Bagaimana Menerima Pesan Tuhan 1

“Akulah, Akulah yang menghibur kamu. Siapakau engkau maka engkau takut terhadap manusia yang memang akan mati, terhadap anak manusia yang dibuang seperti rumput, sehingga engkau melupakan Tuhan yang menjadikan engkau, yang membentangkan langit dan meletakkan dasar bumi, sehingga engkau terus gentar sepanjang hari terhadap kepanasan amarah orang penganiaya, apabila ia bersiap-siap memusnahkan? Di manakah gerangan kepanasan amarah orang penganiaya itu? Dia yang dipasung terbelenggu akan segera dibebaskan; ia tidak akan turun mati ke liang kubur, dan tidak akan kekurangan makanan. Sebab Akulah Tuhan, Allahmu, yang mengharubirukan laut, sehingga gelombang-gelombangnya ribut, – Tuhan semesta alam nama-Nya. Aku menaruh firman-Ku ke dalam mulutmu dan menyembunyikan engkau dalam naungan tangan-Ku, supaya Aku kembali membentangkan langit dan meletakkan dasar bumi, dan berkata kepada Sion: Engkau adalah umat-Ku!” (Yesaya 51:12-16)

Dari ayat-ayat firman di atas kita bisa mengetahui bahwa Tuhan sudah sangat rindu untuk bisa bergerak di atas muka bumi ini dan lewat umat-Nya. Alkitab mengatakan ada suatu kondisi rohani pada waktu itu di mana umat Tuhan seakan-akan menjadi takut terhadap manusia dan tidak bisa berbuat apa-apa, tapi pada saat yang sama Alkitab juga berkata bahwa ketika Tuhan mulai bergerak di antara umat-Nya, perubahan mulai terjadi.

Sebagai umat Tuhan, kita juga membutuhkan terjadinya perubahan dalam hidup kita dan juga di sekeliling kita. Untuk memastikan perubahan terjadi dalam diri kita, pastikan kuasa Roh bekerja dengan leluasa dalam hidup kita. Dalam ayat 16 diberitahukan apa yang akan Tuhan kerjakan untuk membuat kita jemaat-Nya mengalami pekerjaan Roh-Nya dalam hidup kita dan Roh-Nya bekerja dengan kuat lewat hidup kita.

Satu cara yang yang Tuhan pergunakan agar Dia bisa bergerak dengan leluasa di tengah umat-Nya dan lewat umat-Nya adalah dengan Dia menaruh firman-Nya di mulut kita. Firman yang menciptakan langit dan bumi sekali lagi akan Tuhan taruh di mulut kita, dan ketika firman itu mulai kita ucapkan/deklarasikan, akan membuat terjadinya pergerakan dalam alam roh. Karena kata ‘firman’ dalam bahasa Ibrani ditulis dengan kata ‘dabar’ yang berarti kekuatan tersembunyi yang ada dalam setiap perkataan yang diucapkan oleh Tuhan, yang akan membuat apapun yang Tuhan ucapkan itu pasti akan tergenapi. Ketika kita mendeklarasikan firman yang Tuhan taruh di mulut kita, kita mengaktifkan dabar yang akan membuat apapun yang Tuhan ucapkan pasti akan terjadi.

“Tetapi Tuhan berfirman kepadaku: ‘Janganlah katakan: Aku ini masih muda, tetapi kepada siapapun engkau Kuutus, haruslah engkau pergi, dan apapun yang Kuperintahkan kepadamu, haruslah kausampaikan. Janganlah takut kepada mereka, sebab Aku menyertai engkau untuk melepaskan engkau, demikianlah firman Tuhan.’ Lalu Tuhan mengulurkan tangan-Nya dan menjamah mulutku; Tuhan berfirman kepadaku: ‘Sesungguhnya Aku menaruh perkataan-perkataan-Ku ke dalam mulutmu. Ketahuilah, pada hari ini Aku mengangkat engkau atas bangsa-bangsa dan atas kerajaan-kerajaan untuk mencabut dan merobohkan, untuk membinasakan dan meruntuhkan, untuk membangun dan menanam.’” (Yeremia 1:7-10)

Secara ilahi dan dalam kedaulatan kuasa-Nya, Tuhan memilih Yeremia dari antara seluruh bangsa Israel. Ketika Yeremia berkata, “Tuhan, aku masih sangat muda, aku masih memiliki kekurangan ini dan itu…”, tetapi Tuhan berkata, “Aku menaruh firman-Ku di mulutmu; pergilah dan perkatakanlah firman itu.” Lepas dari siapa dirimu dan apa yang menjadi keberadaanmu, dalam kedaulatan kuasa-Nya Tuhan telah berkenan memilih Anda dan saya, dan Dia menaruh firman-Nya di mulut kita agar kita dapat bekerja sama dengan Dia, sehingga Dia bisa sekali lagi membentangkan langit dan meletakkan dasar bumi, dan sekali lagi berkata kepada Sion: “Engkau adalah umat-Ku!” – ada sesuatu yang akan terjadi dalam alam roh dan alam fisik, dan semua itu akan membawa dampak bagi Gereja Tuhan, sehingga lewat Gereja-Nya bumi ini akan dapat diubahkan.

Jika Tuhan telah berkenan untuk memilih kita dan menaruh firman-Nya di mulut kita, mari kita belajar setia dengan panggilan yang Tuhan berikan itu. Di aspek/bidang mana Anda banyak menerima firman, itu berarti di bidang/aspek itulah Tuhan ingin memakai Anda untuk mulai membawa perubahan. Karena itulah Dia memberikan kepada kita karunia-karunia Roh-Nya, agar kita dapat mempergunakannya untuk bekerja sama dengan Dia menciptakan perubahan di dalam dunia roh.

Beberapa alasan yang membuat seseorang mengalami kesulitan dalam mengaktifkan karunia Roh:

1. Karena ia merasa tidak layak.

Sadarilah hal ini: Tuhanlah yang sudah melayakkan kita; kita menjadi layak bukan karena apa yang sudah kita lakukan bagi Dia tapi karena anugerah-Nyalah kita menjadi layak di hadapan-Nya.

2. Karena rasa takut.

Seringkali seseorang merasa takut untuk bergerak dalam karunia-karunia Roh karena ia merasa takut salah atau takut kalau-kalau hal itu bukan berasal dari Tuhan tapi dari dirinya sendiri. Seandainya orang yang bersangkutan tahu bahwa Roh Kudus memang sedang bekerja dan Roh Kuduslah yang menaruh firman itu di mulutnya, ketakutan itu secara otomatis akan hilang. Selama kita membuka hati dan mau terus belajar, Tuhan akan membawa kita naik ke level yang berikutnya lagi.

3. Karena ia tidak tahu bagaimana cara mempergunakannya.

Bagaimana agar kita bisa mulai mengaktifkan karunia-karunia Roh dalam hidup kita:

1. Dibutuhkan dinamika rohani yang kuat dalam hidup kita.

Ketika kita sedang sama-sama berdoa dan menyembah Tuhan, jadikan waktu-waktu itu sebagai waktu berlatih. Pada waktu kita berdoa dalam roh dengan agresif, sampai kita merasakan adanya keantusiasan dalam roh kita, itu pertanda bahwa dinamika rohani dalam diri kita sedang terus terbangun. Namun tujuan kita berdoa dalam roh dengan agresif bukan hanya agar dinamika rohani kita terbangun dan bertambah kuat tapi juga agar Tuhan menjadi lebih nyata dalam hidup kita. Semakin dinamika rohani kita bertambah kuat, semakin cepat kita akan dapat difungsikan sebagai dinamit rohani oleh Tuhan.

Kisah Para Rasul 1:8 berkata: “Kamu akan menerima kuasa [Yunani – dunamos] kalau Roh Kudus turun ke atas kamu…” Pada hari kita menerima baptisan Roh Kudus, pada saat itulah kita menerima kuasa. Dari kata ‘dunamos’ itulah muncul kata ‘dinamo’; berarti, pada saat kita menerima kuasa, kita menerima sebuah dinamo rohani. Dengan kita terus mempergunakan doa bahasa roh kita dengan agresif, kita seperti sedang terus memutar dinamo rohani kita sehingga perjalanan rohani kita menjadi semakin ‘terang’.

2. Dibutuhkan pengetahuan tentang cara karunia-karunia Roh bekerja sehingga kita akan dapat bekerja sama dengan-Nya.

Tuhan selalu rindu untuk memakai setiap kita untuk bergerak bersama Roh-Nya, masalahnya, seringkali kita yang tidak menyadari ketika Roh Kudus memberikan firman-Nya dalam hidup kita. Dengan kita mengetahui cara kerja Tuhan, kita akan bisa menerima pernyataan-pernyataan Roh setiap waktu – kapanpun Roh Kudus ingin bergerak.

Ada 7 cara yang Roh Kudus pakai untuk memberikan firman-Nya kepada kita:

1. Kita menerima firman yang secara langsung datang dari Tuhan.

“Karena kepada kita Allah telah menyatakannya oleh Roh, sebab Roh menyelidiki segala sesuatu, bahkan hal-hal yang tersembunyi dalam diri Allah. Siapa gerangan di antara manusia yang tahu, apa yang terdapat di dalam diri manusia selain roh manusia itu sendiri yang ada di dalam dia? Demikian pulalah tidak ada orang yang tahu, apa yang terdapat di dalam diri Allah selain Roh Allah. Kita tidak menerima roh dunia, tetapi roh yang berasal dari Allah, supaya kita tahu, apa yang dikaruniakan Allah kepada kita. Dan karena kami menafsirkan hal-hal rohani kepada mereka yang mempunyai Roh, kami berkata-kata tentang karunia-karunia Allah dengan perkataan yang bukan diajarkan kepada kami oleh hikmat manusia, tetapi oleh Roh. Tetapi manusia duniawi tidak menerima apa yang berasal dari Roh Allah, karena hal itu baginya adalah suatu kebodohan; dan ia tidak dapat memahaminya, sebab hal itu hanya dapat dinilai secara rohani. Tetapi manusia rohani menilai segala sesuatu, tetapi ia sendiri tidak dinilai orang lain. Sebab: “Siapakah yang mengetahui pikiran Tuhan, sehingga ia dapat menasihati Dia?” Tetapi kami memiliki pikiran Kristus” (1 Korintus 2:10-16)

Setiap kali Roh Kudus ingin menyampaikan apa yang menjadi pesan/isi hati Tuhan kepada kita, Dia yang adalah Roh akan memberikannya di dalam roh kita. Itu sebabnya sangat penting untuk kita terus membuat terjadinya dinamika rohani di dalam roh kita. Ketika Tuhan mulai berfirman kepada kita, seluruh perhatian kita seperti langsung terfokus hanya kepada suara-Nya.

2. Dengan cara mempergunakan perasaan rohani yang kita miliki.

Ketika kita mulai berdoa dalam bahasa roh dengan agresif, kita akan bisa merasakan sesuatu di dalam roh kita. Mungkin ketika Anda sedang berdoa dalam roh dengan agresif di rumah, sampai pada satu titik tubuh Anda mulai merasa letih, tubuh Anda pun akan mulai mengirimkan sinyal kepada Anda untuk berhenti dan beristirahat. Akan tetapi, di dalam roh Anda merasakan adanya perasaan yang lain, yang seakan-akan berkata, “Jangan berhenti, terus lanjutkan sebentar lagi.” Apa yang sesungguhnya sedang terjadi? Di dalam alam fisik Anda, tubuh Anda ‘berbicara’ dan memunculkan suatu perasaan tertentu. Namun pada saat yang sama, roh Anda juga memunculkan suatu perasaan yang juga berbicara kepada Anda – itulah yang namanya perasaan rohani. Yang perlu Anda lakukan hanyalah belajar mengenali apa yang sedang ingin disampaikan oleh perasaan rohani Anda, dan dari apa yang Anda tangkap dari perasaan rohani Anda, pergunakan kata-kata Anda sendiri untuk mengucapkan apa yang Anda terima dari perasaan rohani itu – itulah yang disebut dengan deklarasi iman.

3. Dengan cara Tuhan memberikan kata pertama dari serangkaian pesan yang Dia memang ingin sampaikan kepada kita.

Ketika Anda sedang berdoa atau menyembah Tuhan, mungkin Anda hanya menerima satu kata saja: “Jangan takut”. Pergunakan saja kata pertama itu untuk Anda mulai deklarasikan, karena sementara Anda sedang mencoba membayangkan apa yang sedang Anda doakan dan Anda mulai mendeklarasikannya, biasanya kalimat-kalimat yang berikutnya akan mulai muncul begitu saja.

4. Melalui sebuah nyanyian.

Ketika kita sedang menaikkan satu pujian, ada satu atau dua lirik dari lagu tersebut yang seakan-akan berbicara kuat dalam diri kita. Apa yang harus kita lakukan? Pakai lirik yang berbicara kuat tersebut dan rangkaikan dengan kata-kata kita sendiri, lalu mulai doakan dan deklarasikan.

5. Dengan mengingatkan satu ayat firman kepada kita.

Ketika kita sedang berdoa, mungkin kita teringat pada satu ayat firman yang pernah kita baca dalam Alkitab. Pada saat kita mulai mendeklarasikan ayat tersebut dengan kata-kata kita, kita seperti sedang menarik turun berbagai dimensi rohani yang selama ini belum kita miliki.

6. Melalui bekerjanya roh nubuatan.

Ketika kita sedang menyembah Tuhan secara korporat dan atmosfir rohani yang ada menjadi sangat kondusif, dimensi profetis mulai tercipta di tengah-tengah seluruh jemaat. Ketika dimensi profetis mulai tercipta, mendengar suara Tuhan akan menjadi sesuatu yang mudah bagi kita.

7. Melalui penglihatan rohani.

Sementara kita berdoa dalam bahasa roh dan Roh Kudus bekerja dalam roh kita, Tuhan akan mulai membukakan mata rohani kita sehingga kita bisa melihat ke dalam alam roh. Yang terjadi biasanya adalah, sementara mata jasmani kita terpejam dan mata rohani kita terbuka, kita akan melihat satu gambar mati yang berkelebat dengan cepat di dalam alam imajinasi kita. Yang perlu kita lakukan hanyalah belajar menangkap gambar yang ada dalam imajinasi kita itu dan mencoba memahami artinya – itulah pesan yang menjadi isi hati Tuhan buat kita.

Ciri-ciri penglihatan rohani:

¨ Seringkali terjadi pada area imajinasi otak kita.

¨ Kita menerima penglihatan rohani tersebut pada saat roh kita sedang aktif atau pada saat terjadi aktivitas ilahi dalam roh kita.

¨ Penglihatan rohani kita lihat seperti sebuah gambar foto.

¨ Seringkali penglihatan rohani terjadi hanya dalam sekejap.
======================

“Bersorak-sorailah, hai si mandul yang tidak pernah melahirkan! Bergembiralah dengan sorak-sorai dan memekiklah, hai engkau yang tidak pernah menderita sakit bersalin! Sebab yang ditinggalkan suaminya akan mempunyai lebih banyak anak dari pada yang bersuami, firman Tuhan. Lapangkanlah tempat kemahmu, dan bentangkanlah tenda tempat kediamanmu, janganlah menghematnya; panjangkanlah tali-tali kemahmu dan pancangkanlah kokoh-kokoh patok-patokmu! Sebab engkau akan mengembang ke kanan dan ke kiri, keturunanmu akan memperoleh tempat bangsa-bangsa, dan akan mendiami kota-kota yang sunyi. Janganlah takut, sebab engkau tidak akan mendapat malu, dan janganlah merasa malu, sebab engkau tidak akan tersipu-sipu. Sebab engkau akan melupakan malu keremajaanmu, dan tidak akan mengingat lagi aib kejandaanmu” (Yesaya 54:1-4)

Ada sesuatu yang sangat menarik dalam nubuatan nabi Yesaya ini; Yesaya menubuatkan bahwa si mandul akan bergembira dan bersorak-sorai. Mengapa demikian? Karena ada sesuatu yang terjadi dalam diri si mandul sehingga ia memiliki kemampuan untuk mengatasi segala keterbatasan yang ia miliki dan ia bisa mulai bersorak-sorai.

Beberapa waktu terakhir ini kita sama-sama belajar tentang bagaimana menerima pesan-pesan inspirasi dan nubuatan dari Tuhan setiap kali kita berdoa. Ketika kita mempraktekkan hal tersebut, kita akan alami bahwa pesan-pesan inspirasi atau pesan-pesan nubuatan yang kita terima dari sorga tersebut akan betul-betul mengubahkan kehidupan kita sepenuhnya. Sama seperti ketika pesan nubuatan datang atas si mandul ini; sejak pesan nubuatan datang, ada sesuatu yang terjadi dalam dirinya.

Selama ini kita sebagai manusia sering terbelenggu oleh sistem dunia ini yang sudah terlanjur terbangun dalam kehidupan kita, tapi ini saatnya kita mulai hidup dari sistem Kerajaan-Nya. Ketika kita mulai hidup dari sistem Kerajaan-Nya, tidak ada lagi sesuatu apapun yang ada dalam hidup kita yang bisa menghambat dan menghalangi kita; sebaliknya, kita akan bisa terus alami perubahan.

Karena itu, betapa pentingnya bahwa setiap orang percaya menerima firman dari sorga setiap hari, karena ketika kita terus menerima firman dari sorga, tanpa kita sadari sesungguhnya kita sedang menerima benih dari perempuan seperti yang dinubuatkan dalam Kejadian 3. Ketika Anda terus menerima pesan firman dan arahan dari Tuhan, Anda akan mulai mendapati bahwa benih yang akan menghancurkan si ular tersebut ada dalam hidupmu.

Karena itu jangan hanya menjadi jemaat yang semangat dan antusias, tapi jadilah jemaat yang memiliki benih ilahi yang akan membuat hidup Anda sungguh-sungguh mengalami perubahan dan memampukan Anda untuk mengadakan perubahan di sekeliling Anda.

1. Tuhan memberikan inspirasi ilahi kepada kita, supaya kita tidak hanya dapat merasakan apa yang Tuhan sudah sediakan tetapi agar kita dapat mendeskripsikannya dengan kata-kata.

Ketika kita berada dalam hadirat Tuhan dan mengalami pekerjaan Roh Kudus-Nya, kita akan alami bagaimana aktivitas ilahi terjadi dalam roh kita dan membuat hati kita menjadi berkobar-kobar – ada perasaan-perasaan rohani yang muncul dalam roh kita. Ketika kita menerima inspirasi dari Tuhan – Tuhan membuat kata-kata firman-Nya masuk dalam batin kita – apa yang sudah kita alami di dalam hadirat-Nya itu akan bisa terus terjaga dan menyertai hidup kita, karena pesan firman itulah yang akan memeteraikan perasaan rohani yang kita alami.

Ketika pesan inspirasi itu Tuhan berikan kepada kita, kita akan memiliki kata-kata untuk bisa mendeskripsikan dengan kata-kata apa yang kita alami. Jika kita hanya sekedar menerima perasaan rohani, apa yang kita rasakan tersebut akan bisa hilang dalam waktu singkat, tapi dengan kita memiliki firman, bahkan ketika perasaan rohani kita sedang ‘turun’, kita akan bisa ucapkan kembali firman yang kita terima itu dan kita sedang mengubahkan perasaan/suasana/lingkungan yang ada di sekeliling kita.

Sama seperti si mandul dalam Yesaya 54 di atas; karena ada pesan firman yang diterima oleh si mandul, ia tidak lagi terpengaruh oleh situasi yang ada karena ia tahu bahwa Tuhan sudah menyediakan banyak anak dalam hidupnya, sehingga ia bisa terus bertahan dan tetap menjadi stabil. Saya percaya ini waktunya kestabilan rohani mulai datang dalam hidup setiap orang percaya; engkau tidak perlu lagi menjadi orang Kristen yang terus mengalami fluktuasi rohani tapi kondisi rohanimu akan semakin menanjak dari hari ke hari karena ada firman dalam dirimu. Firman itulah yang akan menjagai engkau, menopang engkau, dan membuat engkau tetap stabil dalam segala situasi dan kondisi, karena kestabilan akan kita hasilkan ketika kita memiliki keyakinan penuh terhadap sesuatu yang kita percayai dan secara konsisten kita pegang apa yang kita yakini itu.

“Akulah pokok anggur yang benar dan Bapa-Kulah pengusahanya. Setiap ranting pada-Ku yang tidak berbuah, dipotong-Nya dan setiap ranting yang berbuah, dibersihkan-Nya, supaya ia lebih banyak berbuah…Tinggallah di dalam Aku dan Aku di dalam kamu. Sama seperti ranting tidak dapat berbuah dari dirinya sendiri, kalau ia tidak tinggal pada pokok anggur, demikian juga kamu tidak berbuah, jikalau kamu tidak tinggal di dalam Aku. Akulah pokok anggur dan kamulah ranting-rantingnya. Barangsiapa tinggal di dalam Aku dan Aku di dalam dia, ia berbuah banyak, sebab di luar Aku kamu tidak dapat berbuat apa-apa. Barangsiapa tidak tinggal di dalam Aku, ia dibuang ke luar seperti ranting dan menjadi kering, kemudian dikumpulkan orang dan dicampakkan ke dalam api lalu dibakar” (Yohanes 15:1-6)

Dalam ayat 2 Yesus berkata, “Setiap ranting pada-Ku yang tidak berbuah akan dipotong.” Berarti, agar kita tidak dipotong kita harus berbuah. Namun bagaimana kita bisa berbuah jika kita tidak melekat dengan Dia? Dalam ayat 6 Yesus berkata, “Barangsiapa tidak tinggal di dalam Aku, ia dibuang ke luar seperti ranting dan menjadi kering…” Pertanyaan pentingnya adalah: bagaimana agar kita bisa tinggal di dalam Dia? Ayat 7 memberikan jawabannya: ‘Jikalau kamu tinggal di dalam Aku dan firman-Ku tinggal di dalam kamu, mintalah apa saja yang kamu kehendaki, dan kamu akan menerimanya.” Jadi, untuk kita dapat tinggal di dalam Dia dan berbuah, kita membutuhkan:

a. Tekad/pengambilan keputusan.

b. Firman dari Tuhan.

2. Inspirasi ilahi akan menolong kita untuk mengetahui apa yang Bapa sudah sediakan bagi kita.

Karena kita sudah terbiasa untuk hidup oleh sistem dunia ini, secara otomatis terbangun sebuah konsep pikir bahwa jika kita menyerahkan sesuatu kepada orang lain, itu berarti apa yang kita miliki jadi berkurang. Begitulah cara kerja sistem dunia ini dan untuk membuat kita tetap terbelenggu.

Ketika Tuhan memberikan inspirasi Roh – Dia memberitahukan kepada kita apa yang Dia ingin kerjakan dalam hidup kita di waktu yang akan datang – jangan melihat kondisi kita yang sekarang karena kondisi kita sekarang mungkin terbatas, tapi lihatlah apa yang Tuhan sudah sediakan bagi kita. Karena sesungguhnya Tuhan sudah menyediakan segala sesuatu yang kita butuhkan untuk dapat menyelesaikan rencana-Nya.

Ketika kita menerima inspirasi dari sorga, Tuhan melatih kita untuk tidak lagi berbicara dengan bahasa kemanusiawian; Dia melatih kita untuk berbicara dengan bahasa iman. Meskipun saat ini kita belum melihat janji Tuhan terjadi, teruslah memperkatakan/menubuatkan apa yang Dia sudah firmankan. Satu peringatan yang saya harus berikan: ketika Anda terus berbicara dengan bahasa iman, akan ada beberapa saudara seiman yang mulai bereaksi secara negatif terhadap perkataan iman yang Anda ucapkan. Mengapa? Karena tidak ada firman dalam diri mereka (baca kisah Yusuf dan saudara-saudaranya).

Sementara kita terus berbicara dengan mempergunakan bahasa iman, kita pasti akan melihat intervensi tangan Tuhan mulai terjadi atas hidup kita; menyatakan kuasa-Nya yang tidak terbatas itu dalam hidup kita. karena itu, terus perkatakan apa yang engkau yakini Tuhan dapat lakukan dalam hidupmu, karena Dia yang sudah berfirman akan menggenapi apa yang Dia firmankan.

Ketika Tuhan berfirman kepada kita, Dia memberikan kita kunci untuk dapat membebaskan diri kita dari berbagai keterbatasan, dari segala konflik, dari segala ketakutan dan kekhawatiran, dan dari segala sesuatu yang selama ini menghambat dan menghalangi kita. Pergunakan kunci itu dan singkirkan segala konflik batin yang masih ada dalam hidup kita, karena konflik batin akan membuat kita tidak bisa membuka pintu anugerah Tuhan bagi kita, meskipun kita sudah memiliki kunci yang benar.

3. Inspirasi ilahi yang kita terima menyatakan batasan teritorial atau ladang-ladang yang sudah Tuhan berkati dan sediakan bagi kita.

Setiap kali kita menerima pesan yang dari Tuhan, jadikan pesan tersebut sebagai batasan/koridor bagi kita dalam kita melakukan segala sesuatu. Sebagai contoh: selama beberapa waktu terakhir Tuhan banyak berbicara kepada Anda tentang iman. Saya mendorong Anda untuk menggali pemahaman Anda lebih lagi tentang iman. Ketika Anda akan melakukan sesuatu, belajarlah ekspresikan tindakan Anda sesuai dengan pelajaran iman yang sudah Anda terima, karena ketika Anda menyelaraskan segala sesuatu yang Anda lakukan di dalam batasan iman tersebut, Anda akan selalu mendapati ada hasil yang besar. Karena apa yang Tuhan firmankan kepada kita selalu berkaitan dengan ‘teritorial’ yang Dia berikan sebagai batasan.

Oleh sebab itu, pastikan Anda mulai belajar menyelaraskan aktivitas hidup Anda di dalam batasan/koridor yang Tuhan sudah berikan. Ketika Anda terus melakukan apa yang Dia sudah firmankan, keberhasilan adalah jaminan yang Tuhan pastikan akan Anda raih.

Sumber: http://archive.openheavenministries.org/

Baca juga:

1 Comment

  1. Terima kasih.
    kami mendapat berkat rohani yang indah, artikelnya mengena setiap pembca, kembangkan terus agar semakin banyak orang diberkati Tuhan. Dan Pak Jim pun akan semakin diberkati, karena taburannya. Tuhan Yesus memberkati !!!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *