15 Catatan Tentang Keadaan Di Rumah Tuhan

Markus 3:1-6

Menurut Injil Matius 1:21, arti nama Yesus adalah Penebus. Yesus adalah pribadi yang luar biasa.  Yesus adalah Pemimpin Agung. Fakta membuktikan bahwa orang terkaya dunia adalah murid Yesus. Orang terkaya di Indonesia adalah murid Yesus. Yesus memang dilahirkan dengan sosok yang sederhana, bahkan dalam hidupnya sebagai manusia tidak menduduki satu kedudukan atau posisi penting ; bukan seorang kepala pemerintahan, bukan juga imam besar di bait Allah. Yesus bukan menentang sistem pemerintahan dunia, sebab Tuhan menginstruksikan kita supaya menghormati pemerintah. Tetapi kepemimpinan agung dari Yesus Kristus fokus kepada pertobatan jiwa-jiwa dan menerima keselamatan yang kekal. Dan untuk menjadi seperti Yesus kita harus pengikut Kristus (Matius 16:24). 

Mari simak 5 mobilitas Yesus belajar :

1.   Masuk rumah Ibadah (Markus 3:1). Kitab Injil menguraikan aktivitas pelayanan Yesus yang sangat padat. Tetapi kita memperhatikan bahwa Yesus selalu memberikan waktu untuk masuk ke rumah ibadah. Masing-masing kita pasti punya kesibukan sendiri, tetapi ingat, kita tidak bisa melupakan jam-jam ibadah. Hari Minggu kita harus datang ke gereja. Jam-jam ibadah jemsel atau wadah pelayanan tidak bisa kita abaikan.

2.   Pergi ke danau (Markus3:7). Danau identik dengan kesuburan atau kemakmuran. Ada waktunya Tuhan membawa kita kepada keuntungan atau kemakmuran. Anak-anak Tuhan akan menikmati berkat keberhasilan dari Tuhan Yesus.

3.   Naik ke bukit (Markus3:13). Manusia biasanya selalu ingin turun ke danau, menikmati berkat-berkat yang besar. Tetapi sedikit orang yang mau untuk naik ke bukit. Bukit jauh dari mata air. Arti rohani dari bukit adalah percobaan, ujian, persoalan hidup. Namun Yesus bukan hanya turun ke danau tetapi juga naik ke bukit. Kalau kita mengikut Tuhan akan mendapat berkat-berkat, tetapi juga kita harus siap untuk menghadapi ujian dan percobaan.

4.   Masuk ke rumah (Markus3:20). Dewasa ini banyak keluarga yang kehilangan cinta akan rumahnya sendiri. Suami lebih senang di club, istri lebih senang di mal, demikian juga anak-anak lebih memilih tinggal di luar rumah. Kita harus mencintai rumah kita. Kita berdoa supaya damai sejahtera ada di setiap rumah sehingga rumah kita menjadi rumah yang disenangi.

5.   Berkeliling dari desa ke desa dan kota ke kota (Lukas 8:1). Di kota fasilitas selalu lengkap berbeda dengan pedesaan yang kurang lengkap dengan fasilitas. Banyak orang lebih memilih tinggal di kota daripada di desa. Tetapi anak-anak Tuhan harus bisa hidup dan bergaul di mana saja kita berada.

Jadi, Yesus adalah sosok yang rajin dan bukan malas. Sebagai pengikut Kristus, kita harus belajar melakukan apa yang Yesus lakukan. Ringan atau rajin berbuat kebaikan dan berat untuk kejahatan. Kalau tidak, kita bisa terjebak dalam 5 kejanggalan dalam rumah Tuhan :

1.   Pengamat (Markus 3:2).  Di dunia ini banyak pengamat : pengamat olah raga, pengamat politik, pengamat ekonomi, dlsb. Seorang pengamat berada di luar gelanggang dan selalu merasa lebih pintar. Orang-orang yang demikian juga bisa muncul dalam gereja.

2.   Mencari-cari kesalahan (Markus 3:2). Sifat ini juga harus kita gumuli supaya keluar dari dalam gereja. Pengampunan Yesus menjadika kita benar di hadapan Tuhan. Tetapi sayangnya ada anak-anak Tuhan mencari-cari dan menyimpan kesalahan orang lain. Kesalahan orang harus kita ampuni dan lupakan sehingga Tuhan juga mengampuni kesalahan kita.

3.   Diam saja (Markus3:4). Di dalam gereja terdapat anak-anak Tuhan yang diam saja. Tahun-tahun berlalu begitu saja tanpa melakukan sesuatu yang berarti dalam pekerjaan Tuhan. Mereka hanya sebagai penonton, pengamat, mencari-cari kesalahan orang dan lupa berbuat sesuatu yang mulia bagi Tuhan.

4.   Degil (Markus 3:5). Firaun pernah mengeraskan hatinya terhadap Musa dan Harun, utusan Tuhan. Tuhan menghukumnya dengan 10 tulah dan kematiannya di laut Merah. Karena itu  jangan pernah pelihara hati yang degil di hadapan Tuhan. Kalau Tuhan sudah berfirman jangan keraskan hatimu.

5.   Membunuh (Markus 3:6). Sekarang roh pembunuhan begitu hebat. Orang tidak segan-segan lagi untuk menghilangkan nyawa orang lain. Makanan-makanan yang kita konsumsi juga bisa membunuh tubuh kita apabila kita tidak berhati-hati. Bencana alam dan kecelakaan menjadi pembunuh yang ganas merenggut nyawa banyak orang. Tetapi Alkitab memberitahukan barangsiapa membenci saudaranya adalah seorang pembunuh manusia (I Yohanes 3:15). Jadi dosa membenci sama dengan dosa membunuh.

Namun, di samping 5 kejanggalan gereja yang harus kita jauhi, ada lima keadaan dalam rumah Tuhan yang kita hadapi dan alami :

1.   Ada orang yang mati sebelah tangannya (Markus 3:1). Injil Lukas 6:6 memperjelas bahwa tangan yang mati itu adalah sebelah kanan. Kita pasti ingat peristiwa Yunus diutus Tuhan ke Niniwe karena penduduk Niniwe tidak bisa membedakan tangan kanan dan tangan kiri. Artinya dalam rumah Tuhan bisa kita temui ada orang-orang yang bermasalah, hidup dalam dosa, mempunyai persoalan hidup, mempunyai pergumulan, dlsb. Tetapi rasul Paulus menuliskan bahwa kita harus sebagai teman seiman kita harus saling memperhatikan dan menolong. (Baca Galatia 6:10, Roma 15:1).

2.   Yesus berada di rumah Allah (Markus 3:2). Ternyata di tengah-tengah beragamnya persoalan yang dialami anak-anak Tuhan, di sana ada YESUS. Di rumah Tuhan ada Yesus. Ketika ‘angin puting beliung’ melanda perahu rumah tangga kita, Yesus ada dalam perahu bersama kita (Baca Nahum 1:3). 

3.   Ada perkataan Yesus (Markus 3:3). Perkataan atau Firman Yesus selalu menyembuhkan, menguatkan dan menolong kita. Karena itu sebagai pengkhotbah saya selalu berusaha untuk menyampaikan Firman Tuhan. Sebab pengalaman dan kehebatan kita tidak ada apa-apa dibandingkan dengan Firman Tuhan. Firman Tuhan sanggup menyelamatkan hidup kita. Bahkan kalau anda mau berhasil datanglah kepada yang selalu berhasil yaitu Firman Tuhan. Firman Tuhan tidak pernah gagal tetapi pasti berhasil (Yesaya 55:11). Karena itu hargai, sambut, terima dan amenkan Firman Tuhan (Bd Amos 8:11).

4.   Altar call (Markus 3:5). Di dunia ini banyak bermunculan motivator-motivator terkenal yang menjanjikan keberhasilan. Tetapi perkataan dan undangan Tuhan sanggup untuk menolong anda keluar dari segala masalah. Kita hanya perlu merespons panggilan Tuhan dengan percaya (Roma 10:17). Tetapi bukan hanya sekedar percaya tetapi harus disertai tindakan. Iman tanpa perbuatan adalah mati. Yakobus 2:26.

5.   Ada mujizat (Markus 3:5). Ketika Yesus berkata “Ulurkan tanganmu” dan orang itu mengulurkan tangannya maka mujizat terjadi, tangannya sembuh seketika. Firman Tuhan dan iman bekerjasama untuk menyatakan mujizat. Dan kuasa yang sama dahulu sama adanya dengan sekarang, sebab Yesus Kristus tetap sama dahulu, sekarang dan sampai selama-lamanya. Ibrani 13:8. Haleluyah, Tuhan Yesus memberkati!

 

Ringkasan Khotbah Pdt. Victor Sumlang (Kupang), Minggu 30 Januari 2011 (Ibadah Raya II)

Sumber: http://gpdimaranatha.org/

Baca juga:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *