Bagaimana Bergaul dengan Orang yang Berbeda Tempramen

APA ITU TEMPERAMEN

Temperamen adalah kombinasi sifat-sifat yang kita warisi dari orang tua kita. Tidak ada seorang pun yang tahu di mana letak temperamen, tetapi tampaknya ia ada di suatu tempat dalam pikiran atau pusat emosi (sering dirujuk sebagai hati). Dari sana, bersama-sama dengan ciri-ciri manusia lainnya, dihasilkan penampakan dasar. Sebagian besar dari kita lebih menyadari ekspresinya daripada fungsinya.

Temperamen seseorang membuat ia ramah dan ekstrover, atau murung dan introver. Temperamen mendorong sebagian orang menyukai seni dan musik, sementara yang lain menyukai olahraga atau industri. Anak-anak yang lahir dari orang tua yang sama mungkin memunyai temperamen yang berbeda sama sekali (saya pernah bertemu musisi terkenal yang saudara kandungnya tidak tahu nada).

Temperamen bukanlah satu-satunya hal yang memengaruhi perilaku kita. Keluarga, pendidikan, jenis kelamin, dan motivasi juga besar pengaruhnya terhadap tindakan-tindakan di sepanjang hidup kita. Akan tetapi, temperamen mendominasi hidup kita tidak hanya karena ia memengaruhi kita pada awalnya, tetapi sebagaimana struktur tubuh, warna mata, dan ciri fisik lainnya, temperamen juga bersifat menetap dalam kehidupan kita. Seorang ekstrover tetap seorang ekstrover. Mungkin dia bisa mengurangi ekspresi ekstrovernya, tetapi dia akan selalu merupakan seorang yang ramah. Demikian juga, meskipun seorang introver dapat hilang sifat pemalunya dan bertindak lebih agresif, dia tidak akan pernah berubah menjadi ekstrover.

Temperamen menjadi garis pedoman perilaku setiap orang — pola-pola yang akan memengaruhi seseorang sepanjang hidupnya. Pada satu sisi adalah kekuatannya, dan di sisi lain adalah kelemahannya. Manfaat utama mempelajari empat temperamen dasar adalah untuk menemukan kekuatan dan kelemahan kita yang paling nyata, sehingga dengan pertolongan Allah kita dapat mengatasi kelemahan dan memanfaatkan kekuatannya. Dengan demikian, kita dapat mencapai tujuan hidup kita secara maksimal.

Temperamen, yang diturunkan melalui gen, jelas dipengaruhi oleh kejatuhan Adam. Itulah mengapa kita semua memunyai keinginan untuk melakukan yang baik, sementara pada saat yang sama memunyai dorongan untuk melakukan yang jahat. Rasul Paulus merasakan hal tersebut ketika menulis, “Sebab kehendak memang ada di dalam aku, tetapi bukan hal berbuat apa yang baik. Sebab bukan apa yang aku kehendaki, yaitu yang baik, yang aku perbuat, melainkan apa yang tidak aku kehendaki, yaitu yang jahat, yang aku perbuat. Jadi jika aku berbuat apa yang tidak aku kehendaki, maka bukan lagi aku yang memperbuatnya, tetapi dosa yang diam di dalam aku.” (Rm. 7:18-20)

Paulus membedakan antara dirinya dan kekuatan yang tidak dapat dikendalikan yang ada dalam dirinya dengan menyatakan, “Bukan lagi aku yang melakukannya, tetapi dosa yang diam di dalam aku.” “Aku” dalam pribadi Paulus adalah jiwa, kehendak, dan pikiran manusia. “Dosa” yang tinggal di dalam dirinya adalah sifat manusia yang dia (seperti halnya semua manusia) warisi dari orang tuanya. Bagian dari sifat manusia itu adalah temperamen. Dalam hal ini, kemungkinan besar Paulus bertemperamen kolerik-melankolik. Dan meskipun Roh Kudus membuat banyak perubahan di dalam hidupnya, kemauannya yang kuat dan kecerdasannya yang tidak diragukan terlihat jelas dalam sepanjang hidupnya.

Sifat dasar yang kita warisi dari orang tua kita, oleh firman Tuhan disebutkan dengan banyak istilah, misalnya “manusia alami”, “daging”, “manusia lama”, dan “daging yang binasa”. Sifat dasar inilah yang menghasilkan dorongan-dorongan dasar dalam diri kita sementara kita memuaskan keinginan kita. Untuk memahami dengan tepat sifat dasar yang mengendalikan tindakan dan reaksi kita, maka kita harus membedakan antara temperamen, karakter, dan kepribadian.

Temperamen adalah kombinasi sifat-sifat bawaan sejak lahir yang di bawah sadar memengaruhi perilaku manusia. Sifat-sifat tersebut dibentuk secara genetis dalam basis bangsa, ras, jenis kelamin, dan faktor keturunan lainnya yang diturunkan lewat gen. Beberapa psikolog menyatakan bahwa kita mungkin mendapatkan gen dari kakek nenek kita sebanyak gen dari orang tua kita. Itulah mengapa beberapa anak-anak lebih mirip dengan kakek nenek mereka daripada dengan orang tua mereka. Penyebaran sifat-sifat temperamen tidak dapat diperkirakan sama seperti warna bola mata dan ukuran tubuh.

Karakter adalah diri Anda yang sebenarnya. Alkitab menyebutnya sebagai “manusia batiniah yang tersembunyi”. Karakter merupakan temperamen yang telah diubah karena masa kanak-kanak, pendidikan, sikap dasar, kepercayaan, prinsip-prinsip, dan motivasi. Kadang-kadang karakter disebut “jiwa”, yang terdiri dari pikiran, emosi, dan kehendak.

Kepribadian adalah ekspresi luar dari diri kita, yang bisa sama atau tidak sama dengan karakter kita, tergantung pada seberapa asli kita. Kepribadian sering kali merupakan bagian luar yang tampak menyenangkan dari karakter yang tidak menyenangkan atau yang lemah. Tindakan kebanyakan orang sebagian didasarkan pada pemikiran mereka tentang “bagaimana seharusnya seseorang menjadi”, dan bukan berdasarkan “siapa diri mereka yang sebenarnya”. Itulah penyebab kekacauan mental dan spiritual. Hal itu disebabkan karena keinginan seseorang mengikuti pendapat kebanyakan orang tentang perilaku yang dapat diterima. Alkitab mengatakan kepada kita, “Manusia melihat apa yang di depan mata, tetapi TUHAN melihat hati,” dan “Dari hati manusia terpancarlah kehidupannya.” Tempat untuk mengubah perilaku adalah di dalam diri seseorang, bukan di luar dirinya.

Sebagai kesimpulan, temperamen adalah kombinasi sifat-sifat yang kita miliki sejak lahir; karakter adalah temperamen kita yang telah “diubah”; dan kepribadian adalah “wajah yang kita tunjukkan kepada orang lain”. Dari ketiganya, temperamenlah yang paling besar pengaruhnya terhadap perilaku kita.

 

Menemul Empat Temperamen

Intisari teori temperamen pada mulanya diciptakan oleh Hippocrates lebih dari dua ribu empat ratus tahun yang lampau, yang membagi manusia menjadi empat golongan dasar, yang ia namai: Sanguinis, Kholeris, Melankolis, dan Phlegmatis. Masing?masing tipe temperamen memiliki kekuatan dan kelemahan yang membentuk suatu bagian yang nyata dari pribadinya sepanjang hidup ini. Sekali seseorang mendiagnosa temperamen dasar yang ada dalam dirinya, ia diperlengkapi secara lebih baik untuk mengetahui dengan pasti bidang pekerjaan apa yang paling cocok bagi dia dan kelemahan apa yang harus ia usahakan supaya tidak memotong potensi dan kreativitas yang dimilikinya.

Gambaran singkat dari empat temperamen dasar berikut ini akan memperkenalkan kepada Anda empat tipe manusia yang berbeda. Anda pasti akan mengenal bahwa beberapa dari sahabat Anda termasuk dalam salah satu dari klasifikasi berikut ini dan bila Anda melihat dengan seksama, Anda bahkan akan menemukan salah satu yang akan mengingatkan Anda akan diri Anda sendiri.

SPARKY SI SANGUINIS

Sparky si Sanguinis adalah pribadi yang hangat, meluap?luap, bersemangat dan bersifat “menikmati.” Karena ia memiliki sifat yang mudah menerima, kesan kesan luar dengan mudah masuk ke dalam hatinya, yang mana itu dapat menghasilkan ledakan tanggapan. Perasaannya, bukan pemikiran hasil renungan, yang dominan dan menentukan keputusan yang ia ambil. Sparky adalah pribadi yang begitu ramah sehingga ia biasanya dianggap super ekstrovert. Tuan Sanguinis memiliki kemampuan yang luar biasa untuk menikmati dirinya dan biasanya menularkan rohnya yang suka kesenangan. Begitu ia memasuki ruangan, ia cenderung untuk mengobarkan semangat setiap orang yang hadir melalui kata?katanya yang riang. la seorang pendongeng yang mempesona dan sifatnya yang hangat, emosional hampir membuat pengalaman itu menjadi hidup bagi Anda sementara ia menceritakannya.

Tuan Sanguinis tidak pernah kekurangan sahabat. la benar?benar dapat merasakan sukacita dan kesedihan orang yang ia temui dan memiliki kemampuan untuk membuat dirinya merasa penting sepertinya ia seorang sahabat yang sangat istimewa, selama ia masih memandang Anda. Selanjutnya, ia akan memusatkan pandangannya dengan intensitas yang sama kepada orang berikutnya yang ia temui.

Rasul Petrus dalam Alldtab memilili sifat seperti Sparky si Sanguinis. Dalam Injil setiap kali muncul, ia berbicara. Bahkan saya membaca seluruh Injil sekaligus untuk mernbuktikan kecurigaan saya dan menemukan bahwa Simon Petrus lebih sering berbicara dibandingkan semua murid lain bersama?sama. Inilah ciri khas Sparky. Seperti kata rekan pendeta saya, Ken Poure yang bertemperamen Sanguinis, “Seorang Sanguinis senantiasa masuk ke ruangan dengan mulutnya terlebih dahulu.” Gayanya yang gaduh, bersuara keras, ramah, membuatnya tampak percaya diri lebih daripada ycing sebenamya, namun energi dan wataknya yang memikat menyebabkan ia harus menempuh jalan yang kasar dalam kehidupan. Orang?orang berdalih untuk menutupi kelemahannya dengan mengatakan, “Memang ia seperti itu.”

ROCKY Sl KHOLERIS

Rocky si Kholeris adalah seseorang yang panas, cepat, aktif, praktis, berkemauan
keras, mandiii, dan sangat independen. la cenderung bersikap teqas dan berpendirian keras, mudah mengambil keputusan bagi dirinya sendiri dan orang lain. Seperi Sparky si Sanguinis, Rocky si Kholeris adalah orang yang ekstrovert, namun tidak begitu kuat.

Tuan Kholeris menyukai aktivitas. la tidak perlu dirangsang oleh lingkungannya, tetapi merangsang lingkungannya melalui ide?idenya yang tidak pernah berakhir, rancangan, sasaran, dan ambisinya. la tidak terlibat dalam kegiatan yang tidak memiliki tujuan karena ia memiliki pemikiran yang praktis, jernih, mampu membuat keputusan yang baik saat itu juga atau merencanakan proyek yang berguna. la tidak bimbang di bawah tekanan pemikiran orang lain, tetapi mengambil posisi yang tegas atas suatu hal tertentu dan seringkali ditemukan berkampanye menentang beberapa ketidakadilan sosial atau situasi yang subversif. Rocky tidak gentar terhadap lawan, bahkan lawan tersebut cenderung untuk mendorong dia. Ketetapannya yang mantap membuat ia berhasil dalam bidang di mana orang lain gagal.

Emosi Tuan Kholeris merupakan bagian temperamennya yang paling seikit berkembang. la tidak dengan mudah bersimpati kepada orang lain, juga ia tidak secara alamiah menunjukkan atau mengekspresikan belas kasihannya. la seringkali merasa malu atau jijik melihat air mata orang lain dan biasanya tidak peka terhadap kebutuhan mereka. la memancarkan sedikit penghargaan terhadap musik dan kesenian yang murni, kecuali temperamen bawaannya yang kedua adalah melankolis. la senantiasa mencari nilai?nilai yang bermanfaat dan produktif dalam kehidupan. Karena tidak memiliki kecenderungan untuk menganalisa, tetapi perkiraan berdasarkan intuisi, orang Kholeris cenderung memandang pada sasaran untuk apa ia bekerja tanpa menyadari jebakan dan rintangan yang menghadang di jalan. Sekali telah mulai bekerja untuk mencapai sasaran yang telah ditetapkannya, ia dapat memperlakukan orang?orang yang menghalangi dengan kasar. la cenderung untuk bersikap dominan dan menjadi bos dan tidak ragu?ragu memakai orang?orang untuk mencapai tujuan akhir. Ia seringkali dianggap seorang oportunis.

MARTIN SI MELANKOLIS

Martin si Melankolis adalah yang paling kaya di antara semua temperamen. Ia adalah tipe yang analitis, suka berkorban, berbakat, perfeksionis dengan sifat yang sangat sensitif, Tidak ada yang dapat lebih menikmati kesenian murni daripada si Melankolis. Menurut sifatnya ia cenderung introvert, namun karena didominasi perasaan, ia cenderung memiliki suasana hati yang beraneka ragam. Kadang?kadang suasana hati ini mengangkatnya ke puncak sukacita yang luar biasa yang menyebabkan ia bersikap lebih ekstrovert. Meskipun demikian, saat lainnya ia akan murung dan tertekan dan pada masa masa seperti ini ia menarik diri dan menjadi agak antagonis.

Martin adalah sahabat yang setia, namun tidak seperti Sanguinis, ia tidak dengan mudah memiliki sahabat. la jarang bergerak maju untuk menemui orang?orang, melainkan membiarkan orang?orang itu menemui dia. Mungkin di antara semua temperamen, ia yang paling dapat diandalkan karena kecenderungannya yang perfeksionis dan bersungguh?sungguh tidak mengizinkan dia untuk melalaikan kewajiban atau membuat orang lain terjerumus ketika mereka bergantung kepada dia. Keseganannya untuk mendorong dirinya maju ke depan seringkali dianggap sebagai indikasi bahwa ia tidak menyukai orang, Seperti selebihnya dari kita ia tidak hanya menyukai orang lain, namun juga memiliki keinginan kuat untuk dikasihi oleh mereka, tetapi sulit mengekspresikan perasaannya yang sebenarnya. Pengalaman?pengalaman yang mengecewakan menyebabkan ia enggan untuk begitu saja menerima orang, jadi ia cenderung bersikap curiga ketika orang lain mencari atau menunjukkan perhatian terhadap dia.

Kemampuan analitisnya yang luar biasa menyebabkan mampu mendiagnosa secara akurat halangan dan bahaya dalam setiap proyek di mana ia mengambil bagian. Ini sangat berbeda dengan Kholeris yang jarang mengantisipasi masalah atau kesulitan, namun yakin bahwa ia dapat mengatasi krisis apa pun yang mungkin muncul. Karakteristik seperti ini seringkali membuat si Melankolis segan memulai beberapa proyek baru atau terlibat dalam konflik dengan mereka yang bermaksud melakukannya. Kadang?kadar)g di tengah?tengah suasana emosional yang penuh sukacita atau inspirasi, ia menghasilkan beberapa karya seni atau karya yang jenius. Namun prestasi ini seringkali diikuti masa depresi yang berat.

Martin si Melankolis biasanya menemukan makna yang terbesar dalam kehidupan melalui pengorbanan pribadi. la tampaknya ingin membuat dirinya menderita dan ia seringkali memilih sebuah bidang
pekerjaan yang menuntut pengorbanan pribadi yang besar. Namun sekali memilih, ia cenderung bersungguh?sungguh dan tekun dalam memburu sasaran dan kemungkinan besar akan menyelesaikannya dengan baik bila kecenderungannya untuk mengeluh ketika melewati proses pengorbanan tidak membuatnya demildan tertekan sehingga ia akhimya menyerah. Tidak ada temperamen yang memiliki demikian banyak
potensi alamiah selain Melankolis bila diberi kekuatan oleh Roh Kudus.

PHILIP SI PHLEGMATIS

Philip si Plegmatis adalah seorang yang tenang, gampangan, tidak pernah merasa terganggu dengan suatu titik didih yang demikian tinggi sehingga ia hampir tidak pernah marah. la adalah tipe orang yang paling mudah diajak bergaul dan secara alamiah ia orang yang paling menyenangkan di antara semua temperamen.

Philip si Phlegmatis memperoleh namanya dari apa yang menurut pemikiran Hippocrates adalah cairan tubuh yang menghasilkan “temperamen yang tenang, dingin, lamban, seimbang.” Hidup bagi dia adalah sebuah pengalaman yang menggembirakan, menyenangkan, namun tanpa gairah di mana ia sedapat mungkin menghindari keterlibatan. la demikian tenang sehingga ia tampak tidak pernah merasa gelisah, bagaimanapun keadaan di sekeliling dia. la adalah sebuah tipe temperamen yang konsisten setiap saat Anda melihatnya. Di balik pribadinya yang dingin, pendiam, hampir malu?malu, Tuan Phlegmatis memiliki suatu kombinasi kemampuan. la dapat lebih merasakan emosi yang muncul di permukaan dan menghargai kesenian mumi dan hal?hal yang indah dalam kehidupan. Biasanya ia menghindari kekerasan.

Pribadi Phlegmatis tidak kekurangan sahabat, karena ia menyenangi orang?orang dan memiliki rasa humor yang kering. Ia adalah tipe pribadi yang dapat membuat kerumunan orang “tertawa terbahak?bahak,” namun ia tidak pemah memperlihatkan senyum. Karena memiliki kemampuan yang unik untuk melihat sesuatu yang menggelikan dalam diri orang lain dan dalam hal?hal yang mereka kerjakan, ia memiliki pendekatan yang positif terhadap hidup ini. la memiliki pikiran yang bagus, kuat., dan mampu menjadi seorang peniru yang baik.

Phil si Phlegmatis cenderung menjadi penonton dalam kehidupan dan berusaha tidak terlibat dalam kegiatan yang dilakukan orang fain. Bahkan ia merasa amat segan bila dimotivasi untuk terlibat dalam kegiatan dalam bentuk apa pun juga yang melampaui kerutinannya setiap hari. Meskipun demikian, ini tidak berarti bahwa ia tidak mampu menghargai tindakan dan kesulitan orang lain. la dan Rocky si Kholeris mungkin menghadapi ketidakadilan sosial yang sama, namun tanggapan mereka akan benar?benar berbeda. Semangat berkampanye si Kholeris akan menyebabkan ia mengatakan, “Mari kita mengorganisir sebuah panitia, kampanye dan bertindak!” Si Plegmatis akan memberikan respons, “Keadaan buruk sekali! Mengapa tidak ada orang yang bertindak?” Biasanya karena ‘ baik hati dan simpatik, Phil si Phlegmatis jarang mengutarakan perasaannya yang sebenamya. Meskipun demikian, sekali ia bangkit untuk bertindak, kecakapannya dan sifatnya yang efisien menjadi nampak. la tidak akan dengan sukarela menawarkan dirinya untuk memimpin, namun bila ia dipaksa, ia terbukti menjadi seorang pemimpin yang sangat cakap. la memiliki sifat yang mendamaikan orang lain dan ia seorang pendamai yang alami.

Sekarang setelah secara ringkas Anda berkenalan dengan empat temperamen dasar, Anda harus mempelajari bagan di atas, yang mencakup sepuluh kekuatan dan sepuluh kelemahan masing?masing temperamen.

RINGKASAN: YANG MANAKAH ANDA?

Sekarang Anda sudah mengerti! Dalam halaman berikut ini, kami telah mempresentasikan teori empat
temperamen dasar yang sudah berabad?abad lamanya. Saya katakan dasar karena tidak seorang pun yang 100 persen Sanguinis, Kholeris, Melankolis, atau Phlegmatis. Kita semua merupakan kombinasi sekurang?kurangnya dua atau mungkin tiga temperamen.

Akan tetapi, temperamen dasar Anda, temperamen yang paling mempengaruhi Anda, tidak terlalu sulit didiagnosis. Cukup ajukan beberapa pertanyaan kepada diri sendiri sambil melihat ilustrasi berikut ini.

Sanguinis Kholeris Melankolis Phlegmatis

1. Apakah Anda orang yang ekstrovert? Jika ya, temperamen Anda yang utama adalah sanguinis atau kholeris.
2. Bila jawaban terhadap No. 1 adalah “ya”, tanyailah diri Anda, “Apakah saya cenderung untuk superekstrovert? Yaitu Anda biasanya adalah orang pertama yang berbicara? bila ya, Anda adalah seorang Sanguinis.
3. Bila jawaban terhadap No. 1 adalah “ya”, tanyailah diri Anda apakah Anda tipe seorang salesman yang baik. Bila ya, temperamen Anda Vang utama adalah Sanguinis.
4. Bila “ya’ terhadap No.1, namun “tidak” terhadap No.2 dan 3, bertanyalah, “Apakah saya seorang pemimpin alami yang kuat?” Bila ya, mungkin Anda adalah seorang Kholeris.
5. Bila Anda meniawab “tidak” terhadap No.1, yaitu Anda bukan seorang ekstrovert?tanyailah diri Anda, “Apakah saya seorang perfeksionis, analistis dan entah mengapa sering mengkritik?” Bila ya, temperamen utama Anda mungkin Melankolis.
6. Bila Anda menjawab “tidak” terhadap No.1, tanyailah diri Anda apakah Anda dikenal oleh orang lain sebagai seorang yang “sangat pendiam.” Apakah Anda jarang marah, namun mengalami banyak ketakutan dan kekhawatiran? Bila ya, mungkin Anda adalah seorang Plegmatis.

Tentu saja ini adalah sebuah tes yang sangat sederhana dan hanya menguji temperamen utama Anda. Namun sampai batas ini, tes ini akan menolong Anda untuk mengetahui ke arah temperamen manakah Anda memiliki indikasi yang kuat? Sementara kita terus membaca buku ini, Anda akan menemukan lebih banyak peneguhan mengenai temperamen dasar Anda atau Anda bahkan akan menemukan bahwa mempelajari aneka ragam temperamen secara rinci akan menyatakan bahwa pilihan Anda yang pertama sebenarnya merupakan temperamen sekunder Anda. Namun itu biasanya terjadi bila seseorang memiliki keseimbangan antara temperamen primer dan sekunder.

MANUSIA ITU BERBEDA

Sekarang Anda telah mengenal empat temperamen, Anda pasti menyadari mengapa “manusia merupakan pribadi.” Perbedaan ini tidak hanya dihasilkan oleh empat temperamen yang berbeda ini, namun kombinasi, perpaduan, dan derajat temperamen melipatgandakan perbedaan yang ada. Meskipun demikian, sebagian besar orang memperlihatkan suatu pola tingkah laku yang mengindikasikan bahwa mereka memiliki kecenderungan terhadap satu temperamen utama.

Baru?baru ini saya mengalami sebuah pengalaman yang dengan jelas menggambarkan perbedaan temperamen. Ketika berbicara dalam sebuah kamp musim panas Sekolah Lanjutan Atas, saya membutuhkan sebuah mesin Thermofax. Ini hanya ada di pusat pendidikan di sebuah kota kecil dekat tempat itu. Ketika saya tiba di pusat pendidikan itu sesuai janji, saya bertemu dengan sembilan orang yang sedang bekerja keras. Lingkungan yang tenang, rapi dan efisien membuat saya sadar bahwa saya sedang berada di hadapan orang?orang yang didominasi temperamen Melankolis atau Phlegmatis.

Ini kemudian dikonfirmasikan oleh pengawas yang dengan teliti menghitung tagihan saya dan menolak uang saya karena itu “bertentangan dengan peraturan. ” la malahan membawa saya ke bendahara yang sangat cermat, yang membawa kami ke pemegang buku, yang kemudian menyuruh kami ke kasir, yang akhirnya mengatur agar saya memberikan uang pengembalian saya sebesar $ 1.44 kepada operator telepon penghubung, yang menyimpan uang kecil, supaya beberapa catatan pembukuan mereka tidak diubah. Kotak penyimpan uang kecil itu merupakan penentu, yang dengan jelas menunjukkan sentuhan seorang perfeksionis. Uang pengembalian telah disusun dalam jumiah stalen, sepicis, dan nikel.

Sementara saya meneliti lingkungan yang tenang dan memperhatikan sikap mereka yang tenang, namun disertai perhatian yang nyata terhadap masaiah yang kecil ini, pikiran saya melayang ke adegan yang terjadi di kantor penjualan di mana mereka menjual overhead projector, Di sanalah staf penjualan, eksekutif kepala, dan semua pegawai didominasi oleh temperamen Kholeris atau Sanguinis yang ekstrovert. Tempat itu berantakan dan tidak terorganisir! Kertas kertas bertaburan di mana?mana, telepon dan meja?meja tidak terawat, kantor dibisingkan oleh kegiatan yang gaduh. Akhirnya, di tengah hiruk pikuk suara, saya mendengar manajer penjualan berkata kepada stafnya dengan wajah putus asa, “Suatu saat kita harus mengorganisir sernua ini! “


Dua adegan ini memperlihatkan perbedaan alamiah dari pembawaan warisan yang menghasilkan temperamen manusia. Itu juga menunjukkan fakta bahwa keempat temperamen dasar yang telah kami lukiskan membutuhkan variasi dan tujuan tertentu. Tidak ada satu temperamen yang dapat dikatakan febih baik dari temperamen lainnya. Tiap?tiap temperamen memiliki kekuatan dan kekayaan, dan tiap? tiap temperamen juga penuh dengan kelemahan dan bahaya. Tujuan dari buku ini adalah memperbaiki diri Anda dengan mengatasi kelemahan Anda. bersambung

Disadur dari
Hubungan Antara Temperamen dan Karunia Rohani
©1999 Yayasan Media Buana Indonesi

Bergaul dengan Orang Sanguin

Orang sanguin umumnya adalah tipe orang yang suka bercerita. Karena itu, sediakan “telinga” Anda jika ingin menjadi teman baik mereka. Kadang, kalau kita mau mendengarkan, banyak cerita-cerita atau lelucon-lelucon menarik yang mereka lontarkan. Memang kadang mereka bisa menceritakan hal itu sampai berkali-kali (kita sampai bosan mendengarnya), tapi usahakan untuk menjadi pendengar yang baik.

Orang sanguin kelemahannya adalah pelupa, oleh karena itu jangan mudah sakit hati kalau mereka lupa menepati janji. Percayalah! Itu tidak mereka sengaja. Sekalipun sudah dinasihati berulang-ulang, mereka tetap saja mengulangi kesalahan yang sama, belajarlah untuk memaafkan dan menerima mereka apa adanya, karena tidak mudah bagi mereka untuk berubah. Intinya, jangan mudah sakit hati kalau janji-janji mereka kepada Anda tidak ditepati.

Anda bisa saja memberi masukan atau jalan keluar. Mereka pasti senang. Intinya, jika ingin menjadi teman baik bagi orang sanguin, jangan pernah mengkritik mereka dan menjatuhkan mereka di muka umum. Mereka paling benci diperlakukan seperti itu.

Bergaul dengan Orang Koleris

Orang koleris tidak peka, jadi kita jangan menuntut mereka berlebihan untuk selalu mengerti perasaan kita. Sifat mereka yang egois kadang membuat mereka cenderung lebih memikirkan dirinya sendiri. Kita perlu bersabar menghadapi mereka. Lebih baik kita berbicara dengan mereka secara langsung saja, karena mereka tidak suka bertele-tele dan berbicara “ngalor-ngidul” tidak karuan.

Orang koleris bukanlah pendengar yang baik, oleh karena itu jangan marah jika mereka sering tidak sabar mendengarkan semua “curhat-curhat” Anda. Bukan karena mereka tidak sayang dan tidak peduli, tapi mereka memang tersiksa kalau diminta mendengarkan. Pilihlah waktu yang tepat untuk bercerita. Misalnya waktu makan berdua saja. Kalau dia sedang memiliki banyak pekerjaan, jangan harap dia akan mendengarkan cerita Anda.

Banyak-banyaklah mengalah jika berteman baik dengan orang koleris. Karena jika Anda meminta mereka mengalah, sepertinya malah akan menjadi debat dan bersitegang urat leher. Intinya, Anda harus sabar menghadapi keegoisan dan ketidakpekaan mereka.

Bergaul dengan Orang Melankolis

Orang melankolis memiliki pembawaan pesimis. Jadi, apa pun selalu mereka pandang dari sisi negatif. Kalau ingin bergaul dengan mereka, coba mengerti sisi sensitif perasaan mereka. Sekalipun mereka pesimis, bukan berarti mereka tidak memiliki tujuan hidup. Mereka suka mendengarkan pendapat orang lain, jadi cobalah untuk memberi saran dan masukan pada mereka.

Kemudian, mereka adalah orang yang sangat menepati janji. Jadi kalau Anda ingin bergaul dengan mereka, belajarlah untuk menepati janji dan perkataan Anda. Misalkan Anda seorang yang pelupa, mintalah tolong pada mereka untuk mengingatkan Anda, mereka pasti senang sekali menolong. Kalaupun Anda ingin membatalkan, cobalah menghubungi mereka atau memberi tahu sebelumnya, supaya mereka tidak sakit hati dan kepercayaannya pada Anda hilang.

Karena mereka adalah orang yang tidak percaya diri, banyak-banyaklah memotivasi dan memberi semangat pada mereka. Pada dasarnya mereka cerdas, hanya membutuhkan motivasi dan diyakinkan saja. Usahakan jangan menertawakan mereka jika mereka gagal, tapi berilah kritik membangun. Mereka pasti senang menerima saran dan masukan.

Bergaul dengan Orang Phlegmatis

Sepertinya lebih mudah bergaul dengan orang phlegmatis, karena mereka tidak memiliki banyak keinginan. Walaupun begitu, kita tetap harus menaruh respek pada perasaan mereka. Mereka cenderung tertutup, jadi jangan pernah memaksa mereka untuk bercerita pada Anda. Jika mereka sudah merasa nyaman, mereka pasti akan bercerita.

Jika ingin bergaul dengan orang phlegmatis, usahakan untuk tidak mudah emosi melihat gaya mereka yang santai dan lamban itu. Terutama kalau sudah membuat janji, mereka jarang bisa tepat waktu, jadi maklumi saja. Kemudian mereka adalah tipe yang cinta damai, jadi jangan pernah meributkan hal-hal kecil. Kalaupun kita tidak suka dengan sikap mereka, lebih baik dibicarakan baik-baik, tidak perlu marah-marah di depan mereka. Percayalah! Mereka sangat menghargai persahabatan, bahkan lebih dari diri mereka sendiri.

Intinya, kita bisa menjadi sahabat untuk semua orang jika kita mengetahui cara untuk mengerti temperamen mereka dan bersikap tepat dan bijaksana. Semua temperamen itu baik. Tidak ada yang lebih dari yang lain. Jadi, kita perlu dewasa jika melihat perbedaan. Jadikan hal tersebut kekayaan dalam berhubungan.

Diambil dan disunting seperlunya dari:
Nama situs: T-More Online
Judul asli artikel: Tips Bergaul Dengan Orang yang Beda Temperamen
Penulis: Tidak dicantumkan
Alamat URL: http://www.tmore-online.com/tmore/content/rubric/37/362

Sumber: http://bethanypare.wordpress.com/2009/10/16/memahami-temperamen/

Baca juga:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *