Bekerja Sebagai Panggilan Allah 1

Bekerja atau berusaha adalah dasar panggilan hidup manusia yang diberikan Allah kepada Adam dan Hawa. Setelah TUHAN Allah menyelesaikan penciptaan atas seluruh dunia dan isinya, maka kemudian Dia memberikan suatu tugas kepada manusia:”Beranakcuculah dan bertambah banyak; penuhilah bumi dan taklukkanlah itu, berkuasalah atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara dan atas segala binatang yang merayap di bumi.” (Kej 1:28). Dari ayat itu, maka manusia sejak awal harus bekerja. Dan ini memang sesuai dengan perintah dari Allah, yaitu beranak-cucu, memenuhi bumi dan menaklukkan bumi serta menguasainya. Kata-kata itu adalah kata-kata yang mengacu kepada aktifitas dari manusia untuk melakukan sesuatu, yang biasanya disebut dengan kata ‘BEKERJA’. Semua ini adalah suatu tugas yang dikerjakan dengan suatu kesenangan atau kesukaan.

Dapatlah disimpulkan bahwa bekerja adalah suatu hal yang menjadi hakikat manusia ciptaan Allah yang sempurna. Itu artinya bekerja bukan sebagai sesuatu yang melelahkan, atau bukan suatu tekanan atau bekerja hanya untuk memuaskan keinginan saudara. Bekerja juga bukan dalam arti sebaliknya, yaitu pekerjaan menjadi fokus hidup, sehingga menjadi maniak kerja: bekerja tiada berhenti dari pagi hingga malam, sehingga mengabaikan segala sesuatu demi apa yang dikerjakannya. Memang sejak kejatuhan Adam dan Hawa dalam dosa, maka orientasi dari pekerjaan sudah menyimpang. Pekerjaan yang awalnya mengandung panggilan yang indah, pekerjaan menjadi suatu bagian dari natur manusia, kemudian menjadi suatu yang menakutkan, melelahkan, menekan dan meresahkan setiap pelakunya. Oleh sebab itu, tak heran ada sebagian orang yang menjadi gelisah, sakit-sakitan jika ia harus istirahat seharian, atau tak berbuat sesuatu.

Saudara, marilah mulai mengubah kehidupan pola bekerja setiap diri anda dengan belajar apa yang Tuhan ingin katakan mengenai hal itu kepada saudara. Bekerjalah secara maksimal (bukan bekerja semaunya atau sekuatnya tenaga) selama enam hari dan beristirahat pada hari ke tujuh tanpa harus merasa bersalah (guilty feeling) karena tak melakukan sesuatu yang berkaitan dengan aktifitas saudara selama 6 hari, karena yang Tuhan kehendaki adalah aktifitas yang lain, yaitu bercengkrama dengan Sang Pencipta saudara.

======================

“Bekerja Sebagai Ketetapan Ilahi”

Kejadian 3:9-19

M1 = Menerima FT

1. Berdoa agar saudara mengerti maksud Allah di balik perintah-Nya agar manusia bekerja.

M2 = Merenungkan FT

1. Mengapa manusia bersembunyi dari Allah? (9-11)
…………………………………………………………………………………..

2. Apa yang dilakukan saat Allah bertanya pada mereka? (12-13)
…………………………………………………………………………………..

3. Apa hukuman Allah terhadap ular? (14-15)
…………………………………………………………………………………..

4. Apa hukuman Allah pada perempuan? (16)
…………………………………………………………………………………..

5. Apa Allah perintahkan untuk dilakukan Adam? (17-19) ……………………………………………………………………………….

PENGAJARAN

Mungkin ada sebagian orang yang berpikir bahwa pekerjaan itu hanya terkait dengan urusan “dapur” agar tetap mengepul atau memelihara kelangsungan hidup atau lebih meningkat untuk memuaskan hasrat kedagingan, yaitu belanja. Pekerjaan tidak hanya melulu dihubungkan dengan hal itu. Di Kitab Kejadian 1-2 dijelaskan bahwa semua kebutuhan hidup telah disediakan oleh Tuhan bagi manusia, tetapi toh manusia masih diperintahkan oleh Tuhan untuk mengelolah taman di mana mereka hidup. Dari sini terlihat bahwa kerja sebenarnya bukan semata untuk memenuhi kebutuhan hidup. Kalau begitu dari mana muncul pikiran: “kerja itu sebagai bagian dari memenuhi kebutuhan hidup?” Setelah manusia jatuh dalam dosa (Kejadian 3). Tuhan menekankan bahwa manusia akan bekerja keras (dengan berpeluh/berkeringat) hanya untuk mencari makanan. Pasca kejatuhan manusia baru muncul pandangan yang umumnya ada dibenak manusia: “kerja untuk menunjang kelangsungan hidup”.

Banyak yang berpikir bahwa bekerja adalah hukuman dari Allah atas kejatuhan manusia dalam dosa. Atau bekerja ada beban dari si jahat. Hal itu jelas tidak benar. Kerja adalah hakikat semua manusia tanpa kecuali. Manusia dipanggil untuk bekerja dan berkarya, berpikir keras dan menguras keringat, mengusahakan dan mencipta. Sebab itu kerja keras yang dilakukan secara bebas dan sukarela bukanlah suatu hukuman. Kerja keras tidak merendahkan namun malah meninggikan martabat manusia. Dalam kerja dan karyanya itulah manusia mendapatkan sebagian kebahagiaan dan makna hidupnya di dunia ini. Sebaliknya menganggur, bermalas-malas dan berleha-leha, bukanlah hakikat manusia dan hanya akan merendahkan kualitas hidupnya.

Sebenarnya seluruh mahluk hidup harus bekerja untuk hidup. Dengan bekerja keras manusia mendapatkan upah dan biaya pemenuhan kebutuhan hidupnya. Namun bukan hanya itu. Bagi manusia bekerja bukan hanya untuk upah semata. Bekerja juga demi cita-cita, hobi atau kesenangan, tujuan-tujuan mulia, atau demi kemanusiaan. Dan yang terpenting, bekerja adalah ketetapan Tuhan untuk semua manusia. Semua itu membuat anak-anak Tuhan dapat mencintai pekerjaan dan tidak menganggapnya sebagai hukuman. Pekerjaan bukanlah kutukan karena sebelum manusia jatuh ke dalam dosa Allah telah menetapkan manusia untuk bekerja (2:15), sedangkan kesukaran dan penderitaan dalam bekerja adalah hukuman Allah setelah manusia jatuh ke dalam dosa (3:17-19). Jadi marilah saudara menikmati hal itu sebagai bagian dari panggilan-Nya.

M3 = Melakukan FT

1. Ubah pola pikir saudara, jika selama ini saudara memandang pekerjaan sebagai hukuman atau beban. Lakukanlah pekerjaan saudara dengan sukacita karena memang Allah telah menetapkan saudara untuk berkarya di dunia ini.
………………………………………………………………………….

M4 = Membagikan FT

1. Bagikanlah bagaimana saudara menikmati pekerjaan saudara dan bagaimana Allah memberkati saudara melaluinya.

”Tetapi Ia berkata kepada mereka: “Bapa-Ku bekerja sampai sekarang,

maka Akupun bekerja juga.” Yohanes 5 :17

=======================

“Bekerja Sebagai Panggilan”

1 Korintus 7:17-24; 30-32

M1 = Menerima FT

1. Berdoa agar saudara dapat hidup dengan bekerja sesuai panggilan yang benar..

M2 = Merenungkan FT

1. Bagaimana orang percaya harus mengisi hidupnya? (17, 20, 24)
…………………………………………………………………………………..

2. Hal apa yang penting di mata Allah? (19)
…………………………………………………………………………………..

3. Apa yang harus jadi kebiasaan anak Tuhan atas barang? (30-31)
…………………………………………………………………………………..

Bagaimana seharusnya setiap mereka bersikap? (32a)
…………………………………………………………………………………..

4. Menurut saudara, bagaimana Allah memberikan pekerjaan pada saudara sesuai panggilan-Nya?
…………………………………………………………………………………..

PENGAJARAN

Panggilan untuk menjadi seorang Kristen bukanlah panggilan untuk meninggalkan pekerjaan didunia. Itulah poin yang jelas dalam 1 Korintus 7:17-24. Paulus merangkum pengajarannya di situ dengan kata-kata ini: “Saudara-saudara, hendaklah tiap-tiap orang tinggal di hadapan Allah dalam keadaan seperti pada waktu ia dipanggil” (ay. 24). Paulus memiliki kayakinan yang teguh pada pemeliharaan Allah. Bahwa Allah telah secara berdaulat “menentukan” atau “memanggil” setiap orang menduduki posisi-posisi dalam kehidupam di mana kehidupan mereka akan memberikan pengaruh yang penting bagi kemuliaan-Nya. “hendaklah tiap-tiap orang tetap hidup seperti yang telah ditentukan Tuhan baginya dan dalam keadaan seperti waktu ia dipanggil Allah” (ay.17). Maksud Paulus bukanlah bahwa berganti pekerjaan itu salah dalam kehidupan Kristen. Karena kalau tidak demikian, maka tidak ada orang yang bisa menjadi pendeta atau misionaris, kecuali orang-orang yang masih sangat muda. Tidak seperti Yesus yang beralih dari tukang kayu kepada pelayanan penuh waktu ketika Ia berusia 30 tahun (Lukas 3:23).

Yang dimaksudkan Paulus adalah ketika seseorang bertobat, ia tidak boleh tergesa-gesa menyimpulkan bahwa pekerjaaan harus berubah. Sebaliknya, yang harus dipikirkan haruslah: “Allah telah menempatkan saya di sini, dan saya kini harus menyatakan kemuliaan-Nya dalam pekerjaan saya. Seperti yang dikatakan di ay.24, “dalam keadaan ittu hendaklah ia tetap bersama Allah.”

Karena itu, pertanyaan yang sangat penting bagi sebagian besar orang Kristen haruslah: Bagaimana hidupku dapat berarti bagi kemuliaan Allah melalui pekerjaan? Karena status saudara sebagai orang percaya dan melalui pekerjaan itu seharusnya memiliki sasaran / tujuan yang sama, yaitu untuk memperluas pengaruh kasih Kristus dengan penuh sukacita, untuk menunjukkan kebesaran-Nya melalui segala yang saudara lakukan. Dengan hanya bermegah di dalam salib, sasaran pekerjaan adalah menikmati Dia sebagai yang terutama dengan cara kerja saudara. Dengan demikian, saudara juga tidak akan memandang harta / barang-barang duniawi seperti orang yang tidak mengenal Allah. Karena saudara tahu, bahwa segala barang di dunia ini tidaklah kekal. Selama hidup, setiap orang membutuhkan banyak barang di dunia. Tapi semuanya itu bukanlah hal yang terpenting dan terutama. Jadi bekerjalah dengan suatu tujuan yang baru.

M3 = Melakukan FT

1. Lakukan pekerjaan yang sudah ada pada saudara dengan kemuliaan-Nya sebagai sasaran saudara.
………………………………………………………………………….

M4 = Membagikan FT

1. Bagikanlah bagaimana sasaran saudara mempengaruhi cara kerja saudara.

”Tetapi Ia berkata kepada mereka: “Bapa-Ku bekerja sampai sekarang,

maka Akupun bekerja juga.” Yohanes 5 :17

========================

HAKIKAT BEKERJA SEBAGAI PANGGILAN ALLAH

Efesus 4:20-29

Pengajaran

Bekerja berarti melakukan suatu usaha untuk meraih sesuatu.

Panggilan awalnya berkonotasi religius, yakni tugas yang ditentukan Allah.

Menurut Reformasi Kristen konsep panggilan yaitu juga meliputi bidang-bidang diluar urusan gereja. Namun sekarang panggilan berarti suatu profesi. Sejak paruh kedua abad ke 20, pemahaman gereja mengenai kerja sebagai panggilan kian populer. Jadi bekerja bukan sesuatu yang non-rohani, tetapi sesuatu yang bernilai rohani ketika dilakukan oleh orang-orang yang telah menjadi manusia baru di dalam Kristus (Efesus 6:21-23)

Bekerja menjadi dasar panggilan Allah kepada Adam dan Hawa dalam penugasan untuk mengelola dunia (Kej 1:28). Dari ayat itu, maka manusia mulai dan harus bekerja. Dilihat dari hal itu, maka essensi kerja adalah suatu menyenangkan dan bukan BEBAN. Memang setelah kejatuhan, maka bekerja menjadi BEBAN, yaitu bekerja menjadi suatu hukuman dan akan berhenti ketika mereka meninggal (Kej 3:16-19). Akibatnya: manusia selalu kuatir akan masa depannya, pekerjaannya, kehidupannya, dll (Mat 6:25-33), ada yang kemudian mencuri (ay. 28) atau menjadi egois sehingga tak peduli dengan orang lain yang susah (ay.29).

Seharusnya bekerja itu sebagai:

1· Panggilan Allah atas manusia. Itu berarti kalau manusia tidak bekerja, maka ia tak menjadi manusia (Kel. 20:9), tak heran manusia yang tak bekerja menjadi sakit-sakitan, tak produktif, dll. Jadi ketika kita bekerja, itu menjadi perwujudan atau bentuk pelayanan pada Allah.

2· Pembuktian pemeliharaan Tuhan atas anak-anak-Nya (2 Tes 3:3). Oleh sebab itu, Paulus heran dengan orang-orang yang malas bekerja dengan alas an bahwa TUhan Yesus akan segera datang. Jadi para pekerja Kristen dalam bekerja memiliki arah atau tujuan. Dan bukannya sembarangan dan senaknya, tanpa arah.

3· Bagi Johanes Calvin, pekerjaan sangat bernilai ekonomis, dimana dengan berusaha dan meraih keuntungan, maka anak-anak Tuhan dapat menjadi saluran berkat bagi orang lain. Dan itulah yang seharusnya menjadi panggilan dari setiap orang Kristen. Kalau setiap orang Kristen berpikir seperti ini, maka dari itu pekerjaan bernilai kekekalan. Oleh sebab itulah, dengan pemahaman seperti ini, maka tak mungkin ada pemisahan dunia rohani dan dunia non-rohani (bandingkan Matius 25:35-40).

4· Bentuk penguapan syukur atas berkat-berkat-Nya. Oleh sebab itu, tak ada seorang pun yang bekerja dengan sungut-sungut.

Sharingkan:

1· Apakah anda bersyukur atas apa yang kau jalani dalam pekerjaanmu?

2. Apakah pekerjaan Anda memberi pengaruh kepada diri Anda dan orang lain? Atau apakah Anda merasa bahwa Tuhan ikut bekerja dalam pekerjaan anda, dan apakah relasinya hal itu atas hidupku?

=============================

“Bekerja Sebagai Teladan”

2 Tesalonika 3 :6-12

M1 = Menerima FT

1. Berdoa agar melalui pekerjaan yang saudara lakukan dapat menjadi teladan bagi orang lain untuk giat bekerja juga.

M2 = Merenungkan FT

1. Apa yang harus dijauhi oleh anak-anak Tuhan? (6)
…………………………………………………………………………………..

2. Teladan dalam hal apa yang Paulus berikan pada saudara? (7)
…………………………………………………………………………………..

3. Selain untuk melayani jemaat, apa tujuan Paulus bekerja? (8-9)
…………………………………………………………………………………..

4. Apa yang menjadi fokus orang-orang saat itu sehingga mereka tidak bekerja? (11) ………………………………………………………………………………..

PENGAJARAN

Di ay.7 Paulus berkata “sebab kamu sendiri tahu, bagaimana kamu harus mengikuti teladan kami, karena kami tidak lalai bekerja di antara kamu”. Profesi Paulus adalah sebagai tukang kemah / pembuat tenda (Kisah 18:3). Ia menekuni pekerjaan ini, untuk mencukupi pelayananannya. Dengan kata lain, dia bekerja dengan tujuan untuk atau demi pelayanan. Panggilannya sebagai seorang rasul, tidak membuat dia merasa bahwa ia tidak perlu lagi bekerja. Ia sedapat mungkin bekerja untuk mendukung pelayanan. Paulus memang tidak menolak pemberian jemaat, tetapi itu bukan motivasi utamanya. Ia bekerja dengan tangan sendiri sebagai tukang kemah.

Bekerja adalah bagian dari hakikat hidup manusia. Mengapa manusia harus bekerja? Pertama, bekerja adalah perintah dari Allah. Firman Tuhan jelas berkata, “Enam hari lamanya engkau akan bekerja dan melakukan segala pekerjaanmu” (Kel. 20:9). Tuhan beri Enam hari pada manusia untuk bekerja, dan pada hari ke-7 wajib beristirahat. Apabila perintah ini dilanggar, maka akan terjadi masalah-masalah. Dan bukannya tanpa alasan Allah memberikan perintah itu, jadi dengan bekerja 6 hari itu manusia dapat memenuhi kebutuhannya. Kedua, bekerja adalah model yang Allah tetapkan, sebab Allah sendiri bekerja selama 6 hari dan pada hari yang ke-7 Ia beristirahat. Manusia yang diciptakan menurut gambar Allah berarti diciptakan sebagai pekerja. Manusia tidak dapat menolak kenyataan ini. Mereka yang menolak kenyataan ini berarti menolak fakta bahwa mereka adalah gambar dan rupa Allah. Ketiga, bekerja adalah bagian dari kehidupan makhluk: Bintang bersinar, matahari bercahaya, tumbuh-tumbuhan mengeluarkan buah, binatang-binatang juga beraktifitas sebagaimana mestinya. Dengan kata lain bekerja adalah tugas dan aktifitas normal manusia. Pemazmur berkata, “Apabila matahari terbit, berkumpullah semuanya dan berbaring di tempat perteduhannya; manusiapun keluarlah ke pekerjaannya, dan ke usahanya sampai petang” (Mzm. 104:22, 23). Alkitab menyebutkan proses normal yang harus dijalani oleh manusia: bekerja! Dapat disimpulkan demikian: pekerjaan adalah perintah dan penetapan oleh Allah; pekerjaan adalah bagian dari sifat alamiah makhluk hidup. Keempat, bekerja adalah karunia Allah. Kalau saudara dapat bekerja itu adalah karunia Allah. Sebab dengan bekerja Allah mau engkau mempermuliakan Dia. Sebagaimana alam semesta menceritakan kemuliaan Allah (Mzm. 19:2), demikian juga manusia dapat memuliakan Allah melalui pekerjaannya. Dan sudah semestinya dari cara dan tujuan orang-orang percaya bekerja dapat menjadi teladan yang memberkati orang lain

M3 = Melakukan FT

1. Lakukan yang terbaik dalam pekerjaan saudara, sehingga dapat menjadi teladan bagi orang yang melihat saudara.
………………………………………………………………………….

M4 = Membagikan FT

1. Bagikan bagaimana Allah memimpin saudara dalam pekerjaan yang saudara lakukan kepada orang-orang melalui SMS, Komsel.

”Tetapi Ia berkata kepada mereka: “Bapa-Ku bekerja sampai sekarang,

maka Akupun bekerja juga.” Yohanes 5 :17

======================

“Bekerja untuk menjadi Berkat”

Efesus 4:17-32

M1 = Menerima FT

1. Berdoa agar dengan pekerjaan saudara, saudara dapat menjadi berkat untuk orang lain.

M2 = Merenungkan FT

1. Bagaimana Paulus menggembarkan hidup orang yang tidak mengenal Allah? (18-19)
…………………………………………………………………………………..

2. Apa saja yang harus diperbaharui? (23-24)
…………………………………………………………………………………..

3. Apa nasihat Paulus dalam hal ini yang berkaitan dengan bekerja? (28)
…………………………………………………………………………………..

4. Menurut saudara, bagaimana seharusnya orang percaya bekerja? (24)(20)
…………………………………………………………………………………..

PENGAJARAN

Banyak yang mungkin berpikir bahwa Alkitab tidak berbicara tentang pengangguran. Di dalam Alkitab, siapa yang kehilangan pekerjaan? Tidak banyak, tapi ada. Raja Saul kehilangan posisinya yang menguntungkan sebagai pimpinan dan digantikan oleh orang baru yang bertalenta dari golongan penggembala, dan tukang perak di Efesus yang mungkin memberhentikan pekerjanya karena kondisi ekonomi yang menurun setelah Paulus berhasil dalam misinya di sana (Kisah Para Rasul 19).

Tuhan memiliki pandangan yang sangat positif tentang pekerjaan. Tuhan adalah Pekerja, dan bekerja adalah hal yang penting dalam kehidupan kita sebagai orang Kristen. Pekerjaan adalah bagian dari ciptaan Tuhan — kita diciptakan sebagai pekerja dan dirancang oleh Tuhan untuk bekerja dan mengatur dunia di sekitar kita. Setelah manusia jatuh ke dalam dosa, bekerja menjadi hal yang sulit dan melelahkan, namun bekerja tetap menjadi bagian dari apa yang kita lakukan di dunia ini. Tuhan memberi kita karunia dan kebijakan untuk memampukan kita bekerja dan berkuasa di dunia kita. Tuhan juga mengharapkan kita bekerja untuk mencukupi kebutuhan keluarga kita dan untuk dibagikan kepada orang lain (1 Tesalonika 4:11-12, 2 Tesalonika 3:11-12, Efesus 4:28).

Masyarakat kita sangat memerhatikan apa yang kita kerjakan dan membohongi kita, sehingga kita cenderung percaya, bahwa nilai diri kita ada pada pekerjaan kita dan apa yang kita capai. Firman Tuhan mengatakan bahwa pekerjaan adalah hal yang fana. Bahkan prestasi yang paling hebat pun di dunia ini akan berlalu (Pengkhotbah 2:17-24). Yang menjadi masalah adalah hubungan kita dengan Tuhan dan ketaatan pada perintah-Nya (Pengkhotbah 12:13-14). Apa pun pekerjaan saudara atau apakah saudara punya pekerjaan atau tidak, Tuhan mengasihi saudara, saudara diciptakan segambar dengan Tuhan, diampuni melalui darah Anak-Nya yang kudus. saudara berharga dan penting dan berguna di mata Tuhan.

Tidak mau bekerja dan malas adalah salah. Menjadi pengangguran tidak salah, tetapi menjadi salah bila tidak mau bekerja dan mengambil tanggung jawab untuk memenuhi kebutuhan diri sendiri dan orang lain, seperti yang Paulus katakan kepada jemaat di Tesalonika (3:6-11). Bila saudara tidak mau bekerja, saudara seharusnya tidak makan. Orang-orang yang malas seharusnya tidak boleh membebani orang lain. Justru sebaliknya, Allah ingin semua orang bekerja dan dapat menjadi berkat untuk orang lain.

M3 = Melakukan FT

1. Daftarkan, hal apa saja yang dapat saudara lakukan dengan berkat yang saudara telah terima dari Allah yang memberikan pekerjaan bagi saudara, untuk saudara bagikan pada orang lain. Kemudian, lakukanlah hal itu.
………………………………………………………………………….

M4 = Membagikan FT

1. Bagikan pengalaman saudara dan berilah motovasi pada orang di sekitar saudara untuk memberkati orang lain dengan pekerjaan mereka.

”Tetapi Ia berkata kepada mereka: “Bapa-Ku bekerja sampai sekarang,
maka Akupun bekerja juga.” Yohanes 5 :17

==================================

“Bekerja Bernilai Kekekalan”

Yohanes 6:25-40 (27)

M1 = Menerima FT

1. Berdoalah supaya saudara mau menerima Firman Tuhan ini dengan hati yang terbuka sehingga saudara siap melakukan Firman Tuhan ini dalam hidup saudara.

M2 = Merenungkan FT

1. Apa tujuan sebenarnya orang-orang mencari Yesus? (25-26)
……

2. Teguran apa yang disampaikan Yesus yang berhubungan dengan pekerjaan? (27-29)
……

3. Siapa sesungguhnya yang harus dicari oleh setiap orang? (34-35)
……………………………………………………………………………………………

4. Untuk apa Yesus turun dari sorga? (38-40) …………………………………………………………………………………..

PENGAJARAN

Bagian ini merupakan sambungan untuk menerangkan berapa banyak dari mereka itu yang menyaksikan bagaimana Yesus memberi makan kepada orang banyak, hadir juga di Kapernaum untuk mendengarkan pembicaraan-pembicaraan Yesus. “Rabi, bilamana Engkau tiba di sini?” pertanyaan pembukaan ini menyatakan keheranan orang. Mereka tidak mempunyai gagasan bahwa Yesus dapat melampaui kemampuan manusia sebagaimana dibuktikan oleh perjalanan-Nya di atas air. Tapi, dalam jawaban-Nya Yesus berbicara lebih dalam lagi, dengan menuduh mereka mencari Dia hanya karena ingin mendapatkan makanan jasmani saja. Mereka tidak melihat apa yang dilakukan oleh Tuhan Yesus lebih dari makanan itu. Mujizat yang dilakukan oleh Yesus belum berhasil membuka mata rohani mereka untuk mengerti arti yang selengkapnya. Yesus memang menghendaki mereka supaya bekerja untuk memenuhi kebutuhan jasmani mereka, tetapi itu bukan hal yang utama yang harus mereka kerjakan. Hal utama yang harus mereka kerjakan adalah mengejar makanan rohani yang bernilai kekal. “Bekerjalah, bukan untuk makanan yang dapat binasa”.

Yang dimaksud oleh Yesus ialah bahwa orang Yahudi yang berkerumun itu hanya tertarik kepada kepuasan jasmaniah saja. Mereka memang telah menerima makanan yang enak secara tak terduga-duga, dan mereka menginginkan lebih lagi. Tetapi ada lapar yang lain yang hanya bisa dikenyangkan oleh Yesus. Lapar yang lain itu adalah lapar akan kebenaran – dan hanya di dalam Yesus saja ada kebenaran Allah. Lapar yang lain itu adalah lapar kehidupan – dan hanya di dalam Yesus saja kehidupan itu berlimpah-limpah. Lapar yang lain itu adalah lapar akan kasih – dan hanya di dalam Yesus saja ada kasih yang melampaui dosa dan kematian. Hanya Kristus saja yang dapat mengenyangkan kelaparan hati dan jiwa manusia. Makanan yang kekal adalah pemberian, bukan hasil pekerjaan.

Ketika Yesus berbicara tentang pekerjaan yang dikehendaki Allah, maka orang Yahudi segera mengartikannya sebagai pekerjaan atau hal-hal yang dianggap “baik”. Namun Yesus segera menjawab mereka dengan singkat dan padat bahwa pekerjaan yang dikehendaki Allah ialah percaya kepada Dia yang diutus Allah. Paulus menyimpulkan kalimat ini dalam satu kata yaitu: beriman. Hanya Yesus yang dapat mengenyangkan kelaparan abadi. Bagaimana supaya setiap orang yang kelaparan abadi dapat kenyang? Hanya satu cara yaitu percaya dan beriman kepada Yesus Kristus. Dan setelah itu setiap orang percaya harus ‘bekerja’ menceritakan kepada orang lain yang lapar abadi siapa Yesus, supaya mereka juga dapat dikenyangkan.

M3 = Melakukan FT

1. Berdoalah supaya saudara sungguh-sungguh menyadari untuk apa sesungguhnya saudara bekerja dan pekerjaan apa yang lebih utama yang harus saudara kerjakan.
………………………………………………………………………….

M4 = Membagikan FT

1. Bagikan kepada saudara seiman berkat yang saudara dapatkan ketika saudara bekerja sungguh-sungguh sesuai dengan kehendak Tuhan.

”Tetapi Ia berkata kepada mereka: “Bapa-Ku bekerja sampai sekarang,

maka Akupun bekerja juga.” Yohanes 5 :17

=============================

“Bekerja Adalah Anugerah”

1 Korintus 15:1-11 (10)

M1 = Menerima FT

1. Berdoalah supaya Firman Tuhan yang saudara baca hari sungguh-sungguh menjadi pedoman dan dasar hidup saudara khususnya dalam bekerja

M2 = Merenungkan FT

1. Apa yang ingin diingatkan oleh Paulus kepada jemat Korintus?(1)
…………………………………………………………………………………..

2. Hal penting apa yang telah disampaikan Paulus? (3-8)
…………………………………………………………………………………..

3. Menurut Paulus, siapa dia sesungguhnya? (9-10), bagaimana Allah memberikan pekerjaan pada saudara sesuai panggilan-Nya?
…………………………………………………………………………………..

PENGAJARAN

Karena kasih karunia Allah, Paulus telah menjadi sebagaimana ia ada pada saat ia menulis suratnya kepada orang-orang Korintus. Kasih karunia Allah sangat nyata dalam kehidupan Paulus. Paulus mengingat akan kehidupannya di masa lampau ketika dia menjadi seorang penganiaya jemaat Tuhan. Pada saat itu ia begitu bangga dengan dirinya. Namun, setelah ia bertemu dengan Tuhan Yesus secara pribadi, apa yang dia banggakan selama ini justru menjadi sesuatu yang sangat menjijikkan, sehingga dia menganggapnya seperti sampah (Fil 3:8). Dalam ayat 9 Paulus menyatakan kerendahan hatinya dan ia senantiasa merasa menyesal sebab ia telah menganiaya jemaat Tuhan. Karena itu, Paulus menganggap dirinya yang terkecil (paling hina) di antara semua rasul. Menurut arti kata yang dipakai dalam bahasa Yunani, kata “paling hina” seharusnya diterjemahkan menjadi “terkecil”. Paulus tidak mengatakan bahwa ia dalah yang paling hina di antara rasul-rasul yang lain, melainkan yang terkecil di antara mereka. Orang yang hendak dipakai dan diberi kuasa oleh Tuhan sering dipersiapkan untuk jabatan itu dengan menginsafkan dia betapa besar dosanya sehingga ia senantiasa rendah hati.

Seandainya kasih karunia Allah tidak dinyatakan kepadanya, tentu ia masih tetap sebagai seorang penganiaya jemaat Tuhan. Karena kasih karunia Allah, Paulus telah menjadi seorang Kristen bahkan dipakai Tuhan menjadi seorang rasul Tuhan. Karena kasih karunia Allah itu juga menyebabkan atau mendorong Paulus bekerja dan berusaha lebih keras daripada rasul-rasul yang lain. Ia menyadari bahwa jika ia masih hidup dan bisa bekerja sampai saat itu semuanya hanya karena anugerah dari Tuhan semata-mata.

Perkataan “bekerja lebih keras” berarti bekerja berat, berdaya upaya dan rela menderita. Kuasa kasih karunia Allah dinyatakan dalam kehidupan Paulus sehingga ia telah bekerja melebihi orang lain. Ia seolah-olah bermegah karena pekerjaannya, tetapi dengan segera ia merendahkan dirinya dengan mengaku bahwa karena kasih karunia Allah yang telah memampukan dia melakukan semua itu. Paulus bermaksud menyatakan bahwa walaupun ia telah dipanggil dengan cara yang berbeda dengan rasul-rasul lainnya, ia sungguh-sungguh rasul Kristus dan berhak menambahkan kesaksiannya kepada kesaksian rasul-rasul yang lain.

Karena kasih karunia Allah, Paulus diubahkan menjadi seorang rasul yang dipakai secara luar biasa oleh Tuhan. Oleh sebab itu ia tidak mau menyia-nyiakan anugerah Allah dengan hidup sembarangan. Setiap kesempatan yang ada dipakai untuk bekerja dan melayani dengan giat. Bagaimana dengan saudara?

M3 = Melakukan FT

1. Tanamkan dalam hati saudara bahwa bekerja itu adalah anugerah Tuhan, sehingga saudara selalu mengucap syukur dan menghargai pekerjaan yang saudara jalani saat ini dengan bekerja lebih sungguh-sungguh…………………………………………………………………………..

M4 = Membagikan FT

1. Bagikan dan ingatkan juga kepada saudara seiman bagaimana saudara mengerti konsep ini dan selalu menerapkan dalam hidup saudara.

”Tetapi Ia berkata kepada mereka: “Bapa-Ku bekerja sampai sekarang,

maka Akupun bekerja juga.” Yohanes 5 :17
=========================

“Hakikat Bekerja Sebagai Panggilan Allah”

Matius 6:25-33

M1 = Menerima FT

1. Berdoalah agar usaha yang saudara kerjakan dapat memberkati keluarga besar saudara bahkan memberkati gereja lokal saudara.

M2 = Merenungkan FT

1. Apakah yang selalu menjadi kekuatiran manusia? (25,28)
…………………………………………………………………………………..

2. Apakah yang Yesus ajarkan mengenai kekuatiran? (26,29-30)
…………………………………………………………………………………..

3. Apakah yang dicari manusia dalam bekerja? (32)
…………………………………………………………………………………..

4. Apakah yang seharusnya diketahui setiap anak Tuhan? (33-34)) …………………………………………………………………………………..

PENGAJARAN

Tuhan Yesus dalam perikop ini ingin membawa manusia untuk kembali kepada essensi yang disebut ‘BEKERJA’, yaitu setiap orang bekerja bukan agar kehidupan ini keluar atau lepas dari segala kekuatiran untuk pembiayaan hidup. Tuhan menciptakan manusia bukan hanya itu manusia bekerja supaya kebutuhan kesehariaannya terpenuhi, kalau pun bisa lebih daripada itu, yaitu berkelimpahan. Tuhan Yesus kemudian memberikan gambaran bahwa makhluk hidup lainnya tak pernah memikirkan hal-hal itu, bukan berarti tak membutuhkan, tetapi makhluk hidup ada adalah agar mewarnai lingkungannya menjadi lebih hidup dan berwarna.

Semua kekuatiran ini muncul karena dosa. Dosa telah menyelewengkan fokus manusia, sehingga mengeliminasi arti pemeliharaan Allah atas umat manusia yang adalah ciptaan Allah atau nilai manusia itu sendiri (ay.25). Yesus mengatakan bahwa kekuatiran tak akan berakibat apa-apa atas hidup yang sudah susah. Dunia ini sedang memacu adrenalin setiap orang untuk tak sekedar memenuhi kebutuhan keseharian tetapi menciptakan kehausan lainnya yang semakin hari semakin tak akan merasa puas. Oleh sebab itu, Yesus kemudian mengatakan bahwa bekerja adalah suatu ibadah, ketika itu diarahkan pada kerajaan Allah (ay.33) dan bentuk pengabdian pada Allah.

Dengan begitu, setiap saudara tidak melihat makna bekerja secara sempit dan dangkal seperti sekedar cari nafkah, lepas ari kekuatiran, dan mampu memiliki berbagai fasilitas, meraih kekuasaan dan mengumpulkan investasi. Tetapi harus melihat kerja atau bisnis sebagai sesuatu yang lebih mulia dan utuh dalam kaitannya dengan makna dan tujuan penciptaan Allah atas manusia. (band. Luk. 4:18-19). Jadi tujuan akhir supaya saudara melalui dunia kerja mau berubah dan mampu mengubah dunia di sekitar anda agar kerja menjadi media pembebasan dan penyelamatan Allah. Kalau demikian, maka ketika saudara dibekati, tidak mudah berfoya-foya mengikuti godaan dunia; ia bukan sekedar upaya dan perjuangan mencari nafkah, pengumpulan materi, kekuasaan dan fasilitas.

Jadi bekerja seharusnya menjadi sarana/media untuk mempermuliakan Allah dan mengasihi sesama. Melalui kerja dapat menghadirkan sejahtera Allah dan mewujudkan kehadiran Kerajaan Allah dan kebenarannya. Jika demikian bagaimanakah sikap saudara dalam menyikapi kerja? Apakah pekerjaan anda sungguh-sungguh dilakukan untuk mempermuliakan Allah dan mengasihi sesama? Melalui dunia kerja, orang lain dapat melihat bahwa pekerjaan adalah hakikat panggilan Allah untuk menikmati pemeliharaan Allah dan kebergantungan saudara pada kuasa-Nya.

M3 = Melakukan FT

1. Lakukanlah langkah praktis agar saudara semakin bisa melalui pekerjaan saudara menjadi saksi-Nya.
………………………………………………………………………….

M4 = Membagikan FT

1. Bagikanlah kepada saudara-saudara seiman, anggota komselmu bagaimana saudara mulai memahami bahwa pekerjaan adalah panggilan Allah.

”Tetapi Ia berkata kepada mereka: “Bapa-Ku bekerja sampai sekarang,

maka Akupun bekerja juga.” Yohanes 5 :17

============================
Sumber: http://gkkk-tamankopoindah.blogspot.com/

Baca juga:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *