Gambar Diri

GAMBAR DIRI

 

 

Ayat Kunci : Roma 8:9
“ sebab semua orang yang dipilih-Nya dari semula, mereka juga ditentukan-Nya dari semula untuk menjadi serupa dengan gambaran ANak-Nya, supaya Ia, Anak-Nya itu, menjadi yang sulung diantara banyak saudara”

Sebagai orang percaya kita harus bisa mengetahui bahwa tujuan Kristus datang ke dunia ini bukan hanya untuk menyelamatakan manusia saja tetapi juga untuk menyiapkan dan membentuk orang-orang percaya dan gereja-Nya agar bias menjadi “mempelai” yang sepadan dan mempunyai karakter yang serupa dengan Kristus, sang mempelai Pria.
Tujuan pembentukan karakter ialah supaya kita sebagai orang percaya bias mempunyai karakter seperti Kristus sehingga bias menjadi Teladan bagi dunia. Cepat atau lambat proses pembentukan karakter kita tergantung dari ketaatan kita kepada Tuhan, waktu Dia membentuk atau mengubah kita.
Karakter yang dimiliki oleh Kristus terdapat dalam Galatia 5:22-23 yang dijelaskan tentang buah-buah roh yang juga menggambarkan sifat atau karakter dari Roh Kudus atau Tuhan Yesus itu sendiri yaitu Kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan, kelemahlembutan dan penguasaan diri.

Kita tidak dapat berubah karakternya, sampai kita sadar bahwa kita perlu untuk berubah. Oleh sebab itu Tuhan memakai berbagai macam cara untuk karakter kita:

– Melalui kesalahan yang ktia lakukan. Ulangan 8:2
– Melalui Pengujian dan tekanan Yakubus 1:1-3
– Melalui Firman Tuhan Ibrani 4:12-13
– Melalui Teladan yang baik dan jelek dari orang lain 1Korintus 10:11
– Melalui didikan atau teguran dari orang lain Amsal 15:31-32
– Melalui Roh Kudus yanag menyadarkan dan memberi semangat untuk berubah secara positif. Ibrani 12:11

Karunia adalah pemberian atau anugerah dari Roh kudus sedangkan karakter adalah suatu hasil proses pembentukan manusia batiniah. Pembentukan ini tidak dapat dihasilkan hanya dalam waktu sehari tetapi perlu waktu yang lama.

Memiliki karakter tidak berarti mengabaikan karunia-karunia dari Roh Kudus
Karakter adalah buah yang dicari oleh Tuhan.
Karakter mempengaruhi kualitas dari karunia-karunia dari Roh Kudus.
Karakter juga menunjukan tingkat kedewasaan rohani seseorang
Karakter merupakan tujuan akhir dari keKristenan
Karakter memelihara kelangsungan suatu pelayanan.
Ayat referensi : Yohanes 15:2 1 Yohanes 2:12-13 Ibrani 12:14

 

Gambar Diri

  1. Kunci keberhasilan dalam dunia sekuler dan rohani adalalh memiliki gambar diri yang positif atau menurut standar firman Allah
  2. Apakah definisi dari gambar diri atau citra diri ?
  • penilaian atau gambaran tentang diri kita atau apa yang kita percayai tentang diri kita

3. Ada dua pandangan ekstrim mengenai gambar diri ?

  • over esteemed
  • under esteemed

4. sumber pendapat diri (1kor 4:3-4)

  • orang lain
  • diri sendiri
  • iblis
  • Allah

5. Penyebab rusaknya gambar diri adalah tidak terpenuhi kebutuhan dasar manusia

  • rasa dimiliki dan memiliki
  • rasa berdaya guna
  • rasa berharga

6. Tidak terpenuhi 3 hal diatas menyebabkan

  • dosa
  • tipu daya
  • traumatis
  • keluarga tidak harmonis

7. Skema gambar diri

penampilan+kata oran( salah = kehancuran)

pribadi saya dalam Kristus(benar = kokoh )

8. Akibat gambar diri yan g salah atau yang tidak menurut standarnya firman Allah

-takut – sensitif

-perfecsionis – sulit bergaul

-minder -minder

-mengutamakan penampilan -mencari pujian

-putus asa -tindakan anarkis

-sulit berhubungan dengan Tuhan – dll

9. pandangan Allah tentang diri kita

  • kita berharga di mataNya (yes 43 : 4 , 1pet 1: 18-19 )
  • serupa dengan gambar Allah (kej 1 : 26 – 27 )
  • kita di beri kuasa atau otoritas (kej 1: 26 – 27 )

10. Langkah – langkah pemulihan gambar diri

  • berubah dari pikiran yang salah tentang diri kita (rm 12 :2)
  • terima diri kita apa adanya
  • buang trauma masa lalu
  • sadar posisi kita dihadapan Allah(rm 8 : 14 )
  • hidup menurut standart firman Allah

 

I. GAMBAR DIRI adalah:

Pendapat kita tentang diri sendiri (Amsal 23 : 7 a). Orang dunia menyebutnya dengan istilah jati diri atau citra diri.

II. 4 SUMBER PENDAPAT DIRI (I Korintus 4 : 3 – 4)

A. Orang lain yang memiliki peranan penting dalam hidup kita,contohnya : orang tua, pasangan hidup, sahabat , teman.

B. Adat istiadat / nilai – nilai dalam masyarakat.
Contoh : bagi orang Tionghoa anak laki lebih berharga dari pada anak perempuan

C. Diri sendiri.

D. Tuhan

III. PENYEBAB RUSAKNYA GAMBAR DIRI

Gambar diri rusak disebabkan karena tidak terpenuhinya 3 kebutuhan dasar kita, sebagai manusia, yaitu :

A. RASA BERHARGA – merasa aman dan menerima diri sendiri dengan baik;bersyukur kepada Tuhan untuk keberadaannya.

Rasa berharga yang sejati telah diberikan oleh Yesus ( Allah Putra ). BagiNya, seekor domba yang hilang, yaitu setiap hidup kita secara pribadi, amat berharga. Sebab itu, Dia meninggalkan yang lain, lalu mencari yang hilang tsb. ( Lukas 15 : 1 – 7 ).

B. RASA BERDAYA GUNA – merasa sanggup berprestasi dalam hidup ini.

Allah Roh Kuduslah yang bisa memberi kita rasa berdaya guna yang sejati, yaitu dengan mengurapi dan memberikan karunia serta talenta kepada kita, agar kita mampu melakukan sesuatu yang berarti dan berdampak bagi dunia ini ( Lukas 15 : 8 – 10 : dirham = mata uang = daya beli / daya guna ).

C. RASA DIMILIKI & MEMILIKI – merasa bahwa ada yang mengasihi dan memiliki hidupnya

Bapa Surgawi sangat mengasihi kita dan hidup kita adalah milik Dia sepenuhnya. Rasa dimiliki hanya bisa dipenuhi oleh Allah Bapa saja, karena Dia menyayangi kita dengan kasih sayang yang tak bersyarat ( Lukas 15 : 11 – 32 : Perumpamaan Anak Hilang )

IV. TIGA KEBUTUHAN DASAR KITA TIDAK TERPENUHI, karena :

A. TIPU DAYA IBLIS ( II Korintus 11 : 3 ; II Tesalonika 2 : 9 – 10 )

• Iblis sudah dikalahkan dan tidak punya kuasa apapun, tetapi ia masih punya tipu daya. Tipu daya iblis yang terbesar ialah memberikan rasa berharga yang palsu / kepercayaan yang salah.
• Tipu daya = memalsukan sesuatu yang bukan kebenaran tetapi dibuat sedemikian rupa sampai seolah – olah menjadi suatu kebenaran.
• Iblis sering kali memberikan kepercayaan yang salah kepada kita dengan tujuan untuk merusak gambar diri kita sehingga kita tak dapat menggenapi rencana Allah.
• Kepercayaan salah / rumus iblis ialah :

HARGA DIRI = PENAMPILAN + APA KATA ORANG

• Kepercayaan salah merupakan penyebab dari 95 % problem emosional yang dialami manusia.

B. FILSAFAT DUNIA ( Kolose 2 : 8 )

• Filsafat adalah nilai – nilai dalam masyarakat yang sudah disepakati, dipegang serta dilestarikan bersama.
• Filsafat dunia sudah banyak dicampuri oleh rumus iblis. Sejak umur 5 th. seorang anak sudah punya rumus iblis.

Contohnya :

1. Pandai lebih berharga daripada bodoh.
2. Punya gelar lebih berharga daripada tidak bergelar.
3. Kaya lebih berharga daripada miskin.
4. Menikah lebih berharga daripada single.
5. Dsb.

C. KEDAGINGAN – yang membuat kita cenderung melakukan dosa (I Korintus 3:1–3).

• Kedagingan akan membuat kita durhaka / memberontak kepada Tuhan. Menurut hukum kedagingan, segala sesuatu yang negatif lebih kuat pengaruhnya daripada yang positif.

Contohnya :

1. Pesta vs puasa.
2. Dosa vs doa
3. Makan terus vs Diet.

• Kalau kita berulangkali jatuh ke dalam dosa, maka kita akan merasa putus asa, tidak berguna, sehingga gambar diri kita hancur dan kita tidak tahu siapa diri kita sesungguhnya di dalam Kristus.

V. AKIBAT RUSAKNYA GAMBAR DIRI

Gambar diri yang rusak menyebabkan kita mengalami banyak sekali problem emosional seperti takut, minder, kesepian, rasa bersalah, depresi, dll. Dan semua problem emosional tsb. disebabkan oleh rumus iblis / kepercayaan salah yang sudah tertanam di dalam diri kita sejak usia 5 th.

Setiap nilai – nilai ( yang berisi rumus iblis ) yang ditanam oleh orang yang peranannya penting dalam hidup kita secara berulang – ulang akan menghasilkan nilai hati nurani / standar pribadi yang tidak mutlak. Nilai hati nurani yang tidak mutlak inilah yang menjadi kepercayaan salah yang amat menyiksa harga diri kita.

Jadi, sekali lagi, penyebab konflik emosional yang kita alami adalah rumus iblis / kepercayaan salah, bukanlah situasi yang tidak menyenangkan; bukanlah barang yang dicuri orang ; bukan juga orang yang menyakiti hati kita.

Situasi, orang , barang, tidak dapat menyebabkan kita konflik emosional,
tetapi kepercayaan yang salah tentang situasi, orang, barang tsb.
yang menyebabkan kita mengalami konflik emosional.

Kepercayaan yang salah akan menimbulkan emosi yang salah , sedangkan emosi yang salah akan menimbulkan tindakan yang salah.

VI. MEMBANGUN RASA BERHARGA YANG BENAR

Kita bisa memiliki rasa berharga yang benar dan sejati, bila kita membangun harga diri di atas APA KATA TUHAN MENGENAI DIRI KITA, yaitu Firman Allah. Itulah RUMUS ALLAH. Siapa kita di dalam Kristus adalah jati diri yang sesungguhnya.

• Akibatnya : merasa bahagia , sukacita, dan damai karena harga diri dibangun di atas nilai – nilai kekal yang tak bisa berubah – ubah.
• Apa kata Tuhan tentang diri kita tidak pernah berubah, karena Tuhan menerima kita tanpa syarat. Dia tidak menerima kita berdasarkan penampilan dan prestasi.

VII. EMPAT LANGKAH PEMULIHAN

1. Kita perlu JUJUR mengakui apa yang sesungguhnya kita rasakan, agar bisa menemukan penyebab emosi dan tindakan yang salah.

2. CARI KEPERCAYAAN SALAH yang menyebabkan kita emosional.

3. Mengambil keputusan untuk MENOLAK KEPERCAYAAN SALAH ( membuang pikiran manusia lama ) dan MENGGANTINYA DENGAN KEBENARAN ALLAH ( mengenakan pikiran manusia baru ) – Efesus 4 : 17, 20, 24

4. BERTINDAK SESUAI DENGAN KEPERCAYAAN YANG BENAR (KEBENARAN ALLAH ). Kita harus belajar bertindak dengan tepat sesuai dengan kebenaran yang kita terima agar bisa mencerminkan karakter Allah
Misalnya :

 Mengampuni
 Mengucap syukur

“ Aku sangat berharga bukan karena apa yang aku buat,
dan juga bukan karena penilaian orang terhadapku,
tetapi karena Kristus telah memberikan hidupNya untuk aku,
dan sebab itu, Dia telah membuat hidupku tak ternilai harganya.
Aku sangat dikasihi oleh Bapa.
Hidupku sangat menyenangkan Dia.
Aku telah diampuni, dan diterima sepenuhnya oleh Bapa.
Hidupku utuh di dalam Kristus. “

=========================
Gambar diri adalah cermin kepribadian seseorang , sebagai anak Tuhan , Gambar diri yang dipulihkan adalah ; Seperti manusia pertama Adam dan Hawa , memiliki “ Batin ( spirite ) “ yang sehat ! Yang dimaksud adalah bisa berhubungan dengan Tuhan pencipta dengan baik dan “ Hati “ yang sehat penuh kasih , hormat , taat , percaya dan berharap hanya kepada Tuhan saja ,

Gambar diri yang telah dipulihkan bisa dilihat dari suka cita , damai sejahtera dan kebenaran hidupnya . Sebab manusia setelah jatuh dalam dosa  Gambar dirinya  menjadi rusak !  Contoh ;

1.   Takut gagal , maka berusaha mengejar sukses hidup dengan cara apapun , mengasihi diri sendiri , tidak berani melangkah untuk mengambil resiko , ragu-ragu bertindak .

2.   Takut tertolak , ketagihan hidup menyenangkan hati orang lain agar dirinya dihargai , dipuji , diterima , takut kesepian , takut dikritik ,  rasa tidak aman , mudah tersinggung .

3.   Takut dihukum , selalu merasa tertuduh setiap bertindak , mudah terintimidasi  , takut berbuat sesuatu , memusuhi lingkungan / komunitasnya , sulit masuk hadirat-Nya .

4.   Terikat kebiasaan buruk / dosa , rasa malu karena dosa yang tidak mau dilepaskan , minder , mudah putus asa , jaga image dalam komunitasnya agar dihargai orang lain .

Pemulihan gambar diri yang sehat adalah sesuai dengan citra / gambar diri dari “ Yesus Kristus “  yang bisa kita lihat sebagai berikut ;

> Memiliki Kepribadian , tidak ketagihan akan kesuksesan hidup !
> Tidak mencari perkenan manusia, tetapi perkenan Bapa !
> Tidak merasa tertuduh dalam setiap keputusan , percaya langkah hidupnya benar !
> Tidak berpura-pura dalam segala perkataan-Nya , ( memiliki integritas ) luar dan dalam sama !

Kalau unsur-unsur itu tidak ada itu menunjukkan gambar dirinya masih rusak belum dipulihkan .  Langkah hidup  mengalami  “ Pemulihan Gambar diri “ belajar lewat ,

Mazmur 26 : 1 – 2 , Melalui kebenaran Firman Tuhan ini kita bisa belajar dari Daud bagaimana perjalanan kehidupan yang sesuai dengan panggilan-Nya , sehingga “ Gambar diri sebagai anak Tuhan nampak !”

Daud sudah diurapi untuk menjadi Raja Israel , tetapi belum juga menjadi Raja , Daud harus melalui proses dulu ( dikejar-kejar Saul ) agar saat menjadi Raja siap gambar dirinya ! Kita sebagai umat Tuhan walau sudah menjadi anak Tuhan tidak langsung GAMBAR DIRINYA langsung terbentuk, tetapi  lewat proses ketaatan “ Kebenaran Firman “ barulah gambar diri terbentuk !

•   Daud berseru ( berdoa ) mohon dipulihkan / transformasi hidupnya sampai Tuhan menyatakan “ Keadilan “ ( menggenapi janjiNya ) ini mengajarkan langkah mengalami pemulihan gambar diri , Ada kerinduan lebih dulu setelah itu berdoa dengan sungguh-sungguh agar Tuhan menggenapi janji-Nya / memulihkan hidupnya , mungkin sedang susah , bermasalah , mengalami kehidupan yang statis ( stagnant ) tidak ada kemajuan dalam semua area hidupnya .

•   Setelah berdoa Tuhan akan memberi petunjuk ( lewat FirmanNya ) langkah-langkah hidup apa yang harus dilakukan untuk mengalami “ Pemulihan gambar diri “

Tanpa kerinduan Tidak akan ada campur tangan Tuhan  karena  “ Puas diri / merasa nyaman  “ ( comfort zone ) kondisi seperti itu bisa mendatangkan pencobaan hidup lebih besar sebab Tuhan tidak mau umat yang dipanggil untuk rencana-Nya yang besar terhenti karena umat-Nya puas diri tidak mau bergerak lebih jauh lagi , Sarana menuju panggilan yang luar biasa lewat berseru / berdoa dan taat FirmanNya ! sampai mengalami pemulihan gambar diri seutuhnya sesuai dengan kehendak Tuhan !

Daud mohon petunjuk Tuhan karena ; Hidupnya tulus , percaya dan tidak ragu-ragu akan janji-janji dan rencana-Nya yang luar bisa ,  karena percaya janji-Nya luar biasa , Daud berseru agar Janji-janji-Nya dinyatakan dalam hidupnya .

Daud mengatasi keadaan dalam hidupnya dengan benar yaitu tidak marah kepada Tuhan , Bandingkan dengan Asaf saat mengalami masalah dalam perjalanan hidupnya ia mengatakan ,

Mazmur 73 : 13-14 , “ Sia-sia sama sekali aku mempertahankan hati yang bersih , dan membasuh tanganku , tanda tak bersalah . Namun sepanjang hari aku kena tulah , dan kena hukum setiap pagi . “ Asaf baru menyadari perjalanan hidupnya yang benar bukan dengan kemarahan dan iri hati setelah ia bersekutu lebih dalam dengan Tuhan . ( ayat 17 )

Daud berkata “ Ujilah aku , ya Tuhan , dan cobalah aku ; selidikilah batinku dan hatiku .“ Sikap ini menunjukkan bagaimana seseorang bisa mengalami “ Pemulihan gambar diri sebagai anak Tuhan “ yaitu ;

a.   Minta dengan tulus agar Tuhan mau mengoreksi hidupnya ,dianalisa apakah sudah berkenan ( hidup dijalur-Nya ) atau belum , ini berbicara Daud menyadari hidupnya masih belum sempurna , tidak mau puas diri / merasa nyaman dengan kondisinya saat ini . ( Comfort zone )

b.   Menyadari wilayah batin dan hati merupakan wilayah yang paling penting untuk diselidiki sebab batin dan hati merupakan tempat seseorang menyembunyikan gambar dirinya !  ( orang lain bahkan mungkin dirinya sendiri tidak mau mengingat dosanya )

Cara inilah yang menghasilkan petunjuk dari Tuhan , bagaimana gambar diri bisa dipulihkan yaitu memohon dengan “ Kerendahan hati agar Tuhan “menyelidiki “ Batin dan hatinya “ 

Sebab yang Tuhan lihat bukan hanya hal-hal yang lahiriah saja tetapi hatinya , ( Yes 29 : 13 )  itulah sebabnya Tuhan mengatakan dalam Lukas 18 : 9 – 14 , Pemungut cukai dibenarkan dan mendapat anugrah Allah , sedang orang Parisi tidak !

•   Orang Parisi puas diri merasa cukup dan benar dalam kehidupannya menunjukkan juga bahwa ia sombong rohani merasa sudah lebih dari orang lain .

•   Pemungut cukai menyadari dan koreksi akan kekurangan dan kelemahan dalam kehidupannya , menghasilkan seorang yang rendah hati dan mau dikoreksi .

Melalui kisah orang parisi dan pemungut cukai ,

kita melihat seharusnya Gereja ( Hamba Tuhan  pemimpin , pelayan dan Jemaat ) bukan menjadi persekutuan orang Parisi yang buta mata rohaninya , puas diri merasa dirinya sudah benar , sebaliknya kalau Gereja diisi dengan  orang yang dirinya seperti Pemungut cukai masih banyak kekurangan , kelemahan , merasa tidak layak , Gereja menjadi persekutuan orang yang merendahkan diri dihadapan Tuhan , Maka Gereja akan mengalami tuntunan , bimbingan dan akhirnya berkat Tuhan .

Nilai ( Values )
Patokan nilai yang merupakan gambar diri sebagai anak Tuhan adalah seberapa nyata Karakter Tuhan Yesus nampak dalam hidupnya salah satu karakter dari Tuhan Yesus apakah sudah ada dalam hidup kita bisa kita lihat lewat , Filipi 2 : 4 – 11 .

Taat ( Obedience )
Nilai hidup yang bisa kita pelajari lewat pembacaan tersebut adalah  “ Taat sampai mati “  kepada Allah Bapa bukan hanya sesaat atau kadang taat kadang tidak , tetapi ketaatan-Nya dimulai dari awal saat KelahiranNya dikandang binatang yang hina sampai mati diatas kayu salib  , Ketaatan-Nya bukanlah sesuatu yang mudah dan sederhana , tetapi melalui perjuangan dengan cara  “ mengosongkan diriNya “ ( Yunani Kenoun artinya melayani habis-habisan ) dari awal sampai akhir pelayanan-Nya Yesus tetap Taat secara konsisten !

Pemahaman ini menolong kita untuk mengetahui bagaimana seseorang  menghambakan diri yaitu dengan taat hidup menurut kehendak Allah , tujuan hidupnya adalah menyenangkan hati Allah  maka hidupnya akan jadi berkat bagi banyak orang  yang kita layani !

 

Hamba ( Servant / doulos )
Pertanyaan selanjutnya adalah Kristus menjadi hamba siapa ?  Hamba Allah , melayani kehendak Allah atau hamba manusia melayani kehendak manusia ?

[
i]Jawabannya adalah Yesus melayani kehendak Allah sepenuhnya , akibat taat kepada Tuhan barulah taat melakukan perintah-Nya ! Alkitab membuktikan hal ini dalam banyak ayat-ayat menuliskan bahwa seluruh hidupNya hanya untuk melayani “ kehendak Allah “ lebih dulu !  Yoh 4 : 34 /  8 : 29 .  Baru kemudian  bisa dilihat dengan taat mengikuti kehendak Allah Bapa untuk menyelamatkan ( melayani ) manusia .

Dalam hal ini kita harus tahu Tuhan Yesus tidak terjebak melayani  semua kemauan , keinginan dan idealisme manusia sehingga bisa mengatur kehendak dalam hidupNya ., yaitu menyenangkan hati Bapa lebih dari manusia ! ( Markus 1 : 35-38 )

Ketaatan didalam batin dan hati menghasilkan seorang yang suka melayani

1 Yohanes 3 : 16
Kebenaran ini menjelaskan kepada kita bagaimana seharusnya menjalani hidup ini apakah cukup asal kita mendapat keselamataan dan puas diri tanpa memikirkan orang lain yang belum diselamatkan , yaitu dengan rela menyerahkan nyawa bagi saudara-saudara yang lain , dalam bentuk melayani dan membawa mereka untuk mengenal Tuhan dengan sehat dan benar .

1 Yohanes 4 : 20
Firman Tuhan ini menjelaskan apabila kita mengatakan bahwa  “ aku mengasihi  Allah “ , tetapi disisi lain  tidak peduli kepada sesame manusia yang  kelihatan , Alkitab mengatakan ia adalah pendusta , karena barang siapa tidak mengasihi saudaranya yang kelihatan ,  tidak mungkin  bisa mengasihi Allah yang tidak kelihatan  !

1 Korintus 9 : 19 .
Kita bisa belajar dari  Rasul Paulus yang mengatakan “ Sesungguhnya aku bebas terhadap semua orang , aku menjadikan diriku hamba dari semua orang , supaya aku boleh memenangkan sebanyak mungkin orang . “  karena Rasul Paulus hidup dalam ketaatan kepada Tuhan maka hasilnya adalah pandangan hidupnya  jadi berubah , hidup tidak untuk diri sendiri tetapi jadi berkat bagi banyak orang yang belum diselamatkan .

Tetapi kita perlu mewaspadai  hal-hal berikut ini supaya  jangan salah tafsir dalam  melayani Allah dengan sepenuh hati dan melayani sesama Yaitu :

•   Melayani Allah  bisa disalah tafsirkan dengan  hidup mengisolir diri / bertapa dan  waktu hidupnya hanya membaca Alkitab , berdoa , berpuasa , dan menyembah Tuhan , dengan maksud menyenangkan hati Allah , dan berpikir yang penting antara aku dan Tuhan saja ,  tetapi disisi lain mengabaikan tugas melayani sesama , jelas paham ini salah hanya tahu sebagian tetapi tidak tahu kehendak Allah sepenuhnya  .

•   Melayani sesama bisa juga disalah tafsirkan dengan memuaskan  kehendak manusia , untuk menyenangkan hati manusia , sehingga kehendak dan selera orang – orang dijadikan tujuan , dan mendahulukan kepentingan orang-orang melebihi kepentingan diri sendiri , kepentingan keluarga akibatnya pelayanan bukan hasil ketaatan terhadap kehendak Allah , melainkan diperalat , dieksploitasi , diperbudak , dipermainkan , dan didikte orang lain , pelayanan yang benar seimbang , bijaksana dan  sesuai kehendak Allah !

Oleh sebab itu pengertian melayani Allah dan sesama harus seturut kehendak Allah ! untuk Tahu kehendak Allah maka kita harus terus meningkatkan hubungan dengan Tuhan . Sebab ada akibat dari ketidak taatan secara total , banyak orang tidak selamat dan mati dalam dosanya karena kita sebagai sebagai anak-Nya tidak pernah memberitakan injil kepada mereka .
Pelayanan pasti membutuhkan pengorbanan waktu , tenaga , pikiran perhatian, uang, juga korban perasaan . Berbicara akan hal ini ada contoh dalam Lukas 10 : 25 – 37 :
•   Melalui perumpamaan tentang orang Samaria yang menolong sesama  berdasarkan “ hukum  yang kedua yaitu kasihi sesamamu manusia seperti dirimu sendiri “  secara spontan ia menolong menanggung  resiko membayar biaya hotel dan perawatan dari orang yang terluka karena perampokan itu , tanpa banyak pertimbangan , seandainya orang Samaria itu hanya mau menanggung biaya sebagian saja , tanpa mau membawa orang sakit itu sampai dihotel dan membayar biaya  sampai sembuh , maka sia-sia saja pertolongannya itu bukan !

Lewat perumpamaan ini kita lihat apakah kita sudah praktek “ Kasih kepada sesama “ ( yang kuat mendukung yang lemah ) dengan ikut segala progam Gereja  seperti memberi persembahan minggu pertama renovasi , perawatan gedung , minggu ketiga untuk kegiatan sosial dan Natal .

•   Kebutuhan sesama kita dijawab melalui apa yang kita berikan kepada Allah  dengan rela hati , Yesus melakukan mujizat merubah air menjadi anggur karena para pelayan mau menyediakan air bagi-Nya , tanpa protes ( Yohanes 2 : 5,7 ) mujizat memberi makan 5000 dan sisa 12 keranjang tidak akan terjadi kalau tidak ada anak yang merelakan 5 ketul roti dan 2 ekor ikan miliknya  . ( Mat 14 : 17 – 21 )
Jadi kebutuhan sesama bisa dijawab melalui apa yang kita berikan kepada Tuhan lewat persembahan waktu , tenaga , pikiran dan uang kita dengan rela hati bukan terpaksa .

Dalam hal ini jangan terjebak , memberikan pertolongan kepada sesama bukan berarti tidak ada waktu membangun hubungan dengan Tuhan dan lupa pada kehendak Tuhan , yang akhirnya akan menghancurkan perlayanan itu sendiri !

Mengapa ? karena kita melayani seperti robot / monoton tanpa kreatifitas , contohlah Tuhan Yesus selalu menyingkir mencari tempat untuk membangun hubungan dengan Bapa , sehingga bisa tahu batasan dalam pelayananNya , batasan dalam menolong manusia  , tidak melebihi tujuan utama Allah Bapa kepadaNya !

Jalan menuju ketaatan adalah hidup melekat kepada Yesus , sehingga menghasilkan buah-buah dalam kehidupan kita , sebab diluar persekutuan yang intim dengan Tuhan tidak mungkin bisa menghasilkan buah kehidupan apapun termasuk ketaataan dan suka melayani !  ( Yoh 15 :  4 , 5 )

Inilah nilai “ Gambar diri “ yang Tuhan inginkan muncul dalam hidup kita , dengan hidup dalam Ketaatan total kepada kehendak Allah Bapa , yang berbuahkan kita melayani sesama agar mereka tidak binasa tanpa keselamatan ! . Amin .

Baca juga: