Bagaimana cara menolong orang yang kerasukan roh-roh jahat

Dua Kerajaan

Firman Allah dengan jelas menyatakan bahwa sekarang ada dua kerajaan rohani yang saling bertentangan, Kerajaan Allah dan kerajaan Iblis. Setiap manusia termasuk pada salah satu kerajaan itu (Mat.12:30).

“Aku hendak naik ke langit,Aku hendak mendirikantakhtaku mengatasi bintang-bintang Allah, ….Akuhendak menyamai YangMahatinggi”  (Yes.14:13-14)

Tuhan adalah pencipta segala sesuatu; pada awalnya semua serba sempurna. Ia adalah Raja yang berdaulat, dulu sekarang, dan selamanya (Yer.10:7), tetapi Kitab Suci mewahyukan bahwa salah satu malaikat Tuhan menjadi bangga atas ketampanannya sendiri (Ez.28:14-17), dan berkata :

Sejak saat itu Lusifer (ia yang bersinar) menjadi Iblis (lawan) dan diusir dari surga, bersama banyak malaikat yang jatuh bersamanya.

Jadi, sesudah Tuhan menciptakan alam semesta yang sempurna dan mentakjubkan, Iblislah yang menggoda bapa moyang pertama kita untuk tidak patuh kepada Allah (Kej.3:4, Ef.2:2; 1 Yoh.3:8)  dan sejak itu, setiap manusia lahir di bawah kuasa kerajaan Iblis. Lusifer melakukan dosa pertama dalam dunia kerohanian.

Apakah itu ?______________________________________________ Allah mengatur rencana perang-Nya ke dalam tindakan :

1.    Allah mengirim Anak-Nya, Yesus, ke dunia, untuk menghancurkan kerajaan Iblis dan semua pekerjaannya yang kejam (Yoh.12:31; 1Yoh.3:8), dan mendirikan Kerajaan Allah (Mat.12:28).

2.   Di salib, Yesus menerima hukuman bagi dosa-dosa kita, dan 

membebaskan kita dari kerajaan Iblis (Kol.1:13, 14;  2:15 dan Ibr.2:14, 15). Pada kebangkitan-Nya, Yesus dinyatakan sebagai “Anak Allah …” dengan “Segala kuasa di sorga dan di bumi” (Rom.1:4;  Mat.28:18).

3.   Sekarang, jika kita bertobat dari dosa-dosa kita  dan percaya kepada Yesus, kita meninggalkan kerajaan Iblis dan masuk ke Kerajaan Allah (Yoh.3:5).

4.   Dengan cara ini, Kerajaan Allah berkembang,  mengalahkan kerajaan Iblis melalui pelayanan Jemaat (Mat.10:1-8;  Ef.3:10;  1Yoh.3:8).

5.   Bila Tuhan Yesus datang lagi, Kerajaan Allah akan datang dengan kuasa Ilahi, dan Iblis serta kerajaannya akan dimusnahkan untuk selamanya (Mat.13:36-43;  Why.20:7-10).

 

Dari dua kerajaan yang berperang ini, mana yang menang ?

Mohonlah pertolongan Tuhan dalam pelajaran ini agar anda dapat belajar bagaimana melayani dengan berhasil kepada mereka yang dikuasai Iblis, dan mengambil bagian dalam kemenangan Kristus di dunia

Kerajaan Iblis

Sebagai sebuah kerajaan, roh-roh jahat mempunyai tingkat-tingkat wewenang dan kekuasaan yang berbeda :

“Karena perjuangan kita bukanlah melawan darah dan daging, tetapi melawan pemerintah-pemerintah, melawan penguasa-penguasa, melawan penghulu-penghulu dunia yang gelap ini, melawan roh-roh jahat di udara”.  (Ef.6:12)

 

1.   Iblis adalah penguasa kerajaan angkasa yang berperang melawan Allah (Ef.2:2). Ia adalah “ilah zaman ini”  (2 Kor.4:4)

2.   Di bawah Iblis ada pemerintah-pemerintahpenguasa-penguasa dan penghulu-penghulu kegelapan (Ef.6:12). Tampaknya mereka disebarkan ke seluruh dunia untuk menguasai dunia, dan mengorganisir semua kegiatan jahat.

3.   Di bawah mereka ada kekuatan-kekuatan jahat yang merupakan roh-roh jahat yang mempengaruhi orang-orang secara langsung, yang mengakibatkan: penyakit, tekanan, godaan, pertengkaran, dll.  (Ef.6:12)

 

Seperti apakah roh-roh jahat itu ?

 

Menurut Kitab Perjanjian Baru, roh-roh jahat adalah :

  • roh (tidak mempunyai badan; Mat.12:43-45 dan Luk.24:39).
  • jahat (pembunuh dan penipu; Mat.12:43-45;  Kis.. 8:7;

Wah.16:13,14).

  • mempunyai kekuatan dan kekuasaan gaib (Mark.5:4;  Luk.8:29;  Kis.19: 13-16)
  • pandai  (Kis. 16:16-18; 19:15, 16).

 

Tetapi meskipun berkuasa, mereka tak mempunyai kekuasaan Tuhan. Kadang-kadang orang secara salah menganggap bahwa setan  setara dengan Allah meskipun jahat.  Ini tidak benar, sebab roh-roh jahat :

 

  • adalah mahkluk ciptaan (malaikat yang jatuh) dan karena itu tidak mahakuasa, juga mereka tidak bisa berada di mana-mana pada saat yang sama, juga tidak tahu segalanya seperti Tuhan.
  • harus tunduk kepada Nama Yesus (Mark.3:11; 5:7;  Luk.4:36; 10:17-20).
  • tahu tujuan mereka yaitu api abadi (Mat.8:29; 25:41;  Yak.2:19).
  • akan lari dari kita jika melawan mereka dalam Tuhan (Yak.4:7).

 

Berilah tanda (B) benar  atau  (S) salah :

 

Roh-roh jahat adalah :

 

a.  Jiwa-jiwa orang-orang yang sudah mati.    (   )

b.  Malaikat-malaikat yang jatuh.     (   )

c.  Roh binatang-binatang.     (   )

d.  Maha berkuasa.     (   )

e.  Kadang-kadang nakal tetapi menyenangkan     (   )

f.   Tak terkalahkan.    (   )

 

Jawaban :  a=S;  b=B;  c=S;  d=S;  e=S;  f=S

 

Bagaimana Iblis dan Roh-roh Jahatnya Mempengaruhi Kita?

 

1.   Kelompok manusia adalah korban Iblis yang pertama.

Ia   mempengaruhi bangsa-bangsa ke arah peperangan (Why.20:7-8), kebencian dan ketidakadilan seperti aborsi, homoseks yang diperbolehkan (oleh hukum negara), prasangka suku dan sosial, dll. (1 Taw.21:1). Bagian terbesar dari masalah-masalah kemanusiaan, terlepas dari kesalahan dosa manusia, berakar pada gagasan-gagasan yang diilhami oleh setan. Misalnya, kemiskinan dapat diberantas tetapi Iblis mencegahnya, mengakibatkan sebuah lingkaran kemiskinan yang keji:

–  Sifat buruk

–  Penipuan

–  Pertengkaran

–  Ketidak percayaan

–  Kemalasan

–  Takhyul

–  ketidakpedulian

Jadi, penting untuk mengerti bahwa kemiskinan  tidak hanya dilawan dengan teknologi dan pendidikan. Ia juga harus dilawan dengan Firman Allah. Kita menginjili bukan hanya supaya orang-orang masuk ke dalam Kerajaan Allah, tetapi juga supaya mereka dapat mengatasi masalah-masalah ekonomi dan sosial dengan menggunakan konsep-konsep Alkitab, sebagai salah satu hasil keselamatan mereka.

 

Pada saat yang sama, Iblis membiarkan orang-orang kaya terperangkap dalam lingkaran materialisme yang keji :

–  Pertengkaran

–  Egoisme

–  Kesombongan

–  Kebutaan rohani

–  Eksploitasi dan imoralitas

 

2.   Roh-roh jahat menyerang pekerjaan Tuhan untuk merusak semua yang telah diciptakan-Nya. 

“Lawanmu, si iblis, berjalan keliling   sama seperti singa yang mengaum-aum dan mencari orang yang dapat ditelannya” (1 Pet.5:8).

Misalnya, mereka dapat :

  • menyebabkan kecelakaan, perwujudan gaib, penyakit-penyakit, dan skandal-skandal.
  • menggelincirkan orang-orang dengan perwujudan sihir (Kis.16:16-18).
  • mempengaruhi orang-orang agar melawan Injil atau mempercayai doktrin palsu  (Kis.16:16-18;  Rom.1:21, 22;

2 Kor.4:4;  1 Tim.4:1;  Yoh.8:44).

  • menghasut agar terjadi penganiayaan dan pencobaan, agar umat Kristen tergoda untuk mengingkari iman mereka  (Why.12:17).
  • melawan malaikat-malaikat yang dikirim oleh Tuhan, seperti yang dikirim untuk menolong Daniel (Dan.10:1-15).
  • menimbulkan penderitaan fisik seperti kebisuan, kebutaan (Mat.9:32;  12:22); ayan (Mark.9:14-29);  tulang punggung bengkok (Luk.13:10-17), dll.

Catatan : tidak semua penyakit disebabkan secara langsung oleh kegiatan roh jahat.

  • menyebabkan perubahan kepribadian  (1 Sam.16:14-23).

3.  Iblis juga disebut “si pencoba” (Mat.4:3)

Kadang-kadang menyamarkan diri sebagai “malaikat terang” untuk :

  • menggoda kita untuk berbuat dosa (Ef.2:1-3) melalui sifat dasar manusia yang penuh dosa (Kis.5:3;  1 Taw.21:1). Semakin orang berdosa, semakin rentan mereka terhadap godaan roh jahat  (Yoh.8:34).
  • menyebarkan kesangsian dan ketidakpercayaan dalam diri anak-anak Allah (Kej.3:1-5;  Why.12:10-12).
  • menyebarkan pertengkaran, kebingungan dan kemarahan di antara orang-orang percaya untuk mencoba menghindar dari rencana-rencana Allah (Mat.13:24-30; 36-43).
  • membuat anugerah-anugerah rohani palsu untuk membingungkan orang-orang percaya (2 Kor.11:13-15).
  • mempromosikan ilmu sihir dalam berbagai bentuknya.

 

4.  Akhirnya, cara yang paling dramatis yang dipakai iblis untuk mempengaruhi manusia ialah yang disebut “demonisasi”.

Ini terjadi bila seseorang menderita, dipengaruhi atau dirasuki roh jahat.

Ada tingkatan-tingkatan yang berbeda dari keadaan ini, mulai dari pikiran-pikiran jahat yang terus mengganggu seseorang, sampai orang itu secara total di bawah kendali roh jahat. Yang terakhir ini, kadang-kadang disebut  “kerasukan roh jahat”, tidak umum tetapi sangat nyata.

Catatan : Sebenarnya, Alkitab asli dalam bahasa Yunani tidak pernah menggunakan  istilah “kerasukan roh jahat”, tetapi memakai ungkapan “memiliki roh jahat” atau “didemonisasi”.

Tipe demonisasi yang paling sering terjadi ialah “pengaruh roh jahat”. Misalnya, beberapa kelemahan moral, atau dosa-dosa yang terus ada meskipun ada penyesalan yang  sungguh-sungguh, mungkin berarti ada pengaruh roh jahat dalam diri orang itu, dan karena itu ia memerlukan pelepasan.

 

Bagaimanakah Roh-roh Jahat Merasuki Orang-orang ?

Tak ada aturan yang pasti tentang ini, tetapi berbagai situasi memungkinkan masuknya pengaruh-pengaruh setan.

 

1.   Mempunyai hubungan dengan ilmu gaib atau sihir (Kel.20:3-5;  Im.19:31;  20:6-8;  Ul. 18:9-14).

Praktek-praktek gaib dan sihir yang biasa dilakukan :

*  astrologi dan horoskop.

*  ilmu sihir hitam dan putih.

*  membaca nasib pada telapak tangan.

*  papan kalajangkung.

*  Tarot (kartu yang meramalkan masa depan).

*  pemujaan jimat dan guna-guna.

*  “melihat dari jarak jauh” dan peramalan nasib.

*  penyembuhan rohani non-Kristiani.

*  Boneka sihir dan sihir setan.

*  mencoba membuat kontak atau berbicara dengan hantu atau roh orang mati.

*  ketidaksadaran rohani (kerasukan).

*  tahap-tahap pengendalian pikiran.

*  Yoga (latihan-latihan dan filsafat).

 

Praktek-praktek yang berbahaya :

 

Praktek-praktek ini tidak langsung dianggap salah menurut Firman Allah, namun karena terkait dengan wilayah-wilayah yang tidak jelas, sering dimanfaatkan oleh setan untuk menjebak orang-orang yang lengah :

*  levitasi (menggerakkan benda-benda dengan kekuatan batin).

*  hipnotis.

*  tahap-tahap telepati.

 

2.    Karena menderita perlakuan menyimpang semasa kanak-kanak, seperti inses, kecanduan alkohol atau bentuk-bentuk lain dari perlakuan yang kejam terhadap anak oleh orangtua atau orang (dewasa) lain, sering mengakibatkan kemarahan yang tak terkendali, kebencian terhadap diri sendiri, dan kebencian terhadap orang lain.

Kondisi seperti ini merupakan ladang subur bagi pengaruh setan.

 

3.  Hidup dalam dosa, dalam bentuk apa saja :

*  ketamakan materi

*  seksual, pornografi,

*  penyimpangan-penyimpangan seksual (perzinahan, perselingkuhan, banci, homoseksualitas, kebinatangan, dll.),

*  kerakusan makan,

*  kecanduan alkohol dan obat-obat terlarang, dll.

 

4.  Membuat kontak dengan setan, di mana upah diberikan kepada Iblis.        

 

5.  Pengaruh keluarga.  Kel.20:5  berkata :”…Sebab Aku, Tuhan, Allahmu, adalah Allah yang cemburu, yang membalaskan kesalahan bapa kepada anak-anaknya, kepada keturunan yang ketiga dan keempat dari orang-orang yang membenci Aku.” Ini kenyataannya; 70% dari anak-anak yang orangtuanya alkoholik juga menjadi alkoholik. Sangat mungkin pengaruh setan memberi andil/sumbangan pada masalah mereka.

 

6.  Menderita kutuk dari kerabat mereka, guru-guru, tetangga-tetangga atau bentuk apa saja dari guna-guna.

Karena kita hidup dalam wilayah musuh, kita tak usah heran akan pengaruhnya di dunia.

 

Bagaimana Mengenali Seseorang yang Kerasukan Roh Jahat

 

Ada orang-orang percaya yang melihat roh-roh jahat dalam segala hal dan yang sering tidak dapat membedakan antara penyakit fisik atau mental dengan kerasukan roh jahat. Misalnya, pengapuran pembuluh di dalam otak, kecemasan yang berlebihan (sampai kegilaan) pada orang tua atau beberapa ketidak seimbangan kimiawi dapat berpengaruh terhadap kepribadian, dengan gejala-gejala yang mirip dengan kerasukan setan. Karena itu kita harus berhati-hati melihat sifat yang sesungguhnya dari masalah itu. Dalam beberapa hal kita mungkin memerlukan nasehat medis. Bacalah Lukas 8:26-39. Seseorang yang kerasukan mungkin menunjukkan beberapa tanda seperti yang berikut:

1.  Orang yang kerasukan itu masih dapat mengendalikan hidupnya.

Ia masih pergi menjumpai Yesus, mungkin berharap dapat disembuhkan (ayat 27).

2.   Roh-roh jahat mengendalikan orang-orang secara sporadis .

Kadang- kadang mereka mencegah orang itu berbicara atau mendengar (Mark.9:25;  Luk.11:14). Pada beberapa kesempatan lain mereka menimbulkan sawan yang mirip serangan ayan, seperti: jatuh, kejang, menjerit, mulut berbusa. Misalnya, ayat 28 mengatakan bahwa orang yang kerasukan itu :”menjerit dan jatuh, berteriak…”.

3.   Kadang-kadang serangan-serangan setani itu membuat orang-orang melukai diri mereka sendiri.

Misalnya, menurut Mark.5:5, orang yang kerasukan memukuli dirinya dengan batu. Serangan-serangan ini dapat berlangsung beberapa menit atau beberpa hari, dan terjadi terutama  bila Roh Kudus hadir dan diwujudkan, seperti dalam pertemuan-pertemuan ibadah.

4.  Roh-roh jahat dapat mendiami seseorang. Luk.8:30 berkata:“banyak roh telah merasukinya”.

5.  Sering orang yang kerasukan mempunyai kekuatan yang luar biasa; misalnya, Luk.8:29 berkata bahwa orang dari Gerasa itu mematahkan rantainya.

6.  Roh jahat dapat berbicara melalui orang tersebut dan melawan Yesus.

Dalam Luk. 8:28 roh jahat berkata “Apa urusan-Mu dengan aku, hai Yesus Anak Allah Yang Mahatinggi ? Aku memohon kepada-Mu, supaya Engkau jangan menyiksa aku.”

7.  Kadang-kadang orang yang kerasukan berbicara dengan suara-suara

dan bahasa-bahasa yang bukan suara atau bahasanya sendiri. Misalnya, seorang laki-laki dapat berbicara dengan suara wanita, atau suara-suara binatang. Dalam ayat 28, laki-laki itu “berteriak sekuat-sekuatnya”; bukan cara berbicara yang normal.

8.  Sering, orang yang kerasukan mempunyai pengetahuan dan kemampuan yang tak dimiliki oleh orang normal.

Misalnya, orang dengan segera tahu siapa Yesus itu, padahal ia belum pernah bertemu dengan-Nya.

9.  Orang-orang yang kerasukan sering memang bermoral bejad atau mempunyai dosa seksual.

Orang dari Gerasa itu misalnya, tak mempunyai kesopanan sama sekali, dan “sudah lama tidak berpakaian” (ayat 27).

10.  Seseorang mungkin dirasuki beberapa roh jahat.

Ketika Tuhan bertanya kepada laki-laki dari Gerasa itu, “Siapa namamu ?”, roh jahat menjawab, “Legion’, karena ada banyak” (ayat 30).  Catatan: Sebuah Legiun Romawi terdiri dari sampai 6.000 orang serdadu.

11.  Dalam kasus laki-laki dari Gerasa yang dramatis itu, bila dihadapkan pada kuasa Yesus, pembebasannya terjadi dengan segera. Segera setelah roh jahat pergi, ia  duduk “di kaki Yesus, telah berpakaian dan sudah waras” (ayat 35).

12.  Jika roh-roh jahat meninggalkan seseorang, mereka cenderung

untuk mencari badan-badan lain untuk dihuni. Misalnya, “Legiun” ketika meninggalkan laki-laki dari Gerasa, masuk ke badan babi  (ayat 32, 33).

 

Tanda-tanda lain yang mungkin menunjukkan pengaruh roh jahat:

  • Kecanduan/ketagihan: obat-obatan atau alkohol.
  • Dorongan Yang Kuat : seperti perasaan seksual, perzinahan, pornografi,  homoseksualitas, pencurian, pembunuhan, dusta, keinginan  untuk bunuh diri, rakus makan, atau puasa berlebih-lebihan
  • Emosi-emosi yang ekstrim atau terus muncul: seperti ketakutan, perasaan tertekan, kegelisahan dan kemarahan.
  • Memiliki sikap-sikap berdosa seperti membenci diri sendiri, tidak mau menerima pengampunan, kepahitan, kebencian dan penghinaan.
  • Beberapa penyakit khronis, terutama yang ada/diidap oleh suatu keluarga selama beberapa generasi, tanpa penjelasan medis.
  • Penolakan atau reaksi yang keterlaluan terhadap Nama atau Pribadi Yesus Kristus.

 

Itulah sebabnya kita tak boleh tergesa-gesa memastikan adanya roh-roh jahat dalam diri seseorang. Bila ragu-ragu, bila mungkin, kita minta nasehat orang-orang percaya yang telah  dewasa yang berpengalaman dalam hal seperti itu.


Kita harus waspada: tanda-tanda ini hanya menunjukkan KEMUNGKINAN seseorang kerasukan. Tidak selalu harus begitu. Dari semua hal yang disebutkan di atas umumnya dapat juga disebabkan oleh ketidakpatuhan kepada Allah, atau karena pendidikan yang salah, bukan hanya karena kerasukan.

 

Dapatkah Orang Percaya Kerasukan Roh Jahat?

Jawaban yang pasti ialah TIDAK. Roh-roh jahat menyerang umat Yesus dan tak seorangpun bebas dari godaan-godaan mereka; tidak juga Yesus, ketika Ia ada di dunia ! Tetapi kita adalah milik Kerajaan lain, dan anak-anak Allah. Kita adalah ciptaan baru, bait Roh Kudus (1 Kor.6:19;  2 Kor.5:17) dan roh jahat tidak dapat mengendalikan se-        seorang di mana Roh Kudus tinggal.

Meskipun begitu, jika orang percaya terus berdosa berat dan menolak mengakuinya, ia mungkin dicobai dan menyimpang dari jalan Tuhan, melalui pengaruh roh jahat. Roh-roh jahat bahkan mungkin mempunyai tempat berpijak dalam sebagian kepribadian seorang percaya, meskipun mereka tak sanggup memiliki orang tersebut sepenuhnya. Kita telah diselamatkan dari kuasa roh jahat, tetapi masih dapat dipengaruhi bila kita meninggalkan senjata Allah (Ef.6:13-18).

Saul, Raja Israel, diurapi oleh Roh Kudus dan dinubuatkan (1 Sam.10:1, 9-13), tetapi setelah tidak patuh kepada Allah dalam 1 Sam.15, ia tersiksa oleh roh jahat (1Sam.16:14), dan menunjukkan beberapa tanda dipengaruhi roh jahat: kemarahan yang membabi buta, sikap mau membunuh, dan ketakutan yang berlebihan.

Betapapun, kita dapat mengatakan dengan pasti bahwa orang percaya yang dipenuhi Roh Kudus :

dapat dikendalikan oleh Iblis.   (   )

dapat dicobai oleh Iblis , tetapi tidak “kerasukan”.    (   )

Jawaban:  Seorang anak Allah sejati dapat dicobai roh-roh jahat, tetapi tak pernah kerasukan.

 

KERAJAAN   ALLAH

 

Meskipun kita telah membahas banyak hal yang menakutkan, kita tak boleh melupakan fakta bahwa Tuhan Yesus Kristus mengalahkan Iblis di atas kayu salib, dan melepaskan tawanan-tawanannya (Luk.4:18-20;  Ef.1:20-22;  Kol.2:13-15;  Ibr.2:14-15). Yesus “Tatkala Ia naik ke tempat tinggi, Ia membawa tawanan-tawanan” (Ef.4:8). Dengan mengambil bagian dalam kejayaan-Nya, kita dapat maju terus, memperluas kemenangan Yesus.

 

Peperangan Rohani

Kerusakan terbesar yang kita lakukan kepada kerajaan Iblis ialah melalui perkabaran Injil ke seluruh dunia. Oleh karenanya, kita harus selalu ingat bahwa kita hidup dalam pertempuran dengan kuasa-kuasa gelap jika kita patuh kepada Allah dalam penginjilan. Supaya kita mendapat upah kemenangan dalam perang itu, kita harus:

*   Berdoa terus-menerus (bila perlu berpuasa).

*   Tak pernah berhenti mengabarkan Injil.

*   Patuh kepada Firman Allah dengan seksama.

Kita harus bertempur dalam hidup kita sendiri, mempersembahkan diri kita dalam doa setiap hari, sebagai persembahan yang hidup kepada Tuhan, dan menyucikan hidup kita dari pikiran-pikiran jahat dan tindakan-tindakan salah, dalam pertempuran tanpa henti sampai saat kematian kita.

Kita harus bertempur dalam rumahtangga kita, mencintai suami atau isteri dan anak-anak kita, membaca Firman Allah setiap hari, berdoa bagi setiap anggota keluarga agar mereka pun mempersembahkan diri mereka kepada Tuhan.

Kita harus bertempur di dalam jemaat, di mana Iblis bekerja paling giat (Why.12:12-17). Tindakan tegas dan terus-menerus diperlukan untuk membuatnya frustrasi. Ini dapat dilakukan bersama semua umat Allah, dengan saling mendoakan (Ef.6: 11, 12).

Kita harus bertempur dalam lingkungan, terutama pada kawasan-kawasan di mana dosa mengikat dan ada penolakan terhadap Injil. Inilah tempat di mana Jemaat, dalam doa dan puasa, harus menerobos, dan mengabarkan kemenangan Yesus dan kekalahan Iblis  (Why.2:13). Kita juga harus berdoa bagi pemerintah-pemerintah, bagi perdamaian, keadilan dan keterbukaan terhadap Injil  (1 Tim.2:1-7).

Pembebasan orang-orang dari pengaruh roh jahat adalah bagian dari tindakan Kerajaan Allah dalam kemenangannya atas Iblis. Kerajaan, kuasa dan kemenangan adalah milik Tuhan, bukan milik kita; jadi pelayanan ini juga milik Tuhan, bukan milik kita.

Setiap orang percaya, melalui kuasa yang diberikan oleh Yesus kepada para hamba-Nya, harus siap untuk menolong orang-orang yang disiksa oleh Iblis. Tetapi ini bukanlah pelayanan yang mudah dilaksanakan, dan dalam kasus-kasus yang berat, lebih baik mintalah bantuan dari orang-orang percaya yang sudah dewasa rohaninya ,yang terbukti telah berhasil dalam pekerjaan ini.

 

Dalam kasus apapun, sebelum mulai peperangan rohani, setiap orang percaya harus:

  • Mengakui dan membuang setiap dosa.
  • Berdoa dan berpuasa, bila mungkin bersama umat Yesus lainnya (Mark.9:29).
  • Meneguhkan kembali wewenang yang diberikan oleh Tuhan kepadanya: “Tanda-tanda ini akan menyertai orang-orang yang percaya: mereka akan mengusir setan-setan demi Nama-Ku, mereka akan berbicara dalam bahasa-bahasa yang baru bagi mereka…”;  Kristus telah memberikan kuasa kepada jemaat-Nya: “alam maut tidak akan menguasainya”. (Mat.16:19;  Mark.16:15-20; Luk.10:10; 11:21, 22;  Rom.8;  1 Kor.2:14;  2 Kor10:3-5; Kol.2:15;  Why.18,  dll.).
  • Merendahkan diri di hadapan Allah, pasrah hanya kepada kuasa-Nya.
  • Memuliakan Tuhan sebagai Allah Yang Berdaulat dan Mahakuasa.
  • Berdoa dan memohon perlindungan Tuhan.
  • Mengenakan semua senjata Allah.

Senjata  Rohani  Kita  

 

Tuhan telah menyediakan perlindungan rohani bagi anak-anak-Nya, untuk pertempuran rohani mereka. Untuk menghadapi Iblis dan tuan-tuan rumahnya, kita harus dikuatkan dalam kuasa Allah, tidak mengandalkan kemampuan kita sendiri, dan memakai semua senjata yang telah disediakan oleh-Nya.

 

Bacalah Efesus 6:10-20.

 

1.   Ikat pinggang kebenaran.

Ikat pinggang menahan pakaian dan senjata di tempat yang semestinya. Sebagai anak-anak Allah, kita harus mempersiapkan diri dengan kebenaran, dan mengikuti Dia yang berkata : “….Akulah kebenaran…”.

Ini berarti menjadi tulus dan jujur tentang iman kita, menyingkirkan segala dusta dan kemunafikan dalam hidup kita, karena dusta membuka pintu bagi setan, yang adalah bapa segala kebohongan.

2.  Bajuzirah (pelindungdada) kebenaran .

Pelindung dada melindungi organ-organ vital. Jadi, sebagai orang percaya, kita harus melindungi hati kita dengan “kebenaran”, yaitu dengan kejujuran dan perilaku yang baik. Lebih lanjut, jemaat harus memimpin serangan melawan ketidakadilan dari dunia ini (Yak.2:1-9;  5:1-11;  Amos 2:4-8; 3:9-19; 4:1-5;  5:6-15).                                          

3.  Kaki berkasutkan kerelaan untuk memberitakan Injil damai sejahtera;

ke setiap tempat, dan setiap waktu. Ini akan membawa damai dan mengusir kemarahan dan kekerasan. Ini berarti juga memelihara perdamaian dan kesatuan diantara orang-orang percaya (Mat.5:9;  Ef.4:1-6).

4.   Perisai iman.

Perisai adalah pelindung yang dapat dibawa kemana-mana yang melindungi seluruh tubuh, dan dilapisi kulit yang menahan panah berapi. Jadi, dengan iman, kita dilindungi terhadap panah rohani yang terbakar yang dikirimkan kepada kita oleh Iblis. Dengan iman, kita melindungi diri kita dan semua milik kita; jemaat, suami atau isteri, anak-anak, pekerjaan/usaha, dll.

5.   Ketopong keselamatan.

Ketopong (helm) melindungi kepala. Jadi,  jika Iblis menghujani kita dengan pikiran-pikiran tentang ketakutan, kebencian, kecurigaan, rasa tertekan dan kurang kepercayaan, dll., pelindung kita adalah keselamatan kita. Dalam Yesus kita mendapat pengampunan sepenuhnya atas dosa-dosa kita di masa lalu, dan kekuatan  untuk mengatasi godaan di masa datang. Juga sejak kemenangan Yesus di salib, Iblis, “penuduh” kita, tak dapat lagi menuduh kita di hadapan Allah (Luk.10:18).

6.   Pedang dari  Roh, yaitu Firman Allah.

Pedang adalah senjata baik untuk menyerang maupun untuk pertahanan. Demikian juga dengan Firman Allah kita dapat melindungi diri dari konsep-konsep palsu dan menyerang iblis dengan kebenaran, seperti yang dilakukan oleh Yesus dengan sangat berhasil, ketika Ia mengalahkan Iblis di padang gurun (Mat.4:1-11). Kita harus belajar menggunakan senjata ini,  yaitu mengerti Alkitab dan patuh pada nasehatnya agar kita dapat hidup dengan cara yang menghormati Allah.

7.   Pada senjata ini, kita harus menambahkan doa yang terus-menerus, khusus, dan bersemangat, bagi kita sendiri, bagi jemaat, dan bagi perluasan Injil dari Kerajaan Allah.             

Garisbawahilah tujuh kegiatan yang cocok dengan senjata Allah (hati-hati; ada tiga yang palsu !):

a.   Selalu mengatakan yang sebenarnya.

b.  Mendapat pendidikan yang lebih baik

c.  Hidup penuh kebenaran dan adil.

d.  Berbagi Injil Yesus dengan orang lain.

e.  Mempunyai iman dalam Tuhan jika mengalami kesengsaraan.

f.  Mempunyai gedung yang indah untuk kebaktian.

g.  Percaya bahwa kita diselamatkan karena iman dalam Yesus.

h.  Menahan godaan melalui Firman Allah.

i.   Terus berdoa .

j.  Memberi jemaat peraturan-peraturan yang jelas.

Jawaban:  a, c, d, e, g, h, i   yang benar.

Kemenangan  Dalam  Yesus

Sebelum memberi pelayanan bagi pembebasan rohani, sebaiknya kita mengetahui kemungkinan-kemungkinan yang menjadi sebab timbulnya masalah-masalah pada orang itu. Dalam wawancara, dapatkan sejarah  hidup mereka, singkat dan umum, terutama tentang:

  • Keterlibatan, meski tidak langsung, dengan ilmu gaib, termasuk keterlibatan seksual dengan orang yang mempraktekkan ilmu gaib itu.
  • Jika ada hubungan dengan suatu agama palsu, perkumpulan kebatinan, dll…

 

Ada beberapa tingkat pelepasan yang berbeda :

  • Pelepasan pribadi.
  • Pelepasan orang-orang yang dikuasai oleh roh-roh jahat.
  • Pelepasan orang-orang yang kerasukan roh-roh jahat.

Dalam semua kasus, orang-orang itu pasti ingin dibebaskan, dan percaya bahwa Tuhan Yesus Kristus mempunyai kuasa untuk melakukannya.

Jika seseorang tidak mau mengaku dan tak mau berpaling dari dosa, ia tidak dapat dibebaskan. Juga, banyak sikap, seperti dendam dan menolak untuk memaafkan orang-orang lain adalah halangan bagi pelepasan.

 

Pelepasan  Pribadi

Kadang-kadang, orang-orang dapat mematahkan sendiri ikatan setan, dengan kuasa yang diberikan oleh Tuhan Yesus.

Anda dapat membimbing orang itu mengambil langkah-langkah berikut:

 

1.  Dalam iman menyerahkan seluruh jiwa raga kepada Kristus, mengakui dengan setiap aspek kemanusiaan mereka Ketuhanan Kristus.

2.  Mengakui dan meninggalkan dosa dan godaan yang selama ini sulit untul ditolak olehnya.

3.  Mengambil wewenang dan kuasa yang mereka miliki untuk menjadi milik Yesus, dan memerintah roh yang mereka rasa ada dalam diri mereka, untuk pergi. Ini dapat dilakukan dengan doa sederhana, seperti “Dalam nama Yesus, aku memerintahmu, roh (ketakutan, homoseksualitas, dll.) untuk pergi dan menjauh dari  kehidupanku”.

4.  Menghancurkan semua benda yang berhubungan dengan dosa yang sedang dilawan olehnya, terutama benda-benda dan buku-buku ilmu gaib.

Catatan :  Jika anda sendiri mempunyai masalah di bidang ini, anda dapat mengambil langkah-langkah ini.

Pelepasan Orang-orang Yang Dikuasai Oleh Roh-roh Jahat :

Menderita tekanan karena roh-roh jahat lebih umum dari pada kerasukan setan, dan dapat terjadi dalam serangan-serangan di bidang-bidang khusus kehidupan, seperti banyak jenis penyakit, obsesi dan gangguan-gangguan seksual, dorongan untuk mencuri atau berdusta, dll.

Dalam kasus-kasus demikian, jika orang yang mengalami penderita tersebut telah mengenali bidang yang penuh kesulitan (bermasalah) dalam hidupnya :

  • Tolonglah orang tersebut untuk menyesali dosanya dan mohon ampun dan pelepasan dari Tuhan.
  • Tolonglah orang tersebut untuk mengambil langkah bagi pelepasan pribadi; orang yang menderita itu harus terlebih dulu berdoa pribadi – pernyataan pelepasan:  “Aku adalah milik Yesus. Yesus Kristus telah menebusku dengan

Darah-Nya. Aku memerintahkan setiap roh jahat untuk  meninggalkan aku, dalam nama Yesus. Amin.”

  • Perintahlah roh jahat yang menekan itu untuk membebaskan orang dari bebannya. “Dalam nama Yesus, aku perintahkan, hai roh jahat, untuk meninggalkan (nama) ….  , dan menjauh dari kehidupannya”.
  • Berdoalah agar orang itu dipenuhi Roh Kudus dan sanggup melawan usaha apapun yang dilakukan roh jahat untuk menekannya lagi di masa mendatang.

Dalam kasus-kasus penderitaan seperti ini, mungkin tak tampak perwujudan roh jahat tetapi jelaskan hal ini kepada orang yang bersangkutan, yang melalui imannya harus benar-benar percaya akan pembebasannya, dan menolak usaha apapun dari setan untuk menaburkan kebimbangan dalam hidupnya.

Pelepasan  Orang-orang  Yang  Kerasukan Roh-roh Jahat:

Pelayanan ini membutuhkan latihan dalam iman yang kokoh dan kuasa dalam Kristus. Karena itu, bila anda tidak mempunyai pengalaman dalam hal ini, kami sarankan anda tidak mengambil risiko bekerja sendiri.

Untuk tugas ini :

  • Harus ada sebuah tim yang terdiri dari dua sampai lima orang percaya, dan paling sedikit seorang di antaranya berjenis kelamin sama dengan si penderita/korban.
  • Kelompok itu harus mempunyai pemimpin yang pasti, yang lain mendukung dalam doa dan nasehat.
  • Pembebasan itu harus dilaksanakan secara pribadi, sebab kadang-kadang dibutuhkan doa berjam-jam lamanya, dan beberapa tahap, sebelum berhasil mengusir roh-roh jahat.

Kuasa orang percaya atas Iblis tidak terletak pada upacara dan formula, tetapi lebih pada siapa dia, seorang hamba Allah dan seorang anak Allah yang hidup. Nama Yesus harus disebut, bukan sebagai mantra, tetapi karena Iblis akan mengakui kekalahan hanya dari Dia. Kita hanyalah alat-Nya.

Dalam menghadapi Iblis, orang yang menyebut nama Yesus harus percaya akan kekuasaan mutlak dari Raja segala raja dan diyakinkan secara mutlak pula bahwa Yesus dapat mengalahkan Iblis.

Untuk membebaskan seseorang yang kerasukan roh-roh jahat, langkah-langkah berikut ini biasa dilakukan :

 

1.   Mengidentifikasi roh-roh jahat: 

jika jelas bahwa roh-roh jahat itu berbicara melalui korban, perintahlah mereka menyebut nama mereka. Anda dapat berkata, misalnya: “ Roh jahat, aku memerintahmu dalam nama Yesus untuk menyebutkan namamu”.  Ia mungkin akan menjawab, misalnya, “Namaku ialah Kebencian” atau suatu nama lain. Kadang-kadang mereka menyebut nama dalam bahasa asing, dan dalam kasus ini, mintalah terjemahan dalam bahasa anda. Jika si korban cukup terkendali dan sanggup berbicara dengan anda, JANGAN berbicara dengan roh jahat.

Kadang-kadang roh jahat membuat kegaduhan, untuk mengalihkan perhatian, atau membuat takut mereka yang datang untuk mengusir mereka. Pada kasus begini, dalam nama Yesus perintahkan roh jahat  untuk diam dan tidak melukai siapapun (Mark.1:34).

 

2.   Usirlah roh-roh jahat.

Anda harus memanggil langsung roh jahat tersebut, dan dengan menggunakan kuasa yang dilimpahkan kepada anda oleh Yesus, berikan tiga perintah :

  • Bahwa roh jahat tidak akan menyakiti siapapun ataupun masuk ke dalam diri orang lain.
  • Bahwa roh jahat akan meninggalkan korban.
  • Bahwa ia akan pergi ke tempat yang disediakan Allah baginya, dan tak akan pernah kembali lagi.

Seperti telah dikatakan, tak ada formula/cara khusus, tetapi karena kita mungkin akan gugup karena peristiwa itu, ada baiknya jika kita menghafal ungkapan-ungkapan seperti:

“Roh jahat, dalam Nama Yesus, aku mengikatmu dan mematahkan kekuasaanmu, aku perintahkan kepadamu untuk meninggalkan. (sebutlah nama korban), bahwa engkau tak akan menyakiti siapapun, dan bahwa kau pergi ke tempat yang telah disediakan bagimu, tak pernah kembali lagi”.

Roh jahat mungkin akan melawan, maka perintah harus diulangi bila perlu sesering mungkin. Sekali saja roh jahat itu menyadari bahwa kita yakin akan kuasa Yesus, ia akan pergi.

Beberapa roh jahat lebih sulit diusir dari pada yang lain (Mark.9:29), maka perlu iman yang lebih besar dan doa yang lebih banyak.

Jika roh jahat pergi sering terjadi reaksi. Korban mungkin jatuh dan menjerit, namun kemudian datang kedamaian yang manis (Mark.9:26). Mantan korban itu mungkin akan merasa kelelahan sesudah pertarungan.

Jika anda tidak yakin apakah roh jahat telah pergi, anda dapat berkata: “Jika ada roh jahat di sana, aku  perintahkan kepadamu dalam nama Yesus untuk meninggalkan….(nama)……”

Sekali-sekali ada roh jahat yang tidak ingin patuh. Dalam kasus begini, anda dapat memanggil Tuhan, “Yesus, di sini ada roh jahat yang melawan-Mu dan jemaat-Mu. Uruslah dia.”  Doa dan pujian dapat diintensifkan sampai ia pergi.

 

3.   Memulihkan mantan korban: Tugas tidak selesai pada saat roh jahat

pergi. Tujuannya ialah memulihkan sepenuhnya orang tersebut, agar roh jahat tidak dapat kembali (Mark.9:25;  Mat.12:43-45).

Hanya Yesus yang dapat mengisi tempat kosong yang telah ditinggalkan oleh roh jahat, dan kita harus menerangkan Injil kepada mantan korban itu serta mengajaknya menerima Yesus dalam hidupnya.

Biasanya, orang-orang itu harus dibimbing ke dalam doa pengakuan dosa, meninggalkan ilmu gaib dan setiap jenis kontak dengan sihir.

Berikutnya, berdoa agar Roh Kudus memenuhi orang itu sepenuhnya, memberikan penekanan khusus pada daerah-daerah (aspek-aspek) di mana roh jahat menimbulkan masalah. Misalnya, jika itu roh ketakutan, kita dapat minta secara khusus agar mereka memiliki iman, dan mempercayakan semuanya dalam Yesus.

Orang itu sendiri, sebagai penolakan, harus menghancurkan semua benda dan buku yang berhubungan dengan ilmu gaib dan sihir.

Penting untuk menangani sebab-sebab yang memungkinkan masuknya roh-roh  jahat, agar mereka tak dapat kembali. Sering, orang itu perlu meninggalkan dosa-dosa tertentu, dan mengampuni mereka yang telah berbuat salah kepadanya (mungkin ada orang-orang tertentu, seperti orangtua yang kejam, dll.).

Orang yang sudah dibebaskan oleh Tuhan membutuhkan nasehat dan pertolongan orang lain untuk hidup sebagai orang percaya , dan digabungkan ke dalam jemaat, di mana ia mendapat pengajaran, persahabatn, dorongan dan penerimaan.

Setelah menolong mereka yang dikuasai atau kerasukan roh-roh jahat, kita harus memberikan pujian kemuliaan kepada Allah. Tuhan kita Yesus berkata, “Namun demikian janganlah bersukacita karena roh-roh itu takluk kepadamu, tetapi bersukacitalah karena namamu ada terdaftar di sorga.” (Luk.10:20)

 

Tugas   Praktek

1.  Pelajarilah seluruh isi buku pelajaran ini sebaik-baiknya, agar anda dapat melayani mereka yang dikuasai Iblis.      

2.  Kemudian ajarkan pelajaran ini kepada orang-orang percaya yang dewasa rohaninya, dengan siapa anda dapat membentuk tim untuk melaksanakan pelayanan ini.

3.  Berdoalah bagi lingkungan anda, mohon kepada Tuhan untuk memusnahkan semua kekuatan jahat yang mempengaruhinya.

4.  Berdoalah bagi jemaat, lokal maupun di seluruh dunia, agar Injil Kerajaan Allah disebarluaskan ke seluruh dunia.

5.  Jika anda menjumpai kasus-kasus penderitaan karena roh jahat, pastikanlah mempraktekkan pelayanan pelepasan ini.

* Diterjemahkan dan diproduksi oleh Terang Nusa, dengan ijin dari “Train & Multiply”, SEAN, Casilla 61, Vina del Mar, Chile.

Baca juga:

1 Comment

  1. Amin…Puji Tuhan sangat diberkati… :)
    teruslah berjuang dengan mengandalkan Kuasa Tuhan Yesus,Amin.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *