuk mencari keselamatan, dan Anda tidak menjangkau
umat Kaum Kedar, maka jumlahnya belumlah genap dan mata Israel
belum akan terbuka. Sementara mata mereka belum terbuka, Israel
akan terus menderita.
Cara Allah
Apakah cara Allah itu? Yang terakhir akan menjadi yang
terdahulu dan yang terdahulu akan menjadi yang terakhir (Matius
20:16). Allah mengkhususkan Abraham, Ishak, dan Yakub, dan
menjadikan mereka sebagai yang terdahulu. Dia terlebih dahulu
menjadikan Israel dari bangsa-bangsa lainnya, dari banga-bangsa
non-Yahudi, tetapi sekarang Dia mengatakan bahwa yang terakhir
akan menjadi yang terdahulu dan yang terdahulu akan menjadi yang
terakhir. Israel telah menjadi yang terakhir dan bangsa-bangsa lain
akan menjadi yang terdahulu, benar bukan?
Tetapi sekarang kita sedang bergerak menuju suatu masa di mana
mata Allah sedang tertuju ke bumi dan Kaum Kedar. Dia sedang
melihat bangsa-bangsa yang lain itu; Dia sedang melihat ke ladang
yang sudah saatnya dipanen, yang sudah menguning dan siap dituai.
Dia juga melihat orang-orang Yahudi, dan Dia mendengar jeritan
mereka, kesesakan mereka. Dia mendengar jeritan orang-orang
yang berada di padang gurun; Dia mendengar jeritan orang-orang
di Gereja, dan Allah Bapa berkata, “Inilah puncak dari segala
zaman, sekaranglah saatnya untuk menyatukan kembali semuanya.
sekaranglah saatnya untuk merekonsiliasikan segala sesuatunya dalam
Kristus.”

 
Sekaranglah saatnya …
Sekaranglah saatnya bagi Dia untuk bergerak dan itulah mengapa
Dia sedang bekerja pada beberapa tingkatan dan beberapa bidang di
seluruh bumi. Dan ini adalah musim kemajuan bagi Kerajaan Allah.
Inilah yang sedang Allah lakukan. Tetapi jumlah bangsa-bangsa lain
itu belumlah genap tanpa adanya umat Kaum Kedar yang masuk.
Seperti Saulus dari Tarsus, saya percaya bahwa tidak lama lagi
balok itu akan tanggal dari mata orang-orang Israel dan Yahudi dan
mereka akan mengenali dan melihat siapa Mesias yang sebenarnya.
Israel harus:
• Dibangkitkan kecemburuannya.
• Dibangkitkan kemarahannya sehingga mereka akan mencari
wajah Allah.
• Melihat kegenapan bangsa-bangsa lain yang masuk ke dalam
Kerajaan Allah, agar balok itu dapat terlepas dari mata
mereka.
Roma 11:26 mengatakan, “seluruh Israel akan diselamatkan.”
Tetapi, itu setelah genap jumlah bangsa-bangsa lain yang masuk
(lihat Roma 11:25). Jadi, seluruh Israel akan diselamatkan, seperi yang
ada tertulis, “Dari Sion akan datang Penebus, Ia akan menyingkirkan
segala kefasikan dari pada Yakub” (Roma 11:26).
Allah tidak pernah melupakan orang-orang Yahudi. Perjanjian
yang telah Dia buat dengan mereka adalah Perjanjian Baru yang
untuknya Yesus telah mencurahkan darah-Nya, dan Perjanjian Baru
itu juga untuk mereka. Mereka telah dibutakan terhadap Perjanjian
itu, sehingga mereka tidak melihatnya, tetapi mereka akan memasuki
Perjanjian itu. Tetapi sebelum mereka dapat masuk dan balok di
mata mereka dapat dilenyapkan, Allah ingin menarik perhatian
mereka, Dia ingin mendapatkan fokus mereka. Kemudian Dia ingin
mendapatkan hati mereka; Dia ingin mendapatkan gelora cinta
mereka. Ketika Allah membangkitkan kecemburuan Israel, Dia
akan mendapatkan perhatian mereka. Ketika Dia membangkitkan
kemarahan mereka, Dia akan mendapatkan gelora cinta mereka.
Untuk mendapatkan gelora cinta dan fokus mereka, Dia akan
bergerak dengan dahsyat atas bangsa-bangsa yang tidak mengenal
Allah—balok itu akan terlepas dari mata mereka, dan mereka akan
menyadari serta melihat siapa Mesias yang sebenarnya.
Dalam Matius 23:37-39, Yesus meratapi Yerusalem dan berkata,
“Yerusalem, Yerusalem, engkau yang membunuh nabi-nabi dan
melempari dengan batu orang-orang yang diutus kepadamu! Berkalikali
Aku rindu mengumpulkan anak-anakmu, sama seperti induk
ayam mengumpulkan anak-anaknya di bawah sayapnya, tetapi kamu
tidak mau. Lihatlah rumahmu ini akan ditinggalkan dan menjadi
sunyi. Dan Aku berkata kepadamu: Mulai sekarang kamu tidak akan
melihat Aku lagi, hingga kamu berkata: ‘Diberkatilah Dia yang
datang dalam nama Tuhan!’”

Mereka tidak akan mengenali-Nya sampai mereka berkata,
“Diberkatilah Dia yang datang dalam nama Tuhan.” Ucapan dan
seruan itu harus keluar dari orang-orang Yahudi sebelum mereka
melihat Dia. Pertama, mereka harus mengenali Dia sebelum mereka
dapat mengetahui identitas-Nya dan berseru kepada-Nya. Dengan
terbangkitnya kecemburuan dan kemudian kemarahan mereka,
itu akan membantu mereka untuk berfokus pada Dia yang akan
melenyapkan balok dari mata mereka ketika jumlah bangsa-bangsa
lain yang masuk itu sudah genap. Kemudian mereka akan mengenal
siapa Mesias yang sebenarnya, dan mereka akan berkata, “Diberkatilah
Dia yang datang dalam nama Tuhan!”
Ketika seruan itu naik ke Surga, Anda tahu bahwa Tuhan Yesus
akan segera datang kembali.
Kebodohan yang Agamawi
Kata foolish (bodoh, tolol) dalam bahasa Yunani berarti
“religiously stupid” alias kebodohan yang agamawi. Saya tidak dapat
memikirkan kebodohan lain yang lebih agamawi selain dari para
eksekutor dalam peristiwa bom bunuh diri. Tentu saja tidak semua
orang Kaum Kedar adalah pengebom, tetapi Anda harus mengerti
bahwa itulah pola pikir yang kita hadapi.
Apakah Anda menyadari keseriusan situasi ini—apakah itu
menusuk hati Anda? Allah mengasihi orang-orang Yahudi. Dia sangat
mengasihi mereka sehingga Dia akan membangkitkan kecemburuan
mereka, dengan menjangkau dan menunjukkan kebaikan-Nya pada
Ismael. Tidakkah Allah mengatakan “Aku akan menaruh belas
kasihan kepada siapa Aku mau menaruh belas kasihan dan Aku akan
bermurah hati kepada siapa Aku mau bermurah hati”? (lihat Roma
9:15).
Siapakah kita sehingga kita berani menghalangi Allah? Kita perlu
memiliki sikap hati yang benar terhadap bangsa Yahudi, Gereja, dan
semua bangsa non-Yahudi (Gentile). Dengan demikian, tidak akan
ada ruang dalam hati Anda bagi rasa tersinggung atau sakit hati,
melainkan Anda akan membantu mereka untuk mengenal Yesus
sebagai Juruselamat pribadi mereka. Itulah yang Yesus rindukan.
Roma 11:15 berkata: “Sebab jika penolakan mereka [orang-orang
Yahudi] berarti pendamaian bagi dunia, dapatkah penerimaan mereka
mempunyai arti yang selain dari hidup dari antara orang mati?”
Alkitab mengatakan bahwa penolakan terhadap mereka adalah
suatu berkat bagi bangsa-bangsa lain! Tersandungnya mereka adalah
suatu berkat bagi kita; seharusnya kita berterimakasih; seharusnya
kita memiliki kasih yang lebih besar bagi mereka. Daripada bersikap
tinggi hati, seharusnya kita melihat Yahudi sebagai umat pilihan
Allah.
Jikalau roti sulung adalah kudus, maka seluruh adonan juga
kudus, dan jikalau akar adalah kudus, maka cabang-cabang
juga kudus. Karena itu apabila beberapa cabang telah
dipatahkan dan kamu sebagai tunas liar telah dicangkokkan
di antaranya dan turut mendapat bagian dalam akar pohon
zaitun yang penuh getah, janganlah kamu bermegah terhadap
cabang-cabang itu! Jikalau kamu bermegah, ingatlah, bahwa
bukan kamu yang menopang akar itu, melainkan akar itu
yang menopang kamu (Roma 11:16-18).
Allah adalah akar, dan Allah sudah memulai semuanya itu. Israel
adalah akar; Abraham adalah akar. Allah akan memberkati semua
keluarga di bumi, dalam satu benih, yang kita kenal sebagai Yesus.
Israel adalah yang terdahulu yang menjadi yang terakhir, sehingga
kita dapat menjadi yang terdahulu.

Mungkin kamu akan berkata: ada cabang-cabang yang
dipatahkan, supaya aku dicangkokkan di antaranya sebagai
tunas. Baiklah! Mereka dipatahkan karena ketidakpercayaan
mereka, dan kamu tegak tercacak karena iman. Janganlah
kamu sombong, tetapi takutlah! Sebab kalau Allah tidak
menyayangkan cabang-cabang asli, Ia juga tidak akan
menyayangkan kamu. Sebab itu perhatikanlah kemurahan
Allah dan juga kekerasan-Nya, yaitu kekerasan atas orangorang
yang telah jatuh, tetapi atas kamu kemurahan-Nya,
yaitu jika kamu tetap dalam kemurahan-Nya; jika tidak,
kamupun akan dipotong juga (Roma 11:19-22).
Sikap keras Allah terhadap orang-orang Yahudi akhirnya menjadi
kebaikan bagi Anda. Artinya, penolakan mereka atau ketersandungan
mereka itu menjadi keselamatan bagi Anda, yang adalah bangsabangsa
non-Yahudi (Gentile), sehingga Anda dapat masuk Gereja.
Apakah Gereja? Gereja adalah kelompok ketiga yang Paulus
bicarakan. Gereja adalah suatu komunitas dari orang-orang yang
sudah lahir baru, yang terdiri dari orang-orang Yahudi dan bangsabangsa
lain. Itulah yang dikatakan dalam kitab Efesus dan Kolose.
Yahudi atau non-Yahudi sama saja, tidak peduli apakah Anda Yahudi
atau bukan, tidak peduli apakah Anda orang yang merdeka atau
hamba, Tidak peduli apakah Anda Yahudi atau bukan—kita semua
adalah Gereja, yaitu Tubuh Kristus.
Gereja adalah Yahudi dan non-Yahudi, semua sama.
Untuk Kita Semua
Hawa, istri Adam, adalah tulang dari tulangnya, dan daging dari
dagingnya, tetapi bagaimana dengan Yesus dan kita? Kita bukan
tulang dari tulang-Nya dan daging dari daging-Nya. Kitab Efesus
mengatakan bahwa kita adalah tulang-Nya dan kita adalah daging-
Nya karena kita satu dengan Dia. Allah mengambil sebuah tulang
rusuk dari Adam yang pertama, dan dari satu, Dia menjadikannya
dua. Dari tulang rusuk Adam yang kedua (Yesus), ketika dia tergantung
di Salib, bagian sisi tubuh-Nya ditikam hingga berlubang, itu adalah
simbol dari dua yang akan menjadi satu.

Di kayu Salib, ada suatu pewahyuan yang merupakan kunci bagi
semuanya. Tetapi hikmat Allah diungkapkan di kayu Salib. Tahukah
Anda bahwa Yesus tergantung di kayu Salib selama 6 jam? Tahukah
Anda bahwa sebelum Yesus digantung di Salib, mereka memukuli
dia, mencambuki punggungnya, membuat tulang-tulangnya terlihat?
Mereka memakaikan mahkota duri di kepala-Nya, melukai Dia,
meninju Dia, dan pada jam yang ketiga hari itu, mereka menyalibkan
Dia (lihat Markus 15).

Pada jam yang ketiga hari itu, mereka membenamkan paku seukuran uang logam 5 sen ke tangan dan kaki-Nya dan memaku Dia di kayu Salib. Dari jam ke-6 hingga jam ke-9, kegelapan menutupi seluruh bumi. Yesus ada di kayu Salib selama 6 jam karena enam adalah angka manusia dan untuk manusialah Dia tergantung di kayu Salib—bagi kita semua. Ketika Dia tergantung di Salib, darah tercurah dari tubuh-Nya dan mengalir ke tanah kotor yang darinya manusia dibuat, inilah simbol dari penebusan. Salib bukanlah kebodohan, melainkan hikmat Allah.

Mengapa Dia harus memakai mahkota yang dibuat dari jalinan duri? Agar kita boleh kembali memakai mahkota kemuliaan, karena Adam yang pertama telah kehilangan kemuliaan Allah dan kehilangan mahkotanya. Mengapa kedua tangan-Nya berlubang? Karena tangan adalah perjanjian persahabatan, dan Yesus adalah seorang sahabat yang lebih dekat dari saudara (lihat Amsal 18:24), dan Dia adalah Perantara antara Surga dan bumi, antara manusia dan Allah. Mengapa kedua kaki-Nya berlubang? Agar kaki kita dapat dipersiapkan untuk pergi memberitakan injil damai sejahtera ke seluruh penjuru bumi (Efesus 6:15). Ada hikmat Allah dalam Salib.

Yesus akan segera datang kembali; ini adalah pesan akhir zaman.

Momen Renungan
Mendengar para teroris berdoa kepada Allah sementara mereka juga melakukan berbagai tindak kekerasan akan membuat orang-orang meragukan bahwa mereka akan datang kepada Yesus sebagai Juruselamat mereka. Hanya melalui Roh Kuduslah maka rencana Allah dapat diinterpretasikan sehingga pikiran kita yang terbatas ini dapat menerimanya. Seberapa bersedianya kita merenungkan rancangan kekal Allah yang digambar oleh sang Pencipta sendiri?

http://memahami-kaum-kedar.blogspot.com/

Baca juga:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *