21 Sikap dan Kebiasaan Untuk Hidup Maksimal Dalam Perjanjian Anugerah

Sungguh sangat dahsyat jaminan hidup yang diberikan oleh Tuhan kepada barangsiapa yang senantiasa berjalan dalam anugerah Allah. Dalam Yesaya 60:2b, dikatakan bahwa ketika kemuliaan dan terang Tuhan terbit dan menjadi nyata atas hidup kita, maka kesejahteraan dari Tuhan akan kita alami dalam segala aspek kehidupan kita. Sekarang, apa respon kita? Respon kita adalah bangunlah sikap dan kebiasaan hidup yang baik dan teratur yang membuat Anda menjadi pribadi maksimal saat berjalan dalam perjanjian Anugerah Allah di bumi ini. Suatu sikap dan kebiasaan tidak bisa dibangun dalam satu hari saja. Dibutuhkan puluhan bahkan ratusan hari. Dalam 3 minggu ke depan, kita akan bangun suatu kebiasaan setiap hari selama 21 hari dengan merenungkan sikap dan kebiasaan hidup dari kitab Amsal. Semoga renungan 21 hari ke depan ini bisa menjadi sumber inspirasi dan komitmen Anda, supaya Anda menjadi pribadi yang lebih baik. Jadilah maksimal dalam anugerah Tuhan.
Senin 30/08/10
SIKAP DAN KEBIASAAN #1 : TAKUT AKAN TUHAN SENANTIASA
PERENUNGAN
Bacaan Firman Tuhan hari ini : Yesaya 30:18-26
M1 (Menerima)
Ucapkan dan Hafalkan:
1. Amsal 1:7, “Takut akan Tuhan adalah permulaan pengetahuan, tetapi orang bodoh menghina hikmat dan didikan.”
2. Amsal 3:6, “Akuilah Dia dalam segala lakumu, maka Ia akan meluruskan jalanmu.”
M2 (Merenungkan)
Sikap pertama dan yang terutama yang harus dibangun oleh seseorang yang mau hidup secara maksimal adalah TAKUTLAH AKAN TUHAN SENANTIASA. Sikap takut akan Tuhan bukan cuma slogan dan bukan cuma di mulut saja, tetapi harus sungguh-sunguh dimiliki, dialami dan dilakukan di dalam hati, pikiran dan tindakan kita. Sikap takut akan Tuhan juga bukan hanya dimiliki pada waktu hari Minggu saja saat kita berada di dalam gedung gereja untuk menyanyi dan memuji Tuhan, berdoa, menyembah serta mendengarkan khotbah, tetapi kita harus memiliki sikap takut akan Tuhan setiap hari dan setiap saat ketika kita melakukan segala aktivitas dan pekerjaan kita. Hikmat Anda haruslah bersumber dari takut akan Tuhan. Kesuksesan Anda haruslah bersumber dari takut akan Tuhan. Semangat Anda haruslah bersumber dari takut akan Tuhan. Jadi, marilah kita muliakan Tuhan di dalam segala aktivitas kita serta menantikan mukjizat dan kelimpahan Tuhan akan datang kepada Anda.
M3 (Melakukan)
•. Sudahkah saya menjadi pribadi yang takut akan Tuhan?
•. Berdoa dan ambillah keputusan mulai hari ini untuk memiliki sikap yang takut akan Tuhan dalam setiap kegiatan dan pekerjaan yang kita lakukan.
M4 (Membagikan)
Cerita kepada mentor Anda tentang keputusan yang Anda ambil hari ini.
Selasa 31/08/10
SIKAP DAN KEBIASAAN #2 : DISIPLIN
M1 (Menerima)
Ucapkan dan Hafalkan:
1. Amsal 1:32, “Sebab orang yang tak berpengalaman akan dibunuh oleh keengganannya, dan orang bebal akan dibinasakan oleh kelalaiannya.”
2. Amsal 6:10-11, “Tidur sebentar lagi, mengantuk sebentar lagi, melipat tangan sebentar lagi untuk tinggal berbaring, maka datanglah kemiskinan padamu seperti seorang penyerbu dan kekurangan seperti orang yang bersenjata.”
M2 (Merenungkan)
DISIPLIN adalah komitmen untuk melakukan dengan semangat apa yang benar dan yang seharusnya, bukan apa yang kita sukai saja, baik saat kita sedang semangat atau tidak semangat. Musuh dari disiplin adalah ENGGAN dan LALAI. Sikap enggan atau suka menunda serta sikap lalai tidak muncul dalam sehari. Dua kebiasaan buruk ini, melekat pada diri kita karena dipupuk dan dibiasakan selama bertahun-tahun. Lawan dengan kebiasaan disiplin. Jangan cuma disiplin dalam satu hari saja, tetapi disiplinlah selama berhari-hari, berminggu-minggu sampai akhirnya bertahun-tahun. Gunakan agenda kerja (check list harian / mingguan) Anda, supaya Anda tahu apa-apa saja yang harus diselesaikan dan dikerjakan setiap harinya. Kemiskinan dan kekurangan menurut amsal bukanlah nasib, tetapi akibat dari sikap yang tidak disiplin di dalam hidup. Demikian sebaliknya, kesuksesan juga datang bukan karena nasib, tetapi karena sikap hidup yang disiplin. Anda mau pilih yang mana?
M3 (Melakukan)
•. Sudahkah saya menjadi pribadi yang disiplin?
•. Dalam area apa saja saya suka menunda dan suka lalai?
•. Berdoalah dan ambil keputusan hari ini untuk miliki sikap disiplin dalam setiap kegiatan dan pekerjaan yang kita lakukan.
M4 (Membagikan)
Cerita kepada mentor Anda tentang keputusan yang Anda ambil hari ini.
Rabu 01/09/10
SIKAP DAN KEBIASAAN #3 :MAU TERUS BELAJAR
M1 (Menerima)
Ucapkan dan Hafalkan:
1. Amsal 4:13, “Berpeganglah pada didikan, janganlah melepaskannya, peliharalah dia, karena dialah hidupmu.”
2. Amsal 5:23, “Ia mati, karena tidak menerima didikan dan karena kebodohannya yang besar ia tersesat.”
M2 (Merenungkan)
Ada pepatah yang berkata, “Seperti daun, jangan jadi kuning karena sebentar lagi busuk. Jadilah selalu hijau.” Kenapa orang tidak lagi punya sikap mau belajar? Karena ia sudah menjadi orang yang sok tahu dan sombong. Kita tidak lagi bisa menerima hikmat baru, ide baru, pewahyuan baru, pola pekerjaan / bisnis yang baru, karena kita menjadi orang yang sok tahu dan tidak pernah mau belajar. Miliki sikap yang “open mind”, suatu sikap di mana kita selalu terbuka dan mau belajar suatu hal baru yang sesuai dengan firman Tuhan. Bergaul dan belajarlah dari orang-orang yang sudah sukses di dalam Tuhan. Pelajari sikap dan cara berpikir mereka. Rajinlah membaca buku dan mendengarkan cd / kaset / dvd tentang prinsip-prinsip hidup orang-orang yang sudah sukses dalam Tuhan. Kehidupan yang lebih baik, kesempatan emas dan peningkatan di bidang-bidang kehidupan akan selalu tersedia dan terbuka lebar di depan orang-orang yang selalu mau belajar. Mau terus belajar?
M3 (Melakukan)
• Sudahkah saya menjadi pribadi yang mau terus belajar?
• Hal baru apa saja yang mau saya pelajari dalam hari-hari ke depan ini?
• Berdoalah dan ambil keputusan hari ini untuk miliki sikap mau terus belajar dalam setiap kegiatan & pekerjaan yang kita lakukan.
M4 (Membagikan)
Cerita kepada mentor Anda tentang keputusan yang Anda ambil hari ini
Kamis 02/09/10
SIKAP DAN KEBIASAAN #4 : BISA DIPERCAYA & BISA DIANDALKAN
M1 (Menerima)
Ucapkan dan Hafalkan:
1. Amsal 4:24, “Buanglah mulut serong dari padamu dan jauhkanlah bibir yang dolak-dalik dari padamu.”
2. Amsal 28:20, “Orang yang dapat dipercaya mendapat banyak berkat, tetapi orang yang ingin cepat menjadi kaya, tidak akan luput dari hukuman.”
M2 (Merenungkan)
Pernahkah Anda makan makanan seafood? Tahukan Anda belut? Saat Anda membayangkan binatang ini, kata apa yang terlintas dalam pikiran Anda? Salah satunya adalah kata “licin” bukan? Sulit memegang belut karena kulitnya yang licin. Untuk menjadi orang yang bisa diandalkan dan bisa dipercaya adalah menjadi orang yang bisa dipegang setiap perkataan dan tindakannya. Katakan apa yang Anda lakukan dan lakukan apa yang Anda katakan. Inilah yang namanya bisa diandalkan dan bisa dipercaya. Jangan asal bicara dan membuat janji, padahal sejak dari awal Anda sudah tahu dengan pasti bahwa Anda tidak dapat melakukannya. Sebaliknya, kerjakan dan selesaikan hal-hal yang sudah Anda ucapkan dan janjikan sampai tuntas. Berkat dan kepercayaan dari Tuhan dan dari sesama akan datang pada saat Anda menjadi pribadi yang bisa diandalkan. Saat orang mendengar nama Anda disebut? Hal apa yang muncul dalam pikiran dan benak mereka? Apakah Anda akan dikenal orang sebagai orang yang dapat dipercaya dan diandalkan atau orang akan mengenal Anda “licin” seperti belut? Anda yang harus memutuskan.
M3 (Melakukan)
• Sudahkah saya menjadi pribadi yang bisa dipercaya dan bisa diandalkan?
• Jika belum, dalam hal apa saja Anda merasa belum menjadi orang yang bisa dipercaya dan
diandalkan?
• Berdoa dan ambil keputusan hari ini untuk memiliki sikap bisa dipercaya dan diandalkan dalam setiap kegiatan dan pekerjaan yang kita lakukan.
M4 (Membagikan)
Cerita kepada mentor Anda tentang keputusan yang Anda ambil hari ini.
Jumat 03/09/10
SIKAP DAN KEBIASAAN #5 : GAYA HIDUP MEMBERI
M1 (Menerima)
Ucapkan dan Hafalkan:
1. Amsal 11:24, “Ada yang menyebar harta, tetapi bertambah kaya, ada yang menghemat secara luarbiasa, namun selalu berkekurangan.”
2. Amsal 11:25, “Siapa banyak memberi berkat, diberi kelimpahan, siapa memberi minum, ia sendiri akan diberi minum.”
M2 (Merenungkan)
Musuh dari gaya hidup yang suka memberi adalah gaya hidup pelit dan kikir. Tuhan Yesus memberikan perumpamaan tentang memberi dari seorang janda miskin yang memberikan dari kekurangannya, sedangkan orang-orang kaya lainnya memberi dari kelimpahannya (Markus 12:41-44). Kapankah saat yang tepat untuk belajar hidup memberi? SEKARANG! Bukan nanti saat Anda sudah hidup berkelimpahan. Belajarlah memberi dari sekarang. Ukuran memberi menurut Yesus adalah bukan masalah jumlah, tetapi masalah hati. Dimana hartamu berada, disitu juga hatimu berada. Ketakutan dan kekuatiran akan kecukupan di masa yang akan datang membuat orang tidak lagi mau memberi. Kata Yesus, “Carilah dahulu KERAJAAN ALLAH dan kebenaraNya, maka semua akan ditambahkan kepadamu.” Gaya hidup memberi adalah gaya hidup Kerajaan Allah. Mulailah miliki gaya hidup memberi dari sekarang dan lihatlah, bagaimana sang JEHOVA JIREH (Allah yang Menyediakan) akan mencukupkan segala kebutuhan Anda.
M3 (Melakukan)
• Sudahkah saya menjadi pribadi yang miliki gaya hidup memberi?
• Jika belum, ketakutan dan kekuatiran dalam hal apa saja yang membuat saya tidak mau memberi?
• Berdoa dan ambil keputusan hari ini untuk miliki sikap memberi dalam setiap kegiatan dan pekerjaan yang kita lakukan.
M4 (Membagikan)
Cerita kepada mentor Anda tentang keputusan yang Anda ambil hari ini.
Sabtu 04/09/10
SIKAP DAN KEBIASAAN #6 : RAJIN DAN TIDAK MALAS
M1 (Menerima)
Ucapkan dan Hafalkan:
1. Amsal 12:27, “Orang malas tidak akan menangkap buruannya, tetapi orang rajin akan memperoleh harta yang berharga.”
2. Amsal 26:14, “Seperti pintu berputar pada engselnya, demikian si pemalas di tempat tidurnya.”
M2 (Merenungkan)
Rajin bukan bakat. Rajin adalah keputusan. Kemalasan tidak akan membuat Anda bergerak maju. Kemalasan hanya membuat Anda diam di tempat. Orang malas tidak akan menghasilkan sesuatu yang produktif dan berharga. Kemalasan Anda adalah beban bagi keluarga Anda dan orang lain. Karena itu, jadilah rajin. Ambillah keputusan untuk rajin. Lakukan sesuatu. Bergerak maju. Ambil langkah pertama. Kerjakan apa yang di depan Anda dengan sekuat tenaga. Keputusan Anda untuk rajin hari ini akan memberkati hidup keluarga Anda dan banyak orang nantinya.
M3 (Melakukan)
• Sudahkah saya menjadi pribadi yang rajin?
• Jika belum, dalam hal apa saja Anda merasa malas?
• Berdoa dan ambil keputusan hari ini, untuk miliki sikap rajin dan tidak malas dalam setiap kegiatan dan pekerjaan yang kita lakukan.
M4 (Membagikan)
Cerita kepada mentor Anda tentang keputusan yang Anda ambil hari ini.
Minggu 05/09/10
SIKAP DAN KEBIASAAN #7 : RENDAH HATI (LOW PROFILE)
M1 (Menerima)
Ucapkan dan Hafalkan:
1. Amsal 13:7, “Ada orang yang berlagak kaya, tetapi tidak mempunyai apa-apa, ada pula yang berpura-pura miskin, tetapi hartanya banyak.”
2. Amsal 22:4, “Ganjaran kerendahan hati dan takut akan Tuhan adalah kekayaan, kehormatan dan kehidupan.”
M2 (Merenungkan)
Salah satu syarat bagi Tuhan untuk mengangkat hidup Anda adalah jadilah orang yang rendah hati. Kerendahan hati merupakan pintu gerbang dari kekayaan, kehormatan dan kehidupan yang akan diberikan oleh Tuhan kepada Anda. Kerendahan hati adalah sikap hidup yang selalu bersyukur atas segala yang Anda miliki atau peroleh adalah 100% karena anugerah Tuhan dan bukan karena kehebatan Anda. Miliki sikap rendah hati sejak dari sekarang ini. Pelihara kerendahan hati tersebut terus-menerus, apalagi Tuhan mulai mengangkat hidup Anda. Biarlah Anda dikagumi orang lain dan bukan karena Anda kaya atau Anda berprestasi, tetapi karena Anda tetap rendah hati meski Anda memiliki hal tersebut.
M3 (Melakukan)
• Sudahkah saya menjadi pribadi yang rendah hati?
• Jika belum, dalam hal apa saja Anda tidak rendah hati?
• Berdoa dan ambil keputusan hari ini untuk miliki sikap rendah hati dalam setiap kegiatan dan pekerjaan yang kita lakukan.
M4 (Membagikan)
Cerita kepada mentor Anda tentang keputusan yang Anda ambil hari ini.
21 SIKAP DAN KEBIASAAN UNTUK HIDUP MAKSIMAL
DALAM PERJANJIAN ANUGERAH ALLAH (Sikap ke-8 smpai ke-14)
Ini adalah minggu ke-2, dimana kita akan merenungkan sikap ke-8 sampai dengan ke-14. Karena itu, renungan 21 sikap ini bukan sebagai “mie instan” untuk Anda bisa ‘express’ memiliki sikap dan kebiasaan sebagaimana yang tertulis di dalam kitab Amsal ini.
M1(UCAPKAN & HAFALKAN) :
Ini adalah bagian yang tidak boleh Anda abaikan kalau ingin memperoleh hasil maksimal dalam renungan 21 sikap ini, yaitu mengucapkan dan menghafalkan ayat-ayat yang diberikan secara berulang-ulang selama puluhan kali, bahkan kalau bisa ratusan kali dalam satu hari. JANGAN ASAL BACA ayat-ayat yang ada. Jangan bosan mengucapkan dan menghafalkan ayat tersebut di dalam satu hari. Repetisi adalah kunci untuk merubah sikap.
M2:
Bacalah renungan yang ada sambil merefleksi bagaimana sikap Anda selama ini dalam menjalani hidup. Renungan ini lebih mengarah untuk memberikan Anda sumber inspirasi supaya Anda mau mengambil keputusan untuk memiliki sikap dan kebiasaan tersebut
M3 :
Coba jawablah dengan jujur pertanyaan-pertanyaan yang ada, sambil Anda mengoreksi diri dan mengambil keputusan untuk merubah sikap yang lebih baik sesuai dengan yang dihafalkan.
M4 :
Anda perlu punya mentor yang bisa memonitor Anda dalam menjalani keputusan perubahan sikap yang diambil. Selamat menjalani hidup dalam anugerah Tuhan dengan maksimal.
Note:
Bagi Anda yang belum mendapatkan renungan sikap ke-1 sampai denga ke-7 di warta abbanews minggu lalu, hubungi teman anggota komunitas sel Anda untuk Anda bisa mendapatkannya.
Senin 06/09/10
SIKAP DAN KEBIASAAN #8
KEBIASAAN MENABUNG
PERENUNGAN
Bacaan Firman Tuhan hari ini : Yesaya 30:18-26
M1 (Menerima)
Ucapkan dan Hafalkan:
1. Amsal 13:11, “Harta yang cepat diperoleh akan berkurang, tetapi siapa mengumpulkan sedikit demi sedikit menjadi kaya.”
2. Amsal 30:25, “Semut, bangsa yang tidak kuat, tetapi yang menyediakan makanannya di musim panas.”
M2 (Merenungkan)
Menabung adalah suatu kebiasaan dan gaya hidup. Semua orang seharusnya bisa dan perlu belajar untuk menabung. Gaya hidup menabung bukan soal status ekonomi, tetapi suatu kebiasaan. Gaya hidup menabung akan melatih karakter disiplin dan gaya hidup hemat Anda. Menurut kitab Amsal, harta yang cepat didapat akan cepat hilang karena orang yang cepat mengalami peningkatan harta tanpa dibarengi dengan peningkatan karakter, belum bisa mengelola harta yang dipercayakan kepadanya, sehingga lambat laun harta tersebut akan berkurang lagi. Jangan berfoya-foya saat Anda sedang mengalami kelimpahan. Janganlah menuruti hawa nafsu dan keinginan. Belajarlah untuk membeli segala sesuatu sesuai dengan kebutuhan Anda dan bukan sesuai “lifestyle,” Anda. Kalau semut saja bisa memiliki gaya hidup menabung, mengapa Anda tidak bisa?
M3 (Melakukan)
• Sudahkah saya menjadi pribadi yang suka menabung?
• Jika belum, kapan Anda mau mulai menabung?
• Berdoa dan ambil keputusan pada hari ini untuk miliki sikap kebiasaan menabung, di dalam setiap kegiatan dan pekerjaan yang kita lakukan.
M4 (Membagikan)
Cerita kepada mentor Anda tentang keputusan yang Anda ambil hari ini.
Selasa 07/09/10
SIKAP DAN KEBIASAAN #9
BERGAUL DENGAN KOMUNITAS SEHAT
M1 (Menerima)
Ucapkan dan Hafalkan:
1. Amsal 13:20, “Siapa bergaul dengan orang bijak menjadi bijak, tetapi siapa berteman dengan orang bebal menjadi malang.”
2. Amsal 22:24-25, “Jangan berteman dengan orang yang lekas gusar, jangan bergaul dengan seorang pemarah, supaya engkau jangan menjadi biasa dengan tingkah lakunya dan memasang jerat bagi dirimu sendiri.”
M2 (Merenungkan)
Anda akan menjadi seperti buku yang Anda baca dan teman yang Anda miliki. Di dalam Mazmur 1, sangat jelas dikatakan bahwa jangan kita duduk, berdiri atau berjalan dengan kumpulan orang-orang yang tidak benar. Ada perbedaan yang jelas antara misi untuk penjangkauan dengan sikap pergaulan. Jangan dibalik-balik atau dijadikan alasan. Sebab di dalam komunitas yang sehat pasti terdapat tindakan dan perkataan yang saling membangun, kata-kata positip, fokus terhadap visi Kerajaan Allah, saling melayani dan masih banyak hal positif yang lain. Intinya, dalam komunitas yang sehat, Kristuslah yang menjadi kepala dan panutan dari setiap orang yang ada di dalam komunitas tersebut. Dalam masa sekarang ini, bersikap bijaksanalah dalam menggunakan “social network” seperti facebook, YM, BBM dan masih banyak lagi. Bijaksanalah untuk masuk ke dalam suatu “group” atau suatu “community”. Bisa baik, bisa juga buruk. Semua tergantung pilihan Anda. Anda yang putuskan dan Anda juga yang akan merasakan dampaknya, entah positip atau negatif.
M3 (Melakukan)
• Sudahkah saya menjadi pribadi yang bergaul dalam komunitas yang sehat?
• Jika belum, berdoa dan segera cari komunitas tersebut.
M4 (Membagikan)
Cerita kepada mentor Anda tentang keputusan yang Anda ambil hari ini.
Rabu 08/09/10
SIKAP DAN KEBIASAAN #10
ACTION & TIDAK OMDO (OMONG DOANG)
M1 (Menerima)
Ucapkan dan Hafalkan:
1. Amsal 14:23, “Dalam tiap jerih payah ada keuntungan, tetapi kata-kata belaka mendatangkan kekurangan saja.”
2. Amsal 26:13, “Berkatalah si pemalas: Ada singa di jalan! Ada singa di lorong!”
M2 (Merenungkan)
“Your action speaks so loud, so I cannot hear what you say” (Tindakan Anda berbicara sangat keras sehingga saya tidak bisa mendengar apa yang Anda katakan). Miliki budaya bertindak dalam hidup Anda. Bergerak. Lakukan sesuatu. Allah tidak tidur atau diam saja. IA adalah JEHOVA NISSI, Allah yang berperang bagi kita. Ada penyertaan dan berkat Tuhan saat Anda bergerak dan bertindak sesuai kehendakNya. Musuh di dalam tindakan kita adalah “omdo” (omong doang). Lakukanlah apa yang Anda katakan dan katakan apa yang Anda lakukan. Jangan kuatir dan takut yang berkelebihan saat Anda mulai bertindak. Ingatlah, Allah kita tidak akan pernah tertidur dan IA setia mengawasi Anda. Koreksi diri kita selama ini, apakah sudah cukup banyak kita bertindak selama ini atau hanya “omdo”?
M3 (Melakukan)
• Sudahkah saya menjadi pribadi yang tidak hanya “omdo”?
• Jika belum, dalam hal apa sajakah seringkali kita tidak berani bertindak?
• Berdoa dan ambil keputusan hari ini untuk miliki sikap tidak “omdo” dalam setiap kegiatan dan pekerjaan yang kita lakukan.
M4 (Membagikan)
Cerita kepada mentor Anda tentang keputusan yang Anda ambil hari ini
Kamis 09/09/10
SIKAP DAN KEBIASAAN #11
FOKUS MENTORING
M1 (Menerima)
Ucapkan dan Hafalkan:
1. Amsal 29:19, “Dengan kata-kata saja seorang hamba tidak dapat diajari, sebab walaupin ia mengerti, namun ia tidak mengindahkannya.”
2. Amsal 22:6, “Didiklah orang muda menurut jalan yang patut baginya, maka pada masa tuanya pun ia tidak akan menyimpang dari pada jalan itu.”
M2 (Merenungkan)
Mentoring beda dengan berkhotbah. Mentoring kepada seseorang bukan hanya Anda pandai berbicara dan mengajarkan sesuatu kepada orang tersebut. “People don’t care how much you know untill they know how much you care” (Orang tidak peduli kepada Anda karena kehebatan Anda sampai Anda peduli kepada orang tersebut barulah ia peduli kepada Anda). Mentoring adalah duduk bareng. Mentoring adalah mendengarkan. Mentoring adalah memberikan empati, nasehat, waktu, tenaga dan pikiran. Mentoring adalah menemani dalam memecahkan masalah dan memberikan jalan keluar. Mentoring adalah membawa (bukan hanya mengajari) seseorang untuk mencapai potensi maksimalnya dalam Tuhan. Sebelum Anda mulai melakukan mentoring kepada seseorang, Anda juga perlu memiliki seorang mentor. Sebagian besar waktu dan kegiatan Yesus dihabiskan hanya untuk melakukan mentoring kepada 12 murid-Nya dan bukan berkhotbah pada ribuan orang. Yesus fokus kepada mentoring. Maukah Anda seperti Yesus?
M3 (Melakukan)
• Sudahkah saya dimentor seseorang?
• Sudahkah saya mementor seseorang?
• Jika belum, mengapa?
M4 (Membagikan)
Cerita kepada mentor Anda tentang keputusan yang Anda ambil hari ini.
Jumat 10/09/10
SIKAP DAN KEBIASAAN #12
SELALU SEMANGAT DAN SUKACITA
M1 (Menerima)
Ucapkan dan Hafalkan:
1. Amsal 17:22, “Hati yang gembira adalah obat yang manjur, tetapi semangat yang patah
mengeringkan tulang.”
2. Amsal 24:10, “Jika engkau tawar hati pada masa kesesakan, kecillah kekuatanmu.”
M2 (Merenungkan)
Ingat lagu ini: “I have joy, there is down in my heart, deep deep down in my heart, Jesus give it to me and no one can destroy…” Semangat dan sukacita seharusnya senantiasa dimiliki oleh seseorang yang sudah menjadikan Yesus sebagai Tuhan dan Raja dalam hidupnya. Semangat karena keputusan bukan karena keadaan. Kita bisa senantiasa semangat dan bersukacita karena Yesus memberikan hal tersebut kepada kita. Jadi, bukan karena harapan atau impian kita tercapai, tetapi hiduplah dengan tidak semangat, maka lambat laun, stress dan penyakit akan menghampiri Anda. Stress itu menular. Semangat itu juga menular. Jika Anda bersemangat, seluruh potensi Anda bisa dimaksimalkan. Jika Anda bersemangat, semua masalah Anda jadi terlihat kecil. Cobalah Anda bercermin sekarang. Siapa yang sedang Anda lihat? Seorang yang selalu semangat atau seorang yang selalu putus asa dan stress? Andalah yang harus memutuskan. Bukan orang lain, bukan juga keadaan. Semangat!!!
M3 (Melakukan)
• Sudahkah saya menjadi pribadi yang selalu semangat?
• Jika belum, dalam hal apa saja saya mudah menjadi tidak semangat?
• Berdoa dan ambil keputusan hari ini untuk miliki sikap semangat dalam setiap kegiatan dan pekerjaan yang kita lakukan.
M4 (Membagikan)
Cerita kepada mentor Anda tentang keputusan yang Anda ambil hari ini.
Sabtu 11/09/10
SIKAP DAN KEBIASAAN #13
BANYAK MENDENGAR
M1 (Menerima)
Ucapkan dan Hafalkan:
1. Amsal 17:28, “Juga orang bodoh akan disangka bijak kalau ia berdiam diri, dan disangka
berpengertian kalau ia mengatupkan bibirnya.”
2. Amsal 20:5, “Rancangan di dalam hati manusia itu seperti air yang dalam, tetapi orang yang pandai tahu menimbanya.”
M2 (Merenungkan)
Kita diciptakan Tuhan memiliki dua telinga dan satu mulut. Adalah baik jika kita punya sikap lebih banyak mendengar dari pada banyak berbicara. Dengan mendengar lebih banyak, maka Anda akan belajar lebih banyak. Coba jujur terhadap diri Anda sendiri, Anda lebih suka “dikuliahi” atau didengarkan? Tentunya didengarkan bukan? Saat Anda belajar untuk mendengarkan seseorang lebih banyak, disitu Anda akan memahami hati dan pikiran orang tersebut. Saat Anda belajar untuk mendengarkan seseorang lebih banyak, maka orang tersebut akan lebih menghargai Anda. Butuh kerendahan hati untuk lebih banyak mendengarkan. Seringkali suatu konflik akan reda dengan sendirinya, jika salah satu pihak mau rendah hati untuk mendengar lebih banyak. Mendengar adalah pintu gerbang hikmat. Belajar mendengar Tuhan dari Firman Tuhan adalah langkah pertama yang paling utama. Mari budayakan sikap untuk lebih banyak mendengar.
M3 (Melakukan)
• Sudahkah saya menjadi pribadi yang lebih banyak mendengar?
• Jika belum, dalam kondisi apa saja Anda merasa belum bisa menjadi orang yang mau
mendengar?
• Berdoa dan ambil keputusan hari ini untuk miliki sikap mau mendengar dalam setiap kegiatan dan pekerjaan yang kita lakukan.
M4 (Membagikan)
Cerita kepada mentor Anda tentang keputusan yang Anda ambil hari ini.
Minggu 12/09/10
SIKAP DAN KEBIASAAN #14
SETIA & KONSISTEN MENABUR
M1 (Menerima)
Ucapkan dan Hafalkan:
1. Amsal 20:4, “Pada musim dingin si pemalas tidak membajak; jikalau ia mencari pada musim menuai, maka tidak ada apa-apa.”
2. Amsal 20:6, “Banyak orang menyebut diri baik hati, tetapi orang yang setia, siapakah menemukannya.”
M2 (Merenungkan)
Jadilah orang yang setia. Kesetiaan merupakan pintu gerbang, dimana Anda akan bertumbuh untuk memiliki sikap dan karakter lainnya. Apakah Anda akan setia dan konsisten untuk terus menabur dalam pekerjaan atau pelayanan meskipun belum terlihat hasilnya dan malah mengalami lebih banyak masalah? Disinilah sikap kesetiaan Anda diuji. Untuk menjadi pemimpin besar, Anda harus setia menjadi murid yang terkecil sekalipun. Untuk melakukan perbuatan besar, Anda harus setia melakukan hal-hal kecil. Untuk dipercaya tanggungjawab besar, Anda harus setia bertanggung jawab terhadap hal kecil. Setia kepada Tuhan. Setia kepada pasangan. Setia kepada pemimpin Anda. Setia kepada tugas dan tanggung jawab yang dipercayakan pada Anda. Jangan mudah menyerah. Teruslah bekerja. Terus menabur. Selesaikan apa yang sudah Anda mulai. Menurut amsal, ternyata hanya sedikit orang yang setia. Apakah Anda salah satunya?
M3 (Melakukan)
• Sudahkah saya menjadi pribadi yang setia?
• Jika belum, dalam hal apa saja Anda merasa belum menjadi orang yang setia?
• Berdoa dan ambil keputusan hari ini untuk miliki sikap setia dalam setiap kegiatan dan pekerjaan yang kita lakukan.
M4 (Membagikan)
Cerita kepada mentor Anda tentang keputusan yang Anda ambil hari ini.
21 SIKAP DAN KEBIASAAN UNTUK HIDUP MAKSIMAL
DALAM PERJANJIAN ANUGERAH ALLAH (Sikap ke-15 smpai ke-21)
Akhirnya, kita sampai juga pada minggu ke-3, di mana kita akan merenungkan sikap ke-15 sampa dengan ke-21. Dengan berakhirnya renungan 21 sikap ini bukan berarti Anda sudah menjadi manusia super dan tidak perlu lagi merenungkan dan menghafalkan ayat-ayat yang berhubungan dengan merubah sikap kita. Teruskanlah menghafal ayat-ayat yang telah diberikan. Repetisi adalah kunci perubahan sikap. Anda juga bisa mendengarkannya melalui CD AUDIO BOOK kumpulan renungan 21 sikap ini (info Pundi Sarfat 021-6008075/6). Milikilah sekarang juga untuk dengarkan berulang-ulang.
M1( UCAPKAN & HAFALKAN) :
Ini adalah bagian yang tidak boleh Anda abaikan kalau ingin memperoleh hasil maksimal dalam renungan 21 sikap ini, yaitu mengucapkan dan menghafalkan ayat-ayat yang diberikan secara berulang-ulang selama puluhan kali, bahkan kalau bisa ratusan kali dalam satu hari. JANGAN ASAL BACA ayat-ayat yang ada. Jangan bosan mengucapkan dan menghafalkan ayat tersebut di dalam satu hari. Repetisi adalah kunci untuk merubah sikap.
M2:
Bacalah renungan yang ada sambil merefleksi bagaimana sikap Anda selama ini dalam menjalani hidup. Renungan ini lebih mengarah untuk memberikan Anda sumber inspirasi supaya Anda mau mengambil keputusan untuk memiliki sikap dan kebiasaan tersebut
M3 :
Coba jawablah dengan jujur pertanyaan-pertanyaan yang ada, sambil Anda mengoreksi diri dan mengambil keputusan untuk merubah sikap yang lebih baik sesuai dengan yang dihafalkan.
M4 :
Anda perlu punya mentor yang bisa memonitor Anda dalam menjalani keputusan perubahan sikap yang diambil. Selamat menjalani hidup dalam anugerah Tuhan dengan maksimal.
Note:
Bagi Anda yang belum mendapatkan renungan sikap ke-1 sampai denga ke-7 di warta abbanews minggu lalu, hubungi teman anggota komunitas sel Anda untuk Anda bisa mendapatkannya.
Senin 13/09/10
SIKAP DAN KEBIASAAN #15
SELALU MEMBERI YANG TERBAIK
M1 (Menerima)
Ucapkan dan hafalkanlah:
1. Amsal 22:29, “Pernahkah engkau melihat orang yang cakap dalam pekerjaannya? Di hadapan raja-raja ia akan berdiri, bukan di hadapan orang-orang yang hina.”
2. Amsal 14:1, “Perempuan yang bijak mendirikan rumahnya, tetapi yang bodoh meruntuhkannya dengan tangannya sendiri.”
M2 (Merenungkan)
Mengapa seseorang tidak bisa memberikan apa yang terbaik dari apa yang dikerjakan atau apa yang dilakukannya? Sebenarnya, jawabannya bukan tidak bisa, melainkan tidak mau. Sikap selalu memberi yang terbaik adalah suatu sikap di mana Anda selalu memberi atau melakukan segala sesuatu lebih dari apa yang diminta dengan hati yang tulus, penuh semangat dan tidak bersungut-sungut. Pernahkah Anda mendengar cerita tentang tiga tukang bangunan yang mengerjakan tugasnya dengan sikap yang berbeda? Tukang yang pertama dan yang kedua bekerja secara asal-asalan, sambil mengumpat dan tidak serius. Sedangkan tukang yang ketiga, bekerja dengan serius, penuh semangat dan sangat “excellent.” Kenapa berbeda? Saat ditanya tukang pertama dan kedua menjawab bahwa pekerjaan ini hanya sekedar pekerjaan rutin biasa dan membangun bangunan yang biasa. Tidak perlu terlalu antusias. Sedangkan tukang yang ketiga, menjawab bahwa ia sedang membangun suatu gedung gereja di mana akan ada ribuan orang yang akan dilayani di gedung ini.
Sebagai murid Kristus, sekecil apapun pekerjaan yang Anda lakukan, kerjakan dengan sekuat tenaga, sepenuh hati dan pikiran seperti untuk Tuhan dan bukan untuk manusia. Kecakapan dan ketrampilan Anda akan meningkat dengan sendirinya saat Anda bekerja dengan sikap selalu memberi yang terbaik, bukan dengan asal-asalan. Saat itulah pengangkatan kualitas hidup dari Tuhan dan sesama akan menghampiri hidup Anda. Pertanyaannya adalah Anda mau atau tidak selalu memberi yang terbaik?
M3 (Melakukan)
• Sudahkah saya menjadi pribadi yang selalu memberi yang terbaik?
• Jika belum, kapan Anda mau mulai memberi yang terbaik?
• Berdoa dan ambil keputusan hari ini untuk memiliki sikap memberi yang terbaik dalam setiap kegiatan dan pekerjaan yang kita lakukan.
M4 (Membagikan)
Cerita kepada mentor Anda tentang keputusan yang Anda ambil hari ini.
Selasa 14/09/10
SIKAP DAN KEBIASAAN #16
BERPIKIR DAN BERJIWA BESAR
M1 (Menerima)
Ucapkan dan hafalkanlah :
1. Amsal 23:7a, “Sebab seperti orang yang membuat perhitungan dalam dirinya sendiri demikianlah ia.”
2. Amsal 4:23, “Jagalah hatimu dengan segala kewaspadaan karena dari situlah terpancar kehidupan.”
M2 (Merenungkan)
Jagalah hatimu dengan penuh kewaspadaan karena hatimu adalah sumber yang memancarkan kehidupan. Di dalam terjemahan lain dikatakan, bahwa jagalah hatimu lebih dari engkau menjaga apapun juga karena hatimu adalah pagar batas hidupmu. Seberapa besar “ukuran dan kapasitas hati” Anda? Extra kecil (XXS) atau extra besar (XXL)? Milikilah kapasitas hati dan pikiran yang besar, karena hati dan pikiran Anda akan menentukan seberapa besar kapasitas hidup Anda nantinya. Kalau Anda selalu berpikir kecil dan tidak bisa, maka bisa dipastikan Anda hanya selalu melakukan pekerjaan yang biasa-biasa saja. Anda akan selalu diperbudak oleh mental “saya tidak bisa dan saya tidak mampu”.
Isilah selalu hati dan pikiran Anda dengan Firman Tuhan serta hal-hal yang positip dan membangun. Jika Anda merenungkan dan mengucapkan Firman Tuhan siang dan malam, maka apa saja yang akan Anda perbuat akan berhasil (Mazmur 1). Sesuatu bisa menjadi besar kalau ia diberi makan. Cara berpikir yang kecil, negatif dan pesimis akan menjadi besar dalam hidup Anda, kalau Anda memberinya makan dengan cara selalu mendengarkan berita-berita yang negatif dan pesimis.
Demikian pula sebaliknya, iman timbul dari pendengaran akan Firman (Roma 10:17). Hati-hatilah dengan apa yang Anda dengar setiap harinya. Teruslah dengar Firman setiap hari dan setiap saat. Menurut Yesus, murid-muridNya akan melakukan pekerjaan yang jauh lebih besar daripada yang Yesus lakukan. Percaya atau tidak?
M3 (Melakukan)
• Sudahkah saya menjadi pribadi yang selalu berpikir & berjiwa besar?
• Jika belum, kapan Anda mau mulai berpikir & berjiwa besar?
• Berdoa dan ambil keputusan hari ini untuk miliki sikap berpikir dan berjiwa besar dalam setiap kegiatan dan pekerjaan yang kita lakukan.
M4 (Membagikan)
Cerita kepada mentor Anda tentang keputusan yang Anda ambil hari ini.
Rabu 15/09/10
SIKAP DAN KEBIASAAN #17
BERPENGHARAPAN DAN PUNYA VISI / IMPIAN
M1 (Menerima)
Ucapkan dan hafalkanlah:
1. Amsal 4:18, “Tetapi jalan orang benar itu seperti cahaya fajar, yang kian bertambah terang sampai rembang tengah hari.”
2. Amsal 23:18, “Karena masa depan sungguh ada, dan harapanmu tidak akan hilang.”
M2 (Merenungkan)
Memiliki visi dan impian yang besar. Janganlah Anda hidup dengan melihat ke belakang, tetapi lihatlah ke depan. Your past is not your future (masa lalu Anda bukan masa depan Anda). Ada rencana Tuhan yang besar di dalam masa depan Anda. Jika seorang kontraktor ingin membangun sebuah rumah, maka sebelumnya, akan ada seorang arsitek yang terlebih dahulu membuat “blueprint” rumah yang akan dibangun oleh sang kontraktor. Blueprint tersebut tidak dibuat dengan asal-asalan, tetapi sangat detail dan menyeluruh. Jikalau rumah saja dibangun dengan membuat “blueprint” terlebih dahulu, bagaimana dengan hidup Anda? Sudahkah Anda sendiri membuat “blueprint” hidup Anda? Belajarlah untuk membuat “blue print” hidup Anda atau “dream book” yang sesuai dengan rencana Tuhan. Tuliskanlah visi dan impian yang diberikan oleh Tuhan di dalam hati dan pikiran Anda. Visi dan impian Anda jangan dikerdilkan oleh masalah-masalah hari ini, apalagi masa lalu. If your dreams are big enough the fact does not count (jika impian Anda cukup besar, fakta atau masalah yang ada hari ini menjadi kecil atau tidak diperhitungkan). Mana yang lebih besar saat ini? Impian Anda atau masalah Anda?
M3 (Melakukan)
• Sudahkah saya menjadi pribadi yang punya visi dan impian?
• Sudahkah saya membuat “blueprint” hidup atau “dreambook”?
• Berdoa dan ambil keputusan hari ini untuk miliki visi dan impian dalam setiap kegiatan dan pekerjaan yang kita lakukan.
M4 (Membagikan)
Cerita kepada mentor Anda tentang keputusan yang Anda ambil hari ini
Kamis 16/09/10
SIKAP DAN KEBIASAAN #18
PENUH PERENCANAAN
M1 (Menerima)
Ucapkan dan hafalkanlah:
1. Amsal 24:6, “Karena hanya dengan perencanaan engkau dapat berperang, dan kemenangan tergantung pada penasihat yang banyak.”
2. Amsal 15:22 “Rancangan gagal kalau tidak ada pertimbangan, tetapi terlaksana kalau penasihat banyak.”
M2 (Merenungkan)
Rencanakan apa yang Anda kerjakan dan kerjakan apa yang Anda rencanakan. Keberhasilan Anda sangat ditentukan dengan seberapa serius Anda merencanakan keberhasilan tesebut. Begin with the end in mind (mulailah dari hasil akhir). Kalau Anda sudah merencanakan dengan detail hal-hal yang mau dikerjakan atau yang mau dicapai dari awal sampai akhir, maka sebenarnya keberhasilan sudah di tangan Anda. Fokus terus dan kerjakan apa yang sudah Anda rencanakan dengan konsisten dan disiplin. Jangan budayakan sikap “one man show” dalam hidup Anda. Minta masukan dan pertimbangan terhadap rencana Anda dari orang-orang yang kompeten dan berintegritas. Allah juga mempunyai rencana saat menciptakan alam semesta ini. Ia menciptakan alam semesta hari demi hari. Sampai dengan hari ke-7, Ia menciptakan manusia. Demikian juga dengan kehidupan Anda sekarang ini. Tidak ada hal yang kebetulan dalam hidup Anda. Semua sudah ada dalam rencanaNya yang besar dan mulia. Mari meresponi dengan merencanakan hidup Anda dan bertindak menggenapi rencana Allah yang besar tersebut. Seperti kata Yesus di saat-saat terakhir di kayu salib, “sudah selesai!” Dengan mantap, Yesus berkata kepada BAPA bahwa Ia sudah selesai mengerjakan segala sesuatu yang BAPA rencanakan untuk Ia lakukan selama di dunia ini. Bagaimana dengan Anda?
M3 (Melakukan)
• Sudahkah saya menjadi pribadi yang selalu merencanakan?
• Jika belum, kapan Anda mau mulai merencanakan? Dalam hal apa saja?
• Berdoa dan ambil keputusan hari ini untuk miliki sikap penuh perencanaan dalam setiap kegiatan dan pekerjaan yang kita lakukan.
M4 (Membagikan)
Cerita kepada mentor Anda tentang keputusan yang Anda ambil hari ini.
Jumat 17/09/10
SIKAP DAN KEBIASAAN #19
TUNDA DAN KELUAR DARI ZONA NYAMAN
M1 (Menerima)
Ucapkan dan hafalkanlah:
1. Amsal 6:4, “Janganlah membiarkan matamu tidur, dan kelopak matamu mengantuk.”
2. Amsal 24:27 “Selesaikanlah pekerjaanmu di luar, siapkanlah itu di ladang; baru kemudian dirikanlah rumahmu.”
M2 (Merenungkan)
The enemy of great life is good life (musuh dari kehidupan yang luar biasa adalah kehidupan yang baik dan biasa saja). Belajarlah untuk menunda kenyamanan yang membuat Anda tidak bisa maju dan berkembang lebih lagi. Jangan terlalu cepat untuk berpuas diri. Menunda kenyamanan bukan berarti Anda tidak belajar bersyukur, justru sebaliknya. Saat hidup Anda penuh dengan rasa syukur, Anda akan menyadari bahwa potensi Anda masih bisa untuk terus dikembangkan dan bukan waktunya untuk diam-diam saja menikmati kenyamanan yang sudah ada. Terus kembangkan potensi Anda. Teruslah belajar. Terus melayani. Terus berkembang. Do not quit! Janganlah berhenti, teruslah bergerak! Saat Anda keluar dari zona nyaman, Anda akan belajar untuk tidak mengandalkan kekuatan diri Anda sendiri. Sebab saat inilah, Anda akan mengalami dahsyatnya kuasa Tuhan bekerja dalam hidup Anda. Mau mengalaminya? Tunda dan keluar dari zona nyaman Anda.
M3 (Melakukan)
• Sudahkah saya menjadi pribadi yang mau untuk menunda kenyamanan?
• Dalam area apa saja, Anda masih berada dalam zona nyaman?
• Berdoa dan ambil keputusan hari ini untuk miliki sikap menunda dan keluar dari zona nyaman dalam setiap kegiatan dan pekerjaan yang kita lakukan.
M4 (Membagikan)
Cerita kepada mentor Anda tentang keputusan yang Anda ambil hari ini.
Sabtu 18/09/10
SIKAP DAN KEBIASAAN #20
BISA MENGENDALIKAN DIRI
M1 (Menerima)
Ucapkan dan Hafalkan:
1. Amsal 25:28, “Orang yang tak dapat mengendalikan diri adalah seperti kota yang roboh temboknya.”
2. Amsal 29:22, “Si pemarah menimbulkan pertengkaran, dan orang yang lekas gusar, banyak pelanggarannya.”
M2 (Merenungkan)
Dalam tinggal tenang dan percaya terletak kekuatanmu (Yesaya 30:15). Kekuatan Anda sebagai murid Kristus justru terdapat saat Anda tenang dan percaya bahwa Allahlah yang memegang kendali atas segala sesuatu, bahkan atas hidup Anda. Mengendalikan diri artinya tenang dan percaya. Orang yang tidak bisa mengendalikan diri adalah orang yang tidak tenang / kuatir hidupnya serta orang tersebut tak percaya bahwa masih ada Allah yang berkuasa yang memegang kendali atas segala sesuatu. Jadilah tenang dan percaya. Anda tidak bisa maksimal dalam hidup jika Anda tidak bisa mengendalikan diri. Belajarlah untuk sabar. Janganlah mudah marah. Janganlah mengambil asumsi yang berlebihan pada seseorang atau sesuatu saat Anda tidak mengetahui dengan jelas duduk persoalannya. Belajarlah untuk diam sejenak sebelum berbicara. Ingat, kekuatan Anda terletak saat Anda tinggal tenang dan percaya.
M3 (Melakukan)
• Sudahkah saya menjadi pribadi yang bisa mengendalikan diri?
• Jika belum, dalam hal apa Anda tidak bisa mengendalikan diri?
• Berdoa dan ambil keputusan hari ini untuk miliki sikap mengendalikan diri dalam setiap kegiatan dan pekerjaan yang kita lakukan.
M4 (Membagikan)
Cerita kepada mentor Anda tentang keputusan yang Anda ambil hari ini.
Minggu 19/09/10
SIKAP DAN KEBIASAAN #21
BELAJARLAH DARI PENGALAMAN
M1 (Menerima)
Ucapkan dan Hafalkan:
1. Amsal 26:11, “Seperti anjing kembali ke muntahnya, demikianlah orang bebal yang mengulangi kebodohannya.”
2. Amsal 16:31 “Rambut putih adalah mahkota yang indah, yang didapat pada jalan kebenaran.”
M2 (Merenungkan)
Belajar dari pengalaman masa lalu sangat berbeda dengan mengingat-ingat masa lalu. Belajar dari pengalaman masa lalu membuat seseorang tidak perlu mengulangi kesalahan yang sama berulang-ulang. If you do not change your direction, you will end up the way you headed (jika kamu tidak merubah arah dan terus menerus melakukan hal yang sama, maka kamu akan berakhir di hal yang sama juga). Pelajari pengalaman gagal di masa lalu dan bukan untuk bersedih hati, tetapi untuk menemukan metode baru supaya tidak terjebak dalam kesalahan yang sama di masa mendatang. Coba renungkan dan refleksikan hidup Anda selama ini, apakah hidup Anda sedang dalam perubahan menuju kehidupan yang lebih baik atau tetap sama? Belajarlah dari pengalaman dan rubahlah arah Anda menuju kehidupan yang lebih baik sesuai dengan Firman Tuhan.
M3 (Melakukan)
• Sudahkah saya menjadi pribadi yang mau belajar dari pengalaman?
• Apa pengalaman berharga yang pernah Anda alami dalam hidup Anda? Belajar apa dari hal tersebut?
• Berdoa dan ambil keputusan hari ini untuk miliki sikap belajar dari pengalaman dalam setiap kegiatan dan pekerjaan yang kita lakukan.
M4 (Membagikan)
Cerita kepada mentor Anda tentang keputusan yang Anda ambil hari ini.

Baca juga:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *